Ok. Kali ini aku bener – bener bingung mau pake summary apa. Tapi, intinya, ini adalah kumpulan kisah Fang X Ying di SMP | Slight BoboiBoy X Yaya | Terinspirasi dari lagu Taylor Swift – Blank Space

Warning : Hanya untuk Fang X Ying lovers. Nggak suka pairing?

Nggak usah baca!

Ghyani Ayu Production,

Present

.

.

.

Blank Space


"Got a long list of ex lovers,

They'll tell you I'm insane,

But I've got a blank space baby,

And I'll write your name"

"Hei Ying, kenapa sih akhir – akhir ini kamu suka sekali menyanyikan lagu itu?"

"Lagu ini menyenangkan, Yaya. Kau juga harus mencoba mendengarkannya." Kata Ying bersemangat.

Ya, itu adalah percakapan singkat, padat, jelas, dan memukau(?) dari Ying dan Yaya. Mereka sedang berangkat menuju sekolahnya. SMP Pulau Rintis. Yup, mereka sudah besar sekarang. Sudah SMP. (Hiks, padahal baru aja tadi siang aku liat mereka masih pada SD #plak) Tepatnya sudah kelas 8. (Ketuaan nggak sih?)

"Iya, aku bingung. Kenapa kamu jadi suka sekali menyanyi akhir – akhir ini?" Timpal BoboiBoy. (Btw, nih anak dateng dari mana? #plakplak)

"Biarkan saja. Lagipula suaranya juga bagus." Kali ini, Fang yang bicara. Tunggu, ini Fang yang bicara. INI FANG YANG BICARAA! (*Gebug author*) Ok, balik lagi ke cerita.

Wajah Ying merona seketika. Tapi nggak merah – merah banget sih. Cuma jadi pink – pink gimanaa.. gitu. Ya, pokoknya gitu deh. (Ini apaan sih)

"Um.. Terimakasih Fang." Kata Ying sambil menundukkan wajah nya. (Cie.. Ciee...)

Fang hanya tersenyum. Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Ying's POV

Kenapa dadaku terus berdebar – debar? Ini aneh. Dan kenapa wajahku jadi panas ya? Padahal pagi ini sangat dingin. Aneh. Apa mungkin ini reaksi tubuhku ya?
Tapi tunggu, kok aku merasa aneh ya, saat Fang memujiku?Apa mungkin pujiannya itu dalam sekali? Ah! Aku tidak mengerti. Sudahlah. Mungkin karena suaraku belum pernah dipuji.


Author's Sticky Note : Ok, aku tau fict ini punya kadar ke GJ an yang melebihi dosis. Dan, sedikit warning sebelumnya, guru – guru di fanfic ini OOC an aku semua. Jadi... Sorry aja kalau nama gurunya aneh. *peace*


Sesampainya di sekolah, (tuh kan, cepet banget nyampe nya #apasih?) kami langsung masuk ke kelas kami. Memang kami sekelas lagi tahun ini. Hanya, tempat duduknya saja yang agak berbeda. Aku dan Yaya di depan, BoboiBoy – Fang di belakang kami, dan Gopal – Iwan di belakang mereka.

Aku langsung berlari menuju kursiku dan mengubrak – abrik tas ku, mencari buku tulis Biologi.

"Yaya, kau sudah merangkum materi di.. Eh?!" Aku terkejut. Tentu saja. Seharusnya, sahabat pink – ku yang ada di samping ku. Tapi orang yang duduk disebelahku ternyata...

"Kenapa? Kaget?"

Fang.

"Ah.. Ti – tidak. Ke – kenapa kau disini?" tanyaku gugup.

Ah! Kenapa perasaan ini muncul lagi? Apa aku kurang berolahraga sampai jantungku berdebar – debar seperti ini? Tapi, seingatku olahragaku teratur kok! Atau aku mungkin demam? Tapi aku baik – baik saja. Atau mungkin ini karena dingin?(?) Kalau begitu, besok aku akan memakai jaket yang tebal!

"Memangnya kenapa? Tidak boleh ya?" Jawabnya cuek.

"Bo – boleh saja sih. Tapi, nanti Yaya duduk dimana?" tanyaku untuk mengatasi rasa kagetku.

"Hn, lihat saja ke belakang."

Aku lalu melihat ke belakang. Ternyata Yaya duduk bersama BoboiBoy dibelakangku. BoboiBoy melempar senyum padaku sambil menggaruk bagian belakang kepalanya. Dan Yaya masih sibuk merapikan buku – bukunya. Aku pun balas tersenyum.

"Nah, sudah tahu kan, dimana posisi Yaya?"

Aku terlonjak. Kaget. "Iya, sudah." Kataku membalas pertanyaan Fang.

Aku kembali berbalik. "Yaya, kenapa kau pindah? Aku dengar orang muslim tidak boleh berduaan ma."

"Iya, tapi kita 'kan nggak berduaan. Kita cuma duduk sebangku." Kata Yaya.

"Iya. Nanti juga banyak yang datang." BoboiBoy menimpali.

Huft. Ok, aku kalah 2 : 1.

"Hm, yasudahlah. Tak apa – apa."

.

.

.

Kriiinnggg!

Bel masuk.

Aku segera menyiapkan buku pelajaran yang akan dipelajari hari ini. Fisika. Tak lama kemudian, Bu Renny (Serius, nama ini diambil dari obat nenek aku. Neo Rheum*chyl) datang.

"Berdiri. Selamat pagi Bu." Yaya memberi komando.

"Selamat pagi Bu!"

"Selamat pagi. Anak – anak, kali ini kita tidak akan belajar di kelas. Kita akan belajar ke laboratorium. Jadi, siapkan buku, dan alat tulis kalian." Kata Bu Renny.

Wah! Belajar di Lab! Aku selalu suka belajar disana. Karena disana kita bisa ber eksperimen. Kau tahu, ber eksperimen! BER EKSPERIMEN! (Ok, aku tau ini lebay buat seekor Ying *gebug author*) setelah kami siap, kami pun berjalan ke lab. Lab disini sangat luas. Kira – kira bisa menampung sampai 50 siswa. Peralatannya pun lengkap dan aman.

"Baiklah, murid – murid. Sebelum duduk, di meja – meja ini ada tabung reaksi dan zat – zat yang akan kita gunakan untuk percobaan nanti. Kita akan membuat 6 kelompok. Masing – masing kelompok anggotanya 5 orang. Daftar namanya sudah tersedia dalam meja – meja ini. Silahkan berkumpul bersama kelompok kalian." Intruksi Bu Renny.

Tanpa menunda waktu, aku dan Yaya melesat kesana – kemari untuk mencari nama kami. Kami berpencar untuk memudahkan dalam mencari. Sudah kucari selama 5 menit, tapi belum ketemu juga. Saat aku hendak menghampiri meja lain, tiba – tiba ada yang menggenggam tanganku. Kukira itu Yaya, lalu aku berbalik dan yang menggenggam tanganku itu...

Yup, kalian benar kawan – kawan.

.

.

Dia Fang.


Jeng Jeng Jeng! Ok. Ini fict kedua aku. Dan aku sangat bersemangat saat membuatnya! Terimakasih buat Taylor Swift karena menyumbangkan lagu Blank Space nya. Lagu itu keren banget! Memang sih, antara judul dan isi ceritanya nggak nyambung. Tapi, inilah fict – ku. :D
Terakhir, buat para readers yang kece nya kabina – bina, tolong doain biar fict ini kagak hiatus. Okeh? Mau ya? Mau ya? Mau dong. Ok? (#apaansih)

Terakhir dari terakhir, (?) mind to RnR?