Yup, ini chapter 3 nya. Sekali lagi, makasih buat ripiuw nya yang semakin meningkat! Ripiuw sodara – sodara sekalian sangat menyokong. Thank you guys!
Ghyani Ayu Production,
Present
.
.
.
Blank Space
Episode Sebelumnya...
Hup!
.
.
.
.
Fang berhasil menangkap Ying.
Fang menangkap Ying, tepat di pinggangnya.
Fang's POV
Aku membuka mataku perlahan. Dan yang aku lihat sungguh mengherankan. Aku melihat Ying dipelukanku. Tunggu, kenapa bisa seperti ini? Aku mulai mengingat kejadian sebelumnya...
Sambil memakai sarung tangan fingerless nya lagi, ia memerhatikan Ying. Saat Ying berjalan, tanpa sadar ia juga berjalan.
Sret! Ying terpeleset! Tanpa sadar,, Fang langsung berlari dan...
Hup!
.
.
.
.
Fang berhasil menangkap Ying.
Fang menangkap Ying, tepat di pinggangnya.
Tunggu dulu, aku benar – benar tidak sadar saat melakukan tindakan ini! Aku melirik wajah Ying. Wajahnya berubah menjadi berwarna merah. Dengan kikuk ia bertanya,
"Fang? Bi-bisa tolong lepaskan aku?" wajahnya semakin memerah saat ia bicara.
Dengan kaku, aku membantunya berdiri. Sekarang kami berhadap-hadapan. Rasa panas menjalar ke pipiku. Aku tahu, aku pasti pipiku itu memerah. Aku melihat sekitar. Huft, untung saja hanya Yaya yang melihat kejadian ini. Semua orang sedang sibuk mencuci dan Bu Renny sedang memeriksa hasil laporan kami. Ngomong – ngomong soal Yaya, gadis berhijab itu sekarang pun pipinya ikutan memerah. Ia menghampiri Ying dan memeriksa keadaannya.
"Ying! Kau tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa Yaya. Hanya sedikit shock ma."
"Um.. Ying?" Akhirnya aku berani bicara.
"Ya?"
"A-aku minta m-maaf. T-tadi itu benar-benar refleks."
"I-iya. Harusnya aku berterima kasih. Terima kasih, Fang." Ucapnya sambil menundukkan kepala. Ya Tuhan, dia manis sekali! Aku sedikit tersenyum. Lalu kami bertiga berjalan menuju meja kami. Sesampainya disana, BoboiBoy dan Gopal menatapku dengan pandangan yang sangat aneh. Bahkan mereka sempat menaik-turunkan alis mereka. Jijik, aku memusatkan perhatianku pada buku paket IPA ku.
Tak lama kemudian...
Kriiinnngg!
Bel istirahat.
Dengan cepat, aku berdiri dan melangkah keluar dari lab. Baru saja beberapa langkah keluar dari lab, seseorang menarik bgian belakang kerah bajuku dan menariku.
"Oi! Siapa ini?! Lepaskan!" tanyaku dengan kesal.
"Hey, diamlah. Kau ini berisik sekali, seperti ibu-ibu saja." Ucapnya dengan tenang. Dari suaranya, aku tahu siapa orang ini. Cowok gemuk berkulit coklat yang sangat suka makan ini. Yup, Gopal.
Aku berusaha melepaskan diri dan berdiri "Ibu-ibu kau bilang?! Awas kau!" gertak ku.
"Aa! BoboiBoy! Tolong aku!" Gopal berlari dan melindungi dirinya dibelakang bocah bertopi jingga itu.
"Hahaha. Terbaiklah Gopal." Katanya sambil mengacungkan jempol ke arah sahabat India nya itu.
"Kalian mau apa?" tanyaku dengan cuek.
"Kami? Kami tidak mau apa-apa." Kata BoboiBoy misterius.
"Hh, cepatlah katakan saja." Sahutku malas. Aku memasang posisi favoritku, menyilangkan tangan didepan.
"Baiklah, tadi kami berdua melihat 'itu' loh.." kata Gopal.
Hah? 'Itu'? "Ck, langsung saja ke intinya."
"Hah, anak ini memang tidak peka. Tadi kami melihat saat kau memeluk Ying."
Apa?! Mataku membelalak dan wajahku memerah lagi. Bagaimana mereka bisa tahu?
"Wu, mukanya memerah, BoboiBoy."
"Hahaha. Sudahlah, mengaku saja kalau kau suka pada Ying."
Dengan berusaha menyembunyikan wajahku, aku menyahut, "Hn. Kalau aku mengaku, apa untungnya buatku? Membuang waktu saja aku disini."
Aku lalu melangkahkan kaki meninggalkan mereka. Mereka sibuk sekali. Apa mereka tidak punya masalah masing-masing sehingga mereka mengurusi hidup orang se-
"Kami bisa memberitahumu semua informasi tentang Ying!" kata BoboiBoy sedikit berteriak.
Langkahku berhenti seketika. Jujur, aku juga ingin tahu segalanya tentang Ying. Aku belum terlalu dekat dengannya, jadi aku hanya tahu sedikit tentangnya.
"Bagaimana?" tanya bocah jingga itu.
Aku memalingkan wajahku, menatap mereka berdua. Ternyata mereka serius. Aku membalikkan tubuhku. Tanda menyerah.
"Ha! Menyerah juga dia. Ayo, cepat katakan." Goda si India Gopal itu.
"Ck, yang penting kalian sudah tahu kan? Cepat, beritahu aku informasi tentang Ying." Sahutku malas. Err, bukan malas sih. Sebenarnya aku malu. Tapi, aku gunakan alasan malas saja, supaya karakterku disini tidak terlalu OOC.
"Eh, kalau mau tahu informasi tentang Ying, harus jujur dulu." Hasut BoboiBoy dengan nistanya.
"Kau mau informasi ini atau tidak?" tanya Gopal meremehkan.
"Cepatlah, mengaku saja." Kata BoboiBoy.
Aku sedikit bimbang. Memang aku sangat SANGAT ingin tahu informasi tentang Ying. Tapi aku malu, eh salah, malas mengakuinya. Beberapa detik selanjutya kugunakan untuk berfikir. Ugh, susah sekali untuk berfikir disini. Tentu saja, bagaimana caranya mau berfikir kalau dibelakangmu ada suara-suara yang menghasutmu. Ya, Gopal dan BoboiBoy masih terus menghasutku.
"Ayolah Fang, mengaku saja.."
"Informasi dari kami sangat lengkap loh.."
Aku menarik nafas dalam-dalam. "Baiklah! Aku akan mengatakannya." Aku tahu ini akan menjadi malu yang berkepanjangan. Tapi, aku harus melakukan ini.
"Aku suka pada Ying!" kataku sedikit berteriak.
.
.
.
"Hemph, Hahahahaha!HAHAHAHAHAHA!" mereka tertawa terbahak-bahak.
"Hei! Apa yang lucu?!" tanyaku dengan kesal. Bagaimana tidak kesal? Aku sudah bersusah payah menahan malu dan mereka dengan seenaknya tertawa?! Memang, seharusnya dari awal aku memperhitungkan status 'pertemanan' kami.
"Tidak ada. Hanya lucu saja, ternyata anak ini bisa jatuh cinta juga." Kata Gopal.
"Biarlah. Ini kan hidupku." Jawabku ketus.
Lalu mereka tertawa lagi. Hah, kalau begini harusnya tadi aku tidak mengatakannya. Beberapa detik berselang. Mereka masih saja tertawa.
"Oi! Kalian ini mau tertawa atau memberi aku info?" tanyaku tidak sabar.
"Hahaha, sabar dulu dong. Jadi, Ying itu suka...
.
.
.
.
.
Aku kembali duduk di kursiku. Sekarang ini aku sedang di kelas. Disampingku, Ying sedang mengobrol dengan Yaya. Aku menengok ke belakang. Sebenarnya bukan cuma menengok sih, aku meminta kepastian pada 2 temanku yang duduk dibelakangku. Mereka hanya mengacungkan jempol. Aku kembali melihat ke depan. Sebenarnya aku masih tidak yakin dengan rencana yang dibuat oleh BoboiBoy dan Gopal. Tapi, bagaimanapun aku harus melakukannya kalau aku mau usaha PDKT ku lancar. Jadi aku menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan diri,
"Ying? Boleh kita b-bicara?" tanyaku sedikit gugup. Aduh! Kenapa sih, kalau aku bicara dengan salah satu makhluk Tuhan yang manis ini, aku selalu gugup? Tunggu, tadi aku bilang apa? ARGH! Karakterku jadi sangat OOC sekarang. Biarlah, biar mereka tahu bagaimana keadaan seorang Fang kalau sedang jatuh cinta.
"Tentu, ada apa?" sahutnya. Aku bisa mendengar BoboiBoy sedang mengajak Yaya bicara. Mungkin ia menjalankan rencana yang sama dengaku. Hah, terserahlah. Kembali lagi ke Ying,
"A-aku... A-aku i-ingin..." Aduh! Penyakit itu kambuh lagi. Tolonglah, siapa saja bantu aku.
"Ingin apa Fang?" tanyanya dengan polos. Kepalanya sedikit dimiringkan, bingung melihat keadaanku yang seperti ini.
"Aku... Itu! N-nanti saat i-istirahat, m-makan bersamaku, yuk?"
.
.
.
Huahahaha. Ini chapter 3 nya. Makasih buat review nya!
Yolanda audrey : Fang jadi OOC sejak ada fict ini. XD Makasih udah mau baca fict ini!
Yuka : Yup, ini chap 3 nya. Nggak, disini nggak pake sebelumnya!
Aaaaaannddd... Sorry disini sedikit romens nya. TT~TT dan sorry kemaren aku nggak update. Aku mau ngutip kata – kata dari author faforit aku di wattpad. 'Stay wonderfuuuullllll guys!' –LilacJackFrost-
Last! Mind to RnR?
