Yuhu! Chapter 5! Gimana kabar para readers yang kecenya bertambah setelah membaca fict ini? XD XD
Huahahaha. Ok, makasih buat semua ripiu nya. Maksiiiihh banget. Ripiu kalian sangat menyokong. Thank you guys!


Ghyani Ayu Production,

Present

.

.

.

Blank Space

Episode Sebelumnya...

Fang hanya mengangguk. Ia menyerahkan makanan Ying padanya dan mulai memakan makanannya. Saat sedang asik-asik menyantap makanan, mereka melihat sesuatu. Bukan sesuatu sih, tepatnya 2 orang yang sedang berjalan menuju kantin. Yang satu berkerudung pink, dan satu lagi memakai topi berwarna jingga.

Ya, itu BoboiBoy dan Yaya.

.

.

"Eh Fang, itu Yaya dan BoboiBoy kan?" tanya Ying.

"Iya. Sedang apa mereka disini?" Fang meminum susu kotaknya.

"Haiya, ini kan jam istirahat ma. Pasti mereka mau makan juga." Jawab Ying sedikit gemas sambil menutup bungkus nasi lemaknya. Fang yang melihat gerak-gerik Ying merasa heran.

"Ying, kenapa makanannya tidak dihabisakan?"

"Nanti makannya disambung lagi. Ayo kita ajak Yaya dan BoboiBoy makan bersama!" Ying menarik tangan Fang.

"Eh.. Pelan-pelan Ying!" Fang hampir saja tersedak. Tapi itu tidak penting. Rencana Fang bisa gagal kalau BoboiBoy dan Yaya ikut serta dalam acara 'makan siang bersama Ying' ini. Sebenarnya ia sangat ingin mengatakan hal ini pada Ying, tapi kalau ia bilang, ini bukan kejutan lagi dong.

"Hai Yaya! Hai BoboiBoy!" sapa Ying dengan bersemangat.

"Hai Ying!" jawab mereka serempak. Sangat kompak.

"Ying, kau sedang apa disini?" tanya Yaya.

"Aku sedang makan bersama Fang. Kalian mau ikut tidak?" tanya Ying. BoboiBoy hanya menahan tawa melihat tangan Fang yang masih digandeng seperti anak kecil oleh Ying.

"Fang, kau jadi anak kecil lagi ya? Pakai acara digandeng segala. Memangnya kau mau menyebrang jalan?" tanya BoboiBoy sambil cekikikan. Wajah Ying langsung memerah.

"Anak kecil kau bilang?! Awas kau!" Fang maju beberapa langkah sambil mengangkat satu tangannya yang terkepal.

"Hei, sudahlah Fang, tidak perlu bertengkar. Ayolah Yaya, BoboiBoy. Kita ini kan sahabat ma, mana seru kalau makan hanya berdua-duaan?" kata Ying.

Fang membatu seketika. Tentu saja. Coba baca lagi pernyataan Ying diatas. Dengan secara tidak langsung, Ying menyatakan bahwa ia tidak suka makan berdua dengan Fang dan hanya menganggap Fang sebagai sahabat kan? Wah, betapa nyelekitnya peryataan itu. BoboiBoy yang langsung connect dengan reaksi Fang, hanya tertawa cekikikan. Ia tahu persis bagaimana rasanya, karena baru beberapa jam yang lalu ia merasakannya.

"Sudahlah, ayo kita makan!" Ying menarik tangan Yaya dan tangan Fang bersamaan. Fang yang masih shock dengan pernyataan Ying hanya menurut. Lalu mereka ber empat diseret oleh Ying ke meja yang sudah ia tempati selama kurang lebih baru lima menit itu. Sekarang, posisi duduknya seperti ini : Fang – Ying dan diseberang meja BoboiBoy – Yaya. Fang masih membatu. BoboiBoy masih cekikikan. Sementara itu, Ying dan Yaya malah asik mengobrol kesana kesini.
"Hei Fang, kau kenapa? Kau sudah kenyang?" Tanya Ying tiba-tiba.

Fang langsung tersadar, "Hah? Uh, apa?" tanya Fang linglung.

"Haiya, kau ini sakit atau bagaimana? Aku tadi tanya, kau sudah kenyang?"

"Oh.. Belum. Aku cuma sedang merenung saja."

"Ini Ying, dia itu sedang memikirkan tentang uc-" Fang langsung membekap mulut BoboiBoy sambil melyangkan bogem mentah ke kepala BoboiBoy yang ditutupi topi berwarna jingga.

BoboiBoy menepis tangan Fang, "Ish, sakit!" katanya sambil mengelus-elus bekas jitakan maut Fang. Fang kembali ke tempat duduknya dan mulai melahap donat lobak merah kesukaannya. Sesekali ia men death glare BoboiBoy. Yang di death glare hanya menahan tawa.

Sekarang, Fang tidak bisa melancarkan aksinya. Misi sebenarnya adalah : mengajak Ying makan berdua, mentraktirnya, dan mengobrol dengan Ying agar lebih dekat dengannya. Tapi sepertinya misi yang terakhir akan sangat SANGAT sulit dilakukan karena ada 2 orang pengganggu disini. Bukan pengganggu sih, mengingat mereka berdua adalah OTP baru nya Fang. Tapi tetap saja mereka mengganggu. Asalnya mau single date, malah jadi double date. Eh, date? Apa pertemuan ini bisa dibilang nge date?

Tiba-tiba..

"Hai semuanya!"

Gopal datang membawa banyak makanan.

Fang makin kesal, ia meminum habis isi susu kotaknya lalu meremas kuat kotaknya. Ok, sekarang gangguan makin bertambah.

"Hai Gopal!" jawab Yaya, BoboiBoy, dan Ying bersamaan. Fang hanya memutar bola matanya.

"Kenapa dengan anak ini?" tanya Gopal sambil menunjuk Fang.

"Oh, dia itu.." BoboiBoy lalu berbisik di telinga Gopal. Gopal menahan tawa setelah mendengarnya. Setelah itu, Gopal mulai bicara dengan hebohnya.

"Hei, kalian tahu tidak, Kakek Aba menjual coklat dengan bentuk yang baru dan rasa yang lebih enak!"

"Oh ya? Sepulang sekolah nanti aku akan membelinya!" sahut Yaya gembira.

"Iya. Bagaimana kalau sepulang sekolah nanti kita sama-sama pergi kesana?" aja BoboiBoy.

Fang langsung mendongak.

"Boleh! Ayo!" jawab Ying dan Yaya dengan antusiasme yang sedikit berlebihan.

BoboiBoy dan Gopal menyeringai tanda kemenangan. Fang kembali membatu. Sepertinya, ia benar-benar harus memperhitungkan status 'pertemanan' mereka.

Kriingg!

Suara bel. Arrgghh! Tadi BoboiBoy dan Yaya, lalu si Gopal, sekarang bel masuk. Sebenarnya mereka ini berencana untuk menghambat usaha PDKT nya atau bagaimana sih? Fang mengacak-acak rambutnya, frustasi. Kepalanya ia letakkan di atas meja dengan dahinya sebagai tumpuan. Kedua tangannya menutupi kepala bagian belakangnya. Saat Fang mengangkat tangannya, frame kacamatanya tersenggol dan kacamatanya jatuh! Pandangannya menjadi kabur seketika. Ia menaikkan kepalanya sedikit untuk mencari kacamata frameless yang berwarna nila itu. Walaupun dengan mata yang minusnya lumayan besar itu, ia mampu menemukan kacamatanya, tak jauh dari kaki Gopal.

Dengan perasaan kesal, Fang mencoba mengambilnya dengan menjulurkan tangan ke bawah meja, tapi sepertinya ia kurang perhitungan karena ia tidak menyadari..

BUK!

"Aargghh!"

Adanya sisi meja.

Dahi Fang terbentur dengan cukup keras. Ia menaikkan kepalanya sambil mengelus-elus dahinya yang kemungkinan akan memar. 'Teman-teman'nya tertawa dengan nistanya.

"Hahahahaha!HAHAHAHAHA!"

Ying mendekatkan diri pada Fang, "Fang, kau tak apa?" tanya Ying dengan khawatir, sementara BoboiBoy dan Gopal masih tertawa.

"Oi kalian ini. Diamlah!" kata Ying pada BoboiBoy dan Gopal. BoboiBoy dan Gopal langsung menahan tawa mereka.

"Tidak Ying, aku tidak apa-apa. Hanya terantuk meja." Jawab Fang yang masih mengusap dahinya.

Ying masih sedikit khawatir. Saat memiringkan kepalanya, ia baru sadar, "Fang? Kacamatamu dimana?"

"Oh, kacamataku jatuh. Tadi aku mau mengambilnya tapi aku terantuk meja." Jawab Fang, ia sudah menurunkan tangannya.

"Oh begitu. Ayo kita cari bersama-sama." Ying berdiri dan membungkuk, mencari kacamata Fang. Fang juga ikut berdiri dan membungkuk. Kacamatnya masih di dekat kaki Gopal. Tangannya terjulur untuk mengambil kacamatanya. Saat hampir sampai, tiba-tiba..

Krak!

Gopal menginjak kacamatanya.

"Alamak!" Ying menjerit tertahan.

"TIDAAAAAKKKK!" teriak Fang.

"Hah? Ya ampun... Maaf Fang, aku tidak sengaja." Kata Gopal sambil memungut kacamata yang sudah sangat hancur tersebut. Frame nya patah menjadi 4 bagian, lensanya pun hancur. Lalu Gopal memberikan kacamata yang akan menghuni tong sampah itu pada Fang. Fang memandangnya dengan perasaan yang sangat bercampur aduk. Marah, sedih, kecewa, frustasi, semuanya bercampur menjadi satu sampai ia tidak bisa bicara apa-apa lagi.

"Uh.. Kita masuk kelas saja bagaimana? Dari tadi bel sudah berbunyi." Yaya sedikit mencairkan suasana.

Mereka semua (minus Fang) mengangguk. Ying membelai bahu Fang dan mengajaknya dengan isyarat untuk masuk kelas. Fang hanya menurut. Lalu mereka berjalan menuju kelas mereka. Tak ada satupun yang bicara saat itu. Ying masih setia disamping Fang, mengelus pundaknya, wajahnya memerah. Sebenarnya Fang senang karena Ying sedikit perhatian padanya, tapi bagaimana caranya ia belajar jika kacamatnya rusak seperti ini?

.

.

Sesampainya di kelas...

Fang duduk di kursinya. Ia mendekatkan kepalanya pada tasnya dan mencari buku paket dan buku tulisnya. Seringkali ia salah mengambil buku, Ying yang melihat kejadian ini langsung bertindak cepat.

"Ini." Ying menyodorkan kacamatanya.

"Eh?" Fang menatap Ying heran.

"Iya, pakai saja. Mungkin bisa membantu." Ying semakin menyodorkan kacamatanya.

Sebenarnya Fang ingin menolak, tentu saja. Tapi kalau ia menolak ia tidak akan bisa belajar, kalau ia menerimanya, kasihan Ying. Meskipun Fang tahu minus nya Ying baru 1,5 Ying tetap butuh kacamatanya. Karena jarak antara meja mereka dengan papan tulis agak jauh. Fang memandang Ying dengan keraguan. Ying hanya mengangguk.

"Tidak apa-apa. Pakai saja. Aku masih bisa melihat kok." Kata Ying sambil tersenyum, manis sekali.

Hati Fang luluh seketika. Senyuman ini, yang membuat Fang tidak bisa menolak Ying. Dan mungkin karena senyuman ini juga, Fang bisa jatuh cinta dengan gadis berdarah Cina ini.

"Baiklah. Tapi, apa benar kau masih bisa melihat?" tanya Fang sambil memakai kacamata Ying.

"Iya, minus ku baru sedikit kok. Bagaimana, apa sudah baikan?" tanya Ying penasaran.

Fang mengerjap-ngerjap kan matanya. Berusaha beradaptasi dengan lensa kacamat Ying. Tidak terlalu buruk. Setidaknya dengan kacamata ini pandangannya tidak terlalu kabur.

"Iya, terimakasih Ying." Fang tersenyum.

Wajah Ying memerah, ia menundukan wajahnya, "sama-sama Fang."

Senyum Fang semakin lebar. Ya Tuhan, terimakasih Kau telah menciptakan seseorang yang sangat sempurna untuk Fang.

"Berdiri, selamat siang Bu!" Yaya memberi komando dengan tiba-tiba.

Semua murid termasuk Fang dan Ying berdiri dan mengucapkan salam. Lalu mereka mulai belajar dengan tenang. Raut wajah anak-anak murid kelas 7 – 3 berubah menjadi serius setelah menyimak apa yang guru mereka ajarkan. Mungkin tak semuanya, karena 2 wajah di barisan paling depan sedikit memerah dan senyum tak pudar dari wajah mereka berdua. Yah, mungkin ini balasan dari apa yang terjadi saat istirahat tadi. Mungkin Fang tidak perlu memaksakan diri untuk mengobrol dengan Ying. Karena kejadian hari ini cukup membuatnya lebih dekat dengan Ying.

.


Yeeeeyyy! Chapter 5! Di chapter ini semua orang ngasih aku inspirasi. Tapi yang paling melekat di otak itu kejadian waktu kacamata temen aku rusak. Dipaa! You are my inspiration!

Last! Mind to RnR?