Helllo! Huah, udah nyampe di chapter 7 aja nih. Gimana nih, kabar sodara – sodari saya yang kecenya kabina – binaaa? Huhahaha. Semoga, dengan membaca fict GJ overdosis ini bisa menambah kesehatan sodara – sodara sekalian ya. :D :D

Like always, aku mau berterimakasih buat para reviewers(?) yang udah kerajinan buat nge ripiu karya aku. Ripiu anda sangaaaaaaaatttt menyokong, seperti alas toilet. Thank you guys!

Ghyani Ayu Production,

Present

.

.

.

Blank Space

Episode Sebelumnya...

"Jadi, apa rencana selanjutnya?" tanya anak bertopi jingga.

"Sebenarnya..." jawab Fang dengan ragu.

"Sebenarnya apa?" tanya Gopal.

"Aku...

Fang sedikit menggaruk tengkuknya, "Um..."

Gopal dan BoboiBoy menunggu dengan sabar.

"Aku..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Aku belum punya rencana."

Gopal dan BoboiBoy terjengkang di tempat.

"Aduh, kenapa tidak bilang dari tadi sih?" Gopal menyemprot Fang dengan kesal.

"Hehehe.." yang di semprot hanya tertawa kecil dan menggaruk pipinya.

Fang's POV

"Hehehe.." aku tertawa kecil. Ya habisnya mau bagaimana lagi? Aku memang belum punya rencana PDKT yang baru kok. Boro – boro memikirkan rencana, mengingat kejadian tadi pagi saja aku langsung nge – blank. Jelas lah, tadi itu aku dan Ying sangat dekat. Bayangkan saja sendiri bagaimana rasanya. Tapi aku masih bingung, kenapa mereka berdua ini, si BoboiBoy sama si Gopal ini, sepertinya ingin sekali tahu rencana-rencana PDKT ku. Daripada pusing, lebih baik aku tanya saja.

"Memangnya, kenapa?"

"Oh, tidak. Aku hanya ingin mencari refrensi saja. Siapa tahu dari rencana – rencana PDKT mu itu bisa aku gunakan untuk PDKT dengan Yaya." BoboiBoy menjawab dengan semburat merah diwajahnya saat mengucap kata 'Yaya'.

"Apa?!" tanyaku dengan kesal. Seenaknya saja anak itu mencuri ideku. Aku sampai rela begadang untuk memikirkan trik PDKT yang baik, dan dia dengan mudahnya mencurinya?

"Hehehe. Jangan marah dulu dong. Aku kan baru pakai satu trik." Katanya sambil menggaruk pipinya.

"Hei, itu kan bukan trik anak ini. Itu trik kita bertiga." Gopal menimpali.

Trik bertiga? Yang mana?

"Tapi yang itu gagal. Hahaha." BoboiBoy tertawa.

Oh! Aku baru ingat! Trik yang makan bersama itu. Yang gagal karena ada kemunculan mereka. Yang kacamataku rusak di injak si Gopal. Aku mengenakan seragam olahraga ku dan berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.

"Oi! Kau mau kemana?" tanya Gopal sedikit berteriak.

Aku membalikan tubuhku dan menjawab, "Ke lapangan."

"Woy, jangan dibuka dulu pintunya!" Gopal dan BoboiBoy langsung memakai seragam olahraga mereka dengan tergesa – gesa.

Sambil melangkah mundur, aku membuka pintu, saat aku berbalik..

.

.

BUGH!

.

.

"Aduh!" aku sedikit meringis saat bokongku membentur lantai. Siapa sih, yang menabraku? Dasar ceroboh, kalau jalan lihat-lihat dong! Punya mata nggak sih? Aku mendongakkan kepala. Dan ternyata..

.

"Ying! Kau tidak apa-apa?" dengan cepat aku berdiri dan mengulurkan tanganku. Haduh, aku ini bagaimana sih? Jalan kok tidak hati-hati. Sudah punya 4 mata pun masih ceroboh. Dasar bodoh.

"Aku tidak apa-apa. Maaf ya." Katanya.

"Eh, tidak apa-apa kok. Harusnya aku yang minta maaf. Maafkan aku ya." Aku merasakan pipiku memanas. Aduh! Jangan begini dong. Masa berubah jadi tomat di depan Ying sih? Malu tahu.

"Eh bukan! Aku yang menabrak. Aku berlari tadi." Aku merasa ada sesuatu yang meremas kecil tanganku.

"Aku yang tidak hati-hati. Tadi aku berjalan mundur, jadi tidak bisa melihat kalau ada orang di depanku." Aku meremas balik sesuatu yang ada di tanganku itu.

"Bukan Fang, aku yang menabrak." Sesuatu itu mencengkram tanganku lebih kuat.

"Tidak Ying, aku yang me–."

"Hei. Sampai kapan kalian mau berdebat? Pakai acara pegang-pegangan tangan segala. Ayo cepat ke lapangan." Suara Gopal memecah perdebatan kecil kami. Eh, tunggu. Pegang-pengangan tangan?

Aku melirik ke bawah. Dan ternyata, yang mencengkram tanganku itu Ying! Aku ulangi supaya dramatis, yang mencengkram tanganku itu YING! Ini pasti karena insiden tabrakan tadi. Pasti Ying lupa melepaskan tangannya. Eh, tapi aku juga ingin sih. Ah! Sudahlah.

Pipiku kembali memanas, jantungku berpacu. Duh! Jangan kumat lagi dong! Aku melepas genggamanku, begitu juga dengan Ying. Kepalaku tertunduk. Aku malu sekali. Lubang mana lubang?! Aku ingin masuk kesana sekarang juga! (?)

"M-maaf." Kataku sambil melangkahkan kaki ke lapangan.

Aku terus saja menunduk. Meskipun banyak suara-suara anak perempuan dari kelas lain yang meneriakan namaku ketika aku melewati kelas mereka. Ya biasalah, fangirl, resiko jadi orang tampan nan perfect seperti aku ini. Tapi, mau sekeras apapun mereka berteriak,(asalkan tidak di depan telinga ku, tentunya) aku tidak akan pernah tertarik dengan mereka. Seseorang sudah memenuhi hatiku, ingat? Si kuning dengan kacamata bulat. Hm, kuning dengan biru ya? Aku jadi ingat Lemon squash. He? Lemon squash? Memikirnya saja sudah membuatku berubah menjadi tomat. Hahaha.

"WOY!"

"Aku menyukaimu, Lemon Squash!" refleks, kata-kata itu mengalir deras dari mulutku.

"Hmp...Hahahahahaha!HUAHAHAHAHA!" suara tawa 'teman-teman'ku menggelegar. Ya, tadi si BoboiBoy dan si Gopal mengagetkanku. Sampai kata-kata memalukan itu keluar deras. Untung saja koridor ini sepi dan suaraku tidak terlalu keras.

"Ck, kalian lagi. Mau apa kalian?"

"Lemon squash? Kau cinta pada minuman, Fang? Kau sudah tidak normal ya?" Gopal mengusap airmata yang keluar dari sudut matanya karena kebanyakan tertawa.

Dengan kesal dan malu, aku melangkahkan kakiku menuju ke lapangan.

"Hei! Tunggu dulu. Aku mau tanya!" BoboiBoy mengejarku.

"Tanya apa? Aku tidak tahu apa-apa tentang Yaya." Sahutku acuh.

"Bukan soal Yaya. Meskipun ada sangkut pautnya dengan Yaya."

"Ck, jadi intinya?" tanyaku.

"Baiklah, yang tadi itu termasuk trik PDKT bukan?"

Seburat merah tipis muncul diwajahku, "Ya jelas bukan. Tadi itu benar-benar tidak sengaja. Mana aku tahu kalau Ying ada di belakangku."

"Oh, begitu ya. Yasudah, kami duluan ya!" BoboiBoy dan Gopal berlari ke lapangan.

Aku hanya mengedikan bahu.

End of Fang's POV

.

.

.

"Yaya, aku mau tanya sesuatu." Ying melipat baju olahraganya. Yup, pelajaran olahraga sudah selesai dan mereka sedang berganti baju di toilet sekolah.

"Boleh. Tentang apa?" sahut Yaya sambil memakai hijab pink nya.

"Kenapa setiap aku dekat dengan Fang wajahku jadi terasa panas dan jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya ya? Padahal aku sudah memakai jaket yang sangat tebal dan aku sudah makan makanan yang sangat sehat." Ying memainkan jarinya di sekitar baju olahrganya yang terlipat rapi.

Yaya terbelalak, ia mendekati Ying sambil tersenyum lebar,"Apa benar? Kau merasakan semua itu?"

"I-iya. Sebenarnya ada apa sih, denganku?" Ying masih bermain dengan baju seragamnya.

"Kau jatuh cinta, Ying!"

"Apa?!" Ying mendongakkan kepalanya. Jatuh cinta?

"Iya, dengan Fang."

"Tapi, kenapa bisa? "

"Ya, begitulah. Cinta itu sulit dijelaskan." Senyum Yaya makin mengembang.

'Cinta ya? Apa itu penting untuk masa depanku? Tapi aku harus fokus belajar, dan sepertinya cinta ini hanya menghambat. Tapi, aku juga tidak bisa menolak perasaan ini. Aaa! Apa yang harus aku lakukan?'

"Yaya,"

"Ya?" Yaya kembali mengenakan hijabnya.

"Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?"

"Hm, itu tergantung kondisimu. Kalau kau memang benar suka pada Fang, biarkan saja perasaan itu. Tapi kalau tidak, ya lupakan saja perasaan itu."

"Begitu ya?"

"Jangan khawatir, kau pasti akan menemukan jawabannya. Sekarang, jika kau masih merasa nyaman di dekatnya, lanjutkan saja."

Ying tersenyum lemah. Entah kenapa, saat Yaya memberitahunya tentang cinta, ia merasa sedikit tidak nyaman. Dari buku – buku yang ia baca, cinta itu selalu berakhir tragis atau bahkan di saat perjalanan menuju cinta itu sendiri yang tragis. Ini masih terlalu awal, ia belum mau menghadapi semua ini. Ia tidak mau berakhir dengan menyedihkan bersama Fang.

.

.

.

.

"Berdasarkan sistem 5 kingdom, makhluk hidup di klasifikasikan kedalam 5 kelompok yaitu ada kingdom monera, protista, fungi, plantae, dan kingdom animalia."

Semua murid kelas 7 – 3 mencatat dengan semangat ketika guru Biologi mereka, Bu Sri, menerangkan tentang klasifikasi makhluk hidup. Seorang anak dengan rambut raven beberapa kali melirik makhluk manis yang ada di belakangnya. Ia sebenarnya masih sedikit bingung. Beberapa jam lalu, makhluk manis ini masih ada di sebelahnya kan? Kenapa sekarang ia jadi berada di belakangnya? Apa dia marah? Atau hanya sedang badmood? Atau mungkin si surai raven mulai menyebalkan? Oh! Mungkin karena si surai raven mengeluarkan aroma yang menyengat hidung? Oh, ayolah. Itu tidak akan mungkin.

"Sekarang kalian tulis pengertian serta contoh dari kelima kingdom yang tadi Ibu sebutkan." Bu Sri menyudahi pidato panjangnya dan duduk di belakang meja guru.

'Marah?' secarik kertas mendarat tepat diatas buku paket Ying. Dari tulisannya, Ying tahu yang mengirim kertas itu pasti manusia ungu di depannya.

Tuk!

Gumpalan kertas kecil jatuh ke lantai setelah sempat mendarat di kepala si surai raven. Tangannya terjulur kebawah untuk mengambilnya dan membukanya. Ternyata pesannya yang tadi dikirimkan untuk makhluk di belakangnya. Terdapat goresan tinta dibawah pesannya yang pertama,

'Tidak.'

Fang kembali menuliskan kata-kata dibawahnya. Setelah itu ia melipat kertasnya dengan sangat rapi dan kembali meletakkannya di meja Ying.

'Kenapa pindah?' begitu isinya.

Ying langsung membalasnya, dan melemparkannya kembali pada Fang.

Fang menghela nafas ketika kejadian yang sama terulang lagi. Ia mengambil kertas itu dan membacanya setelah lagi-lagi sebelumnya kertas kecil itu sempat mendarat di kepalanya.

'Tidak kenapa-kenapa.' Jawabnya.

Fang melirik Ying yang sedang berkonsentrasi menulis. Sebenarnya ada apa sih, dengannya? Tak biasanya Ying sangat cuek pada Fang. Apalagi beberapa hari ini sejak Fang terus-menerus melontarkan aksi nya itu. Bingung dan sedikit putus asa, Fang kembali menulis rangkuman di bukunya.

'Mungkin besok dia akan kembali lagi.' Fikirnya.

.

.

Kriing!

Bel pulang berbunyi. Sontak saja seluruh murid kelas 7 – 3 mendesis penuh kemenangan.

"Ya, karena sudah bel pulang, silahkan bersiap-siap."

Tanpa ba-bi-bu lagi, seluruh murid kelas 7 – 3 langsung memasukan buku- buku mereka ke dalam tas dengan bersemangat.

"Berdiri, terima kasih, Bu!" Yaya memberi komando kepada teman-temannya.

"Terima kasih, Bu!" seluruh murid pun memberi salam dengan antusias. Kecuali 2 anak berdarah China yang sama-sama menggunakan kacamata. Keduanya terlihat murung dan kurang bersemangat.

"Yaya, mau tidak, pulang bersamaku?" seorang anak bertopi jingga menghampiri Yaya dan Ying.

"Yaya, kau duluan saja. Hari ini ada tugas piket." Kata Ying pada Yaya.

"Apa tidak apa-apa?" Yaya bertanya sedikit khawatir.

"Tidak. Aku takut kau pulang terlambat." Jawab Ying sambil tersenyum.

"Baiklah. Sampai jumpa, Ying! Fang!" Yaya mulai berjalan meninggalkan kelas bersama BoboiBoy. Ya, di kelas itu memang hanya ada Fang dan Ying. Kebetulan mereka piket di hari yang sama. Sebenarnya bukan hanya mereka berdua. Ada juga Amar Deep, Suzy, dan Iwan. Tapi mereka sudah pulang dengan alasan 'izin'. Jadilah tinggal Fang dan Ying di kelas.

Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Ying mengambil sapu di pojokan kelas dan mulai menyapu lorong bangku pertama. Fang memandanginya dengan bingung. Untuk sedikit mengulur waktu, ia hanya menghapus papan tulis.

"Masih marah?" tanya Fang ragu.

"Aku tidak pernah marah." Jawab Ying datar. Tuh 'kan, pasti ada sesuatu.

"Lalu kenapa diam?" tanya Fang lagi sambil sesekali melirik Ying yang sedang menyapu.

"Tidak boleh?" sekarang nadanya mulai tegas. Dan Ying mempercepat aktivitasnya. Sehingga lumayan banyak bagian yang belum tersapu bersih.

"Boleh saja sih." Fang masih berkutat dengan aktivitasnya, menghapus papan tulis yang tidak terlalu kotor itu.

Ying tidak menyahut lagi. Dalam sekejap saja ia sudah berpindah ke lorong kedua, dan ketiga. Fang yang masih menghapus papan tulis hanya terdiam. Sepertinya Ying bukan sekedar badmood. Tapi memang ada sesuatu yang sangat membuatnya marah. Sampai Ying meninggalkan kelas pun, Fang masih terdiam, memikirkan apa yang membuatnya seperti itu.

.

.

'Kira-kira apa ya?'

.

.


Hallo semuanyaaa! Eh, sorry ya, chap ini jadi pendek. Hahaha. Abisnya, aku nggak dapet inspirasi terus. Hahahaha. Buat NaiiLavigne dan AqariFiaFRsd, ada surprise buat kalian di chapter 8 nanti! Selamat penasaran yaaa.. XD XD

Ok, ini dia balesan riview :

chevyta sari : Ini udah diterusin, cantik. Rajin – rajin riview yaa!

Guest : Iya, ini udah dilanjut. Mau happy ending? Tunggu aja yaa. XD XD

Guest : Ini sudah dilanjut. Iya, aku aja gregetan. Ying itu polos bageeeettt. Rajin – rajin riview yaa.

Chevyta sari : Iya, mereka so sweet kan, kalo bonceng – boncengan? XD XD Makasih buat do'a nya yaa!

White Cat : Kakakmu akan BoboiBoy sandera dan akan dia paksa sebagai pacar! HUAHAHAHAHAHA (Oke, abaikanlah balasan riview yang tadi) BTW, makasih review nya yaa!

Last! Mind to RnR?