Disclaimer Kuroko no basuke belong Tadatoshi Fujimaki-sensei

Warn:BL,Yaoi,Typo(s),OOC,Dan temannya menyusul

Don't like don't read

"u-um,ada a-apa Akashi-san "lengan nya masih di genggam Akashi, dan demi apa Furihata jadi punya penyakit gagap.

Akashi menyeringai, seram,dimata Furihata 'ibu aku mau pulang, tapi tak bisa gerak 'batin Furihata berteriak miris.(A/N:ahhh unyuhh Kou-chan #mimisan)

Furihata semakin berkeringat dingin.

Akashi tak kunjung bicara, sementara tangan Furihata masih ia genggam,Furihata ingin melepas genggaman Akashi tapi ia seakan tertiban batu besar imajiner, berat untuk melepas tangan nya.

"A-ano, A-a-a-"Furihata jadi seperti perempuan yang sedang di landa Asmara bila bertemu sang pujaan, tapi ini lain cerita.

Anggota kiseki no sedai yang lain belum mulai memakan pesanan mereka,memelototi aksi Akashi, Kecuali Kuroko yang melihat nya dengan tatapan datar, dan Murasakibara yang nampak tak peduli, lebih memilih makan dengan khidmat.

"Ada krim menempel di pinggir bibir mu "Akashi menyeka krim yang menempel di pinggir bibir nya menggunakan ibu jari nya, kemudian menjilat nya, tunggu... menji-

MENJILATNYA...

Furihata blushing seketika, pipi nya memerah sampai kedaun telinga nya.

(Reaksi anggota kiseki no sedai )

Kise: "HEEEE, AKASHICCHI"sambil tunjuk-tunjuk Akashi dengan tidak sopan nya

Midorima:"me-megane"kacamata Midorima retak, ia berusaha tidak melihat kan ekspresi terkejut nya.Tsundere.

Aomine: "sejak kapan kau jadi suka modus Akashi "dengan nada yang sebisa mungkin dibuat MALAS,tapi tetap mata nya melotot.

Murasakibara: "srrtt srrtt srrt "suara minuman yang ia sedot,tampak nya ia tak memperdulikan kejadian tadi. #Abaikan.

Kuroko: "Akashi-kun kau membuat Furihata-kun malu "ia menghampiri Furihata yang wajah nya sudah memerah bak kepiting rebus.

Mahkota kepala Furihata diusap oleh Kuroko, semakin salah tingkah lah sang empu nya,.

Semakin beragam sudah ekspresi anggota Kiseki no sedai minus Murasakibara,dan Akashi yang memasang seringai 'menantang ku tetsuya'seandai nya tatapan mata bisa bicara, itulah yang akan terdengar.

Furihata melupakan semua rasa gugup yang tiba-tiba menjalar disetiap inci tubuh nya, bergetar.

tanpa Ba Bi Bu lagi..Ia lari kearah toilet dengan wajah yang sudah luar biasa merah.

Semua pengunjung menatap Furihata, aneh, ikut tersipu, terkekeh, dan berbagai tatapan lain nya,.

Ia yang terbiasa di belakang layar, sekarang jadi tontonan orang ditempat kerja nya..

Furihata membasuh wajahnya,melihat refleksi diri nya di cermin besar toilet khusus pegawai.

"kenapa hari ini begitu sial bagi ku huh "Furihata menggerutu, menghela napas kasar, mengacak mahkota kepala nya dengan gusar, sehingga berantakan.

Cukup lama ia berdiam diri di toilet,hanya menatap refleksi nya di cermin, sesekali ia cubiti pipi kenyal nya,berharap kejadian memalukan tadi hanyalah mimpi belaka

Furihata segera keluar dari toilet, menoleh kanan, kiri,meja 6...

Kosong, bukan kosong lebih tepat nya sudah di isi pelanggan lain, bukan anggota kiseki no sedai.

"Hah~~".Furihata menghela napas nya,seperti plong atau gwaa atau gyahh, pokok nya lega, bayang kan jika kalian naik paralayang dan ketika kaki kalian sudah menapaki tanah.. Itulah rasa lega yang Furihata rasakan.

Furihata kembali kedapur, untuk bersiap pulang, karena shif kerja nya sudah habis. Ia juga harus meminta maaf kepada Kagami, atas ketidak profesionalan nya tadi.

Hari sudah gelap Furihata menuju halte untuk naik bis menuju rumah nya.

Ia duduk di halte sendirian, menggosokan kedua telapak tangan nya yang kedinginan,sudah 15 menit ia menunggu,bis tak kunjung datang.

Hanya 2-3 mobil yang lewat, sesekali Taxi juga lewat tapi ia tak punya uang lebih untuk naik Taxi.

"Hah~ seperti nya aku jalan saja "menghela napas berat. Ia melangkahkan kaki nya untuk pulang, palingan hanya 1jam dengan berjalan, hey itu lumayan jauh, tapi Furihata benci gelap, sendirian, lebih baik ia jalan untuk sampai rumah daripada sendirian di halte.

TIN TIN TIN ~

Furihata terlonjak kaget saat suara klakson mobil memekakan telinga nya, di belakang nya sebuah mobil Lamborghini galardo terparkir, kemudian keluar lah seorang yang nampak tak asing di mata Furihata, Stelan jas rapih, rambut magenta, retina mata berlainan warna,Akashi seijurou, buat apa? Kenapa dia?

Furihata masih membeku di depan mobil milik Akashi, sang empunya mobil sudah berada di hadapan nya.

"Kuantar kau pulang"suara Akashi terdengar santai, dan ekspresi nya datar

"A-apa? "Furihata segera kembali kedunia nyata dari lamunan nya

"Kuantar kau pulang"ulang Akashi dengan wajah masih nada perintah didalam nya.

"E-eh, ti-tidak usah, aku bisa sendiri"tolak Furihata halus,ia tak ingin berduaan dengan Akashi di dalam mobil mewah milik Akashi itu,setelah kejadian tadi di Cafe Kagami.

Mengingatnya saja Furihata ingin menghanyutkan diri di sungai Amazon dan tidak ada yang menemukan mayat nya.

"Aku tak menerima penolakan" Akashi menarik(read:MENYERET) Furihata untuk naik ke mobil Sport nya,.

Didalam mobil Akashi,

Hening, setelah memberi tahu jalan menuju rumah nya dengan gagap pasti nya, ia tak berani untuk mengucap satu patah kata pun kepada Akashi yaa sekedar basa-basi ia terlalu malu atau takut atau dan atau Furihata.

Akashi juga nampak fokus dengan kemudi nya seperti tak ada niat untuk memecahkan keheningan didalam mobil nya.

'G-g-gimana i-i-ini, aku ha-harus a-apa?' Furihata nampak sibuk dengan pikiran nya, lebih baik ia tadi menunggu bis saja daripada berduaan didalam mobil dengan Akashi seijurou, DENGAN AKASHI SEIJUROU #lebayluahthor

Akhirnya sampai dirumah Furihata yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mansion Akashi yang berderet buttler dan maid, tapi terlihat begitu hangat.

A-akashi-san ma-mau mampir? "Bodoh Furihata merutuki mulut nya yang asal ceplos, mana mungkin Akashi mau.

Belum sempat Akashi menjawab tawaran Furihata,Ibu Furihata keluar dari rumah,dan tampak terlihat bingung? Mungkin.

"Kouki siapa tuan muda ini? "tanya ibu Furihata kepada Furihata dengan menggunakan kata 'tuan muda' untuk Akashi,

Belum sempat Furihata menjawab ibunya, Akashi sudah mendahului dengan sedikit membungkuk.

"Saya Akashi Seijurou, teman sekelas Kouki" Akashi memperkenalkan diri didepan ibu Furihata

Furihata masih diam membeku tanpa sepatah kata pun

"Akhirnyaa, Kouki kau punya teman selain Kagami"ujar ibu Furihata dengan nada senang,seperti dapat undian,.

"Kaa-san!" Wajah Furihata tampak terhias rona merah yang tak bisa ditutupi.

Akashi hanya terkekeh geli, melihat kelakuan ibu dan anak itu,andai ibu nya masih hidup. Pasti ia akan selalu memberikan 'Okaeri Sei-kun,kau terlihat hebat, kau mau ibu masak apa, ibu menyayangi mu ' itulah harapan Akashi, tetapi ibunya sudah mendahului nya ke surga,mungkin Tuhan sudah merindukan Ibu nya ,.

Lamunan Akashi buyar saat Ibu Furihata menarik lengan Sang 'Tuan muda' dan anak nya itu masuk kedalam rumah.

Tapi Akashi tersenyum tipis sangat tipis,senyuman hangat yang hanya ia berikan kepada ibunya atau sekarang hanya kepada batu nisan sang ibu.

"Nah selamat datang di gubuk kecil kami, Tuan muda Akashi-kun"kata ibu Furihata riang dengam senyum yang lebar,yang membuat siapapun yang melihat nya akan ikut merasa senang ,.

Ibu Furihata mempersilahkan Akashi untuk duduk di sofa single di ruang keluarga yang sempit,

Akashi duduk disofa dengan senyum tipis nya yang masih menyangkut di wajah tampan nya.

Diikuti Furihata yang duduk dibawah nya.

"Gyahh"Akashi mengangkat pinggang Kouki untuk duduk dipangkuan nya.

"Lebih baik"ujar Akashi dengan watados nya.

Furihata yang sudah memerah kini makin memerah mungkin nanti ia akan meng-ungu, jika bisa.

"A-a-akashi -sa-san?" Furihata tak sanggup menoleh kearah Akashi, ia sungguh malu.

Ibu Furihata datang membawa nampan yang berisi makanan untuk makan malam mereka,ia tersenyum melihat Kouki yang salah tingkah dan Akashi dengan wajah datar nya.

"Sekarang kita makan dulu, Tuan muda Akashi tak apa kan hanya ada sup tahu disini? "

"Tak apa, Aku juga suka sup tahu"kata Akashi yang menghampiri ibu Furihata yang sudah masuk kedalam meja penghangat atau Kotatsu yang berada didepan sofa single diruang tamu yang sempit.

Meletakan menu makan malam mereka diatas Kotatsu,

"Kouki, ayo makan Nak" Furihata yang masih melamun dengan wajah terhias warna merah muda, tersadar karena sang Ibu yang menarik pelan lengan anak nya.

"Ittadakimasu"Mereka bertiga menangkup tangan.

:

:

:

Malam makin larut,Angin malam makin berhembus dingin, berbeda dengan suasana hati Akashi yang Cerah dan hangat,sudah lama Ia tak merasa seperti ini.

"Sebaiknya Tuan muda Akashi-kun menginap saja"tawar Ibu Furihata kala melihat jam pukul 22:15,dan lagi-lagi menggunakan suffix 'Tuan muda'.

"Saya tidak bisa menginap,karena masih ada urusan,mungkin lain kali"

"Umm susah ya jadi orang sibuk"Ujar Ibu Furihata

"Ya, begitulah"

Ibu Furihata dan Furihata mengantar Akashi sampai didepan pintu rumah.

"Ha-hati- hati A-Akashi-san"Akhirnya yang sedari tadi diam,mengucap kata,ya meski gagap dan pipi nya terhias rona merah padam.

Akashi tersenyum tipis,untuk membalas ucapan Furihata, Ia pun memasuki mobil sport nya dan melenggang pergi untuk pulang..

Didalam mobil pun Ia masih tersenyum,kali ini lebih lebar dan menyeramkan.

"Kau harus jadi miliku"Ucap Akashi sendiri dengan seny- seringaian lebar, anak kecil yang melihatnya pasti akan menangis.

TBC...

A/N:lohaaa halooo, pagi, siang, malem, Reader-tachi,, aku apdett agak ngaret terus pendek, aku takut kalian bosen baca cerita aku yang baal ini, trus ini mulai OOC nya mereka keliatan huhu #didepak ,,butuh kritikan kalau ada salah kata nya mohon di benar kan, tapi aku masih belum kuat nerima Flame jadi jangan Flame cerita ku ini, Yoshhh

mind to RnR? :3