Jreng jreng jreng
Ini dia chapter selanjutnya.. saya sudah melanjutkan chapternya dengan susah payah dan penuh perjuangan untuk meng-updatenya jadi tolong review yaaa.. heheheh...
Gomen-nasai karena update yang lamaaaaaaa sekali ^_^ arigatou bagi yang sudah meriview ya..
Warning: gaje, typo de el el..
Disclaimer:
Inuyasha hanya punya Takahashi Rumiko-sensei.
Cerita ini punya saya hehe..
Happy reading
RnR
Don't like, don't read
"belum. Mungkin kakakmu ini hanya kelelahan saja."
"tapi kakak sudah 3hari tidak sadarkan diri. Aku khawatir." Sota mendekati kagome dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"sudah 3hari kagome tidak kesini. Aku sungguh merasa kehilangan." Shippo berkata dengan ekspresi wajah yang sangat sedih.
"mungkin beberapa hari lagi kagome akan kembali kesini dan membawakan makanan yang banyak untuk kita." Miroku mencoba menghibur siluman rubah kecil itu.
Inuyasha adalah setengah siluman, tentu saja dia dapat mendengar apa yang sedang teman temannya bicarakan walaupun jarak mereka berada beberapa meter dibelakang inuyasha dan kikyou.
Sejujurnya inuyasha juga merindukan sosok kagome disampingnya, bahkan sangat merindukan kagome. Namun apa daya, kini sudah ada kikyou yang menemani petualangannya.
"bisakah kalian berjalan lebih cepat lagi?" kikyou berkata namun tak menolehkan kepalanya.
"hey, kami ini manusia biasa. Bukan manusia jadi jadian sepertimu. Jadi wajar saja jika kami merasa cape dengan perjalanan yang tidak pernah ada istirahatnya ini." Sango berkata dengan ekspresi wajah yang sangat kesal.
"sango benar, kikyou. Sudah 3hari kita mencari shikon no tama tanpa beristirahat. Kita harus beristirahat walau sejenak untuk tetap memperhatikan kondisi." Inuyasha angkat bicara kali ini.
"kau membela mereka inuyasha?" kikyou mulai menyipitkan matanya
"aku tidak membela siapapun, kikyou. Aku hanya merasa perkataan mereka ada benarnya."
"dan sejak kapan kau jadi perhatian pada manusia lemah seperti mereka?"
"sejak..." inuyasha tidak meneruskan perkataannya lagi.
"sudahlah, inuyasha. Kami sudah mulai muak dengan sikapnya yang selalu egois. Aku lebih suka berpetualang dengan kagome dibanding dengannya." Shippo memotong pembicaan inuyasha dan kikyou.
Inuyasha hanya menundukan kepalanya. Dia merasa serba salah dan kebingungan saat ini. Bagaimana tidak merasa bingung, disatu sisi dia berasa senang karena bisa melalui hari bersama kikyou, cinta pertamanya. Namun disisi lain, inuyasha merasa bahwa dia tak mau kehilangan sahabatnya yang sudah menemaninya dalam keadaan apapun.
"yasudah, malam ini kita beristirahat disini. Aku dan miroku akan bergantian untuk berjaga keadaan."
Semuanya kini tengah beristirahat dan bersandar dibawah pohon terdekat. Seperti biasa, inuyasha lebih banyak menghabiskan waktunya diatas pohon. Sedangkan yang lain kini tengah beranjak dari tempat mereka duduk untuk mencari kayu bakar agar tubuh mereka tidak terlalu kedinginan.
"kirara, ayo kita mencari kayu bakar disebelah sana." Ajak sango pada siluman peliharaannya. Kirara yang diajakpun hanya menganggukan kepala tanda meng'iya'kan.
"hey shippo. Ayo kita mencari makanan." Ajak miroku
Kikyou mulai mendekati inuyasha dan duduk dibawah pohon yang diatasnya ada inuyasha sedang tidur tiduran.
"inuyasha.." kikyou memulai pembicaraan
"nani?"
"sedang apa kau disitu?"
"kau dapat melihatnya sendiri bukan?!"
"kau ini kenapa, inuyasha?"
"harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, kikyou. Ada apa denganmu? Kau bukanlah kikyou yang dulu aku kenal."
Kikyou yang mendengar pernyataan tersebut tidak berkata apa apa lagi. Kikyou mulai menjauhi inuyasha dan menuju tempat dimana mereka akan bermalam.
Malampun tiba, api unggun sudah dinyalakan. Miroku dan juga shippo sudah kembali dari mencari makanan dan membawakan ikan segar untuk makan malam.
"ini.. makanlah." Sango menyodorkan ikan bakar pada kikyou.
"..." kikyou hanya menatapnya saja
"walaupun kau selalu membuatku kesal dengan kata katamu, tapi aku tidak akan tega membiarkanmu kelaparan. Jadi makanlah."
Kikyou mengambil ikan bakar tersebut dan memakannya.
"besok kita kembali kedesa, kaede." Inuyasha memutuskan dengan seenak jidatnya
"untuk apa? Itu akan membuang buang waktu saja." tanya kikyou datar
"entahlah, aku hanya ingin beristirahat disana saja."
"kalau begitu, bawa kagome kembali kesini, inuyasha." Shippo meloncat kearah inuyasha
"lupakan saja kagome." Dengan dingin inuyasha berkata demikian, namun dalam hatinya dia begitu ingin bertemu dengan kagome.
"apa kau bilang? Kau menyuruhku untuk melupakan kagome?"
"kau ini bicara apa inuyasha?" sango angkat bicara
"aku tidak bisa melupakannya."
"lagipula, sudah ada kikyou yang menggantikan."
Serentak semuanya tercengang mendengar perkataan inuyasha. Bagaimana tidak, dengan mudahnya dia mengatakan untuk melupakan kagome dan menggantikannya dengan kikyou. Kikyou yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis.
"inuyasha, aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal itu. Bagaimanapun, kagome dan kikyou itu berbeda. Walaupun kagome adalah reinkarnasi dari kikyou-sama, tapi mereka berdua memiliki sifat dan sikap yang berbeda." Biksu berkucir itu kini angkat bicara dan tampaknya dia tidak menyetujui apa yang dikatakan inuyasha.
"cukup, inuyasha!" sango berdiri dari duduknya
Sango menatap lekat inuyasha dan kikyou secara bergantian. Tak sadar cairan bening sudah keluar dan membasahi pipinya yang putih mulus.
"sudah cukup, inuyasha! (isak tangis) aku tidak ingin mendengar kau terus berkata untuk melupakan kagome-chan. Dia seperti saudara bagiku."
Sango berlari menjauhi tempat dimana mereka akan beristirahat malam itu. Kirara dengan setia mengikuti majikannya itu dari belakang.
"inuyasha, ini semua gara gara kau!" miroku beranjak dari duduknya dan melemparkan ikan yang dimakannya.
"kalian ini kenapa? Inuyasha benar. Sebaiknya kalian lupakan saja kagome. Sudah ada aku disini. Dengan tidak adaanya gadis itu, dia tidak akan mengganggu hubunganku dengan inuyasha."
"maafkan aku, kikyou-sama. Tapi aku tidak merasa nyaman dengan semua ini." Miroku dan shippo tentunya kini menjauhi tempat itu untuk menyusul sango dan kirara.
Sango sudah berlari cukup jauh, dan kini dia sudah kelelahan. Tak dia sangka siluman peliharaannya mengikuti dari belakang. Kirara mendekati sango yang tengah beristirahat, dan mengelus ngelus kepalanya dengan manjanya.
"kirara.. kau mengikutiku." Senyum tipis terukir diwajahnya yang basah karena tak berhenti menangis. Kirara yang seakan mengerti apa yang dikatakan sango, hanya menganggukan kepalanya.
Kirara merubah dirinya menjadi siluman yang lebih besar dari sebelumnya dan memiliki taring yang cukup tajam. Sango mengerti apa yang dilakukan kirara, dia meendekati punggung kirara dan menaiki tubuh besar siluman peliharaannya itu.
"kirara, bawa aku kesumur pemakan tulang. Aku akan mengunjungi kagome-chan." Kirara hanya menatapnya heran.
"aku mengambil pecahan shikon no tama milik miroku. Semoga dengan ini aku bisa menembus sumur itu." Sambung sango.
Sesampainya disumur pemakan tulang
"kirara kau tunggu disini."
Sango mendekati bibir sumur dan meloncat kedalamnya dengan memejamkan matanya 'semoga aku dapat bertemu dengan kagome' pikirnya dalam hati. Tekad dan ketulusan sango untuk bertemu dengan kagome sangat berpengaruh terhadap fungsi dari sumur itu. Dan dia berhasil menembus kejamannya dimana kagome tinggal.
Perlahan sango membuka kelopak matanya dan dia melihat sekelilingnya. 'ini dijalan kagome' senyum sumbringah tergambar diwajahnya. Dia mulai menaiki tangga yang memang sudah disiapkan agar kagome dapat naik dengan mudah. Sango berjalan dan membuka pintu kuil.
"dimana kagome berada?" sambil keluar dan mencari rumah terdekat.
"wah rumahnya besar sekali. Apa mungkin ini rumahnya? Ah sebaiknya aku menanyakannya langsung pada pemilik rumah."
Sango mulai mengetuk pintu "permisi.."
"sota, buka kan pintunya dulu. Kaa-san sedang masak." Teriak wanita separuh baya.
"baik." Sota berlari menuju pintu dan membukakan pintu itu.
"permisi, apa benar ini rumah kagome-chan?"
"eh.. i.. iya benar kak. Ka.. kakak siapa?" tanya sota gagap karena melihat penampilan sango yang memakai baju kimono.
"aah syukurlah." Mata sango berkaca kaca ketika mendengar penjelasan dari anak laki laki yang tidak lain adalah adik kagome.
"perkenalkan, aku sango." Sambungnya kembali.
"sa.. sango.. (jeda waktu) waah kak sango ya? Yang dari dijaman feudal itu?"
Sango mengangguk dengan seukir senyuman yang terukir diwajahnya.
"silakan masuk, kak."
"dimana kagome?"
"oh kakak, dia sedang dikamarnya. Sudah 3hari ini nee-chan tidak sadarkan diri." Sota jelaskan dengan raut wajahnya yang sedih mengingat keadaan kakaknya.
"hah?! 3hari?!"
"He'em" sota mengangguk
Sota mengajak sango kekamar kagome. Dilihatnya tubuh gadis dengan wajah yang pucat dan hanya terbaring tak bergerak. Air mata sango mengalir ketika melihat orang yang sudah dia anggap sebagai saudaranya itu kini terbaring tak berdaya. Sango mendekati tubuh itu dan menatapnya penuh nanar dan rasa bersalah.
'andai saja aku tidak pergi keladang dan menjaga kagome dengan baik. Pasti tidak akan terjadi seperti ini. Gomen ne, kagome. Gomen ne' isak tangis pun tak dapat dibendung lagi.
"kakak mengapa menangis?" tanya sota
"ti... (isak tangis) tidak apa apa. Aku hanya sedih melihat kagome seperti ini."
Tiba tiba kaa-san datang dan melihat siapa yang datang.
"sota, siapa yang datang?"
"eh kaa-san. Ini kak sango yang datang."
"oh sango ya." Senyumpun terlihat jelas diwajah wanita paruh baya dan memang mirip dengan kagome *bagaimana ga mirip, orang dia ibunya*
"eh.. ma .. maaf saya menggangu anda, nyonya." Sango membungkukan tubuhnya tanda hormat
"ah tidak apa apa kok. Kami senang ada yang mengunjungi kagome."
.
.
"hey miroku! Kita mau kemana? Sudah lama sekali kita berjalan dan ini sudah larut malam. Aku lelah." Bicara sippho seraya mengejar miroku yang berada didepannya
"desa nenek kaede tinggal beberapa kilo meter lagi, shippo."
"tapi aku merasa sangat lelah. Bisakah kita beristirahat beberapa jam?" rengek shippo
"baiklah, lagi pula aku juga lelah. Tapi bagaimana dengan sango?"
"entahlah (menundukan kepala) aku rasa dia akan baik baik saja."
"em.. semoga saja."
"kau tenang saja. Kirara bersama dengan sango."
Shippo memejamkan matanya dan tertidur lelap. Rupanya siluman rubah ini memang kelelahan. Sedangkan miroku hanya memandangi langit, berharap tak terjadi apapun pada sango.
.
.
"teman temanmu sungguh bodoh." Ucap kikyou datar
".."
"sekarang tidak ada lagi yang mengganggu kita, inuyasha." Kikyou mendekati inuyasha yang terus menundukan kepalanya dari tadi
"kenapa?" suara inuyasha keluar dengan suara yang tak begitu keras namun dapat didengar oleh orang disampingnya.
"..."
"kenapa, kikyou?"
"kenapa apanya, inuyasha?"
"kenapa kau lakukan ini?"
"melakukan apa?"
"mereka adalah teman temanku. Mereka yang membuatku mengerti akan pentingnya persahabatan. Mereka yang membuatku merasa selalu mempunyai teman. Dan sekarang, kenapa kau mengusir mereka?"
"kau tidak senang bersamaku, inuyasha?"
"a.. aku.."
"jadi kau lebih memilih manusia manusia lemah seperti mereka dibandingkan aku?"
"kau tidak seperti yang aku kenal dulu. Kau bukan kikyou."
.
.
Pagi hari
"bibi, aku permisi pulang.." tutur sango pada ibu kagome yang sedang memasak
"eh.. kau sudah bangun ya. Mengapa buru buru sekali?" tanya wanita paruh baya itu
"kakak menginap disini untuk beberapa hari lagi saja. Nee-chan pasti senang jika ketika dia bangun ada salah satu temannya yang menjenguknya."
"apa tidak sebaiknya kau menunggu sampai sarapan matang. Makanlah disini." Kaa-san berkata sambil mengaduk ngaduk masakannya
"ah tidak usah repot repot."
"tinggallah disini sampai nee-chan sadar." Pinta sota
"kuharap juga aku dapat menginap disini untuk beberapa hari kedepan sampai kagome sembuh. Tetapi, aku harus pulang kejamanku."
"oh.. kalau begitu hati hati. Dan sampaikan salam kami pada inuyasha dan teman temannya yang lain. Dan ini.. *memberikan bungkusan* bawalah ini sebagai oleh oleh dari sini."
"ap.. apa ini?"
"hanya kue dan makanan ringan saja." Kaa-san memberikan senyuman yang begitu mirip dengan senyuman kagome
"arigatou gozaimasu.."
.
.
TBC..
Nah bagaimana, minna? Aku sudah update nih.. Ceritanya garing atau membosankan tidak? (sama aja ya *_*) Aku harap kalian suka dengan Fanfic buatanku ini..
Aku akan senang sekali jika ada yang membaca karyaku dengan meninggalkan jejak seperti meRIVIEW fanfic ini..
Arigatou gozaimasu untuk yang sudah meriview...
