Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
•
•
A/N ::
• Alur ngarang, sesuai imajinasi Author.
• Dunia Naruto adalah sebuah Pulau di Dunia One Piece.
• Cerita di Mulai Setelah Protgas D Ace di kalahkan Marshal D Tech (Kurohige).
Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).
Fict update setiap kamis! (2 minggu sekali, gantian sama Naruto DxD :: True Longinus).
•
•
•
hem...hem...( sambil nganggukkan kepala) saya juga pecinta naruto senpai segala tentang naruto rata rata gua tahu. yg paling hafal naruto di sekolah ana adalah ane sendiri. oh ya susah cari fb senpai kalo bisa senpai aja yg add fb saya. namanya 'kasfi tamiya' gambar ant man. kalo soal hentai-ecchi kurasa hentai terlalu vulgar jd hentai itu di buat sebentar aja lalu tambahkan ecchi banyakan dikit dan di selangin humor. kalo senpai punya waktu boleh gak req naruto (murni). bye
Haha Tobi gak nyangka kita samaan. Sudah Tobi ADD.
Dan untuk buat Naruto (murni), Tobi sudah buat Kerangka Ceritanya, cuma mungkin untuk buatnya masih lama, mungkin nunggu salah satu dari fict (On Going) Tobi tamat. Soalnya waktu menulis Tobi gak banyak. Dan mulai banyak yang perotes updatenya kelamaan hahaha.
Humor'a terlalu di paksakan padahal sama sekali nggak lucu
Yap. Tobi mengakui itu. Tobi tidak pandai dalam membawakan Humor, apa lagi dalam media tulisan seperti ini. Sangat-sangat sulit. Tapi Tobi akan terus belajar. Oh iya terimakasih kritiknya (Maaf Tobi anggap Review Reader-San ini kritik. Tapi ini sangat membantu untuk membuat Tulisan Tobi menjadi lebih baik).
Ecchi aja thor!
Apa disini akan memunculjan Gaara Bee dan Bijunya?
Gaara ada, Bee enggak. Tapi Hachibi ada.
Hm humor nya lumayan, bakalan susah tuh kalo perang di Marineford kalo tim Naruto lawan Trio Admiral gak pake Haki.
Hmmm ... Sudah Tobi fikirkan ini berulang-ulang. Akan ada poin lain yang akan menutupi ketiadaan Haki di Kubu Naruto.
keren... ntar naruto punya kekuatan DF gk?
Enggak. Naru akan Over Pawer kalo punya DF juga. Kalo nanti dapat DF berarti ada yang di korbankan dari kekuatan Ninjanya.
kalau lemon naruto x hinata boleh lah. tapi jangan pasangin hinata dengan cowok lain selain naruto ya tor. hehe.
Maaf Lemonnya gak jadi. Hasil poling lebih banyak memilih Ecchi, jadi Hentainya di hapus. Meski gak banyak yang ikuatan polingnya :D.
•
•
•
Ingin mengenal Tobi lebih jauh silahkan cek ini (ini FB Tobi)
m(titik)facebook(titik)com/profile(titik)php?fref=nf&ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome(titik)php&refid=8
Atau cek ini (ID FB Tobi)
10007211745260 :: Keristanto (Heru).
Kalau begitu silahkan menikmati dan salam kenal dari Tobi (^_^)
Butuh Fast Respon dari Tobi, bisa hubungi Tobi di FB. Soalnya akun FFN cuma di buka 1minggu sekali (tiap Update Fict).
•
•
•
Naruto DxD :: The Ninja.
Misi Balas Budi (Bagian 4).
Nagato terlihat melamun seorang diri di Ruangannya, ini sudah sehari setelah kepergian Naruto dan teman-temannya dari Kapal Akatsuki. Yap, Nagato telah mengetahui maksud kedatangan Naruto yang sebenarnya, Pemuda bersurai pirang itu berhasil menjelaskannya. Karena itu, Nagato juga mengutus dua Anggota Akatsuki untuk membantu mereka menjalankan Misi mereka, mengingat Misi ini sangat berbahaya.
"Hn ... Kurasa malam ini seharusnya mereka sudah sampai di tempat itu". "Mungkin aku harus memberitau dia dulu. Bisa gawat jika dia ikut campur dalam masalah ini!" gumam Nagato. Lalu sang Ketua Akatsuki itu segera mengambil Denden Mushi yang tersembunyi di balik Jubahnya.
"Beep ... Beep ... Beep ... Beep ..." Denden Mushi yang di genggam Nagato terus menyuarakan suara khasnya dengan Mata tertutup hingga ahirnya, Mata Denden Mushi terbuka. Sorot Matanya terlihat tajam dengan sebuah Tato aneh yang menghiasi salah satu Matanya. Suaranya pun kini berubah menjadi lebih terdengar tegas dan dingin. Agaknya Denden Mushi yang di genggamnya kini telah mempesentasikan orang yang menjadi lawan berbicaranya.
"Nagato ... Ada apa kau menghubungiku?!" ucap Denden Mushi dengan suara yang kini telah berubah menjadi tegas dan dingin.
"Ada yang inginku bicarakan ... Ini tentang Protgas D Ace, kakak angkat anakmu" ucap Nagato santai. Sang Denden Mushi terlihat menajam setelah mendengar nama Ace ada di topik pembicaraan Nagato.
"Kenapa dengan anak itu?!"
"Dia di tangkap Angkatan Laut. Tapi kau tidak, perlu khawatir ... Aku sudah mengurusnya, kau hanya perlu berfokus pada rencana awal kita!" ucap Nagato.
"... Aku mengerti. Aku tidak mengkhawatirkan Ace, karena dia ada di Tangan yang tepat. Pak tua itu pasti akan mengerahkan Armadanya untuk menyelamatkan Ace. Yang kukhawatirkan adalah Luffy. Apa lagi Angkatan Laut sengaja mengumumkan eksekusi Ace di Koran!"
"Benarkah?". "Tapi, kau jangan terpancing dengan segala konfrontasi yang di lakukan mereka. Kau fokus saja dengan rencana kita dan percayakan ini padaku!" ucap Nagato lagi. Meski jawaban yang di harapkan Nagato sudah terdengar agaknya dia masih kurang percaya dengan kesungguhannya.
"Kenapa kau sekarang jadi sangat cerewet?!". "Sudah kubilangkan aku mengerti!" balas orang itu dengan cukup sewotnya.
"Tapi ... Nagato, pastikan dia selamat!". "Aku merasakan firasat buruk" ucapnya lagi.
"Pasti!" balas Nagato. Dan pembicaraan mereka pun berahir.
Di tempat Naruto.
Terlihat pemuda bersurai pirang itu, bersama teman-temannya yang lain, juga Sasori dan Deidara sedang duduk di atas Naga raksasa yang dibuat sang penembak jitu dari Akatsuki itu. Dengan bantuan Naga itu, perjalanan menuju Impel Down menjadi sangat mudah dan cepat. Sebuah Dinding raksasa terlihat di ujung sana. Dinding yang terlihat sangat kuat dan kokoh, Dinding yang menjanjikan kesengsaraan atau pun rasa putus asa bagi siapa pun yang mencoba melewatinya.
Seperti yang di harapkan dari Penjara terbaik Angkatan Laut!.
"Kita akan segera sampai!" ucap Deidara memberikan pengumumannya. Naruto, Sasuke dan Hinata sedikit meneguk Ludah mereka sendiri, hanya karena melihat Dinding Penjara Impel Down saja membuat mereka sedikit gugup. Entah kenapa perasaan itu menyerang Hati mereka.
"Jangan cemas. Kami akan menjadi pendukung kalian, itulah sebabnya kami di kirim Ketua untuk membantu kalian". "Dari pada memikirkan itu ada yang ingin aku tanyakan pada kalian. Apa yang kalian tau tentang Protgas D Ace atau Impel Down?!" tanya Sasori.
"Soal Protgas D Ace ... Yang kami tau hanyalah dia cucu angkat dari Monkey D Garp, juga Ketua Divisi dua Bajak Laut Shirohige, salah satu Yonkou Dunia Baru!"
"Bagus itu sudah lebih dari cukup. Lalu kalian tau Wajahnya?"
"Eumh~ soal itu ... Kami punya Fotonya" ucap Naruto seraya memperlihatkan sebuah Foto yang dulu di berikan Jiraiya padanya. Sasori mengambil Foto itu, menatapnya sejenak lalu mengembalikannya lagi pada Naruto.
"Bagus. Lalu soal Impel Down?" tanya Sasori lagi.
"Tidak banyak. Selain fakta itu adalah Penjara terkuat yang dimiliki Angkatan Laut" kini giliran Sasuke yang menjawab pertanyaan Sasori.
"Baiklah aku akan menjelaskan Tentang Penjara Impel Down!"
•
Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
"Bagus. Misi penyusupan berhasil" gumam Naruto saat menyadari dirinya bersama Sasuke dan Hinata sudah berada di dalam Area Impel Down.
"Yap, Akatsuki memang hebat!". "mereka punya cara tersendiri tanpa melewati Tarai Current, sebagai satu-satunya cara untuk masuk kesini!" lanjut Hinata.
"Lalu apa yang akan kita lakukan saat ini?" tanya Sasuke.
"Sudah jelaskan, kita akan mencari kakakmu dan orang yang bernama Ivankov dulu. Untuk mendapatkan Informasi yang lebih rinci lagi soal Impel Down!". "Ayo bergegas waktu kita tidak banyak!" balas Naruto seraya berlari diikuti Sasuke dan Hinata.
Ucapan Sasori kembali mengiang di fikiran mereka.
"Impel Down di bagi menjadi enam Lantai dengan berbagai siksaan yang berbeda-beda. Setiap Lantai dihuni oleh Penjahat sesuai dengan harga Kepala mereka masing-masing. Sayangnya aku tidak tau apa dan bagaimana siksaan di setiap Lantai yang ada di Impel Down". "Ketua memang sudah menjelaskan tentang itu pada kami semua, tapi sayangnya aku dan Deidara tidak terlalu memperhatikan ocehannya saat itu"
"Tapi ... Aku rasa target kalian ada di Lantai lima atau enam, mengingat harga Kepalanya cukup besar. Namun untuk memastikannya, temuilah Itachi dan Ivankov untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang ini. Mereka adalah Mata-Mata kami di Impel Down. Mereka akan menunggu kalian di Lantai empat. Ketua sudah memberitau kedatangan kalian pada mereka"
"Itachi dan Ivankov akan membantu kalian selama berada di Impel Down!". "Dan untuk pergi ke Lantai bawah kalian harus menemukan Pintu rahasia yang ada di masing-masing Lantai. Semoga berhasil"
Selama memikirkan itu, tanpa perlu bersusah payah, mereka berhasil masuk Penjara Impel Down. Lantai pertama Impel Down. Tidak ada Sel atau pun tempat untuk mengurung para Kriminal di tempat itu, benar-benar tidak seperti Penjara pada umumnya. Tidak ada penjagaan berarti yang ada di Pintu masuk, dan itu sangat memudahkan mereka untuk masuk.
Hingga sebuah Hutan Belantara menghadang mereka. Terlihat sangat jelas di tempat mereka, segerombolan orang berlarian di Hutan itu. Namun sayangnya Pohon dan Rumput yang ada di tempat itu seperti memiliki Jiwa. Mereka bisa bergerak dan seperti mengetahui jika ada orang yang mendekat. Apa lagi Pohon dan Rumput itu sangat tajam sehingga dengan mudah mampu membantai gerombolan orang-orang tadi, tanpa mendapatkan perlawanan berarti.
"T-tolong aku!" teriak salah satu orang yang masih selamat dari amukan Pohon dan Rumput ajaib itu. Tubuhnya sudah terluka di beberapa tempat, namun beruntung orang itu masih terhindar dari luka kritikal. Naruto segera mengambil tindakan, Tangan kanannya segera mengambil satu Kunai Hiraishinnya, lalu melemparkannya pada Batang Pohon yang sedang menghunus Tubuh orang itu.
Traanng!
Kunai yang di lemparkan Naruto tepat sasaran. Tapi Kunai itu tidak tertancap pada Dahan Pohon itu, malah yang terjadi adalah sebaliknya. Kunai itu terpental layaknya menabrak benda keras seperti Baja. Tapi itu sudah cukup untuk mengganggu serangan sang mengeryitkan Dahinya saat melihat itu, tapi saat pandangannya mencoba melihat keberadaan Naruto, pemuda bersurai pirang itu sudah tidak ada lagi di sampingnya.
"Dia cekatan dan cepat!" gumam Sasuke. Seperti yang di ucapkan sang Uchiha, Naruto sudah berpindah tempat dengan Kunai Hiraishin yang di lemparnya. Naruto sudah berada di depan orang yang tadi meminta tolong, lalu dengan cepat dia menggendong orang itu dan melompat kembali ke tempat Sasuke dan Hinata sebelum Pohon dan Rumput aneh itu menyadari kehadirannya.
Tap ...
"Huh. Tadi itu bahaya sekali". "Tubuh mereka sekeras Baja!" ucap Naruto lalu menurunkan orang yang tadi di selamatkannya. Sasuke membatu menatap orang itu, karena dia baru menyadari jika orang yang di selamatkan Naruto ternyata adalah seorang gadis seumuran mereka. Dan yang lebih penting dia cantik dan benar-benar tipe sang Uchiha.
"C-cantik!" gumamnya masih dengan Tubuh yang terdiam membatu.
"Cantik?!" beo Naruto.
"Eh?!". "J-jadi di-dia seorang gadis?!" Pemuda bersurai pirang itu lalu mengingat kembali saat dia menolong gadis itu dari serangan Pohon Baja tadi. Yap, tanpa sengaja Naruto menyentuh Oppai gadis itu saat merangkulnya.
"Benar juga benda itu terasa besar dan kenyal meski tidak sebesar milik Hinata-Chan ..." gumamnya.
"Hentai!" teriak Hinata seraya menjotos Wajah Naruto. Mengabaikan Naruto yang sedang meratapi benjolan di pipinya dan Sasuke yang masih diam membatu, karena terkesima dengan kecantikan gadis itu, Hinata mulai menanyai gadis itu.
"Jadi siapa namamu?"
"Eh~ S-Sakura. Aku Haruno Sakura!" jawab gadis itu sedikit gugup. Agaknya Sakura masih merasa syok dengan situasi yang berlangsung dengan cepat tadi.
"Nama yang indah ... Seindah Rambutmu yang memiliki warna yang sama dengan Bunga itu ..."
"Cantik ..." ucap Sasuke. Mendengar pujian sang Uchiha, Wajah Sakura bersemu merah.
"Sejak kapan kau menjadi pria gombal seperti ini Uchiha-Sama?!" desis Naruto dengan nada mengejeknya. Sasuke hanya mendecak tak suka dengan ucapan si pirang, namun karena dia ingin memperlihatkan kesan yang bagus di hadapan Sakura, Sasuke tidak menjawab sindiran Naruto.
"Sok dewasa!" sindir Naruto lagi. Sasuke hanya bisa menahan kekesalannya. Sejujurnya ingin sekali dia memukul Wajah Naruto, tapi keinginannya menciptakan kesan bagus di pertemuan pertama dengan Sakura membuatnya menahan segala keinginannya pada pemuda bersurai pirang itu.
"Diam atau kau akan mati!" bisik sang Uchiha tepat di Telinga Naruto.
"B-baiklah ... A-aku me-mengerti ..." ucap Naruto dengan gugupnya mendengar ancaman Sasuke.
"Oh iya Sakura-San. Namaku Hyuuga Hinata. Ini Sasuke Uchiha dan yang pirang itu Naruto Uzumaki. Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" Sakura mengangguk untuk menanggapi pertanyaan Hinata.
"Apa kau Bajak Laut?". "Dari apa yang kami tau orang-orang yang di tahan disini adalah seorang Bajak Laut?!" tanya Hinata.
"Ah. Soal itu ... Bukan, aku bukan seorang Bajak Laut. Alasanku di penjarakan disini adalah karena ayahku adalah seorang Dokter. Keluarga kami adalah Dokter pribadi seorang Tenryuubito"
"Dokter pribadi Keluarga Tenryuubito kenapa bisa ada di tempat seperti ini?"
"Itu karena ... Saat ayah mengobati Tenryuubito, terjadi sedikit kesalahan hingga membuatnya mati. Sehingga kami sekeluarga di penjarakan di tempat ini!"
"Padahal itu bukanlah kesalahan ayahku!". "Itu karena dia tidak mau di sentuh oleh ayah, padahal sakitnya cukup parah. Dan karena itu ayah salah dalam memberikan Obat, sehingga Tenryuubito itu mati. Mereka tidak mau menerima alasan itu jadi disinilah kami saat ini, Penjara Impel Down Lantai pertama" ucap Sakura menahan sedih. Meski masih terlihat tegar, tetap saja itu tidak mampu untuk menyembunyikan kesedihan gadis bersurai pinky itu.
"Kejam sekali!" ucap Hinata ikut merasakan kesedihan yang dirasakan gadis bersurai pinky itu.
"Seperti yang diharapkan dari kumpulan orang-orang sombong yang mengaku Keturunan Dewa seperti mereka!" komentar Naruto. Sasuke hanya mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan sang sahabat. Beruntung sebelum pergi ke tempat ini, mereka bertiga mendapatkan kuliah singkat dari Nagato tentang apa yang harus di ingat di Dunia Luar. Sehingga mereka bisa mengetahui sedikit-banyak gambaran dari orang-orang itu, atau pun hal-hal lain yang sudah di jelaskan Nagato.
"Tapi ... Omong-omong dimana Orang Tuamu, mungkin kami bisa menyelamatkan mereka juga?!" tanya Sasuke. Sakura hanya tersenyum miris mendengar ucapan sang Uchiha, pandangannya menatap kosong pada kumpulan Mayat-Mayat yang beberapa saat lalu di bantai Pohon dan Rumput itu.
"Kurasa itu tidak perlu. Karena ..." gumam Sakura terhenti karena tidak mampu melanjutkan ucapannya sendiri.
"Maaf!" ucap Sasuke yang mengerti dengan perasaan gadis bersurai pinky itu.
"Naruto!" ucap Sasuke lagi, memecah perasaan janggal di antara mereka. Meski perkataannya ambigu, tapi Naruto tetap mampu mengetahui keinginan Sasuke.
"Kau bisa bertarung?" tanya Naruto. Sakura hanya menggeleng lemah.
"Tidak bisa. Kita tidak tau apa yang akan kita hadapi". "Jika seperti itu dia hanya akan menjadi beban untuk kita. Lagi pula aku tidak yakin bisa melindunginya!" ucap Naruto. Kejam memang, tapi itulah kenyataannya. Lantai pertama saja sudah seperti ini. Apalagi Langai dua, tiga atau seterusnya?! Rintangan yang akan mereka temui pasti lebih sulit lagi!.
"Tapi ..." Sasuke sepertinya masih kekeh untuk membawa gadis itu. Hanya saja sang Uchiha tidak mampu untuk menyanggah ucapan pemuda bersurai pirang itu. Tapi beruntungnya Naruto sedikit mengerti keinginan Sasuke.
"Huh~ baiklah. Susah jika menjelaskan sesuatu pada orang yang sedang jatuh cinta!" omel Naruto. Sasuke hanya diam saja tidak mengatakan apa pun. Diam adalah jalan terbaik untuk menghadapi mode mengomel Naruto, karena dia tidak akan menang beradu argumen dengan sang Uzumaki disaat seperti itu.
"Apa kau memiliki keahlian lain?!" tanyanya.
"Eumh! Aku cukup pandai dalam Ilmu Kedokteran. Aku juga tau cukup banyak tentang Impel Down!" Jawab Sakura.
"Tapi untuk apa kalian masuk ke Impel Down?!". "Kurasa hanya orang bodoh seperti dia yang mau melakukannya" ucap gadis itu lagi.
"Dia?". "Siapa?!"
"Entahlah. Aku tidak mengenalinya, tapi dia mengaku bernama Monkey D Luffy. Dia datang kesini untuk menyelamatkan Protgas D Ace!". "Dan itulah alasannya kenapa para Tahanan menggila. Para Tahanan memanfaatkan kekacauan yang di buatnya untuk melarikan diri!"
"Monkey D Luffy. Siapa dia?". "Kenapa target kita sama?!" tanya Sasuke.
"Kalian juga ingin menyelamatkan Protgas D Ace?". "Apa kalian teman Monkey D Luffy?"
"Bukan!" jawab Sasuke, menjawab pertanyaan Sakura.
"Abaikan dulu masalah itu, kita harus bergegas ke Lantai empat!". "Sakura-Chan, kau tau jalan rahasia untuk pergi ke Lantai selanjutnya?" tanya Naruto. Sakura mengangguk, dan tanpa menuggu lama, mereka pun berlari melewati Pohon dan Rumput ajaib itu, tentu saja dengan Sakura yang di gendong Sasuke, karena tidak mungkin gadis itu bisa menyamai kecepatan mereka.
"Berhati-hatilah, Lantai ini disebut Teratai Neraka. Dan Hutan yang ada disana, terdiri dari Pohon yang disebut Pohon Pedang dan Jarum Rumput yang sangat berbahaya. Jadi jangan terlalu dekat atau menginjak itu". "Mereka juga bisa bergerak. Meski tidak bisa berpindah tempat!" ucap Sakura memberi tau tentang rintangan Lantai pertama.
"Dimengerti. Lalu jalan menuju Lantai duanya?"
"Ada di tengah Hutan!"
•
Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
"Inikah jalan untuk menuju Lantai dua?!". "Sepi sekali. Tidak ada penjagaan sedikit pun disini?!" gumam Naruto seraya berdiri di samping Lubang yang cukup besar itu, yang menurut Sakura, itu adalah Jalan menuju Lantai dua.
"Kau fikir orang bodoh mana yang mau dengan sengaja turun ke Lantai Dua. Dari pada melakukan itu, lebih baik kami mencari cara agar bisa melewati Hutan ini dengan selamat!" balas Sakura.
"Masuk akal!" timpal Sasuke.
"Kalau begitu ayo kita turun" lanjut sang Uchiha seraya melompat ke dalam Lubang itu. Naruto dan Hinata tanpa banyak bicara lagi segera menyusul Sasuke dan Sakura yang sudah lebih dulu melompat.
Tap ...
Mereka berempat berhasil mendarat dengan mulus di Lantai dua. Meski jarak antara Lantai satu dan dua sangat tinggi, tapi agaknya itu tidak terlalu bermasalah untuk mereka bertiga. Setelah dirasa aman, Sasuke segera menurunkan Sakura dari gendongannya. Mereka lalu mulai berjalan mengelilingi Lantai dua untuk mencari jalan rahasia menuju Lantai selanjutnya.
"Lantai dua adalah tempat yang disebut dengan Neraka Binatang Liar. Ada berbagai Binatang Buas di Lantai ini. Mereka bertugas untuk memangsa para Tahanan di tempat ini, sehingga itu membuat para Tahanan di Lantai dua tidak memiliki waktu untuk memikirkan cara untuk naik ke Lantai pertama"
"Apa lagi jarak dengan atap yang merupakan pijakan Lantai pertama sangat jauh. Kita akan mati sebelum berhasil memanjat ke atas. Dari apa yang kutau juga, di tempat ini ada seekor Kongkong yang sangat kuat dan menjadi Bos para Binatang Liar yang lain!" Sakura kembali memberitau perihal rintangan yang harus mereka hadapi di Lantai ini.
Tapi anehnya, meski disebut seperti itu. Tidak ada satu pun Binatang Liar yang mereka temui di Lantai dua, Bahkan mereka berempat tidak menemui seorang Tahanan pun di Lantai ini. Satu fakta yang dapat di simpulkan adalah sepertinya baru saja terjadi Perang besar di Lantai ini, karena begitu banyaknya Mayat para Tahanan atau pun Bangkai berbagai macam Binatang di tempat ini.
"Apa yang terjadi sebenarnya di tempat ini?!" gumam Hinata dengan Mata Byakugan yang sudah aktif.
"Ada apa Hinata-Chan?"
"Entahlah Naruto-Kun. Sepertinya baru saja terjadi Perang besar di tempat ini antara para Tahanan dan para Binatang!". "Begitu banyak Mayat Tahanan dan Bangkai Binatang disini!" jawab sang Hyuuga.
"Hmm ... Jadi begitu ya" gumam Sakura.
"Ada apa kau tau sesuatu, Sakura?" tanya pemuda bermarga Uchiha itu.
"Kurasa ini karena Monkey D Luffy!" jawab Sakura.
"Itu artinya dia sudah melewati Lantai ini, Benar?" gumam Sasuke.
"Kurasa begitu" balas Naruto. Saat sedang asik bercakap-cakap seperti itu, seekor Kongkong raksasa berwarna merah menerjang mereka. Entah dari mana dia datang, yang pasti mereka semua dalam bahaya. Tapi untungnya dengan reflek yang bagus ke tiga Ninja itu berhasil menghindari terjangan sang Kingkong. Lalu Sakura? Beruntungnya gadis itu masih sempat di selamatkan Sasuke.
"Berhati-hatilah. Sepertinya itu Kongkong yang kumaksud tadi!" ucap Sakura memperingatkan.
Prift!
"Itu bukan Kingkong biasa! Itu Bijuu, Yonbi Kingkong Lava!" Teriak Hinata dengan paniknya. Setelah terlebih dahulu meniup Peluit yang entah di dapatnya dari mana.
'Darimana dia mendapatkan benda aneh itu!' batin Naruto seraya mengusap-ngusap Telinganya yang berdengung akibat suara Peluit Hinata. Tapi tidak ada waktu untuk memikirkan itu, karena sang Kingkong, Yonbi kembali menerjang mereka.
"Menghindar!". "Dia bukan lawan yang mudah, ayo kabur. Mari cari jalan menuju Lantai tiga!" teriak Naruto dengan paniknya. Dan tanpa menunggu lama lagi mereka pun langsung mengambil langkah seribu untuk kabur dari sang Bijuu. Tapi tentu saja itu tidak mudah, meski bertubuh besar, nyatanya Yonbi sangat lincah. Ditambah lagi hanya dengan sekali lompat pun sang Bijuu sudah berhasil melewati mereka.
"Sial. Kenapa Mahluk seperti itu ada di tempat ini sih?!" umpat Sasuke, saat jalan mereka di hadang sang Bijuu.
"Kalian salah jalan. Pintu ke Lantai tiga di ujung Bangunan ini, tepat di belakang kalian!" ucap Sakura yang masih duduk santai di Punggung Sasuke.
"Kalau kau tau, kenapa tidak bilang dari tadi heh!" desis Naruto dengan penuh kekesalan. Tapi Sakura tidak terlalu menggubris ucapan pemuda bersurai pirang itu. Hinata segera mencari Pintu yang di maksud Sakura dengan Mata Byakugannya. Dan tidak sulit untuk Gadis itu mencari keberadaan Pintu itu.
"Ada. Pintu yang dimaksud Sakura-San tertutup Bangunan yang runtuh!" konfirmasi Hinata. Naruto dan Sasuke segera mengangguk mengerti, dan tanpa membuang waktu lagi, mereka segera berlari ke arah yang dimaksud oleh gadis Hyuuga itu. Merasa di permainkan, Yonbi mengaum keras.
Ghooaarrr!
Yonbi mengaum sembari memukul-mukul Dadanya sendiri. Dan dengan sekali lompatan penuh tenaga sang Kingkong, lagi-lagi menerjang Naruto dan kawan-kawannya. Tapi karena lompatan Yonbi terlalu bertenaga, terjangannya malah melewati mereka berempat hingga menabrak Tembok dan membuat Lubang besar di Dinding. Naruto dan yang lainnya hanya menatap ilfil pada sang Bijuu.
"Dia sangat bodoh!". "Melihatnya berguling-guling seperti itu membuatku teringat dengan Choji" gumam Naruto dengan tatapan ilfilnya.
"Yap, kurasa dia saat ini tidak lebih dari Kingkong berkekuatan super" timpal Sasuke dengan tatapan yang sama. Mengabaikan itu semua terlihat kini Yonbi sedang bergelundung ria akibat lompatan penuh tenaganya sendiri, hingga ahirnya terhenti setelah menabrak Tembok dan memberikan retakan di Tembok itu. Yonbi segera tersadar, dan kembali mengaum dengan aksi memukul-mukul Dadanya.
Ghooaaarrrr!
Auman kali ini jauh lebih keras dari yang sebelumnya. Dengan tatapan penuh benci, sang Bijuu terlihat mengumpulkan Chakranya. Menciptakan Bola Chakra raksasa hingga ahirnya terkompres menjadi Bola kecil dan memakannya. Naruto, Sasuke dan Hinata sangat panik saat melihat itu, berbeda dengan Sakura yang malah telihat bingung dengan apa yang sedang di perbuat sang Kingkong.
"Apa dia lapar?!". "Kingkong itu masih sempat-sempatnya makan di saat seperti ini!" ucap gadis bermarga Haruno itu.
"Dia bukan makan!". "Kingkong sial itu akan menyerang kita!" teriak Naruto di sela kepanikannya.
"Hey Naruto. Lakukan sesuatu dengan Bijuudamma itu!". "Berubahlah ke Mode Kyuubi!"
"Kenapa aku, kau pun bisa menahannya dengan Susano'o kan?!"
"Susano'oku belum sempurna!". "Mataku sakit jika menggunakannya untuk hal yang tidak penting seperti ini!"
"Kita akan mati jika terkena itu, kau malah bilang ini tidak penting?!" dalam saat-saat genting itu Naruto dan Sasuke malah sempat-sempatnya bertengkar. Hinata hanya bisa pasrah melihat tingkah kedua pemuda itu.
"Ya ampun ... Mereka tidak tau waktu" gumam Hinata dengan lemasnya.
"Kenapa kalian panik?!". "Kingkong itu kan hanya Makan Malam?!" ucap Sakura.
"Matamu, makan malam!". "Dia sedang menyiapkan Bijuudamma!" teriak Naruto dengan penuh kekesalan. Sasuke sebenarnya ingin memarahi Naruto karena terlihat membentak gadis Haruno itu, tapi tidak ada waktu untuk itu karena Bijuudamma Yonbi telah meluncur dengan cepatnya ke arah mereka.
Swoosshhh!
Tembakan Bijuudamma yang di lakukan Yonbi melesat dengan cepat bagaikan Laser. Serangan itu bahkan sampai menembus Atap Penjara Impel Down sebelum ahirnya hilang di Langit Malam. Sasori dan Deidara terlihat sedang bermain Kartu di atas Tembok Pagar Impel Down, bahkan sempat menghentikan kegiatan mereka.
"Apa itu?!". "Bijuudammakah?" gumam Deidara, seraya terus menatap Bijuudamma itu. Lain Deidara, lain Sasori. Jika Deidara sempat teralihkan perhatiannya pada Serangan Yonbi, Sasori malah asik berbuat curang dengan menukar Kartu yang di genggamnya agar hasilnya lebih bagus.
"Tidak mungkin. Mana ada Bijuu di tempat seperti ini!" ucap Sasori dengan santainya seraya terus melakukan kecurangannya.
"Hey! Jangan bebuat curang Tuan Sasori!". "Kau ingin kuledakkan heh!" desis Deidara seraya menunjuk-nunjuk Wajah pria imut itu. Tapi Sasori dengan santainya tetap bersikap tenang meski ketauan berbuat curang dalam pemainan mereka.
"apa yang kau katakan, aku tidak berbuat curang!" bela Sasori masih tetap santai.
"Kau—" ucapan Deidara terhenti karena tiba-tiba saja ledakan super besar tercipta sedetik setelah Bijuudamma Yonbi lenyap. Baik Deidara maupun Sasori kini terlihat diam membatu dengan wajah horor mereka. Bagaimana tidak, Impel Down kini rata dengan Tanah akibat ledakan itu.
"Dei ... Kau terlalu berlebihan ..." gumam Sasori yang salah sangka dengan kejadian itu.
•
Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
"Ugh!". "Sial ... Ledakan tadi sangat gila. Dasar Kingkong sialan!" desis Naruto seraya keluar dari reruntuhan Bangunan yang menghimpitnya.
"Beruntung sekali aku masih hidup. Tapi dimana Hinata-Chan dan yang lainnya?!" gumam pemuda bersurai pirang itu seraya melihat sekelilingnya yang sudah porak-poranda dan tak berbentuk lagi.
"Sial. Ini Lantai berapa sih?!"
Naruto terus melompat dari satu reruntuhan ke reruntuhan lain, tentu saja dengan berbagai keluhan dan umpatan yang keluar dari Mulutnya yang di tujukan untuk sang Bijuu. Hingga ahirnya Naruto menemukan sang Bijuu terkapar tak berdaya dengan Kepala yang benjol akibat tertimpa reruntuhan. Dan lagi-lagi pemuda bersurai pirang itu hanya menatap ilfil pada Yonbi.
"Apa-apaan itu ... Andai Kurama tidak tidur, dia pasti akan sangat malu melihat sesama Bujuu sepertinya terlihat menyedihkan seperti ini" gumamnya, seraya melompat turun dari reruntuhan.
"Awww~ panas~ panas~ panaaassss~"
Sementara itu di tempat yang penuh dengan Kolam Darah yang mendidih.
Seorang pria berpakaian rapi layaknya seorang Opsir sedang berjalan dengan tenang di tempat itu. Wajah menyeramkannya yang semula terlihat tenang, kini sedikit tegang. Tapi bukan karena Suhu di Ruangan itu yang amat sangat panas, tapi itu karena gemuruh ledakan dahsyat yang terdengar jelas di atas tempatnya saat ini. Dia adalah Magellan, sang Kepala Penjaga Penjara Impel Down.
"Sial. Ada apa sih dengan Impel Down?!". "Baru saja aku membereskan pengacau ini, sekarang terjadi Ledakan besar di atas sana. Apa ini perbuatan teman-teman pengacau ini, atau perbuatan Tahanan yang ingin kabur?!" gumamnya.
"Impel Down menjadi sangat kacau. Aku harus mengeceknya!" lanjut sang Kepala Penjaga Impel Down itu. Tapi baru beberapa langkah Megellan berjalan, seorang pria aneh dengan hiasan Kepala Angsa di Kepalanya, terlihat berlari ke arah pemuda bertopi Jerami yang baru beberapa saat lalu di kalahkannya, seraya berteriak-teriak.
"Monkey D Luffy. Bertahanlah!". "Kau tidak boleh mati sekarang!" teriak pria itu.
'Bon Clay a.k.a Mr. Two. Kufikir dia sudah melarikan diri selama aku bertarung dengan si Topi Jerami, ternyata dia masih ada di Lantai ini?!' batin Megellan seraya menatap Bon Clay dengan tatapan malas. Untuk sesaat Bon Clay terlihat gugup dengan Keringat dingin yang membanjiri Tubuhnya, saat menyadari jika Megellan masih ada di dekat situ. Yap, rasa ke khawatirannya pada Luffy membuat pria nyentrik itu berbuat ceroboh.
'Tapi apa yang bisa dia lakukan?!'. 'Racunku sudah menyebar di dalam Tubuh si Topi Jerami. Dia akan mati sebelum melihat hari esok. Dan dia, kurasa dia tidak akan mampu bertahan untuk tetap hidup di Lantai ini!'
'Mereka bukan masalah lagi. Sekarang yang lebih penting adalah ... Apa yang terjadi di atas sana?!' batin Megellan seraya melanjutkan kembali langkahnya yang sempat terhenti.
Kembali ke tempat Naruto.
Pemuda bersurai pirang itu masih terus berjalan menyusuri tempatnya berada saat ini. Tentu saja untuk mencari keberadaan teman-temannya atau pun keberadaan Pintu rahasia yang menghubungkan Lantai ini dengan Lantai selanjutnya. Tapi agaknya itu tidak mudah, karena setelah berputar-putar di tempat itu berulang kali, nyatanya pemuda bersurai pirang itu belum juga menemukan apa yang di carinya.
"Sial. Apa aku tersesat?!". "Pintu rahasia tidak di temukan. Keberadaan Hinata-Chan dan yang lainnya pun tidak jelas!"
"Mereka selamat atau tidak sih?!" gumam Naruto, seraya terus menyusuri tempat itu berulang-ulang.
"Aduh, ya ampun~ aku malah kembali melihat Kingkong jelek ini lagi!" umpat pemuda bersurai pirang itu saat dirinya kembali melihat sang Yonbi yang masih pingsan akibat tertimpa reruntuhan Bangunan karena Bijuudammanya. Tapi saat sedang asik mengumpat ria, tiba-tiba saja Dindin di dekat Yonbi bergetar dan terlihat sebuah jalan rahasia yang cukup nyaman untuk dilalui. Dan muncullah seorang pria menyeramkan dengan sepasang Tanduk yang menghiasi Kepalanya dari tempat itu.
"Astaga. Kerusakannya sangat parah!". "Lantai dua dan Lantai satu hancur tak bersisa. Kera besar ini sangat berbahaya!" ucap si pria menyeramkan itu a.k.a Megellan. Sesaat setelah dia menapakkan kakinya di Lantai tiga. Yap, dengan kata lain Naruto saat ini masih ada di Lantai tiga.
"Eh?! Siapa kau?!". "Tahanan?!"
"Bukan, aku baru melihatmu. Apa kau penyusup?!". "Ya ... Kau pasti penyusup dan teman si Topi Jerami!" ucap Megellan.
"Siapa si Topi Jerami?!". "Aku malah tidak kenal!" jawab Naruto.
"Oh iya, bagaimana kau bisa tau ada Pintu rahasia di sana?!"
"Pertanyaan bodoh. Tentu saja aku tau, aku kan Kepala Penjaga Penjara Impel Down!" jawab Megellan santai.
"Baiklah Penyusup-Kun, kau harus di beri pelajaran karena telah menyusup ke tempat terlarang!" desis Megellan.
"Sial. Ini tidak baik!" gumam Naruto seraya memasang gestur waspada dan siap untuk memulai sebuah pertarungan.
"Jika kau bertemu dengan Megellan, berhati-hatilah dia sangat kuat. Dan Racunnya lebih mematikan dari pada Racun yang kubuat!". "Magellan adalah Kepala Sipir Impel Down. Dia pemakan Buah Iblis tipe Paramecia, Doku Doku no Mi!"
Untuk sesaat Naruto kembali teringat dengan ucapan Sasori tentang orang yang saat ini ada di hadapannya. Mungkin pemuda bersurai pirang itu pantas meruntuki kesialalannya saat ini. Sudah terpisah dari teman-temannya, berputar-putar di tempat panas itu tanpa membuahkan hasil apa-apa, dan kini, dia harus berhadapan dengan orang yang paling di waspadai. Benar-benar sial!.
"Yah meski aku tidak tau apa yang saat ini di lakukan Wakilku, tapi kuharap kau lebih hebat dari si Topi Jerami itu!" ucap Megellan seraya berlari menerjang Naruto. Meski fikirannya sempat teralihkan, untungnya Naruto masih siap untuk menerima serangan sang Kepala Sipir itu. Pertarungan pun tak terelakkan lagi.
Sementara itu di suatu tempat yang cukup nyaman.
Hinata dan Sakura sedang berjalan bersama dengan seorang pria asing. Dari gaya bicaranya, terlihat dengan jelas jika pria itu sangatlah ambisius dengan kekuasaan. Dan satu lagi, pria itu sangatlah bodoh juga mesum. Karena itulah ke dua gadis itu bisa berada di tempat mereka saat ini. Tentu saja dengan sedikit kebohongan yang mereka katakan pada pria itu.
"Sakura-San ... Aku tidak menyangka kalau alasan tidak masuk akal kita berhasil menipunya!" bisik Hinata.
"Yap. Perlu kau ketahui Hinata-Chan, orang itu sangat bodoh dan mesum. Dia juga sangat ambisius untuk merebut kekuasaan Impel Down dari Tangan Megellan. Kami para Tahanan Impel Down sudah mengetahui itu". "Dia adalah Hayniball Wakil Ketua Penjaga Penjara Impel Down!"
"Tapi meski seperti itu dia sangat kuat. Karena itulah dia menjadi Wakil Kepala Sipir di Impel Down!" jawab Sakura juga dengan bisikannya.
"Maaf karena saat tamasya kalian ke Penjara ini, malah terjadi kekacauan. Tapi kalian tidak perlu khawatir. Ketua Megellan akan mengurus ini. Yah, anggap saja ini tugas terahirnya sebelum jabatan Ketua jatuh ke Tanganku!" ucapnya dengan penuh percaya diri.
"Selama itu berlangsung, Kita akan bersantai di Ruanganku ini. Ah! Mungkin saat ini Ruangan ini masih milik Ketua Megellan!"
"Sial aku terlihat sangat ambisius!" ucap Hayniball tanpa memperdulikan bisik-bisik yang dilakukan ke dua gadis itu.
"Tuh kan!" bisik Sakura lagi. Hinata hanya mengangguk dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Baiklah nona-nona, untuk menjaga tradisi di Impel Down, setiap orang yang masuk kesini harus melalui pemeriksaan fisik terlebih dahulu!". "Berbanga dirilah karena kalian akan di periksa oleh calon Kepala Sipir. Jadi cepat buka semua Pakaian kalian~" ucap Hayniball lagi. Tampang mesum tercetak dengan jelas di Wajah abstraknya. Hinata dan Sakura mulai berkeringat dingin saat mendengar ucapan pria ambisius itu yang sangat blak-blakan.
"Sa-Sakura-San ... Fikirkan sesuatu?!" bisik sang Hyuga mulai panik. Bukannya menjawab, nyatanya Sakura pun terlihat panik. Sama seperti Hinata.
"O-otakku bu-buntu ..." jawab gadis bersurai pinky itu.
•
Bersambung.
•
Note ::
Maaf karena lagi-lagi Tobi terlambat untuk mempublish fict. Yah, mau bagaimana lagi meski Chapter ini sudah selesai dari hari Selasa, Tobi berniat untuk publish sesuai Jadwal. Tapi sialnya malah di hari kamis Operator Tobi lola sekali. Dan jadi seperti inilah hasilnya, Chapter ini baru bisa di publish saat Tobi istirahat jam makan siang. Maaf sekali lagi :D
Oh iya, perhatikan Nama para Tokoh, soalnya Tobi tidak yakin dengan apa yang Tobi tulis :v
Mohon koreksinya ^_^
Dan tidak semua Chara Naruto yang muncul adalah Ninja. Contohnya Sakura, dia bukan Ninja. Sakura hanya Dokter biasa. Tapi Nagato jelas Ninja. Yang lain? Akan di jelaskan di Chapter lainnya.
Oh iya, ungkapkan apa yang Reader-San fikirkan setelah membaca Chapter (bagian 4).
Silahkan tulis disini.
vvvvvv
vvv
v
