arigatou gozaimasu bagi yang sudah me-riview... gomen nasai update lama :)
"oh.. kalau begitu hati hati. Dan sampaikan salam kami pada inuyasha dan teman temannya yang lain. Dan ini.. *memberikan bungkusan* bawalah ini sebagai oleh oleh dari sini."
"ap.. apa ini?"
"hanya kue dan makanan ringan saja." Kaa-san memberikan senyuman yang begitu mirip dengan senyuman kagome
"arigatou gozaimasu.."
.
.
.
Posisiku, dihatimu
Chapter 4
.
.
Sango berjalan menuju kuil yang berada dibelakang rumah kagome dengan diantar oleh sota – adik Kagome –
"kakak, tolong sampaikan salamku pada Inuyasha, ya." Bicara sota sebelum sango menjatuhkan dirinya kedalam sumur pemakan tulang.
"hn" sango hanya menjawabnya dengan anggukan lalu menjatuhkan diri dan melewati ruang waktu dengan sekejab.
Miroku mengguncang guncang tubuh kecil Shippo "hey, Shippo. Ayo kita lanjutkan perjalanan. Kita harus memastikan bahwa sango ada didesa." Tetap sambil mengguncang guncang tubuh siluman rubah itu.
"baiklah, baiklah. Kau tak perlu mengguncang guncang tubuhku sekeras ini." Shippo pun membuka matanya dengan malas.
"e-eh.. gomen, shippo." Miroku yang merasa bersalah karena mengguncang tubuh Shippo terlalu keras itu menunduk menyesal.
Sango keluar dari dalam sumur dan mendapati Kirara masih setia menunggunya dipinggir sumur pemakan tulang yang menghubungkan antara dunia kagome dan dunia dimana dia tinggal.
"kirara, kau masih menungguku? Gomen, aku pergi terlalu lama." Sango berkata dengan mengelus bulu lembut kirara yang kini sudah ada dihadapannya.
"ayo kita kembali kedesa." Ajak sango pada kirara dan pada saat itu pula kirara berubah menjadi lebih besar dan siap untuk ditunggangi oleh sango.
Sango dan kirara memasuki pondok Kaede dan mendapati Miroku dan juga Shippo sedang duduk menunggu dirinya. Tapi dia tidak menemukan sosok hanyo berkimono merah. Ya, dia tidak menemukan sosok Inuyasha dipondok Kaede.
"sango.." shippo loncat kepelukan sango dengan air mata dipipinya.
"sedang apa kalian disini?" tanya sango datar
"kami mengikutimu . Namun kau dan kirara terbang begitu cepat hingga kami baru sampai dipondok ini." Jawab shippo
"kau dari mana, sango?" tanya biksu yang sedari tadi hanya terdiam
"a-aku.."
"apa kau menemui kagome? Bagaimana keadaannya?" tanya shippo memotong.
"setelah dia kembali kejamannya, hingga sekarang dia masih tidak sadarkan diri." Air mata sango tidak dapat dibendung lagi.
"a-apa? K-kau pasti bercandakan?" tanya kaede yang baru saja datang dan mendengar apa yang dikatakan oleh sango.
"jika itu memang sebuah candaan, itu adalah candaan yang sangat tidak lucu, Sango."
"untuk apa aku berbohong dan bercanda seperti itu?!"
"benar apa yang dibicarakan oleh sango. Mana mungkin dia berbohong." Ucap shippo dengan wajah yang tertunduk.
Inuyasha dan kikyou berjalan menelusuri hutan. Hening.. hanya itu yang ada diantara inuyasha dan kikyou. Yang terdengar hanya suara semilir angin dan juga semak semak yang tersentuh oleh hewan hewan yang ada disekitarnya.
Inuyasha berjalan lebih depan dari kikyou untuk memastikan jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang aman. Tak jauh dari tempat mereka berjalan, Inuyasha mendengar riakan air dan mendekati sumber suara tersebut.
"untuk apa kita kemari?" tanya kikyou dengan wajah yang dingin.
"hanya ingin beristirahat." Jawab Inuyasha singkat.
Kikyou hanya memandangnya dengan sengit. Entah apa yang dipikirkan oleh perempuan miko itu.
Hari sudah mulai gelap, inuyasha terbangun dari tempat peristirahatannya dan mencari kayu bakar untuk penghangat tubuh kikyou dan juga mencarikannya makanan.
Kikyou yang sedari tadi hanya memejamkan matanya tanpa terlelap menyadari kegiatan yang dilakukan oleh Inuyasha.
"sedang apa kau, Inuyasha?"
"menyalakan api untuk menghangatkan tubuhmu dan menyiapkan makan."
"sejak kapan kau menjadi hanyou yang memikirkan orang lain?"
"kagome.."
"kau masih memikirkan wanita itu?"
"kagome yang mengajariku untuk mempunyai teman, kagome yang mengajariku untuk menyayangi orang lain, dan kagome pula yang selalu mengajariku untuk menjaga orang yang aku sayangi."
"jika aku tidak mati, aku yang akan membuatmu seperti itu, Inuyasha."
"..."
"bukankah kau menjadikan kagome sebagai pelarian saja. Kau hanya melihat sosokku pada diri kagome. Benarkan?"
'sosok kikyou pada diri kagome?' tanya Inuyasha dalam hati.
"benarkan Inuyasha? Bahkan kau tidak mampu untuk menjawabnya." Kikyou berkata tanpa mengubah posisinya.
"malang sekali nasib kagome. Dia begitu mencintai seseorang yang sama sekali tidak pernah mencintai dirinya dengan seutuhnya." Jeda waktu "dia adalah reinkarnasiku. Jadi, kau hanya menganggap dirinya adalah penggantiku. Hanya PENGGANTIKU." Kikyou terus berkata dengan ekspresi wajah yang dingin tanpa adanya sedikit beban.
"HENTIKAN, kikyou !" inuyasha sedikit menaikan nadanya sehingga membuat burung malam yang ada disekitarnya terganggu dan berterbangan.
Kikyou menyerjitkan sebelah matanya dengan masih ekspresi yang datar.
"ada apa Inuyasha? Kau tidak menerima jika aku mengatakan itu pada kagome? Kagome tidak ada disini sekarang, jadi aku tidak akan menyakitinya, bukan?!"
"..." inuyasha hanya menundukan kepalanya, dia mencerna semua ucapan yang dilontarkan oleh kikyou.
Kikyou tersenyum licik "heum HAHAHAHA.. kau ini sungguh konyol Inuyasha. Kau marah karna aku mengatakan itu, padahal kau sendiri yang membuat kagome menjadi pelarian dirimu."
Inuyasha mengangkat wajahnya dan menatap sang lawan bicara yang tak lain dan tak bukan adalah kikyou.
Kikyou berdiri dari posisi duduk santainya dan entah bagaimana seketika shinigami mengelilingi tubuhnya.
"ingat itu, Inuyasha. Kau hanya menjadikan kagome sebagai pelarianmu saja. Karena cintamu hanya untukku, Inuyasha."
Seketika tubuh kikyou dibawa terbang oleh shinigami yang mengelilinginya dan menghilang dalam gelapnya malam.
Inuyasha hanya terdiam, terduduk. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang. 'mencoba melewati sumur itu dan menemui kagome?' pikirnya berulang ulang.
"sango, apa kita bisa melewati sumur itu? Aku sangat merindukan kagome. Aku ingin bertemu dengannya." Rengek Shippo yang tak henti hentinya.
"entahlah, aku tidak tau pasti. Kau lihat bukan, waktu Inuyasha mencoba melewatinya, sumur itu tidak berfungsi sama sekali."
"apa jangan jangan.."
"apa pemikiranku sama dengan apa yang kau pikirkan, hoshi-sama?" tanya sango dengan menatap pendeta berkucir itu.
"ch-chotto matte.. apa yang kalian pikirkan? Mengapa kalian tidak memberitau?"
"ini hanya perkiraan saja, Shippo. Belum tentu apa yang kami pikirkan adalah benar."
"haaaaaaaa.. setidaknya kalian beritau aku dulu" Shippo terus merengek.
"mungkin saja Kagome tidak ingin menemui Inuyasha." Miroku berkata dengan kening penuh kerutan.
"eh? ke-kenapa kagome tidak mau menemui Inuyasha? Pasti Hanyou itu telah melakukan hal yang sudah membuat kagome merasa sakit hati dan membuatnya pergi kejamannya." Shippo terlihat sangat kesal dengan apa yang baru saja dia pikirkan.
'Inuyasha ! kau ini bodoh atau sudah tidak waras !' gerutunya dalam hati.
"tenanglah shippo. Tenang." Sango mencoba menenangkan amarah dari siluman rubah kecil itu.
"Inuyasha baka baka baka BAKAAAAA"
Inuyasha berjalan dengan gontai, langkah kakinya sudah tidak sinkron dengan apa yang dia pikirkan. 'apa yang harus aku lakukan? Kagome….'
Inuyasha menghentikan langkah kakinya, dan terduduk dibawah pohon rindang. Sejuk, itu yang pertama dilontarkan oleh Inuyasha dalam benaknya. Inuyasha mulai memejamkan matanya untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya yang mulai gontai.
"ada apa denganku? Mengapa aku menjadi selemah ini?" gerutunya.
Tiba tiba Inuyasha membuka matanya dan bergegas pergi. Nampaknya hatinya telah menemukan tempat untuk ia melangkah.
"Sango, Miroku. Tunggu apalagi, yang tidak ingin ditemui kagome adalah Inuyasha. Kita bisa saja melewati sumur ini kan? Buktinya kau bisa melewatinya, sango." Shippo berkata dengan penuh harapan.
Miroku tampak berpikir dengan apa yang dikatakan oleh siluman rubah kecil itu. "kau benar, Shippo. Mengapa kita tak mencoba untuk melewati sumur ini untuk bertemu dengan Kagome-sama." Miroku berkata.
Sango, Miroku, Shippo dan tentunya kirara sudah mengelilingi sumur. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba masuk kedalam sumur itu.
"ayo, kita masuk kedalam bersama sama." Miroku mengajak.
"kau ini bodoh, Miroku." Shippo membalas ajakan Miroku dengan tatapan heran.
"he? Apa yang kau katakan shippo?"
"mana mungin sumur sekecil ini bisa kita masuki sama sama." Sango pun turut berkata.
Nampaknya miroku sadar dengan apa yang dia katakan sebelumnya. Miroku hanya menggaruk kepala dengan cengirannya yang menggambarkan kebodohannya.
"ahehe gomen ne.. kalau begitu aku yang akan masuk duluan." Miroku berkata masih dengan cengirannya. Dan setelah itupun ia menjatuhkan diri kedalam sumur pemakan tulang.
Shippo, Sango dan Kirara menyusul melompat kedalam sumur.
TBC
bagaimana minna-san? chapter 4 sudah yui update.. hihi terlalu singkat atau bagaimana?
gomen update nya kelamaan ._.v
