Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
•
•
A/N ::
• Alur ngarang, sesuai imajinasi Author.
• Dunia Naruto adalah sebuah Pulau di Dunia One Piece.
• Cerita di Mulai Setelah Protgas D Ace di kalahkan Marshal D Tech (Kurohige).
Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).
Update tidak menentu karena terbentur kesibukan Dunia Nyata.
Tapi bisa di pastikan Fict Tobi tidak akan DisKon. Hanya saja Update sedikit lambat.
•
•
•
Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)
•
•
•
Dasar Deidara dan Sasori...bukannya ngebantuin Naruto dan Sasuke, eh...malah main kartu xD
Gokil bgt... omong-omong apakah Naruto-Sasuke akan bertemu dengan Luffy-Bon Clay ?
Yap. Mereka akan bertemu dan bekerja sama untuk keluar dari ID dan menyelamatkan Ace.
Lanjut apdetnya kapan nich buat naru dan lufy jadi rival juga ya
Hmmm. Soal update sih seperti yang Tobi jelaskan di atas. Sekarang berbeda, kesibukan Tobi semakin banyak di Dunia Nyata. Jadi Waktu menulis pun semakin tipis, terlebih menulis dengan gaya menabung itu sulit, ide sering hilang dan beberapa screen yang sudah di siapkan pun jadi terlewatkan karena tertimbun Screen lain. Dan mohon maaf, mulai saat ini update kemungkinan besar tidak menentu. Tapi tenang saja Tobi orang yang bertanggung jawab. Fict Tobi tidak akan DisKon kok.
Sorry jika kritikan'a pedes. Dan setelah saya baca chapter ini humor'a simple tapi kerasa lucu'a
Saya ingin sarankan pd author buatlah ceritanya sesimple mungkin tapi terasa dan jangan terlalu di paksakan
Santai. Tobi adalah orang yang 'woles' selagi itu membangun Tobi sih yes :v.
Biji apa aja yang akan muncul di Fic ini?
Biji ini apakah typo dari Bijuu? Jika iya, Hanya ada 5 dari 9 Bijuu yang akan muncul. Dan 2 sudah terlihatkan? Jadi tinggal 3 lagi yang masih samar-samar.
Lanjut Thor itu tobi tetap obito kan? :-)
Yap. Tobi tetep Obito.
•
•
•
Ingin mengenal Tobi lebih jauh silahkan cek ini (ini FB Tobi)
m(titik)facebook(titik)com/profile(titik)php?fref=nf&ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome(titik)php&refid=8
Atau cek ini (ID FB Tobi)
10007211745260 :: Keristanto (Heru).
Kalau begitu silahkan menikmati dan salam kenal dari Tobi (^_^)
Butuh Fast Respon dari Tobi, bisa hubungi Tobi di FB. Soalnya akun FFN cuma di buka 1minggu sekali (tiap Update Fict).
•
•
•
Naruto DxD :: The Ninja.
Misi Balas Budi (Bagian 5).
"Ayo nona-nona ... Come to papa~" ucap Hayniball dengan Wajah mesum yang semakin menjadi-jadi. Pria ambisius itu mulai mendekati Hinata dan Sakura yang terus melangkah mundur untuk tetap menjaga jarak dengan pria itu. Dengan langkah jingkrak penuh kesenangan, serta gerakan Tangan yang seperti sedang meremas sesuatu, pria itu terus mendekati dua Gadis cantik itu.
Duk ...
Punggung Hinata dan Sakura sudah menabrak Dinding. Itu artinya mereka sudah tidak bisa lagi menjaga jarak dari Hayniball. Dalam kepanikannya, Hinata sudah bersiap dengan Byakugannya, tapi sesaat kemudian gadis itu kembali menonaktifkan Mata saktinya itu. Dengan tersenyum manis Hinata mulai melangkah maju mendekati Hayniball. Sakura hanya menatap bingung dengan apa yang akan dilakukan gadis Ninja itu.
'Apa yang dia lakukan?'. 'Apa dia punya rencana?' batin Sakura menatap bingung tingkah Hinata. Tapi mungkin Sakura harus sedikit berterimakasih pada gadis Hyuuga itu, karena Hayniball kini menghentikan langkahnya.
"Baiklah Hayniball-Sama, siapa di antara kami yang akan kau periksa terlebih dahulu?". "Aku, atau Sakura-San hem~" tanya gadis itu dengan nada yang terdengar menggoda. Hinata dengan sengaja melipat ke dua tangannya di Perut, seraya melakukan gerakan menekan dan mengangkat, sehingga hiasan yang ada di Dadanya yang sudah besar terlihat semakin besar dan menantang di balik seragan ANBUnya.
Croot!
Hanya dengan itu Hayniball sudah mimisan. Bagaimana tidak, Oppai Hinata terlihat menantang dengan pose yang saat ini dia lakukan. Dengan Wajah bersemu merah, pria itu segera menyedot kembali Darahnya sendiri bagaikan anak yang sedang menyedot ingusnya yang melumer. Pandangan Mata Hayniball menatap fokus pada Dada Hinata, Gadis itu sendiri terlihat tersenyum senang, meski ada sedikit kekesalan yang tersirat disana. Beruntung Hinata sempat di ajarkan beberapa trik untuk menggoda pria oleh Konan. Dan nyatanya trik itu sangatlah sukses. Apalagi jika di tujukan untuk pria mesum sejati seperti orang ini.
'Ba-balonnya besar sekali!' batin Hayniball dengan pandangan yang masih berfokus pada Oppai Hinata.
'Akan sangat merugikan jika aku langsung me-rape mereka berdua sekaligus. Fokusku mungkin akan terganggu!'. 'Lagi pula gadis ini lebih cocok untuk jadi hidangan penutup. Aku pasti akan sangat puas!' batinnya semakin nista. Selama Hayniball sibuk dengan fikiran mesumnya Sakura menarik Hinata hingga mundur beberapa langkah dari tempatnya.
"Apa yang kau rencanakan, Hinata-San?!". "Kenapa kau malah menggodanya?!" bisik Sakura.
"Hanya memancingnya keluar" jawab Hinata santai. Sakura sebenarnya ingin menanyakan pertanyaan lanjutannya, tapi teriakan penuh kemesuman Hayniball, merusak moment mereka.
"Kouu~ sudah kuputuskan. Aku akan me-rape eumh~ maksudku memeriksa Sakura-Chan dulu!". "Ayo sini sayang~"
"Dengar Hinata, pada dasarnya pria itu mesum. Hanya saja ada yang termasuk dalam 'mesum terbuka' dan 'mesum tertutup'. Saat kau sendirian, kau bisa memanfaatkan keseksianmu untuk mengelabui musuh dan menyerangnya saat ada kesempatan. Tapi jika kau bersama seorang teman wanita yang kalah seksi darimu, kau bisa menggunakannya sebagai umpan!"
"Karena pria cenderung 'memakan' orang yang kurang sempurna lalu 'memangsa' yang lebih sempurna sebagai penutup. Mereka akan merasa lebih puas saat melakukan itu!". "Yah ... Selama ini, itulah hasil penelitianku!'
'Sudah kuduga. Konan-Senpai memang hebat dalam masalah ini!' batin Hinata penuh percaya diri karena secara tidak langsung ucapan Hayniball membuktikan jika Hinata lebih seksi dan terlihat sempurna di Mata pria, di bandingkan Sakura. Setelah petuah Konan kembali mengiang di fikirannya.
"Heeee!" Sakura bersuara dengan paniknya. Gadis itu menatap Hinata, seolah-olah meminta pertolongan. Tapi Hinata tetap cuek-bebek dan hanya tersenyum santai seraya mengacungkan Jempolnya untuk gadis bersurai pinky itu.
"Semoga berhasil Sakura-San" ucap Hinata dengan Wajah tanpa dosanya.
"Tidaakkk!" teriak Sakura yang semakin panik. Apalagi kini pria mesum itu sedang menarik Sakura menuju Kursi yang ada di tempat. Sakura terus berusaha untuk melepaskan dirinya dengan berbagai cara. Meronta, memukul, bahkan menggigit Tangan Hayniball tapi itu sama sekali tidak bekerja pada pria itu.
"Baiklah Sakura-Chan ... Bagaimana kalau kita main di Kursi" ucap pria itu dengan santainya, seraya mendorong gadis itu di Kursi. Posisinya saat terjatuh di Kursi itu benar-benar terlihat indah nan menggoda di Mata pria mesum itu, dan dengan memainkan Jarinya, Hayniball membawa Tangannya mendekat ke Tubuh Sakura, tentu saja dengan Wajah dan tawa mesumnya.
"Hehehe. He—" Tawa Hayniball terhenti, begitu pula dengan Wajah dan gerakan mesumnya. Lalu jika di perhatikan dengan seksama, sebuah kilatan Listrik mengalir di Tubuh pria itu.
Bruukk!
Hayniball pun ambruk. Dan kini terlihat di belakang pria itu, Sasuke berdiri dengan gagahnya. Kilatan Listrik masih terlihat mengalir di Tangan kiri pemuda Uchiha itu. Sasuke menatap Hinata dengan pandangan yang sulit di artikan, sementara yang di tatap hanya tersenyum santai seraya melipat Tangan di Dadanya. Yap, Hinata tidak terkejut sedikit pun dengan kedatangan Sasuke.
'Sepertinya dia sudah tau aku ada disini'. 'Hah! Padahal aku ingin melihat Tubuh Hinata, pria bodoh ini serakah sekali ingin menikmati ke duanya!' umpat sang Uchiha dalam batinnya.
'Tapi ... Kenapa bukan Hinata dulu!' batin Sasuke yang masih tidak terima dengan pilihan Hayniball.
"Munggirlah keparat! Kau itu berat sekali!" desis Sakura seraya terus mencoba keluar dari himpitan Hayniball. Sasuke segera mengalihkan pandangannya, dan alangkah terkejutnya pemuda Uchiha itu karena Hayniball pingsan di atas Sakura.
"Keparat kau!". "Bahkan saat pingsan kau masih bisa memilih tempat yang bagus untuk jatuh!" teriak Sasuke seraya menginjak-injak Kepala Hayniball dengan kesalnya. Tentu saja setelah membantu Sakura.
•
Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
"Horyaaa!" teriak Naruto seraya memberikan tendangannya pada Magellan. Tapi pria bertanduk itu mampu menahan tendangan Naruto dengan ke dua Tangannya yang di posisikan sedemikian rupa untuk menutupi Kepalanya, target serangan Naruto. Dengan gerakan cepat pemuda bersurai pirang itu segera melompat mundur untuk menjaga jarak.
"Cairan ini lagi" umpat Naruto seraya mengerak-gerakan Kakinya, seorah-olah berusaha mengusir Cairan seperti Lendir berwarna ungu yang menempel disana. Sementara Magellan hanya diam saja, seraya terus mengamati musuhnya itu. Ada yang aneh dari Naruto, dan dia sangat penasaran dengan itu.
"Bodoh! Sudah kubilang jangan menyentuhnya. Kau membuatku sibuk dengan Racun 'Kambing' itu!" Kurama berteriak kesal di fikiran Naruto, karena harus mengurusi Racun yang menyebar di Tubuh Jinchurikinya setiap kali bersentuhan dengan Magellan.
"Jika aku tidak menyentuhnya, bagaimana aku menyerangnya?" gumam Naruto. Sementara Kurama yang sudah kesal, kini bertambah kesal lagi saat mendengar pertanyaan bodoh Naruto. Dengan kembali berteriak-teriak di fikirannya, Sang Bijuu ekor sembilan itu kembali menceramahi pemuda bersurai pirang itu.
"Kenapa kau menjadi bodoh seperti ini?!". "Kau punya Jutsu kan? Gunakan itu bodoh!" umpat Kurama dengan kesalnya.
"Kou~" dengan Wajah bodohnya Naruto menutupi ke dua Telinganya. Agaknya si pirang cukup terganggu dengan teriakan Kurama.
"Kau tidak perlu berteriak-teriak seperti itu!". "Kepalaku pusing tau!"
'Dia bicara sendiri lagi!'. 'Siapa dia? Apa orang gila?!' Batin sang Kepala Sipir dengan penuh tanda tanya, tanpa mengalihkan pandangannya pada Naruto sedetik pun.
'Bukan hanya itu, orang gila ini juga memiliki fisik yang kuat. Seharusnya dia sudah mati, tapi sepertinya Racunku tidak bekerja!' lanjutnya, yang suda memantapkan diri untuk memanggil Naruto, orang gila. Naruto yang sedari tadi terus beradu argumen dengan sang Bijuu, kini menghentikan aksinya. Dengan pandangan penuh selidik pemuda bersurai pirang itu menatap Magellan.
"Apa yang kau fikirkan Kambing-San?!" ucap Naruto masih dengan pandangan yang sama. Sementara Magellan terlihat terkejut karena secara tidak langsung, seolah-olah Naruto bisa membaca fikirannya, atau mungkin kebetulan?. Tapi mengabaikan arti yang tersirat dari kalimat itu, sang Kepala Sipir mulai mengamati kata per kata yang di ucapkan Naruto. Entah kenapa, dia merasa ada yang salah dengan itu. Hingga ahirnya ...
"Kamfreettt! Aku adalah Kepala Sipir Penjara Impel Down tau!". "Berani sekali kau memanggilku Kambing?!"
"Kau akan menyesal!" Magellan mulai berteriak-teriak penuh kekesalan, seraya menunjuk-nunjuk Naruto. Setelah puas memberikan umpatannya pada si pirang, Magellan mulai menarik nafas panjang, hingga terlihat Dadanya mengembang maksimal. Di saat-saat bahaya begitu Naruto bukannya bersiap untuk serangan itu, si pirang malah masih sempat-sempatnya masuk ke alam bawah sadarnya dan menemui Kurama.
"Hey kurama ... Dia terlihat marah, apa aku salah memanggilnya Kambing?!" Bukannya menjawab, Kurama malah terlihat mendesah. Tapi sedetik kemudian sebuah tinju menghantam Naruto dengan telak. Yap, itu adalah perbuatan sang Bijuu.
"Ini bukan saatnya untuk itu bodoohhh!" Teriak Kurama penuh dengan kekesalan. Tentu saja dengan sebuah pukulan telak dari sang Kyuubi, yang cukup untuk mengusir Naruto dari alam bawah sadarnya sendiri.
'Menyedihkan ... Bahkan aku di usir dari alam bawah sadarku sendiri ...' batin Naruto miris, saat di terbangkan oleh tinju sang Bijuu.
"Uuuhhhh~" ucap Naruto saat pertama kali sadar dengan paksa seperti itu. Dan bagaikan orang linglung, si pirang terlihat kebingungan seraya menengok kesana-kemari untuk mencari tau apa yang terjadi. Tapi sayangnya, Magellan tidak terlalu memusingkan tindakan apa yang di lakukan Naruto. Hanya saja kini, pria bertanduk itu semakin yakin jika Naruto adalah orang gila.
'Dia benar-benar gila!' batin Magellan yang mulai menyemburkan Racun dengan intensitas besar. Naruto yang melihatnya itu, malah terlihat sangat panik. Dengan ke dua Tangan di Kepala, pemuda bersurai pirang itu mulai berlari tanpa arah tujuan dan acak untuk terus menghindari semburan Racun itu.
"Mati kau, orang gila!"
"Uwwaaaahhh~ Kurama tolong aku ..."
"Tooolllooonnggg akh—" terikan Naruto terhenti. Karena saat ini, pemuda bersurai pirang itu terlibas semburan Racun Magellan. Kurama hanya menatap aneh Naruto. Sang Bijuu terkuat itu tidak habis fikir kenapa Jinchurikinya sangat aneh saat ini.
'Apa yang terjadi dengan bocah ini. Tadi tiba-tiba saja dia sangat bodoh, sekarang malah berubah menjadi penakut seperti ini!' desis Kurama.
"Sadarlah bodoh!" Teriak sang Bijuu seraya menarik paksa kesadaran Jinchurikinya, hanya untuk kembali memberikan sebuah pukulan telak pada pemuda bersurai piranh itu. Sementara Magellan terlihat yakin jika Naruto sudah kalah saat terkena serangannya kali ini. Mengingat Naruto kini terlihat terkapar dengan Tubuh bermandikan Racunnya. Tapi alangkah terkejutnya Magellan karena si pirang kembali bangkit dari acara terkaparnya.
"Ugh!". "Tadi itu sakit sekali ..." gumam Naruto seraya kembali mencoba untuk bangkit.
'Kurama, tolong urus Racun ini!'. 'Aku akan mengurus orang itu!' batin Naruto. Kurama terlihat menyerangai saat merasakan Naruto sudah kembali menjadi dirinya lagi. Sementara Magellan benar-benar tidak habis fikir dengan kekuatan fisik Naruto. Mengingat Racunnya sama sekali tidak mempan pada Naruto.
"Sudah kulakukan dari tadi!" balas Kurama, masih dengan serangainya.
"Maaf Kambing-San ... Tapi mulai saat ini aku akan serius!" ucap Naruto penuh percaya diri.
"K-kau ..." desis Magellan. Naruto mulai bersiap dengan Kunai-Kunai Hiraishinnya. Tapi sebelum Naruto bergerak untuk memulai serangannya, rasa mual tiba-tiba saja menghinggapinya. Dengan susah payah Naruto berusaha menahannya, namun apa daya, kenyataannya berbicara lain. Dengan sangat memalukannya, si pirang muntah di hadapan musuhnya sendiri.
"Hooeeekkk!" Naruto muntah dengan tidak elitnya. Sebuah cairan kental berwarna ungu dengan sangat lancar terus mengalir dari Mulutnya. Dengan penuh kebingungan, Naruto terus memuntahkan cairan itu yang tak kunjung habis.
'Sial. Aku baru saja mengatakan hal keren, tapi malah muntah seperti ini!' keluh Naruto, setelah selesai dengan acara muntahnya. Dengan nada menahan tawa, suara Kurama terdengar mengiang di Kepalanya.
"Maaf Naruto, aku tidak bilang dulu akan mengeluarkannya. Tapi jika terlalu lama lagi Racun itu ada di Tubuhmu, kau bisa mati" ucap Kurama dengan santainya, tanpa memperdulikan tatapan kesal sang Jinchuriki.
"Jangan menatapku seperti itu, apa kau memilih untuk mati heh?!". "Lagi pula tidak ada Hinata kan sekarang. Kenapa harus merasa malu?!"
"Jangan membawa Hinata dalam topik ini!". "Aku sedang marah padamu! Dan aku tidak merasa malu tauuu!"
•
Naruto Piece :: The Ninja.
A Naru Piece Fanfiction by Tobi Tobio.
•
"Uhh~ Naruto, kau sama sekali tidak keren" ucap Hinata yang saat ini sedang menyaksikan pertarungan pemuda bersurai pirang itu dengan Magellan di sebuah Layar yang ada di tempatnya bersama Sasuke dan Sakura. Lain Hinata, lain pula yang menjadi fokus Sakura dan Sasuke, anak dari mantan Dokter Tenryuubito itu lebih tertarik dengan ketahanan fisik Naruto terhadap Racun orang terkuat di Impel Down itu. Dan Sasuke, pemuda Uchiha itu lebih tertarik dengan perubahan sifat Naruto.
Sasuke yang selama ini menjadi rekan si pirang tentu saja sangat mengenal sifat Naruto. Dia adalah anak yang pintar dan sangat perhitungan. Tapi yang terlihat saat ini, sangatlah berbeda dari Naruto yang di kenalnya selama ini. Pemuda bersurai pirang itu seperti memiliki sifat ganda bahkan lebih. Sesaat dia terlihat bodoh, lalu kembali pintar. Lalu kini, bahkan ditambah sifat penakut yang entah dari mana di dapatnya.
'Apa dia sakit?'. 'Sifatnya berubah-ubah seperti itu. Ada apa dengannya?!' batin Sasuke. Secara singkat Sasuke mulai menyusun setiap ingatan yang mereka lalui sebelum menuju Impel Down. Naruto mulai memperlihatkan gejalanya saat akan pergi dari Pulau. Dengan bodohnya Naruto melupakan Jutsu Hiraishin, yang merupakan Jutsu andalannya, lalu tertipu begitu mudah dan berahir dengan termakan seekor Monster Laut.
'Mungkin sifat mesum juga termasuk!' batinnya lagi, saat Sasuke teringat dengan gaya tidurnya yang berpelukan dengan Hinata dan saat menyelamatkan Sakura di Level satu Penjara Impel Down. Saat sedang sibuk dengan fikirannya sendiri, seseorang yang terasa sangat familiar dengannya terlihat tertangkap Kamera berjalan bersama seorang pria bimbang yang asing bagi Sasuke. Mengabaikan pria bimbang itu, Sasuke lebih berfokus pada orang satunya. Terlebih orang itu menggunakan pakaian yang khas, Jubah Akatsuki.
"Sakura. Kau tau tempat orang itu?!" tanya Sasuke tiba-tiba. Seraya menunjuk salah satu Monitor yang menampilkan sosok mereka.
"Sepertinya itu Level empat". "Eh tunggu! Kau mengenalnya?" tanya balik Sakura setelah menjawab pertanyaan Sasuke. Hinata mengalihkan pandangannya pada Monitor yang di tunjuk Sasuke, dengan pandangan bingung Hinata mulai menyeruakan pendapatnya.
"Apa mereka yang dimaksud Uchiha Itachi dan Ivankov itu?!"
"Kurasa begitu. Aku merasa familiar dengan orang berjubah Akatsuki itu". "Sakura antar kami pergi kesana!" pinta Sasuke, setelah menjawab dugaan Hinata. Tapi dua gadis itu terlihat tidak setuju dengan permintaan Sasuke.
"Hey kau belum menjawab pertanyaanku?!"
"Bagaimana dengan Naruto-Kun?!" Tanya Sakura dan Hinata yang hampir berbarengan. Sasuke hanya menghela nafasnya.
"Bukankah aku sudah bilang aku merasa familiar dengan salah satu dari mereka. Jika dia benar orang itu, berarti aku sangat mengenalnya". "Dan soal Naruto, dia bisa menyusul. Dia sudah menanamkan segel Hiraishin padaku!" jawab Sasuke.
Di tempat Pertarungan Naruto dan Magellan.
Sepertinya pertarungan yang cukup sengit sudah terjadi di antara Naruto dan Magellan, mengingat Lantai tiga Penjara Impel Down sudah penuh dengan cairan Racun dan Kunai-Kunai Hiraishin Naruto yang bertebaran di tempat itu. Cairan Racun Magellan terlihat meletup-letup akibat Panasnya Lantai tiga, dan itu menimbulkan Asap beracun yang cukup membahayakan bagi Naruto.
"Hahaha! Bagaimana sekarang wahai Orang Gila-Kun?!". "Apa kau masih bisa bertahan dari Racunku?" ejek Magellan dalam tawanya. Naruto hanya menatap sengit lawannya itu. Ada sebuah kekesalan yang besar dari pemuda bersurai pirang itu, hanya saja keadaan Naruto terlihat tidak memungkinkan, terlebih Kurama sudah terlalu sering mengutarakan keluhannya karena terus di sibukan dengan Racun-Racun yang menyerang Tubuhnya.
"Mundur saja. Kambing itu cukup kuat, lagi pula aku sudah malas mengurusi Racun". "Aku adalah Bijuu terkuat, bukan Pawang Racun!" keluh Kurama untuk kesekian kalinya, kembali mengiang di Kepala Naruto. Si pirang pun meski tidak mengatakan apa pun tetap memikirkan itu. Walau bagaimana pun Uzumaki Naruto sedang memikirkan cara terbaik untuk keluar dari masalah ini.
"Aku juga sedang—"
Duuuttt ...
Naruto menghentikan ucapannya saat suara nista itu keluar dari Bokongnya. Dengan Wajah menahan malu Naruto menatap Magellan berharap sang musuh tidak mendengar suara yang di keluarkannya. Tapi dilihat dari gelagat dan tatapan sinis nan mengejek dari pria itu, agaknya Magellan mendengarnya, harapannya mungkin tidak akan terkabulkan.
"Apa?". "Aku tidak tuli!"
"Menjijikan!" desis Magellan masih dengan tatapan sinis nan mengejeknya.
'Hancur sudah ...' batin Naruto.
"Maaf kawan—"
"Aku tau ... Pasti akan berbahaya kalau kau tidak mengeluarkannya kan?!" ucap Naruto dengan Wajah sedihnya, memotong ucapan Kurama. Tapi, saat sibuk dengan kesedihan hatinya yang terasa memalukan dalam pertarungannya saat ini, Magellan sudah mengambil langkah. Dengan gerakan cepat sang Kepala Sipir sudah berada di depannya, lengkap dengan tinju yang terlapisi Racun. Namun untungnya sebuah Boneka tiba-tiba saja muncul di depan Naruto dan menahan serangan Magellan.
Duaaakk!
"Ugh!" Magellan mengerang saat Badannya terkena tendangan dari Boneka itu. Tapi dengan cepat Magellan bangkit dengan tatapan penuh kekesalannya karena lagi-lagi daerah kekuasaannya di datangi para penyusup.
"Yuuuhhhuuuu~" Deidara berteriak dengan santainya di atas sana seraya melambaikan Tangannya. Di sampingnya Sasori berdiri tanpa banyak bicara, salah satu Tangannya terlihat masih berpose ria, setelah menggerakan Bonekanya untuk melindungi Naruto dari serangan Magellan beberapa saat lalu.
"Hoy Naruto, sepertinya kau butuh bantuan" Deidara kembali berteriak.
"Baiklah,Sasori-Dono ... Lakukan" ucap Deidara seraya menepuk pundak Sasori, sebelum meninggalkan pria bersurai merah itu sendirian.
"Kamfreet kau Deidara-Senpai!". "Jika tidak akan membantu, kenapa berteriak-teriak seperti itu!" desis Naruto saat melihat Deidara pergi begitu saja, namun sayangnya yang di teriaki tetap melenggang dengan santainya tanpa ambil pusing. Sementara Sasori melompat dari tempannya dan mendarat dengan sempurna di samping Naruto.
Tap ...
"Aku yang akan membantumu". "Deidara itu tidak cocok bertarung dengannya" ucap Sasori. Agaknya pria pecinta Boneka itu sedikit berbohong pada Naruto, karena alasan yang sebenarnya adalah Sasori kalah dalam permainan Kartu dan harus menuruti kemauan Deidara selaku pemenang. Dan inilah hasilnya, Sasori harus mengadapi Magellan sesuai perintah Deidara.
"Lain kali aku akan lebih baik lagi dalam berbuat curang!" gumam Sasori sedikit meratapi nasib di perintah Kohainya seperti ini.
"Kau mengatakan sesuatu?"
"Bukan apa-apa. Sebaiknya kau cepat pergi" jawab Sasori. Naruto hanya mengangguk lalu mulai berlari meninggalkan mereka berdua. Sementara Magellan tidak terlalu ambil pusing dengan kepergian Naruto, pria itu lebih tertarik pada Sasori.
"Akatsuki ... Jadi kalian dalang di balik semua ini heh?!" desis Magellan. Sasori tidak menjawab, melainkan mulai menyerang sang Kepala Sipir dengan Boneka andalannya, Kazekage ke tiga.
Sementara di tempat Naruto.
Pemuda bersurai pirang itu kembali ke tempat dimana Yonbi tergeletak, karena pertarungannya dengan Magellan tadi membuat mereka menjauh dari tempat itu. Kini Naruto terlihat sedang meraba-raba Dinding mencoba mencari sebuah tombol rahasia untuk membuka Pintu yang di gunakan Magellan tadi. Namun sialnya apa yang di carinya tidak mudah untuk di temukan. Sementara di ujung sana, mulai terdengar gemuruh yang menandakan pertarungan antara Sasori dan Magellan telah di mulai.
Tapi kesialan Naruto belum berahir, Yonbi yang sedari tadi pingsan kini mulai sebuah auman keras Kingkong Lava itu menandai kebangkitannya. Naruto hanya menatap malas kelakuan Yonbi seraya terus mengumpat dalam batinnya akan kesialan yang terus menimpa dirinya. Tapi secara ajaib dan tidak di sangka-sangka, Yonbi mengeluarkan suara imutnya saat pandangannya menangkap sosok Naruto.
"Kuaahhh~" Yonbi mengeluarkan suara seperti itu, dengan Mata lope-lopenya saat menatap Naruto. Dan dengan gerakan cepat Bijuu ekor empat itu menangkap Naruto hanya untuk berahir dengan elusan antara Pipi dan Pipi. Yap, Yonbi menangkap pemuda bersurai pirang itu hanya untuk saling mengeluskan Pipi mereka masing-masing. Sang Kingkong terlihat senang, berbeda dengan Naruto yang terlihat sedih dan tertekan.
'Apa-apaan ini!'
"Ha ... Ha ... Ha ... Seekor Bijuu yang mengaku sebagai Raja Kera, terlihat menyedihkan seperti ini!" komentar Kurama dengan tawa hambarnya. Meski tertawa, tapi dari nadanya Bijuu ekor sembilan itu tidak terdengar senang sedikit pun. Agaknya Kurama malah merasa malu dan miris pada keadaan yang menimpa Yonbi itu.
"Hoy kau bilang tadi Raja kan?". "Kenapa dia malah bertidak seperti betina? Bukankah Raja lebih cocok untuk jantan?!" tanya Naruto bertubi-tubi. Naruto saat ini kembali memasuki alam bawah sadarnya untuk menemui Kurama. Yah, dari pada merasakan Bulu Yonbi yang membuat bulu kuduknya merinding, Naruto lebih memilih bertukar informasi dengan Bijuunya.
"Entahlah. Dia sendiri yang memproklamirkan dirinya sebagai 'Raja'. Tapi ... Nyatanya tidak ada 'lubang' atau pun 'benda menonjol' disana" jawab Kurama masih dengan Wajah mirisnya.
"Not found ..." gumam Naruto.
"Tapi jika di fikir-fikir ... Bukankah kau pun sama?!" ucapnya dengan Wajah yang terlihat aneh di Mata Kurama.
"Keparat!". "Apa yang kau lihat hah!" desis Kurama dengan sangat kesalnya, seraya mencoba menutupi selangkangannya yang rata.
"Gehehehehe~" Naruto tertawa penuh kemenangan sebelum menghilang dari pandangan Kurama. Sementara umpatan penuh kekesalan dari Kurama menjadi penghias kepergiannya.
"Hoi Yonbi" ucap Naruto. Mendengar orang yang di cintainya bersuara. Yonbi menghentikan gerakannya dan mulai menatap Naruto yang masih ada di genggaman Tangannya.
'Sepertinya ini gara-gara Kepalanya terbentur Dinding besar tadi ... Tapi ini menguntungkan untukku!' batin Naruto dengan liciknya.
"Bocah itu ... Sekarang dia juga memiliki sifat licik!" desis Kurama.
Beralih ke Tempat Sasuke.
Pemuda Uchiha itu sedang berlari seraya menggendong Sakura, sementara Hinata berlari di sampingnya. Mereka terlihat terburu-buru untuk menyusul Itachi dan Ivankov. Yap, faktanya saat mereka sampai di tempat itu, keberadaan dua orang itu sudah tidak ada. Namun beruntungnya Mata sakti Hinata masih dapat melihat mereka. Dan inilah hasilnya, mereka berdua kini berlari tergesa-gesa untuk menyusul Itachi dan Ivankov.
Berdua? Yap. Karena Sakura hanya duduk manis di atas punggung Sasuke.
"Mereka terlihat memasuki Hutan!". "Kita harus lebih cepat, pandanganku sedikit terganggu. Hutan itu ... Terasa memantulkan pandanganku" konfirmasi Hinata. Sasuke hanya mengangguk mengerti seraya mempercepat lari mereka.
"Biar kuperjelas lagi ... Jadi pria berjubah itu kakakmu?" tanya Sakura, kembali memperjelas apa yang sudah di jelaskan Sasuke. Agaknya Selama berlari mengejar Itachi dan Ivankov, pemuda Uchiha itu sudah menjelaskan dugaannya.
"Kemungkinan besar. Karena aku merasa familiar dengan Wajahnya!" jawab Sasuke. Sang Uchiha mulai memutar kembali ingatannya, saat itu, sebelum tragedi pembantaian Ninja, Itachi sedang menjalankan sebuah Misi. Jadi tak heran jika Uchiha itu selamat dari pembantaian itu, lagi pula semenjak itu para Ninja yang selamat langsung menyembunyikan diri mereka, bahkan hingga berpindah Pulau. Jadi bukankah wajar jika Itachi tidak pernah kembali setelah menjalankan Misinya.
Terkaan Sasuke, Setelah itu Itachi bergabung dengan Akatsuki. Dan itulah kenapa para anggota Akatsuki mengenali kakaknya. Tapi jika benar begitu, kenapa sang kakak tidak pernah menemuinya, bukankah dalam tiga tahun terahir Konoha dan Akatsuki berhubungan cukup baik?! Minato secara rutin berkunjung ke Kapal Akatsuki dan berbagi informasi. Apa selama itu mereka tidak pernah menyinggung keberadaannya?! Atau ada alasan lain kenapa Itachi tidak pernah menemuinya?! Terlalu banyak yang ingin di tanyakan Sasuke pada sang kakak. Saat sedang sibuk dengan fikirannya, teriakan Hinata membuyarkan segala lamunannya.
"Sasuke-San ... Awas!" teriaknya.
Sasuke tersadar dari lamunannya hanya untuk mendapati sebuah Cakar Serigala yang cukup besar sedang mengarah padanya. Sasuke salah dalam mengambil respon dalam keadaan sempit itu, pemuda tampan itu berniat mengambil Pedang Kusanaginya. Tapi karena ke dua Tangannya terkunci untuk menopang berat badan Sakura, keinginan itu tak bisa terlaksana.
"Sial. Aku lupa!" umpat Sasuke. Mati langkah. Yap, itulah yang di alami pemuda bermarga Uchiha itu. Dengan tatapan kesal Sasuke hanya bisa pasrah dirinya akan terkoyak Cakar Serigala itu. Namun Sasuke agaknya harus berterima kasih pada Hinata karena gadis itu kini menyelamatkannya.
"Hakke Kusho!" desis Hinata seraya menghantamkan pukulannya. Sang Serigala pun terlempar hingga menabrak Pohon dengan keras. Tapi keadaan tidaklah membaik, karena kini kawanan Serigala itu mulai keluar dari persembunyiannya dan mengepung mereka. Siangat banyak! Kawanan Serigala itu memiliki jumlah fantastis. Kau pasti akan malas untuk menghitung jumlah pasti mereka.
Dengan tatapan penuh lapar dan buas, Serigala-Serigala itu mulai menyerang mereka. Sinyal bahaya segera terasa oleh Sasuke dan yang lainnya, tapi Sebuah Kilatan Cahaya muncul di atas Sasuke dan terlihatlah seekor Kingkong raksasa yang di kenal dengan sebutan Yonbi itu sedang berdiri dengan gagahnya di atas Sasuke, Hinata dan Sakura. Yap, itu artinya mereka saat ini tepat berada di selangkangan sang Kingkong.
"Gawaaattt!". "Kingkong itu lagi!" teriak Sakura penuh ketakutan. Sementara Sasuke dan Hinata terlihat waspada. Namun kehadiran Naruto di Pundank sang Kingkong membuat mereka bingung. Apa lagi pemuda bersurai pirang itu kini terlihat mampu memerintahnya.
"Tenanglah ... Sang pahlawan kini sudah datang!" ucap Naruto dengan bangganya, seraya berpose di atas Pundak Yonbi.
"Maju Kong-Chan!". "Basmi Serigala-Serigala itu!" lanjutnya memberi perintah. Dan serangan ala Kingkong pun di mulai. Dengan serangan membabi-buta, Yonbi menghajar setiap Serigala yang di lihatnya tanpa memperdulikan jika serangannya akan mengenai Sasuke, Sakura atau pun Hinata yang notabene adalah teman Naruto.
"Uwaaahhhh!"
"Kyaaaa!"
"Naruto ... Serang yang benar!"
Dengan berlarian panik ke tiga orang itu terus mencoba menghindari Tangan, Kaki atau pun Ekor Yonbi yang nyasar ke arah mereka saat menyerang Serigala-Serigala itu. Naruto tentu saja tidak diam saja, sudah berkali-kali pemuda bersurai pirang itu memperingati sang Kingkong untuk menyerang musuhnya dengan benar, tapi sayangnya Kingkong itu tidak menggubris ucapan si pirang itu.
"Kong-Chan ... Hati-hati sedikit, mereka teman-temanku" ucap Naruto untuk kesekian kalinya. Namun percuma saja, Yonbi sepertinya tidak ambil perduli dengan ucapan Naruto.
'Sebenarnya Kingkong itu mengerti tidak sih ucapanku?!' umpat Naruto dalam batinnya.
Sepuluh menit kemudian, Yonbi telah selesai dengan pertarungannya. Kawanan Serigala-Serigala itu sudah banyak yang terkapar tak berdaya, sementara sisanya sudah kabur entah kemana. Yonbi terlihat tersenyum senang dengan hasil kerjanya. Beda dengan Sakura, Sasuke dan Hinata yang terlihat kesal di balik nafas terengah-engahnya. Sungguh beruntung mereka masih selamat setelah semua yang mereka lalui.
"Kau ..." desis Sasuke dengan kesalnya. Sementara Hinata dan Sakura tidak mampu berkata apa-apa. agaknya ke dua gadis itu terlalu lelah untuk menyuarakan kekesalannya.
"Maaf ... Maaf ... Aku sudah memperingatinya, tapi sepertinya Kong-Chan tidak mengerti" ucap Naruto yang merasa bersalah seraya menggaruk Pipinya sendiri. Mengabaikan itu, sang Kingkong kini sedang menari-nari dengan riangnya karena menyangka Naruto sedang memujinya, tak lupa dengan memukul-mukul Dadanya sediri, untuk mengexpresikan kesenangannya.
"Lihat Kingkong itu!" desis sang Uchiha dengan kesalnya. Entah kenapa Sasuke terlihat sangat kesal dengan kehadiran Kingkong itu.
"Ah~ sudahlah Sasuke ... Maafkanlah Kong-Chan" ucap Naruto lagi. Sementara Sasuke hanya mendecak kesal tanpa mengatakan apa-apa lagi.
"Oh iya ... Omong-omong kalian mau kemana?" tanya Naruto mengalihkan pembicaraan. Sasuke terlihat terkejut, lalu mengalihkan pandangannya pada Hinata, sepertinya pertanyaan Naruto telah mengingatkan tujuan mereka memasuki Hutan ini.
"Hinata!"
"Ah iya! Mereka terlihat memasuki sebuah Gua di depan sana!" ucap Hinata setelah mengaktifkan Mata Byakugannya seraya menunjuk salah satu arah. Tanpa banyak bicara lagi Sasuke segera berlari ke arah yang di maksud di ikuti oleh Hinata, karena Sakura sedari tadi selalu berada di Punggung Sasuke.
"Hey!". "Jelaskan sesuatu!" teriak Naruto. Namun sialnya tidak ada yang menggubris perkataannya.
Di tempat pertarungan Magellan dan Sasori.
Tempat yang sudah hancur itu semakin hancur akibat pertarungan ke duanya. Lantai tiga Penjara Impel Down itu terlihat hampir roboh, atau mungkin bisa di katakan sudah roboh, karena hanya menyisakan tepiannya saja yang masih bertahan di tempatnya. Sementara bagian tengah dari Lantai ini sudah hilang entah kemana. Sasori terlihat berdiri di tepian Lantai tiga yang masih berdiri kokoh di tempatnya. Pandangannya terus menatap sosok Magellan yang sudah tergeletak tak berdaya di Lantai empat yang sangat panas dan terkenal dengan sebutan Neraka Api.
"Sudah selesai ..."
"Tapi aku sungguh tidak menyangka kau bisa mengalahkan Boneka terkuatku" ucap Sasori dengan tenangnya, di depan Magellan yang terlihat sudah tergeletak tak berdaya di hadapan pria bersurai merah itu. Meski sudah kalah agaknya Magellan masih bisa mempertahankan kesadarannya.
'Aku bahkan sampai memperlihatkan wujud ini!' batinnya.
"Kalian ... Pantas saja menjadi Bajak Laut yang paling di takuti saat ini". "Aku mengerti sekarang ... Akatsuki memiliki kekuatan yang sulit di percaya!" gumam Magellan lemah.
"Bahkan kau merubah Tubuhmu sendiri menjadi Boneka tanpa bantuan Buah Iblis ... Benar-benar sulit di percaya!" lanjutnya.
"Aku anggap ini pujian—". "Uh?" ucapan Sasori terhenti saat dirinya merasakan ada yang datang.
Sat ...
Dengan Shunshin no Justu, Sasori bersembunyi dari tempatnya. Dan benar saja terlihat seorang pria berperawakan besar melompat dari Lanntai satu dan mendarat sempurna di Lantai empat melalui Lubang besar yang di buat Yonbi dan pria bersurai merah itu. Senyum sinis menghiasi Wajah orang itu saat melihat Magellan tergeletak tak berdaya. Dan Magellan sendiri terlihat tak suka dengan kedatangan orang-orang itu.
"Kau ..."
"Aku sempat merasa salah tempat saat melihat Bangunan ini, kufikir ini bukan Impel Down". "Tapi saat melihatmu aku sedikit yakin jika ini tempat itu ..."
"Lihatlah, tempat ini terlihat sangat menyedihkan!". "Tempat yang menjadi kuburan bagi para Bajak Laut benar-benar hancur seperti ini?!"
"Menyedihkan sekali!" ucapnya sinis. Magellan hanya diam saja, tapi dari Wajahnya terlihat jelas jika dia sangat kesal dengan kata-kata orang itu.
"Aku akan membawa Protgas D Ace. Angkatan Laut memerintahkanku untuk membawanya". "Dimana dia?!"
"Orang itu. Ah!" Sasori bergumam dari tempat persembunyiannya, seraya terus mengawasi mereka. Namun lagi-lagi, kehadiran seseorang membuatnya terkejut.
"Marshal D Tech. Atau aku harus memanggilmu Kurohige hem?" ucap seorang wanita cantik dengan pakaian yang sedikit terbuka mengexpose lekuk Tubuhnya yang seksi.
"Ah! Boa Handcook. Senang bertemu denganmu" balas pria tadi yang ternyata bernama Marshal D Tech a.k.a Kurohige.
"Dua Shichibunkai ada di Impel Down, apa yang kalian lakukan selama kekacauan ini hah?!" desis Magellan. Sepertinya pria bertanduk ini sedikit kesal karena meski mereka sedang berada di Impel Down, tapi nyatanya mereka tidak membantu sedikit pun saat Impel Down benar-benar kacau seperti ini.
"Jangan salah sangka. Aku datang kesini hanya untuk melihat bagaimana Wajah Protgas D Ace". "Dan dengan apa yang terjadi dengan Impel Down tidak ada hubungannya denganku!" balas sang wanita seksi itu a.k.a Boa Handcook.
"Dan perlu di luruskan. Aku baru sampai pagi ini!" ucap Kurohige. Magellan kembali hanya mendecak kesal mendengar ucapan dua Shichibunkai itu.
"Omong-omong Handcook, apa kau sudah bertemu Ace?" tanya Kurohige.
"Belum si bodoh Hayniball itu tidak kunjung kembali setelah meninggalkanku untuk mengambil sesuatu di Kantor Penjaga"
"Jadi begitu ya ... Mau kutemani?". "Kurasa kau sudah tau dimana anak itu di Penjarakan?!"
"Ya. Lantai enam!" Kurohige terlihat menyerangai saat mendengar Ace di penjarakan di Lantai itu. Karena apa, tentu saja karena dia memiliki maksud lain dari kedatangannya, selain tentu saja melaksanakan tugas dari Angkatan Laut.
"Bagus!". "Seperti yang kuharapkan!" gumamnya.
Di Tempat Deidara.
"Hoaamm~". "Haaahh~ sudah Pagi rupanya. Aku ketiduran ... Apa pertarungan Sasori-Danna sudah selesai apa belum ya?" gumam Deidara saat melihat sang Fajar yang mulai menyingsing menghapus kegelapan di Langit dengan Cahayanya.
"Akatsuki ... Sedang apa kau ada disini?" tanya Seorang pria yang memakai Topeng, dengan Tubuh yang besar dan berotot, sementara teman-temannya yang lain sudah bersiaga, sesaat setelah salah satu anggota Akatsuki itu bangun dari tidurnya. Deidara sedikit bingung. Selain dia sendiri belum sadar sepenuhnya, pria bersurai pirang panjang itu tidak mengenali siapa orang itu.
"Siapa kalian?" tanyanya tanpa memperdulikan tatapan penuh selidik.
•
BERSAMBUNG.
•
Note ::
Ahirnya selesai juga fict ini. Maaf atas keterlambatannya Tobi sibuk sekali. Dan seperti yang sudah di jelaskan di atas, Tobi tidak bisa lagi update seminggu sekali. Maaf.
Oh iya ... Mungkin Reader-San akan bingung jika menyamakan Alur ini dengan Cannon. Jadi Tobi sarankan jangan melakukan itu, bukankah lebih seru jika sedikit (banyak) terjadi perubahan, toh kita jadi mendapatkan sebuah 'sesuatu' yang baru, hahaha :v.
