Chapter 2

When a vampire falls in love (Kyūketsuki wa koiniochiru to ki)

By: Phaniechan98

Disclainmer : Masashi Kishimoto

Gender : Romance, Drama, and Supernatural

Warning:

Ooc

Typo

Rate M (for save)

.

.

.

.

.

.

.

"Jadi apa kalian tau dimana Obito-nii tinggal?" tanya Naruto kepada dua pria di depannya. Izuna menolehkan kepalanya pada naruto dan kembali menghadap depan. Merasa diacuhkan naruto menjadi kesal.

"Kenapa kalian mengacuhkan ku, kalian para Vampir Uchiha memang menyebalkan Dattebayo"

Shisui menghela nafas sambil mendengar ocehan naruto yang tidak ada habisnya. 'kenapa Sasuke bisa tahan tinggal berdua dengan si bodoh ini'. Pikir Shisui heran.

"Diamlah Naruto, kita sebentar lagi sampai di Konoha kenapa kau tidak memakai kemampuanmu untuk merasakan hawa Sasuke." Kata Shisui

"Ah, Kau benar Shisui-nii dattebayo"

Naruto pun berkonsentrasi untuk mengaktifkan Mode Sage. Kelopak mata nya berubah warna menjadi merah seperti memakai eyeshadow, kelopak mata nya terbuka menampilkan bola mata seperti mata kodok berwarna kuning.

"Aku menemukannya dia tidak jauh dari sini dia diarah jam tiga, dua Kilometer dari sini."

"Aa, aku heran dengan mu Naruto kau terlihat seperti rubah kalo tidak mengaktifkan Mode Sage mu, dan saat kau mengaktifkannya seperti sekarang kau terlihat seperti kodok. Sebenarnya kau ini spesies apa?" tanya Izuna yang lebih mirip seperti pengejekan ditelinga naruto.

"Urusai Izuna-nii apa kah mulut mu itu hanya digunakan untuk menghina orang-ttebayo!, aku adalah Uzumaki Keturunan klan Senju! Tentu saja aku bisa Mode Kyuubi yang terlihat seperti rubah dan Mode Sage yang seperti kodok-ttebayo!" jawab Naruto yang tak terima atas hinaan Izuna.

"Aa"

Naruto tambah kesal atas tanggapan Izuna. Baru saja dia ingin membalas tanggapan Izuna kalo tidak dipotong Shisui.

"Naruto ku dengar Tsunade-sama dan Jiraiya-sama juga tinggal di konoha?"

"Ya, mereka tinggal di konoha mengurus salah satu sekolahnya untuk manusia disana, Tsunade-bachan menjadi pemilik sekaligus kepala sekolah dan Ero-sennin mejadi guru disekolah itu. Ah ada juga kakashi sensei disekolah itu."

"Aa, sekarang dimana tempat Sasuke. Kita sudah sampai, dilantai berapa dia berada?" tanya Izuna

"Lantai dua Dattebayo"

"Yosh Ikimashou"

.

.

.

.

.

.

.

Sakura sekarang sedang mandi dengan wajah yang ditekuk. Dia kesal dengan Vampir mesum aneh yang seenak jidatnya numpang tempat tinggal di apartemen-nya. Dia membiarkan air mancuran shower membasahi wajahnya. Ia melihat pantulan dirinya dicermin nampak jelas bekas gigitan berwarna merah dilehernya Sakura benci mengakuinya ia ingin merasakan sensasi yang menurutnya aneh itu lagi. Dan bila dipikir-pikir wajah Vampir itu tampan juga dengan garis rahang yang tegas , hidung yang mancung dan mata berwarna onyx yang tajam.

'ia bilang dia sudah meminum darah ku dan aku harus menjadi pasangannya'

Blush

Wajah Sakura memerah saat memikirkan Sasuke. Dan tidak menyadari ada seseorang yang masuk dan mendekatinya sambil menyeringai mesum. Dan memeluk dirinya dari belakang dan mengecup telinganya. Sontak wajah sakura semakin memerah.

"Harusnya kau mengunci pintunya Cherry,atau kau memang sengaja melakukannya,hmm" kata Sasuke sambil mengulum, menjilat dan sekali-kali menggigit telinganya. tangan Sasuke pun tidak tinggal dia,salah satu tangan itu pun merayap ke atas dan menemukan gundukan didadanya dan memainkan putingnya.

"Aaah" dan saat mendengar desahan Sakura,Sasuke semakin bergairah dan tangan satunya lagi yang awalnya dipakai untuk memeluk pinggang Sakura mulai mengarah ke pangkal pahanya kelima jarinya itu kini mengusap bagian lipatan itu dengan gerakan pelahan.

"Mmmh h-hentikan ahh" seringai Sasuke semakin lebar.

"Hm, Doshite? Aku inggin mendengar desahan mu, bukan kah kau menikmatinya?"

"Aaahh aku b-bilang hmmm h-hentikan!"

BUG!

Wajah Sasuke dengan indahnya dilempar dengan botol sabun cair. Segera saja Sakura memakai handuknya.

"Kau dasar Vampir mesum! Kau sudah numpang tempat tinggal di apartemen ku dan kau berani melakukan sesuatu yang mesum kepadaku!, itu tidak keren tau !" Sakura berteriak dengan wajah seperti kepiting rebus karena malu dan marah.

"Hm, Kenapa ?"

Tiga sudut siku-siku muncul di jidat sakura. "kenapa kau bilang kau bukan hanya mesum tapi juga bodoh!" jawab Sakura kesal.

"Kau lah yang bodoh, bukan kah kita sepasang kekasih sekarang" sahut Sasuke cuek sambil memegang pipinya yang memerah karena lemparan Sakura tadi.

"Aku tak pernah setuju dengan itu!"

"Hm"

"Chi, Vampir mesum!"

Saat Sakura membuka pintu dan ingin memakai pakaian betapa terkejutnya dia melihat orang asing duduk bersila ditengah ruang apartemennya. Mulutnya terbuka lebar dan matanya melotot seperti hampir keluar.

"Apa aku bilang si Teme pasti lupa menghubungi ku kalo dia bertemu gadis cantik." Kata Naruto.

"Kau pun akan seperti itu kalo aku membiarkan mu pergi sendirian Naruto..." Sahut Shisui bosan.

"Ah, Kalian rupanya. Kenapa kalian kemari ?" Kata Sasuke sambil memandang datar tiga pria tersebut.

"Kami mencemaskan mu Teme..." Jawab Naruto

"Hm" Sasuke mendengus pelan.

"Ngomong-ngomong sampai kapan kau berdiri disitu dengan mulut yang terbuka, mata yang melotot dan hanya di balut handuk yang pendek Hime. Kau tidak akan terlihat sexy kalo seperti itu..."perkataan Izuna membuat Sakura kembali sadar.

Mulai terlihat aura hitam yang tidak mengenakan di sekeliling Sakura dan membuat empat pria dalam ruangan itu ketakutan. Mood-nya sudah jelek dari tadi dan apa yang di liatnya ini menambah buruk suasan hatinya.

"Emm Hime, kenapa kau memandang kami semua seperti itu? Itu mengerikan-ttebayo..." kata Naruto.

"Aa, K-kau seperti m-monster pink" saut Izuna yang sekali lagi tidak tau situasi.

Aura hitam di sekitar Sakura jadi semakin meningkat. Tanggan nya sudah mengepal dan di jidat lebarnya sudah banyak bermunculan tiga sudut siku-siku.

"O-oi Izuna kenapa kau berkata seperti itu, J-Jangan d-dengarkan dia H-Hime" Kata Shisui menenangkan seorang gadis yang sedang menahan emosi di depannya ini.

"Hm," saut Sasuke acuh dan sukses menambah kekesalan Sakura.

BUG!
BUG!
BUG!
BUG!

Keempat pria tampan tadi pun akhirnya menerima bogem mentah Sakura.

"Katakan pada ku siapa kalian bertiga?, kenapa kalian masuk apartemen ku tampa izin?!"

Tanya sakura masih dengan aura hitam disekelilingnya dan membuat ketiga tamu tidak diundang itu meneguk liur dengan susah payah.

"K-kami s-sebenarnya... Ano i-itu k-kami..." saut Shisui takut dan gugup.

"T-Tenanglah Cherry mereka adalah kakak sepupu ku dan Sahabat ku" kata Sasuke.

"Kau membawa Teman Vampir aneh mu ke apartemen ku?" saut Sakura dengan suara yang sangat mengerikan.

"Mereka datang sendiri Cherry..."

Perkataan Sasuke malah membuat aura hitam itu makin meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya.

"Kau lah penyebab apartemen ku dipenuhi oleh Vampir-vampir aneh sepertimu!"

BUG!

Sekali lagi Sasuke menerima bogem mentah dari Sakura.

TO BE COTINUED

.

.

.

.

.

.

.

Author's Note:

Aaaaaaa #teriak di pojokan karena malu ini dalah fic pertama dan ada lime di chapter ini engga tau itu bagus apa engga. dan saya benar-benar mengharapkan Review kalian #bow.

profile char di fic ini :

Uchiha Shisui = Sepupu Sasuke dan kakak dari Uchiha Izuna

Uchiha Izuna= Sepupu Sasuke dan adik Uchiha Shisui

Uchiha Obito = Paman dari Sasuke, Shisui dan Izuna dan adik Fugaku

Uchiha Itachi= Kakak Sasuke

Uchiha Fugaku= Ayah Sasuke

Uchiha Mikoto = Ibu Sasuke

Uchiha Madara= Kakek Sasuke

Uzumaki Naruto= Penasehat dan sahabat Sasuke

Senju Tsunade= Nenek Naruto

Senju Jiraiya= Kakek Naruto

Mind to Review?

thank you for reading