Chapter 3
When a vampire falls in love (Kyūketsuki wa koiniochiru to ki)
By: Phaniechan98
Disclainmer : Masashi Kishimoto
Gender : Romance, Drama, and Supernatural
Warning:
Ooc
Typo
Rate M (for save)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Disalah satu ruangan apartemen yang tiba-tiba saja menjadi gelap terlihat empat pria tampan tengah duduk mengelilingi sebatang lilin. Terliat raut wajah meraka yang serius dengan aura yang mencekam disekitar mereka.
"Hm, kita mulai rapat ini sekarang" suara beriton Sasuke yang datar terdengar.
"Aa, aku sudah mengorek informasi hime." Kata Izuna dengan nada serius yang sangat kentara. Tiga pria yang lain pun memandangnya dengan pandangan kagum.
"Lanjutkan" perintah Sasuke.
"Sakura Haruno anak yatim piatu yang hidup sebatang kara berumur 17 tahun merupakan siswi tahun kedua di Konoha Gakuen, dia seorang siswi yang berprestasi dan mendapatkan beasiswa. Dan berkerja part-time di toko ramen Ichiraku dan berkerja pada hari minggu dan hari liburlainnya,"
"Wow, Kakkoi-ttebayo! Dari mana kau tau semua itu Izuna-nii" kata Naruto sambil mendekatkan wajahnya pada Izuna dengan mata yang berbinar-binar.
"Kau terlalu dekat Naruto!" Izuna mendorong wajah Naruto menjauh. "Aku tau dari raport dan kartu beasiswanya yang berada dikamar ini. Dia juga menyimpan lumayan banyak komik Hentai dan dari segi warna kesukaan sepertinya dia menyukai warna pink dan merah, itu semua terlihat dari warna pakaian dalamnya yang didominasi warna tersebut. Untuk tubuhnya,Ukuran dada cup c 25 dan lingkar pinggang 78cm berat badan 45 kg dan tinggi badan 156cm." lanjut Izuna.
Naruto dan Shisui hanya bisa sweatdrop dan speecless 'dari mana dia tau ukuran tubuhnya'pikir mereka berdua. Berbeda dengan Sasuke yang sudah dipenuhi pikiran mesum dikepalanya. "Shit!"gumamnya pelan saat merasakan adik kecilnya berdenyut tidak nyaman minta dibebaskan. Tapi dia baru menyadari sesuatu "dari mana kau tau ukuran tubuhnya?" tanyanya dengan tatapan mata yang menakutkan pada Izuna.
'bagus Sasuke/Teme kau bisa membaca pikiran ku/ku-ttebayo' Kata Shisui dan Naruto secara bersamaan dalam hati.
"Aku melihatnya yang hanya dibalut handuk pendek waktu dia terkejut melihat kami datang tadi pagi" jawab Izuna
"Dan dari mana kau tau dia berkerja part-time-ttebayo?"
"Aku bertanya padanya sebelum dia berangkat." Jawab Izuna dengan malas dan yang bertanya hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan tampang bodohnya.
"Jadi Sakura-chan siswi Konoha Gakuen ya? Itu adalah sekolah yang didirikan Tsunade-bachan, disana juga ada Ero-sennin dan kakashi sensei kita bisa minta bantuan mereka untuk menemukan dirinya Teme dan sambil mengawasi Sakura-chan bagaimana kalo kita menyamar menjadi siswa Konoha Gakuen-ttebayo?"
Sasuke memegang dagunya, ia memikirkan perkataan Naruto ada benarnya juga. Kalo dia meminta bantuan kepada mereka dia pasti cepat ditemukan. "Hm, Ide bagus Dobe. Besok hari senin kita akan menemui mereka" saut Sasuke datar.
"Dobe aku baru menyadari sesuatu, dimana Shisui-nii ?"
"Jangan bercanda Teme tadi dia disamping kanan mu-ttebayo"
"Hm, kalo dia di samping kanan ku berati dia disebelah kirimu Dobe!"
"Lalu di mana dia sekarang-ttebayo?!"
"Aku bertanya dengan mu Dobe!, dan kenapa kau malah balik bertanya sambil berteriak pada ku?!"
Izuna yang menglihat bibit-bibit pertengkaran hanya bisa menghela nafas. "Shisui-nii sedang memenuhi panggilan alam sambil membaca komik Hentai Hime. Naruto, Sasuke" jeda sesaat
"Dan sepertinya aku menemukan sesuatu yang bagus disini..."
"Apa itu?" tanya Shisui yang baru saja selesai memenuhi panggilan alam. "Kau sudah selesai, bagaimana?" tanya Sasuke ambigu. "Yah, karena aku banyak meminum darah hewan yang mengandung banyak serat. Kel..."
"Bukan itu tapi Komik-nya, apakah Bagus?" tanya Sasuke memotong kesalahan tanggap Shisui.
"Kau tak akan percaya ini!, ini adalah Versi komik dari Novel Icha Icha Paradise karangan Jiraiya-sama!" Jawab Shisui semangat.
"Bukan hanya itu saja Hime juga punya seri Icha Icha yang lain dalam versi Komik" balas Izuna.
"Hm, Aku akan membaca semuanya nanti. Ngomong-ngomong apa yang kau temukan tadi Izuna-nii?" kata Sasuke
"Aa, ini sesuatu yang membuat wajah kita seperti manusia pria metropolitan"
"Yosh ! ayo kita memakai itu untuk memulai hidup layaknya manusia-ttebayo!"Kata Naruto semangat sambil meninju udara.
.
.
.
.
.
Sakura POV
Aku baru saja selesai berkerja part-time di toko ramen Ichiraku dengan membawa lima bungkus ramen untuk makan siang kami . 'huft' aku menghela nafas yang entah sudah berapakali. kuharap para Vampir merepotkan di apartemen ku tidak melakukan sesuatu yang aneh. Setelah jam makan siang berakhir aku harus pergi berkerja part-time lagi ditoko bunga milik keluarga Ino-pig.
Aku harus membuat mereka berkerja dan menghasilkan uang untuk dirimereka sendiri nanti. Hasil perbulan ku dari dua tempat kerja itu hanya cukup mencukupi kebutuhan hidupku seorang diri. Hidup seorang diri memang berat.
Aku memandang jendela apartemen ku yang ditutup 'ada sesuatu yang aneh' pikirku. Segera saja aku berlari menuju apartemen ku saat hendak sampai di depan pintu apartemen ku aku merasakan hawa yang mencekam dan semakin aku dekat dengan pintu apartemen ku hawanya semakin suram. Aku hanya berpikir apa yang mereka lakukan. Segera saja aku membuka pintu itu dan apa yang kuliat sekarang membuat ku terkejut. Aku seperti melihat lelaki maho yang sedang merawat diri. Di tengah ruang apartemen ku yang kecil ini aku melihat empat pria duduk mengelilingi sebatang lilin sambil maskeran .
"ah, Sakura-chan kau datang" si Vampir rubah menyambutku sambil memakai masker pisangku berwarna kuning dan bando handuk pita kupu-kupu ku yang berwarna merah motif polkadot putih.
"Hm," si Vampir mesum menyahut. Ia memakai masker Masker Lumpur ku yang berwarna hitam dan memakai ikat rambut rambut strawberry untuk mengikat poninya yang panjang.
Dan kulihat Sepupu Vampir mesum yang rambutnya agak pendek -Shisui- memakai masker masker alpukat yang berwarna hijau dan bando handuk yang juga berwarna hijau. 'kenapa aku membayangkan Guy sensei yang memakai masker' pikir ku.
"Yo hime" ujar sepupu si Vampir mesum yang satunya. Dia memakai masker putih dan masker untuk mata yang berbentuk potongan mentimun-yang kudapat dari Gaara teman sekelas ku, katanya si untuk menghilangkan kantung mata-. Dan jangan lupakan ikat rambut Pita berwarna kuning neon untuk mengikat poninya.
"Kenapa kalian memakai masker dengan ruangan gelap dan hanya diterangi satu lilin" kata ku. Sambil membuka jendela dikamarku dan mematikan lilin ditengah-tengah mereka.
"Oh, tadi kami habis rapat dan Izuna menemukan masker ini. Karena terlalu semangat kami lupa untuk membuka jendela dan mematikan lilin" kata si Shisui yang agak susah berbicara karena maskernya mulai kering.
"Kami membicarakan sesuatu yang penting lo" Lanjutnya.
"Hm" aku tidak perduli dengan urusan kalian para Vampir aneh.
"Kau tak penasaran Hime-chan..."ia menjeda sebentar dan mata ku sedikit meliriknya "kau akan terkejut besok loh" katanya dengan nada menggoda.
Aku hanya memutar bola mataku bosan "Jangan terlalu banyak berbicara waktu memakai masker, wajah mu bisa keriputan. Dan itu tidak keren, tau"
Dan sekitar 15 menit masker mereka kering dan aku menyuruh mereka untuk mencuci muka, kecuali si Vampir mesum karena cara membersihkannya masker lumpur adalah mengelupas dari bawah.
Sekarang aku sedang membantunya mengelupas maskernya. Aku senang saat ia memintaku mengelupaskan maskernya. Aku bisa sedikit menyiksa, biarpun aku terlihat manis dan polos. Aku ini pendendam dan suka membaca komik Hentai. Tapi aku tidak mesum, mesum itu bila kamu suka menyentuh tubuh orang lain seperti Vampir di depanku ini. sekarang ia sedang memegang paha ku dan membelainya.
"Aaaauuuu, sakit Sakura tidak bisakah kau lebih lembut. Aku merasa seperti dikuliti" rasakan itu mesum.
"Mengelupaskan masker lumpur dari wajah memang sakit, itu salahmu yang memilih masker ini. Jadi jangan mengeluh, Itu tidak keren" jawab ku dan kuliat ia mengerucutkan bibirnya yang sialnya sangat menggemaskan. Aku ingin ingin melahapnya, tidak jangan sakura berpikirlah dengan rasional.
"Sudah selesai, sekarang menjauhlah..." kata ku tapi ia malah mendekat dan memelukku dan menyandarkan kepalanya di dada ku sambil mengesekkan kepalanya. Chi, sekali lagi dia terlihat menggemaskan.
"Teme? Bolehkah aku memeluk Sakura-chan juga?" hm ternyata si rubah juga mesum.
"Tidak,kalo kau berani menyentuhnya kau akan ku kurung dalam peti mati selama 100 tahun" Oh liat suara beriton-nya yang terdengar mengerikan mampu buat si rubah menjadi ketakutan. Aku berani bertaruh pasti ia hampir kencing di celana karena sangat ketakutan, tapi tunggu dulu 100 tahun?, apa dia sudah tua?.
.
.
.
Normal POV
"Baiklah waktunya makan aku membawa makanan untuk kalian semua"
Langsung saja para Vampir tampan itu mendekat kearah Sakura dan yang paling bersemangat adalah Naruto. Dan setelah mencoba ramen mereka mulai berkomentar dengan cara yang aneh.
"Oishiiiiii! Ini benar-benar enak-ttebayo, walau tak minum darah selama 34 tahun pun tak apa selama ada ramen" Naruto berteriak dengan sangat nyaring.
"Diamlah Dobe, menurut ku makanan ini jadi sangat enak karena ada Cherry disini" kata Sasuke sambil mendekatkan mukannya ke Sakura.
CUP
Sasuke mencium singkat bibir sakura.
"Kau pikir aku bumbu penyedap rasa, huh?! Gombalan mu, tidak keren tau!" jawab sakura dengan wajah yang memerah.
"Menurut ku ini hmm, beagaimana yah...ah, lupakan" Kata Shisui dan memakan ramennya dengan rakus.
"Apa kau selalu makan ini Hime?" tanya Izuna.
"Hmm, Yah itu bonus ku karena berkerja dengan giat"
"Pantas saja badan mu pendek. Hanya oppai mu saja yang membesar hime"
Clerk!
Tiga sudut siku-siku muncul di jidat sakura. Ia berusaha sabar karena ini sedang makan. Sakura punya prinsip yaitu ' Kalo kau marah saat makan maka kau akan bernasib sial dan itu tidak keren'. Ia sudah sial karena para Vampir ini ikut numpang tinggal di apartemennya ia tidak mau menambah kesialannya.
'Tunggu dulu tadi saat Sasuke menciumnya dan menggodanya ia jadi marah saat makan, sial! Ini gara-gara si Vampir mesum' batin Sakura.
"Aku selesai, Gochisousama"
Dan Sakura pun bersiap-siap berangkat kerja lagi. "Aku pergi, aku akan pulang jam delapan atau lebih tolong dicuci bekas makannya yah, jangat berbuat yang aneh-aneh. Itu tidak keren"
"Ah, Hati-Hati Cherry/ Sakura-chan/Hime/Hime-chan" saut mereka bersamaan.
.
.
.
.
.
(Skip time)
.
.
.
.
.
Sakura baru pulang saat jam sembilan. Ia sangat lelah toko bunga Ino hari ini sangat rame pengunjung. Setelah selesai membersihkan diri ia segera mau tidur. Ia melihat empat pria yang sedang tidur dilantai dengan futon yang entah mereka dapat dari mana. Sakura membetulkan selimut Naruto dan memindahkan bantal Shisui ke bawah kepalanya. Dan segera ia naik ke kasurnya, tapi ia merasa ada yang ikut naik ke kasur bersamanya.
"Sasuke?"
"Hm, kau lama" jawabnya sambil membawa sakura kedalam pelukkannya.
"Kau menungguku?"
"Hm,kau membuatku cemas,tidak semua mencemaskan mu. Ini sudah sangat malam, tau" kata Sasuke sambil mencium jidat Sakura. Hati Sakura merasa hangat, sudah sangat lama rasanya ada orang yang menunggunya dan mencemaskannya dirumah. Dan sekarang ada orang yang menunggunya dan mencemaskannya. Tampa ia sadari ada air yang keluar dari sudut matanya.
"Sasuke" panggil Sakura dan mendongkrak kepalanya ke atas, ia menatap mata Sasuke dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Arigatou"ucap Sakura dan mendekatkan wajahnya dan menciumnya dengan lembut.
Sasuke sempat terkejut, tapi ia tersenyum tipis dan membalas mengecup bibir sakura dengan sangat lembut. Melumat bibir Sakura atas bawah bergantian, tangannya tak lagi dipinggang sakura melainkan dileher sakura memperdalam ciumannya. "emmhhh" erangan Sakura menyadari Sasuke bahwa ia membutuhkan oksigen. Sakura menghirup oksigen dengan rakus.
"Sakura boleh aku meminum sedikit darah mu?"
Sakura menganggukan kepalanya tampa menunggu lagi Sasuke menggubah posisinya diatas Sakura. "Tahan sedikit" bisiknya lembut sambil mengecup leher Sakura lembut. "Ah,Sa-Sas,hmm" erangan Sakura saat merasakan taring Sasuke menancap dan menghisap darahnya.
Saat sudah selesai Sasuke menjilat leher Sakura dan bibirnya. Ia memandang Sakura dengan lembut saat ia ingin mengecup leher Sakura lagi. Tiba-tiba Sakura memegang taringnya.
"Panjang sekali, hampir sepanjang jari kelingking ku. Apa kau menancapkan semuanya dileher ku?"
"Tidak, dan jangan tarik taringku" Jawab Sasuke dan kembali mengecup leher Sakura dan menjilatnya. Sakura merasakan sensasi menyenangkan saat taring Sasuke bergesekan dengan kulitnya. Saat ia mengecup dan menjilat lehernya "Ah,hmmm" desahan keluar dari mulutnya dan membuat Sasuke tambah bersemangat. Apa lagi tangan Sakura yang menarik rambutnya lembut. Seolah menyuruhnya berbuat lebih, Tangan nya tak tinggal diam ia membuka kancing baju piyama Sakura sampai terbuka semua dan meremas dadanya dengan lembut " Ah Sa-Sasu,mmmh! Ah!" saat sedang asik bercumbu, mereka tidak merasakan tatapan tajam dari tiga orang.
Bugs!
Ada lemparan bantal yang menginstruksi kegiatan mereka. Sasuke men- death glare si pelaku pelemparan bantal, tapi tumben tidak mempan.
"Sadarlah masih ada kami disini-ttebayo" kata Naruto dengan wajah kesal.
"Hime-chan ini sudah sangat larut malam sebaiknya tidur besok kau harus sekolah" kata Shisui.
"Dan kau Sasuke sebaiknya kembali ke futon mu dan tidur" kata Izuna dengan tegas.
"Chi!" Sasuke turun dari kasur Sakura dan menghempaskan dirinya ke futon.
.
.
.
.
.
.
Sakura pagi-pagi sekali sudah pergi ke sekolah dengan alasan piket. Ia sebenarnya mau menghindari Sasuke karena malu saat mengigat kejadian kemarin malam. Ia tak habis pikir mencium Vampir mesum itu dan membiarkannya meminum darahnya.
Sakura kira ia akan yang pertama tiba di kelas. Rupanya sudah ada orang yang datang lebih pagi darinya, sontak saja muka Sakura memerah meliat sosok itu. Dengan rambut merah dan tato 'Ai' di keningnya, tatapan datar dari Jadenya yang dilingkari eyeliner hitam. Ia sosok yang keren dan misterius menurut Sakura.
"O-Ohayo Gaara-kun" sapa Sakura dengan gugup.
"Aa, Ohayo" Sapa sosok yang bernama Gaara tersebut.
"Tumben kau datang pagi sekali,Sakura" lanjutnya.
"Eh?"
Gaara tersenyum tipis "Pagi-pagi kau sudah melamun, dan tumben kau datang pagi sekali Sakura"
"Ah, i-itu aku tidak tau juga kenapa, kupikir itu keren kalo kau bisa bangun lebih pagi. Dan Gaara-kun apa selalu datang sepagi ini juga?"
"Aa, karena udara sangat terasa sejuk dipagi hari saat kau bersepeda"
"I-Itu ke-keren" balas Sakura malu-malu.
"Aa" balas Gaara singkat sambil tersenyum pada Sakura.
Tidak lama sudah banyak murid yang datang. Kelas pun menjadi sedikit ramai.
"Forehead, apa aku sudah memberi taumu berita bagus ini?" Tanya Ino yang baru datang dan mendudukkan dirinya di bangkunya disamping Sakura.
"kau baru saja datang Ino-pig, dan itu pasti tidak lah penting" jawab Sakura malas.
"Eeeh, coba dengarkan dulu. Kau tau kudengar hari ini kita kedatangan dua murid baru tahun kedua dan dua murid baru tahun ketiga dan kuharap semoga saja mereka lelaki yang tampan" cerita Ino dengan semangat.
"Aaaa berati kelas kita akan benuh dan semakin ribut, Itu tidak keren" balas Sakura malas.
"Aku tau hanya Gaara yang menurutmu keren" kata Ino dengan suara keras. Langsung saja Sakura melihat kedepan tempat Gaara duduk, ia menghela nafas lega saat tau yang dibicarakan tetap menghadap depan tampa tau Gaara tengah tersenyum penuh arti.
"Baka Ino-pig. Bagaimana kalo ia dengar, itu tidak keren" bisik sakura marah pada Ino. Saat Ino mau membalas Sakura bell jam pertama sudah berbunyi. Kakashi sensei pun masuk ke dalam kelas.
"Ohayo anak-anak" sapanya.
"Ohayo sensai" balas semua murid di kelas.
"Hari ini kita kedatangan dua murid baru, kalian berdua silakan masuk"
"Mereka" gumamnya dengan mata yang terbuka lebar.
'Waaah tampan sekali', 'Aku mau duduk sebangku dengan salah satu dari mereka', 'Aku mau jadi pacar mereka berdua'. Bisik-bisik mulai terdengar diseluruh kelas semua siswi memandang kagum dua sosok didepan kelas.
"Waaah, mereka benar-benar tampan Forehead" teriak Ino.
Dan Sakura masih saja terkejut. "Diam kalian semua, dengarkan teman baru kalian memperkenalkan diri"
"Hm, Uchiha Sasuke" kata Sasuke dengan singkat dan nada yang datar.
"Perkenalkan nama ku Uzumaki Naruto,salam kenal semuanya"kata Naruto dengan riang dan senyum yang lebar.
"Baiklah dimana kalian mau duduk"
'Disini saja', 'Tidak di sini', 'Disini'.
"Sekali lagi diamlah" kata Kakashi yang mulai kesal.
"Hm, aku mau dua kursi kosong di belakang tunanganku Haruno Sakura" kata Sasuke dengan nyaring dan dengan tekanan pada kalimat akhir.
Sontak saja kelas menjadi heboh mereka tak percaya lelaki tampan didepan kelas sudah bertunangan. Dan Gaara langsung menghadap kebelakang dan memandang Sakura dengan penuh tanya. Dan Sakura yang awalnya sudah terkejut dibuat tambah terkejut lagi dengan kata-kata Sasuke.
"Kau tak bilang kau sudah pada ku kalo kau sudah bertunangan Forehead?!" kata Ino tidak percaya.
"Bukan, Itu tidak benar. Dia-" kata-kata Sakura terpotong dengan ucapan Sasuke.
"Kau tidak mengakui tunanganmu sendiri cherry,itu tidak keren tau"
Sontak seluruh kelas tambah heboh lagi. Kakashi yang berada didepan kelas hanya bisa menghela nafas dengan berat.
"Murid-murid ku yang merepotkan" gumamnya.
TO BE COTINUED
.
.
.
.
.
.
.
Author's Note:
Aku pikir bakal banyak yang engga suka sama fic ini soalnya kelewatan Ooc. Tapi sukurlah banyak yang nungguin fic gaje ini.
Balas Reviews:
BlackCherry712: Iya ini sudah lanjut ko :D
Cherish Vi: Makasih, iya disini emang dibuat saku yang lucu dan selalu bilang 'itu tidak keren tau' di akhir kalimatnya.
Arinamour036: Ini sudah lanjut loh :D
Cici: Thanks, Ini sdh lanjut :D
Andrianw: Apakah sekarang sudah panjang? :D
Arinamour036: Hai juga, iya pasti akan di usahain dipanjang gin and SALKEN juga.
Nekotsuki: ini udah lanjut ^ ^
Hime tsubaki: Makasih, ini udah update, tapi Gomen kalo ini engga kilat ^^.
An Style: hehehe Maksih, ini udah lanjut tapi engga kilat Gomen :D
hanazono yuri: Ini sudah lanjut loh :D
AsahinaUchiHaruno Shafa: eeeh Hontoni~ arigato dan ini sudah lanjut :D
Mind to Review?
thank you for reading
