Chapter 4

When a vampire falls in love (Kyūketsuki wa koiniochiru to ki)

By: Phaniechan98

Disclainmer : Masashi Kishimoto

Gender : Romance, Drama, and Supernatural

Warning:

Ooc

Typo

Rate M (for save)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sakura kesal, salah. Yang benar ia sangat kesal biasanya waktu jam istirahat seperti ini ia akan bersantai sambil membaca buku di perpustakaan atau mendengarkan gossip terbaru dari Ino dengan bosan. Bukan duduk ditengah-tengah ruangan kelas dengan teman-temannya yang duduk mengelilinginya bahkan Gaara yang selalu cuek juga ikut-ikutan.

"Baiklah saya Yamanaka Ino selaku sahabat dari terdakwa Sakura Haruno yang menutupi tentang pertunangannya dengan murid baru yang tampan bernama Uchiha Sasuke merasa sangat terkejut dengan ini semua. Saya yang bersahabat dengannya dari sekolah dasar pun tak tau menahu persoalan pertunangannya ini yang mulia Jaksa Agung"

"Baiklah bisa anda ceritakan bagaimana akhirnya anda bisa bertunangan dengan Terdakwa Sakura Haruno sodara Uchiha Sasuke?" tanya Lee yang memakai wig ala-ala jaksa berwarna putih keriting yang aneh yang entah didapatnya dimana.

"Hm" Sahut Sasuke seadanya dan malah membuat kelas makin heboh.

"Wow bahasa apa itu seseorang tolong cari tau artinya!" teriak Kiba.

"Aku sudah mencari dikamus bahasa serangga tapi tidak ada kerena-"

"Shikamaru apa kau tau artinya" kata Sai yang memotong penjelasan Shino.

"Kalian harap tenang lah-ttebayo, saya sebagai juru bicara sodara Uchiha Sasuke akan menjelaskan semuanya" teriak Naruto menenagkan semua orang yang heboh dikelas.

"Kalian semua tenanglah! Itu tidak keren tau! Memangnya kenapa kalo aku bertunangan dengan pria yang rambutnya berbentuk pantat ayam! Kalo aku memberitau kalian sejak dulu itu pasti sangat tidak keren tau!" teriak Sakura yang kesabarannya sudah habis ia memegang dadanya. Dia merasa seperti sedang di sidang karena mencuri ayam tetangga sebelah padahal ayam itulah yang mendatangi nya sendiri.

Sasuke yang mendengar teriakan Sakura pun menyeringai. Ia berjalan mendekati Sakura yang duduk ditengah-tengah kelas dan memegang lengan Sakura lalu menariknya dalam pelukan. "Akhirnya kau mengakui aku ini tunangan mu Cherry, kau memang yang paling keren" bisik Sasuke sambil menjilat telinga Sakura.

Teman-teman yang melihat aksinya pun bersorak dengan berbagai ekspresi ada yang iri karena masih jomblo ada yang mukanya memerah karena teringat pacar dan ada yang menatap mereka dengan sendu seperti Gaara. "Kupikir aku lah yang paling keren menurutmu,Sakura" gumamnya lirih.

Dan tidak ada yang menyadari seseorang yang duduk di pagar pembatas yang menjulang tinggi di balik jendela sedang memandang aksi mereka. "Hm, kau sudah besar Ototo" setelah mengatakan itu orang itu pun berubah menjadi seekor gagak dan terbang jauh.

.

.

.

.

.

Dilain tempat Izuna dan Shisui sedang di dalam ruangan Tsunade bukan hanya ada mereka bertiga yang ada diruangan itu melainkan ada juga Kakashi, Jiraiya, dan Obito.

"Aku tak tau kau juga mengajar di sini Obito-nii?" tanya Shisui.

"Aku ini paman kalian harusnya kalian memanggilku Ojisan bukan nii " Jawab Obito

"Ayolah umur kita tak jauh beda tak apakan kami memanggilmu Obito-nii atau kau mau dipanggil Obasan , Hmm" kata Izuna.

"Kau! Bukan itu maksud ku dasar kau keponakan tak sopan" sahut Obito kesal.

Tsunade yang tadi hanya menyaksikan interaksi antara keponakan dan paman itu pun sedikit kesal "kalian para Uchiha jangan membuat ribut di ruanganku" katanya dengan nada yang berbahaya.

"Jadi kalian disini ingin mencari tau keberadaan Itachi kan?" tanya Kakashi.

"Aa, jadi kalian tau sesuatu yang berhubungan dengannya?" tanya balik Shisui.

"Aku tidak tau ini benar atau tidak, tapi dari kabar terbaru ia sekarang menjadi anggota organisasi Akatsuki" Uchiha bersodara yang mendengar jawaban Jiraiya mengerutkan dahinya.

"Apa itu Akatsuki" tanya Izuna.

"Kami masih mencari tau apa motif dibalik pembentukan organisasi ini tapi yang jelas para anggotanya adalah para pembuat masalah di klan-klannya masing-masing" jawab Obito.

"Kalian sudah mengetahui semua anggota Akatsuki" tanya Shisui.

"Tidak, tidak semua kami hanya mengetahui beberapa saja yaitu Kisame yang menghianati klannya sendiri, Hidan yang mempunyai aliran sesat dan terakhir Itachi yang baru bergabung" jawab Kakashi.

"Dengan kata lain bocah sombong itu akan sedikit kesulitan untuk membalaskan dendamnya" tambah Tsunade.

"Tak apa kami siap mengorbankan nyawa kami untuk membantunya" jawab Shisui.

"Hm, dan kalo boleh tau kenapa Sasuke bisa mengenal murid manusia ku Sakura Haruno bahkan ia menyebutnya sebagai tunangannya?" tanya Kakashi.

"Oh, soal Hime-chan itu karena kami numpang tempat tinggal di apartemennya dan kenapa Sasuke menyebutnya tunangannya karena ia sudah meminum darah Hime-chan" terang Shisui.

"Apa! jadi ia tau kalian semua Vampir?!" tanya Obito terkejut.

"Aa, dan Hime tak segan-segan memukul kami kalo kami membuatnya kesal" jawab Izuna.

"Hehehe kalau soal Sakura iya memang murid ku yang unik" kata Kakashi.

"Ku pikir Sasuke menyukainya karena oppai Hime besar" sahut Izuna.

"Oi, kau masih anak-anak tak baik berkata begitu" nasehat Obito.

"Apakah dengan hidup selama 2560 tahun itu masih dikatakan anak-anak" jawab Izuna.

"Tapi secara umur manusia kau hanya berumur 18 tahun !" balas Obito dengan nada kesal.

"Yare yare, sudah lah Obito dan untuk kalian berdua kambalilah kekelas" Kata Kakashi.

"Ha'i" jawab Uchiha bersodara bersamaan.

.

.

.

.

.

Di lorong yang tak memiliki ruangan dilantai tiga dekat sebuah tangga menuju atap sekolah terlihat sepasang kekasih yang asyik bercumbu. Sang perempuan yang terjepit antara didinding dan tubuh sang pria hanya bisa pasrah menerima serangan sang kekasih.

"Ah, Sa-sasu" desah Sakura saat Sasuke mengigit bibir bawahnya dan Sasuke langsung memasukan lidahnya kedalam mulutnya.

Benda tak bertulang itu mengusap deretan giginya yang rapi satu persatu, lalu sejurus kemudian benda lunak tak bertulang milik Vampir itu membelit dan menarik ulur lidah Sakura dengan gerakkan seduktif.

Bunyi decakan terdengar, dan keduanya semakin berlomba menaikan intensitas ciuman mereka.

Sakura yang sudah tidak kuat karena kehabisan nafas memukul-mukul kecil dada Sasuke. paham apa yang dimaksud ia pun mengakhiri ciuman mereka dengan tidak lera dan membuat benang saliva dia antara mereka lalu Sasuke menjilati sisa-sisa saliva di antara bibir Sakura.

"Apa maksud mu memelukku dikelas dan menyeretku kesini lalu menciumku disini, huh?!, itu tidak keren tau Vampir mesum!" teriak Sakura kesal dengan wajah yang masih memerah karena ciuman yang panjang tadi.

"Hn, tapi kau menikmatinya bukan" jawab Sasuke cuek.

Dan saat Sakura mau menjauh kembali Sasuke mengurungnya dan memautkan bibir mereka berdua lagi. Sasuke mengecup bibir atas dan bawah Sakura bergantian dan tangannya pun tak tinggal diam. tangan kanannya mulai membuka kancing Sakura satu persatu sampai empat kancing atas terbuka dan menampilkan dadanya yang menantang dengan ditutupi bra berwarna merahnya. lalu ciumannya turun ke leher jenjang Sakura meninggal kan tanda kepemilikan disana. kedua tangannya pun sudah meremas-remas dada Sakura yang masih ditutupi bra lalu tangannya mencari pengait bra Sakura. Ia menyeringai saat menemukan pengait bra Sakura yang terletak di antara belahan dadanya. Dan membebaskan dua gundukan besar dan kenyal itu.

Tanpa mereka sadari kini posisi mereka sudah tiduran di lantai dengan Sasuke yang berada diatasnya. kecupannya yang meninggalkan tanda kepemilikan sudah sampai pada tulang selangkang Sakura. Kedua tanggannya pun masih betah meremas dan memainkan putingnya dan Sakura hanya bisa mendesah mendapatkan semua perbuatan Sasuke.

"Ah, hmmm bi-bisa aaah hen-hentikan dulu, hmm i-ini di se-sekolah aaah Sasu hmmm" kata Sakura dengan nafas yang memburu. Dalam hati ia merutuki perkataannya 'Chi berarti aku membolehkannya di luar sekolah , itu tidak keren tau' pikirnya.

"Hm, sebentar lagi" sahut Sasuke kemudian ia menghisap dengan kuat puting Sakura lalu mengigit dan menjilat secara bergantian. Tangannya pun menarik-narik puting Sakura yang tak terjamah mulutnya.

"Aaah, hmm su-sudah dulu aah Sasuke!" kata Sakura. Dan Sasuke menurutinya dan menyudahi kegiatan mereka. Ia lalu mendudukkan Sakura sambil membenarkan seragam Sakura dan mengecup bibirnya sekilas.

Sakura pun berdiri dengan wajah yang masih memerah ia memandang Sasuke dengan tatapan yang tajam tapi menggemaskan bagi Sasuke. Saat ia mau mengecup sekilas bibir Sakura lagi.

Bug!

Sasuke mendapatkan hadiah bogem mentah dari Sakura. "Kau pikir apa yang kau lakukan Vampir mesum sialan!, hari ini kau membuat kelas ku heboh dengan mengaku sebagai tunangan ku dan kau juga kembali berbuat mesum pada ku! Sudah berapa kali ku katakan pada mu, huh?! Itu tidak keren tau" gerutu Sakura dengan wajah yang memerah.

Sasuke yang mendengar itu hanya memandang Sakura malas sambil memegang pipinya yang kena bogem mentah. "Kau hanya memanggil nama ku saat aku mencumbu mu. Apa aku harus selalu mencumbu mu agar kau menyebut nama ku dan bukan memanggilku Vampir mesum" mata Sakura melotot mendengar balasan Sasuke.

"Kau bilang jangan di sekolah kan jadi kita bisa melanjutkannya setelah pulang sekolah saat di apartemenmu kan?" tanya Sasuke.

Sakura hanya mengeluarkan aura yang mencekam disekitarnya dan tangannya pun mengepal dengan kuat di sisi tubuhnya lalu ia tersenyum dengan mesra pada Sasuke.

Bug!

Sakura lalu meninggalkan Sasuke yang tergeletak tak sadarkan diri di belakang. Saat ia turun dengan tangga menuju kelas ia berhenti sebentar. 'Kenapa aku merasa kosong saat ia berehenti?' pikir Sakura dan saat ia sadar apa yang dipikirkannya ia langsung menggelengkan kepalanya sambil berpikir ' Bodoh apa yang aku pikirkan'.

.

.

.

.

.

Dilain tempat lain disebuah gedung tua lebih tepatnya terdapat beberapa orang yang tengah berkumpul. "Kau berdua sudah siap menjalankan misi mu?" tanya seorang pria yang misterius. "Aa, aku sangat semangat menjalankan misi ini un," jawab seorang pria dengan nada angkuh "Kau juga bersemangatkan Danna?" sambungnya bertanya dengan pria yang ada di sampingnya. Dan yang ditanya hanya mengangguk kepalanya sekilas.

"Bagus kalau begitu, kalian harus mendapatkannya dan membawanya kesini si rekanasi Dewi Kaguya yang memiliki darah yang dapat membuat siapapun yang meminumnya mendapatkan kekuatan Rikudo Sennin" balas pria misterius tersebut.

TO BE COTINUED

.

.

.

.

.

.

.

Author's Note:

Yosh! Akhirnya fic ini hampir sudah sampai ketahap konfliknya aku harap chapter ini tidak mengecewakan. dan terimakasih yang sudah membaca fic gaje ini :D

Balas Reviews:

mantika mochi: Hehehe di fic ini para Vampirnya emang benar-benar koplak

Cherish Vi: iya ini sudah next loh :D

Guest: Hahaha 'tidak keren tau' punya Saku-chan emang keren.

arashi: Hohohoho... jadi tersanjung saya =^^= makasih kembali juga say... dan ini udah lanjut :D

NikeLagi: karena yang mengganggu belum punya pasangan jadi mereka iri deh :D , Yosh! Ini sudah lanjut makasih yah atas dukungannya...

Sara: ini sudah lanjut loh :D

cinta ai: kalo nggak diganggu mungkin sudah terjadi hal yang diinginkan yah :D

saynika: ni sudah dibuat tanpa di timpuk bantal :D

ayuniejung: tenang nanti juga terbiasa dengan keanehan dan ooc nya sifat Sasuke disini ko :D dan makasih udah baca yah.

BlackCherry712: makasih dan ini sudah lanjut dengan kerennya :D

Amdera: ini udah lanjut tapi engga ada kilatnya Cuma pakai petir :D

ramen live: itu karena naruto cs masih jomblo selama beratus-ratus tahun :D

wijoyo: ini sudah di lanjutkan :D

obake: ini sudah kilat lanjut :D

nuning: mungkin salah satu saingan :D

kami: Kyaa makasih saku disini emang keren tau :D

hayhuh: sudah Update ko :D

Kakaru S.S: Makasih ini sudah lanjut loh :D

ToruPerri: hehehe aku baru newbie loh, belum sampai sebulan cukup panggil Phanie aja atau author yah:D dan ini sudah nextt :D

Arinamour036: itu juga part kesukaan ku hehehe :D makasih yah udah baca fic ini

Hime tsubaki: Okey ; ) ini udah lanjut makasih yah :D

Sumato hitobito: Makasih ^^ dan ini sudah lanjut :D

hanazono yuri: ini Sudah lanjut loh :D

Mind to Review?

thank you for reading