Chapter 6
When a vampire falls in love (Kyūketsuki wa koiniochiru to ki)
By: Phaniechan98
Disclainmer : Masashi Kishimoto
Gender : Romance, Drama, and Supernatural
Warning:
Ooc
Typo
Rate M (for save)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Suasana pagi yang menenangkan di atap sekolah yang sepi hari ini terlihat dua pria berpakaian seragam sekolah tengah dalam percakapan yang serius.
"Ingat Deidara! Jangan sampai kau berbuat ceroboh dan mengacaukan semua rencana kita!" Kata Sasori dengan datar tapi tegas.
Semua perintah yang di ucapkan Sasori tak semerta merta membuat Deidara takut malah ia menyeringai lebar kepada pria baby-face didepannya.
"Aku sudah hapal semua rencana yang kau ucapkan Danna!" katanya dengan nada yang sombong.
Sasori pun mendengus mendengar apa yang di katakan Deidara.
"Jadi kapan kita mulai jalankan rencana ini, eh Danna?"
"Saat jam istirahat, jauhkan ia dari para pengganggu dan aku akan mengurus gadis kecil itu."
"Okey! Dengan begitu aku akan menampilkan seni ku kepada mereka khu..khu..khu."
"Bodoh." gumam Sasori yang tidak di dengar Deidara.
.
.
.
.
Hari ini Gaara sedang menuju sekolah dengan sepedanya tanpa memegang setangnya. Di tangannya ia sedang bermain geme di androidnya. Tampilan rambutnya pun tampak berbeda dari biasanya. Ia sudah minta bantuan dari kakak perempuannya untuk menata rambutnya pagi-pagi sekali supaya terlihat keren dengan membentuknya klimis yang menghabiskan waktu hampir dua jam untuk menatanya. Ia berencana membuat Sakura terpesona dengan new hair style nya hari ini. "Sakura pasti beranggapan aku sangat keren hari ini." gumamnya.
Ia pun sedang bercermin di kaca mobil guru yang sedang parkir. Ia pun tidak menyadari ada sebuah kupu-kupu dari tanah liat melintas di atasnya.
Dan seorang pria yang menatapnya dengan geli dari atap sekolah.
"Katsu!"
Bang!
Gaara pun terkejut mendengar bunyi ledakan kembang api dari atas dan saat ia melihat pantulan dirinya di kaca mobil. Betapa terkejutnya ia rambutnya kembali acak-acak kan seperti biasa.
"Sialan! Aku menghabiskan waktu dua jam untuk menata rambut ku!"
Dan tak lama pun terdengar suara satpam Omoi yang berteriak 'Siapa yang menghidupkan kembang api pagi-pagi di sekolah!'
"Are? Gaara-kun!" teriak Sakura yang baru saja sampai bersama bodyguards-nya. Dengan segera Gaara membuat pose cool dan memberi Sakura senyum tipis, memikat, memukau, dan terbaiknya.
"Aa,Ohayo Sakura dan orang-orang dibelakang mu."
Sasuke mendengus saat mendengar sapaan Gaara -Yang menurutnya- sok cool itu.
"O-Ohay-"
"Hn," gumam Sasuke memotong ucapan malu-malu Sakura sambil menarik tangannya menuju kelas.
"Ohayo-ttebayo Gaara!" teriak Naruto membalas sapaan Gaara dan merangkulkan tanggannya dibahu Gaara dengan erat tanpa menyadari aura kurang enak darinya.
"Wah, kita ditinggal Naruto." kata Shisui.
"Biarkan saja, dia hanya mencoba menghibur Gaara yang sedang kehilangan gaya rambut barunya." balas Izuna.
"Omong-omong soal rambut Gaara bukankah ia kehilangan gaya rambutnya karena sebuah ledakan mirip kembang api tadi."
"Benar."
"Aku merasakan firasat buruk tentang itu, Izuna."
"Itu hanya kerjaan anak berandalan yang kurang kerjaan menghidupkan kembang api di pagi hari."
"Tapi untuk apa coba."
"Untuk membangunkan warga sekitar mungkin." kata Izuna sambil meninggalkan kakaknya menuju kelas.
.
.
.
Dan saat jam pelajaran kedua yang sedang diisi oleh guru Asuma yang mengajar tentang reaksi kimia. Sakura merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.
'Aku pernah merasakan ini,' batin Sakura. 'Rasa ini benar-benar familiar dengan ku.' pegangannya pada pensilnya menguat. 'Ini sama seperti kemarin,' raut wajahnya berubah serius lalu tangannya pun mengarah ke perutnya. Ia membelai perutnya dengan lembut dan tiba-tiba matanya melebar. Ia baru menyadari apa yang terjadi dengan dirinya. 'Ini adalah sesuatu yang harus membutuhkan tempat bernama Toilet!' ia melepas pegangannya pada pensil lalu mengepalkan tangannya. 'Aku akan...' matanya menutup dan terbuka meresapi rasa yang terjadi pada dirinya.'Ini benar-benar tidak keren.' Ia masih mencoba bertahan tapi tidak bisa. 'Aku mau poop!' teriak batinnya. ia pun memutuskan harus pergi untuk menuntaskan pangilan alam ini.
"Ino-pig," panggil Sakura pelan.
"Apa Forehead?"
"Tolong minggir, aku mau buang air."
"Besar atau kecil?" tanya Ino dengan tampang yang bodoh.
"Kau sangat tidak keren tau!" bentak Sakura dengan suara yang pelan.
"Mau aku temani?"
"Tidak, hanya anak kecil yang butuh ditemani ke toilet."
"Dan itu tidak keren tau." kata Ino dan Sakura bersamaan.
Sakura pun berdiri dari bangkunya menuju meja guru dan meminta ijin ke toilet.
"Hn, Dobe bisa kau tanyakan ke Yamanaka kemana Cherry pergi."
"Kenapa tidak kau saja-ttebayo." kata Naruto malas.
"Kau adalah tangan kanan ku!"
"Kau hanya perlu bertanya pada dia-ttebayo!"
Ino yang mulai jenuh mendengar adu mulut di belakangnya pun memutar matanya bosan. Ia pun membalikan badanya menghadap ke kedua Vampir tampan itu.
"Forehead sedang ke toilet, puas!" bentak Ino kesal.
"Kalian bertiga maju kedepan! Kerjakan contoh soal di depan ini!"
Teriak Asuma yang kesal karena ada yang ribut di jam pelajarannya.
'Hn, aku sudah belajar ini dari 98 tahun yang lalu."
'Untung Foreheat sudah menerangkan bagaimana cara mengerjakannya.'
'Gawat! Aku sangat tidak menguasai pelajaran ini-ttebayo~'
"Hei! Uzumaki-san kenapa kau masih disana?!" teriak Asuma saat melihat Naruto yang masih mematung di bangkunya saat ke dua temannya sudah maju kedepan.
.
.
Sakura sudah selesai menyelesaikan panggilan alam-nya. Ia hendak mencuci tangan di wasafel tampa menyadari Deidara yang menyeringai dari jendela samping.
"Aku mendapatkanmu gadis kecil." kata Sasori yang tiba-tiba berada dibelakang Sakura. Ia tampa sadar menjilat bibirnya sendiri saat melihat raut wajah Sakura yang ketakutan. Dan sebelum Sakura berteriak. Ia merasakan ada yang memukul lehernya dari belakang. Sebelum semua pandangan Sakura menjadi gelap, ia sempat melihat seringai menyeramkan Sasori yang menagkap tubuhnya kedalam pelukannya.
"Rupanya kita tidak perlu susah-susah untuk memancingnya keluar Danna, un."
Sasori pun menggankat Sakura ke bahunya. Dan menghiraukan Deidara. "Ayo kita pergi." ucapnya datar.
Merekapun meloncat dari jendela toilet yang berada di lantai dua. Obito yang kebetulan berada di bawah sedang patroli keliling untuk mencari murid yang membolos dan tanpa sengaja ia melihat Deidara yang meloncat dari jendela lantai dua lalu di ikuti Sasori di belakangnya yang sedang mengangkat Sakura dibahunya.
"Haruno-san!" ucapnya kaget saat melihat Sakura yang tak sadarkan diri di tanggan orang yang tak di kenal.
Tanpa ragu ia pun meloncat mengikuti arah kedua orang tersebut.
"Oi! Berhenti kalian!" teriak Obito.
"Chi! Deidara kau urus yang itu." kata sebelum Sasori yang mendahului rekannya.
"Katsu!" teriak Deidara saat tiba-tiba ia mengeluarkan laba-laba kecil yang terbuat dari tanah liat itu. Laba-laba tersebut meledak di sekitar Obito. Ia pun meloncat menjauh untuk menghindari ledakan itu.
"Seni adalah ledakan, un!" teriaknya sombong kepada Obito.
"Apa mau kalian?!" teriaknya pada pria pirang cantik mirip Ino didepannya.
"Hanya mengambil sesuatu yang istimewa, un."
"Lalu kenapa kau menculik murid ku?!"
"Kau terlalu banyak bicara, un."
Dan tiba-tiba Obito kembali di kejutkan dengan ribuan kupu-kupu putih yang terbang kearahnya. Ia meloncat kearah belakang dan sebelum kupu-kupu itu lebih mendekat kearahnya ia sudah menglafalkan sebuah jutsu.
"Katon: Gokakyu no Jutsu!" Keluarlah bola api dari mulut Obito yang membakar hangus semuat kupu-kupu tanah liat Deidara.
"Uchiha," kata Deidara dengan remeh. "Salah satu yang dibiarkan selamat oleh Itachi, un."
Deidara menyeringai saat melihat Obito yang sudah mengaktifkan mata Sharingan-nya.
"Katakan pada ku apa mau kalian?!" teriak Obito sambil menatap tajam Deidara.
"Katsu!" teriaknya lagi dan untung saja Obito mampur menghindar dari serangan itu berkat matanya.
"Kau! Genjutsu!" ucapnya.
"Hei! Aku tak merasakan apa-apa tau!" ucap deidara dengan sombong. "Mata mu tak ada apa-apanya ketimbang seni ku. rasakan seni terbaik ku 'Shī Wan' ,un" Ia pun mengikat Obito mengunakan tanah liatnya yang berbentuk seperti hewan kaki seribu.
"Hanya itu saja seni mu, eh?" tanya Obito yang sudah terlepas dari ikatan bom tersebut.
"Nani?!" dan tiba-tiba saja deidara lah yang sudah terikat oleh jutsu-nya sendiri.
"kau terjebak dalam jutsu ku sekarang," ucap Obito dengan tenang. "Jadi bagaimana rasanya senjata makan tuan?"
"Sial! lepaskan aku sekarang, brengsek!"
"Katakan dulu apa tujuan kalian? Apa kau salah satu anggota Akatsuki?" kata Obito.
"Chi! Rekarnasi Kaguya."
"Rekarnasi? Kaguya? Apa maksud mu?!"
"Gadis kecil tadi adalah reinkarnasi dewi Kaguya, un."
"Tidak mungkin! Bukan kah itu hanya sebuah mitos?!"
"Chi! Tanyakan kepada ketua klan mu itu!" jawab Deidara dengan kesal. Obito pun mengerutkan dahinya dan tanganya pun menuju ke leher deidara lalu mencekiknya.
"Dengar aku bisa saja membunuhmu sekarang," ucapnya datar dan dingin khas Uchiha. Cekikan-nya pada Deidara pun makin mengencang. Ia tidak akan pernah main-main dengan ucapannya. "Jadi jelaskan sekarang kalo kau tak mau cepat mati."
"Baik-baik, akan ku beritahu! Un."
Obito pun melepaskan cekikan pada leher Deidara.
"Hanya keturunan dari ketua klan yang bisa mencium aroma dari Rekarnasi dewi Kaguya," ucap Deidara sebelum menghela nafas. "Dan ketua kalian salah satunya, un."
"Katakan kemana kau akan membawanya, bawa aku kesana sekarang!"
"Baiklah, lepaskan dulu aku." Kata Deidara dengan malas.
Tanpa banyak bicara Obito pun membebaskan Deidara dari Genjutsu-nya tampa mengurangi pengawasannya pada Deidara.
Deidara mengeluarkan seringainya saat Obito membebaskannya dari Genjutsu-nya. Tanpa disadari oleh Obito ia bergumam 'Katsu.' dengan pelan. terjadilah ledakan kecil di sekitar mereka. Obito tidak sempat menghindar kedua kakinya terluka parah, ia tak bisa bergerak sama sekali. Ia memandang Deidara yang memandangnya dengan rendah.
"K-Kau, ka-kapan kau melakukannya?!" tanyanya dengan tersendat-sendat karena menahan sakit.
"Heh!" tawa Deidara meremehkan. "Apa kau tak sadar ada laba-laba tanah liat ku yang masuk kedalam celana mu! Un"
"Chi!"
"Kau terlalu meremehkan seni ku tau! Karena kau sudah berbaik hati membebaskan ku, maka ku biarkan kau hidup." kata Deidara dengan angkuhnya. Ia pun berbalik memunggungi Obito yang memanatapnya dengan tajam.
"Ja nee" ucapnya yang meloncat kearah Utara yang banyak di tumbuhi pohon-pohon.
"Si-Sial! Ke-Kenapa aku bisa lengah seperti," ucap Obito.
Ia pun menelentangkan posisinya. lalu membuat gerakan rumit dari tangannya dan tiba-tiba saja mata Sharingan-nya berubah pola.
"Kamui!"
Dan tiba-tiba saja tubuhnya tersedot entah kemana.
.
.
Obito pun berpindah tempat. Ia berpindah tepat di ruangan Tsunade dan membuatnya terkejut karena Obito yang muncul secara tiba-tiba. Ditambah dengan kondisi yang mengenaskan.
"Obito! apa yang terjadi denganmu?!" kata Tsunade histeris. Ia dengan cepat mendekati tubuh Obito yang tergeletak dan ia meletakan kedua tangannya di atas kedua kaki Obito. Tak lama kemudian keluar cahaya kehijauan dari kedua telapak tangannya.
"Ts-Tsunade-sama, me-mereka mulai beraksi."
"Nani?!"
"Mereka menculik Haruno-san yang mereka yakini rekarnasi Kaguya."
"Akatsuki, Sakura, Kaguya! Apa maksudnya?!"
"Ha'i, ki-kita harus be-bergerak ce-cepat Tsunade-sama." kata Obito sebelum tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
"Teme!"
"Chi! Berisik Dobe, aku sedang mencari Sakura." kata Sasuke menyahut Naruto.
Ia sedang mencari Sakura yang belum balik dari toilet dari tadi sampai jam istirahat sekarang.
"Ini penting Teme! Kita dipanggil ke ruangan Tsunade baa-chan sekarang."
"Hn," mendengar sautan ambigu dari Sasuke tak ayal membuat kepala Naruto berdenyut kesal. Tanpa menunggu persetujuan temannya itu, segera saja ia menarik dengan paksa tangan Sasuke menuju ruangan kepala sekolah.
Saat sudah sampai di ruangan Tsunade sudah terlihat Izuna, Shisui dan Hinata.
"Hinata?!"
Tanya Naruto yang bingung karena Hinata juga ikut berkumpul.
"Oh! Kalian sudah datang." kata Tsunade.
"Sebenarnya ada apa ini? Aku harus mencari Sakura sekarang."
"Kebetulan sekali bocah, kita sedang mencari Sakura." Sasuke mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan Tsunade. 'Memang Sakura kenapa?' tanya batinnya mulai tidak nyaman dan merasa kalo sesutu yang buruk sudah terjadi.
"Tsunade-sama, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Shisui yang sedari tadi hanya diam.
"Obito baru saja melaporkan sesuatu yang berharga kepada ku," ia menghela nafas sebelum melanjutkan. "Ia baru saja melawan yang diyakini angota Akatsuki yang sedang menculik Sakura."
Sontak saja penjelasan Tsunade barusan membuat mereka semua terkejut.
"Nani?! Kenapa Hime? Hime bukan lah orang penting!" kata Izuna tak percaya.
"Apakah Itachi?!" tanya Sasuke dengan nada suara yang dingin.
"Bukan, Obito tidak bilang kalo dia melawan Itachi," kata Tsunade dengan tenang. "Dan Obito bilang Sakura adalah Rekarnasi Dewi Kaguya oleh karna itulah Akatsuki mengincarnya."
"Sakura-chan." kata Hinata dengan lirih.
"Wow, jadi Hime orang penting." Kata Izuna.
"Kau mengatakan sesuatu yang kurang tepat-ttebayo!"
"Kita harus menyelamatkannya!" kata Sasuke dengan tegas.
"Ah, aku sudah memikirkan ini dengan matang." kata Tsunade menyahut perkataan Sasuke. "Kalian semua yang ada diruangan ini akan pergi menyelamatkan Sakura kecuali Shisui."
"Kenapa aku tidak Tsunade-sama?"
"Kau akan membantuku mencari tau tentang Dewi Kaguya."
"Ha'i aku mengerti."
"Hmm, kalo boleh tau kenapa Hinata juga ikut-ttebayo?" tanya Naruto sambil menujuk Hinata yang sedang menunduk sedih.
"Ia adalah keturunan pertama dari ketua Klan Hyuga, ia akan sangat membantu dengan Byakugan-nya." jawab Tsunade yang membuat Naruto terkejut.
"Eeeeh?! Jadi kau dari klan Hyuga?! Kenapa aku baru menyadarinya-ttebayo?!" kata Naruto heboh.
"Baiklah dengan izinku kalian diperbolehkan mencari dan menyelamatkan Sakura!"
"Kami mengerti!" teriak mereka membalas Tsunade.
Mereka pun berjalan keluar ruangan bersiap menyelatkan teman mereka kecuali Shisui.
'Aku akan menyelamatkan mu Cherry!' batin Sasuke.
.
.
.
.
Dan di tempat lain. Di Sebuah ruangan yang gelap dan pengap lebih tepatnya. Terlihat seorang gadis dengan surai merah muda yang panjang tengah berbaring tak sadarkan diri di lantai yang penuh dengan debu. Tak lama kemudian datanglah seorang pria berwajah imut yang menatap wajah gadis manis tersebut dengan intens. Tangannya bergetak untuk menyentuh pipi gadis tersebut.
Namun sebelum itu terjadi sang gadis sudah terlebih dahulu menampakan manik emerald-nya.
"Kau sudah bangun, gadis kecil?" tanya nya dengan suara bariton bernada dingin. Sakura pun dengan segera mendudukan dirinya dan dan mentap sosok didepannya dengan tajam.
"Dimana aku?!" teriak Sakura.
Sasori pun menyeringai saat sakura menatap dan meneriakinya seperti itu. "Kau cukup berani gadis kecil." bukannya menjawab Sasori malah mengoda Sakura dengan mencium ujung rambut Sakura. Merasa di lecehkan Sakura pun mengerakan tangannya untuk menampar Sasori, namun sayang Sasori telah lebih dahulu menangkap tangannya dan menciumnya dari bahu menuju telapak tangannya.
"Hentikan! Ini tidak keren tau!"
Sasori tak menyahut perkataan Sakura. Ia bahkan semakin menghirup aroma tubuh sakura dengan Intens sepanjang lengannya. Hingga sampai di telapak tangan Sakura. Ia menyengitkan jidatnya mencium bau yang aneh dari telapak tangan Sakura.
"Kenapa bau tangan mu sangat aneh?" tanya Sasori bingung dengan masih setia mencium dan mengendus telapak tangan Sakura.
Sakura pun mengingat-ingat apa yang membuat tangannya menjadi bau. Ia pun tersenyum aneh saat mengigatnya.
"Tadi saat kau menculik ku," kata Sakura dengan suara yang mengejek. "Aku belum sempat mencuci tangan ku setelah menyelesaikan pangilan alam." kata Sakura santai.
"Nani?! Sial, kenapa kau baru mengatakannya sekarang, huh?!" kata Sasori kesal.
TO BE COTINUED
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author's Note:
Yosh! Setelah sekian lama belum Update-update. Akhirnya nih fic pun update \(^o^)/
Mari tepuk tangan semua #clap #clap #clap.
And BTW kemarin Sasuke-kun ulang tahunyah? #tanya sama Sasuke.
"Hn." Sahut Sasuke.
Karena Sasuke ulang tahun aku akan kasih Sasuke sebuah ciuman hangat sebagai hadiah. #Plakkk digampar Sakura #pingsan.
And walau pun udah telat aku mau mengucapkan minal aidin wal faidzin #salamansamareaderssatu-persatu
Maaf yo kalo aku sering update lama~
Maaf yo kalo Typo masih berhamburan~
Maaf yo kalo EYD-nya masih berantakan~
Maaf yo kalo word-nya dikit~
Maaf yo kalo balasan Review dari aku kurang berkenan di hati para readers~
Balas Reviews:
Arashi: Omg ! kakak alamat email kakak nggak tercatat di review :3
begini aja deh ini alamat email aku yah: phaniechanotakugirlskawai
Ig: Sakuralovesraven_98
Nanti di Ig aku Follow back deh ;)
Di Ig aku ada alamat email aku kak :v
Aku sangat butuh bantuan kakak untuk semua fic ku lo kak
BlackCherry712: makasih yo udah review :D nanti di chap ini di review lagi yo :v
Nikechaann: yups! Saku rekarnasi Kaguya And makasih yo udah review ^ ^
mantika mochi: hahaha :D makasih yo udah review :D moga aja fic ini tambah kocak menurut mu :v
trafalgar rika: kayanya kalo minum darah aja enga cukup deh ;) #eh (malah spoiler)
silver rose: iya sasu emang mecum :v and untuk lemon #smirk pasti ada ko tapi enggak tau kapan :v tunggu aja yo :3
BaekhyunSaranghaeHeni: yo! Istrinya Cabe #dihajarBaekhyun.
Makasih yo udah review :D
nekotsuki : yo! Udah next yo! Makasih udah review yo! :v
hanazono yuri: sudah lanjut yo :D makasih udah riview yo :v nanti di fic ini review lagi yo ^o^.
Belyuva Sasuko:udah lanjut yo :v makasih udah review :D
rereuchiha:aku juga mau T^T ayo kita cari sama-sama yang kaya sasu-kun
Guest:penasaran yo ^^ baca aja terus yo :v And makasih yo udah review yo
AsahinaUchiHaruno Shafa:makasih udah review yo BTW nih udah lanjut yo ^^
uchi:ini udah lanjut yo ^O^ makasih udah review yo =D moga aja kamu suka sama chapter ini yo :v.
Azure Shine: gomen nee updatenya lama yo and makasih yo udah review yo :v.
black cherry fanfic: yo yo yo ~ ini udah next yo~
Mind to Review?
thank you for reading
