Chapter 2

Titel : Xiumin Dairy

Genre : T, GS

Note : haii hallo, akhirnya setelah difikir-fikir aku memutuskan untuk mengedit cerita ini, aku sangat berharap kalian semua suka. Enjoy ^^

.

..

...

...

10 11 12- 2013

Aku memulai aktifitas ku seperti biasa, bekerja di sebuah klinik 24 jam. Hari ini akhir bulan sudah hampir seminggu Jongin tidak member ku kabar aku menunggu terus sampai aku berfikir apa aku terlalu berharap dengan semuanya jika aku berharap ingin bersama dengan Jongin ingin menjadi seseorang yang penting untuk Jongin secara singkatnya menjadi kekasih Jongin. Apa aku salah ? saat ini aku penasaran ada apa sebenarnya sampai seperti ini Jongin seakan menghindar dan menghilang entah kemana hingga saat itu ya secara tidak sengaja ketika aku sedang membuka akun facebook ku, aku merasa ada yang aneh, ya dengan satu nama yang muncul ketika aku lihat acc Jongin. Sebuah nama yang tak perlu di sebutkan bukan? Gadis itu gadis itu eumhh seseorang yang bisa di bilang cukup dekat atau sangat dekat dengan jongin gadis cantik bermata bulat dengan senyum yang manis. aku mengingat ngingat nama itu untuk nanti ku selidiki dan aku juga berencana menanyakan langsung kepada Jongin. Jujur saja aku penasaran siapa gadis ini.

Hari itu entah bagai mana Jongin akhirnya membalas pesan ku, ia beralasan sibuk bekerja sambil kuliah sehingga tidak sempat memegang ponsel, aneh bukan ya aku juga berfikir seperti itu. Yah hanya seperti itu saja yang kami bicarakan. Hingga kami tidak berhubungan lagi sama sekali baik itu pesan singkat, facebook atau yg lainnya. kami benar-benar tidak pernah berkomunikasi setelahnya. Sampai pada akhirnya aku lelah dan memutuskan untuk tidak berharap. Sejujurnya banyak sekali. banyak yang aku lewati setelah kejadian ini tapi ntah seperti apa aku harus menceritakannya rasanya terlalu rumit ini sulit sulit di jelaskan sampai pada akhirnya …

Juni 2014

Ya saat ini entah ada angin atau badai dari mana Jongin mengirim sms pada ku, perlu ku perjelas? Sms? Ya sms Pesan singkat dari Jongin! Kim jongin ! omoo kalian tau bagai mana rasanya ? tentu saja bahagia orang yg kau sayang sejak dulu sampai saat ini bemberi kabar seperti itu dengan mudahnya aku mempercayai kata-katanya. Ia menanyakan kabar ku dan kami terus berkirim pesan seperti dulu ketika kata Saya berubah jadi Aku kembali aku semakin luluh dengannya. Sebenarnya ada sebab sih dia mengirim pesan, dia ingin mengajak ku berkumpul dengan teman teman semasa SMP. ya ini kisah cinta ku yg rumit bermula dari sini hari dimana kita akhirnya bertemu setelah 3 tahun tidak bertemu, ya 3 tahun cukup lama bukan ? apa yang aku rasakan. Aku jujur saja semakin terpesona padanya dia semakin dewasa mengagumkan dan ouh aku harus menjelaskannya seperti apa lagi ? pokonya dia pria idaman ku kkkk.

From : Jongin

"min, aku sudah di depan"

Ya itu pesan dari Jongin, benar ia menjemput ku ouhh aku sangat gugup sampai membalas pesannya pun tangan ku gemetar. Lebay bukan ? ya memang sangat berlebihan.

To : Jongin

"ouh, okey aku segera keluar"

Itu pesan yang aku kirimkan untuknya, kemudian aku segera bergegas menemuinya. Aku tersenyum melihatnya berada di depan rumah ku yang sedang duduk di atas motornya menunggu ku menghampirinya.

"sudah siap ?" tanyanya pada ku, aku mengangguk lalu duduk di belakangnya. Tidak tidak ada adegan romantis seperti memeluknya dari belakang, mungkin lebih tepatnya belum toh kita baru bertemu setelah tiga tahun bisa di ingat tiga tahun yg aku rasakan canggung tentunya. Kami cukup banyak mengobrol, seperti dia yg memuji ku sekarang aku terlihat leebih cantik jujur saja aku tersipu mendengarnya lalu kita yang membicarakan apa kesibukan kita selama ini. Hari ini berjalan sangat lancar dan menyenangkan dan yah aku bersyukur hari ini bukan hari terakhirku melihatnya.

...

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari demi hari berganti menjadi minggu dan begitu selanjutnya. Kami bertemu lagi setelah sebulan mungkin lebih aku lupa berapa lama lebih tepatnya. Di acara reuni lagi kami mengadakan makan malam bersama hanya beberapa orang yg datang mungkin sekitar 10 orang tapi acara sangat menyenangkan kita semua mengobrol saling bertukar pengalaman apa yang kita lewatkan selama ini dan kabar baiknya Jongin tidak pernah mau jauh dari ku dia selalu ada di dekat ku di samping ku dan menggenggam tangan ku. Jujur saja aku sangat senang aku merasa ia anggap di sini, oh ayo lah bahkan kita masih belum menegaskan hubungan kita ini apa status hubungan kita ini apa dan ini saja pun cukup menurutku, bodoh memang tapi ini yang aku rasakan kebahagiaan yang selalu aku inginkan dia yang selalu ada di sisi ku.

Saat itu hari raya, semua orang tentunya berbahagia aku juga pastinya ini hari yang sangat kami tunggu. Lagi lagi aku mendapatkan kabar bahwa angkatan kami akan mengadakan jalan-jalan ke sebuah air terjun yang ada di kaki gunung tentu saja itu pasti ssangat mengasyikan. Aku segera mengosongkan jadwalku untuk hari itu agar bisa pergi bersama mereka tentunya. Kalian bertanya Jongin? Tentu saja ia ikut jika aku ikut Jongin dengan pasti ia akan mengusahakan ikut karna kapan lagi kami bisa bertemu. Sambil menyelam minum air kan hihihi. Keesokan harinya Jongin sangat sibuk kemarin sih dia sudah memberi ku kabar bahwa hari ini akan sangat sibuk karena meyelesaikan pekerjaannya agar besok bisa pergi bersama ku. Tentu saja aku sangat tersanjung mendengarnya sederhana tapi romantis dia yang sengaja mengosongkan jadwalnya agar bisa pergi bersama ku dan yang lain.

Hari yang di tunggu pun datang hari dimana kami menghabiskan waktu kami bersama tidak hanya berdua sih tapi bersama dengan yang lain juga. Kita banyak mengambil foto baik itu pemandangan atau pun foto kita. Menyenangkan ya tentu saja. Keesokan harinya aku memang harus pergi ke busan karna ada acara keluarga dan besok pun Jongin akan pergi ke Jeju liburan sambil bekerja katanya. Di motor aku memeluknya erat, hangat sungguh ia memegang tangan ku dan menciumnya perlakuannya benar-benar membuat ku selalu tersipu sejak tadi. sepanjang perjalanan aku berfikir aku ingin menciumnya, di pipi ketika semakin dekat dengan rumah ku aku meminta Jongin untuk menengok sedikt dan aku menciumnya hihihi aku senang sungguh ia yg langsung mengelus tangan ku yang melingkar di pinggangnya seperti menunjukan rasa sayangnya dengan sentuhan. Yahh dan itu hari terakhir kita bertemu. kenangan yang indah dan tak terlupakan.

Sampai suatu hari, hari yang sangat ingin aku buang rasanya aku ingin berpura pura tidak tahu dan tidak melihat apa yg aku liat sekarang di depan mata ku. Hari ini aku libur jadi aku memutuskan lebih baik tidur seharian daripada keluyuran tidak jelas dan menghabiskan uang untuk berbelanja. Aku membuka poselku dan mengecek akun facebook ku. Awalnya tidak ada yang aneh memang, sampai ada satu foto yang menarik perhatian ku. Foto itu di unggah oleh salah satu teman Jongin aku tidak mengenal dekat hanya saja aku sempat beberapa kali beremu dengannya hanya sekedar bertukar spaan. Foto yang membuat dada ku berdetak dengan cepat tiba tiba foto yang membuat mata ku panas, foto Jongin yang merangkul seorang gadis tidak di foto itu bukan hanya mereka berdua tapi ada beberapa orang yg salah satunya aku ketahui yang mengupload foto tersebut, foto itu di ambil di pantai mereka sangat bahagia di foto tersebut terlihat jelas sangat jelas malah mereka berangkulan. Aku langsung yang berfikir oh oke dia berbohong dan dia sangat mengecewakanku. Berarti selama ini firasat ku tidak salah selama ini firasatku yang selalu mengatakan bahwa ia sudah mempunyai seorang kekasih itu benar, ia yg selalu datang dan mejadikan ku sebagai pelampiasan ketika dia sedang tidak bersama dengan kekasihnya. Pagi itu menjadi saksi dimana hati ku hancur menjadi kekecewaan yang berakhir dengan tangisan. Saat itu aku yang memang sedang berkiriman pesan dengan Jongin langsung mematikan ponsel setelah pesan terakhir yang aku dapat

To : Jongin

" oppa kemarin ke Jeju sama siapa ?"

From : Jongin

"sama teman nun, kenapa ?"

...

Hari ini tugas ku untuk berjaga malam di apotek tempat kerja ku, aku memutiskan untuk tidak membawa ponsel agar aku tidak tergoda untuk membalas pesan dari jongin. Sebenarnya aku juga butuh menenangkan diri sih kebutulan teman ku tidak bisa masuk jadi aku yg menggantikannya berjaga. keesokan paginya ketika aku sampai rumah eomma memberi tahu ku kalau ponsel ku berbunyi terus yg ternyata adalah bunyi alaram -" aku lupa mematikan alaram di ponsel ku sungguh aku melupakan hal kecil semacam ini alhasil secara tidak sengaja eomma mengaktifkan ponsel ku. Aku hanya bisa pasrah saja, gagal sudah rencana ku untuk menghilang beberapa hari dengan tidak mengaktifkan ponsel ku.

"min tadi ada pesan dari Jongin"

"Apa katanya eomma ?"

"Eomma tidak membacanya hanya ingin tau saja siapa yg mengirim pesan"

"Heum begitu"

Lalu aku berjalan menuju kamar ku mengecek isi pesan yg di kirimkan jongin. Eomma benar-benar tidak membacanya ternyata kkkk

From : Jongin

Nun kenapa tidak di balas ? Apa kamu marah ? Jika iya maaf jika aku membuat mu kecewa atau sedih. Aku benar-benar tidak pernah ingin membuat mu bersedih nun.

From : Jongin

Selamat pagi, apa kamu baik baik saja ? Aku harap kamu baik, jangan lupa sarapan. Aku pergi ke kampus dulu ya jaga kesehatan

Ada dua pesan darinya, aku tak tega sungguh aku benar-benar tidak bisa marah padanya aku gk sanggup mendiamkannya seperti itu.

To : Jongin

selamat pagi juga, Aku tidak apa apa ko sungguh, aku baik tidak usah khawatir. Semangat kuliahnya.

Aku menghembuskan nafas ku, harus kah aku pura-pura tidak melihatnya haruskah aku pura-pura menutup mata dengan apa yg sudah aku lihat kemarin. Sepertinya memang seperti itu seharusnya, diam dan pura-pura tidak tahu adalah jalan yang terbaik untuk sementara ini. Ponsel ku bergetar menandakan ada pesan masuk

From : Jongin

Benar kah ? Jika ada apa-apa bilang saja.

To : Jongin

Benar aku baik-baik saja jangan khawatir oppa,

From : Jongin

Baiklah kalau begitu, sudah sarapan ?

To : Jongin

Sudah, oppa sendiri ? Apa sedang tidak ada dosen ?

From : Jongin

Aku belum nanti saja istirahat. Ada dosen nun hanya saja aku sedang malas mendengarkan, kepala ku pusing.

To : Jongin

Apa oppa sakit ? Kan aku sudah bilang jaga kesehatan

From : Jongin

Tidak jangan khawatir begitu, aku pusing karna memikirkan mu

To : Jongin

Eeyhhh gombal belajar sana jangan jadi anak nakal

From : Jongin

Aku serius aku kangen sudah lama kan kita tidak bertemu,bagai mana kalo kita bertemu nanti ?

To : Jongin

Baik lah nanti kita bertemu jika oppa sedang tidak sibuk

From : Jongin

Heyyy yang selalu sibuk kan nunna kenapa jadi aku ?

To : Jongin

Memang oppa yg selalu sibuk, aku sih bisa kapan saja.

Yahhh masih banyak lagi pesan pesan yang selanjutnya. Hubungan ku dengannya hanya sebatas itu entah lah hanya saja aku merasa mungkin memang seperti ini jalannya, mungkin aku harus lebih bersabar untuk meluluhkan hatinya untuk ku.

Soal Chen kami sudah putus, aku yg memutuskan hubungan kami, hubungan kami sudah tidak berjalan dengan baik ia yg selalu memutuskan hubungan sepihak dan kembali lagi pada ku jika dia ingin. Jujur saja aku sangat merasa di permainkan selama hampir tiga tahun ini selalu aku yg mengalah dia yang egois dia yang selalu pergi meninggalkan ku dam membuay ku menangis. Sampai akhirnya hati ini berpaling berpaling pada seseorang yang mampu membuat hari-hari ku lebih berwarna meski aku dan Jongin masih dalam tahap friendzone tak masalah tidak apa apa asal itu Jongin aku akan bersabar.

Akhir tahun akhirnya aku meberanikan diri untuk bertanya, bertanya padanya pada Jongin soal foto yang aku lihat beberapa bulan yang lalu rasanya masih mengganjal. Aku terus mencari alasan yang tepat agar Jongin tidak curiga.

To : Jongin

Oppa aku mau tanya

From : Jongin

Tanya apa nun ?

To : Jongin

Itu aku di kirimin foto oleh teman ku, foto itu waktu oppa sedang di jeju bersama teman-teman oppa, di sana ada seorang gadis yang nampaknya dekat dengan oppa, aku melihat oppa merangkulnya.

Sebenarnya ini bukan hanya alasan karna memang Luhan juga mengirimkan foto itu lewat bbm dan menanyakan gadis yang bersama Jongin itu siapa kenapa aku tidak bercerita apa apa padanya. Sebenarnya ini hanya bentuk bukti perhatian Luhan pada ku. Lama berselang Jongin seperti yang mengalihkan pembacaraan ke arah lain, ketika aku menanyakan ulang akhirnya ia menjawab

From : Jongin

belum ada status yang jelas dengan hubungan kami nun

To : Jongin

Heum begitu

From : Jongin

Kenapa nun ?

To : Jongin

Tidak apa apa ko hehe aku cuma ingin tau saja

Yahh seperti biasa aku pura pura tidak terjadi apa apa mengajaknya bercanda seperti biasa, tapi rupanya Jongin bisa melihat gelagat keanehan ku yg sepertinya terlihat agak kaku setelah pembicaraan itu.

From : Jongin

Nun kita sudah lama kenal kan dan saling memahami. Sungguh aku meminta maaf jika membuat hati kamu merasa tidak nyaman atau ada sesuatu yang menyinggung. Sungguh aku tidak bermaksud begitu bagai mana pun kita kan sudah bersahabat lama, iya kan kita hanya bersahabat kamu sahabat terbaik ku.

Deggg rasanya hati ini eumhh sulit di jelas kan. Aku fikir aku bisa maju lebih maju lagi untuk bisa berada di sisinya, ternyata salah, ternyata aku salah. Jadi selama ini dia selalu menganggap ku sahabat dan tidak akan pernah lebih. Air mata itu menetes begitu saja tanpa bisa di bendung lagi pertahanan ku runtuh hancur aku lelah sungguh lelah.

To : Jongin

Iya oppa aku tau kita kan memang sudah bersahabat jadi jangan sungkan untuk becerita jika ada apa apa. Aku tidak merasa kecewa ko aku baik baik saja oppa

bobong itu bohong sejujurnya aku tidak baik-baik saja, kebohongan lagi untuk menghibur hati ku yang terluka. Aku menghibur diri ku sendiri. Luhan marah besar ketika aku menceritakannya masalah ini begitu pula Lay yang merupakan teman Jongin semasa sekolah dasar, bahakan Lay tidak menyangka kalau Jongin sampai seperti itu mepermainkan hati ku. Aku, Luhan, Lay dan Suho sudah bersahabat sejak kami masuk tingkat mengah atas. Kami satu kelas dan selalu bersama sejak saat itu. Mereka bilang untuk melepaskan Jongin saja kedepannya sudah terlihat "ini tidak akan baik sudah saatnya mundur demi hati mu sendiri" itu kata-kata bijak Suho yang mebuat ku sadar mungkin sudah saatnya aku mundur dan memulai kehidupan ku tanpa dia.

Hari-hari selanjutnya aku mulai jarang mebalas pesan Jongin, jika ia tidak mengirim pesan duluan maka aku tidak akan memulainya duluan. Dia sempat bertanya kenapa aku susah sekali di hubungi dan nomor pun tidak aktif. Aku hanya menjelaskan kalau aku sedikit sibuk karna mengerrjakan cerita ku memang benar untuk melupakannya aku mulai mengalihkan perhatian ku dengan menulis cerita seperti cerpen atau ff. Dan setelahnya kami benar benar yang tidak berhubungan sama sekali. Pada akhirnya kita Lost Contak (lagi).

TBC

HAAIIII sudah lama bangett nih gk update, apa ada yang merindukan cerita ini ? some review please dan juga ayo mampir di cerita baru ku Sleeping Anggel. yupp segitu saja cuap-cuapnya sampai bertemu di chapter depan bye bye :*