Title:「TOUCHING AND TOUCHED」
Author: Ricky Senpai
Genre: Romance, Drama
Rating: M
Length: Chapter
NO silent reader and Plagiarist please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from my story. Comments are very welcome~~
~rickysenpai
©This fanfict is a story that have inspirations
from manga in webtoon
but this fanfict still have the deferen part
and fure from my brain to be a good better .
And i hope your respect my story.
NO FLAME,
NO BASH CHARA,
NO PLAGIAT,
NO SILENT READERS.
Warning:
BL (Boys Love), More Typo(S)
I Told You Before, If You Hate YAOI or IF You HATE Me,
Better If You Don't Read My Fanfiction, Okay?
IT'S YAOI! CHANLU CHANYEOL x LUHAN!
DON'T LIKE, DON'T READ, DON'T BASH
Disclaimer:
Character of this fanfict is themselve, them family and god,
Plot, strory, and etc is fure in my brain don't be plagiat
Summaryy:
Manusia berinteraksi dengan sesama melalui setuhan,
Begitu pun kaum selain manusia yang satu ini, mereka perlu bersentuhan
Dengan manusia untuk bertahan hidup agar tidak musnah.
Namun apa jadinya jika salah satu dari mereka
Gagal untuk menyentuh manusia incarannya ?
IT'S YAOI
CHANYEOL x LUHAN COUPLE HERE ! REPE SCENE HERE ! NC+21 HERE !
「TOUCHING AND TOUCHED」 © 2015
Chapter 5
"SEORANG PRIA BERUMUR 20 TAHUNAN DITEMUKAN TEWAS DI SEBUAH APARTEMEN SETELAH MEMINUM MINUMAN KERAS"
KROSAKK
GET UP
"Apa-apaan ini ? kenapa ada Koran di tubuhku ? memangnya aku korban pembunuhan ? eh tunggu dulu sejak kapan kamarku lantainya dilapisi oleh Koran ? aneh sekali"
CKLEK
"Oh astaga"
"huh, k-kau ?"
Seseorang dengan handuk yang menutupi daerah privatnya dan handuk kecil yang sedang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya tiba-tiba datang dengan wajah kagetnya, bulir bulir air yang turun dari rambutnya yang basah dan abs yang mengkilap dengan air membuat sosok itu bisa menghipnotis seorang pria lainnya yang sedang menatap tidak berkedip di sebrang sana namun selang beberapa detik ia pun memalingkan wajahnya ke arah lain.
"kenapa dia ? aneh sekali" pria itu mulai menggosok rambut basahnya dan tiba-tiba dia melihat kebawahnya "aish aku lupa" pria itu menepuk keningnya dan segera kembali ke balik pintu kamar mandi sembari membawa pakaiannya yang terletak tidak jauh dari sana.
"bodoh bodoh bodoh, xi luhan kau kan pria sama dengan dia kenapa kau harus malu melihat dia ? bukannya itu kesempatan bagus untuk mu ? kapan lagi kau bisa melihat dia bertelanjang dada seperti itu ?" luhan masih setia meruntuki kebodohannya sambil menyumpah serapahi dirinya sembari memukul mukul kecil kepalanya sampai tersadar akan sesuatu.
"tunggu dulu, kenapa dia ada di kamar ku ? atau jangan – jangan ini bukan kamar ku ? sebenarnya apa yang terjadi kemarin …."
FLASHBACK ON
"ah benar itu semua karena ayam yang menghancurkan mood ku, ya dia ayam yang mempermainku. Ya ayam…a ayammm semuanya gara gara dia" luhan pun teringat kenapa dia bisa mabuk mabuk begini dan menghampiri pintu kamar apartemen di sebelahnya lalu langsung menekan tombol bel dengan berutal.
"HEY KAU KELUARLAH AKU TAU KAU DI DALAM, PARK CHANYEOL KELUAR KAU ? MEMANGNYA SIAPA KAU MEMBUAT KU MERASA DIPERMAINKAN HUH ? DASAR PENGECUT KELUAR KAU"
"dasar menyebalkan"
.
.
"kau orang menyebalkan, kasar, egois, temperament"
.
.
"tapi kenapa ? kenapa aku selalu memikirkan mu ? tega sekali kau mengabaikan ku dan terus saja membentaku, apa salah ku ? aku hanya ingin lebih dekat dengan mu dan menyentuh mu walau pun barang sekali …"
.
.
TESSS TESS
FLASHBACK OFF
"argghhhttt apa yang sebenarnya aku pikirkan ? hancur sudah semuanya, dia akan benar benar membenciku dan mendapatkannya hanya akan menjadi angan angan, xi luhan kau pemburu terpayah di dunia ini " luhan meremas kuat rambutnya meruntuki nasibnya.
"baiklah, lupakan saja anggap tidak terjadi apa-apa …luhan fighting"
CEKLEKK
Pintu kamar mandi itu terbuka dan menampilkan sosok pria bertubuh jangkung dengan balutan kemeja putih dan celana jeans yang melekat pas di kaki jenjangnya, rambutnya yang berantakan membuatnya dia terkesan sexy.
"sedang apa kau ?" suara beratnya yang khas menginterupsi luhan, membuatnya menoleh ke arahnya.
"ah ti-tidak, tidak ada apa-apa"
"kalau tidak ada apa-apa lebih baik kau segera keluar dari kamar ku"
"huh" luhan hanya bisa memandang bingung dengan sosok pria di depannya yang sedang mengambil air dingin di lemari pendingin dan meminumnya
"apa gara-gara semalam kau juga kehilangan otak mu yang kopong itu, sampai-sampai kau tidak bisa berpikir lagi ?" kata kata itu berhasil menohok hati luhan lagi, padahal ini masih pagi tapi pria menyebalkan itu sudah membuat luhan mengamuk.
"ya! Bisakah kau bersikap sopan pada seseorang ? kenapa kau begitu kasar ?"
Pria itu memandang luhan dengan tatapan tidak bisa di tafsirkan dan detik berikutnya dia menunjuk sebuah pintu di sebrang sana lalu mulai sibuk dengan pekerjaannya memanggang roti di pantry minimalis miliknya.
Luhan hanya bisa memandang pintu itu dan kembali diam, apa dia itu terbuat dari es ? dingin sekali berbeda dengan kedua temannya yang berkelakuan seperti anak TK menurut luhan.
"setidaknya kau bicara dengan jelas, kau membuat ku bingung"
"kau tau pintu keluarnyakan sekarang ? keluar lah aku tidak mau tempatku semakin kotor karena kau" ujarnya tanpa melihat pada luhan
"baiklah aku akan keluar, tapi apa aku sekotor itu ? sampai sampai kau membiarkan orang lain tidur di lantai dengan alas Koran ?"
"apa urusanku ? aku tidak akan membiarkan ranjangku di tiduri oleh orang penguntit semacam kau"
"YA! Aku sudah bilang aku bukan penguntit"
"kalau kau bukan penguntit kenapa kau terus mengganggu ku ? kau bahkan berteriak terik dan menekal bel seperti orang kesetanan"
"ah so-soal itu, kemarin aku mabuk kau tau kan ? orang mabuk biasanya suka berbicara sesuka hati tanpa di pikir lagi" luhan bangun dari tempatnya bermaksud meminta maaf dan menghampiri pria itu "Ma-maaf kalau aku mengganggu mu.."
"berhenti, jangan melewati Koran Koran itu kau bisa mengotori lantainnya dengan staphylococcus"
"hah ?"
"Dan jangan salah sangka dengan apa yang terjadi kemarin, bukan aku menginginkan mu masuk ke kamarku sesuka hati tapi jika kau ku biarkan berteriak teriak di luar kamar ku dan pingsan di depan pintu kamar ku seseorang akan salah paham dan menelpon polisi dan akan ada banyak orang yang berlalu lalang di kamar ku ini gara gara kau" celoteh chanyeol
'tu-tunggu apa dia itu punya penyakit mysophobia ? jika benar…' batin luhan dan untuk membuktikan dugaan nya luhan pun melanjutkan langkahnya.
"Y-Ya ? apa yang kau lakukan ber-berhenti di tempat mu sekarang juga tuan penguntit"
Luhan terus berjalan mendekati chanyeol yang juga berjalan mundur menjauhi luhan yang semakin dekat dengannya.
"YA! Berhenti ditempat mu" damn dia sudah tidak bisa menghindar lagi karena di belakangnya terdapat tembok yang membatasi pergerakannya.
BRAKKK
"y-ya kau mau apa ?"
Salah satu tangan luhan bertumpu pada tembok itu, dan menatap pria di depannya dengan lekat, dari ekspresi yang di berikan oleh chanyeol yang sepertinya memang benar dia mengidap mysophobia luhan pun akhirnya yakin.
"soal yang kemarin" ujarnya menggantung
"aku pernah bilang aku ingin sekali menyenteh mu bukan ? soal itu….." dari jarak sedekat ini mereka bisa merasakan hembusan nafas masing masing dan memandang wajah masing masing yang manis dan tampan, membuat luhan semakin gila jika harus terus seperti ini.
"ah aku minta maaf ya, lupakan saja soal itu. Emm disana pintu keluarnya kan ? aku harus membukanya sendiri atau …" ujarnya sambil menjauh dari pria itu
"bi-biar aku yang buka" balas chanyeol cepat
"sekali lagi maaf sudah merepotkan mu, baiklah kalau begitu…" setelah chanyeol membuakakan pintu apartemennya luhan pun menghampirinya.
"sampai jumpa" dan dia menyentuh chanyeol di dadanya.
TOUCH
Dengan secepat kilat luhan keluar dari apartemen itu, menekan beberapa sandi dengan cepat dan menghilang di balik pintu kamar apartemennya. Menyisakaan pria jangkung itu yang sedang terdiam dengan aksi nekadnya.
BRAKK
"hah hah hah aishh bagaimana ini ? aku… aku …. Menyentuhnya… astaga aku semakin menginginkannya" luhan terduduk sambil meremas rambutnya frustasi, sepertinya dia benar-benar harus bekerja keras untuk hal dimana dia sangat ingin memiliki pria itu bukan sebagai mangsa namun sebagai … MATE-nya
「TOUCHING AND TOUCHED」 © 2015
Semilir angin malam membuat udara semakin dingin, waktu sudah menunjukan pukul 02.30 KST dimana semua orang sedang tertidur pulas pada jam jam itu, namun bagi pria jangkung bermarga park ini harus butuh perjuangan agar bisa tidur. Kenapa ? karna 10 sebelumnya chanyeol tidak bisa tidur dengan tenang akibat pria manis yang mengganggu pikirannya, dia bahkan sudah mandi berkali-kali untuk menenangkan dirinya dan membersihkan dirinya dari bekas sentuhan pria itu, bahkan temperature ac yang ada di dalam kamarnya tidak membuat dia nyaman dan malah kepanasan sampai sampai jendela kaca apartemennya harus terbuka sampai sekarang. Beberapa metode untuk tidur pun sudah dia jalankan mulai dari mendengarkan music, membaca buku, sampai membersihkan kamarnya sampai bersih tidak meninggalkan noda sedikit pun.
Tapi untungnya dia bisa tidur juga walau harus menguras tenaganya terlebih dahulu, bahkan dia bisa mendengkur halus dan berselancar di mimpi indahnya. Wajah tenangnya dikala tidur membuatnya semakin tampan kalau dilihat dari jarak dekat, Ingatkan siapa saja agar jangan membangunkannya pria ini sampai pagi nanti.
04.56 KST
KRIEETTT
Suara decitan ranjang terdengar nyaring, membuat seseorang yang baru saja bisa menikmati mimpi indahnya terganggu karenanya.
"eunghh " lenguhnya yang baru saja membiasakan cahaya yang masuk kedalam retina matanya, menangkap sosok seseorang selain dirinya yang tengah duduk di ranjangnya berlawanan arah.
"siapa kau ?"
Pria itu pun berdiri dan membalikan badannya, pria itu menatap lekat pada chanyeol yang tampak kaget dengan apa yang dia lihat sekarang. Seorang pria yang membuat dia susah untuk tidur sekarang berada di hadapannya dengan hanya mengenakan kemeja kebesaran yang tipis mempertontonkan tubuhnya yang mulus putih bersih yang hanya bisa menutupi sampai ke paha putihnya dengan nipple pink yang tercetak jelas di luar kemeja yang ia kenakan, rambutnya yang acak acakan dan bahu yang terekspose karena 2 kancing kemejanya yang tidak terpasang pada tempatnya. Membuat chanyeol harus susah payah menelan ludahnya sendiri karena tontonan yang tersaji di depan matanya.
Pria mungil itu pun mulai menghampirinya dan menaiki ranjangnya dengan merangkak di atas tubuh tingginya.
"biarkan aku menyentuhmu…"
Gerakan pria itu semakin menggoda dengan bibir cerry nya yang ia gigit sensual menggugah siapa saja untuk memakannya sampai habis.
"ma-mau apa kau ?" dengan susah payah mengeluarkan suaranya, akhirnya ia bisa bersuara setidaknya bisa membuat pria itu berhenti dan keluar dari kamarnya.
"kumohon..
Sekali ini saja….
Kumohon…." Pria manis itu semakin mendekat dan mencoba untuk menggapainya
"ja-jangan mendekat, jangan mendekat lagi !"
"biarkan aku menyentuhmu"
"tu-tunggu tunggu BERHENTI !"
UP
"hah hah hah aku membunuh seseorang dalam mimpi ku, kenapa dia harus masuk kedalam mimpi ku ?" chanyeol hanya bisa meremas rambutnya frustasi.
Ternyata mimpinya membawanya pada kenyataan bahwa dia tidak bisa mengabaikan pria itu sekarang.
「TOUCHING AND TOUCHED」 © 2015
Public library, seoul
"myso-phobia mysophobia ah ini dia"
Kini luhan sedang berada di perpustakaan umum tidak jauh dari apartemennya, kejadian kemarin membuatnya terus memikirkan pria itu sampai-sampai dia tidak bisa tidur. Lihat saja pagi-pagi sekali dia sudah berada di perpustakaan umum ini dan sudah membacanya bolak balik.
"huh, apa tidak ada cara menyembuhkan penyakit OCD semacam itu dengan cepat ?" erangnya frustasi
"padahal aku sangat menginginkannya sekarang" ujarnya pelan, dia sudah duduk berjam-jam dengan tumpukan buku yang membahas topic yang sama yaitu mysophobia atau obsessive compulsive disorder (OCD) suatu kelainan yang dimana mereka akan selalu merapihkan barang yang di tempatnya dengan rata, sama dengan halnya mysophobia yang takut pada kuman.
Dari berpuluh puluh buku yang sudah luhan baca banyak cara untuk mengatasi mysopobia namun tidak ada cara instan untuk menyembuhkannya terlebih keberhasialan menyembuhkan penyakit ini hanya terletak pada kemauan si penderita yang ingin sembuh membuat luhan semakin cemas dengan masa depannya.
"huh, apa aku harus berhenti dan cari target baru ya ? ah sudahlah aku pusing memikirkannya pokoknya aku cari jalan sendiri saja sekarang, sepertinya satu buku penunjang akan membantu… akan ku pinjam buku ini saja" luhan mulai membereskan buku-bukunya dan menyimpannya kembali ke rak buku semula.
"ah aku lapar, tapi sekarang aku tidak bisa menyentuh orang sembarangan lagi gara-gara dia. Aku bisa mati kelaparan kalau terus terusan seperti ini, aku harus menemukan cara cepat menyembuhkan penyakit itu… eh ?"
.
.
.
.
NOVEL
"sudah beberapa menit aku mencari cerita yang bagus di sini tapi tidak ada yang sebagus cerita itu, ditambah aku tidak bisa focus pada pekerjaan ku sekarang ini membuat beban di kepala ku bertambah banyak"
Chanyeol sedang mencari beberapa buku untuk ceritanya tapi tidak ada yang menarik menurutnya hanya cerita cinta dengan kisah monoton dan membosankan membuatnya harus benar benar mencari inspirasi yang bagus untuk ceritanya nanti. Setelah cukup lama memilih akhirnya dia bergerak ke rak buku di tengah paling kanan untuk mengambil buku yang lumayan menarik, namun ketika hendak mengambilnya tanyannya tidak sengaja bersentuhan dengan tangan lainnya.
"eh maaf, aku tidak sengaja"
"ah tidak apa-apa" ujar chanyeol seperti biasa tanpa basa basi dia mengambil bukunya lalu meninggalkan orang itu dan mengeluarkan botol cairan dan menyemprotkannya pada tanyannya yang baru saja di sentuh orang lain tadi.
"ah kenapa jadi banyak yang menyentuhku akhir akhir ini menyebalkan"
Tanpa chanyeol sadari orang yang tadi tidak sengaja menyentuhnya itu mengikutinya dari belakang karena merasa tertarik dengannya, orang itu mengikutinya sampai keluar dari tempat perpustakaan itu, setelah dirasa cukup aman dia bermaksud untuk menyentuh chanyeol dari belakang namun…
SREEETTTT
"apa yang kau lakukan, ini sakit lepaskan tanganku"
"ah benarkah ? kalau begitu berhenti mengikutinya penguntit, kau tidak berhak menyentuhnya dengan tangan kotormu….
karena dia adalah….
PACARKU…"
TBC
Oke langsung next chap deh ya semoga suka chapter ini :v buat yang nunggu kelanjutan ff yang lainnya lagi di progress mohon sabar ya :v review nya di tunggu tinggalkan jejak jangan jadi readers yang udah baca langsung kabur sedih author :v oke see di ff author yang lainnya :v
