.
.
.
Author Ela_JungShim presents
An Alternate Universe fanfiction
HOMINSMUT series
"Into the Bathtub"
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Rate : M for Mature and Mechum!
Length : Oneshot
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK/TVXQ/ToHoShinKi
Warn : TYPO's! SMUT! PWP(Plot What Plot XDD ) (Porn Without Plot)!
This is HOMIN Fanfiction. Jadi pair utamanya adalah HOMIN. Bagi yang tidak suka, silahkan angkat kaki dari fanfic ini.
Inspired by TVXQ 2016 Season Greetings~! BEDscene and BATHTUBscene!
HOMIN is super gay-ish!
.
.
.
.oOHOMINOo.
Into the Bathtub
.
.
.
.
Changmin tak bisa mempercayai hal ini. Ia berkali-kali melihat jam di dinding, dan emosinya semakin lama semakin meletup tak terkendali.
"Jung Yunho sialan!" geramnya menahan kesal.
Bagaimana tidak kesal?!
Tiga bulan lalu, setelah menjadi kekasih selama dua tahun, akhirnya mereka meresmikan hubungan mereka dengan mengikatkan diri di hadapan Tuhan dan negara. Namun belum sempat mereka meresmikan hubungan sebagai suami-suami dengan sah—you know what I mean—Yunho di telepon oleh bos-nya dan di haruskan berangkat ke Cina sore itu juga!
Selama tiga bulan ia ditinggal Yunho pergi dinas ke luar negri demi mengurusi cabang perusahaan tempatnya bekerja. Dan hari ini adalah saatnya mereka bertemu.
Ia sudah menuruti Yunho untuk menyewa sebuah hotel mewah agar suasana pertemuan mereka kembali menjadi hal yang spesial, karena mereka akhirnya akan menghabiskan waktu sebagai pasangan yang sudah menikah. Namun apa? Semuanya malah membuatnya murka karena sampai pukul sembilan malam hari ini, laki-laki sialan yang sudah mengikatnya dalam hubungan pernikahan itu belum menunjukkan batang hidungnya!
Tiga bulan ia ditinggal pergi Yunho, membuatnya benar-benar harus menahan semua libido dan nafsu yang sudah di pupuk Yunho (yeah, selama satu tahun terakhir mereka menjalin kasih, hampir setiap hari Yunho tak pernah absen untuk menggauli Changmin dengan penuh semangat dan nafsu yang tinggi, sampai Changmin jadi terbiasa olehnya), dan ia sudah sangat menunggu-nunggu saat ia bisa kembali merasakan buaian, belaian dan sentuhan Yunho di setiap inchi seluruh tubuhnya.
Ia sudah memakai outfit yang sexy dan menggoda, ia sengaja hanya mengancingkan satu kancing kemejanya dan membiarkan bagian lain tubuhnya bisa terlihat dan mengoda Yunho, tapi lagi-lagi lelaki yang ia tunggu-tunggu masih tak menampakkan wajah bodohnya!
.
TingTong! TingTong!
.
Changmin langsung melompat menghampiri pintu kamar hotel, dan dengan sigap ia langsung menarik namja yang memasang wajah sok innocent itu melalui kerah bajunya.
"Y-yah... Cha-Changmin-ah.."
"uph!" keluh Yunho ketika tubuhnya di selesai di tarik dan di akhirnya di dorong jatuh ke ranjang disana.
Changmin langsung menaiki tubuh Yunho, dan mengungkung tubuh suaminya. "Apa kau memang sengaja mengetes kesabaranku Jung Yunho?" geram Changmin.
"A-aniya Changmin-ah... delay, pesawatnya delay selama enam jam... percayalah padaku Min-ah.." pinta Yunho dengan suara yang agak memelas. Tangannya sudah bergerak untuk menyentuh wajah Channgmin, namun langsung di tepis dengan kuat oleh Changmin.
"Delay enam jam dan kau tak mengabariku sama sekali? Berani sekali kau!"
"Ponselku lowbat dan mati Changmin-ah. Serius. Aku tak bawa powerbank, dan chargerku ketinggalan." jelas Yunho cepat-cepat. "Kau tahu sendiri kan Min-ah kalau tak ada kau, hidupku berantakan." imbuhnya berusaha merayu dan meluruhkan amarah Changmin.
Changmin menyipitkan kedua mata bulatnya dan menatap Yunho tak percaya. "Delay enam jam, tapi kenapa kau jadi telat sampai jam segini? Kemana saja kau setelah sampai Seoul?"
"Kecelakaan!" ucap Yunho cepat. "Dari bandara sampai kesini macet parah karena ada kecelakaan truk trailer besar yang bertabrakan dengan mobil dan terguling melintang di jalan. Membuat jalanan nyaris tak bisa dilewati. Karena itulah aku sampai sebegini telatnya sampai kesini." jelasnya dengan bersungguh-sungguh dan sedetailnya. "Kalau tak ada satupun yang menghalangi, aku pasti sudah langsung sampai disini secepatnya, Min-ah. Aku begitu merindukanmu selama aku di Cina."
Changmin menggigit bibirnya medengar penjelasan suaminya itu. Penjelasannya masuk akal dan ia tahu Yunho bukan orang yang bisa berbohong dengan muka serius di hadapan wajah manisnya(ini kata Yunho sendiri loh), jadi memang suaminya itu berkata jujur.
Tapi bukan berarti amarahnya bisa menguap secepat itu.
Ia menarik bantal di atas Yunho dan dengan cepat langsung memukulkannya ke bagian-bagian tubuh suaminya. "Dasar bodoh!" bagian kepala Yunho yang di pukul. "Bodoh!" kali ini bagian dada. "Menyebalkan!" berlanjut bagian kaki "Kau membuatku menunggu begitu lama, dan itu membuatku kesal!" dan Changmin berlanjut memukuli bagian tubuh Yunho secara acak, dengan penuh kekesalan.
"Yah! Yah! Changmin-ah!" pekik Yunho yang berusaha menghindari serangan bantal yang di berikan Changmin padanya. Ia mengambil satu bantal lain dan itu hanya ia gunakan untuk melindungi dirinya.
"Bodoh! Kau menyebalkan Jung Yunho! Kau tahu aku benci menunggu dan kau membuatku menunggu berjam-jam!" cerca Changmin sambil tak berhenti memukuli Yunho dengan bantal empuk di tangannya. Yunho sendiri hanya berusaha mengelak, tanpa sekalipun berusaha membalas. Karena ia tahu ia yang bersalah disini, jadi ia menerima saja semuanya dengan ikhlas.
"Idiot! Bodoh! Kau meninggalkanku selama tiga bulan! Dan kau masih berani membuatku menunggu lebih lama! Aku membencimu Jung Yunho! Aku benci!"
Mendengar satu kata itu ditujukan padanya, Yunho akhirnya berdiri dan menerjang tubuh Changmin dengan tubuhnya sendiri hingga keduanya terjatuh ditempat tidur bersama.
"Jangan Changmin-ah. Jangan katakan benci padaku. Kau tahu aku benar-benar mencintaimu, dan bukan niatku untuk pergi ke Cina selama tiga bulan..." ucap Yunho sambil memeluk namja yang lebih muda darinya itu dengan sayang. Ia mengecup kening Changmin dengan mesra, dan tersenyum senang saat merasakan namja dalam pelukannya mulai rileks.
"I miss you so much Changmin-ah.." tambah Yunho sambil memagut bibir Changmin dengan penuh cinta dan segala kerinduannya. "Saranghaeyo.." bisiknya setelah melepaskan bibir manis Changmin.
"Na do, hyung. Aku juga merindukanmu."
.
.
.
.oOHoMinOo.
Into The Bathtub
.
.
.
"Uhm, Min-ah, aku mau mandi dulu. Seharian ini aku baru mandi sekali sebelum tadi brangkat ke bandara. Rasanya lengket dan gerah." ucap Yunho sambil dengan agak tak rela melepaskan pelukannya dari tubuh langsing menggoda Changmin.
Changmin hanya diam memperhatikan Yunho yang berjalan masuk ke kamar mandi, sebelum ia bangkit dan menyunggingkan sebuah seringaian menggoda, untuk kemudian menyusul suaminya ke kamar mandi.
"Yunho hyung," panggil Changmin saat melihat Yunho yang sedang mengisi air di bathtub dan mengukur suhunya.
Namja yang di panggil namanya itu menoleh, dan sepasang matanya langsung melebar tak percaya saat melihat Changmin disana. Dengan rambut yang berantakan, wajah sayu menggoda, dan jemari lentik Changmin melepaskan satu-satunya kancing yang terpasang di kemeja yang ia pakai. Mempertontonkan dengan jelas tubuh bagian atas Changmin yang selalu sanggup melesatkan libidonya dan nafsunya birahinya.
"C—Chang—Changmin-ah..?" gagap Yunho saat Changmin berjalan dengan tatapan seduktif yang terarah langsung padanya. Dengan sengaja ia berjalan dengan menggoyangkan pinggulnya menggoda, dan tangan kanan Changmin berhenti tepat di atas kaitan celananya.
"Yunho hyunghhh~ " panggil Changmin dengan nada mendesahnya yang langsung membuat celana depannya langsung terasa sesak. Dan Yunho hanya sanggup menahan nafasnya saat tatapannya mengikuti gerakan tangan Changmin yang mulai melepaskan kaitan celananya dan menurunkan sedikit resleting celananya, membuat Yunho bisa menikmati kulit telanjang bagian pelvis Changmin yang sedikit terekspos langsung untuknya.
—TUNGGU DULU!
Kulit telanjang?!
Bukankah seharusnya jika Changmin membuka sedikit celananya, ia masih harus berhadapan dengan underwear Changmin?
'...jangan-jangan...' pikir Yunho sambil menelan ludahnya karena merasakan tenggorokannya terasa begitu kering.
Dan Yunho mendapatkan jawaban dari pertanyaannya ketika Changmin membalas tatapannya dengan smirk kecilnya.
'Oh Tuhan...'
BYURR!
Yunho langsung menggeleng-gelegkan kepalanya saat tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya terdorong dan jatuh menimpa air hangat yang langsung membuatnya basah.
Ia sudah akan mengeluarkan nada protes ketika suara menggoda Changmin menyapa telinganya.
"Hyung, let's do it~ "
Yunho mendongak ke atas dan pandangan pertamanya jatuh pada bagian pangkal paha Changmin yang menggembung—sebelum tatapanya naik dan mendapati Changmin yang menatapnya dengan penuh nafsu.
"Disini, Min-ah? Sekarang? Apa kau yakin?"
Changmin melangkahkan kakinya yang jenjang dan panjang menggoda itu ke dalam bathtub.
"T-tapi bathtub ini terlalu kecil Min-ah.." ucap Yunho dengan setengah hati.
"Aku tak peduli." ucap Changmin. "Jika aku berada di atasmu, bathtub ini masih memberi kita ruang yang luas.."
Mendengar jawaban itu Yunho tanpa sadar menjilat bibirnya. Uke on top. Posisi kesukaannya! "A-apa kau yakin, Changmin ah?"
"Oh, tentu saja aku yakin, hyung." ucap Changmin tegas, sebelum ia menatap Yunho dengan tatapan sayu dan penuh nafsunya. "Tidakkah hyung ingin melihatku menggoyangkan pantatku naik-turun di atas pangkuanmu, hyung? Tak inginkah kau melihatku memasuk-keluarkan penis besarmu yang tebal dan panjang itu ke dalam lubangku yang kecil, ketat dan hangat, hyung? Tak maukah kau melihat jelas setiap inchi penismu yang aku telan masuk ke dalam lubangku yang kecil ini, sementara tanganmu bisa bermain dengan nipple-ku dan membuatku mendesah menggila karenamu, hyungghh?"
Yunho yang tak sanggup lagi menahan dirinya langsung menarik tangan Changmin ke arahnya.
"Jangan salahkan aku jika setelah ini kau akan susah berjalan, Min-ah." peringat Yunho yang disambut dengan erangan penuh nafsu dari Changmin.
"Berdiri tegap dan pegangan pada tiang itu Min-ah." komando Yunho dengan suara rendahnya yang membuat kejantanan Changmin berkedut gembira penuh antisipasi.
Yunho melebarkan kaki Changmin, dan posisinya yang terduduk di atas bathtub membuatnya langsung berhadapan dengan pelvis Changmin. Tanpa ragu tangan Yunho langsung menggenggam gundukan di pangkal paha Changmin, dan meremas-remasnya dengan lembut.
"A-aahhh... Yu-yunho hyungghhhh..."
Yunho menyeringai senang, dan dengan sekali tarik, ia menurunkan celana Changmin dan tatapannya langsung berhadapan dengan kejantanan Changmin yang sudah berdiri dengan semangat.
"No underwear. Kau memang nakal sekali, Min-ah." ucap Yunho sambil kedua tangannya meremas-remas bongkahan pantat kenyal Changmin. Lenguhan dan desahan langsung meluncur dari bibir Changmin, dan tanpa sadar Changmin memajukan pelvisnya ke arah Yunho dan ia menjerit nikmat ketika kejantanannya di kulum oleh Yunho.
Smack! Smack! Smack!
Changmin mengeratkan pegangannya pada tiang di depannya karena kakinya langsung lemas tak berdaya ketika tangan kekar Yunho memukul pantatnya. Sakit dan panas, memang, tapi bukannya menyurutkan nafsunya, libidonya makin berkobar dengan setiap tamparan tangan Yunho pada pantatnya. Apalagi di tambah kuluman dan permainan lidah Yunho pada kejantanannya membuat ia makin tak berdaya dan desahan demi desahan dan rintihan-rintihan nikmat berhamburan dari bibirnya. Pelvisnya bergerak maju-mundur mencari friksi dan kenikmatan yang ditawarkan oleh Yunho dan membuat kepalanya menjadi ringan.
"A-aahhh... Ssshh-aahhhh... o-oohhhh... Yu-yunho hyunggghhhhh..."
Yunho menyeringai di antara kegiatannya menngulum, menjilat dan menghisap kejantanan Changmin di dalam mulutnya. Ia merindukan ini. Merindukan bagaimana setiap tubuh Changmin adalah instrument yang akan bergetar dan mengeluarkan desahannya setiap kali ia menyentuh titik sensitif di tubuh Changmin.
Ia menghentikan semua tindakannya dan mengeluarkan kejantanan Changmin dari dalam mulutnya. Kembali menyeringai senang saat mendengar Changmin merengek tak senang. Menghiraukan Changmin, ia menarik tubuh lemas Changmin hingga namja yang lebih muda dua tahun darinya itu kini berlutut di bathtub
"Disini tak ada lube, jadi biarkan air hangat ini yang jadi pelumasnya Min-ah.." ucap Yunho sambil jemarinya mulai menelusup ke lipatan pantat Changmin dan menemukan sebuah lubang kecil yang sempit... tempatnya akan menyatukan dirinya dengan Changmin.
"A-aarhhh..." erang Changmin tak nyaman saat jari telunjuk Yunho mulai berusaha memasuki lubang ketatnya yang sudah tiga bulan tak disinggahi oleh kejantanan Yunho.
Yunho yang mendengar desahan tak nyaman Changmin langsung meraup nipple Changmin dan mengulumnya. Berusaha mengalihkan perhatian Changmin dari rasa sakit di lubangnya dengan mempermainkan nipple sensitif Changmin.
Tak perlu waktu lama bagi lubang Changmin untuk merileks, dan membiarkan jemari Yunho bergerilnya di dalam lubang hangat dan sempitnya. Sedangkan tangan Changmin memeluk kepala Yunho dan menjambak rambutnya karena bibir, lidah dan gigi Yunho terus mengulum dan sesekali menggigiti nipple sensitifnya yang membuat tubuhnya menggelinjang dan mendesahkan kenikmatan.
"..bergerak, Min-ah," perintah Yunho disela-sela kulumanya pada nipple Yunho yang satunya. Menuruti suaminya, Changmin mulai menggerakkan tubuhnya ke atas dan kebawah, membuat jari telunjuk Yunho keluar dari lubangnya, dan kembali masuk.
"Nghhhh... aahhhh... Yunho hyungghhhh..." desah Changmin yang menikmati adanya benda keras di dalam lubangnya yang sudah kesepian selama tiga bulan terakhir ini.
Changmin memekik kecil ketika ia menurunkan tubuhnya, dan mendapati dua jari Yunho melebarkan lubangnya. Tak nyaman, tapi ia tak peduli, Changmin terus bergerak menaik-turukan pantatnya pada jari-jari Yunho, sebelum jari ketiga dan keempat memasuki dan melebarkan lubangnya dan ia mulai menggila menaikkan ritme gerakannya.
"Aahh... aahh... Yunho hyunghhh... mmhhhh... aahh... aahh... aahh.." desahan meluncur dari bibir Changmin setiap kali ia bergerak memasukkan jari Yunho ke dalam lubangnya. Semakin lama bukan hany jari Yunho saja yang masuk, namun telapak tangan Yunho perlahan-lahan mulai merasakan sempit dan ketatnya lubang Changmin, dan ini sudah cukup.
Yunho menarik cepat jari-jarinya dari lubang Changmin, dan jari-jarinya langsung bergerak mengocok penisnya yang sudah tak sabar untuk kembali memasuki lubang sempit, ketat dan hangat Changmin yang sudah tiga bulan tak ia temui. Penisnya merindukan lubang Changmin, dan ia tak akan menahan diri lebih lama lagi.
"Posisikan dirimu sendiri, Min-ah." titah Yunho membantu Changmin dengan memegangi—sambil meremas-remas—pantat kenyal Changmin yang memerah.
Changmin memegangi pundak Yunho sebagai pegangan, sebelum ia memposisikan pintu lubangnya ke ujung penis Yunho yang tegak menantang. Menarik nafas panjang, Changmin membuka otot lubangnya, dan dengan perlahan-lahan menurunkan tubuhnya.
Namja yang lebih muda dua tahun itu memejamkan kedua matanya dengan erat saat ia merasakan kepala penis Yunho yang besar itu perlahan mulai masuk ke dalam lubang sempitnya. Kedua tangannya itu kini meremas kuat helaian surai milik Yunho, dan ia meraih bibir Yunho dengan bibirnya sendiri untuk menahan teriakan sakit yang saat ini menggantung di tenggorokannya merasakan penis besar Yunho memaksa lubangnya itu untuk membuka dengan amat sangat lebar.
Seolah mengerti maksud Changmin, Yunho membantu namja muda itu dengan melumat bibir Changmin dan tangannya meraih kejantanan namja itu dan mengocoknya untuk membantu mengalihkan perhatian.
Keduanya saling memagut bibir sementara dengan perlahan tubuh Changmin semakin turun kebawah dan menelan kejantanan Yunho di dalam lubang ketatnya. Desahan-desahan halus keluar dari bibir keduanya saat mereka begitu sadar mengenai penyatuan tubuh mereka berdua, dan menjadikan keduanya saling melahap bibir masing-masing dengan lapar.
"Aaahhhh~!"
Changmin mengeluarkan erangan keras, dan Yunho mengeluarkan desahannya saat akhirnya penis besar Yunho masuk seluruhnya ke dalam lubang Changmin yang super ketat dan hangat.
"Changmin-ah.. saranghae..." ucap Yunho sambil menghujani wajah Changmin dengan ciuman saat seluruh penisnya mendapatkan pijatan dan remasan ketat dari seluruh otot lubang Changmin.
Changmin sendiri kini menikmati semua perlakuan lembut Yunho sementara ia membiarkan tubuhnya terbiasa dulu dengan penis besar Yunho yang memenuhi setiap jengkal lubangnya itu.
Cukup lama keduanya berdiam dengan posisi seperti itu, sebelum Changmin mulai menempatkan kedua tangannya ke kedua bahu Yunho untuk menjadikannya pegangan. Membaca maksud Changmin, Yunho kini menangkup kedua pantat kenyal Changmin dan meremasnya—membuat keduanya mendesah nikmat.
Changmin menarik nafas panjang sebelum dengan perlahan ia menaikkan tubuhnya. Tangan Yunho yang berada di kedua pantat Changmin membantu namja itu untuk mengangkat tubuhnya. Dan keduanya mengeluarkan erangan keras saat Changmin menjatuhkan tubuhnya—membuat lubang namja itu kembali terisi penuh oleh penis Yunho yang menggesek dinding dalam lubangnya dengan nikmat, sementara Yunho memjamkan matanya saat merasakan penisnya kembali di remas dengan kuat oleh seluruh otot dinding Changmin.
"Ride me hard, Min-ah." bisik Yunho penuh nafsu.
Changmin mengangguk dengan semangat dan namja itu kini kembali menaikkan tubuhnya lebih tinggi, dan menjatuhkan tubuhnya dengan keras. Namja manis itu mengulangi gerakan naik turun itu dengan menggunakan bahu Yunho sebagai tumpuan, dan membuat keduanya kini saling mengeluarkan desahan nikmat yang bersahutan.
Yunho merasakan libidonya semakin di pompa denga kuat saat ia melihat jelas kejantanannya yang yang keluar-masuk ke dalam lubang sempit Changmin. Dan jangan salahkan ia kalau kini ia ikut menggerakkan tubuh bawahnya mengikuti gerakan naik-turun Changmin.
"A-ahhhh! Yunho hyunghhh..!"
Punggung Changmin melengkung membentuk busur dan kedua bibir sintal itu membuka dan menjeritkan kenikmatan saat gerakan Yunho itu menyentuh spot yang membuatnya seolah di lontarkan ke langit ketujuh.
Yunho menyeringai dan ia menarik leher Changmin untuk melumat bibir yang terbuka itu.
"Ingin aku mengenainya lagi, Min-ah?"
Changmin mengangguk cepat dan kembali menggerakkan tubuhnya ke atas. Yunho menyeringai senang, dan saat Changmin menurunkan tubuhnya, Yunho menghujamkan penisnya dengan kuat ke tempat yang ia tahu akan membuat Changmin—
"Aaahh! M-more... hard—harderrhh.."
"As you wish, Min-ah.." ucap Yunho yang tak lagi menahan dirinya untuk tak 'menghajar' lubang sempit namjanya itu.
"Aaahh..! Nghh—mmhh... aahh..! aahhh..! Yunho hyung—aahhhh..!
Tak menahan diri lagi berarti Yunho mengijinkan dirinya untuk tak mempercepat tempo hujamannya ke titik senstif di dalam tubuh Changmin tentunya. Karena kini kedua tangan Yunho yang berada di pantat Changmin memandu namja itu agar namja yang lebih muda itu bergerak lebih dan lebih cepat lagi, sementara ia juga ikut menggerakkan penisnya yang dengan akurat terus mengenai sweetspotnya.
Bibir Yunho sendiri tak tinggal diam, karena setiap melihat gerakan naik-turun Changmin, tatapannya itu kini tergoda pada sepasang nipple yang bergerak di depannya. Dan Yunho menggunakan mulutnya untuk melumat nipple Changmin, menghisap nipple itu dan menggigitinya—membuat rintihan nikmat Changmin berganti menjadi desahan dan erangan nikmat tak tertahankan.
"Aaahh..! Aahh..—nghhh..! Yunho hyunghhh..! Nghh—c-cum..! Wanna—aaahh..! C-can't.."
Yunho tertawa kecil mendengar racauan Changmin yang tak jelas itu. Tapi melihat kejantanan Changmin yang semakin deras mengucuran precum, sepertinya Yunho mengerti maksud namja muda itu.
"Wait, together baby.." ucap Yunho yang langsung mengeluarkan kejantanannya dari dalam tubuh Changmin.
"—yunho hyung!" protes Changmin dengan nada merengek saat merasakan lubangnya yang kini kosong—sementara klimaksnya sendiri sudah beradadi ujung tanduk.
Yunho tertawa kecil mendengar rengekan Changmin, dan ia dengan cepat membalikkan tubuh Changmin hingga namja itu terbaring terlentang bersandar di bathtub. Tangan Yunho dengan cepat meraih lutut Changmin dan mengangkat kedua tungkai panjang Changmin serta melebarkannya sebelum—
"Aaaaahhh! Aahh..! Oohh—aahhh..! Fas—fasterrhh..! Aaahh..!"
—kembali menghujamkan kejantanannya ke dalam lubang Changmin yang berkedut menantinya, dan langsung menggenjot tubuh Changmin dengan cepat. Tak menghiraukan kecipak air yang mengiringi gerakan brutalnya menggenjot tubuh Changmin.
Tubuh Changmin tersentak-sentak tak berdaya merasakan Yunho yang terus menggenjot lubangnya dan menghujam swwetspotnya dengan keras dan cepat.
"Aaahh..! Cum—can't—aaahh..! Nghh...! A-aaahh...Yun—YUNHO HYUNGGG..!
Changmin meneriakkan nama suaminya itu saat klimaks menghantarkannya ke puncak kenikmatan. Seluruh tubuhnya menegang dan akhirnya cairan putih susu itu mengucur keluar dari ujung kejanatanannya.
Yunho menggeretakkan giginya kuat-kuat saat ia merasakan lubang Changmin mengencang dan meremas penis besarnya dengan kuat. Namja itu terus bergerak di dalam lubang Changmin, dan Yunho meneriakkan nama Changmin saat akhirnya ia sudah tak bisa menahan klimaksnya lebih lama lagi—dan menyemburkan sperma hangatnya ke dalam lubang Changmin.
"Min-ah!"
.
.
.
.oOHoMinOo.
Into the Bathtub
.
.
.
Setelah hampir lima belas menit keduanya berdiam di dalam bathtub, Yunho yang memiliki stamina lebih kuat mengangkat tubuh Changmin, dan membalikkannya. Ia menyandarkan tubuh depan Changmin ke bathtub, dan kembali menjilat bibirnya penuh nafsu ketika ia mendapatkan pemandangan tubuh belakang Changmin yang polos dan telanjang, dengan pantat memerah dan ada spermanya yang mengalir di paha dalam Changmin.
"Min-ah, kau belum lelah kan? Aku mau melanjutkan ini sampai pagi~ Kegiatan malam kita yang tertahan selama tiga bulan akan kita lampiaskan sampai puas~" ucap Yunho yang kini mengocok penis besarnya yang langsung bersemangat, dan mengarahkannya ke lubang Changmin yang masih sempit dan basah oleh spermanya.
"A-aaahhh..! Ngghhhh...Yunho hyunghhh—aahhhh...aahh..! aahh..! aahh..!
.
.
.
.
.
~END~
DONE!
*lap keringat*
Sisa bagian encehnya yang dilakukan sampai pagi silahkan dibayangkan sendiri, karena pasti lebih dari sepuluh ronde. Dan habis mereka lelah, bobo, makan, lanjut lagi buat encehan sampai waktunya Yunho balik kerja lagi XDD
Serius, tadinya Ela nggak ada niat buat bikin fanfic HoMin enceh, karena mau nylesein yg Complicated in Love dulu sampai tamat.
TAPI KOPEL HOMIN YANG NGGAK TAU MALU DAN SUKA PAMER MESRA ITU BIKIN AKU JADI GILAAAAKKKK!
TVXQ 2016 Season Greeting itu bikin HOMIN SHIPPER JADI GILAAAAAAA! Tema BED scene ama BATHTUB scene itu kurang GAY apalageeehhhh?!
*ngosh-ngoshan*
Sudah, sudah, Ela mau nenangin my kokoro dan hayati yang kayaknya udah nggak sanggup lagi menerima serangan pose mesra yang dilakukan sama HOMIN dengan nggak tau malunya.
Yang nagih dan suka sama fanfic ini WAJIB REVIEW!
Udah, Ela mau siap2 buat berangkat kerja dulu. Ini fanfic yang ngetiknya dengan kecepatan super mengingat Ela ada deadline buat kerja. Maafin buat yang ngerasa kurang HOT, silahkan baca fanfic ini di sebelah api membara biar kerasa HOT~
Last, salam HOMIN SHIPPER~! (Shippernya kopel yang memang ngeship diri mereka sendiri dan pamer mesra dengan nggak tau malunya)
