Aye uchida kembali lagi untuk update fic ini :D ,.banyak yang minta flashbacknya naruto y a :D tenang aja ...di chapter ini ada flashbacknya kok,Jadi happy read.
Opening Song:
- INNOCENCE-
¤UCHIDA TOKUGAWA¤
"HAHAHA seginikah kekuatan para mou saat ini! Kalau begitu MATILAAH!" ucap Katarea dan melemparkan balok sihir kearah para petinggi.
"WUSSH"
"SLASSH"
"BLARR!"
Bunyi seseorang yang memotong balok sihir milik Katarea dan itu membuat seluruh para Petinggi kaget.
"SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU HAH!" Teriak Katarea marah karena serangan pamungkasnya dapat ditangkis dengan mudah.
"Aku yang mengganggu" Ucap seseorang yang mulai berjalan keluar dari kepulan debu sambil menenteng sebuah pedang yang mengeluarkan sinar yang sangat terang.
"T-tidak salah lagi! Pedang yang dibawanya itu..." Ucap Azazel terputus sambil matanya terbelalak melihat pedang yang dibawa oleh penyelamat mereka tadi.
"E-exalibur!" Tambah Michael yang sama kagetnya dengan yang lain.
"N-naruto-kun" tambah Gabriel yang mengetahui bahwa pemuda yang menyelamatkan Mereka ialah Naruto.
"A-apa!" Seirchs yang baru sadar harus kembali kaget mendengar kata kata Azazel Barusan.
Sedangkan dengan Naruto yang sudah keluar dari kepulan debupun kemudian memandang Katrea yang berada diatasnya.
"Jadi kau yang melemparkan balok sihir itu ya" tanya Naruto, kemudian Naruto mengeluarkan sepasang sayap malaikatnya dan terbang melesat kearah Katarea.
"Kalau begitu bersiaplah Menemui HADES!" ucap Naruto dan menebaskan pedang Exaliburnya kearah Katarea yang berada diatasnya.
"WUSSSH"
"PRANK!"
Bunyi gelombang cahaya yang melesat sangat cepat menuju Katarea namun dengan kemampuan sebagai penyihir High class Katarea masih bisa membuat sihir perlindungan untuk menahan serangan Naruto tersebut.
Naruto yang melihat seranganya ditahan hanya menatap datar Katarea, dan mulai melesat maju kembali.
"TRANK!"
"TRANK!"
"BLAAR!"
"NARUTO-KUN!"
Suara sentuhan antara Exalibur milik Naruto dan tongkat milik katarea yang harus Naruto akui sangat kuat dan karena terlalu asik menebas ,Naruto tidak menyadari bahwa Katarea telah menyiapkan lingkaran Hexagram disampingnya dan menembakan balok sihir yang mengenai naruto dengan telak membuat Gabriel menjeritkan nama Naruto dan ingin membantunya namun langsung ditahan Michael, Gabriel yang merasa ditahanpun menoleh memandang Michael yang menggeleng dan membuat Gabriel menunduk sedih.
"TAP"
"TAP"
Bunyi langkah Naruto yang melai keluar dari kepulan debu didalam kawah bekas serangan Katarea yang mengenainya telak tadi.
"TAP"
Langkah terakhir Naruto yang sudah keluar dari kawah dan sekarang sedang menatap Katarea yang menyeringai diatas sana.
"HAHAHA! Apakah kau menyerah HA? Dasar LEMAH!" tanya serta hina Katarea sambil meludah kearah Naruto.
Naruto yang diprofokasi sama sekali tidak terpengaruh dan hanya menatap datar Katarea,Kemudian mengangkat pedangnya sampai kedada lalu Naruto menunduk dan mulai berbicara seperti melafalkan suatu LafadNYA dan itu membuat Michael yang mendengarnya terbelalak dan menyuruh seluru petinggi iblis untuk membuat sihir pelindung.
"I Am The soul Of My Sword
Steel Is My Body And Holy is My
Blood
I Have Created Over a Thousand
Light Blades
Unknown to Death
Nor Known to life
Have Withstood Pain to Create Many Light to one sword
Yet Those Hands Will Never Hold
anything
so, as I Pray…
Unlimted Blade Works EXALIBUR…!
"SRING!"
Setelah mengucapkan itu tubuh Naruto mengeluarkan cahaya yang sangat terang bahkan membuat para penyihir bawahan Katarea langsung hangus menghilang karena terkena cahaya Naruto tadi.
Setelah cahaya mulai meredup sekarang terlihatlah tubuh Naruto yang bersinar namun tidak seterang tadi.
"kekuatan macam apa tadi? Sihir pemusnah massal kah?" tanya Seirchs yang baru menghilangkan sihir perisainya.
"Itulah kemampuan milik Exalibur" balas Michael, "Namun kau harus bersyukur Seirchs sepertinya Naruto tidak mengeluarkan jurus kemampuan pemusnah massal milik Exalibur yang sesungguhnya" tambah Michael dan itu membuat Seirchs dan Azazel kaget karena jurus tadi sudah bisa dikategorikan sebagi jurus pemusnah massal yang sangat kuat bisa dibuktikan dari sihir pertahanan milik Azazel yang retak retak.
"J-jadi tadi bukan jurus pemusnah massalnya kah?" Tanya Seirchs memastikan.
"Ya bisa dibilang begitu" jawab Michael.
"Jadi sekuat apa jurus pemusnah Massal milik Exalibur?" tanya Azazel.
"kekuatan pemusnah massal Exalibur bahkan bisa membuat Greatwar berhenti seketika dan bahkan yang terfatal dari efek pemusnah massal Exalibur adalah hancurnya Secret gear" Jelas Michael yg sekali lagi membuat para petinggi kaget. "dan nama teknik pemusnah itu adalah SUPER NOVA" Tambah Michael.
"M-menghancurkan Secret Gear! Manamungkin" ucap Azazel tidak percaya.
"Itu benar Azazel , Exalibur bisa menghancurkan Secret gear,bahkan kalau Secret Gear itu sekelas true Longius pun bisa ia hancurkan." kata Michael.
"Apakah ada Secret Gear yang bisa menandingi Exalibur?" Tanya Seirchs.
"Belum pernah ada,Namun ada satu Secret Gear yang bisa sedikit menghilangkan kemampuan Exalibur" jawab Michael.
"Apa?" tanya Seirchs sedangkan Azazel hanya dia,padahal ia sama penasaranya juga seperti Seirchs.
"Secret Gear Cenceller milik Rezevim Lifan Lucifer" ucap Michael dan membuat Azazel dan Seirchs terbelalak kaget.
"A-ap-"
"BLAAAAR!"
Perkataan Azazel terputus pada karena terjadi ledakan besar diarea pertarungan Naruto,Semua petinggi mengalihkan pandangan pada Naruto yang berhasil mematahkan tongkat milik Katarea dan sekarang sedang kejar kejaran dengan Katarea -_-
"S-sebenarnya siapa K-kau?" Tanya Katarea sambil terbang menjauh menghindari tebasan pedang Exalibur Naruto.
"Aku..."Ucap Naruto terputus dengan expresi datar, "AIB duia" tambah Naruto yang membuat Katarea terbelalak karena mengetahui siapa "AIB dunia tersebut" .
"K-kau anak yang terampuni!" Ucap Katarea dan membuat Naruto langsung berhenti mengejar dan berdiam sambil menunduk.
Namun tidak lama kemudian terlihat sebuah aliran air mata mengalir melewati pipi tan Naruto dan menetes ketanah.
"dia menangis" Batin Katarea, "Mungkin kelemahanya adalah perbuatannya dimasalalu" ucap katarea pelan.
Sedangkan para petinggi yang melihat Naruto menangis sempat Kaget namun kekagetan itu langsung buyar saat mendengar kata kata Michael.
"Ia memang selalu begitu karena menyesal atas perbuatannya dulu,Bahkan aku sampai mengusirnya dari surga" Ucap Michael.
"P-perbuatanya terdahulu dan mengusirnya dari Surga? Apa Maksudmu Michael?" Tanya Seirchs.
"Hah mungkin ini hanya hal Tabu bagi dunia,Namun mau bagaimana lagi,Sudah seharusnya dunia mengetahui kebenaran ini" Ucap Michael, "Kau tau bahwa Tuhan telah tiada?" tambah Michael dan perkataan ini membuat Azazel,Seirchs kaget setengah mati bahkan Vali yang menyeringai seketika langsung memasang expresi shock.
"JANGAN BERCANDA KAU MICHAEL! MESKIPUN AKU MALAIKAT YANG JATUH NAMUN RASA SAYANGKU PADA AYAH SANGAT BESAR, AKU TIDAK PERCAYA!" Murka Azazel yang mendengar bahwa tuhan telah tiada,Bahkan auranya mulai menguar.
"A-apa! Benarkah itu?" ucap Seirchs yang sepertinya sama tidak percaya seperti Azazel.
"Mahluk Macam apa yang bisa membunuh tuhan?" Tanya Vali.
Sedangkan Michael yang dibentak Azazel serta mendengar pertanyaan Seirchs dan Vali hanya menatap keluar dan bergumam "Dunia sudah harus mengetahui kebenaran ini".
Kemudian Michael menatap para petinggi dan berkata "Itu benar Azazel, jika aku berbohong maka aku akan Jatuh dan juga mahluk yang membunuh Ayah adalah..." ucap Michael terputus "Dia" Sambung Michael sambil menunjuk Naruto yang masih menangis.
"A-apa!" ucap Seirchs dan Azazel tidak percaya.
"Bagaimana ia bisa membunuh Ayah, Michael" tanya Azazel.
"Ia membunuh Ayah dengan Exalibur dan juga karena Ayah telah lelah sehabis menyegel Trihexa"
¤FLASH BACK¤
DUAAR!
GROAAAR!
ZZZZZZZRRRRRTTTT!
Terlihat sesosok pria tampan memakai Jubah putih sedang melawan Naga berwarna hitam pekat sedang menyemburkan laser kearah pria terasebut.
"Milion Suns" ucap pria tersebut dan dari langit turun ribuan Lambang Salib yang bersinar kemudian menghujani sang Naga hingga membuatnya jatuh dari ketinggian.
"Ayah biar aku bantu" Ucap pemuda bersurai pirang yang baru datang kesebelah pria yang ia Panggil Ayah tersebut.
"Jangan...biarlah aku yang mengurusnya" Balas sang pria tadi.
"Hamba adalah Anak sekaligus Guardianmu Ayah, Jadi biarkanlah anakmu ini membantu ,Lagian Ayah sudah lelah sehabis menyegel Great Red dan membunuh Lucifer" Ucap Sang Pemuda bersurai pirang kepada Sang Ayahnya itu.
"Biarlah Nak, itu sudah tugas dan tanggung jawabku sebagai pencipta" balas sang Pria yang dipanggil Ayah itu.
Sedangkan pemuda bersurai pirang hanya menunduk sedih dan sedikit kecewa karena sang Ayahnya ini selalu menolak bantuanya, Padahal adik2nya jika menawarkan bantuan selalu diterima oleh Ayahnya ini.
Tanpa disadari oleh Ayah dan Anak tersebut,Naga yang sudah skarat terkena ribuan hujan salib itu perlahan lahan mengeluarkan aura ungu pekat yg lama kelamaan auranya menjadi sebesar bola pingpong dan melesat menuju Pemuda bersurai pirang yang sedang dilanda kecewa tersebut.
"SRINGG!"
ARRRGHHH!
Energi ungu tersebut mamasuki tubuh pemuda bersurai pirang yang membuat pemuda tersebut meronta kesakitan yang membuat sang Ayahnya tadi kaget karena lupa mengawasi Sang Naga yang sudah ia beri serangan pamungkasnya itu.
"Naruto!"
Panggil sang Ayah pada pemuda bernama Naruto yang masih terbujur ditanah sambil meronta kesakitan,Namun tidak bertahan lama kemudian rontaan kesakitan Naruto berhenti dan mulai diam.
"KHE-KHE-KHE-"
Bunyi tawa Naruto yang membuat Sang Ayah kaget, Karena mengenal aura serta suara kekehan tersebut
"Trihexa" Ucap Sang Ayah pelan.
"HAHAHA! Bagaimana Kami? Mau membunuhku?" Tantang sang Trihexa kepada sang Ayah yang ternyata adalah Kami-Sama.
"AYAH!" teriak seorang dari kejauhan dan terbang mendekat kearah Kami-sama yang dipanggil Ayah tersebut.
"Ayah berhasil mengalahkan Trihexa" Ucap pemuda bersurai pirang bersurai pirang sambil memandang jasad Naga berwarna Hitam.
"Tid-"
"HAHAHAHA AKU INI ABADI MICHAEL,JADI JANGAN MEMBUATKU TERTAWA!" Tawa Naruto menggelegar dan membuat Pemuda yang disebut Michael oleh Naruto itu Kaget.
"N-naruto!" Ucap Michael shock karena merasakan Aura kegelapan milik Naruto yang sangat besar.
"Dia telah dirasuki oleh inangnya Trihexa dikarenakan mempunyai Rasa kecewa kepadaku karena tidak pernah menerima bantuannya" Ucap Kami-sama pada Michael dan sukses membuat Michael semakin shock.
"KHA-KHA-KHA BENAR SEKALI PERKATAANMU ITU KAMI!KARENA DIA PUNYA RASA KECEWA YANG BESAR TERHADAPMU ITU SEMAKIN MEMBUAT AKU LELUASA MEMASUKINYA!" kata Trihexa,kemudian Trihexa mengambil pedang Exalibur yang tertancap ditanah dan mengangkatnya sebatas pinggang dan berlari menuju Kami-sama dan Michael.
"Michael cepat pergi dari sini dan selamatkan para Ras Malaikat yang tersisa." Ucap Kami-sama.
"T-tapi Ay-" ucapan Michael terputus karena sang Kami-sama mengelus pucuk kepalanya dan tersenyum.
"Cepat pergilah" Ucap Kami-sama.
"Ha'i" balas Michael dan terbang pergi menjauh.
"Nah mari kita selesaikan urusan kita Trihexa" kata Kami-Sama pada sosok Naruto yang semakin mendekat kearahnya itu.
"HAHAHAHA!" Tawa Trihexa yang sudah berada didekat Kami-sama dan menebaskan Exalibur yang berwarna ungu karena tercampur aura Trihexa.
TRANK!
TRANK!
PRANK!
Suara tebasan Exalibur yang beradu dengan perisai milik Kami-sama dan kami-sama terpaksa menjauh karena perisainya Hancur terkena tebasan Exalibur bercampur Aura milik Trihexa.
"Tidak ada cara lain" Ucap Kami-sama.
"KENAPA TIDAK MENYERANG ,KAMI! APAKAH KAU TAKUT KALAU ANAKMU INI KENAPA NAPA! Hahaha!" Ejek Trihexa dan tertawa.
Kami-sama yang melihat bahwa Trihexa sudah diluar batas pun melafalkan sebuah mantera.
"Kemarilah...kemarilah Maria"
"Maria datanglah...Maria datanglah"
"Tak ada yang bisa hidup abadi didunia ini jadi nikmatilah"
"Telanlah semuanya dalam sekejap mata"
"Jangan sampai menyesal,Sudah saatnya untuk kau kembali"
"Kembali...kembali...kembali"
"Bersihkan semua kehidupan dan pencerahan akan datang dengan mudah"
"Dan atas kekuasaanku ,Datanglah Gerbang penghakiman delapan langit"
"MARIA GATE!"
Ssssssh!
Selesai Kami-sama mengucapkan lafadnya ,seketika langit mulai berwarna merah pekat dan mulai menampakan sebuah Gerbang raksasa yang perlahan turun, Trihexa Yang melihat Gerbang tersebut dan mengetahui dengan pasti Gerbang apa itu menjadi gemetar dan berencana melarikan diri dengan membuat robekan dimensi, namun sebelum Triheksa memasuki robekan dimensinya ,Ia sudah keburu terlilit oleh rantai bersinar dan menariknya perlahan lahan kedalam Gerbang Maria yang mulai membuka pintunya itu.
"JIKA KAU MENYEGELKU MAKA ANAKMU INI AKAN MATI BERSAMA KU KAMI!" Teriak Triheksa yang sepertinya mulai panik karena mulai tertarik kedalam Gerbang Maria.
"Itu tidak akan pernah terjadi Trihexa" Ucap Kami-sama, kemudian Kami-sama menciptakan lambang salib ditangan kanannya lalu langsung melesat kearah Naruto yang masih dikendalikan Triheksa.
"Kau adalah ciptaanku yang ingkar Trihexa,oleh karena itu sesalilah" kata Kami-sama kemudian menempelkan telapak tangan yang terdapat lambang Salib keDahi Naruto.
"BRENGSEK!ARRRGH!"
Jerit Trihexa yang mulai keluar dari tubuh Naruto, terbukti dari Aura ungu yang dililit oleh rantai mulai tertarik kedalam Gerbang Maria.
Sedangkan Naruto yang sudah tidak dikuasai oleh Triheksa mulai sadar dan melihat bahwa ia sekarang berada didalam Gendongan Kamii-sama.
"A-ayah maafkanlah aku, Hiks*" Ucap Naruto lirih dan mulai menangis.
Sedangkan Kami-sama hanya tersenyum dan mulai ingin pergi kedaerah aman ingin mengobati Naruto.
Namun pada saat Kami-sama berbalik tindakan Naruto sangat mengejutkannya.
"JRASSHHH!"
JLEB!
TRANK!
Suara tusukan pedang dan pedang yang terjatuh seusai menusuk.
"ohok!" Suara Sang Kami-sama yang memuntahkan darah dan memegangi perutnya yang bolong tertusuk Exalibur milik Naruto.
"HAHAHA,AKU BERHASIL MEMBUNUHMU DENGAN SEDIKIT AURAKU YANG SENGAJA KUTINGGAL DI ANAKMU ITU KAMI! KAU TELAH KALAH! HAHAHAHA!" Tawa Trihexa sebelum pintu Maria tertutup Rapat dan mulai terbang kelangit kembali.
Sedangkan Naruto dia sangat shock dengan kelakuannya barusan,Tangannya Bergetar dan mulai melangkah mundur sambil melihat tangannya yang terciprat darah pada saat Ia menusuknya tadi.
"A-apa Y-yang ku lakukan" Ucap Naruto terduduk kemudian menunduk walaupun badanya masih bergetar.
"HUAAAAA" teriak Naruto keras hingga Michael yang sudah mengumpulkan seluruh Malaikat yang selamat ,mendengarnya dan langsung melesat menuju kekkai yang diciptakan Kami-sama mulai hancur.
Naruto menjerit jerit sambil menangis dan membuat yang mendengarnya pun akan merasa iba.
Kami-sama yang mengetahui waktunya sudah dekat pun mendekat kearah Naruto dan mengelus surai pirang itu.
"N-naruto" Panggil Kami-sama sambil mengelap darah yang keluar dari mulutnya.
Naruto yang merasa dipanggil kemudian mendongak dan melihat Ayahnya berlumuran darah karenanya,Sehingga Ia langsung bangkit dan berbicara pada Kami-sama.
"Kurunglah aku di TARTARUS Ayah hiks*" Ucap Naruto,sedangkan Kami-sama hanya menggeleng dan tersenyum walaupun darah tetap mengalir melewati sudut bibirnya.
"Tidak Anaku, kau suatu saat akan merubah dunia ini anaku" Ucap Kami-sama.
"T-tidak, aku sudah durhaka kepadamu Ayah" Ucap Naruto dan mulai Terbelalak matanya saat melihat bahwa tubuh Ayahnya mulai menjadi paritikel partikel cahaya yang terbang kelangit.
"T-tidak, kau tidak durhaka malah kau sangat patuh dan hormat kepadaku Anaku" balas Kami-sama.
"T-tap-..."
"ssst" ucap Kami-sama sambil menempelkan jari telunjuk kebibir Naruto.
"Jika kau ingin Hukuman maka ayah akan memberikan kamu Hukuman" Kata Kami-sama "Hukumannya Yaitu jagalah Dunia ini dan Hindarkanlah Manusia dari konflik kita ini" Ucap terakhir kalinya Kami-sama sebelum tubuhnya habis menjadi partikel partikel cahaya yang menguar kelangit dan meninggalkan Naruto sendiri.
"Hiks*hiks*" Tangis Naruto yang pecah kembali.
Michael yang baru sampai hanya melihat Naruto seorang diri sedang menangis dan pada saat ia mencari Ayahnya ia pun tak menemukanya.
"Ayah dimana Naruto?" Tanya Michael.
Sedangkan Naruto hanya diam menunduk walaupun aliran air mata masih mengalir melewati pipinya.
"Ayah dimana Naruto?" Tanya Michael sekali lagi Namun tetap respon yang Naruto berikan sama. Akhirnya Michael mendekati Naruto dan menepuk bahunya.
"Ayah dimana Naruto? Apakah ia langsung kembali keSurga?" Tanya Michael keNaruto yang masih terdiam.
"gur" ucap Naruto tidak jelas.
"hm?" bingung Michael
"Gugu-r" Ucap Naruto pelan.
"Hahaha aku tahu kau senang karena perang telah usai,tapi bercandamu terlalu Naruto,Kalau gitu aku akan melihatnya diSurga " Tawa Michael yang mengira Naruto bercanda dan akan mencari Ayahnya disurga,namun sebelum Michael Terbang,Ia sudah ditarik oleh Naruto kebawah dan Seketika Naruto memegang bahunya dan berteriak.
"KAU KIRA AKU BERCANDA APA! AYAH TELAH GUGUR KARENA YANG TELAH MEMBUNUHNYA ADALAH AKU SENDIRI!" Teriak Naruto dihadapan Michael yang terbelalak dan kemudian tertawa lagi.
"Jangan bercanda Naruto," ucap Michael,Namun Naruto hanya menggeleng pertanda ia tidak bohong, kemudian Naruto menunjuk pedang Exaliburnya yang berlumuran darah.
"BUGH!"
"BRAK!"
"KAU ANAK YANG DURHAKA PADA AYAH! KENAPA KAU TEGA MEMBUNUHNYA!" Suara pukulan dan badan Naruto yang menbrak bongkahan batu serta teriakan Michael yang murka.
Tanpa disadari oleh kedua Malaikat itu disekeliling mereka sudah berkumpul para Malaikat yang selamat dan sempat Mendengar bahwa Naruto telah membunuh Ayah mereka,Para Malaikat perempuan hampir semuanya menangis dan para Malaikat priaa hanya menatap Naruto yang sedang menunduk dengang pandangan Hina.
"K-kau Pergilah Dari surga!" Desis Michael Tajam sambil menatap Naruto.
Sedangkan Salah satu Malaikat perempuan disana shock pada saat Michael mengusir Naruto dari Surga.
"N-nisan kumohon jangan usir Naruto-kun dari surga" Mohon malaikat wanita bersurai pirang pada Michael.
"Keputusanku Sudah Bulat Gabriel,dan ia juga anak durhaka!" Jelas Michael sambil menunjuk Naruto pada Gabriel yang mulai menangis.
"PERGILAH NARUTO" Teriak salah satu Malaikat disana.
"Ya pergilah"
"Anak durhaka"
Suara para malaikat yang lain ,yg setuju kalau Naruto harus diusir dari surga.
Naruto yang mendengar semua perkataan itu kemudian bangkit berjalan kearah pedang Exaliburnya kemudian setelah mengambil pedangnya ia mengeluarkan sayap Malaikatnya dan kaget sayapnya tidak berjumlah 8buah lagi dan hanya berjumlah sepasang namun berukuran lebih besar sehingga kalau Naruto menutup Sayapnya maka sebagian bulunya akan terseret ditanah.
Para Malaikat juga kaget melihat sayap Naruto yang paling mengagetkan Naruto tidak menjadi Malaikat jatuh setelah berbuat kejahatan.
"Apakah dia anak yang telah terampuni ,Seperti ramalan Ayah dulu?" Gumam Michael pelan.
Naruto kemudian Terbang menjauh bahkan tidak memperdulikan Gabriel yang memanggilnya.
¤FLAS BACK END COEG!¤
"Mulai sejak saat itu Naruto menghilang keberadaanya dan baru dilihat didaerah Vatikan akhir akhir ini" jelas Michael pada Azazel dan Seirchs yang kaget mendengar penjelasan Michael.
"Begitukah kisah sebenarnya" ucap Azazel pelan,kemudian menatap Naruto yang masih menunduk diluar sana.
Sedangkan Naruto diluar masih menunduk dan Katerea yang menyeringai dan membuat sebuah balok sihir raksasa kemudian bersiap melemparkanya ke Naruto.
"MATILAH KAU!"
WUSSHHH
Teriak Katerea sambil melemparkan balok sihirnya kearah Naruto yang masih belum bergerak sama sekali.
Wussh!
Dengan kecepatan penuh Gabriel terbang menuju Naruto ,ingin menyelamatkannya .
"BLAAAR!"
"NARUTO-KUN!"
"NARUTO!"
Teriak Michael dan Gabriel.
¤FBC¤
Fanfic bersambung coeg
Ending ost.
¤NAKUSHITA KOTOBA¤
