Aye! Uchida mau update fic Kokai! Langsung keTKP.
Opening song:
-INNOCENCE-
¤UCHIDA TOKUGAWA¤
-PRESENT-
"Mulai sejak saat itu Naruto menghilang keberadaanya dan baru dilihat didaerah Vatikan akhir akhir ini" jelas Michael pada Azazel dan Seirchs yang kaget mendengar penjelasan Michael.
"Begitukah kisah sebenarnya" ucap Azazel pelan,kemudian menatap Naruto yang masih menunduk diluar sana.
Sedangkan Naruto diluar masih menunduk dan Katerea yang menyeringai dan membuat sebuah balok sihir raksasa kemudian bersiap melemparkanya ke Naruto.
"MATILAH KAU!"
WUSSHHH
Teriak Katerea sambil melemparkan balok sihirnya kearah Naruto yang masih belum bergerak sama sekali.
Wussh!
Dengan kecepatan penuh Gabriel terbang menuju Naruto ,ingin menyelamatkannya .
"BLAAAR!"
"NARUTO-KUN!"
"NARUTO!"
Teriak Michael dan Gabriel saat melihat balok sihir Katarea mengenai Naruto.
Bruk!
"Hiks*Hiks*Hiks*" Tangis Gabriel saat melihat Naruto yang terkena serangan Katarea.
Sedangkan Michael hanya memandang dengan pandangan yang sulit diartikan kearah kawah tempat Naruto terkena serangan Katarea barusan.
"A-apakah dia M-mati?" Ucap Seirchs tidak percaya bahwa malaikat penjaga tuhan dengan begitu mudahnya mati.
"Entahlah" Balas Azazel.
"Seginikah kekuatan sang Guardian Tuhan itu! Lemah!" Teriak Katarea dari ketinggian kepada para Petinggi yang sedari tadi menonton pertarungan antara Naruto dan Katarea.
WUSSSH!
Dengan perlahan debu debu yang berkumpul di kawah tempat Naruto berada mulai tertiup angin dan menampakan sayap malaikat milik Naruto sedang membentang melindungi Tubuh Naruto dari serangan Katarea.
"N-naruto-kun hiks*hiks*" Tangis Gabriel bahagia Saat melihat Naruto selamat.
Sedangkan Katarea yang melihat Naruto selamat dari serangannya sedikit kaget dan gemetar takut karena Naruto tidak tergores sedikitpun oleh serangannya,Bahkan tanpa berpindah tempat, Dan sudah diketahui dengan pasti oleh Katarea bahwa levelnya Naruto berada diatasnya, Namun ego lebih menguasainya sehingga sekarang Katarea membuat balok sihir lebih banyak dan melemparkanya menuju Naruto.
SYUT!
SYUT!
BLAAAAR!
Bunyi suara ledakan beruntun dari serangan balok sihir Katarea di kawah tempat Naruto berada dan kembali membuat Katarea gelisah saat melihat Naruto tetap berdiri tanpa luka sedikitpun.
"Kenapa kau hanya diam saja! Pengecut! " Teriak Katarea dari ketinggian.
Naruto tetap Menunduk tanpa memperhatikan Katarea sehingga membuat Katarea geram karena tidak dihiraukan.
"Apa kau menyesali perbuatanmu dulu hah Guardian!" Teriakan Katarea kali ini berhasil mendapat respon dari Naruto yang mendongak menatapnya datar, Sedangkan Katarea menyeringai berhasil memancing emosi Naruto.
"Kau tau! Bahwa karena rasa kekecewaanmu itu Kau membunuh tuhanmu yang bodoh itu karena tidak lekas membunuhmu saat dirasuki Trihexa!" Ucap Katera memancing emosi Naruto.
Sedangkan Naruto hanya memandang Katarea datar namun jika diperhatikan,Genggaman tanganya pada Exalibur semakin menguat dan auranya mulai menguar.
"Kau dan tuhanmu itu sama sama hina!" teriak Katarea yang semakin membuat Aura Naruto menguar, Bahkan pedang Exaliburnya mulai menguarkan cahanya yang semulanya meredup.
"Tuha-!"
JLEB!
Suara teriakan Katarea yang terputus dan bunyi Benda tajam yang menusuk sesuatu.
Sekarang terlihatlah Naruto yang sudah berada dihadapan Katarea dan menancapkan Exaliburnya didada Katarea yang terkejut bukan main dengan kecepatan Naruto, Sama halnya dengan para Petinggi yang kaget dengan kecepatan Naruto.
"Kau boleh menghina Aku ataupun siapapun! Namun jika kau berani menghina Ayah, Maka bersiaplah untuk merasakan kematian yang akan menjemputmu" Ucap Naruto sinis sambil Memperdalam tusukan Exaliburnya didada Katarea.
"Ugh! K-kau B-bag-ai m-ana bis-a?" Ucap Katarea terputus putus sambil memuntahkan darah dan hanya ditatap oleh Naruto dengan datar.
Naruto kemudian mencabut pedangnya dari dada Katarea yang mulai dijemput maut.
"Kau ciptaanya yang sudah diluar batas bahkan sampai menghinanya, maka sesalilah" Ucap Naruto dingin dan berjalan perlahan menuju para petinggi.
Sedangkan Katarea perlahan lahan mulai menjadi abu dan hilang tertiup angin.
TAP!
TAP!
TAP!
Suara langkah Naruto yang berjalan menuju tempat para petinggi,Sesudahnya Naruto sampai ditempat para petinggi , ia memandang Michael.
"Micha-"
GREB!
"Syukurlah Naruto-kun selamat hiks*hiks* aku sangat bahagia" Perkataan Naruto yang terputus karena Secara tiba tiba Gabriel menerjangnya dan memeluknya sambil menangis.
"Gabriel" Ucap Naruto pelan saat melihat Gabriel yang membenamkan wajanya didada Naruto.
Sedangkan Gabriel tidak menjawab panggilan Naruto dan semakin mengeratkan pelukanya didada Naruto.
"Apakah kau tidak malu Gabriel? Kau dilihat oleh banyak orang karena memeluk laki laki didepan umum" Kata Naruto datar.
Gabriel langsung melepaskan pelukannya dan menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona.
Naruto kemudian memandang Michael dan berkata "Aku akan pulang Michael dan untuk kedamaian aku mendukungnya selama tidak ada yang ingkar terhadap Ayah" Ucap Naruto dan mulai berjalan keluar.
"Oi Tunggu Naruto!" Panggil Michael namun Naruto tetap berjalan seolah tidak ada yang memanggilnya.
"T-Tunggu Naruto-kun Aku ikut!" Ucap Gabriel yang kaget karena Naruto yang sudah Mau pergi, dan Naruto tetap berjalan tanpa menoleh.
Gabriel hendak pergi namun tidak jadi dan menoleh memandang Michael yang berada disebelahnya, Michael yang mengerti arti pandangan Gabriel pun mengangguk dan direspon senyuman manis Gabriel.
"Temanilah Naruto" Ucap Michael pada Gabriel.
"Arigatou Michael-nii" Balas Gabriel kemudian terbang mengejar Naruto.
"Hah kalau begitu kita lanjutkan urusan perdamaian kita tadi, Meskipun tempat disini sedikit berantakan" Kata Azazel sambil melihat tembok ruangan yang retak retak bahkan hancur.
"ha'i/ya" Balas Seirchs dan Michael bareng.
Kemudian datanglah kelompok Rias yang sudah berhasil menyelamatkan Gasper, Rias melihat sekeliling dan bertanya kepada Onii-samanya.
"Apakah Kalian semua baik baik saja?" Tanya Rias.
"Ya kami baik baik saja berkat ditolong oleh sahabat lama" Bukan Seirchs yang membalas melainkan Michael.
"Sahabat lama?" Bingung Rias.
"Suatu saat kau akan mengetahuinya" Balas Michael.
Rias hanya diam karena masih bingung dengan sosok sahabat lama yang disebutkan seraph tadi.
"Nah jad-"
BLAAAR!
Perkataan Azazel yang terputus kembali karena ledakan yang menghantam atap tempat pertemuan tersebut.
"Apa lagi sekarang?" Ucap Azazel malas.
"Bisakah tidak harus memberi efek ledakan saat ingin mengganggu perjanjian ini,Sungguh itu membuatku kaget sedari tadi" Kata Seirchs pelan.
Asap ledakan mulai hilang dan menampakan seseorang berarmor putih sedang mengambang diatas para petinggi.
"Vali... Sudah kuduga" Ucap Azazel.
"Aku berubah pikiran Azazel, Aku akan bergabung dengan Khaos braidge" Teriak Vali dari ketinggian.
"Apa maksudmu berubah pikiran Vali?" Tanya Michael dan membuat Vali sedikit menyeringai.
"Jika aku ikut perdamaian kalian maka Aku tidak akan bisa bertarung dengan orang2 kuat" Jawab Vali namun sebenarnya ada rencana yang sesungguhnya dari ikutnya Vali ke Khaos braidge.
"Merepotkan" Ucap Seirchs.
"Brengsek! kau Vali, Jika kau ingin bertarung maka akan aku layani" Teriak Issei yang sudah emosi dengan kelakuan Rivalnya ini.
"Hahahaha! Apakah kau bercanda Sekiryutei! Kau taukan bahwa aku adalah pemegang terkuat white one dari seluruh pemegangnya dulu, Bahkan kau hanya bisa menggunakan Belance Breaker selama 5 menit, Jadilah kuat dan aku sendiri yang akan mendatangimu!" Jawab Vali sambil tertawa sarkastik.
Sedangkan Issei hanya menunduk kecewa dengan kelemahan dirinya.
Tiba tiba disamping Vali tercipta robekan Dimensi dan keluarlah sesosok manusia kera.
"Vali ayo cepat kembali kemarkas, Ketua menunggumu" Ucap Manusia Kera tadi kepada Vali.
"Hn" Jawab Vali singkat kemudian mengalihkan pandanganya kepada Issei yang menunduk.
"Jadilah kuat Sekiryutei! Jangan membuat malu takdir yang sudah tertulis ribuan tahun lalu bahwa kita Rival" Ucap Vali sebelum menghilang bersama Manusia Kera kedalam Robekan dimensi.
"Nah sepertinya hal hal yang menunda perjanjian perdamaian kita sudah tidak ada lagi, Oleh karena itu mari kita lanjutkan" Kata Azazel dan dibalas anggukan oleh lainya.
"Ya sepertinya begitu" Ucap Seirchs.
Dan setelah itu terciptalah perjanjian perdamaian antar setiap Ras yang dipimpin oleh para petinggi mereka ,Namun seperti yang dikatakan oleh pepatah bahwa kedamaian itu mustahil didapatkan karena selama ada kedamaian mesti ada kejahatan seperti Yin dan Yang yang saling bersatu dan tidak dapat diubah.
Sedangkan dengan Naruto sekarang sedang berada ditaman yang berada dipinggiran Kuoh dan sedang berjalan dengan pelan menuju bandara.
"Naruto-kun!" Panggil seorang wanita dari kejauhan namun Naruto sudah tau siapa yang memanggilnya.
TAP!
Bunyi langkah Naruto yang berhenti serta menoleh kebelakang melihat Wanita bersurai pirang yang terbang mendekat kearahnya.
"Gabriel" Ucap Naruto pelan dan sedikit bingung.
"Naruto-kun mau kemana?" Tanya Gabriel kepada Naruto.
Dahi Naruto sedikit mengerut saat mendengar pertanyaan Gabriel yang sedikit aneh menurutnya. "Tentu saja pulang Gabriel,Kenapa pertanyaanmu aneh sekali" Balas Naruto yang membuat Gabriel memerah malu karena menanyakan pernyataan bodoh.
"Kalau begitu Aku ikut denganmu" Ucap Gabriel kepada Naruto dan semakin membuat Naruto menghela nafas pelan.
"Jangan" Ucap Naruto pelan dan berbalik mulai berjalan tanpa menghiraukan Gabriel yang kecewa.
"K-kenapa? N-naruto-kun, Apakah Aku hanya pengganggu dalam hidupmu?" Tanya Gabriel pelan sambil menunduk.
Naruto menghentikan langkahnya dan mengucapkan sesuatu tanpa menoleh. "Selesaikanlah dulu tugasmu sampai selesai dan sehabis itu terserah kau kalau ingin kerumahku ,Karena Ayah pernah mengajarkanku untuk tidak meninggalkan suatu kewajiban yang kita jalani" Balas Naruto tanpa melihat Gabriel yang memandangnya dengan pandangan terkejut,Kemudian Naruto mulai berjalan kembali meninggalkan Gabriel seorang diri.
Gabriel hanya menunduk sedih mendengar perkataan Naruto barusan ,setelah itu Gabriel mengeluarkan Sayapnya dan terbang kembali ketempat Michael berada.
¤3'00 sore¤
Naruto sudah sampai dirumahnya dan sedang duduk diruang tengah seperti memikirkan sesuatu.
TOK!
TOK!
TOK!
Lamunan Naruto langsung buyar saat mendengar suara ketukan yang berasal dari pintu utama Rumahnya tersebut, Naruto bangkit perlahan dan berjalan hingga sampai didepan pintu rumahnya kemudian membukanya.
CKLEK!
Suara pintu terbuka dan menampakan seorang pemuda bersurai coklat sedikit lebih muda dari Naruto memakai jamper hitam dan Kacamata Google dilehernya serta ada seekor Primata/Monyet yang setia berada dibahunya, Pemuda itu hanya tersenyum kearah Naruto yang baru membukakan pintu.
Naruto hanya menatap Datar kepada sahabat lamanya ini kemudian mempersilahkanya masuk.
"Ada apa Leo?" Tanya Naruto kepada pemuda yang bernama asli Leonardo Wacth itu.
"Maa maa bisakah kau berbasa basi sedikit kepada sahabatmu ini yang sudah lama tidak bertemu" Jawab Leo sambil tertawa ringan.
Naruto yang melihat kelakuan sahabatnya yang berubah hanya menghela nafas pelan, Kemudian berdiri dan berjalan kearah pintu keluar.
"Kau ingin minum apa Leo?" Tanya Naruto sambil menoleh kearah Leo.
"Aku Jus Appel dan Takoyaki 2 porsi, Dan kalau untuk Sonic ,belikan Jus Pisang ya" Balas Leo sambil menunjuk Monyet peliharaanya yang bernama Sonic itu.
"Aku tidak menawarkan untuk memesan makanan" Ucap Naruto pelan namun tetap berjalan pelan keluar.
"Hahaha anggap saja untuk hadiah buat sahabatmu ini karena lama tidak bertemu!" Ucap Leo agak nyaring karena jarak Naruto yang sudah lumayan jauh.
Setelah Naruto pergi untuk membeli pesanannya sekarang tinggalah Leo seorang diri bersama peliharaanya tersebut.
"Haruskah Aku meminta bantuan Naruto" Ucap Leo pelan sambil membuka matanya sedikit dan terlihatlah bola mata Leo yang bersinar biru.
Setengah jam kemudian Naruto kembali sambil membawa bungkusan yang berisi belanjaannya.
"Ini Leo" Ucap Naruto sambil menyerahkan Bungkusan belanjaan kepada Leo.
"Arigatou Naruto, Eh! Kau tidak membeli sesuatu Naruto?" Tanya Leo sambil melihat isi bungkusan dan hanya menemukan pesananya saja.
"Aku sedang tidak lapar dan haus" Balas Naruto.
Leo yang mendengar Jawaban Naruto pun sweatdrop. "Hah..baiklah kalau itu kemauanmu" Balas Leo dan mulai memakan Takoyaki serta membukakan jus pisang milik Sonic.
"Jadi bagaimana dengan Matamu itu Leo? Ku dengar Matamu mengalami kerusakan saraf karena Overdrive saat menggunakannya untuk melihat tempat sarang Vampire" Tanya Naruto sesudah Leo menghabiskan Jus serta Takoyakinya.
"Tenang saja Naruto, Klaus-taicho sudah mengobatinya dan White-chan sudah mengeceknya jadi aman aman saja" Ucap Leo sambil menyengir.
"Oh begitukah..., Jadi ada urusan apa kau menemuiku Leo?" Ucap Naruto sambil memandang datar Leo.
Leo yang tadi menyengir langsung menjadi serius saat mendengar pertanyaan Naruto barusan.
"Aku ingin meminta bantuanmu Naruto" Ucap Leo sambil memandang Naruto.
Naruto mengerutkan dahinya pertanda bingung. "Bantuan apa Leo?" Tanya Naruto.
"Kau tau bahwa Pergerakan Organisasi Libra yang kutempati sedang bergerak Melacak keberadaan Vampir" Tanya Leo yang direspon Naruto dengan anggukan,"Dan setelah terakhir kali Melacak akhirnya kami menemukan keberadaan Vampir yang sedang ditahan oleh dua orang anggota Libra yang membuat mereka hampir mati,Namun untungnya Aku serta Klaus-Taichou datang tepat waktu dan berhasil menyegelnya ,akan tetapi beberapa hari kemudian Markas kami diserang oleh kaum Vampir bahkan Klaus-Taichou sedang koma karena melawan Raja keputusasaan yaitu Vampire yang menyamar menjadi kakak dari Kekasihku White-chan,Dan hanya aku yang tidak mengalami cedera yang serius sehingga aku memutuskan untuk meminta bantuanmu Naruto" Jelas Leo panjang lebar.
Naruto hanya terdiam mendengar penjelasan Sahabatnya itu,kemudian Naruto memandang Leo. "Jadi kapan Libra akan memulai pergerakan untuk memusnahkan Raja vampire tersebut?" Tanya Naruto.
"Kalau menurutku sampai para anggota Libra sembuh total, dan jika ada perubahan rencana aku akan mengabarimu Naruto" Jawab Leo.
"Baiklah kalau begitu bawalah ini, jika terjadi penyerangan kembali dalam waktu dekat ini maka panggilah aku" Ucap Naruto sambil memberikan selembar kertas bergambar Salib dibagian tengahnya.
"Arigatou Naruto, dan kalau begitu aku persmisi dulu" Ucap Leo bangkit dari duduknya sambil mengulurkan tangannya kepada Naruto mengajak bersalaman.
"Ya sama sama" Ucap Naruto yang bangkit dan membalas uluran tangan Leo.
"Sahabat!" Ucap Leo sambil bersalaman dengan Naruto dan tersenyum.
"Sahabat" Balas Naruto dengan tersenyum tipis.
Setelah itu Leo berjalan menuju pintu keluar ,Sesampainya dihalaman Leo berjalan menjauh sambil berbalik dan mengucapkan salam pamit kepada Naruto.
"JAA Naruto" Kata Leo agak nyaring supaya didengar Naruto.
Sedangkan Naruto hanya melambaikan tangan sebagai responnya kepada Leo,Setelah melambaikan tangan Naruto memutuskan masuk kedalam rumanya ingin tidur karena Kelelahan sehabis pertarungan dengan Katarea kamarin malam dan belum istirahat sampai sekarang.
¤5'45 pagi¤
Seperti biasa Naruto akan bangun pagi ,Namun pagi ini sedikit berbeda dari sebelum sebelumnya karena penghuni kasur Naruto sekarang bertambah satu orang lagi, Yaitu wanita bersurai pirang yang Naruto kenal dengan nama Gabriel itu sekarang sedang memeluk dada Naruto dan merapatkan badannya ketubuh Naruto ingin mencari kehangatan.
Naruto hanya bisa menghela nafasnya yang entah keberapa kali saat melihat Malaikat Wanita ini selalu ada dimana ia berada.
"Gabriel" Panggil Naruto pelan sambil menggoncangkan bahunya pelan.
"Enngh" Bukanya bangun karena panggilan Naruto ,Gabriel malah menarik Naruto kedalam pelukannya kemudian menggeliat kecil dan mendengkur halus menandakan bahwa ia masih tidur.
"G-gabr-iel!" Ucap Naruto susah karena wajahnya terbenam diantara kedua Oppai milik Gabriel yang menyaingi Oppai milik Rias gremory tersebut.
Gabriel yang merasakan ada yang bergerak gerak diantara kedua dadanya perlahan terbangun dan melihat Naruto yang menggerakan kepalanya kesana kemari dengan wajah hampir biru diantara dadanya itu, Wajah Gabriel perlahan memerah dan melepaskan pelukannya terhadap Naruto dan Menamparnya sekuat tenaga.
"KYAAA! HENTAI!"
PLAAK!
¤Ruang tamu¤
"Jadi kenapa kau berada satu kasur bersamaku lagi Gabriel?" Tanya Naruto dengan nada datar dan dipipinya terdapat tanda Cap bekas tamparan tangan yang masih memerah.
"Aku semalam mengunjungimu karena ingin membuatkan makan malam untuk Naruto-kun ,Namun saat sampai disini aku melihat Naruto-kun istirahat dengan nyenyak dan akhirnya aku memutuskan untuk tidur dirumahmu" Jawab Gabriel sambil memainkan kedua jarinya telunjuknya karena gugup.
"Dan menamparku saat terbangun..." Ucap Naruto dan sukses membuat Gabriel tersenyum malu.
"Gomen nee Naruto-kun, Aku tidak tau kalau aku yang memelukmu pas kau membangunganku" Balas Gabriel.
"Hah...Baiklah, Kalau begitu aku mandi dulu" Kata Naruto kemudian beranjak menuju kamar mandi.
Setelah Mandi Narutopun disuruh Makan pagi bersama oleh Gabriel dan sekarang Naruto dan Gabriel berada diruang tengah sedang membicarakan sesuatu yang serius.
"Jadi ada keperluan apa Gabriel ?" Tanya Naruto karena tadi pas dimeja makan Gabriel bilang ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepadanya.
"Michael-nii mengundangmu kembali keSurga ingin membicarakan sesuatu" Jawab Gabriel.
Naruto berpikir sebentar mengenai apakah ia akan memenuhi undangan tersebut atau tidak, Dua menit berpikir kemudian Naruto menatap Gabriel dan mengangguk.
"Aku akan kesana nanti" Jawab Naruto setelah berpikir untuk datang atau tidak.
Gabriel hanya tersenyum melihat pujaan hatinya ini sedikit berubah perilakunya dari pada saat mereka seusai perang dulu.
¤SKIP TIME¤
Sekarang Naruto sedang berada dihadapan pintu dengan ukiran indah, Kemudian Naruto mengetuknya beberapa kali sampai terdengar balasan dari dalam.
TOK!
TOK!
TOK!
"Masuk!" Balas seseorang dari dalam.
Cklek!
Bunyi pintu yang terbuka menampakan pemuda Berambut pirang yang kita ketahui bernama Naruto ,sedang berjalan pelan menuju kehadapan pemuda bersurai pirang dengan tanda Haloo di atas kepalanya sedang duduk disinggah sananya.
"Ada apa sampai kau memanggilku lagi Michael? Tanya Naruto kepada sosok Michael dihadapanya.
"Kau taukan perjanjian perdamaian yang dilaksanakan diKuoh tersebut?" Tanya Michael dan dijawab anggukan Naruto.
"Dan setelah berunding akhirnya kami memutuskan untuk berdamai dan mengirim 2orang perwakilan dari setiap fraksi untuk tinggal dikuoh." Ucap Michael.
"Lalu?" Tanya Naruto yang mulai maksud perkataan Michael barusan.
"Jadi sebagai perwakilan dari surga,Aku mengirimu dan Gabriel untuk tinggal diKuoh" Jawab Michael sambil tersenyum tipis.
"Cih" Decih Naruto kemudian mulai berjalan keluar meninggalkan Michael.
"Akan aku pikirkan terlebih dahulu" Kata Naruto pelan, Dan mulai semakin jauh dari hadapan Michael yang geleng geleng.
"Hah dia selalu begitu..." Ucap Michael pelan.
¤FBC¤
Udah taukan artinya.
Ost Ending
-Nakushita Kotoba-
