Opening ost

-Hello world-

(Bump chikken)

¤Uchida Tokugawa¤

Present:

Naruto sekarang sedang berada digereja tempat biasa ia berkunjung dan mengambil tempat duduk dibarisan paling depan sebab gereja sedang sepi dikarenakan hari biasa.

"Ayah bisakah aku mengemban tugas yang ayah berikan ini" Ucap Naruto pelan entah kepada siapa ,Sambil menunduk.

Cklek!

Terdengar agak nyaring suara pintu gereja yang terbuka dan menampakan pria berambut putih panjang sampai punggung,Kemudian berjalan pelan menuju tempat duduk yang berada dibarisan bangku tempat Naruto berada.

Tap!

Tap!

Tap!

"Ho...ternyata masih ada anak muda yang taat kepadaNYA" Suara langkah pria dan gumamannya namun tidak direspon oleh Naruto.

"Hoi...Tidak baik lo membiarkan seseorang yang mengajakmu bicara" Ucap pria bersurai putih kepada Naruto yang tetap tidak memberi respon, Namun beberapa detik kemudian Naruto menoleh memandang pria yang mengajaknya bicara tersebut.

"Nah begitukan terlihat lebih bagus, Perkenalkan namaku Jiraya" Ucap dan perkenalan pria yang bernama Jiraya terasebut sambil mengulurkan tangan kearah Naruto.

Naruto hanya memandang sebentar kearah tangan Jiraya yang ingin bersalaman dengannya,Kemudian membalas uluran tangan pria yang bernama Jiraya itu.

"Naruto" Ucap Naruto datar sambil memandang datar Jiraya."Kau Exorcist" Tambah Naruto pelan.

Jiraya hanya menyeringai sangat lebar saat pemikirannya mengenai sasaran yang tepat ,Bahwa Pemuda didepannya ini bukan pemuda biasa. "Ya aku adalah Exorcist, Mari kita ulang perkenalan kita kembali" Kata Jiraya sambil mengambil langkah mundur.

"Perkenalkan namaku Jiraya, Exorcist Class Paladin cabang Vatikan" Ucap Jiraya memperkenalkan diri sambil membungkuk ala Butler.

Naruto hanya memandang datar Jiraya yang sedang memperkenalkan diri kembali itu.

"Paladin kah..." Ucap Naruto sambil memandang Jiraya datar.

"Jadi seperti inikah kegiatan sang Guardian hm?" Kata Jiraya sambil memandang Naruto kalem,Sedangkan Naruto sedikit kaget mendengar perkataan Jiraya kemudian menatap pria yang berusia sekitar 40 an itu datar.

"Urusi urusan hidupmu sendiri" Ucap Naruto datar kemudian berbalik melangkah menuju pintu keluar.

Sedangkan Jiraya hanya tersenyum sambil memejamkan matanya.

Cklek!

"Jadi mau menemaniku sebentar untuk mengobrol?" Suara pintu terbuka dan menampilkan Jiraya yang sedang duduk santai di tangga gereja ,Naruto hanya menatap datar Jiraya yang sudah duduk santai dihadapanya ini,Padahal Naruto yakin bahwa tadi Jiraya sedang berada didalam Gereja bersamanya.

Naruto hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun sambil melihat Jiraya.

"Hei...Ayo temani aku mengobrol anak muda" Ajak Jiraya kepada Naruto dan mulai beranjak pergi.

Naruto hanya diam kemudian berjalan pelan dibelakang Jiraya, Naruto akan memenuhi permintaan Exorcist ini karena memang Naruto berpikir bahwa tidak ada salahnya juga dia menerima ajakannya dan juga hari ini Naruto memiliki banyak waktu luang.

Dan sekarang Jiraya dan Naruto duduk ditaman kota dialun alun Vatican.

"Ini ambilah" Ucap Jiraya sambil melempar Minuman kaleng kearah Naruto.

"Arigatou" Balas Naruto sambil menangkap Minuman kaleng yang dilempar Jiraya, "Jadi kau ingin membicarakan apa?" Tanya Naruto.

"Maa...maa santai saja Naruto, Jangan terlalu terburu buru, Mari kita rasakan dulu ketentraman ditaman ini" Balas Jiraya dengan nada santai terkesan kalem kepada Naruto.

Naruto hanya diam kembali sambil memandang langit yang sudah menggelap dan menampakkan Titik titik cahaya yang tersebar diseluruh langit alam semesta.

Suasana heningpun tercipta diantara Jiraya dan Naruto , Sampai akhirnya Jiraya menanyakan sesuatau kepada Naruto.

"Jadi apakah rumor yang selama ini mengatakan bahwa Tuhan dibunuh oleh Guardianya sendiri itu benar ,bahwa Kaulah yang telah membunuh tuhan?" Tanya jiraya sambil memandang Naruto.

Naruto hanya diam tidak merespon pertanyaan Jiraya,Namun beberapa saat kemudian akhirnya Naruto angkat suara.

"Dari mana kau tahu rumor itu?" Tanya balik Naruto dengan menatap Jiraya datar.

"Hahaha kau kira aku ini siapa Naruto? Aku bahkan tahu hampir semua seluk beluk cerita dimulai dari Great war hingga sekarang" Ucap Jiraya sambil tertawa karena mendengar pertanyaan Naruto.

"Ternyata Gelar Paladin milikmu bukan hanya sekedar untuk menyombongkan diri" Ucap Naruto pelan kepada Jiraya yang sedikit menyeringai mendengar perkataan Naruto barusan.

"Tentu saja itu benar,Aku adalah Exorcist yang juga mendapat julukan Top Informan" Ucap Jiraya sedikit narsis dihadapan Naruto,"Jadi apakah benar Rumor itu?" Tanya Jiraya yang kembali serius.

"Ya" Balas Naruto singkat.

"Souka...Jadi yang dikatakan pemancing mesum itu benar" Batin Jiraya saat mendengar kalimat singkat Naruto tadi.

Tap!

"Jika tidak ada urusan lagi...Maka aku mohon permisi" Ucap Naruto yang sudah bangkit dari bangku dan mulai berjalan pelan.

"Sebegitu cepatkah kau ingin pergi? Ayolah temani Aku mengobrol dulu" Kata Jiraya agak nyaring supaya Naruto mendengarnya.

Tap!

Naruto menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Jiraya namun tidak membalikan badan.

"Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau,Jadi sekarang pergilah" Jawab Naruto datar.

"Ah yare yare... Seperti yang dikatan oleh semua orang bahwa malaikat guardian ini begitu dingin sekarang" Sindir Jiraya dengan memandang Naruto malas.

Sedangkan Naruto yang disindir tidak menoleh dan langsung melangkah kembali menjauh.

Jiraya yang diacuhkan hanya menyeringai tipis, "Menarik" Ucap Jiraya pelan.

Naruto yang sudah melangkah agak jauh kemudian sedikit melirik kebelakang ingin melihat Jiraya,Namun hasilnya nihil karena Jiraya sudah hilang keberadaannya bahkan hawanya sudah tidak bisa dirasakan oleh Naruto.

"Ingkar atau patuh" Ucap Naruto pelan sehabis melihat kepergian Jiraya dan kembali melangkah menuju rumahnya.

At home

Naruto yang sudah didepan rumahnya kemudian melangkah menuju pintu utama rumah sederhananya itu.

Tap!

Tap!

Ckl-!

"Okareinasai Naruto-kun" ucap Gabriel ceria yang sedikit membuat Naruto bingung karena jarang jarang Gabriel seperti ini.

Naruto hanya menatap Gabriel kemudian mengangguk dan melangkah menuju kamarnya.

"Ayo makan dulu Naruto-kun,Aku sudah memasakan masakan untukmu" Ucap Gabriel kepada Naruto yang direspon anggukan.

Naruto sedari tadi sedang fokus mencari sesuatu dilemari meja dikamarnya bahkan Gabriel sedang memandang bingung kepada Naruto.

Naruto sedikit menyunggikan senyum saat mendapatkan barang yang Ia cari ,Yaitu selembar kertas yang terdapat no hp seseorang.

"Kertas apa itu Naruto-kun?" Tanya Gabriel yang sedari tadi bingung, Naruto menoleh menatap Gabriel yang memandangnya bingung kemudian berkata.

"Ini no hp sahabatku" Jawab Naruto singkat ,Kemudian mulai beranjak dari kamarnya menuju halaman rumah.

"Mau kemana Naruto-kun?ayo makanlah dulu" Tanya Gabriel karena melihat Naruto yang akan pergi lagi.

"Aku hanya menelpon sebentar" Balas Naruto dan kembali melangkah keluar.

Sesudahnya Naruto sampai dihalamannya,Naruto mengeluarkan Hp bermerek Nokia dan mengetik Sebuah No dan menelponnya.

Tuut

Tuut

Tuut

Tuut

"Moshi moshi?"

"Hn ini aku Naruto"

"Oh!kau Naruto! Lama tidak bertemu ya, Aku merindukanmu kawan! Apakah kau merindukanku?"

"Tidak"

"Hiks*hiks* Kau kejam sekali Naruto"

"..."

"Ngomong ngomong ada apa kau menelponku Naruto?"

"Aku butuh bantuanmu nanti"

"Bantuan apa?"

"Ras mu telah membuat masalah di Newyork dengan menyerang Organisasi Libra"

"A-apa?! Kalau begitu aku akan membantumu Naruto!, Jadi kapan kau akan berangkat ke Newyork?"

"Nanti akan aku kabari"

"Baiklah kalau begitu, Oh ya Naruto kalau nanti pas berangkat ke Newyork aku boleh pinjam uangmu untuk membeli tiket pesawatnya?"

"Kau kira aku bank"

"Ayolah...kitakan sahabat lama sobat"

"Lihat saja nanti"

"Huaaa kau memang yang terbaik Naruto"

"..."

"baikalah kalau begitu sampai jumpa di pertemuan kita nanti Naruto...Jaa"

"hn"

TUUUT

TUUT

Naruto mematikan hpnya dan memasukannya kekantong celanya kemudian berjalan pelan memasuki rumahnya.

-MEJA MAKAN-

Naruto sekarang sedang makan dengan tenang tanpa mengeluarkan bunyi apapun ,Bahkan bunyi sendok yang berbenturan dengan piring pun tidak terdengar, berbeda dengan Gabriel yang diam namun memandang Naruto sedari tadi.

"Nee Naruto-kun" Panggil Gabriel yang teringat pesan Nii-san nya untuk membawa Naruto keSurga lagi nanti.

Naruto yang merasa dipanggil hanya melirik menatap Gabriel sebagai respon.

"Naruto-kun dipanggil Nii-san KeSurga untuk menjawab permintaan yang kemarin" Ucap Gabriel sambil menatap Naruto.

"Hn, Nanti aku kesana" Jawab Naruto kemudian melanjutkan makanya.

Sesudah makan,Naruto pun pergi menuju Surga bersama Gabriel.

¤Surga¤

"Aku tinggal dulu ya Naruto-kun" Kata Gabriel sambil membungkuk kearah Naruto.

"Hn" Balas Naruto setelah itu melangkah menjauhi Gabriel yg juga terbang menjauh.

TAP!

TAP!

TAP!

Tok!

Tok!

Tok!

"Masuk" Suara ketukan pintu serta balasan sesorang didalam ruangan yang Naruto ketahui orang itu adalah Michael.

KRIEET!

Bunyi pintu terbuka dan menampakan sesosok Naruto yang berjalan pelan menghampiri Michael yang duduk di singgah sananya.

"Oh kau Naruto, apakah kau sudah memutuskanya?" Tanya Michael.

"Hn" Jawab Naruto singkat.

"Baiklah,kalau begitu kita bicarakan ini sambil meminum teh, Ayo" Ucap serta ajakan Michael kepada Naruto.

Naruto hanya diam tak menjawab karena Michael keburu turun dari singgah sananya dan berjalan menuju meja tamu, seperti memaksa Naruto untuk menemaninya minum teh.

"Nah...jadi apa keputusanmu Naruto?" Tanya Michael sehabis meminum teh dari cangkirnya.

""Aku tidak bisa" Jawab Naruto singkat dan membuat Michael kaget.

"K-kenapa?" Tanya Michael memastikan.

"Aku ada urusan di Newyork Dan itu akan memakan waktu banyak" Jawab Naruto datar.

"Urusan? Urusan apa?" Bingung Michael.

"Kau tidak perlu tahu" Balas Naruto datar kemudian berdiri dan mulai melangkah keluar.

"H-hei! Jangan main pergi Naruto! Setidaknya jelaskanlah dulu!?" Kata Michael agak nyaring kepada Naruto yang sudah berada diambang pintu ruangan Michael.

"Urusi urusanmu sendiri Michael" Ucap Naruto dan melangkah menjauh kembali, sedangkan Michael yang mendengar perkataan Naruto mendesah berat.

"Haaah...Sampai kapan dia akan seperti itu" Ucap Michael entah pada siapa.

Cklek!

Suara pintu terbuka dan menampakan seorang wanita cantik bersurai pirang masuk menghampiri Michael.

"Emmm...Jadi Naruto-kun menjawab apa Nii-san?" Tanya wanita tersebut kepada Michael.

"Dia menolaknya Gabriel, Naruto berkata dia punya urusan di Newyork dan akan memakan waktu lama" Balas Michael sambil menghela nafas.

Sedangkan Gabriel hanya menunduk sehabis mendengar jawaban Nii-sannya itu, Berarti nanti dia hanya seorang diri untuk menjadi perwakilan fraksi Malaikat yang berada dikuoh, "Kalau begitu aku keluar dulu Nii-san" Pamit Gabriel kemudian keluar dari ruangan Michael sambil tertunduk.

Sedangkan Naruto yang sudah sampai diteras rumahnya dan mulai berjalan memasuki rumahnya, sesampai didalam rumah,Naruto Sofa kemudian duduk dan mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi seseorang.

Tuut

Tuut

"Oh ada apa Naruto?"

"Kita berangkat ke Newyork sore ini,jadi aku tunggu di Air port langsung"

"A-apa! Baiklah! Baiklah! Aku akan bersiap2 dulu"

"hn"

Setelah menelpon Naruto bangkit dari duduknya dan berjalan keluar rumah dengan tujuan Air port.

¤Airport¤

Sesampai di Air port Naruto langsung pergi menuju loket penjual tiket pesawat jurusan Vatikan-Newyork ,Setelah membeli Naruto mengedarkan pandangannya sejenak ingin mencari tempat duduk ,dan Naruto kemudian melangkah menuju tempat duduk dibagian pojok desebelah pohon.

DRRRT!

DRRT!

Handphone Naruto bergetar menandakan ada yang menelpon ,Naruto melihat Nama kontak yang tertera dilayar hp dan mengangkatnya.

"Hn"

"Kau dimana? Aku sudah berada dipintu utama"

"Aku berada dipojok,Disebelah pohon"

"Oh...ya aku dapat melihat kau dari sini"

"Cepatlah"

"Ha'i"

TUUT!

TUUT!

Naruto mematikan panggilan di Hand phonenya dan saat mendengar seseorang yang memanggilnya.

"Hoi Naruto!"

Terlihatlah seorang Pria berambut Abu abu/Silver memakai pakaian serba merah dan sarung tangan yang terdapat kristalnya dibagian punggung tangannya.

"Lama tidak berjumpa Naruto!" Ucap pria tersebut sambil menyengir kearah Naruto.

"Ya Ragna" Balas Naruto singkat ,membuat Pria yang bernama Ragna itu mendengus.

"Sifat mu tidak pernah berubah Naruto" Ucap Ragna dengan nada mengejek.

"Ayo ,pesawatnya hampir berangkat" Kata Naruto tanpa menghiraukan ejekan Ragna barusan.

"Ya ya..." Balas Ragna dengan nada malas kemudian berjalan mengikuti Naruto dari belakang.

Setelah memasuki ruangan keberangkatan ,Naruto dan Ragna berangkat menuju Newyork city.

¤Newyork¤

Setibanya di Newyork Naruto Naruto mengeluarkan ponselnya dan menulisan pesan kemudian mengirimnya entah pada siapa, Setelah itu Naruto mulai berjalan menuju Stasiun terdekat dengan diikuti Ragna.

-Station-

Zrrrtttttt

Suara gesekan antara ban kereta yg terbuat dari besi dengan rel kereta saat sang masinis menarik tuas rem.

"Tidak seramai stasiun kereta di jepang ya Naruto..." Ucap Ragna sekitarnya.

"Hn" Balasan Naruto.

'Pemberangkatan kereta api tujuan Hellsalem's Lot ,5 menit lagi akan berangkat dimohon para penumpang segera memasuki kereta'

Terdengar suara operator pihak Station yang memberi tahu jadwal keberangkatan kereta yang akan Naruto dan Ragna naiki akan segera berangkat.

"Nah ayo" Ucap Naruto sambil berjalan menuju kereta diikuti Ragna.

-Kereta-

"Hei Naruto" Panggil Ragna yang duduk dihadapan Naruto, Sedangkan Naruto hanya memberi lirikan mata sebagai respon dari panggilan Ragna barusan.

"Apakah benar bahwa yang menyerang Organisasi Libra itu adalah Rasku" Tanya Ragna memastikan.

"Ya" Balas Naruto singkat sambil memandang Ragna yang menunduk, "Apakah kau sudah memberi tahukan masalah ini kepada Rachel?" Tambah Naruto.

"Belum Naruto,Aku yakin jika Rachel mengetahui ini pasti ia juga akan ikut sekarang" Jawab Ragna pelan kemudian mengalihkan pandangannya melihat hamparan rumput diluar kaca cendela kereta.

Naruto hanya diam dan memandang keluar cendela sama seperti Ragna.

-03'00 sore-

"Huaaah jadi inikah kota Hellsalem's Lot itu ,Benar benar indah" Ucap Ragna saat baru keluar dari kereta dan melihat kota yang mereka pijak sekarang ini.

"Tapi didalam kota indah ini berisi kesalahan" kata Naruto pelan tanpa didengar siapapun.

"Sekarang kita kemana?" Tanya Ragna kepada Naruto yang sedang duduk di kursi yang berada luar station.

"Tunggulah sebentar, Nanti ada yang menjemput" Balas Naruto.

"Baik-!" Ragna yang akan membalas perkataan Naruto sedikit tersentak saat sepertinya Ia melihat seorang wanita bersurai kuning kecoklatan memakai pakaian lolita gothic serta membawa payung sedang menatapnya dari atas gedung, Namun ragna mengusap matanya sesaat kemudian menatap gedung tempat Wanita yang Ragna kenali dengan pasti itu berada, namun hasilnya nihil, Wanita tersebut hilang.

"Ada apa?" Tanya Naruto heran karena sedari tadi melihat Ragna bengong.

"T-tidak ada apapa Naruto, Aku hanya seperti melihat Rachel tadi" Jawab Ragna sambil mengeleng geleng.

Naruto hanya diam saat mendengar jawaban Ragna, "Dia sudah mengetahuinya" Ucap Naruto pelan tanpa didengar Oleh Ragna.

"Naruto!"

Teriak seseorang dari seberang jalan tempat Naruto duduk.

"Gillberto" Ucap Naruto saat melihat seorang pria berusia tua dengan wajah dipenuhi oleh perban baru keluar dari mobil.

"Yo! Apa kabar Naruto?" kata pria yang bernama Gillberto itu sambil menepuk bahu Naruto.

"Baik Gillberto, dan perkenalkan ini sahabatku" ucap Naruto membalas perkataan Gillberto kemudian menunjuk Ragna yang berada dibelakangnya.

"Perkenalkan Namaku Ragna bloodedge, Salam kenal Gillberto" Kata Ragna memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.

"Ya, perkenalkan juga ,Namaku Gillberto ,Salam kenal Ragna dan selamat datang di kota Hellsalem's Lot " Balas Gillberto sambil menjabat tangan Ragna kemudian tersenyum ," Nah kalau begitu mari ikut saya menuju Markas Libra" Tambah Gillberto kemudian memasuki mobil.

"hn/tentu" Jawab Ragna dan Naruto bareng sambil memasuki Mobil.

Setelah beberapa menit berada didalam mobil, Akhirnya mobil itu berhenti didepan sebuah bangunan bertingkat yang menurut Ragna bahwa bangunan itu mirip dengan Apartement.

"Nah sudah sampai ,Mari ikuti saya" Ucap Gillberto sambil melangkah kadalam bangunan diikuti Ragna dan Naruto.

Naruto dan Ragna hanya diam sepanjang perjalanan meskipun pada saat didalam lift Ragna hanya berpegangan erat kepada Naruto karena Ragna mempunyai phobia takut lift -_-.

"Nah sudah sampai,Mari masuk" Ucap Gillberto yang berhenti didepan sebuah pintu kemudian membukanya.

CKLEK!

Dan terlihatlah seluruh anggota Libra yang menghuni ruangan tersebut, Dimulai dari seorang pria berbadan besar bersurai merah sedang memainkan komputer ,dan pemuda bersurai putih sama dengan pakaian yang pemuda itu kenakan,juga seorang wanita bersurai hitam dengan potongan rambut hanya sampai bahu ,dan yang terakhir dan Naruto kenali adalah seorang pemuda yang beberapa hari lalu berkunjung kerumahnya.

"Naruto! Jadi kau akan membantu kami ya...syukurlah" Ucap Leo sambil menghampiri Naruto.

"Hn, Tentu" Balas Naruto.

"Jadi kau orang yang diceritakan Leo itu ya" Ucap seorang pria bersurai merah serta berbadan besar,"Kalau begitu terimakasih atas bantuanya dan selamat datang di Libra" Tambah pria tersebut sambil tersenyum.

"Perkenalkan dia adalah Klaus-Taichou ,Naruto" Ucap Leo sambil menunjuk Pria yang bernama Klaus itu.

"Ah,betapa bodohnya aku karena tidak memperkenalkan diri,baiklah kalau begitu kita mulai dari awal Naruto,dan kalian semua anggota Libra juga harus memperkenalkan diri" Kata klaus sambil menggaruk tengkunya.

"Perkenalkan namaku Klaus Von Reinherz, Salam kenal Naruto"

"Aku Zapp Renfro"

"Dog hummer"

"Panggil saja aku wanita anjing"

"Leonardo watch"

Kata seluruh anggota Libra memprkenalkan diri.

"Hn, Perkenalkan namaku Naruto Uzumaki" Ucap Naruto pelan.

"Dan aku Ragna bloodedge" Tambah Ragna.

"Baiklah Naruto dan Ragna mari duduklah untuk bersantai, kalian pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh" Ucap Klaus mempersilahkan Naruto dan Ragna untuk duduk.

"Terimakasih" Balas Naruto kemudian melangkah kearah sofa diikuti Ragna.

-09'23 Malam-

Sekarang di markas Libra bertempat diruang tengah sedang berkumpul seluruh anggota Libra termasuk Naruto dan Ragna sedang membicarakan sesuatu.

"Dia adalah half-vampir dan dia yang akan membantu kita" Ucap Naruto sambil menunjuk Ragna.

"A-apa! Apakah tidak berbahaya Naruto?" Ucap Pria bersurai putih agak nyaring karena kaget.

"Tentu tidak Zapp ,Ragna ini hanya half-Vampire dan juga ia tidak mempunyai Nafsu Vampire" Jawab Naruto membuat Zapp sedikit menghela Nafas.

"Emmm...jadi kita mendapat bantuan dari Vampire Jepang ya...Baguslah" Ucap pria bersurai silver memakai kaos yang kita kenali dengan panggilan Doghummer.

"Perecayalah kepadaku, Aku akan membantu kalian dengan selur-!" Tiba tiba perkataan Ragna berhenti kemudian Ragna melirik keatasnya tepatnya Langit langit bangunan ,sama halnya seperti yang dilakukan Naruto.

"Ada Penyusup/Mata mata eh" Ucap Naruto dan Ragna pelan.

"Eh!" Kaget para anggota Libra yang lain dan mendongak keatas.

Dan para anggota Libra kaget saat melihat sesosok mahluk yang tidak mereka sadari sudah ada disana.

Sedangkan Mahluk yang telah ketahuan bersembunyi tadi malah menyeringai lebar dan terkekeh.

"Hehehe! Ketahuan ya akhirnya...sayang sekali,padahal sedikit lagi aku dapat mendengar rencana kalian,tapi biarlah karena kalian semua juga akan mati saat ini" Ucap sosok tersebut sambil menjulurlan lidahnya yang panjangnya diatas ukuran normal.

"Haaah" Naruto hanya menghela nafas namun tangan sebelah kananya telah memegang Exaliburnya.

"Bertarung dimalam harikah..." Ucap Ragna sambil mengeluarkan Blood-scyth dari sarung pedang dipinggangnya.

"Domba yang masuk kesarang srigala" Tambah Zapp sambil menyeringai.

Sedangkan yang lainya hanya diam namun sudah dalam kuda kuda bertarung namun Leo malah gemetar saat membuka kedua matanya dan melihat perwujudan mahluk yang masih setia berada dilangit langit itu.

"D-dia B-bukan mahluk Vampir ataupun Alien!...Dia sangat B-berbahaya!" Ucap Leo tergagap bahkan melangkah mundur perlahan Membuatnya ditatap bingung oleh yang lain.

"Apa maksudmu Leo?" Tanya Doghummer yang sudah masuk dalam mode bertarung.

"D-dia-!"

Perkataan Leo terputus saat Sosok mahluk diatas mereka itu tertawa.

"Hahahaha! Jadi anak itu memiliki Mata tuhankah,Menarik...Kalau begitu Perkenalkan Aku adalah Thanatos sang Kegelapan dan..." Ucap mahluk yang bernama Thanatos itu sengaja diputus.

" yang akan membawa kalian semua keneraka" Sambung Thanatos sambil Membuat sebuah lambang lambang aksara kuno yang mulai menyebar keseluruh ruangan.

¤FBC¤

Fic akan berlanjut sehabis lebaran paling :D