Op ost:
'Hello world' (Chikken of bump)
¤Uchida tokugawa¤
-Present-
Naruto belongs Masashi kishimoto.
"Perecayalah kepadaku, Aku akan membantu kalian dengan selur-!" Tiba tiba perkataan Ragna berhenti kemudian Ragna melirik keatasnya tepatnya Langit langit bangunan ,sama halnya seperti yang dilakukan Naruto.
"Ada Penyusup/Mata mata eh" Ucap Naruto dan Ragna pelan.
"Eh!" Kaget para anggota Libra yang lain dan mendongak keatas.
Dan para anggota Libra kaget saat melihat sesosok mahluk yang tidak mereka sadari sudah ada disana.
Sedangkan Mahluk yang telah ketahuan bersembunyi tadi malah menyeringai lebar dan terkekeh.
"Hehehe! Ketahuan ya akhirnya...sayang sekali,padahal sedikit lagi aku dapat mendengar rencana kalian,tapi biarlah karena kalian semua juga akan mati saat ini" Ucap sosok tersebut sambil menjulurlan lidahnya yang panjangnya diatas ukuran normal.
"Haaah" Naruto hanya menghela nafas namun tangan sebelah kananya telah memegang Exaliburnya.
"Bertarung dimalam harikah..." Ucap Ragna sambil mengeluarkan Blood-scyth dari sarung pedang dipinggangnya.
"Domba yang masuk kesarang srigala" Tambah Zapp sambil menyeringai.
Sedangkan yang lainya hanya diam namun sudah dalam kuda kuda bertarung namun Leo malah gemetar saat membuka kedua matanya dan melihat perwujudan mahluk yang masih setia berada dilangit langit itu.
"D-dia B-bukan mahluk Vampir ataupun Alien!...Dia sangat B-berbahaya!" Ucap Leo tergagap bahkan melangkah mundur perlahan Membuatnya ditatap bingung oleh yang lain.
"Apa maksudmu Leo?" Tanya Doghummer yang sudah masuk dalam mode bertarung.
"D-dia-!"
Perkataan Leo terputus saat Sosok mahluk diatas mereka itu tertawa.
"Hahahaha! Jadi anak itu memiliki Mata tuhankah,Menarik...Kalau begitu Perkenalkan Aku adalah Thanatos sang Kegelapan dan..." Ucap mahluk yang bernama Thanatos itu sengaja diputus.
" yang akan membawa kalian semua keneraka" Sambung Thanatos sambil Membuat sebuah lambang lambang aksara kuno yang mulai menyebar keseluruh ruangan.
"Sihir penahan" Ucap Naruto saat melihat aksara sihir milik Thanatos.
Setelah aksara sihir milik Thanatos telah mengelilingi seluruh area ruangan ,Thanatospun turun dari langit langit gedung kemudian mulai berjalan pelan kearah Naruto.
"Hm...dengan begini kalian tidak akan ada yang bisa kabur dan juga aku ingin berdansa dengan guardian tuhan" Perkataan Thanatos sukses membuat sebagian orang yang berada di dalam ruangan itu.
"B-benarkah itu!?" Kaget Klaus, Sedangkan yang lain hanya diam saja namun hanya memandang Naruto kaget.
Wusssh!
"Tidak usah banyak bicara! Cepatlah mati dan musnahlah!"
Zzraat!
Crassh!
"Mati" Ucap Ragna yang tiba tiba menyerang maju dan menebas kepala milik Thanatos yang sekarang sudah terpenggal.
"Hanya segitukah?" Ucap Zapp bingung.
"Hahaha!"
Terdengar nyaring dari kepala milik Thanatos yang sudah terpenggal serta tubuh milik thanatos yang mulai berdiri kemudian berjalan menuju kepala dan mengambilnya.
"Kalian kira aku dapat mati dengan mudah? Jangan membuatku tertawa...aku ini Dewa" Ucap Thanatos meremehkan sambil memasang kepalanya kembali.
"T-tidak mungkin!" Kata Ragna Sambil memandang Thanatos tidak percaya.
"Langsung berhadapan dengan dewa hmmm... Menarik" Ucap Dog hummer pelan.
Sedangkan Naruto hanya diam sambil memperhatikan Thanatos dengan teliti.
Thanatos yang sudah selesai memasang kepalanya yang terpenggal akibat tebasan Ragna kemudian berbalik menghadap pada Naruto dan melesat maju.
"Baiklah kalau begitu sekarang giliranku!" Teriak Thanatos kencang sambil melesat kearah Naruto.
Ragna dan Leo yang melihat bahwa Thanatos melesat menuju kearah Naruto hanya bisa berteriak memperingati Naruto.
Wusssh!
"Death claw"
Trankkk!
Trankk!
Trankk!
"Kau lumayan juga ya Guardian" Ucap Thanatos yang akan menebas leher Naruto dengan cakarnya namun segera ditangkis dengan Excalibur milik Naruto.
"Light Beam!"
Bwosssh!
Wussh!
Brak!
Naruto hanya diam tidak membalas perkataan Thanatos namun langsung meledakan energi cahaya dalam skala besar yang membuat Thanatos terlempar kebelakang dengan kencang dan menghantam dinding serta membuat kelompok Libra menutup mata karena silau.
"Ayo maju!"
Klaus yang melihat bahwa Thanatos terlempar akibat teknik milik Naruto ,langsung memerintahkan para anggota Libra untuk Maju menyerang ,namun saat akan maju langsung berhenti saat melihat kearah Tangan Naruto yang mengisyaratkan untuk tetap diam serta kekkai yang terbuat untuk melindungi seluruh anggota Libra.
"Diamlah" Kata Naruto singakat kepada Para anggota Libra.
Krak!
Krak!
"Haah...cahayamu cukup berbahaya untuk mahluk kegelapan sepertiku ini Guardian" Ucap Thanatos Yang sedang keluar dari reruntuhan tembok yang hancur sehabis dia tabrak.
Naruto hanya diam melihat kulit Thanatos yang mulai mengelupas perlahan akibat ledakan cahaya miliknya tadi.
"Jadi kelemahanmu cahaya ya" Ucap Naruto datar.
"Entahlah, Bagaimana kalau kau buktikan sendiri" Balas Thanatos pelan.
"Baiklah"
Wussh!
Blaar!
"Naruto!"
Naruto yang melesat kearah Thanatos harus rela terpental saat tiba tiba Thanatos sudah ada dihadapannya dan memukul Naruto tepat diwajahnya sehingga terpental kebelakang dan menghantam kekkai milik Thanatos.
"Kekkai sialan!" Teriak Ragna yang marah karena ingin membantu Naruto namun terhalang oleh kekkai, bahkan Ragna sudah masuk dalam mode vampirenya sebab separuh kulit wajanya sudah berwarna gelap dan juga bola matanya berubah warna menjadi merah darah.
"Aku tidak akan main main lagi sekarang ini Guardian" Ucap Thanatos pelan, "Jadi..." Sambung Thanatos sambil membuat aksara sihir yang diarahkan kearah Naruto.
"King of hell"
Bwooossssh!
Blaaar!
"Naruto!" Teriak Ragna dan yang lainnya.
Naruto yang melihat Serangan milik Thanatos mengarah kepadanya hanya memandang datar.
"God armor"
Blaaaarrr!
Bunyi ledakan didalam kekkai milik Thanatos saat serangan sihir miliknya yang dengan telak mengenai Naruto.
"Siaal!" Teriak Ragna saat mengira bahwa serangan Thanatos dengan telak Mengenai Naruto.
"Grimoire!" Ucap Ragna nyaring dan kristal yang berada dipunggung sarung tangan milik Ragna langsung bercahaya merah.
Zrat!
Krak!
Zrat! Zrat!
Krak!
Pyaar!
Anggota Libra langsung mengalihkan pandangan kearah Ragna yang berhasil menghancurkan kekkai buatan Naruto dan langsung melesat kearah Thanatos dengan kecepatan yang hampir menyaingi hariashin milik yondaime.
"Ha!ha!ha! Mandilah dengan darah!" Tawa Ragna sambil melasat maju menuju kearah Thanatos yang malah tersenyum lebar saat melihat kekuatan Ragna yang meningkat drastis.
"Ayo! Berikanlah pertunjukan terbaik kalian!" Teriak Thanatos sambil mengangkat tangan keatas seolah olah sedang berdoa.
"Soul eater"
Sruuut!
"A-apa! Ugh!" Kaget serta rintih Thanatos menahan sakit karena harus kehilangan jiwa tangan kirinya saat mengira bahwa serangan Ragna hanya berbasis elemen dan tidak diasangkanya bahwa serangan Ragna barusan dapat memakan jiwa.
"Kau tau itu tadi hampir saja membuatku musnah jika lengah sedikit saja" Ucap Thanatos sambil menarik lengan kirinya sampai putus kemudian melemparnya kepinggir, "Tanpa tanganpun aku akan membunuh kalian semua" Tambah Thanatos.
"Hahaha! Mari kita buktikan dasar mahluk sialan!" Balas Ragna dengan tertawa.
Tanpa aba aba Thanatos dengan kecepatan tinggi langsung melesat kearah Ragna dan mencengkram kepalanya dengan tangan kanan.
"Janganlah kau sok kuat dasar tikus kecil" Bisik Thanatos sambil menyiapkan lingkaran sihir tepat diatas kepala Ragna yang ia cengkram.
Ragna yang diancam oleh Thanatos hanya memandang datar Thanatos sesaat kemudian tertawa.
"Kau kira aku dapat mati dengan jurus lemahmu ini hah? Hahaha!" Ejek Ragna kepada Thanatos yang masih mencengkram kepalanya.
"Baiklah kalau begitu..." Balas Thanatos yang sengaja tidak melanjutkan perkataannya, "Matilah" sambung Thanatos kemudian menembakan sihirnya kearah kepala Ragna.
"Catlysm"
"Distortion"
Blaaar!
Wusssh!
Braaak!
"A-apa! Bagaimana bisa!?" Shock Thanatos saat serangan Sihirnya yang seharusnya menembus kepala Ragna malah tersedot lubang Black hole yang tiba tiba tercipta.
Ragna hanya menyeringai sadis saat melihat Thanatos yang masih shock dan langsung memukul tepat dijantung Thanatos sampai menembus tubuh Thanatos.
"Soul eater" Ucap Ragna pelan saat mencengkram jantung milik Thanatos.
"Ugh!" Rintih Thanatos yang memuntahkan darah berwarna ungu kehitaman.
" Jangan pernah meremehkan lawanmu, dan juga didunia ini masih banyak mahluk yang lebih kuat dari dirimu" Ucap Ragna pelan ditelinga Thanatos kemudian menjilat darah milik Thanatos, "Tidak buruk" Tambah Ragna seusai menjilat sedikit darah Thantos
Setelah selesai menembus Jantung Thanatos dan mengiranya telah musnah ,Dengan keras Ragna melempar kearah tubuh Thanatos kearah dinding bangunan yang menyebabkan retakan pada kekkai milik Naruto yang sedari tadi hanya duduk menonton dari pinggir.
"Yo Naruto" sapa Ragna pada Naruto yang memandangnya dengan datar.
"Kau tahu bahwa aku sudah melarang kalian semua untuk tidak ikut campur" Balas Naruto datar dan jika diperhatikan maka alis Naruto sedikit berkedut saat mengatakan kalimat tersebut.
Ragna hanya bisa tersenyum kikuk saat mendengar ocehan datar milik Naruto, "Gomenasai Naruto, aku tadi hanya khawatir jika sahabatku ini terluka" Ucap Ragna sambil menepuk nepuk bahu Naruto.
"Haah..." Naruto hanya bisa menghela nafas pelan kemudian memandang tempat Jasad Thanatos yang masih tergeletak, Naruto sedikit mengerutkan dahi saat melihat dengan sekilas aura Thanatos yang menguar.
Ragna melihat Bahwa arah pandangan Naruto adalah menuju Jasad Thanatos, Akhirnya memutuskan untuk bertanya.
"Ada apa Naruto?" Tanya Ragna heran.
"Tid-!"
Braakkkk!
"Sudah kuduga bahwa kau masih belum musnah" Ucap Naruto pelan sambil menangkis pukulan Thanatos yang mau memukul Ragna.
"Hahaha! Tadi itu hampir saja, jika saja aku tidak memakai shadow clone pasti aku sudah musnah" Balas Thanatos yang menyeringai.
Wussh!
Thanatos kemudian melompat menjauh kebelakang dan mendarat diatas puing puing reruntuhan tembok bekas terkena hantaman dirinya saat dilempar oleh Ragna tadi.
"Aku terkejut dengan kekuatan kalian berdua,terutama kau vampir" Ucap Thanatos sambil memandang Ragna yang masih dalam mode vampirnya, "Dan juga kau masih belum mengeluarkan kekuatanmu guardian" Sambung Thanatos yang ganti memandang Naruto sekarang.
Naruto hanya memandang Thanatos datar berbeda dengan Ragna yang malah menyeringai lebar saat melihat Thanatos masih hidup.
"Aku akan mundur dan mengakui kekalahanku,namun dipertemuan selanjutnya aku akan benar benar membunuh kalian terutama kau vampir" Ucap Thanatos pelan dan dengan perlahan tubuh bagian bawahnya mulai memudar seperti menghilang, "Dan sebagai hadiah perpisahan aku akan memberikan ini" Tambah Thanatos yang membuat portal sihir Raksasa yang menutupi seluruh atap gedung dan mulai mengeluarkan percikan listrik.
"Sampai jumpa" perkataan Thanatos sebelum menghilang sepenuhnya.
"Yah dia kabur" Ucap Ragna pelan kemudian memandang keatas kearah portal sihir yang diciptakan oleh Thanatos barusan, "kau ada ide untuk menghancurkan portal sihir ini Naruto?" Tanya Ragna.
Naruto diam sesaat dan memandang keatas kemudian menoleh kearah Ragna, "Aktifkan teknik yang kau pakai saat menyerap teknik milik Thanatos tadi dan sisanya serahkan padaku" perintah Naruto.
"Baiklah"
"Distortion"
Wuuussh!
"Buat yang lebih besar" Ucap Naruto kemudian melesat menuju portal sihir tersebut.
"Yokatta!" Balas Ragna sambil menambah energinya sehingga Teknik milik Ragna berukuran seperempat dari portal milik Thanatos.
Naruto yang melesat menuju portal sihir milik Thanatos kemudian berhenti tepat beberapa meter dibawanya kemudian melafalkan lafalnya.
"I Am The soul Of My Sword
Steel Is My Body And Holy is My
Blood
I Have Created Over a Thousand
Light Blades
Unknown to Death
Nor Known to life
Have Withstood Pain to Create Many Light to one sword
Yet Those Hands Will Never Hold
anything
so, as I Pray…
Unlimted Blade Works EXCALIBUR…!
Sun of blade!"
Zraaaat
Krak!
Krak!
Krak!
"berhasil!" Ucap Ragna saat melihat Naruto membelah dua portal sihir milik Thanatos dengan pedang Excaliburnya.
Wussh!
Tap!
"Sekarang saatnya" Ucap Naruto yang mendarat disebelah Ragna seusai membelah dua portal sihir milik Thanatos.
Ragna hanya mengangguk kemudian mengaktifkan tekniknya dan dengan perlahan Portal milik Thanatos mulai tertelan kedalam teknik milik Ragna.
"Ugh! Naruto! Energi sihirnya lebih kuat dari yang kuduga ! Aku tidak dapat menahanya!" Ucap Ragna sambil batuk darah saat baru menelan energi sihir milik Thanatos separuhnya.
Naruto sedikit kaget saat mendengar perkataan Ragna barusan.
"Maafkan aku!" Ucap Ragna kemudian jatuh berlutut sambil memuntahkan banyak darah sehingga portal sihir milik Thanatos tidak terserap semuanya dan akan meledak.
"Sial!" Ucap Naruto mendecih
BLAAAAR!
Pyaaar!
Sebelum sihir milik Thanatos meledak dengan tiba tiba kekkai milik Naruto pecah ditembus oleh seseorang.
"Apa yang terjadi?" Ucap Naruto pelan saat melihat bahwa hanya kurang 2cm saja maka dia akan terkena ledakan sihir milik Thanatos.
"Waktu berhenti?" Ucap Ragna yang masih terduduk karena kelelahan.
Naruto dan Ragna yang bingung tidak menyadari bahwa ada sesosok mahluk yang berdidiri dibelakang mereka.
"Jika saja aku telat sidikit saja ,pasti kalian akan musnah" Ucap suara seorang gadis remaja yang terdengar datar.
Naruto dan Ragna mendengar suara orang lain dibelakang mereka dengan serempak menoleh dan terlihatlah sekarang dibelakang mereka seorang Gadis besurai kuning memakai pakaian Lolita gothic dan membawa payung yang diletakan dibahunya.L
Sedangkan Ragna melebarkan Matanya saat mengetahui dengan pasti gadis yang menolongnya dan Naruto dari maut barusan itu.
"Rachel/Usage-sama?" Ucap Naruto dan Ragna bareng.
Gadis yang bernama Rachel itu alisnya sedikit berkedut saat mendengar panggilan Ragna untuk dirinya namun dihiraukanya.
"Jadi kau yang menghentikan waktu dan menembus kekkai miliku" Tanya Naruto datar kepada Rachel.
Rachel memandang bosan kemudian menjawab "Tentu saja,jika aku tidak melakukanya maka kalian bisa musnah" Jawab Rachel.
Naruto hanya diam dan kemudian mengeluarkan sayapnya dan terbang menuju sihir milik Thanatos yang terhenti.
"Bisa kau menghentikan waktu sekitar 15 menit dari sekarang?" Tanya Naruto kepada Rachel.
"Tentu saja" Balas Rachel.
Naruto hanya mengangguk kemudian terbang mendekat kearah portal sihir milik Thanatos, Naruto yang sudah berjarak beberapa meter dari portal sihir milik Thanatos kemudian mengaktifkan tekniknya.
"Gate of babylon"
Krak! Krak!
Blar!
Dengan tiba tiba tercipta robekan dimensi yang mengeluarkan sebuah gerbang dengan lambang mawar dibagian ujung pintunya.
Kriet!
Zrat!
Zrat!
Dengan perlahan pintu gerbang tersebut terbuka dan mengeluarkan semacam pedang yang diujung gagangnya telah dirantai dan terhubung kedalam gerbang tersebut.
Jleb!
Jleb!
setelah ujung pedang telah menancap pada energi sihir milik Thanatos dengan perlahan portal tersebut mulai tertarik kedalam gerbang milik Naruto.
Setelah semua telah terhisap kedalamnya,Naruto me-non aktifkan tekniknya dan turun dengan perlahan.
"Kau bisa mengakhiri teknikmu Rachel" Ucap Naruto pelan saat baru mendarat disebelahnya.
"Tentu" Jawab Rachel datar kemudian mencetikan jarinya.
"Ctik"
Bruk!
Bruk!
Suara puing puing bangunan yang berjatuhan karena saat akan terjatuh terkena teknik milik Rachel.
"Naruto! Bisa lepaskan kami" Ucap Klaus yang masih terkurung dalam kekkai milik Naruto begitu juga para anggota Libra yang lainya.
Naruto hanya mengangguk kemudian menghilangkan kekkai buatannya sehingga para anggota Libra terbebas.
Naruto yang baru selesai melepaskan kekkai buatannya dan akan melihat keadaan Ragnapun saat menoleh hanya melihat sisa sisa puing puing bangunan dan sepucuk surat yang dibentuk origami mawar, Naruto berjalan perlahan menghampiri surat tersebut dan mengambilnya kemudian membaca isinya.
"Ragna aku bawa sebentar nanti akan aku kembalikan jika sudah selesai."
Naruto hanya menghela nafas setelah membacanya kemudian berjalan menuju kearah Anggota Libra.
"Naruto!" panggil Leo sambil berlari mendekat kearah Naruto.
Naruto hanya menoleh kearah Leo sebagai jawaban bahwa dia merespon panggilanya barusan.
"Apakah kau terluka?" Tanya Leo dan dijawab gelengan oleh Naruto, "Syukurlah kalau begitu" ucap Leo lega.
¤Uknown place¤
Tok!
Tok!
"Masuklah"
Suara pintu yang diketuk sesorang dan suara jawaban dari sipenghuni ruangan.
"Hamba telah mengetahui bahwa kelompok organisasi Libra telah memanggil bantuan dari Vatikan dan jepang, dan ini biodata mereka tuan." Ucap seseorang yang mengetuk tadi kepada sosok yang dia panggil tuan itu sambil menyodorkan amplop berisi biodata Ragna dan Naruto.
"Hmmm...Naruto si pemegang Excalibur dan Ragna si pemilik grimoire ya...menarik" Ucap sosok tersebut.
"Jadi bagaimana menurut anda tuan? Apakah kita harus memusnahkan mereka?" Tanya sosok yang sedang membungkuk itu.
"Biarkan saja mereka, dan setelah ini panggilkan Gilgamesh agar menemuiku" Ucap Sosok tuan tadi.
"Baiklah tuan, kalau begitu hamba permisi dulu" Ucap sosok tersebut kemudian pergi keluar.
Setelah sisosok tadi pergi tiba tiba muncul bayangan yang lama lama menjadi wujud seperti manusia dibelakang sosok yang dipanggil tuan tadi.
"Bagaimana menurutmu tentang mereka hmmm?" Tanya sosok bayangan tersebut.
"Mereka hanya sampah kecil" balas sosok yang dipanggil tuan itu dengan datar.
"Hahaha! Baiklah kalau menurutmu begitu...aku hanya memperingatkan bahwa didunia ini banyak orang yang lebih kuat darimu" Ucap sosok bayangan tersebut sebelum menghilang.
Si sosok tuan itu hanya diam tidak menjawab kemudian mulai melangkah pergi.
¤Back to Naruto place¤
Sedangkan Naruto yang sekarang berada ditaman Yang berada dipusat Hellsalem's Lot ,sedang duduk dibangku yang berada ditaman tersebut.
Naruto seperti melamunkan sesuatu tentang pertempuran kemarin,namun semua lamunan tersebut hilang saat Naruto merasakan aura yang tidak asing baginya dan sudah mengikutinya dari tadi pagi ia bangun tidur.
Naruto menoleh kebelakang tepatnya kearah pohon tempat pusatnya taman.
"Keluarlah Gabriel" Panggil Naruto pelan.
Srak!
Srak!
Suara seperti seseorang yang terburu buru keluar dari semak semak yang berada dibawah pohon tersebut, dan setelah keluar terlihatlah perempuan cantik bagaikan dewi dengan surai pirang yang sedang berlari lari kecil kearah Naruto yang duduk.
Bruk!
"G-gabriel! Ini tempat umum" Ucap Naruto kaget karena Gabriel langsung memeluknya seusai berlari kearahnya.
"Biar! Kau yang membuatku khawatir Naruto-kun, kau tau bahwa auramu kemarin itu dapatku rasakan" Ucap Gabriel sambil menenggelamkan wajahnya didada Naruto.
Naruto hanya diam tidak menjawab namun kemudian mengelus pucuk kepala Gabriel dengan lembut.
"Kau tau ,hanya kau yang sangat perhatian denganku" Ucap Naruto pelan bahkan menyamai bisikan.
"Apa?" Tanya Gabriel yang tidak begitu jelas mendengar.
"Ikutlah" ajak Naruto yang menghiraukan pertanyaan Gabriel dan mulai berjalan meninggalkannya.
"H-hei tunggu! Naruto-kun!" Teriak Gabriel dengan nada imut saat ditinggal Naruto jalan.
"mangkanya jalan yang cepat" Ucap Naruto sambil menoleh kebelakang kemudian berjalan lagi, namun jika diperhatikan dengan seksama maka dapat melihat bahwa Naruto sedang menyunggikan bibirnya sambil berjalan.
"Haaah... Tumben sekali dia tersenyum, padahal saat bertemu denganku di gereja waktu itu saja wajahnya seperti triplek, apa karena perempuan cantik itu ya" Ucap seorang pria bersurai putih sepunggung yang pernah bertemu Naruto saat digereja, "Hah,biarlah yang penting habis ini aku akan ke oppai klub hehehe" Tambah pria tersebut sambil nosebleed ,kemudian mulai berjalan menjauh.
¤FBC¤
End ost
Nagareboshi (shotting star)
