Yo! Uchida akan meng-update fic lagi :D, gomen klo banyak yang Oc :D, karena itu ide yang muncul dipikiran Uchida.
Op ost:
'Hello world' (Chikken of bump)
¤Uchida tokugawa¤
.Naruto belongs Masashi kishimoto.
-Present-
.Kòkai.
Sore itu seperti biasanya Naruto akan pergi keluar untuk mendatangi Gereja, Kegiatan rutin ini sudah Ia lakukan sejak dulu.
Naruto hanya berjalan dengan diam bahkan ia tidak mendengar atau sekedar memberi respon kepada wanita yang sedari tadi mengajaknya berbicara yang berada disebelahnya, sehingga si wanita itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat diacuhkan oleh Naruto.
"Sudah 3bulan aku berada disini dan selama itu pula berbagai masalah datang" Batin Naruto yang masih berjalan dalam diam, memang sudah tiga bulan Naruto berada di Hellsalem's Lot dan selama itu pula ia mendapat masalah, dimulai dari serangan Thanatos, bermain catur dengan para petinggi Hellsalem's Lot yang mempertaruhkan jiwa dan yang terakhir dia harus membantu Organisasi Libra melawan pasukan vampire yang dipimpin oleh Raja keptusasaan atau yang lebih dikenal dengan nama Black, meskipun Libra memang memenangkan pertempuran itu namun harus dibayar mahal dengan kematian White karena melindungi Leo dari serangan Black saat dirinya akan musnah.
Naruto masih saja memikirkan sesuatu sampai tidak terasa bahwa ia telah sampai didepan sebuah Gereja yang berada dipinggir kota Hellsalem's Lot.
"Naruto-kun kita sudah sampai" Ucap sang wanita yang berada disebelah Naruto sambil memegang bahu milik Naruto dan sukses membuat Naruto keluar dari alam pikirannya.
"Hn" Ucap Naruto singkat sambil melirik Gabriel sebentar kemudian melangkah memasuki Gereja tersebut.
Setelah memasuki Gereja tersebut seperti biasanya Naruto akan mengambil barisan tempat duduk yang berada paling depan sedangkan Gabriel yang bersama Naruto tadi mengambil tempat duduk dibarisan kedua.
"Apakah Ia masih merasa bersalah dengan tindakanya dulu ya?" Batin Gabriel sambil memandang Naruto yang sedang menundukan kepala.
Tiga puluh menit kemudian Naruto akhirnya memutuskan untuk pergi dari gereja tersebut dan akan kembali menuju Gedung tempat Organisasi Libra.
"Kau kembalilah kerumah dan tunggu aku disana" Ucap Naruto datar kepada Gabriel yang berada disebelahnya.
"Memangnya Naruto-kun mau kemana?" Tanya Gabriel yang bingung karena disuruh pulang terlebih dahulu.
Naruto hanya memandang Gabriel sebentar kemudian mengalihkan pandanganya kelangit.
"Aku ingin pamit terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan kota ini" Jawab Naruto singkat dan mulai melangkah pergi menuju Gedung Organisasi Libra dengan meninggalkan Gabriel seorang diri.
"Muu...dia selalu saja seperti itu" Ngambek Gabriel yang diperlakukan Acuh oleh Naruto, setelah itu Gabriel melangkah pergi menuju Rumah yang ia sewa bersama Naruto selama dikota ini.
Naruto yang sudah berjalan agak lama akhirnya sampai ditempat tujuannya yaitu sebuah bangunan yang menyerupai apartement yang bukan lain adalah markas Libra, Sesampainya digedung itu Naruto terus melangkah memasukinya serta menaiki beberapa tangga untuk sampai dilantai teratas, Naruto yang sudah sampai didepan sebuah pintu kayu kemudian dengan pelan membukanya yang membuatnya ditatap oleh seluruh penghuni ruangan tersebut.
Krieet!
"Naruto"
Suara pintu yang terbuka serta panggilan Ragna yang berada diruangan itu sudah sejak pagi tadi.
"Yo Naruto...Jadi apakah kau memang benar akan kembali hari ini?" Tanya Klaus sambil memainkan sebuah video game catur di komputernya.
"Hn, aku kesini hanya untuk berpamitan" Jawab Naruto datar sambil memandang Klaus yang sepertinya sedang asik memainkan gamenya.
Sedangkan Klaus hanya sedikit melirik kearah Naruto kemudian kembali menatap layar komputernya, "Oh begitukah, Jika kau ingin diantar, Gillberto bisa mengantarmu" Ucap Klaus dengan tersenyum.
"Terimakasih atas bantuanya" Balas Naruto pelan, kemudian beralih menatap Ragna, "Jadi apakah kau akan disini untuk beberapa saat Ragna?" Tanya Naruto kepada Ragna yang sedang bermain kartu bersama Zapp dimeja ruang tengah.
Ragna yang merasa dipanggilpun menoleh kearah Naruto, "Benar Naruto, mungkin aku akan sedikit berlibur juga disini" Jawab Ragna sambil menyengir.
Naruto hanya mengangguk sebagai respon untuk Ragna barusan, setelah itu ia kembali memandang Klaus yang masih asik bermain Catur dikomputernya itu.
"Leo sedang berada dimana? Klaus-san" Tanya Naruto karena tidak melihat batang hidungnya sedari tadi dan juga dia punya sedikit urusan dengannya.
Klaus memandang Naruto sebentar kemudian segera mem-pause gamenya setelah itu memandang keluar jendela lebih tepatnya memandang sebuah Rumah sakit yang berada tidak jauh dari bangunan markas Organisasi Libra itu, "Dia berada ditempat pemakaman dibelakang rumah sakit itu" Jawab Klaus pelan sambil memandang beberapa bangunan kota yang masih belum direnovasi karena rusak saat terjadinya penyerangan vampir beberapa hari yang lalu.
Naruto hanya diam namun juga ikut memandang bangunan rumah sakit yang Klaus beri tahu tadi, setelah itu Naruto membalikan badanya dan melangkah menuju pintu keluar, "Baiklah kalau begitu, aku berharap semoga kita dapat berjumpa lagi" Ucap Naruto yang berada diambang pintu.
"Kuharap begitu Naruto, kau adalah pahlawan kami" Balas Klaus agak nyaring sedangkan yang lain hanya tersenyum.
Naruto hanya diam bahkan tidak mengeluarkan ekspresi apapun untuk membalas perkataan Klaus tadi, Naruto hanya melambaikan tangannya sebelum melangkah pergi dari ruangan tersebut.
-At pemakaman-
Dipemakaman yang dimaksud Klaus tadi terdapat seorang pria yang menggunakan jas serta sedang memegang se-bucket bunga mawar putih sedang berdiri disebuah batu nisan yang masih terlihat baru karena belum ada ditumbuhi lumut maupun rerumputan.
Pemuda tersebut hanya diam sambil memandang makam yang berada dihadapanya itu, namun jika diteliti maka kita dapat melihat sebuah aliran sungai kecil yang dengan perlahan turun dari matanya melewati pipi mulusnya dan akhirnya jatuh membasahi batu nisan tersebut.
Tes!
Tes!
*hiks*
*hiks*
Pemuda itu hanya menangis dalam diam didepan nisan tersebut, namun acara menangisnya terhenti saat merasakan sebuah tangan yang memegang bahunya lembut dan dengan perlahan pemuda itu menoleh dan terlihat seorang pemuda yang seumuran denganya sedang tersenyum tipis sambil tetap memegang bahunya.
"N-naruto" Ucap pemuda tersebut agak terbata karena baru selesai menangis.
Pemuda yang ternyata bernama Naruto itu hanya tersenyum tipis sambil tetap memegang bahu pemuda tersebut, "Dia akan bersedih jika melihatmu seperti ini, jadi bersikaplah seperti Leo yang aku kenal" Ucap Naruto pelan yang membuatnya ditatap kaget oleh Leo.
Leo hanya terdiam dan menundukan kepalanya saat mendengar perkataan Naruto barusan dan kembali Naruto rasakan bahwa bahu Leo bergetar yang menandakan bahwa dia sedang menangis kembali.
"Hei...Ak-!"
"Kau benar Naruto! Aku harus tetap tersenyum demi White-chan disana"
Perkataan Naruto terputus saat dengan tiba tiba Leo langsung mengangkat kepalanya menatap Naruto dan mengatakan kalimat yang membuat Naruto tersenyum kearahnya.
"Nah itu baru Leo yang aku kenal" Balas Naruto sambil berbalik arah ingin pergi meninggalkan tempat tersebut, "Oh ya, aku kesini hanya ingin pamit saja, jadi kapan kapan bermainlah ketempatku lagi ya" Ucap Naruto sambil melangkah menjauh.
"H-hei tunggu Naruto!" teriak Leo memanggil Naruto yang tiba tiba main pergi saja dan berhasi membuat Naruto menghentikan langkahnya, "Jadi kau ingin pergi secepat ini?" Tanya Leo yang berjalan mendekat kearah Naruto.
"iya, aku mempunyai banyak urusan dijepang" Jawab Naruto pelan sambil tetap memandang kedepan, "jadi mungkin aku terkesan terburu buru meninggalkan Kota ini" Tambah Naruto yang mulai melangkahkan kakinya pergi.
Leo hanya terdiam mendengar perkataan Naruto barusan, namun beberapa saat kemudian Ia tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Naruto, "Baiklah kalau begitu, titipka salamku untuk Gabriel ya" ucap Leo agak nyaring karena jaraknya dan Naruto sudah agak jauh dan hanya dibalas lambain tangan Naruto yang diartikan oleh Leo sebagai jawaban 'baiklah' dari Naruto.
-Station-
"Sampai jumpa!" Teriak Leo kepada Naruto dan Gabriel yang sedang berada didalam kereta.
"Tentu,semoga kita bertemu kembali" Balas Gabriel melalui jendela sedangkan Naruto hanya memandang dalam diam.
"Haaah...mereka semua adalah orang orang yang baik ya Naruto-kun" Ucap Gabriel yang mendudukan dirinya disebelah Naruto.
Naruto hanya mengangguk sebagai pertanda bahwa yang dikatakan oleh Gabriel barusan itu benar kenyataanya, Setelah itu mereka tenggelam dalam kesunyian sampai suara Naruto memecah keheningan tersebut.
"jadi aku akan menjadi guru dikuoh ya?" Tanya Naruto kepada Gabriel yang diberi anggukan oleh yang ditanya.
"Benar Naruto-kun, kau akan jadi guru sedangkan aku akan menjadi salah satu siswi disana" Jawab Gabriel sambil tersenyum.
"Bagaimana bisa seperti itu? Umur kita sama bukan?" Tanya Naruto yang sedikit kaget saat ia akan menjadi Guru disana nanti.
Gabriel yang mendengar protes Naruto barusan hanya tersenyum jail karena jarang jarang Naruto bertingkah seperti ini, karena biasanya Naruto hanya menunjukan wajah temboknya yang menyaingi tembok pembatas antara manusia dan titan dari anime tetangga itu.
"Mungkin karena Naruto-kun sudah terlihat tua karena jarang tersenyum kali" Jawab Gabriel sambil cekikikan saat melihat ekspresi kesal Naruto.
Naruto yang sadar bahwa ia sedang dikerjai oleh Gabrielpun akhirnya kembali memasang wajah temboknya dan menatap keluar jendela.
"Baiklah" Ucap Naruto datar.
Gabriel yang mendengar nada datar barusanpun kemudian memeluk lengan kanan Naruto, "Ngambek nih yee" Ejek Gabriel sambil memeluk lengan Naruto.
"Urusai" Balas Naruto datar namun tidak berusaha untuk melepaskan pelukan Gabriel.
"Hihihi" Suara tawa Gabriel yang ditahan saat melihat Naruto yang sedang kesal menurutnya,dan perjalanan mereka pun dihiasi oleh canda tawa Gabriel dan dengusan Naruto karena digoda berkali kali oleh Gabriel.
-At kuoh-
Setelah hampir seharian mereka melakukan perjalanan akhirnya Naruto dan Gabriel sampai dijepang dan sekarang ini berada dikota kuoh,lebih tepatnya berada disebuah cafe yang terletak dikota kuoh.
"Jadi dikota inilah yang akan kita tempati Naruto-kun" Jelas Gabriel yang berada dihadapan Naruto.
"hn, jadi kita akan mencari penginapan dikota ini sehabis ini" Balas Naruto yang kemudian mulai beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju kasir untuk membayar tagihan untuk pesanan mereka tadi.
"Tunggu Naruto-kun, kita tidak usah mencari penginapan lagi karena itu sudah dipersiapkan oleh pihak Gremory" Perkataan Gabriel membuat Naruto berhenti dari acara berdirinya dan menoleh kearah Gabriel.
"Gremory? Keluarga Iblis?" Tanya Naruto yang masih mengingat ingat Kalau ia pernah mendengar Klan Gremory.
"Benar Naruto-kun dan kita sehabis ini harus mendatangi salah satu keluarga Gremory dikuoh, yaitu yang bernama Rias gremory, untuk mendapatkan ijin memasuki wilayah ini dan tempat tinggal" Jelas Gabriel.
Naruto sedikit menyipitkan mata saat mendengar kalimat meminta ijin untuk memasuki wilayah ini namun hal itu ia biarkan dan setelah mendengar penjelasan Gabriel, Naruto hanya mengangguk kemudian pergi melangkah menuju kasir untuk membayar, Setelah membayar Naruto segera pergi untuk mencari Kuoh academy yang diikuti oleh Gabriel.
Setelah hampir dua jam berkeliling kuoh serta beberapa kali bertanya akhirnya Naruto sampai didepan sebuah bangunan yang dibagian halamnya terdapat tiang yang ada papan bertuliskan Kuoh academy.
"Jadi Iblis itu tinggal disekolah?" Tanya Naruto kepada Gabriel yang berada disebelahnya, "dan juga bukankah ini tempat yang dulu dijadikan pertemuan antar fraksi" Sambung Naruto dalam hati.
"Menurut informasi yang ku dengar seperti itu Naruto-kun" jawab Gabriel.
"Kalau begitu ayo" Ucap Naruto pelan yang kemudian melangkah memasuki bangunan sekolah tersebut dan tak lupa Gabriel yang mengikutinya dari belakang.
-At klub penelitian ilmu gaib-
Sedangkan diruang klub penelitian ilmu gaib sedang ramai karena kedatangan salah satu keluarga bangsawan phenex yang berkunjung ke klub Rias untuk membicarakan acara pertunangan mereka akan dimajukan hari H nya, namun sayangnya pertunangan ini hanya disetujui oleh sibangsawan phenex saja sedangkan Rias dengan tegas menolak Acara pertunangan ini karena menurutnya bahwa cinta itu tidak bisa dipaksakan.
"Aku menolaknya Grayfia-nee!" Tolak Rias dengan tegas, sedangkan sang phenex yang mendengar penolakan Rias ini hanya bisa menyeringai.
"Maafkan saya Rias-sama, namun ini adalah keputusan para petinggi klan Gremory dan klan phenex" balas Grayfia sambil menunduk hormat.
"Kau dengar itu Rias! Bahwa pernikahan kita tidak akan bisa dibatalkan lagi, jadi bersiaplah untuk merasakan kenikmatan dimalam pertama kita nanti" Ucap Bangsawan phenex itu sambil melangkah mendekati Rias dan setelah berada didekatnya ia pun duduk disebelah Rias dan mengelus elus paha Rias.
Rias yang diperlakukan seperti itupun geram dan dengan kasar Rias menepis tangan Iblis tersebut dan berniat menyumpahinya,namun tidak jadi saat mendengar suara mekanik dari arah belakangnya.
Bost!
Bost!
Bost!
"Jangan kau sentuh Boucho dengan tangan kotormu itu brengsek!" Ucap salah satu pawn Rias yang bernama Issei itu sambil menggandakan Kekuatanya.
Iblis bangsawan yang dikatai brengsek oleh Issei hanya tersenyum mengejek kearah Issei kemudian menoleh kearah Rias yang berada disebelahnya.
"Jadi itu pawn milikmu ya Rias?, dia terlihat sangat menyedihkan" Ejek Iblis bangsawan itu sambil sedikit tertawa.
Rias yang kesabarannya sudah berada dipuncaknyapun kemudian berdiri dari duduknya dan menunjuk Iblis bangsawan tersebut dengan jari telunjuknya tepat diwajahnya, "Kau! Jangan seenaknya merendahkan para budaku ya Raiser!" Bentak Rias yang sedang emosi bahkan auranya sudah tersebar keseluruh ruangan.
Raiser nama bangsawan tersebut hanya tersenyum saat diperlakukan seperti itu oleh Rias, dan dengan perlahan dia memegang tangan Rias yang menunjuk dirinya kemudian menyingkirkannya, setelah itu bangkit dari duduknya dan melangkah menuju depan Issei.
"Aku tidak meremehkan atau mengejek budakmu itu Rias namun itu semua adalah kenyataan, jadi bagaimana jika kita membuktikanya hm?" Ucap Raiser yang diakhir kalimatnya dia memandang Issei remeh.
"Brengsek! Matilah!" Issei yang diremehkan serta dihina oleh Raiser pun akhirnya kehilangan kesabarannya dan langsung melesat menuju Raiser untuk memberi pelajaran kepada Iblis tersebut.
"Hm...lemah" Ucap Raiser pelan saat melihat Issei yang melesat kearahnya dengan sarung tangan mekanik berlapis aura merah itu, dan saat pukulan penuh amarah milik Issei itu akan mengenai Wajah Raiser, dengan cepat Raiser melompat kearah samping sehingga pukulan Issei akan mengenai pintu ruangan klub yang sedang dibuka oleh seseorang.
Wussh!
Ckelk!
"Awas!"
"!"
Tap!
Semua orang berada diruang itu hanya mampu terkaget saat melihat pukulan Issei yang diyakini oleh mereka dapat membuat manusia langsung mati jika terkena pukulan tersebut dapat ditahan dengan mudah bahkan hanya dengan satu tangan oleh sosok pemuda bersurai kuning yang baru saja membuka pintu klub dan sudah disuguhi oleh sebuah pukulan ber-aura naga yang mengarah kepadanya.
"N-naruto-kun kau tidak kenapa apa?" Tanya sosok wanita yang berada dibelakang pemuda yang bernama Naruto itu.
Sedangkan Naruto hanya menatap datar kepada semua orang yang berada diruang klub tersebut kemudian sedikit melirik kearah belakangnya, "Aku tidak apa" Ucap Naruto pelan setelah itu kembali memandang kedepan.
"Jadi kau pemegang Bosted gear ya?" Ucap Naruto pelan kepada Issei yang masih menatap Naruto kaget karena pukulanya barusan dapat ditahan dengan mudah.
Rias yang terlebih dahulu keluar dari lamunannya segera menunjuk kearah Naruto, "Kau kan yang pada saat itu melawan pasukan golongan mou lama kan? Kalau tidak salah kau bernama Uzumaki Naruto?" Tanya Rias sambil menunjuk Naruto yang menatapnya setelah mendengar pertanyaannya barusan.
"Syukurlah jika kau sudah tau, aku akan menunggu masalah kalian selesai dan setelah itu baru aku akan menjelaskan kedatangan kami" Jelas Naruto kemudian melepaskan tangan Issei yang ia genggam tadi saat menahan pukulan milik Issei setelah itu melangkah menuju jendela yang berada dipojok ruangan yang diikuti oleh Gabriel.
"Jangan hiraukan kami, selesaikanlah urusan kalian" Ucap Naruto datar kemudian memandang keluar jendela.
"B-baiklah" Balas Rias sedikit gugup saat merasakan aura suci yang sangat besar dari pedang yang berada dipunggung Naruto saat Naruto lewat dihadapanya barusan.
Raiser yang sudah keluar dari acara lamunannya dan juga merasakan aura suci dari Naruto dan Gabriel yang berada disebelah Naruto tadi hanya terdiam sesaat kemudian menyeringai saat melihat kecantikan Gabriel.
"Ah~mungkin aku akan menikahi dua gadis jika begini Rias, aku melihat kecantiakan milikmu dan milik gadis yang berada disana itu sudah membuat gairah ini berada dipuncaknya dan tidak sabar ingin melihat ekspresi kalian yang mendesah dimalam pertama kita nanti" Ucap Raiser sambil menatap Rias dan Gabriel bergantian.
Gabriel hanya menatap Raiser datar berbeda dengan Rias yang mendengar perkataan Raiser barusanpun semakin geram, rasanya ia ingin meledakan iblis burung dihadapanya ini, "Aku menolaknya Raiser, apakah kau tuli!" Bentak Rias.
"Hahaha jangan membuat lelucon Rias! Bahkan jika tuhan bodoh itupun tak akan bisa menggagalkan pertunangan ini" Ucap Raiser sambil tersenyum sinis kearah Rias.
Sedangkan Naruto hanya melirik Raiser saat mendengar perkataan yang menghina tuhan tadi.
"Meskipun begitu aku tidak sudi menikah dengan pria brengsek sepertimu!" Balas Rias sengit.
"Apakah kau tidak mendengarnya tadi Rias? Bahwa Tuhan Bod-!"
Perkataan Raiser tidak berlanjut saat dirinya merasakan sebuah pedang dengan aura suci yang gila sedang menempel dilehernya dan dapat memutuskan lehernya jika dirinya bergerak sedikit saja, dan saat Raiser melihat siapa pemilik pedang tersebut membuatnya sedikit kaget karena melihat Naruto yang berada dihadapanya dengan pedang Excalibur yang siap memenggal kepala Iblis tersebut.
"Kau menghina ayah sekali lagi maka bersiaplah menemui Hades" Ucap Naruto datar sambil menatap Raiser dingin.
Sekali lagi penghuni klub tersebut kaget saat melihat kecepatan milik Naruto serta aura suci milik pedang tersebut,bahkan Rias sempat mundur beberapa langkah saat merasakan aura suci dari pedang Naruto itu.
"K-kau!" Gagap Raiser yang semakin jadi saat merasakan pedang Naruto semakin menempel ke lehernya bahkan sampai membuat sebagian kecil kulit lehernya melepuh karena terkena aura suci dari pedang Naruto.
"Baiklah! Jika begini maka aku akan memakai rencana cadangan yang telah dipikirkan oleh masing masing petinggi klan jika para mempelai saling menolak acara pernikahan ini, yaitu dengan mengadakan Rating game antara budak Raiser dan budak milik Rias" Ucap Grayfia yang melihat bahwa suasana diruangan itu semakin panas, "dan juga bisakah anda melepaskan Raiser-sama? Naruto-san?" Pinta Grayfia sambil menatap datar Naruto.
Naruto yang ditatap datar oleh Grayfia hanya membalas menatapnya kembali dengan tatapan yang sama namun terkesan dingin, "baiklah namun aku hanya memperingatkan kepadanya dan kepada kalian semua untuk tidak menghina ayah karena dialah yang menciptakan kalian semua" Balas Naruto pelan kemudian menarik kembali pedangnya dan melangkah menuju Gabriel yang setia menonton sedari tadi.
"Baiklah Grayfia-nee aku menyutujui untuk mengadakan Rating game" Ucap Rias sambil memandang Grayfia.
Raiser yang mendengar bahwa Rias memilih untuk mengadakan Rating game pun tertawa kembali, sepertinya ia sudah melupakan kejadian barusan yang mungkin saja jika Grayfia tidak mencegah maka ia sudh mati muda.
"Kau ingin melawan para budaku? Jangan mengkhayal Rias! Budaku sudah satu set full sedangkan budakmu? Bahkan kau mempunyai pawn yang lemah seperti dia" ejek Raiser sambil menunjuk Issei yang masih terdiam.
"Kita lihat saja Raiser! Bahkan kau tadi sudah hampir mati ditangan Naruto-san jika saja tidak dicegah oleh Grayfia-nee" Balas ejek Rias yang membuat Raiser mendecih karena benar kenyataanya.
"Cih! Kita lihat saja nanti Rias!" Ucap Raiser kemudian membuat lingkaran Sihir khas phenex yang diikuti seluruh budaknya kemudian menghilang meninggalkan Grayfia seorang.
Grayfia yang merasa urusanya sudah selesaipun pamit kepada Rias untuk kembali ke underworld, "Baiklah jika begitu aku akan kembali ke underworld dulu Rias-sama" Pamit Grayfia yang kemudian mengaktifkan lingkaran sihirnya.
Rias hanya mengangguk sebagai respon untuk Grayfia dan setelah itu ia menoleh kearah Naruto dan Gabriel yang berada dipojok ruangan.
"Jadi yang dikatakan Onii-sama itu benar ya" Batin Rias saat memandang Naruto, "jadi Naruto-san datang kesini untuk mendapat informasi tentang kota ini serta tempat tinggal ya" Tanya Rias sambil tetap memandang Naruto.
"Yah begitulah" Jawab Naruto pelan.
Rias yang mengingat sesuatupun kemudian tersenyum kearah Naruto, "Dan juga katanya Azazel-sensei, Naruto-san kemari juga akan menjadi Sensei untuk melatih kami dan juga berhubung kami akan segera menghadapi rating game" Ucap Rias sambil tersenyum.
Sedangkan Naruto kaget saat mendengar bahwa ia akan melatih keluarga gremory, berarti ia salah mengartiakan kalimat guru saat dikereta saat itu.
"dasar malaikat jatuh itu..." Ucap Naruto pelan dengan perempatan yang tercetak jelas dipelipisnya, Sedangkan Gabriel hanya tersenyum kikuk saat ditatap kesal oleh Naruto.
"Gomenasai Naruto-kun" Ucap Gabriel pelan.
¤FBC¤
Yo!akhirnya update juga :D , bagaimana? Jelek? Gomen kalau begitu, jika silahkan tanya ya :D
Character:
Naruto: Anime Naruto
Ragna: anime blazblue
Rachel: anime blazblue
Gillberto: Anime kekkai sensen
Leonardo watch: anime kekkai sensen
Klaus: Anime kekkai sensen
Zapp renfro: anime kekkai sensen
Doghummer: anime kekkai sensen
Gabriel: anime dxd
Gilgamesh: anime fate
Rias: anime dxd
Grayfia: anime dxd
Raiser: anime dxd
Dan mungkin akan bertambah character dari anime lain seiring jalanya waktu :D dan sekian.
.Uchida out.
End'ost: Nagareboshi (Shootingstar)
.Thanks for read fic Uchida.
.KÖKAI Belong's Uchida tokugawa.
.keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
