Yo uchida akan up fic ini lagi ^^ , Gomen kalau agak lama up, karena Uchida banyak urusan diduta dan juga agak jarang ngetik, namun yg terpentung Happy read minna san ^^.
Op ost: 'Hello world' (Chikken of bump)
¤Uchida tokugawa¤
.Naruto belongs Masashi kishimoto.
.
.
.
.
.
.
-Present-
.Kòkai.
Setelah kejadian kemarin malam, keesokan harinya Naruto sudah mulai mengajar dikuoh academy, sedangkan Gabriel menjadi murid disalah satu kelas yang akan Naruto ajar nanti, dan sekarang Naruto sedang berjalan dikoridor sekolah bersama seorang pria botak yang juga berjalan disampingnya.
"Jadi aku akan mengajar dikelas yang mana Tatsumi-san" Tanya Naruto sambil menoleh kearah Pria botak yang bernama Tatsumi itu, sedangkan yang merasa di beri pertanyaan oleh Naruto hanya tersenyum kecil.
"Kau akan mengetahuinya nanti Naruto-san, dan juga sekarang kita sudah sampai" Balas Tatsumi dan berhenti didepan sebuah kelas yang bertuliskan 3C dibagian atas kelas tersebut,sedangkan Naruto hanya diam dan memandang kelas tersebut datar.
Sreek!
Suara pintu geser yang dibuka oleh Tatsumi dan kemudian memasuki kelas tersebut yg seketika membuat kelas hening seketika dan semua pandangan murid kelas tertuju kearah Tatsumi dan Naruto.
"Ohayou Minna-san, Aku disini mau memperkenalkan guru dan wali kelas kalian yang baru dan akan membimbing kalian semua' Ucap Tatsumi sambil tersenyum kearah seluruh murid kelas tersebut, kemudian setelah itu memandang Naruto memberi isyarat untuk memperkenalkan diri, Naruto yang mengerti maksud Tatsumi kemudian melangkah kedepan.
"Perkenalkan namaku Naruto uzumaki, mulai sekarang aku adalah guru bahasa inggris untuk kalian dan juga sebagai wali kelas, Yoroshiku" Ucap Naruto sambil sedikit menunduk diakhir kalimatnya.
"Nah kalau begitu silahkan mengajar dihari pertamamu Naruto-san" Ucap Tatsumi sambil tersenyum kemudian melangkah keluar kelas meninggalkan Naruto seorang diri dikelas itu.
Naruto yang ditinggal oleh Tatsumi kemudian terdiam beberapa saat, setelah memandang murid dikelas itu dan kembali terdiam saat melihat murid wanita bersurai merah dan dark blue yang duduk dibagian belakang dan sedang tersenyum menggoda kearahnya (ralat hanya wanita bersurai dark blue yang tersenyum menggoda kearahnya).
"Anoo Sensei" Ucap wanita bersurai hitam sebahu dan menggunakan kacamata yang sepertinya ingin menanyakan sesuatu kepada Naruto.
"Hm?" Respon Naruto singkat sambil memandang wanita tersebut.
"Apakah benar bahwa Sensei ini adalah malaikat yang akan melatih kelompok Rias? Dan juga perkenalkan aku adalah Sona sitri dan juga kelas ini semua muridnya adalah iblis" tanya wanita yang bernama Sona sitri itu sambil memeperkenalkan bahwa semua penghuni kelas tersebut adalah iblis semua.
Naruto terdiam sebentar saat mendengar perkataan Sona barusan, namun beberapa detik kemudian mengagguk, "Aku sudah mengetahui dari aura kalian semua, dan aku memang malaikat, dan untuk latihan kelompok gremory mungkin akan aku pikirkan" Balas Naruto datar, sedangkan Rias yang mendengar perkataan Naruto barusan hanya menatap sebal kearah Naruto.
"Baiklah Sensei, mari kita lanjutkan pelajaranya" Ucap Sona yang merasa bahwa tidak ada lagi topik pembicaraan akankah lebih baik kalau kembali ke pelajaraan semula.
"Baikl-"
Sreekk!
Perkataan Naruto terhenti saat tiba tiba pintu yang berada disampingnya itu terbuka dan menampakan wanita bersurai pirang yang mengenakan seragam siswi kuoh dan sedang mebatapnya.
"Gabriel?" Ucap Naruto pelan, sedangkan Wanita yang bernama Gabriel itu hanya tersenyum manis kearah Naruto.
"Aku disuruh masuk kekelas ini oleh kepala sekolah Naruto-kun" Ucap Gabriel ceria sedangkan Naruto hanya menghela nafas pelan yang kemudian menyuruh Gabriel masuk dan mencari tempat duduk.
Sore harinya setelah pulang sekolah Naruto juga Gabriel sedang berada diruang penelitian ilmu gaib atas undangan Rias untuk berkumpul disitu.
"Aku mengumpulkan kalian disini karena akan memberitahukan bahwa kita akan berangkat ke underworld malam ini untuk berlatih menghadapi rating game dan juga untuk urusan absensi aku sudah meminta tolong kepada sona untuk mengrusnya" Ucap Rias yang memberitahukan bahwa mereka akan mulai berlatih untuk menghadapi rating game tidak lama lagi, Sedangkan Naruto dan Gabriel hanya diam mendengar perkataan Rias tadi.
-Skip time-
Naruto yang sudah beberapa hari di underworld dan sekarang sedang berustirahat sehabis melatih Issei sedangkan Gabriel melatih Rias dan yang lainya.
"Rating game tinggal sehari lagi hn?" Tanya Naruto kepada Issei yang duduk bersandar disebuah pohon yang berada disebelahnya.
"Benar sensei dan juga aku yakin bahwa aku bisa mentelamatkan Boucho dari lamaran bodoh ini" jawab Issei sambil menunduk, sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Issei barusan hanya tersenyum kecil.
"Dulu aku pernah mendengar dari ayah, bahwa kekuatan terbesar akan muncul saat tekad untuk melindungi seorang yang kita sayangi/cintai itu ada, jadi aku yakin kau bisa menyelamatkan Bouchoumu itu, bukankah kau menyayanginya?" Ucap Naruto pelan.
"Benar sensei, aku akan menyelamatkan Bouchou bahkan jika mempertaruhkan nyawa" Balas Issei dengan semangat sedangkan Naruto hanya tersenyum.
"Nah ayo kita lanjutkan latihanya Issei" Ucap Naruto yang bangkit dari duduknya dan diikuti oleh Issei.
"Tentu Sensei" balas Issei semangat.
Kemudian Naruto dan Issei kembali berlatih untuk memperkuat Issei dirating game nanti.(Latihanya sama seperti dicanon, dan melatih penggunaan belance breaker selama 5 menit)
-Uknown place-
"Jadi ini yang disebut Underworld itu ya" Ucap sesosok pria bersurai kuning yang menggunakan armor kuning dan dipunggungnya terdapat sebuah pedang, sedang menatap luasnya daratan yang ia sebut underworld, "baiklah, mari mulai melanjutkan perjalanan untuk mencari pemegang Bosted gear dan membunuh Uzumaki Naruto hmmmm" Sambung sosok tersebut dan mulai melangkah pergi.
-Back to Naruto-
Keesokan harinya, Rating game antara Rias dan Raiserpun dimulai, sedangkan Naruto dan Gabriel hanya menonton dari atas bangku penonton serta sedikit tersenyum saat melihat kemajuan tim Rias yang berhasil mengalahkan budak Raiser satu persatu dan sekarang yang tersisa adalah Rias dan Issei yang berhadapan dengan Raiser.
"Tidak kusangka bahwa akan seperti ini Rias sayang" Ucap Raiser arogan sambil terbang dengan kedua sayap apinya dihadapan Rias, "Namun tetap saja semua ini akan berakhir dengan kemenanganku" Tambahnya dengan seringai.
"Cih jangan berharap brengsek! Aku tidak akan membiarkan kau menikahi Boucho dan juga aku tidak akan mengecewakan Sensei" Ucap Issei semangat sambil mengacungkan Bosted gearnya kearah Raiser.
"Issei..." bisik Rias pelan saat melihat pionya yang mati matian membelanya ini.
Raiser yang mendengar itu hanya menyeringai, kemudian dengan sayap apinya yang semakin berkobar besar ia melesat kearah Issei disertai beberapa bola api yang tercipta disampingnya dilesatkan kearah Issei.
"Jika begitu mari kita buktikan sialan" Ucap Raiser remeh.
Sedangkan Issei yang melihat serangan Raiser yang semakin mendekat kemudian menoleh kearah Bouchonya dan tersenyum kecil, "Boucho cepatlah pergi dari sini, biar aku saja yang akan menghadapinya" Ucap Issei mantap.
"T-tapi... Ah baiklah, tapi berjanjilah agar tetap hidup" Ucap Rias yang dibalas oleh cengiran Issei yang lebar, setelah itu Issei kembali memandang Raiser yang semakin mendekat kearahnya.
Bost!
Bost!
Bost!
"Matilah!"
Wussh~
Blaaar!
Suara saat tinjuan Issei yang bertemu dengan serangan api Raiser yang menyebabkan ledakan lumayan besar didalam kekkai buatan Grayfia selaku wasit dirating game tersebut.
Tap!
"Hmm~Kau lumayan juga ternyata namun sayang semua itu tidak berpengaruh kepadaku" Ucap Raiser yang mulai bangkit dan luka lukanya dengan perlahan mulai beregenerasi seperti sediakala.
Issei yang melihat itu hanya mendecih dan kemudian mulai bangkit setelah itu mengerahkan Bosted gearnya kearah Raiser.
Bost! Bost!
Bost! Bost!
Bost! Bost!
Bost! Bost!
Bost! Bost!
"Kau kira aku akaan menyerah dengan begitu mudahnya saat mendengar perkataanmu barusan hah!? Aku tidak akan menyerah semudah itu karena senseiku pernah berkata bahwa tidak ada yang mustahil selama kau mau berusaha!" Teriak Issei dan menembakan sebuah laser plasma dengan kecepatan tinggi kearah Raiser.
Raiser yang melihat serangan Issei mengarah kearahnya langsung membuat sihir pertahanan.
"Lumayan"
Krak!
Pyar!
Blaar!
Raiser tidak menyangka bahwa serangan Issei kali ini sangat kuat dan berhasil membuat sihir perlindungannya hancur serta membuat dirinya terpental jauh sampai menabrak kekkai pembatas sampai hancur.
"Ada yang tidak beres" Ucap Naruto pelan saat melihat Kekkai yang hancur saat ditabrak oleh tubuh Raiser yang terpental keras, dan juga Naruto tahu bahwa serangan Issei tidak akan sampai membuat kekkai tersebut hancur.
Sedangkan dari dalam asap yang masih mengepul tempat Raiser terlempar itu dengan perlahan mulai menampakan siulet sosok yang berjalan pelan menuju tengah arena,bahkan melewati Raiser yang memandangnya bingung.
Tap!
Tap!
"Yare yare jadi disini sekalinya kau"
Suara sosok yang berjalan pelan menuju tengah arena dan berhenti tepat saat berada dihadapan Issei yang juga memandangnya bingung, sedangkan Naruto yang sedari tadi hanya memperhatikan dari bangku penonton mulai merasakan hawa negative dari sosok yang tiba tiba muncul ditengah arena tersebut.
"Siapa kau?" Tanya Issei kepada sosok didepannya itu yang malah tertawa kecil saat mendengar perkataanya barusan.
"Perkenalkan namaku Gilgamesh dan aku kesini karena ingin mengambil Bosted gear serta membunuh Uzumaki Naruto" Ucap sosok pemuda bersurai kuning dan memakai armor baja berwarna emas yang bernama Gilgamesh tersebut sambil menyeringai kearah Issei dan setelah itu menoleh kearah bangku penonton, lebih tepatnya menyeringai kearah Naruto yang memandangnya datar.
"Jangan mengabaikanku brengsek!" Teriak Raiser emosi saat acara rating gamenya diganggu oleh pemuda bernama Gilgamesh tersebut, kemudian Raiser melesat dengan tinjuan yang telah berlapis api kearah Gilgamesh yang hanya meliriknya.
Wussh!
Grep!
Blaar!
Jleebb!
"Oughh! A-apa!"
Sringgg!
Suara Raiser yang melesat kearah Gilgamesh yang kemudian menangkap pergelangan tangan Raiser setelah itu dibanting ketanah dengan kekuatan penuh dan dengan kecepatan diatas rata rata ia mengambil pedang berpendar merah biru yang berada dipunggungnya itu dan menusukanya tepat dijantung milik Raiser yang sedang terlentang dibawahnya sehabis ia banting tadi, dan dengan perlahan tubuh Raiser mulai hilang dari arena tersebut.
"Are...kupikir dia kuat" Ucap Gilgamesh pelan sambil memandang tubuh Raiser yang menghilang dari arena tersebut, setelah itu dangan seringai ia mengalihkan pandanganya kearah Issei yang juga memandangnya dengan sedikit gemetar.
"Nah sekarang waktu untuk pengambilan!" Teriak Gilgamesh sambil mengacungkan pedangnya tepat kearah Issei.
"Issei!" Panggil Rias yang berlari mendekat kearah Issei saat melihat Raiser dapat dikalahkan dengan mudah oleh sosok yang bernama Gilgamesh itu.
"Bouchou?" Respon Issei sambil menoleh.
"Issei kau tidak apa?" Tanya Rias saat sudah berada dihadapan Issei dan memandang pion manisnya itu dengan tatapan khawatir, sedangkan Issei yang merasa diperhatikan oleh Bouchounya itu kemudian hanya nyengir dan menggeleng.
"Aku baik baik saja Boucho" Balas Issei sambil nyengir.
"Baiklah kalau begitu aku akan membantu-! Awas Issei!"
Wussh!
Trankk!
"Hmm reflek yang bagus"
Rias yang sedang mengatkan bahwa ia akan membantunya harus terputus dan menjadi jeritan waspada untuk Issei saat dengan tiba tiba Gilgamesh muncul disamping Issei dan Akan menebasnya dengan pedang berpendar merah biru itu,namun dengan hasil latihanya dengan Naruto, Issei berhasil menangkis tebasan tersebut bahkan mendorong Gilgamesh agar menjauh.
"Sial! entah mengapa aku merasa aneh dengan aura pedang tersebut" Ucap Issei pelan saat merasakan gesekan pedang milik Gilgamesh dengan Bosted gear miliknya beberapa saat tadi.
"Baiklah aku akan menyelesaikanya dengan cepat" Ucap Gilgamesh yang dengan perlahan armor yang menempel ditubuhnya mulai berpendar terang dan semakin lama semakin terang.
Sedangkan diluar Kekkai area pertarungan sedang terjadi keramaian karena kedatangan sosok misterius yang mengganggu acara rating game bahkan dengan mudahnya mengalahkan Raiser yang terkenal cukup kuat.
"Grayfia! Cepat hilangkan kekkai tersebut!" Perintah Sirzech kepada seorang wanita bersuari silver yang dipanggil Grayfia tadi tegas,mungkin karena keselamatan adik kesayangannya sedang dipertaruhkan kali ini.
"Entah mengapa aku Tidak bisa menghilangkan Kekkai ini Sirzech-sama, seperti Kekkai ini telah dilapisi oleh sesuatu juga yang menolak sihirku" Jelas Grayfia sambil menunduk hormat serta menjelaskan bahwa ia tidak bisa menghilangkan kekkai tersebut karena sihir sosok misterius tersebut dan membuat Amarah Sirzech mencapai puncak.
"Baiklah jika begitu" Desis Sirzech kemudian membuat power of destruction yang besar dan melesatkannya kearah kekkai yang membuat ledakan yang cukup besar.
Blaaar!
"apakah berhasil" ucap Sirzech pelan sambil melihat kekkai yang masih tertutupi oleh asap bekas ledakan, namun sayangnya saat asap tersebut menghilang, kekkai tersebut masih berdiri kokoh bahkan tidak retak sedikitpun dan itu membuat Sirchez mendecih kesal.
Sedangkan Gilgamesh yang merasakan ada ledakan diluar kekkaipun kemudian melirik kearah para penonton yang berada diluar arena.
"Kalian ini mengganggu ya, mungkin sedikit hukuman bisa membuat kalian diam" Ucap Gilgamesh dengan seringai diakhir kalimatnya.
"Jangan melukai yang lain brengsek! Lawanmu adalah aku!" Teriak Issei yang mempunyai firasat bahwa Musuh didepanya ini akan melakukan sesuatu dan memang benar, beberapa saat kemudian Cahaya yang dikeluarkan oleh armor Gilgamesh mulai meredup dan menjadi sebuah cahaya seukuran bola kasti yang sekarang berada digenggamannya.
"Time loop" Ucap Gilgamesh pelan sambil melemparkan cahaya yang seukuran bola kasti yang berada ditanganya keatas dan beberapa saat kemudian bola cahaya tersebut meledakan cahaya yang amat menyilaukan bahkan membuat Issei menyipitkan mata.
"Apa yang terjadi?" Tanya Issei saat cahaya yang menyilaukan tadi mulai meredup dan menampakan Gilgamesh yang menyeringai kearahnya.
"Beginikan lebih baik" Kekeh Gilgamesh sambil merentangkan tanganya, sedangkan Issei yang sudah dapat melihat kembali sehabis terkena cahaya menyilaukan tadi kemudian melihat sekeliling dan kembali terkaget saat melihat bahwa sepertinya waktu telah berhenti dibuktikan dari debu serta asap yang tidak bergerak sedikit pun bahkan para penonton yang berada dibangku penonto tidak ada yang bergerak sedikitpun.
"Apa yang kau lakukan brengsek!?" Teriak Issei marah saat melihat Bouchonya yang juga tidak berhenti sedikitpun.
Gilgamesh yang mendengar perkataan Issei barusan hanya terkekeh pelan dan kemudian melangkah maju perlahan mendekati Issei.
"Khe khe, aku hanya membereskan pengaggu yang berisik" Balas Gilgamesh pelan, "Namun, Aku melakukan itu juga agar dapat membereskanmu dengan mudah, jadi bertekuk lututlah" Sambung Gilgamesh yang kemudian dengan kecepatan tinggi melesat kearah Issei.
Trannk!
Trank!
Trank!
"ugh! Sial! Kekuatanya lebih besar dari Raiser" Desis Issei yang sedang menahan Serangan Gilgamesh dengan Bosted gearnya, kemudian Issei mengakat kakinya ingin menendang perut Gilgamesh namun dengan cekatan Gilgamesh melompat kebelakang guna menghindari serangan Issei barusan.
"Baiklah sekarang kesempatanku!"
Bost! Bost!
Bost! Bost!
Bost! Bost!
"Dragon shoot!"
Blaaar
Suara ledakan saat serangan mengenai Gilgamesh ketika ia berhasil menangkis dan mendorong tebasan dari pedang Gilgamesh yang kemudian membuat salah satu teknik bosted gear dan diarahkan ke Gilgamesh yang masih dalam keadaan terpental akibat dorongan Issei baruasan.
"Apakah berhasil?" Tanya Issei bertanya entah pada siapa saat melihat serangan dragon shootnya mengenai tubuh Gilgamesh dengan telak dan membuatnya menabrak dinding bangku penonton
"Itu tadi lumayan berbahaya, namun tetap saja kau harus bertekuk lutut dihadapanku" Ucap Gilgamesh yang masih tertutup oleh debu bekas ia menabrak dinding tadi dan dengan perlahan dibalik debu tersebut mulai mengeluarkan pendar cahaya berwarna biru merah yang semakin lama semakin terang dan dengan tiba tiba sebuah rantai keluar dari kepulan debu yang menutupi Gilgamesh dan melesat kearah Issei yang juga memasang posisi waspada saat melihat rantai berpendar hitam pekat itu mendekat kearahnya.
Zraat!
Zraat!
Trank!
Suara dentingan besi antara rantai milik Gilgamesh dan bosted gear milik Issei yang beradu ketika Issei menangkis rantai yang akan mengenainya, namun naas karena akhirnya Issei terkena salah satu rantai yang menembus bahunya dan kemudian beberapa rantai yang lain menembus kakinya.
"Ough!" Suara Issei yang memuntahkan darah ketika tubuhnya ditembus oleh beberapa Rantai ciptaan Gilgamesh, dan juga saat tubuhnya ditembus oleh rantai tersebut dapat Issei rasakan energi kegelapan yang sangat besar yang bahkan menekan kekuatan bosted gearnya dan membuatnya tidak bisa bergerak.
"Akhirnya kau jinak juga Sekuryutei" Ucap Gilgamesh yang mulai melangkah keluar dari kepulan asap yang masih menutupinya itu dengan perlahan dan sesaat kemudian terlihatlah Gilgamesh yang tubuhnya atau lebih tepatnya armornya yang mengeluarkan rantai hitam yang menusuk Issei tadi dan sekarang sedang menatap Issei dengan ekspresi wajah yang membuat Issei geram.
"Sial! Apa yang kau lakukan brengsek!" Teriak Issei saat melihat Gilgamesh yang melangkah mendekatinya dan mengayun ngayunkan pedangnya sambil tersenyum kearah Issei.
"Maa maa tenanglah Sekiryuteii, kau ini banyak bicara ya, aku hanya ingin mengambil sesuatu yang diperintahkan oleh ketua saja kok" Balas Gilgamesh yang masih tersenyum kearah Issei.
Tap!
"Nah bersiaplah" Bisik Gilgamesh yang sudah berada didepan Issei yang sedang memandangnya benci, dan dengan perlahan Gilgamesh mengangkat pedangnya tepat lurus menghadap kearah tubuh Issei dan kembali menyeringai, "Tenang saja ini tidak akan terlalu menyakitkan kok" Sambung Gilgamesh dan sedetik kemudian melesatkan pedangnya kearah Issei.
Zraat!
Blaar!
Wussh!
Bughh!
Blaar!
Issei yang memejamkan matanya karena berpikir bahwa ajalnya akan tiba sebentar lagi pun sedikit bingung karena tidak merasakan sakit apapun dan langsung membuka kedua matanya saat mendengar suara kekkai yang hancur dan suara tubuh yang terlempar, dan ketika Issei membuka kedua matanya yang ia lihat dihadapanya adalah seorang pemuda bersurai pirang yang menatapnya datar.
"S-sensei"
"Kau tidak apa Issei?, maaf aku lama karena melepaskan teknik orang itu sedikit rumit" Tanya sosok yang menendang Gilgamesh beberapa saat yang lalu yang ternyata adalah Naruto.
Issei yang sudah keluar dari acara kagetnya kemudian ingin bangkit namun langsung memuntahkan darah kembali saat merasakan sakit yang luar biasa karena rantai yang menembus tubuhnya tadi masih mengekangnya, sedangkan Naruto yang melihat rantai yang menancap ditubuh Issei kemudian menatap datar Issei.
"Issei jangan bergerak" Perintah Naruto pelan yang kemudian mengangkat pedang Excaliburnya kearah Issei dan menebaskanya sekuat mungkin, sedangkan Issei yang melihat itu hanya memejamkan mata kembali.
Zraat!
Trank!
Suara saat benturan pedang Excalibur milik Naruto dan Suara rantai yang terputus karena dipotong oleh Naruto agar bisa menyelamatkan Issei, dan setelah itu Naruto menyuruh Issei agar menjauh dari tempat ini yang tidak lupa agar membawa Rias yang terdiam dibelakangnya karena masih terkena teknik Gilgamesh untuk menjauh dari tempat ini.
"Menjaulah dan bawalah Rias dari tempat ini Issei, biar aku yang menghadapinya" perintah Naruto yang diberi anggukan oleh Issei yang kemudian melangkah menjauh dengan menggendong Rias dipundaknya, bahkan Issei tidak memperdulikan luka menganga dibahu dan dibagian kakinya saat menggendong Rias menjauh.
Brugh!
Naruto langsung mengalihkan pandangannya kearah reruntuhan bangunan tempat Gilgamesh terlempar sehabis ia tendang tadi, saat mendengar suara puing puing bangunan yang bergerak bertanda bahwa seseorang dibawahnya sedang bangkit.
"Yare yare ternyata Yang menggangguku adalah Uzumaki Naruto ya, menurut ketuaku aku harus memusnahkanmu juga, jadi aku akan lebih dulu memusnahkan dirimu baru sehabis itu mengambil jiwa naga yang berada ditubuh Sekiryuteii itu" Ucap Gilgamesh yang sedangkan bangkit dari bawah reruntuhan bangunan dan kemudian tersenyum kearah Naruto yang hanya diam sambil memandangnya datar.
"Jangan bermimpi kau bisa mengalahkanku" Ucap Naruto pelan sambil memasang posisi waspada saat melihat Gilgamesh yang mulai melesat kearahnya.
"Kalau begitu mari kita buktikan Naruto!" Teriak Gilgamesh seperti maniak dan saat sudah berada dihadapan Naruto dengan kekuatan penuh Gilgamesh menebaskan pedangnya kearah Naruto namun dapat ditahan oleh Naruto menggunakan Pedang Excalibur milik Naruto.
Trankkk!
"Cih! Excalibur" Ucap Gilgamesh pelan saat melihat pedang yang digunakan Naruto untuk menahan seranganya barusan dan kemudian Gilgamesh melompat kebelakang untuk memikirkan serangan berikutnya untuk menyerang Naruto.
"Kau pikir aku bodoh" Desis Naruto saat melihat Gilgamesh melompat mundur dan dengan kecepatan penuh Naruto melesat kearah Gilgamesh yang melebarkan matanya karena tidak menyangka bahwa akan diserang saat dalam keadaan seperti ini.
"sial"
Zraat!
Crash!
Tap!
"apa?" ucap Naruto yang sedikit kaget dengan kekuatan Armor milik Gilgamesh yang mulai mengelupas saat terkena tebasannya barusan dan kemudian setelah mengelupas kembali seperti sedia kala tanpa goresan sama sekali.
"Hahaha! Kau pikir aku ini lemah hah? Kau salah Naruto! Armor ini dibuat dari Tubuh Wyrm Zodiark jadi percuma kau menyerangnya karena armor ini akan beregenerasi kembali seperti semula" Tawa Gilgamesh yang juga memberi penjelasan mengenai armornya diakhir kalimat.
"bagitukah? Kalau begitu bagaimana dengan ini?"
¤FBC¤
Yo! Bagaimana Ficnya? Maaf kalau jelek dan lama update, karena Uchida banyak Urusan diduta.
HAPPY READ MINNA!
Character:
Naruto: Anime Naruto
Ragna: anime blazblue
Rachel: anime blazblue
Gillberto: Anime kekkai sensen
Leonardo watch: anime kekkai sensen
Klaus: Anime kekkai sensen
Zapp renfro: anime kekkai sensen
Doghummer: anime kekkai sensen
Gabriel: anime dxd
Gilgamesh: anime fate
Rias: anime dxd
Grayfia: anime dxd
Raiser: anime dxd
Dan mungkin akan bertambah character dari anime lain seiring jalanya waktu :D dan sekian.
.Uchida out.
End'ost: Nagareboshi (Shootingstar)
.Thanks for read fic Uchida.
.KÖKAI Belong's Uchida tokugawa.
.keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
