The Beginning
~o~
Cast : Kihyun couple, Kim Kibum x Cho Kyuhyun, and other.
.
Author : Shania9ranger
.
Disclaimer: Super Junior-TVXQ belong to SME, God, and them selves, but this story is mine.
.
.
.
"Kalian ku hukum lari mengelilingi lapangan sekolah sebanyak 20 putaran!" Perintah guru Han pada Kyuhyun, Minho, dan Changmin.
"M...MWOOO?" Sentak ketiganya kompak.
"Kenapa, masih kurang? Kalau begitu aku tambah dengan membersihkan toilet sepulang sekolah nanti, arraseo. Ahh… dan kalau kalian sampai kabur dari hukuman, akan ku adukan peristiwa ini kepada orang tua kalian."
"Tapi songsaenim…" Kyuhyun hendak membela diri, namun ucapannya langsung dipotong oleh guru Han. "Tidak ada tapi-tapian, CEPAT LAKSANAKAN SEKARANG JUGAAA!"
-5 jam kemudian-
Ketiganya melaksanakan hukuman tanpa melarikan diri. Kalau sudah bawa-bawa orang tua jelas ketiganya takut apalagi Kyuhyun, dia bergidik ngeri membayangkan sang eomma mengulitinya hidup-hidup dan membakar kekasih tercintanya, PSP. Jadi disinilah mereka sekarang ditoilet namja.
"Haaah... AKU CAPEK!" Changmin membanting kain pelnya kasar.
"Aiiiiish… ini gara-gara namja sialan itu." Gerutu Kyuhyun.
"Kita harus beri pelajaran padanya!" Minho mengompori Kyuhyun dan Changmin.
"Tenang, kita akan membalasnya dua kali lipat. Chwang, cari tau siapa namja itu." Kyuhyun menyeringai iblis. 'Habis kau!'
"Itu pasti, tanpa kau suruh pun aku akan mencari tau siapa dia yang berani cari gara-gara dengan kita." Minho mengangguk setuju. "Sudah sore, ayo pulang! Aku lapaaaar~" Ujar Changmin nelangsa.
~xox~
"Aku pulang." Kibum memasuki mansion mewah milik keluarga Kim.
"Hai Bum, appa merindukanmu!" Pria tegap yang tidak kalah tampan dengan Kibum, Yunho -ayah Kibum- memeluk sang putra begitu erat melepas rindu. "Kau sudah besar sekarang." Yunho mengacak rambut Kibum gemas.
"Appa hentikan."
"Aiiiish… sikap dinginmu tidak berubah ternyata." Kibum memutar bola matanya malas mendengar sindiran sang appa.
"Kibumie sudah pulang." Jaejoong baru keluar dari dapur. "Bagaimana hari pertamamu di sekolah?"
"Baik." Kibum mendudukan diri di sofa ruang keluarga, disusul Jaejoong yang duduk di sebelah kanan Kibum dan Yunho disebelah kirinya.
"Apa kau sudah bertemu dengan Kyunie?" Tanya Jaejoong antusias. "Hm." Kibum hanya bergumam cuek sambil melepaskan dasinya.
"Lalu?"
"Biasa saja."
"Apanya yang biasa saja, dia itu manis Kibumie. Eomma dan appa saja gemas melihatnya." Jaejoong kecewa dengan reaksi Kibum yang terlalu cuek.
"Tapi aku tidak."
Lama-lama Jaejoong geram juga mendengar jawaban putranya yang super irit bicara ini. "Sudahlah Boo, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu." Yunho menengahi perdebatan antara ibu dan anak itu.
"Kau benar Yunie. Dan yang pasti perjodohan ini harus segera diresmikan."
Kibum mendelik tak percaya dengan ucapan sang eomma. "Aku kan masih sekolah eomma."
"Kalian bisa bertunangan dulu." Kekeuh Jaejoong.
"Tapi…"
"Tidak ada penolakan Kibum. Atau kau ingin melihat eomma bunuh diri didepan matamu eoh?" Kibum mendesah pasrah. "Bulan depan kau berulang tahun yang ke 17 kan? Kalau begitu pertunangannya kita lakukan saat ulang tahunmu saja.
"Terserah." Kibum beranjak dari sofa menuju tangga, meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja.
"Itu baru anak eomma."
~xox~
"Namanya Kim Kibum, anak baru di sekolah ini." Changmin menjelaskan hasil informasi yang dia dapat.
"Ahh.. pantas saja dia tidak tau siapa kita." Ujar Minho yang sibuk memakan snack milik Changmin.
"Yup, kemarin hari pertamanya masuk sekolah. Katanya dia pindahan dari Amerika. Anak kelas 2-A. Untuk sementara hanya itu informasi yang aku dapat."
"Jadi dia senior kita ya. Baiklah karena dia yang memulai, kita buat dia tersiksa di sekolah ini." Kyuhyun tersenyum sumringah pada kedua sahabatnya. "Misi pertama, kita ambil tasnya lalu hancurkan buku-buku milik si Kibum sialan itu. Dengan begitu dia akan dimarahi guru dan tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran alias diusir dari kelas."
"Hanya itu?! Kita bisa langsung menghajarnya." Saran Minho.
"Jangan, kita siksa dia pelan-pelan." Kyuhyun mengeluarkan aura iblisnya.
"Ide bagus Kyu." Changmin mengacungkan jempol.
Jam istirahat geng Kyuline -Kyuhyun, Changmin & Minho- melengang menuju kelas Kibum. Kelas yang berada dilantai dua gedung sekolahan ini terlihat sepi. Jelas sebagian besar murid pasti sedang berada dikantin untuk memenuhi hasrat lapar mereka. Ketiganya dengan santai memasuki kelas 2-A, lalu mencari tempat duduk Kibum.
"Kyu disini." Dan Changmin yang menemukan buku catatan bertuliskan 'Kim Kibum' disebuah meja urutan paling belakang dekat jendela yang menghadap ke halaman sekolah.
"Kim Kibum, I got you." Senyum manis -ahh lebih tepat seringai iblis tercetak indah dibibir Kyuhyun.
Seusai jam istirahat Kibum memang tidak menemukan tas miliknya, tapi dia sudah menduga kalau ini adalah ulah Kyuhyun dan teman-temannya. Kibum tetap stay cool. Dia tidak peduli dengan buku-buku yang menjadi media utama dalam ngajar-mengajar di sekolah. Otaknya sudah jenius, apa yang ada didalam buku-buku pelajaran itu sudah Kibum simpan baik-baik di dalam kepalanya.
Donghae sendiri selaku teman sebangku Kibum sudah panik, dia takut temannya dimarahi guru dan diusir dari kelas. Nyatanya hal yang ditakutkan Donghae tidak terjadi. Guru memang sempat memarahi Kibum karna dia tidak mengeluarkan buku pelajarannya. Menganggap Kibum meremehkan pelajaran yang akan diajarkan saat itu, Matematika. Sebagai gantinya sang guru menyuruh Kibum mengerjakan 10 soal matematika tersulit untuk tingkat kelas 2 senior high school. Niatnya sih ingin memberi hukuman sekaligus mempermalukan Kibum. Namun dengan santai Kibum mengerjakan 10 soal tersebut tanpa kesulitan sedikit pun dan jawabannya benar semua, membuat sang guru dan seisi kelasnya terperangah kagum. Alhasil Kibum tidak jadi diusir dari kelas, justru mendapat pujian.
-mission failed-
~xox~
Kyuhyun kesal. Untuk pertama kalinya misi membully Kyuline gagal. Ternyata pemuda yang telah mencuri ciuman pertamanya itu memiliki otak yang cerdas. Tapi dengan begini Kyuhyun jadi makin semangat untuk membully Kibum di hari-hari berikutnya.
Mission 2 :
Siram dengan air.
Di lantai 3 gedung sekolah geng Kyuline sedang memantau, mencari-cari seseorang yang menjadi target mereka dibawah sana. Changmin sudah menyiapkan seember air.
"Itu dia!" Minho melihat Kibum berjalan tidak jauh dari posisi Kyuline berada.
"Changmin siap-siap!" Kyuhyun melihat Kibum berhenti tepat dibawah mereka untuk menyapa seoarang murid. "1.. 2.. 3.. SIRAM!"
BYUUUUUR
"YAK! SIAPA YANG BERANI MENYIRAM AIR KEPADA KEPALA SEKOLAH?!" Teriakan guru Han membahana.
Ketiganya melotot kaget. Pasalnya yang tersiram bukanlah target mereka, melainkan kepala sekolah yang tadi menggantikan posisi Kibum. Dan Kibum sendiri sudah melenggang pergi bersama temannya.
"GAWAT... Sebaiknya kita cepat pergi dari sini sebelum ketahuan si tua bangka itu. CEPAAAT!" Ujar Changmin menarik dua sahabatnya.
-mission 2 : failed-
~xox~
Mission 3 :
Hancurkan seragam olahraga.
"Kim Kibum, kau tidak memakai seragam olahragamu?" Guru Park menegur Kibum yang datang ke lapangan olahraga tanpa mengenakan seragam olahraganya. Guru cantik dengan body atletis ini menatap kibum tajam.
"Maaf songsaenim, baju olahragaku hilang." Kibum sedikit menundukan kepalanya. Bukan karna takut, tapi ia sedang berfikir. 'Ini pasti ulah si bocah berisik itu lagi.'
"Hilang?"
"Ne." Tanpa sengaja Kibum memancarkan aura tampannya saat menatap guru Park.
'Aigooooo~ anak ini tampan sekali.' Batin guru Park yang terpesona pada Kibum. "Baiklah kali ini ku maafkan. Minggu depan saat jam pelajaran olahraga kau sudah harus memakainya, arraseo!" Padahal sebelumnya guru Park sudah siap memarahi dan menghukum Kibum, tapi mana tega dia menghukum murid tampan dihadapannya ini. Kibum hanya mengangguk.
-mission 3 : failed-
"Dia lolos lagi dari hukuman?" Minho duduk disamping Changmin, sedangkan Kyuhyun masih sibuk dengan PSP dihadapannya. "Guru Park bukannya terkenal disiplin ya? Kita semua tau guru Park paling tidak suka jika ada murid yang tidak memakai seragam olahraga saat jam pelajaran olahraga kan?"
Changmin mengangkat bahu tidak tau. "Sepertinya dia tidak bisa kita remehkan."
Ctek!
Kyuhyun mempause gamenya kasar. "Kita tidak boleh menyerah! Masih banyak cara untuk membully-nya."
Alhasil setiap hari Kyuline selalu berulah mengerjai pemuda berwajah datar menyebalkan itu -menurut Kyuhyun, dari membuang meja dan bangku milik Kibum, melemparnya dengan telur busuk, sampai menaruh obat sakit perut pada makanan yang dipesan Kibum di kantin. Dan hebatnya pemuda berwajah tampan bak pangeran itu selalu bisa lolos dari ulah jail Kyuline.
~xox~
Di Kantin
Terlihat Kibum dan Donghae membawa nampan makanan sambil mencari meja kosong.
"Kibum, meja diujung sana kosong." Donghae menunjuk meja yang ada di ujung kantin.
"Hm." Kibum mengikuti Donghae yang sudah berjalan lebih dahulu. Dari kejauhan Kibum melihat Kyuhyun dan teman-temannya sedang bersenda gurau. Kibum dengan cuek dan santai melewati meja Kyuline. Namun..
BRUUUUK!
Kyuhyun dengan sengaja menjegal kaki Kibum yang sedang lewat. Kibum jatuh tersungkur dan semua makanannya tumpah berserakan dilantai. "Uups!"
Kyuhyun, Changmin dan Minho tertawa senang. Kibum bangkit berdiri menatap Kyuhyun datar. "Wae?" Kyuhyun ikut berdiri menyilangkan tangan didepan dadanya dengan angkuh. Kibum diam.
Kyuhyun yang jengah ditatap Kibum mengambil segelas lemon tea yang ada di meja lalu menuangkannya tepat diatas kepala Kibum sambil tersenyum senang. "Dasar pecundang." Kibum tetap tak bergerak dan masih menatap Kyuhyun intens.
"Ayo kembali ke kelas. Nafsu makanku hilang melihat si pecundang ini." Ujar Kyuhyun pada Changmin dan Minho. Namun baru akan melangkahkan kakinya sebuah tangan sudah mencekal pergelangan tangan Kyuhyun lalu menariknya kuat berbalik menghadap Kibum.
CHUP!
Kibum mencium bibir Kyuhyun kasar, bahkan melumatnya berkali-kali. Kyuhyun melotot kaget. Semua siswa yang ada di kantin itu ikut tercengang, tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Wajah Kyuhyun memerah, menahan marah sekaligus malu. Dia berusaha berontak, namun tenaga Kibum yang merengkuh tubuhnya jauh lebih kuat. Kemudian tangan kiri Kibum yang bebas menahan tengkuk kepala Kyuhyun memperdalam ciuman. Selang beberapa menit berciuman panas, akhirnya Kibum melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Kyuhyun.
BUUUGH!
Kyuhyun memukul wajah Kibum dengan bogem mentahnya. Sakit? Ya jelas sakit. Kyuhyun memukulnya sekuat tenaga. Kibum bahkan hampir tersungkur dilantai -lagi. Kibum yang sudah muak dengan tingkah Kyuhyun balas menerjangnya. Dan adu jotos antara Kibum dan Kyuhyun pun dimulai. Keduanya saling memukul. Sedangkan yang lain, tidak ada yang berani memisahkan mereka.
~xox~
"Heechul eonni?"
"Jaejoongie?"
Dua orang wanita cantik ini tidak sengaja bertemu dikoridor Paran High School.
"Kau sedang apa disini?" Tanya Heechul.
"Ahh… tadi pihak sekolah menelponku perihal Kibumie. Eonnie sendiri?" Jaejoong balik bertanya.
"Kyunie sepertinya buat ulah. Aish… anak itu selalu bikin masalah." Heechul memijit pangkal hidungnya, stres.
Jaejoong terkikik. "Wajar eonni, Kyunie kan masih anak-anak."
Sesampainya didepan ruang kepala sekolah, Heechul dan Jaejoong dipersilahkan masuk. Keduanya sempat saling tatap bingung karena memasuki ruangan yang sama.
"Kyunie, kau berkelahi lagi?" Cecar Heechul seketika melihat wajah Kyuhyun yang lebam dimana-mana. PLETAK! Heechul menjitak kepala Kyuhyun kejam.
"Sakiiiit eomma!" Protes Kyuhyun. 'Anaknya terluka bukannya disayang-sayang malah dijitak. Eomma kejam.' Batin Kyuhyun nelangsa.
"Aigooo~ Kibumie wajahmu kenapa bisa begini sayang?" Jaejoong buru-buru menghampiri Kibumie yang tak kalah berantakannya dengan Kyuhyun. Menyentuh lebam yang ada diwajah putranya, membuat ringisan sakit keluar dari bibir Kibum. Jaejoong menatap sedih bahkan hampir menangis.
"Eomma tidak usah berlebihan." Kibum malu juga melihat Jaejoong yang hendak memeluknya.
"Ehem!" Dehaman seseorang menyadarkan adegan kedua ibu dan anak itu "Maaf, anda nyonya Cho dan nyonya Kim?" Heechul dan Jaejoong mengangguk. "Mari silahkan duduk."
Keduanya mendudukan diri di sofa nyaman yang ada di ruangan yang cukup luas itu. Kibum dan Kyuhyun masih tetap berdiri.
"Sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu waktu nyonya Cho dan nyonya Kim. Tapi karena ini perihal tentang kelakuan anak kalian, terpaksa saya memanggil kalian kesini." Heechul dan Jaejoong khusyu mendengar penuturan sang kepala sekolah. "Kyuhyun dan Kibum berkelahi di kantin saat jam istirahat tadi."
"Mwo?!" Ujar Heechul dan Jaejoong kompak.
"Kami pihak sekolah tidak akan memberikan hukuman skorsing kepada anak kalian, namun mohon kalian menasehati Kyuhyun dan Kibum agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi." Ujar kepala sekolah bijaksana.
"Saya selaku eomma dari Cho Kyuhyun meminta maaf kepada pihak sekolah atas kelakuan nakal anak ini." Heechul membungkuk setengah badan.
"Saya juga minta maaf dan hal seperti ini tidak akan terulang lagi." Jaejoong ikut membungkukan badan didepan kepala sekolah.
"Terimakasih atas pengertiannya. Kalau begitu nyonya Cho dan nyonya Kim sudah boleh pulang, dan kalian berdua juga pulanglah obati luka kalian." Ucap kepala sekolah ramah.
~xox~
Sekeluarnya dari ruang kepala sekolah, baik Heechul maupun Jaejoong menjewer putra mereka masing-masing.
"Kenapa kau berkelahi dengan Kibum?" Amuk Heechul tidak tau tempat.
"Yak! Eomma sakiiiiiiit." Kyuhyun berusahan melepaskan jeweran Heechul, yang sakit luar biasa. "Kalau telingaku sampai putus bagaimana?"
"Kibumie kenapa kau balas memukul Kyuhyun?" Kibum tidak protes saat Jaejoong menjewernya tapi dia tidak terima sang eomma justru membela bocah berisik itu. "Dia yang memulai duluan."
"Kau seharusnya mengalah pada Kyunie."
"Sudahlah Joongie, kasihan Kibum. Yang salah itu bocah nakal ini." Heechul sedikit menoyor kepala Kyuhyun. "Aigooo~ calon menantuku yang tampan jadi babak belur begini." Beda perlakuan, Heechul justru mengusap pipi Kibum sayang.
"Eomma, yang anakmu kan aku!" Kyuhyun menngerucutkan bibirnya, sebal.
"Aiiih… imutnya calon menantuku." Jaejoong memeluk Kyuhyun gemas.
Kyuhyun yang semula tidak menyadari, akhirnya mencerna perkataan Heechul dan wanita yang berstatus eomma dari Kim Kibum ini dengan baik. "Maksud eomma apa dengan calon menantu?" Tanya Kyuhyun polos.
"Anak bodoh, sudah jelas kan Kibum akan menikah denganmu kelak, otomatis dia calon menantu eomma." Ujar Heechul kalem.
"Mwo?! Me-me… menikah… dengannya?!" Kyuhyun menunjuk Kibum lalu menatap horor sang eomma. Yang ditunjuk justru tidak berekspresi sama sekali.
"Ne." Heechul mendelik tajam. "Yak! Jangan bilang kau lupa dengan Kim Kibum dan soal perjodohan dengan keluarga Kim?"
"Bu… bukannya sudah dibatalkan?"
"Tidak akan dibatalkan dan tidak akan pernah batal." Jaejoong tersenyum senang. "Sudahlah eonnie, sebaiknya kita pulang kasihan Kyunie."
"Arraseo." Heechul menarik Kyuhyun yang terlihat syok mengetahui ternyata Kibum yang selama ini dibully-nya adalah anak dari keluarga Kim yang akan dijodohkan dengannya dulu.
Kyuhyun melirik sekilas ke arah Kibum, tak disangka Kibum juga menatapnya dengan seringaian puas.
'Ottoke.'
~xox~
Pagi cerah dengan sinar matahari yang hangat menyambut seorang pemuda bersurai ikal lembut kecoklatan yang sedang menunggu di halte Bus. Sejak bangun tidur wajahnya sudah ditekuk sedemikian rupa, bibirnya mengerucut sesekali mengumpati namja yang dia benci di sekolah, Kim Kibum. Belum lagi dengan hukuman yang Heechul berikan, tidak ada fasilitas mobil dan dikuranginya uang jajan Kyuhyun, membuat bibir pemuda itu semakin mengerucut. Dia terpaksa harus naik Bus menuju sekolahnya. -Oh God, bersyukurlah Cho Kyuhyun karena eomma mu yang keji itu tidak menyita PSP kesayanganmu juga.
Untuk seorang Cho Kyuhyun sebenarnya ini masih terlalu pagi berangkat ke sekolah, biasanya dia datang saat bell masuk berdering atau sengaja datang terlambat. Kyuhyun muak terlalu lama berada dirumah, eommanya sejak kemarin tidak berhenti memarahinya.
"Ini gara-gara Kim Kibum sialan itu!"
Bus datang. Kyuhyun memilih duduk dibangku paling belakang dekat jendela. Daripada dia marah-marah terus membuat wajahnya tidak tampan lagi, lebih baik Kyuhyun menyumpal telinganya dengan headshet dan mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Sesampainya Bus di halte seberang sekolah, Kyuhyun turun. Menatap gedung sekolah dengan malas. Dia melangkahkan kakinya santai menyeberang jalan. Bodohnya dia tidak menyadari sebuah sedan sedang melaju kecang tepat kearah Kyuhyun.
TTTIIIIIIIINNNNN!
Mobil sedan itu semakin mendekat dan Kyuhyun masih belum menyadarinya.
"CHO KYUHYUN!"
Samar Kyuhyun seperti mendengar ada suara yang memanggilnya, dia melepaskan headshet.
TTTIIIIIIIIIINNN! TTTIIIIIIIIIIIINNN!
Kyuhyun kaget bukan main melihat sebuah sedan melaju tak terkendali kearahnya. Dia tidak bisa berpikir apa-apa lagi, otaknya serasa membeku. Pemuda bersurai coklat itu hanya menutup mata pasrah.
'Apakah ini akhir hidupku, Tuhan?'
.
.
.
Maaf ya kalau updatenya agak lama. Sebenarnya sudah pingin di publish dari minggu kemarin, tapi gara-gara ngurusin tuan muda yang lagi manja banget akhirnya dipending dulu. Minggu kemarin habis kecelakaan doi, sempet dirawat juga. *jadi curcol*
Terimakasih reviewnya, dan maaf belum bisa balas satu-persatu. Buat yang minta supaya lebih panjang, sudah saya panjangin ya. Mudah-mudahn tidak membosankan.
Ahh.. adakah disini yang sudah nonton drama jadulnya Kibum oppa?
Sharp 2, Rainbow Romance, atau Chunja's Happy Events?
Chapter depan pingin deh bikin kuis seru-seruan buat para readers, tentu ada hadiahnya. Semoga chapter ini tidak mengecewakan. Dan lanjut atau tidaknya tergantung kalian. *senyumevil
