Accident

~o~

Cast : Kihyun couple, Kim Kibum x Cho Kyuhyun, and other.

.

Author : Shania9ranger

.

Disclaimer: Super Junior-TVXQ belong to SME, God, and them selves, but this story is mine.

.

.

.

"CHO KYUHYUN AWAS!"

Minho yang baru turun dari bus yang berbeda, melihat Kyuhyun menyeberang tanpa sadar kalau ada sebuah mobil sedan melaju ke arahnya. Tidak, dia tidak akan sempat menyelamatkan sahabatnya itu. Jaraknya terlalu jauh. 'Tuhan, selamatkan dia.'

Kyuhyun sudah menutup matanya pasrah. Tiba-tiba ada seseorang yang mendorong tubuhnya lalu memeluknya erat. Kedua tubuh tersebut terhempas dan berguling beberapa saat ke pinggir jalan.

CKKIIIIIIIIIIIIIIIT! BRAAAAAAAAK!

Kyuhyun perlahan membuka mata. Nafasnya memburu tak beraturan. 'Apa aku sudah mati?' Batinnya setengah sadar. "Uuugh…" Samar-samar ia mendengar lenguhan seseorang yang memeluknya.

"Kyu gwaenchana?" Minho menghampiri Kyuhyun, membantu namja itu untuk bangun. Kyuhyun menyerngit bingung. Dan akhirnya dia sadar kalau dirinya sedang berada didekapan dada bidang milik seseorang. "Yak! Cho Kyuhyun gwaenchana?" Tanya Minho sekali lagi. Kyuhyun hanya mengangguk, dia masih syok. Ternyata dirinya selamat dari maut. Mobil sedan yang hampir merenggut nyawanya itu beralih menabrak tiang listrik tak jauh dari tempat Kyuhyun terhempas.

Seseorang yang menolong Kyuhyun ikut bangun, mendudukan dirinya di aspal. "Kau tidak apa-apa? Apa ada yang luka?" Suara berat khas seseorang yang ia benci terdengar tepat disamping telinganya. "KAU?!" Kyuhyun tersentak kaget melihat si Kim es muka datar menyebalkan Kibum yang begitu dekat. Bahkan Kyuhyun dapat merasakan hembusan nafas Kibum menerpa wajahnya. Dia begitu benci pada wajah itu. "JAUH-JAUH DARI KU, SIALAN!" Kyuhyun mendorong kuat tubuh Kibum yang ada dihadapannya hingga punggung namja itu membentur aspal lagi.

"Ayo kita pergi dari sini, Kyu." Minho membantu Kyuhyun berdiri. Kibum menatap kepergian Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

~xox~

Sesampainya di kelas Minho langsung memberikan Kyuhyun air minum. "Kau yakin tidak apa-apa?" Minho itu sahabat yang perhatian, dia akan selalu memperhatikan kondisi sahabat-sahabatnya sekecil apa pun. Sekali lagi Kyuhyun hanya mengangguk. Namja yang dijuluki evil ini sepertinya masih agak syok. "Kalau kau masih lemas, lebih baik istirahat diruang kesehatan saja."

"Aniyo, aku tidak apa-apa." Minho menatap Kyuhyun tak percaya. "Sungguh."

"Arraseo, kalau ada yang sakit beritahu aku." Kyuhyun mengangguk cepat.

"Si tiang listrik itu belum datang?"

"Sepertinya dia datang terlambat."

Selama jam pelajaran Kyuhyun tidak fokus dengan apa yang disampaikan oleh guru. Entah kenapa pikirannya terus melayang ke kejadian tadi pagi. Dan itu tertuju pada sebuah nama, Kim Kibum. Kyuhyun pikir kenapa dia begitu jahat mendorong Kibum. Padahal namja itu lah yang sudah menyelamatkan nyawanya. Seharusnya Kyuhyun berterimakasih banyak pada Kibum, bukan malah mencaci maki dan mendorongnya kasar. Kalau Kibum tadi tidak menyelamatkannya, bisa jadi saat ini ia hanyalah tinggal sebuah nama. Kyuhyun bergidik ngeri membayangkannya, dia belum ingin mati muda, dosanya masih terlalu banyak, dan lagi Kyuhyun tak mau masuk neraka.

"Kyu, lihat itu. Changmin sedang dihukum guru Han." Minho terkikik geli melihat Changmin yang dihukum lari mengitari lapangan sekolah. Kyuhyun ikut tersenyum sebentar lalu ingat pada Kibum lagi. Dia benar-benar merasa bersalah, tapi untuk bilang terimakasih dan maaf harga dirinya masih terlalu tinggi. 'Mana sudi aku minta maaf pada es muka datar itu'

"Hei, kau kenapa? Melamun terus." Tepukan dibahunya menyadarkan Kyuhyun dari lamunan. Pemuda berpipi chubby menggemaskan itu hanya tersenyum sebagai jawaban.

~xox~

"Ayo ke kantin! Aku lapar. Dihukum guru Han membuat perutku berkonser ria." Minho memutar bola matanya malas mendengar ocehan hiperbola khas Sim Changmin. "Siapa suruh kau terlambat?" Changmin memanyun bibirnya yang tidak ada imut-imutnya sama sekali bagi Minho. "Ck… sesekali datang terlambat kan tidak masalah." Bela Changmin.

"Kalau begitu kau pantas mendapat hukuman dari guru Han." Ujar Minho tersenyum remeh. Percayalah walaupun Minho salah satu murid nakal, tapi dia tidak pernah sekali pun terlambat datang ke sekolah.

Kyuhyun baru akan mau menyela perdebatan di antara Changmin dan Minho, sebelum ponsel di sakunya bergetar. Kyuhyun melihat caller id si penelpon.

-Ratu Iblis is calling-

"Wae eomma?"

"Yak! Dasar bocah iblis, kau tidak bisa menyapa eomma-mu lebih sopan?!" Sembur Heechul yang tidak terima dengan sapaan anaknya itu.

"Eomma, ini jam istirahat dan aku sudah lapar. Cepat katakan ada apa?" Kyuhyun masih kesal pada appa dan eommanya yang ternyata tidak membatalkan perjodohan dengan keluarga Kim. Dia merasa telah dibohongi oleh keluarganya sendiri.

"Aiiiish… bocah ini." Heechul mendesah pasrah, dia mengakui Kyuhyun memang anaknya. Mulut Kyuhyun mewarisi mulutnya yang tajam. Jadi tidak heran kalau perkataan anaknya sama tajamnya dengan mulut Heechul. "Cih… eomma hanya ingin memberi peringatan padamu. Jangan berani-beraninya kau menyentuh calon menantu eomma yang tampan itu lagi, ne!"

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Ternyata eommanya repot-repot menelpon hanya untuk hal tidak penting seperti ini. "Kalian duluan saja ke kantin, nanti aku menyusul." Changmin dan Minho mengangguk lalu pergi meninggalkan Kyuhyun menuju kantin.

"Yak! Kau tidak mendengarkan ucapanku?!" Heechul merasa diabaikan.

"Aku dengar eommaaa…"

"Kalau sampai terjadi apa-apa pada Kibum karena ulahmu, akan aku kuliti kau hidup-hidup lalu ku jadikan santapan Heebum." Ancam Heechul lagi. Heebum itu kucing kesayangan sang eomma yang sangat menyukai segala jenis daging, mungkin termasuk daging miliknya.

Kyuhyun jadi bergidik ngeri. "Eommaaa, aku kan anak mu. Masa tega menguliti anaknya sendiri."

"Terserah. Makanya jangan buat masalah lagi pada calon menantu-KU, arraseo!"

"Ne… Ne… Ne…" Kyuhyun yang kesal akhirnya mematikan sambungan telpon sepihak. Tidak peduli Heechul akan mengamuk saat dia pulang nanti. Kesal juga mengetahui sang eomma lebih sayang pada orang lain ketimbang anaknya sendiri.

Bayangan itu muncul lagi di kepalanya. 'Apa aku harus mengucapkan terimakasih dan minta maaf padanya ya?' Batin Kyuhyun. 'Ahh… tidak-tidak, harga diri seorang Cho Kyuhyun sangatlah tinggi!' Tapi… sudahlah, Kyuhyun tidak mau ambil pusing lagi soal Kim Kibum itu.


-Disisi lain-

Changmin dan Minho sedang menyantap makan siang mereka dengan lahap. "Bosaaan~" Minho tidak ambil pusing tetap melanjutkan makan. "Minho, hari ini kita belum mengerjai si senior muka datar itu kan?" Minho hanya mengangguk pelan, dirinya masih fokus pada makanan yang sedang dilahapnya. "Bagaimana kalau kita sedikit mengerjainya nanti?"

"Kita tunggu Kyuhyun terlebih dahulu." Ujar Minho santai.

"Aiiiish… kau kan tau sendiri kalau Ratu Iblis itu menelpon pasti akan menceramahinya panjang x lebar. Kelamaan."

"Lalu mau mu apa?"

"Kita berdua saja yang mengerjainya. Kebetulan aku ada ide, gimana?"

"Baiklah."

~xox~

"Kibum, kau sakit?" Tanya Donghae sedikit khawatir. Saat ini Donghae dan Kibum sedang berada dikantin, tentunya untuk makan siang. Hanya saja mereka agak telat 20 menit sejak bell istirahat berdering, tadi Donghae minta ditemani ke perpustakaan dulu untuk cari bahan artikel tugas mereka.

"Anni. Wae?"

Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Teman sebangkunya ini benar-benar irit bicara. Kadang kala Donghae bingung sendiri menghadapi namja yang kelewat datar ini. "Wajahmu sedikit pucat."

"Kulitku kan memang lebih putih darimu." Ujar Kibum tanpa mengalihkan padangannya dari makanan yang hanya di acak-acak malas.

"Ehmm… mungkin hanya perasaanku saja." Donghae menyudahi makan siangnya. "Kau tidak menghabiskannya?"

"Sudah kenyang."

"Arraseo, kalau begitu kita kembali ke kelas." Kibum hanya mengangguk pelan.

Sesampainya di kelas, Kibum kembali tak menemukan tas miliknya, namun kali ini diatas meja ada secarik kertas yang bertuliskan :

MENCARI TAS MU? SILAHKAN CARI DI KOLAM RENANG SEKOLAH.

Kibum menghela nafas lelah. "Ada apa?" Donghae tiba-tiba muncul disampingnya. Kibum menggeleng. "Hae, aku keluar dulu sebentar."

"Kau mau kemana? Sebentar lagi pelajaran selanjutnya dimulai. Yak Kim Kibum!" Donghae sebal sendiri, ucapannya tidak didengar oleh teman sebangkunya itu.

~xox~

Kibum melangkahkan kakinya menuju kolam renang sekolah yang letaknya agak jauh dari kelasnya. Sesampainya disana dia tidak menemukan siapa pun. Yang dia lihat hanya tas miliknya yang sudah mengapung diatas air beberapa meter dari pinggir kolam.

"Huuuft.. " Kibum berlutut dipinggir kolam lalu mengibas-ngibaskan tangan kanannya menyibak air agar tas itu bergerak ke pinggiran kolam. Saat sedang sibuk meraih tasnya, Kibum tidak menyadari dibelakang ada dua orang yang sejak tadi memperhatikan sambil menyeringai jahil padanya. Namja yang paling tinggi mendekat lalu mendorong kuat tubuh Kibum kedalam kolam.

BYUUUUUUUR!

"Hahahahahahaha!" Tawa puas keluar dari bibir Changmin dan Minho. Kali ini mereka berhasil!

Di dalam air Kibum meronta-ronta berusaha naik ke permukaan. Bukannya Kibum tidak bisa berenang, dia bisa tapi kakinya terasa keram dan bahu kirinya sakit bukan main. Kibum terus meronta, tangan kanannya berusaha menggapai tas yang ada di permukaan. Nafasnya mulai sesak.

Sadangkan Changmin dan Minho makin keras tertawa melihat Kibum yang kesulitan di dalam air. "Rasakan itu, bocah sombong!"

Kibum kehabisan tenaga. Sudah banyak air yang tertelan, dadanya juga sakit. Tubuh itu mulai melemas, dia membiarkan dirinya semakin tenggelam lebih dalam. Perlahan pandangannya semakin buram. Sesaat Kibum seperti melihat sosok Kyuhyun mengulurkan tangannya, sebelum semuanya berubah jadi gelap.

.

.

.

'Tidak mungkin itu dia.'