Sorry and Thank's

~o~

Cast : Kihyun couple, Kim Kibum x Cho Kyuhyun, and other.

.

Author : Shania9ranger

.

Disclaimer: Super Junior-TVXQ belong to SME, God, and them selves, but this story is mine.

.

.

.

"Kalian melihat Changmin dan Minho?" Beberapa siswi yang ditanya hanya menggelengkan kepala. 'Kemana mereka?' Kyuhyun sedang di kantin, habis makan siang. Sejak menyusul ke kantin, Changmin dan Minho sudah tidak ada disana. Kyuhyun memutuskan mencari dua sahabatnya itu diluar kantin. "Hei, Taemin kau melihat Changmin dan Minho tidak?" Tanyanya pada seorang namja terimut di sekolah yang ditaksir Minho sejak lama.

"Ehmm… tadi sih aku melihat mereka berjalan ke arah kolam renang."

"Ngapain mereka kesana?"

"Aku tidak tau."

Kyuhyun mengangguk paham. Setelah berpisah dengan Taemin, Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju kolam renang. Ternyata benar mereka ada disana.

"Kyu lihat, kita berhasil mengerjainya!" Seru Changmin senang.

Kyuhyun masih bingung, ia melihat kearah hamparan air yang luas. Seketika matanya melotot kaget melihat seseorang di dalam air yang mulai lemas dan tenggelam.

"Yak! Kalian ingin membunuhnya?!" Changmin dan Minho menghentikan tawanya. Kyuhyun langsung menceburkan dirinya ke dalam air. Bayangan Heechul mengulitinya hidup-hidup membuat Kyuhyun berenang semakin cepat. Dia melihatnya. Melihat Kibum yang sudah hampir kehilangan kesadaran. Dia meraih tangan Kibum, lalu menariknya ke permukaan air. Setelah bersusah payah, akhirnya Kyuhyun berhasil membawa Kibum ke pinggiran kolam.

"Cepat bantu aku, angkat dia!" Changmin dan Minho mengangkat tubuh Kibum dari air dan membaringkannya ditepi kolam. Kyuhyun menghampiri Kibum yang sudah tak sadarkan diri. Mengecek nafas dan detak jantungnya, kemudian memompa-mompa dada Kibum, bahkan beberapa kali Kyuhyun memberikan nafas buatan.

"Uhuuk… Uhuuk… Uhuuk…" Usahanya berhasil, Kibum terbatuk memuntahkan air yang tertelan olehnya. Nafasnya memburu.

"Gwaenchana?" Kibum menatap sayu wajah Kyuhyun dengan raut cemas disampingnya. Dia tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun, memejamkan mata sesaat untuk menetralkan deru nafasnya lalu berusaha bangkit. Kyuhyun membantu Kibum mendudukkan tubuhnya.

"Kyu, kami…" Minho baru akan bicara, namun…

"Kalian kembalilah ke kelas." Nada ucapan Kyuhyun berubah dingin dan tegas.

"Ne." Kedua sahabatnya itu merasa bersalah. Kyuhyun pasti marah, kali ini ulah mereka sungguh keterlaluan.

Setelah Changmin dan Minho kembali ke kelas, tinggallah Kyuhyun dan Kibum di arena kolam renang ini. Kyuhyun sedang mengambil tas Kibum yang masih mengapung di air.

"Uuugh…" Kibum memegang bahu kirinya yang berdenyut sakit luar biasa.

"Yak Muka datar, kau tidak apa-apa?" Tanya Kyuhyun menepuk bahu kiri Kibum. "Ini tas mu."

"Aaakkh…" Kibum meringis kesakitan.

"Kau kenapa?"

Kibum masih tidak menjawab. Tiba-tiba otak Kyuhyun memutar kejadian tadi pagi saat dirinya diselamatkan oleh namja ini. Kalau tidak salah Kyuhyun juga mendengar lenguhan kesakitan yang sama. Curiga sesuatu terjadi, Kyuhyun menarik paksa blazer seragam sekolah Kibum.

"Andwaee!" Kibum berusaha menepis tangan Kyuhyun, tapi karena tubuhnya masih sangat lemas dia tidak bisa banyak bergerak.

Kyuhyun tidak menjawab, dia masih berusaha melepas paksa blazer Kibum. "Ini…" Pemuda bersurai coklat dan berpipi chubby itu tercengang dengan apa yang ia lihat sekarang. Kemeja putih Kibum terdapat bercak kemerahan yang Kyuhyun yakin adalah darah dibagian bahu sampai punggung kirinya. Kibum sudah tidak bisa menyembunyikan cederanya lagi.

"Kita keruang kesehatan sekarang." Kyuhyun menyampirkan blazer kebahu pemuda berwajah datar itu. Memegang lengan kanannya yang tidak sakit, membantu Kibum berdiri lalu memapahnya.

"Aku bisa jalan sendiri." Ketus Kibum.

"Diam atau akan ku adukan pada Jaejoong ahjuma?"

Kibum diam, menurut. Lebih baik eommanya tidak perlu tau kejadian ini, jika tidak sang eomma akan membuat keributan di sekolah.

~xox~

Kulit Kyuhyun itu halus dan lembut, terasa saat dia dengan sabar memapah Kibum. Sesekali Kibum melirik kearah Kyuhyun. Kalau dilihat dari jarak sedekat ini, Kyuhyun terlihat manis. 'Apa benar dia namja?'

"Sepi sekali." Keduanya sampai diruang kesehatan. Disana tidak ada siapa-siapa. "Mungkin dokter Lee sedang ada urusan." Bibir Kyuhyun mengerucut lucu. Namja itu membawa Kibum ke salah satu ranjang pasien yang terletak paling ujung dekat jendela. "Kau tunggu disini, aku keluar sebentar. Jangan kemana-mana!"

15 menit kemudian Kyuhyun datang sambil membawa handuk dan baju olahraga miliknya yang masih bersih. Dia sendiri juga sudah berganti pakaian, kaos polos berwarna baby blue berlengan pendek serta celana jeans panjang berwarna hitam. Niatnya hari ini sepulang sekolah Kyuline ingin jalan-jalan ke daerah Myeongdong jadi dia membawa baju ganti, tapi sepertinya rencana untuk pergi kesana harus ia batalkan karena masalah ini.

Kyuhyun segera menghampiri Kibum yang duduk dipinggir ranjang membelakanginya. "Ku bawakan baju ganti dan handuk." Kibum hanya menatapnya diam. Dengan telaten Kyuhyun mengeringkan rambut kibum yang basah. Kibum sendiri tidak bisa menolak perlakuan namja itu karena akan percuma. Satu hal yang Kibum pelajari tentang namja yang akan dinikahinya ini yaitu keras kepala.

Hening-

Tidak ada yang bersuara diantara mereka. Sampai… "Maafkan teman-temanku." Suara Kyuhyun memecahkan keheningan. "Ehmm… Dan terimakasih kau sudah menyelamatkan ku tadi pagi. Kalau tidak ada kau mungkin saat ini aku…"

"Ceroboh."

"Ne?"

"Kau ceroboh." Kibum mendongakkan kepalanya menatap langsung ke bola mata Kyuhyun. Tatapan keduanya bertemu. Seolah waktu berhenti, keduanya saling terdiam menyelami keindahan bola mata yang ada dihadapan mereka masing-masing.

Pletak!

"Aaauw…"

Kyuhyun menjitak kepala Kibum. "Jangan menatap ku begitu. Wajah datar minim ekspresi-mu itu sungguh menyebalkan."

"Namja anarkis." Kibum mengerutu pelan.

"Yak! Aku mendengarnya."

Kyuhyun menghentikan kegiatan mengeringkan rambut Kibum. Kemudian ia berlanjut hendak membuka kancing kemeja Kibum yang basah sebelum sebuah tangan menghentikannya.

"Kau mau apa?" Kibum menatap Kyuhyun dingin.

"Melepas kemejamu. Bahumu terluka, harus segera diobati sebelum infeksi." Kyuhyun balas menatap Kibum sengit. Akhirnya Kibum membiarkan Kyuhyun melepas kemejanya.

"Ommo!" Kyuhyun kaget melihat bahu Kibum penuh dengan luka lecet dan lebam kebiruan sepanjang bahu sampai punggung. Kibum ikut menengok ke bahu kirinya. "Lumayan." Komentarnya cuek. Kyuhyun kesal dengan tanggapan Kibum yang menyepelekan lukanya. Langsung saja dia menyentuh luka Kibum dengan telunjuknya. "Ssssttt… sakiiiiiitt…"

Kyuhyun tersenyum puas. "Makanya jangan menyepelekan lukamu. Aku akan mengobatinya. Tunggu sebentar." Kyuhyun beranjak dari hadapan Kibum. Dia mencari Alkohol, kapas, perban, salep untuk luka luar, handuk kecil dan sebaskom air.

"Sini ku bersihkan dulu lukanya." Kyuhyun duduk dibelakang Kibum. Mencelupkan handuk kecil ke baskom yang sudah terisi air, lalu membersihkan luka dari darah yang sudah hampir mengering. Kibum meringis pelan menahan sakit.

Setelah itu Kyuhyun mengambil kapas yang sudah diberikan alkohol. "Alkohol berfungsi untuk menghentikan pendarahan. Ini akan sedikit perih, kau tahan ya." Kyuhyun mulai mengusapkan kapas itu pada luka Kibum.

"Aaakh… sa..sakiiiiiiitt… pe..pelan-pelan… Uuuugh" Rintih Kibum mencengkram selimut menahan rasa perih pada lukannya.

"Hiks… maafkan aku… hiks…" Tidak tega melihat Kibum yang kesakitan Kyuhyun terisak, dia benar-benar merasa bersalah. "Gara-gara aku… kau jadi terluka seperti ini… hiks…"

"Dasar cengeng, jangan menangis! Cepat obati lukaku. Uuuuugh…" Kyuhyun yang semula merasa iba kini bersungut kesal mendengar ucapan Kibum yang ketus. 'Menyebalkan.' Dia sengaja menekan kapas agak kuat pada luka yang paling lebar.

"Aaaakh…! Sssssttt… sakiiiiiiit… pelan-pelan…"

"Berisik!"

~xox~

Luka Kibum sudah dibaluri salep dan diperban rapi oleh Kyuhyun. "Sekarang ganti bajumu. Aku bereskan ini dulu." Kyuhyun menarik tirai menutupi ranjang Kibum, dia menaruh barang-barang yang dia ambil pada tempatnya lagi. Kibum sedikit kesulitan memakai kaos olahraga milik Kyuhyun. Lengannya masih terasa sakit jika digerakan.

"Sini, aku bantu pakaikan." Kyuhyun kembali menghampiri Kibum, membantu namja itu memakai kaos olahraganya dengan hati-hati. "Apa lukanya masih perih?" Kibum menggeleng.

"Syukurlah." Ujar Kyuhyun tersenyum tulus.

"Kenapa kau baik padaku?"

"Aku tidak baik padamu." Aku Kyuhyun jujur. Kibum mengerutkan dahinya bingung. "Aku hanya tak ingin hutang budi. Kau menolongku tadi pagi, dan aku sudah menolongmu juga. Kurasa kita impas sekarang."

Entah kenapa terbesit sedikit rasa kecewa dihati Kibum mendengar jawaban Kyuhyun. 'Babo, apa yang kau harapkan Kim Kibum.' Batin Kibum yang merasa aneh dengan perasaannya.

"Kau pasti lelah, lebih baik istirahat disini." Kyuhyun membantu Kibum berbaring diranjang lalu menaikan selimut sebatas dada. "Tidurlah."

"Gomawo." Ujar Kibum lirih sambil memejamkan mata, tubuhnya memang sangat lelah. Tidak lama hembusan nafas teratur sudah terdengar dari namja minim ekspresi itu.

~xox~

Heechul tengah santai memakai masker dirumah mewah keluarga Cho. Mengurus anak bungsunya yang selalu berbuat onar membuat darahnya naik terus ke ubun-ubun kepala. Sesekali dia butuh ketenangan, menghilangkan stres yang bedampak buruk untuk kulit cantiknya. Heechul hampir saja memejamkan mata saat ponsel miliknya berdering. "Yeoboseo?"

"Heechul eonnie, ini aku Joongie."

Heechul sempat melihat nomor yang tidak terdaftar pada ponselnya. "Kau ganti nomor handphone, Joongie?"

"Tidak, aku sedang pakai handphone-nya Yunho." Kepala Heechul reflek mengangguk. "Eonnie, aku mau titip Kibumie di rumahmu selama seminggu boleh?" Jaejoong langsung menyampaikan tujuan dirinya menelpon Heechul.

"Mwo?! Kibumie?" Saking semangatnya Heechul melupakan masker yang dia pakai menjadi retak-retak menyeramkan.

"Ne, Yunho mengajakku ke Kanada untuk peresmian cabang baru disana selama seminggu. Kasihan Kibumie sendirian dirumah. Aku takut dia kesepian." Ujar Jaejoong lagi.

"Tentu saja boleh! Dengan senang hati aku akan merawat Kibumie seperti anak kandungku sendiri."

"Jeongmal gomawo eonnie. Mudah-mudah Kyunie dan Kibumie bisa semakin akrab ya."

"Soal itu kau serahkan saja padaku. Kau berangkat ke Kanada kapan?"

"Ini sudah mau berangkat. Aku akan beritahu Kibumie nanti. Pakaian dan seluruh kebutuhannya selama seminggu sudah aku siapkan tinggal diantar kerumahmu."

"Aish… Kau tak perlu repot-repot segala. Semuanya biar aku yang urus."

"Hahaha… aku percaya padamu. Eonnie, aku berangkat dulu ya. Annyeong!"

"Ne, hati-hati dijalan." Berakhirnya sambungan telpon Heechul tersenyum sumringah. Dia sudah tidak memikirkan maskernya lagi sekarang. Calon menantunya adalah nomor satu, Heechul harus bergegas menyiapkan segalanya.

~xox~

Hari sudah menjelang sore ketika Kibum dan Kyuhyun keluar dari area Paran High School. "Sepertinya jemputanmu sudah datang." Kyuhyun melihat seorang supir keluar dari mobil sedan mewah lalu membungkuk ke arah Kibum.

"Kau tidak dijemput?"

Kyuhyun menggeleng. "Aku naik Bus."

"Naiklah, biar ku antar." Ajak Kibum memasuki mobilnya. Tadi Jaejoong sudah menghubungi Kibum perihal keberangkatan orang tuanya ke Kanada dan dia harus tinggal di kediaman keluarga Cho selama seminggu, tapi Kibum sengaja tidak memberitahu Kyuhyun. Sedikit menjahili bocah ini tidak apa-apa kan?

"Anni, aku bisa pulang sendiri." Lihatkan, Kyuhyun itu sangat gengsi. Padahal sebenarnya dia ingin ikut, namun harga dirinya yang setinggi langit mengurungkan keinginannya.

"Kalau begitu aku duluan." Perlahan mobil Kibum menghilang dari pandangan Kyuhyun.

"Aish… Babo, kenapa kau tidak ikut dengannya? Lumayan kan kau tidak harus repot-repot naik bus dan jalan kaki dari halte ke rumah." Kyuhyun heboh sendiri. Menyesali dirinya menolak ajakan Kibum.


-Kediaman Cho-

"Aku pulang!" Teriak Kyuhyun membahana diseluruh penjuru rumah. Ketika manemukan Heechul diruang keluarga, dia langsung berlari menghambur ke pelukan sang eomma.

"Yak lepaskan! Dasar anak manja."

"Eomma~" Sifat Kyuhyun yang sesungguhnya memang begini kalau di rumah, sangat manja kepada orang tuanya. Apalagi kalau sedang sakit.

Heechul walaupun galak dan kadang sadis selalu memanjakan Kyuhyun sejak kecil, begitu pun dengan Hangeng. "Kau dari mana saja? Kenapa baru pulang? Dan kemana seragam sekolah-mu?" Betapa protektifnya seorang Cho Heechul.

"Kyunie lelah..." Rengek Kyuhyun.

"Kau pasti habis bermain dengan tiang listrik dan mata kodok itu." Tebak Heechul.

"Eeuuumm… kakiku juga lelah." Heechul mencubit pipi anaknya. "Makanya jangan buat onar di sekolah. Kalau kau tidak nakal eomma juga tidak akan menghukummu."

"Kyunie tidak nakal."

"Ck, tidak nakal bagaimana? Kau bahkan memukul wajah calon menantuku."

"Eommaaa~ Dia itu menyebalkan."

"Hentikan rengekanmu itu. Cepat mandi, kau bau." Heechul pura-pura menutup hidungnya.

"Aish… eomma jahat!" Kyuhyun menghentak-hentakan kakinya menuju tangga yang menurut Heechul adalah pemandangan lucu.

~xox~

Kyuhyun memasuki kamarnya yang bernuansa serba biru langit. Menaruh tasnya asal lalu masuk ke kamar mandi. Sekeluarnya dari kamar mandi Kyuhyun berdiri di depan cermin menatap dirinya yang masih berbalut handuk yang hanya menutupi bagian pinggang ke bawah dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos. Mandi membuat tubuhnya terasa segar. "Aigooo… Kau tampan sekali Cho Kyuhyun."

"Kau tidak tampan tapi manis."

Kaget mendengar suara bas seseorang, Kyuhyun segera berbalik. Dia menemukan Kibum duduk santai bersandar pada kepala ranjang miliknya sambil membaca buku.

"K..KAU?! SEDANG APA KAU DIKAMARKU?"

"Sedang baca buku." Jawab Kibum datar.

Kyuhyun mengambil guling yang tak jauh darinya dan bersiap melemparnya pada Kibum. "YAK! KELUAR KAU DARI KAMARKU!" Namun sial, saat Kyuhyun mengangkat tangannya hendak melempar guling, handuknya tiba-tiba merosot ke bawah dan dengan jelas menampilkan sesuatu yang seharusnya ditutupi. Wajah Kyuhyun yang sudah merah menahan marah makin memerah.

Kibum sendiri sempat terpaku saat melihat benda yang menggantung di antara selangkangan Kyuhyun. Sesuatu yang sudah tidak asing baginya -karena dia pun punya yang sejenis- namun baru kali ini dia melihat yang bentuknya sangat mungil dan imut. PLAK! Cukup. Kepalanya mulai berfantasi liar. "Ehmm! Kau sengaja menggodaku, Cho?" Kibum berdeham, tiba-tiba tenggorokannya terasa kering. Dia harus tetap menjaga imagenya.

"M..m..mwo?!"

"Cepat pakai bajumu, babo." Ujar Kibum dingin berusaha mengendalikan dirinya.

BUUUKKK!

Guling melayang ke wajah Kibum. "DASAR NAMJA MESUM! KELUAR KAU DARI KAMARKU! EOMMAAAAA!" Kyuhyun -yang malu bukan main- buru-buru melilitkan handuk dipinggangnya lagi. "KELUAR!" Dia menarik paksa tangan Kibum agar namja itu bangkit dari ranjangnya. Naas, saat bangkit Kibum justru tersandung kaki Kyuhyun yang menyebabkan tubuhnya oleng lalu jatuh menimpa tubuh namja bermarga Cho itu dilantai.

"Ada apa Kyunie? Kau berisik sekali." Heechul datang tergopoh-gopoh kemudian langsung membuka pintu kamar anaknya. Kedip-kedip. Matanya memproses adegan yang tersaji didepannya. "Ommomooo~ Kalian… Kamera… Kamera mana? Kamera mana? Aish, dimana ponselku?!"

"EOMMAAAAA!"

.

.

.

Terimakasih yang sudah memberikan semangat!

Cepat atau tidaknya lanjutan MWH?N! tergantung kalian. Semakin banyak yang memberikan semangat, semakin cepat pula saya update. Hehehe..

Alur sengaja dibuat lambat, supaya ngga terkesan terburu-buru. Dan mudah-mudahan tidak membosankan ya.