The Monster

~o~

Cast : Kihyun couple, Kim Kibum x Cho Kyuhyun, and other.

.

Author : Shania9ranger

.

Disclaimer: Super Junior-TVXQ belong to SME, God, and them selves, but this story is mine.

.

.

.

Makan malam di keluarga Cho kali ini sedikit berbeda. Bukan menu makanannya yang berbeda, melainkan tiga orang yang menempati meja makan tersebutlah yang auranya begitu kontras. Coba kita perhatikan. Disana ada Kyuhyun yang wajahnya di tekuk sedemikian rupa dan bibirnya cemberut. Dihadapannya ada Kibum yang makan dengan sangat tenang tanpa ekpresi. Lalu ada Heechul yang berada di tengah-tengah Kyuhyun dan Kibum tersenyum bahagia. Sejak tadi Heechul terus tersenyum sumringah melihat sebuah foto moment langka yang berhasil ia ambil dengan ponselnya.

"Eomma hentikan. Hapus foto itu!" Kyuhyun berusaha meraih ponsel eommanya.

"Aaanni! Waeee? Ini kan bagus." Ujar Heechul menjauhan ponselnya dari jangkauan Kyuhyun. "Lagi pula Kibum saja tidak keberatan."

"Yak muka datar, cepat bantu aku!" Kibum menggeleng sebentar lalu melanjutkan makannya lagi. "Aiiiisshh…"

Heechul makin girang dengan sikap Kibum yang seolah membela dirinya. "Bumie, kau memang kesayanganku. Ahh, ahjuma juga sudah mengirimkan foto ini kepada orang tua-mu, dan kami sepakat agar pertunangan kalian dipercepat jadi tidak perlu menunggu ulang tahunmu bulan depan."

"MWOOO?!"

"Mungkin sekembalinya mereka dari Kanada. Aiiiiihh… Aku sudah tidak sab…"

BRAAAAKK!

Belum sempat Heechul menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun sudah menggebrak meja makan. "AKU TIDAK MAU TUNANGAN, APALAGI SAMPAI MENIKAH DENGAN NAMJA MUKA DATAR INI. OTAKKU MASIH NORMAL EOMMA!" Teriak Kyuhyun meluapkan emosi yang sejak tadi sore dia tahan. "Maaf, aku sudah selesai." Kyuhyun kembali ke kamarnya, lebih baik ia menenangkan diri.

"Aigoooo… apa-apaan anak itu?! Kibumie, ahjuma harap kau tidak ambil hati dengan ucapannya ne~ Kyuhyun memang suka begitu, tapi ahjuma yakin dia tidak serius mengatakannya."

"Gwaenchana ahjuma."

~xox~

Keesokan paginya Kyuhyun dan Kibum bertemu saat keluar dari kamar masing-masing. Yup, Kibum tidak sekamar dengan Kyuhyun, dia menempati kamar putra sulung keluarga Cho yang sedang kuliah diluar negeri. Tadinya sih itu ide Heechul agar Kyuhyun dan Kibum sekamar supaya keduanya bisa lebih dekat, tapi Kyuhyun menolak mentah-mentah lalu mengusir Kibum dengan paksa. Bukannya saling menyapa keduanya malah membuang muka.

"Kyunie, Kibumie, ayo sarapan dulu." Ajak Heechul saat melihat keduanya -yang sudah rapi dengan seragam sekolah- menuruni anak tangga. Kyuhyun yang masih kesal tidak menghiraukan ajakkan sang eomma, tanpa sarapan dan pamit dia melenggang begitu saja melewati Heechul lalu keluar rumah.

"Huuuuft… anak itu marah rupanya."

"Ahjuma, biar nanti aku yang bicara padanya."

"Tidak usah Kibumie, dia memang ambekan dan keras kepala. Ayo sarapan, ahjuma sudah masak makanan enak untukmu." Ajak Heechul ke meja makan.

"Hm"

-Di Sekolah-

Changmin dan Minho mendekati Kyuhyun takut-takut. "Ehmm… Kyu, kami mau minta maaf soal kemarin."

"Seharusnya ku biarkan saja dia mati kemarin." Gerutu Kyuhyun kesal.

"Eh? Maksudmu apa Kyu?" Tanya Minho bingung. Gerutuan Kyuhyun terlalu cepat.

"Lupakan." Ujar Kyuhyun malas. Hei, tidak tahukah kedua sahabatnya itu kalau saat ini moodnya sedang buruk? Ck, sangat tidak peka. Kyuhyun baru akan bersuara lagi menyuruh Changmin dan Minho agar tidak berisik, sebelum sebuah suara menginterupsinya.

"Ini!" Tiba-tiba Kibum datang ke kelas Kyuhyun lalu menyodorkan bekal makanan pada namja bersurai coklat itu. "Titipan ahjuma. Kau belum sarapan kan?" Kyuhyun menatap Kibum malas.

Kibum tidak perduli dengan banyak tatapan aneh seisi kelas Kyuhyun yang tertuju padanya. "Habiskan." Ujarnya sebelum meninggalkan kelas Kyuhyun.

"Kyu, bagaimana bisa dia…" Tanya Changmin penasaran.

"Sementara dia tinggal dirumahku sekarang."

"MWOOO?!"

~xox~

"Ne ahjusi gwaenchana. Aku ingin pulang sendiri hari ini, jadi tidak usah jemput." Kibum mematikan ponselnya. Hari ini sekolah pulang cepat, ada rapat dewan guru yang rutin di lakukan sebulan sekali katanya. Dia kan belum lama sekolah disini jadi baru tau.

Sesekali jalan-jalan setelah pulang sekolah tanpa diantar-jemput supir tidak masalah pikir Kibum. Terasa lebih bebas. Sudah diputuskan dia akan menghabiskan waktu untuk mendatangi toko buku favoritnya, mencari buku-buku bagus yang ia incar sejak lama.

Halte bus yang ada di seberang sekolahnya cukup ramai. Kibum harus menunggu agak lama sampai mendapatkan bus yang tidak terlalu penuh. Selama perjalanan dia sangat menikmati pemandangan hiruk-pikuk keramaian kota Seoul. Rasanya bukan hanya toko buku saja yang akan ia kunjungi, tapi juga beberapa tempat terbaik di kota tempat kelahirannya ini. Setelah mendapatkan buku yang dicari serta jalan-jalan seharian Kibum memutuskan untuk pulang -tentunya ke rumah Kyuhyun-.

Di perjalanan pulang saat melewati sebuah taman Kibum tidak sengaja melihat kerumunan beberapa siswa dari sekolah lain yang sibuk bersorak-sorai, menonton sebuah perkelahian. Bukannya berusaha menghentikan perkelahian, mereka justru sibuk bertaruh siapa pemenangnya. Awalnya Kibum tidak mau ambil pusing, toh dia bukan tipikal orang yang suka ikut campur urusan orang lain.

"Waah… berani sekali anak itu melawan Choi Seung Hyun. Dia benar-benar cari mati."

"Hei, kau tidak tahu siapa dia?" Yang ditanya hanya menggelengkan kepala. "Dia itu Cho Kyuhyun dari Paran High School, si traublemaker nomor 1."

"Aku memang tidak tahu dia itu siapa, tapi yang pasti dia akan mati berhadapan dengan Seung Hyun."

"Berani bertaruh denganku?"

"Siapa takut! Aku akan pilih Seung Hyun sunbae sebagai pemenang."

"Arra, aku tentu pilih Cho Kyuhyun."

Mendengar nama Kyuhyun disebut, Kibum menghentikan langkahnya. 'Apa bocah berisik itu yang berkelahi?' Penasaran Kibum pun mendekat untuk melihat perkelahian tersebut.

Disana Kibum dapat melihat namja berwajah sangar yang ia yakini bernama Choi Seung Hyun itu meninju perut dan dada Kyuhyun dengan lututnya berkali-kali. Suasana semakin panas dengan teriakan para murid yang menyoraki kedua petarung ini. Lebih tepatnya menyoraki kekuatan seorang Choi Seung Hyung.

Kyuhyun mengerang merasakan sakit di beberapa titik bagian tubuhnya. Napasnya pun sudah tak beraturan hingga ia merasakan sedikit sesak di bagian dada. Sudut matanya menatap Seung Hyun yang masih berdiri tegak dan angkuh tak jauh darinya. Sorak sorai penonton yang meneriaki nama lelaki ketua berandal dari Haneul High School itu menggema, membuat Kyuhyun merasa muak karena Seung Hyun pasti tengah berbangga diri.

Seung Hyun mendekat, menahan tubuh Kyuhyun yang hendak bangkit lalu menyeringai penuh kemenangan melihat wajah babak belur itu tampak meringis menahan sakit. "Aah, sungguh ironis melihat si traoublemaker nomor 1 dari Paran High School tidak berdaya." Seung Hyun bersuara dengan nada merendahkan. Merasa belum puas melihat Kyuhyun yang sudah babak belur sana-sini, Seung Hyun membungkuk menarik kerah seragam sekolah Kyuhyun, memaksa lelaki itu untuk berdiri.

"Tapi ini belum berakhir, pecundang!"

"Memang belum berakhir." Kyuhyun menyeringai.

Dan situasi segera berbalik kala Kyuhyun mencengkeram tangan Seung Hyun dengan kuat sebelum memutarnya tanpa ampun, hingga pemuda berwajah sangar itu mengerang kesakitan lalu terlempar beberapa langkah setelah didorong dengan kasar.

Hanya sepersekian detik bagi Seung Hyun untuk menyadari bahwa Kyuhyun sudah berdiri dihadapannya melayangkan kepalan tangan ke wajah lalu menendang telak di bagian ulu hatinya.

Suasana yang sebelumnya ramai akan sorakan kini berubah sunyi dan berganti dengan raut wajah tercengang melihat sebuah pemandangan baru. Kyuhyun, lelaki yang sudah babak belur itu seolah tidak pernah kehabisan tenaga. Dengan mudah dia memutar balikkan keadaan menjadi dirinya yang kini menyerang Seung Hyun tanpa ampun. Menyikut wajah Seung Hyun dengan bringasnya, serta menendang lelaki itu hingga terjerembab beberapa kali di tanah.

Kyuhyun melakukan hal yang hampir sama dilakukan Seung Hyun padanya. Hanya saja, ada yang membuat mereka semua bergidik ngeri melihat pemandangan itu. Wajah babak belur Cho Kyuhyun menampilkan raut wajah menyeramkan layaknya dewa kematian yang hendak menghabisi nyawa Seung Hyun. Mata yang menggelap dengan sorot penuh kekejaman serta segala serangan yang membabi buta, sukses membuat semua siswa Haneul High School yang menonton di sana tak mampu sekedar menelan saliva. Berdiri kaku layaknya melihat eksekusi mati tepat di depan mata.

BUGH! BUGH! BUGH!

Kibum tercengang melihat pemandangan itu. Dia belum pernah melihat Kyuhyun yang seperti saat ini. Menyerang Seung Hyun tanpa henti sampai-sampai yang diserang sudah benar-benar kehilangan tenaga, tak berdaya, dan penuh luka di sana-sini. Bahkan lebih parah dari Kyuhyun.

Apakah yang dilihatnya saat ini adalah Cho Kyuhyun?

Apakah sosok yang lebih pantas disebut monster itu adalah Cho Kyuhyun?

Apakah seperti ini wujud sebenarnya dari namja manis dan super manja dari keluarga Cho itu?

DUAGH!

Seung Hyun terkapar di atas permukaan tanah setelah mendapat tendangan telak di kepala. Wajah sangarnya terlihat mengenaskan dengan darah dan lebam yang sangat parah. Dia bahkan sudah tidak bergerak setelah tergeletak di sana. Membiarkan Kyuhyun yang berdiri tegak dengan mata tajam yang menyorot sadis dibalik iris coklatnya. Mengerikan.

"Aku mohon, hentikan…"

Seorang namja yang satu-satunya memakai seragam yang sama dengan Kyuhyun dan Kibum, berusaha melindungi Seung Hyun. Dirinya tampak begitu kacau dengan wajah pucat pasi serta bahu naik-turun akibat menangis terlalu lama. Mata yang sudah memerah itu memancarkan sinar ketakutan dan kekalutan yang jelas ditujukan pada Kyuhyun.

"Menyingkir darinya." Kyuhyun menarik paksa Ryeowook menjauh dari Seung Hyun, lalu melanjutkan serangannya dengan membabi-buta. Dia tidak takut jika Seung Hyung harus merenggang nyawa akibat serangannya. Laki-laki itu pantas mati.

Ini tidak bisa dibiarkan. Kibum harus menghentikan Kyuhyun sebelum Seung Hyun benar-benar mati. "Hentikan!"

Kyuhyun tidak menggubrisnya. "YAK HENTIKAN!" Kibum menahan tubuh Kyuhyun agar tidak memukul lagi.

"LEPASKAN! DIA HARUS MATI." Kyuhyun berusaha berontak dari cekalan Kibum.

"CHO KYUHYUN BERHENTI!"

"DIA HARUS MATI! DIA HARUS MATI!"

PLAK!

Kibum menampar pipir Kyuhyun agar namja itu sadar kalau perbuatannya sudah melewati batas.

Berhasil. Kyuhyun berhenti berontak dan berteriak. Namja itu kini hanya menunduk sambil memegangi pipinya. Sakit.

Bukan pipinya tapi hatinya yang berdenyut amat sakit. Masih menunduk, tanpa berkata Kyuhyun beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Mereka yang berdiri di belakangnya langsung bergerak mundur penuh ketakutan. Bahkan anak buah Seung Hyun yang tadi mengepung Kyuhyun segera menyingkir dari sana dan memilih untuk menolong sang bos yang sudah tak sadarkan diri.

"Hyung…" Ryeowook menangis melihat kondisi Seung Hyun yang mengenaskan. Sepertinya Cho Kyuhyun sudah membuat seseorang dalam keadaan sekarat.

"Sebaiknya kita bawa dia ke Rumah Sakit."

~xox~

"Minumlah." Ryeowook melihat namja yang membantunya membawa Seung Hyun ke Rumah Sakit menyodorkan minuman kaleng kepadanya. Dia tau siapa namja itu, Kim Kibum salah satu sunbaenya di Paran High School. "Gomawo sunbae."

"Kau mengenalku?" Tanya Kibum sambil mendudukan dirinya disamping Ryeowook.

"Tentu. Aku teman sekelas Kyuhyun."

Kibum mengangguk paham. "Bagaimana keadaannya?"

"Dokter bilang lukanya cukup parah, tapi dia akan baik-baik saja." Ryeowook menatap Seung Hyun sedih. Mereka saat ini sedang berada di UGD Seoul Hospital menunggu Seung Hyun dipindahkan ke kamar inap.

"Syukurlah. Bocah itu benar-benar keterlaluan."

"Ini bukan salah Kyuhyun. Justru dia ingin menyelamatkanku, sunbae." Kibum menatap Ryeowook antara kaget bercampur tak percaya. "Ne, Kyuhyun tidak bersalah sama sekali. Aku mengenalnya sejak di sekolah dasar. Walaupun kelihatannya nakal, jail, dan suka berkelahi, sebenarnya Kyuhyun itu seperti malaikat."

"Ck… tidak mungkin." Decih Kibum meremehkan.

"Sungguh! Aku tidak mengada-ngada, sunbae." Ryeowook berusaha meyakinkan Kibum. "Choi Seung Hyun adalah kakak tiri-ku. Aku sayang padanya, tapi dia tidak pernah menganggapku sebagai adik. Setiap hari kerjaannya selalu menyiksaku. Puncaknya hari ini…" Air mata mengalir lagi dari pipi tirus itu. "Hyung menyuruh teman-temannya untuk melecehkanku. Lalu Kyuhyun yang tidak sengaja lewat jalan itu melihatnya."

"Jadi dia menolongmu?" Ryeowook mengangguk.

"Sunbae jangan salah paham, Kyuhyun tidak seburuk kelihatannya. Dia anak yang baik."

"…."

"Kasihan Kyuhyun, banyak orang yang salah paham padanya. Bahkan waktu sekolah menengah pertama tidak ada yang mau berteman dengannya karna takut."

"Siapa namamu?"

"Ryeowook… Kim Ryeowook."

"Sudah sore sebaiknya aku pulang."

"Ne sunbae.

~xox~

"Aku pulang."

Sepi. Biasanya Heechul akan menyambut namja yang akan menjadi menantunya ini dengan heboh. Kemana wanita yang sifatnya super ajaib itu? Kibum hanya melihat sepasang sepatu kets -milik Kyuhyun- di depan pintu masuk. Rumah Kyuhyun memang tidak sebesar mansion milik keluarganya, namun Kibum merasa nyaman disini. Tidak ada maid yang mengurusnya seperti bayi, tidak ada bodyguard yang kadang dikirim Yunho untuk menjaganya. Dan yang terpenting tidak ada rengekan mengancam Jaejoong yang menurutnya sangat kekanakan.

Merasa haus Kibum berjalan menuju dapur. Di meja makan dia melihat selembar kertas dengan pulpen diatasnya. Penasaran Kibum membacanya, ternyata surat dari Heechul.


-Kyunie-

Nenekmu sakit di Busan, eomma harus kesana untuk beberapa hari. Kalau lapar pesan makanan saja diluar, eomma sudah siapkan uang didalam amplop. JANGAN SENTUH DAPUR, OKE!

-Kibumie-

Sayang, ahjuma akan pergi ke Busan selama beberapa hari. Tolong jaga Kyunie. Kalau dia nakal, jangan sungkan lapor pada ahjuma. Biar nanti ahjuma hukum anak nakal itu.

Kalian baik-baik di rumah. Jangan bertengkar. Kalau macam-macam aku akan langsung menikahkan kalian.

INGAT HARUS AKUR!

.

.

.

A/N

Akhirnya bisa update juga.

Maaf ya lama update, 2 minggu kemarin dikirim ke pedalam padang pariaman buat urusan kerja. Disana sinyalnya benar-benar buruk. Makanya baru bisa update.

Mudah-mudah reader masih berkenan sama ff ini.

Review kalian adalah semangat untuk melanjutkan MWH?N!

~selamat membaca~