Brukkk

Betapa terkejutnya Luhan saat tubuhnya tanpa sengaja terbentur sesuatu setelah berbalik arah dari pintu. Tangannya terangkat untuk mengelus ujung kepala yang terbentur dengan benda entah ap-Oh Sehun! Mata rusa itu melebar setelah melihat apa ralat siapa sosok yang tengah berdiri didepannya kini. Tangan yang bersidekap diatas dada dengan wajah dingin yang terlihat mempesona itu tengah menatapnya datar hingga membuatnya sulit bernafas.

"Apa yang dia katakan padamu?" Tanya Sehun dingin.

Eh,

Mata Luhan mengerjap lucu namun setelahnya ia menggeleng pelan.

"Aku tidak tau kalau kau pandai berbohong" sindir Sehun.

Dengan cepat Luhan merogoh kertas note di celananya kemudian menulis sesuatu dan menyerahkannya pada Sehun.

'Dia hanya berkata 'Jika membutuhkan bantuan kau bisa menghubungiku'

Tulis Luhan sama persis dengan perkataan Kai tadi.

"Cih" Sehun berdecih sembari meremas kertas note itu kemudian membuangnya ke sembarang arah.

"Baiklah. Ayo kita buktikan. Apakah kau bisa meminta bantuannya disaat aku yang membuatmu kesusahan, eoh? Kesusahan menahan-"

Eungghh

Luhan melenguh pelan saat Sehun dengan gerakan cepat menarik tubuhnya kemudian meremas bokongnya.

"-desahan laknatmu, hem" Lanjut Sehun dengan smirkynya.

.


DarkS2Light

Mempersembahkan

Iecherous Man

Chapter 2


Sorry for Typo...


.

.

'Benarkah rasa sakit hati dan kebencian itu akan terselesaikan dengan balas dendam? tak bisakah semua sakit hati dan kebencian itu dibalas dengan tulusnya kasih sayang?'

.

.

Brakk

Pintu kamamar berwarna cokelat itu terbuka lebar setelah sosok berkulit putih pucat itu menendangnya dengan keras. Sehun memasuki ruangan kamarnya dengan tergesa sembari menyeret sosok lelaki cantik dibelakangnya – Luhan.

Lelaki bermata rusa itu menghentak-hentakkan tangan Sehun yang mencengkeram erat tangannya, mencoba melepaskan genggaman Sehun yang cukup kuat itu. Namun semua usahanya sia-sia karena kekuatannya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan Sehun.

Brukk

Tubuh mungil itu terlempar dengan kasar diatas kasur kingsize milik Sehun. Bibir Sehun menyeringai setan setelah melihat raut wajah ketakutan dari lelaki cantik yang akan menjadi mangsanya kini.

"Kenapa wajahmu seperti itu, hemm? Bukankah setiap malam kau selalu menikmatinya, eoh?" Tanya Sehun.

Lelaki yang memiliki kulit kontras dengan sprei diranjangnya itu menyeringai semakin lebar kemudian menaiki ranjangnya dengan gaya sensual.

Luhan semakin beringsut mundur saat Sehun mulai merangkak kearahnya.

'Tidak!Tidak! Aku mohon jangan Sehun'

Kepala lelaki bermata rusa itu menggeleng ketakutan dan itu semakin menggugah semangat Sehun agar segera menyentuhnya. Melihat Luhan yang ketakutan merupakan kesenangan tersendiri bagi Sehun. Wajah yang merah dengan keringat yang bercucuran disekitar pelipisnya, membuat Luhan semakin seksi di mata Sehun. Apalagi bibirnya yang pucat dan kering itu uh, ingin sekali Sehun melumatnya agar bibir itu basah kembali.

Luhan semakin bergidik ngeri saat Sehun mulai mengeluarkan lidahnya untuk menjilati bibirnya sendiri. Sungguh Sehun yang mabuk adalah Sehun yang 10x lebih kejam dari pada Sehun yang biasa dan Luhan sangat membenci itu. Lima bulan tinggal bersama Sehun membuat Luhan hampir menghafal semua sifat dan perilaku lelaki albino itu.

'Hap'

Dengan sigap tangan pucat itu mencekal kedua pergelangan Luhan saat sang pemilik tengah terhanyut dengan pemikirannya.

"Kena kau" gumam Sehun dengan smirkynya " Let's go to start, Bitchy"

"Ugh...Lkuakggh"

'Lepaskan aku Sehun'

Ingin sekali Luhan mengeluarkan kalimat itu, namun mulutnya selalu kaku untuk digerakkan.

Sehun menarik kasar dasi yang dipakainya hingga terlepas. Tanpa memperdulikan Luhan yang tengah meronta-ronta Sehun mulai mengikat kedua tangan tirus itu di kepala ranjang.

"Bitchy" bisik Sehun ditelinga Luhan.

Binar rusa itu perlahan tertutup setelah mendengar kalimat menyakitkan yang keluar dari bibir pria berkulit pucat itu. Menahan perasaan sesak yang menganggu pernafasaannya Luhan mengepalkan kedua tangannya yang terikat.

"Sssshh"

Suara desisan laknat itu keluar dari bibir Luhan setelah sebuah benda kenyal nan basah milik Sehun menyesapi bagian lehernya.

"Ah, si bitchy mudah sekali terangsang" gumam Sehun meremehkan.

Andaikan, andaikan mulut itu dapat mengeluarkan kalimat dengan lancar ingin sekali Luhan berteriak meminta tolong seseorang agar mengeluarkannya dari tempat ini. Namun apa daya, semua hanyalah angan-angan semata. Kenyataannya sekarang ia hanya bisa terbaring pasrah dibawah lelaki kejam berkulit pucat ini.

Dengan tubuh yang menindih Luhan, tangan kiri Sehunpun juga semakin nakal meremas-remas pantat Luhan. Sedangkan tangan kanannya tengah ia gunakan untuk melepaskan satu persatu kancing kemeja yang Luhan kenakan kemudian membuangnya kesembarang arah.

Sehun tersenyum puas melihat bercak-bercak keunguan yang tercetak jelas di sekitar perut dan dada Luhan.

Oh, sepertinya hasil karyanya beberapa hari yang lalu belum hilang.

Jemari Sehun bergerak-gerak zigzag diatas perut dan dada Luhan hingga membuat sang empunya menggelinjang kegelian. Memijat dan memelintir kedua niple kecil Luhan hingga membuat sang empunya mendesah tertahan.

"Haha, aku suka melihatmu seperti cacing kepanasan" gumam Sehun sembari mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan wajah Luhan.

Tangan pucat Sehun menarik dagu Luhan agar menatap langsung kearahnya. Binar rusa itu menatap sayu kearah Sehun. Dengan smirky yang masih terpampang diwajah tampannya, lelaki berkulit pucat itu meraup dengan kasar bibir Luhan. Luhan yang pasif, hanya bisa menerima perlakuan Sehun dengan pasrah. Toh, melawanpun sepertinya juga tidak akan ada gunanya.

"Argh.."

Luhan mengerang tertahan setelah dengan kasar Sehun menggigit bibirnya. Lidah Sehun mendesak masuk dengan leluasa mengabsen seluruh bagian mulut Luhan tanpa permisi, mencececap dan menggodanya. Sehun tersenyum jahat ditengah pagutannya setelah menemukan lidah Luhan yang terasa hangat dimulutnya,

"Ugh"

Kaki Luhan bergerak gelisah dibawah kukungan kaki Sehun saat tanpa perasaan Sehun menggigit lidahnya.

Bau anyir yang menyatu dengan liur Luhan itu Sehun sesap kemudian ditelannya. Tangan kanannya terulur mengambil sebuah benda diatas meja kemudian meletakkan benda tersebut di tengah-tengah telapak tangan Luhan yang terikat.

Plop

Pagutan kedua insan itupun dilepaskan oleh sang pelaku yang tengah menyeringai setan kearah sang korban yang kini tersengal mengatur nafasnya.

"Sudah cukup pemanasannya. Aku ingin langsung ke intinya saja"

Sehun beranjak kesamping tubuh Luhan kemudian melepaskan celana jeans yang dipakai Luhan beserta celananya sendiri.

"Ah, bagaimana ini-" Sehun menyentuh gundukan yang tersembunyi dibalik celana dalam Luhan "-sepertinya sudah menggembung" kata Sehun berakting kecewa "Huh, padahal kan aku belum menyentuhnya" desahnya.

Cairan bening menetes dari pelupuk mata Luhan disertai dengan cairan kental berwana merah pekat yang mengalir dilengan tangannya. Ah, sepertinya benda yang dipasang Sehun ditengah telapak tangan Luhan kini mulai beraksi.

Yeah, benda itu adalah silet pencukur bulu yang ukurannya kecil namun sangat tajam. Kulit manusia bahkan akan dengan mudah terkoyak apabila tanpa sengaja menyentuhnya. Dan sekarang ini, Luhan tengah menggenggamnya dengan kuat. Oh, bagaimana rasanya? Pasti sangat sakit, perih itu pasti.

Dan apakah tujuan Sehun memasang benda tajam itu ditelapak tangan Luhan?

Jawabannya-

"Wajahmu semakin menggoda saat kesakitan seperti ini"

Sehun mengelap keringat dingin yang mengalir dipelipis Luhan.

"emm, darahmu manis seperti selai strowberry"

Kata Sehun setelah menjilat darah Luhan yang tanpa sengaja mengenai jarinya.

"Kenapa kau sangat menggoda, eum?"

"Ugghh"

Luhan melenguh ditengah rasa sakitnya saat tubuh Sehun kembali menindihnya dan tanpa sengaja bersentuhan dengan alat vitalnya yang tengah ehm, mengembung didalam celana.

Slurt

Pantat Sehun bergeser kebawah, melucur hingga kini berada tepat diatas paha Luhan.

"Kau tau-"

Dengan perlahan Sehun mulai melepaskan celana dalam Luhan hingga tersisa benda mungil menggiurkan disana.

"-aku sangat membencimu, tapi-"

Slurp

Sehun menjilat junior mungil Luhan yang sudah mengembung dengan lidah hangatnya.

"-aku memilihmu untuk menampung benihku, alasannya-"

Sehun bergeser dari tubuh Luhan kemudian menekuk kedua kaki Luhan. Setelahnya Sehun kemudian berpindah dibawah kaki Luhan lalu membuka lebar paha lelaki bermata rusa itu.

"Argh!"

Luhan menjerit kesakitan saat sehun membuka pahanya dengan paksa. Cairan bening itu mengalir dengan deras tanpa bisa ia bendung. Rasa sakit ditubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit yang mengoyak batinnya kini. Lelaki bermata rusa itu hanya bisa menangis dalam diam

'Sakit Sehun'

"-alasannya-"

Jemari Sehun menyentuh dan mulai memainkan kembali junior Luhan yang masih menegang dengan usapan lembut dan menggoda membuat Luhan mau tak mau ikut terhanyut dalam belaian itu hingga melupakan sedikit tentang rasa sakitnya.

"Uggh..Ah..shh"

Crottt

Luhan melenguh panjang setelah Sehun berhasil membantu mengeluarkan cairan hangat dari juniornya itu dengan sedikit memijatnya.

"Ah, kau cepat sekali klimaks, Bitch" desah Sehun.

"Baiklah sekarang gilaranmu untuk memuaskanku" gumam Sehun dengan seringaiannya.

Tanpa melepas ikatan tangan Luhan Sehun membalik tubuh lelaki bermata rusa itu dengan kasar.

"Arrrgghhh" jerit Luhan kesakitan.

Kedua tangannya yang terikat terpelintir saat Sehun tanpa perasaan membalikkan tubuhnya yang terluka. Kedua telapak tangan Luhan bahkan kini juga mulai mati rasa.

"Cepat menungging!" bentak Sehun.

Dengan sangat perlahan Luhan menekuk kedua kakinya agar menumpu berat tubuhnya.

Seringai Sehun melebar setelah melihat lubang merah yang mampu membuat liurnya menetes itu terpampang didepan matanya. Dengan gerakan cepat Sehun mengatur posisinya, ia arahkan junior besarnya tepat didepan lubang Luhan. Namun ia urungkan sebentar-

"Ah, sepertinya aku harus memeriksa keadaannya dulu"

Sehun mencondongkan tubuhnya untuk melihat kondisi lubang Luhan, lalu memasukkan kedua jarinya secara bersamaan kedalam lubang Luhan.

Tubuh Luhan menegang, bibirnya meringis merasakan rasa sakit yang sangat menyiksa. Meskipun hampir setiap minggu Sehun selalu memperkosanya, namun hari ini adalah hari terparah dimana Sehun dengan kejam menyetubuhinya.

"Ah, masih sempit" gumam Sehun sembari terus membobol lubang Luhan menggunakan kedua jarinya dengan gerakan menggunting.

'Kenapa?'

'Kenapa Sehun selalu menyiksaku, Ya Tuhan?'

'Apa salahku?'

'Kenapa dia tidak memperlakukanku seperti pasangan-pasangan lainya?'

'Bukankah dia bilang sendiri bahwa kita sudah-Argghhhhhh!'

Luhan menjerit dalam hati saat penis besar Sehun menerobos masuk secara paksa ke dalam lubangnya. Sedangkan Sehun kini tengah tersenyum puas saat benda pusakanya behasil memasuki lubang Luhan dengan sempurna.

"Ah. Lubangmu ketat" bisik Sehun.

Kini tubuh bak porselen itu tengah bertumpu diatas punggung pemuda yang lebih kecil. Sedangkan kedua tangannya masih bergerilya di tengah selangkangan Luhan hingga membuat sang empunya mendesah merasakan kenikmatan ditengah rasa sakit yang menderanya.

Sehun mulai menggerakkan sedikit demi sedikit kejantanannya sesuai dengan kocokannya terhadap penis Luhan.

"Eung...ah"

Kenikmatan semu dirasakan oleh keduanya saat ritme kocokan beserta genjotan itu semakin cepat dan cepat.

"Shhh.." Desis Luhan tatkala Sehun menggigit kecil cuping telinganya.

"Kau sangat nikmat-" bisik Sehun Sehun disela-sela kegiatannya "-pria penggoda." kalimat akhir yang Sehun lontarkan tersebut berhasil membuat mata sayu Luhan membelalak seketika.

'Kenapa kau berbicara seperti itu, Sehun?'

'Bukankah kita sudah-Ughh'

Luhan sudah mengeluarkan orgasme keduanya saat terlalu larut memikirkan perkataan Sehun barusan, kini cairan berwarna putih kental tersebut membasahi tangan Sehun hingga tercecer di sprei.

Jleb

Penis Sehun yang sudah mulai mengembung itu ia sodokkan semakin kedalam , membuat lelaki bermata rusa itu memekik saat Sehun sudah mencapai bagian terdalam tubuhnya.

Tidak butuh waktu lama untuk Sehun mencapai klimaksnya, kini sperma yang dihasilkan Sehun telah tertanam penuh didalam lubang Luhan. Tidak ada setetespun yang keluar dari sana karena Sehun sudah terlebih dulu mengeluarkan penisnya dan menutup akses keluar cairan itu dari lubang Luhan menggunakan tangannya.

Tubuh Luhan yang sudah habis tenaganya kini sudah melemah dan hampir saja ambruk apabila Sehun tidak menopangnya. Sehun masih mempertahankan posisi Luhan seperti itu agar spermanya tidak keluar.

Setelah merasa spermanya masuk sepenuhnya dan dipastikan tidak bisa keluar lagi, Sehun melepaskan tubuh Luhan begitu saja. Tubuh lemas itu ambruk seketika dengan posisi tengkurap dan tangan yang masih menggantung.

Lelaki bermata rusa itu pingsan.

Sehun bangkit dari atas ranjangnya kemudian mengambil pakaiannya yang tercecer dilantai lalu memakainya. Pandangan Sehun tanpa sengaja terarah pada Luhan yang masih tengkurap diranjangnya saat ia tengah mengancingkan kemejanya. Sehunpun perlahan mendekat kemudian melepaskan ikatan tangan Luhan yang penuh darah itu lalu membalik tubuh polos Luhan yang penuh luka, membenarkan posisi tidurnya dan menyelimutinya.

Hatinya kecilnya sedikit terenyuh setelah melihat bagaimana mengenaskannya kondisi tubuh lelaki cantik itu sekarang, namun segera mungkin ia menggelengkan kepalanya menolak perasaan di hati kecilnya setelah ia mengingat apa tujuannya.

'Apa yang kau pikirkan, Sehun?! Kau harus menghancurkannya! Ingat itu'

Tidak ingin terlalu lama terhanyut dalam pesona malaikat tidur yang membuatnya hampir melupakan tujuannya, Sehun segera meninggalkan ruangan kamar itu dengan langkah tergesa.

.

.


Iecherous Man

By DarkS2Light


.

.

"KIM JONGIN! DARI MANA SAJA KAU?!"

Teriakan menggema didalam ruangan serba putih itu menyambut kedatangan pria berkulit tan yang baru saja membuka pintu ruangan.

"Pelankan suaramu, Baekki. Kita sedang berada dirumah sakit sekarang"

Seorang lelaki tampan dengan postur tinggi dan telinga lebar bak Yoda itu berjalan mendekati sosok lelaki kecil –yang baru saja berteriak, kemudian membawanya duduk kembali ketempatnya.

"Tapi Chan, lelaki idiot itu telah meninggalkan Kyungsoo-ku sendirian tadi. Kekasih macam apa kau ini, eoh?"

Lelaki kecil bernama lengkap Byun Baekhyun itu menatap nyalang kearah Jongin yang hanya menampilkan wajah datarnya. Namun jika kalian melihat dengan jeli raut wajah itu menyimpan rasa lelah yang mungkin hanya ia sendiri yang bisa menggambarkannya.

"Maaf, Hyung. Ada pekerjaan penting yang harus kuselesaikan tadi"

Lelaki berkulit tan itu berkata tanpa menatap wajah Baekhyun, hanya sosok yang terbaring dikasur dengan berbagai alat penopang hidup ditubuhnya itulah yang menjadi perhatiannya sedari tadi.

"Cih,penting" Baekhyun berdecih "Bilang saja kalau kau bermain-main dengan para jalang di Bar-" sindirnya.

"Hentikan Baekhyun!"

Baekhyun seketika terdiam setelah mendengar suara sosok yang sangat disayanginya itu tengah membentaknya.

"Kau membentakku, Park Chanyeol?" Baekhyun menatap sosok itu tak percaya "Kau membentakku, hanya demi membela sepupumu yang telah membuat sahabatku satu-satunya koma selama berbulan-bulan?!" Nada suara Baekhyun meninggi" Kau membentakku, hanya untuk membela lelaki IDIOT YANG TAK PUNYA PERASAAN ITU?!" Teriak Baekhyun sembari menunjuk muka Lelaki tan yang tengah mematung itu menggunakan telunjukknya.

"Baek-" Chanyeol bergumam lirih.

"Aku membencimu Yeoll" Kata Baekhyun lirih sesaat sebelum berlari meninggalkan ruangan.

"Baek-Baekhyun tunggu!" Teriak Chanyeol kemudian berlari menyusul kekasihnya meninggalkan Jongin yang kini jatuh terduduk dengan wajah penuh penyesalannya.

"Mianhae, Kyungie" Lirihnya.

.

.

.

"Baekhyun berhenti!" Teriak Chanyeol.

Lelaki tampan itu masih berlari mengejar Baekhyun yang terlihat cukup jauh dari pandangannya.

"Yak! Byun Baekhyun! BERHENTI ATAU AKU JUGA AKAN MEMBENCIMU!"

Deg

Dan pekikan terakir dari Chanyeol tersebut berhasil menghentikan langkah kaki si pria mungil.

Dengan kepala yang menunduk, perlahan tubuh lelaki mungil itu mulai bergetar.

Melihat kekasih tercintanya yang pasti tengah – menangis, Chanyeol segera berlari mendekatinya.

Grepp

"Mianhae"

Chanyeol menarik tubuh kecil itu kedalam pelukannya kemudian menggumamkan kata maafnya.

"Hiks.. Hiks" Perlahan sebuah isakan kecil keluar dari bibir si mungil "Kenapa kau berkata seperti itu, hiks?" tanyanya dengan suara purau.

Raut bersalah terlihat jelas diwajah Chanyeol "Mianhae. Maafkan aku, aku berjanji tidak akan berkata seperti itu lagi" gumam Chanyeol kemudian mengecup surai sang kekasih.

"Kau membuatku takut. Aku tidak mau kau membenciku kemudian meninggalkanku, sudah sukup sahabatku yang meninggalkanku. Aku tak mau kau pe-sssttt" Chanyeol meletakkan jari telunjuknya dibelahan bibir Baekhyun. Ia mengangkat sedikit dagu kekasihnya agar bertatapan langsung dengan matanya.

"Dengar. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun itu. Bukankah aku juga sudah berjanji kepada kedua orangtuamu bahwa aku akan selalu menjagamu, eum? Jadi jangan pernah ragukan aku, arra?" Baekhyun mengangguk setelah melihat sorot ketulusan terpancar dari mata Chanyeol.

Cup

"Saranghae" bisik Chanyeol setelah mencuri ciuman kilat dibibir kekasihnya

Senyuman indah terukir di wajah tampan Chanyeol saat merengkuh tubuh mungil Baekyun kedalam pelukannya "Sekali lagi maaf, karena aku membuatmu takut tadi. Aku hanya terlalu mengkhawatirkan keadaan Jongin" gumam Chanyeol penuh sesal. Bakhyunpun mengangguk mengerti didalam pelukan kekasihnya. Mungkin ia juga harus mulai memahami bagaimana perasaan kekasih sahabatnya itu dan tidak selalu memojokkannya.


Iecherous Man

By DarkS2Light


Di belahan jalanan kota yang sepi, terlihat sosok lelaki berkulit pucat tengah melajukan mobilnya dengan kekuatan melebihi rata-rata. Sesekali kepalanya menoleh kekanan dan kekiri untuk memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang mengikutinya.

Wajah tampannya yang kini dihiasi keringat dingin dipelipisnya itu semakin memucat tatkala melihat sosok yang sangat dihindari kehadirannya itu telah berada tepat didepan mobilnya.

Namun sedetik kemudian semua ketakutannya menghilang tatkala sebuah ide cemerlang datang di kepalanya.

Brmrmm brrrmmm bbrrrmmm

Lelaki pucat itu menambah kecepatan gasnya kemudian melaju dengan cepat menabrak sosok itu

"Mati kau" girangnya

"Ap-AAAAAA"

BRUAAKKK

Namun semua tidak sesuai keinginannya. Lelaki tampan itulah yang kini menerima nasib malangnya. Mobil yang di kendarai hingga kecepatan upnormal itu menabrak perbatasan jalan. Asap mulai mengepul, dari bilik kemudi nampak sosok lelaki yang kini tengah bersusah payah keluar dari mobilnya.

Bruk

Uhuk uhuk

Akhirnya dengan segala sisa kekuatan yang dimilikinya lelaki itu berhasil keluar dari dalam mobil dengan kondisi yang penuh luka. Perlahan lelaki itu mulai berdiri berniat meninggalkan tempat itu sebelum mobilnya meledak.

Nafas lelaki itu mulai tersengal. Dirasa sudah cukup jauh dari tempat kejadian ia pun memutuskan untuk beristirahat, namun alangkah terkejutnya lelaki itu saat menoleh melihat sosok yang hendak ia tabrak tadi sudah berada tepat dibelakangnya.

"Ss-siapa kau?" tanyanya gugup.

Sosok lelaki kecil bermata bulat itu menyeringai menakutkan.

"Malaikat mautmu. Oh Sehun"

Jleb

Arrggggg-

-CUT-


...tubikontinyu...


Holla readersnim, sesuai janji update kilat pan _#lemparbom #pissV

Hoho, gimana2 masih berminat kan sm ff kurang bumbu ini, eh. konfliknya terlalu rumit gak menurut kalian? enggak kan ya, :v.

Eh, btw tu adegan enceh keterlaluan gak ya? #plak. Maap jika gak terlalu hot, hoho coz, saya bukan ahlinya sih wkwkwk...

Yaudin deh cukup sekian dari sayang, jangan lupa keluarin uneg-uneg kalian di kolom review yo~


BIG TANKS FOR:

deer deer Lulu l exofujo12 l lulu-shi l exindra l Edlyn Zhang l PhantomCybercrime (yang jelas gk sekarang, wkwkwk mungkin chap depan-depan) l LisnaOhLu120 l NoonaLu l ghioghixx ( iya bisu, tapi gak permanen. Dia kagak bisa bicara karena trauma) I .58 (Jitak aja, Luhan rela kok :v. Tuh udah ada sedikit kodenya kan klw kmungkinan besar karena...) l Seravin509 l misharutherford l Nurfadillah l Viyomi ( Sampai cinta datang menghampiri mereka, wkwkwk. Dichap 1 kn si Jong udah bilang klw dia itu memang brengsek, tapi tdk se brengsek si Hun. Dia udah mulai tobat tau kan kenapa, ;) l zoldyk l tetsuya kurosaki l Novey (hukum karma itu selalu berlaku sayang :D, mau hepi atau sad? hayo) l tiehanhun9094 l RZHH 261220 II l Exo-klm l ChikasikiHunhan947 l khalidasalsa l ThehunLuhanieYehet l Vita Williona Venus (wkwkwk. iya bisu karena trauma. Kai gk suka (dlm artian cinta) sih, dia cuma merasa prihatin aja sm Luhan, di chap 1 kan dia juga bilang kalau gak mau Sehunnya nanti menyesal. Menyesal seperti dia mungkin :D) l babybluenialljh l Chie Atsuko (Asal usul Luhan dan kenapa hunhan bisa ketemu nanti juga bakal kebongkar kok, seiring berjalannya waktu :D. Kai cuma prihatin sama Luhan) l ryeowookadhelia l leedongsun3 l (gue suka gaya lo, wkwkwk :v ) l laabaikands l Jung Eunhae l (belum lah say -_- chap depan-depan yo~. Bukan saingan Luhan sih, saingan Sehoon mungkin nanti #plak. Emang enggak kok, tenang aja :D) l LUDLUD l park soohee l viiyoung l Gyn125 (sama dong selera kita :D ) l .71271 l Odult Maniac l Ann l masih hunhan l XxTTxX l cho ri ri ( bejat klw Iecherous Man artinya lelaki bejat say :D) l Hunhan94 (hihi, maaf klw kurang ehm unsur kekerasannya ya ini juga baru belajar #plak. Ada sih, cmn bukan karena ditinggal pacar tenang aja nanti juga bakal terungkap kok, makanya baca+review terus ne :D ) l haniedeer (hadiah lebaran O.o wkwkwk. ada2 aja) l hunbunnyhun l gloxinia (chap depan-depan, gk lama lagi kok. Iya nanti dia pasti juga bakalan sadar, tapi..) l Guest (bukan seperti itu, ntar deh aku ceritain masa lalunya, pokoknya ditunggu saja :D) l Rarararara l ohdeer1220 (ship itu ma, nanti klw udah cinta pasti juga klepek -klepek) l firaamalia25 l Albino's Deer (kenapa gk bisa banyak :( padahal aku suka yang banyak-banyak loh #plak. Karena kamu reader yang baik, oke aku maafin :D) l shinshin99SM l inzy i Guest l Guest l ChagiLu (wkwkwkw, tau aja sih kamu) l AnggiChannieYL l karina (itu pasti _) l Lax (masa sih, hihi makasih. Ok, ini udah cukup panjang kan :3) l ohhoon wife l Seira Choi l aku siapa (Lah kamu siapa? kok balik nanya #plak :v. Ship) l Mirnanda l okta HunHan l hunhanierinda (Ship, ini juga sambil belajar jadi psyco#tabok) l Bottom-Lu l caca l Elisye Sihombing (namanya keren, kaya artis2 :v) l BabyLuSsan l momo chan l XikaNish (Semoga aja ya :D)


REVIEW?