SEME ATAU UKE?

WARNING!

IF YOU DON'T LIKE BOYS LOVE/SHONEN AI/YAOI, PLEASE JUST IGNORE IT.

JINMARKJIN, JAESON, YOUNGJAE, BAMBAM, YUGYEOM

ROMANCE/FRIENDSHIP, TWOSHOOT, T, AU, OOC

ALL CAST BELONGS TO GOD AND THEMSELF

Chapter 2

Rembulan menampakkan pesonanya, menjerat siapa pun yang menyaksikan. Binatang-binatang malam saling bersahutan dalam nyanyian mereka. Hembusan angin pun menjadi pelengkap dalam mengiringi senyapnya malam.

Tok tok tok..

Terdengar suara ketukan pintu dari koridor dua lantai tiga asrama putra. Ketukannya perlahan menciptakan melodi tersendiri bagi malam yang sepi.

Krieeeeeeeeet..

Terdengar pula suara gesekan pintu karat yang terbuka. Menampakkan sisi pintu yang berlawan, gelap gulita.

Drap.. Drap.. Drap..

Kini terdengar suara derap langkah kaki mengarah pada ruangan gelap tersebut. Kosong, hanya kegelapanlah yang menyambutnya. Hingga perlahan nampak sebuah siluet yang begitu samar.

"Yugyeom-ah?"

Tiada sahutan. Derap langkahnya semakin melamban, netranya bergerilya pada kekosongan gelap malam. Sang waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam, menciptakan malam yang semakin mencekam. Hingga..

"BOO!"

"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA..! HUWAAAAAAA...!" Youngjae menjerit ketakutan karena sosok yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Hingga menyebabkan gelak tawa dari sang pelaku.

"HWAHAHAHAHAHA~ HAHAHAHA..!" Mereka Yugyeom, Bambam dan Jackson tertawa tiada henti karena berhasil menakuti temannya. Hingga tawa mereka terhenti sebab Youngjae yang melempari mereka dengan barang-barang yang ada di dekatnya.

"Kurang ajar! Apa-apaan kalian ini? Berengsek!"

Buaghg bughh bughh..

"Yak.. Hyung hentikan! Baik-baik, mianhae, mianhae hyung. Hajimaaa.." Pinta Bambam yang mulai kualahan.

"Sudahlah Youngjae-ah, kau bisa membangunkan yang lainnya." Pinta Jackson yang langsung dituruti oleh Youngjae. Ia tidak bisa membantah senior, bukan?

"Jadi bagaimana?" Tanya Youngjae langsung pada intinya. Sepertinya ia masih kesal dengan kejadian tadi.

"Tunggu dulu. Bambam dan Jackson hyung belum memberikan jawabannya." Ujar Yugyeom menginterupsi.

"Kalau aku tahu, untuk apa aku bertanya." Jawab Jackson.

"Kitakan sedang taruhan hyung, setidaknya kau bisa memprediksikannya." Sambung Youngjae yang tidak habis pikir dengan kepolosan atau mungkin kebodohan hyungnya satu ini.

"Kalau aku sepakat dengan Youngjae hyung. Sifat Mark hyung cool sekali dan aku beberapa kali melihat Mark hyung mencium pipi Junior hyung. Jadi aku pikir Mark hyunglah semenya dan Junior hyung adalah uke." Terang Bambam menyanggah pembicaraan sebelumnya.

"Jackson hyung?" Yugyeom memastikan.

"Hm.. Aku bingung, apa memang bisa dipastikan dengan seperti itu?" tanya Jackson dengan polosnya. Menciptakan desahan lelah dari yang lainnya.

"Sudah tak usah dipikirkan hyung. Tentukan saja jawabanmu. Ahh begini, menurutmu Mark hyung dan Junior hyung orang yang seperti apa?" Tanya Yugyeom mencoba memberikan jalan.

"Mark hyung orang yang imut, dan sedikit hyperaktif ketika ia menemukan hal yang menyenangkan. Kalau Junior tipe pria romantis dan perfeksionis." Jawab Jackson.

"Kau ikut denganku hyung." Yugyeom memutuskan.

"Begitukah? Bagaimana bisa?" Tanya Jackson kembali. Yang lagi-lagi menciptakan desahan lelah dari yang lainnya.

"Ayolah hyung. Jika kau terus bertanya, kita tidak akan tahu jawabannya sekarang. Sekarang tentukan. Kau setuju denganku atau tidak, kalau Junior hyung adalah seme dan Mark hyung adalah uke?" Tanya Yugyeom dengan tegas. Ia benar-benar lelah menghadapi kelakuan hyungnya yang satu ini. Ia terkadang heran, mengapa Jaebum hyung yang dikenal dengan pria yang tenang dan dingin bisa bertahan lama dengan hyungnya yang bawel dan hyperaktif ini.

"Baiklah, aku ikut denganmu Yugyeom-ah." Jawab Jackson memutuskan.

"Yosh.. Baiklah, sekarang lanjutkan misi kita. Hihihi.." Ujar Bambam penuh semangat.

"Jadi bagaimana kita kesana?" Tanya Yougjae.

"Mengapa kita berkumpul disini adalah karena jika kita berangkat dari kamarmu youngjae hyung akan sangat berbahaya, karena kita harus melewati kamar Jackson dan Jaebum hyung. Itu akan beresiko besar." Yugyeom menjelaskan yang didengarkan yang lainnya. Seperti ini adalah sebuah misi besar.

"Kita lakukan misi kita seperti misi yang pernah kita lakukan sebelumnya. Kita akan menyelinap melalui jendela. Mengerti? Dan kau Jackson hyung, kau ikuti saja kami, tidak perlu banyak bertanya." Himbau Yugyeom kepada Jackson sebelum berbagai pertanyaan keluar dari mulut hyungnya itu. Jackson pun hanya bisa mengangguk mendengarnya.

"Ayo kita berangkat. Kita akan mengetahui jawabannya jika malam ini mereka sedang melakukan 'e-e'" Ujar Bambam dengan memberikan isyarat dengan kedua tangannya. Mereka pun berangkat, keluar melalui jendela kamar Bambam dan Yugyeom dengan dipimpin oleh Bambam.

Di malam yang begitu sunyi mereka memulai misi mereka. Berjalan mengendap melewati beberapa kamar mereka lakukan. Berjalan sehening mungkin dan setenang mungkin agar tidak ada yang mencurigai. Terus berjalan hingga mendekati sebuah kamar dengan teralis jendela berwarna merah.

Krek~

Terdengar suara patahan ranting yang terinjak, membuat mereka sontak berhenti.

"Yugyeom-aahh.." Semua menoleh kepada sang pelaku.

"Hehehe, mianhae." Ucap Yugyeom merasa bersalah atas ketidaksengajaannya. Mereka pun akhirnya melanjutkan tujuan mereka.

Mereka pun akhirnya sampai pada tujuan mereka. Sebuah kamar dengan teralis berwana merah menghiasi jendelanya. Salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah kamera kecil yang telah mereka siapkan sebelumnya. Hingga terdengar sesuatu dari balik jendela itu.

'Eungh~'

Suara tersebut sontak membuat mereka semua menempelkan telinga mereka ke permukaan jendela. Mencoba mempertajam pendengaran mereka.

"Eungh, Chagiya."

"Itu suara Junior hyung." Ujar Bambam berbisik. Mereka pun semakin menempel dengan jendela agar dapat mendengar lebih jelas.

"Aah.. aah.. Jinyoung-ah."

"Eunghh.. Mark Hyung."

Suara desahan semakin terdengar jelas. Membuat sedikit ketegangan bagi mereka yang mendengarkan.

"Jika seperti ini kita tetep tidak akan tahu, coba cek apakah jendelanya terkunci atau tidak?" Perintah Youngjae, ia sepertinya begitu penasaran.

Dengan perlahan Bambam membuka jendela yang ternyata tidak terkunci. Membukanya sedikit untuk melihat keadaan di dalam.

"Mana kamerenya? Cepat." Pintanya berbisik.

Setelah mendapatkannya, Bambam memasukkan kamera pada celah yang terbuka.

"Eungh.. Eungh.."

Suara desahan kini terdengar semakin jelas. Menggambarkan sebuah kenikmatan atas apa yang mereka lakukan. Sebuah suara yang dapat membangkitkan gairah, termasuk mereka yang mendengarkan. Suara yang membuat mereka yang mendengarkan semakin penasaran ingin melihat apa yang dilakukan di dalam.

Plak~ plak~ plak~ plak~

Pukulan cukup keras mendarat di kepala Bambam, Yugyeom, Youngjae dan Jackson. Yang tentunya mendapat protes dari mereka.

"Appo~ siapa yang berani memukuul.. kepala.. ku..?" Tanya Youngjae yang terbata pada ujung kalimatnya. Tubuhnya membatu seketika. Nampak seorang pria yang sangat tampan namun terpantri ekspresi yang begitu menakutkan diwajahnya. Mereka semua pun tak dapat berkutik setelah melihat sang pelaku pemukulan.

"Kalian bisa menjelaskan semua kejadian ini?" Tanya sang algojo begitu mengintimidasi. Mereka pun tak dapat menjawab, semua tertunduk takut.

"Matilah kita semua." Batin mereka serempak.

"Cepat kembali ke kamar kalian sebelum aku berubah pikiran!" Perintahnya dengan tegas, membuat semuanya lari terbirit. Mereka harus segera melarikan diri sebelum sosok itu merubah pikirannya. Akan memjadi sebuah bencana bagi mereka jika sang algojo menjatuhkan hukumannya. Namun sang dewi fortuna tidak mendukung salah satu di antara mereka.

Grepp..

Seseorang menahan lengan Jackson. Membuatnya bergidik ngeri. Tak ingin menoleh, ia hanya berdiam diri tak berkutik dari tempatnya.

"Kau berani membantahku, Wang Jackson?" Ia menyeringai dalam tanyanya.

"Mati aku!" Batin Jackson menjerit. Ia meruntuki kesialannya.

"Akan ku buat kau tidak dapat berjalan besok, Jackson-ah." Putus Jaebum sang algojo yang tak lain adalah kekasih Jackson. Ia sangat senang dengan pemberian hukuman ini. Memberikan sedikit hukuman untuk kekasih nakalanya, bukankah menyenangkan. Ia menyeringai dengan khasnya.

"Kembalilah ke kamarmu." Perintahnya sambil melepaskan genggamannya. Jackson pun langsung pergi melarikan diri.

"YOUNGJAE-AAHH... BIARKAN AKU TIDUR DIKAMARMU.." Teriak Jackson mencoba mencari pertolongan. Jaebum pun hanya tertawa melihat kelakuan kekasihnya.

"Kau tidak akan bisa lari dariku Wang Jackson."

"Dan kalian, berhentilah mengerjai mereka. Kau juga Mark hyung, aku terkejut kau bersedia melakukan hal bodoh itu untuk mengerjai mereka." Ujar Jaebum pada dua pria yang ada di dalam. Yang tertuduh pun hanya mengangkat bahunya acuh.

"Kau sendiri. Bukankah kau yang membukakan jendela untuk mereka saat kau bercinta dengan Jackson hyung." Ujar Junior tepat sasaran.

Jaebum hanya terkekeh mendengarnya. Yah memang ia yang mebiarkan jendela kamarnya sedikit terbuka saat ia sedang bercinta dengan kekasihnya. Semua itu dia lakukan agar mereka berhenti membuntutinya hanya untuk mengetahui siapa yang seme dan uke di antara ia dan Jackson, sama seperti halnya mereka lakukan tadi.

"Yah terserah kalian saja. Aku akan kembali kamarku. Aku ingin memberikah sedikit hukuman untuk anjing kecilku." Menyeringai, Jaebum pun kembali kemarnya meninggalkan mereka berdua.

"Bagaimana kau tahu, mereka akan datang malam ini?" Tanya Mark penasaran.

"Kau ingat tadi siang saat mereka sedang berkumpul?" Jawab Junior dengan pertanyaan lain., yang dijawab dengan anggukan kecil dari Mark.

"Aku mendengarnya. Mendengar apa yang mereka semua bicarakan." Lanjut Junior.

"Itu sebabnya kau membuat rencana konyol ini?" Tanya Mark yang tak habis pikir dengan ide kekasihnya untuk berpura-pura bercinta dengannya. Konyol.

"Tapi kau setuju juga kan, hyung?" Ia sebenarnya agak terkejut dengan Mark yang setuju untuk bergabung.

Mark sendiri bingung mengapa ia setuju. Tak ingin membahasnya, ia memilih untuk tidur. Malam sudah begitu larut, membuatnya terkantuk. Namun rencananya terhenti ketika tiba-tiba Junior sudah berada di atasnya.

"Mau apa kau, Jinyoung-ah?" Tanya Mark yang mulai merasakan firasat yang tidak enak.

"Kau mau langsung tidur setelah apa yang kau lakukan kepadaku?"

"Memangnya apa yang telah aku lakukan?" Tanya Mark, bingung akan pertanyaan Junior.

"Kau ingin tidur, disaat milikku terbangun karena desahanmu tadi? Takkan ku biarkan." Ujar Junior. Ia sudah tidak tahan, sesuatu di bawahnya sudah tidak dapat menahannya lagi. Desahan kekasihnya tadi sudah membuat miliknya tegang. Dan ia harus menyelesaikannya.

"Eungh.."

Ia kecup leher jenjang Mark, menciptakan lenguhan halus dari Mark. Ia kecup lagi, ia hirup aroma khas tubuh kekasihnya, aroma yang membuatnya begitu bergairah. Kini ia pandangi wajah kekasihnya yang mulai sayu. Ia kecup bibir kissable kekasihnya. Ia lumat dengan penuh hasrat, menciptakan sensasi yang begitu nikmat. Saling mendesah dalam alunan yang sama, saling bergumul dalam satu kata yang sama, bercinta.

-END-

Jadi, Siapa seme siapa yang uke?

kalian pasti bisa tau doong..

mianhae kalo humornya gagal..

and last say.. thank you so much for reading and review or follow me or favorite my story..

Jaljayoooooo...