.

Ghost Kiss

.

Romance, Drama, Fantasy, A Lot of OOCnes, A Little Bit Hurt/Comfort

Rate : T

Cast : Huang Zi Tao, Wu Yi Fan, and Other

Pair : KrisTao / TaoRis

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Length : 2 / ?

.

.

Summary :

-Huang Zi Tao pemuda biasa yang selalu ditolak pada kencan pertamanya. Mereka selalu meninggalkan Tao begitu saja ketika Tao mulai berkata 'Ah ada hantu nenek-nenek di pundakmu' atau 'Kau diikuti hantu mengerikan sejak tadi'. Wu Yi Fan a.k.a Kris pemuda tampan yang mengubah takdir kehidupan dan percintaan seorang Huang Zi Tao-

.

.

.

.


Di salah satu kamar apartemen yang terletak di sudut kota Manhattan nampak seorang pemuda manis nan imut yang masih betah memejamkan matanya, sepertinya ia masih terlarut dalam buaian bunga tidur dan tidak terganggu dengan sapuan cahaya sinar mentari yang masuk melewati celah gorden jendela apartemen dan mengenai sedikit wajah manisnya. Suara alarm yang awalnya terdengar perlahan kini mulai semakin mengeras dan sukses menyudahi tidur si pemuda manis tersebut.

Huang Zi Tao, nama pemuda tersebut dengan perlahan membuka kelopak mata yang menyembunyikan kepingan iris yang sewarna gelapnya malam. Ia pun langsung terduduk dengan mata yang masih disipitkan, sepertinya belum terbiasa dengan cahaya dikeadaan sekitar. Ia kemudian mengambil ponselnya yang masih setia berbunyi di meja nakas samping tempat tidurnya dan mematikan alarmnya.

Setelah melakukan sedikit perenggangan otot, ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ke sekolah. Ia benar-benar tak ingin datang terlambat di hari pertama semester baru. Tanpa memakan banyak waktu, Tao kini sudah siap untuk berangkat, tidak lupa ia mengunci pintu apartemennya dan memastikan semuanya aman untuk ia tinggalkan. Perjalanan ke sekolahnya ia tempuh hanya dalam waktu 15 menit berhubung saat ia tiba di halte, bis yang akan ia tumpangi telah tiba.

.

.

.

"Hai panda Cina."

Tao pun hanya dapat memutar malas bola matanya dan membalikkan tubuhnya untuk mendapatkan seorang pemuda manis dengan eye liner tipis yang menghiasi kelopak matanya. Ia sepertinya kenal betul dengan pemuda tersebut.

Tao mendengus malas. "Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan itu Baek?"

"Hahaha.. Astaga tentu saja tidak bisa panda." Kata Baekhyun sambil tertawa.

Tao mulai kesal dengan tingkah Baekhyun yang selalu menyebalkan menurutnya. "Aku barusan saja menginjakkan kaki di sekolah dan lagi pula Ini sudah semester baru, apa kau tidak bosan?"

"Bosan? Tentu saja tidak. Ah atau kau mau kupanggil dengan TaoTao atau ZiZi." Serunya sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Tao.

"Apa kau ingin mati huh?" Tanya Tao dengan nada kesal.

"Mati?" Baekhyun menaikkan satu alisnya. "Uuhh Takuuutt." Lanjutnya lagi dengan nada jahil sambil mendekap tubuhnya sendiri, berpura-pura ketakutan.

Tao menunjukkan seringainya. "Apa perlu ku kutuk kau sekarang?" kesabaran Tao mulai menipis meladeni Baekhyun yang tidak akan pernah berhenti mengganggunya dengan hal apapun itu.

"Yak! Kau sangat imut tapi mulutmu itu. Aishh! Sudahlah, ayo kita ke papan pengumuman." Ajak Baekhyun untuk mengalihkan kemarahan Tao.

"Apa kau tidak sadar kalau mulutmu lebih tajam Baek?, lantaran tajamnya kau bahkan bisa menikam orang." Tao mengumpat dengan suara pelan dan mengikuti arah jalan Baekhyun.

"Aku mendengarmu panda." Kata Baekhyun sinis tanpa menoleh.

"Oh Damn!" Tao mempercepat dan menyamakan langkahnya dengan Baekhyun. Ia tak mau menyianyiakan waktunya hanya untuk berdebat dengan Si sulung dari keluarga Byun.

"Aku bahkan bisa mendengar suara hatimu sayang." Kata Baekhyun tanpa menoleh ke arah Tao sambil terkekeh pelan.

Tao mendengus keras mendengar penuturan sahabatnya itu. "Terkutuklah kau dengan kemampuanmu itu Byun."

Baekhyun hanya bisa terkekeh semakin keras mendengar kekesalan Tao. "Terima kasih sayang." Kata Baekhyun masih dengan nada jahilnya.

.

.

.

Sekarang mereka berada di depan papan pengumuman dengan wajah Tao yang berseri-seri dan hal tersebut berbanding terbalik dengan Baekhyun. Ia nampak cemberut terlihat dari bibirnya yang mengerucut imut.

"Kita tidak sekelas bagaimana ini?" Kata Baekhyun dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Tao pun menolehkan wajahnya cepat. "Biasa saja." Tukasnya sambil tersenyum simpul dan mengacak rambut Baekhyun

"Aku tidak bisa biasa saja Panda." Baekhyun merajuk karena sikap sahabatnya yang satu ini.

"Ah.. terserah kau sajalah, aku duluan Baek." Kata Tao final dan bergegas ke kelasnya meninggalkan Baekhyun yang sekarang tengah mengomel sendiri karena acara merajuknya tidak dihiraukan oleh Tao.

Tao memang selalu sekelas dengan Baekhyun sejak ia pindah ke sekolah menengah atas di Manhattan. Hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk mereka mengakrabkan diri dan menjadi sahabat. Dan hanya membutuhkan enam jam saja, mereka sudah saling mengetahui rahasia keluarga masing-masing. Keluarga Huang yang setiap generasi akan melahirkan anak yang bisa melihat hantu, sedangkan keluarga Byun yang bisa mendengar suara hati seseorang ketika fokus pada orang tersebut. Jadi, jangan heran sekeras apapun Baekhyun mengatai bahkan mengganggu Tao, Tao tidak akan pernah memutus persahabatan mereka, ia sangat susah mencari teman apalagi yang mau menerima keadaannya sebab kemampuannya yang dapat melihat hantu dipandang aneh dan menakutkan oleh orang-orang yang dulu sempat menjadi temannya. Mantan teman. Dan entah mereka berjodoh atau tidak, hal tersebut juga terjadi pada Baekhyun.

.

.

.

Tao kini sudah sampai di depan kelas barunya. Namun, ia tidak berani membuka pintu. Khawatir ia akan dipandang aneh oleh seisi ruangan. Ayolah, berwajah Asia dengan kadar keimutan dan kemanisan yang luar biasa, Tao cukup tau diri bahwa ia "lain dari yang lain" di sini. Narsis.

Tao akhirnya membuka pintu dengan perlahan dan tidak kaget disuguhi dengan pemandangan diluar perkiraannya. Keadaan kelas cukup ramai dengan yah beberapa hantu di sudut kelas, karena ngomong-ngomong ia sudah biasa dengan keadaan yang seperti itu dan ia sangat bersyukur karena tidak seorang pun di dalam kelas yang menatapnya aneh.

Tao mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas berharap ia dapat menemukan posisi kursi yang menurutnya paling nyaman, di samping jendela. Akan tetapi, ia sepertinya harus pasrah tidak duduk di posisi kursi favoritnya karena semua kursi tersebut telah terisi.

Tao mendesah lelah "Hah.. harusnya aku datang secepat mungkin. Ini pasti gara-gara si Byun itu"

"HATCHI!" Baekhyun tiba-tiba bersin di perjalanan menuju ke kelasnya.

Akhirnya dengan berat hati Tao melangkahkan kakinya menuju kursi yang berjarak satu kursi lagi dari jendela

"Permisi." Sapa Tao sopan pada pemuda yang duduk di sebelahnya.

"Ah.. iya?"

"Apa kursi ini sudah ada yang punya?"

"Oh tidak ada. Duduk saja"

"Terima kasih." Kata Tao sambil mendudukkan bokongnya dan mulai menyibukkan diri dengan isi tasnya.

"Kau sepertinya berdarah Asia, apa aku salah?"

Tao menoleh dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, kau tidak salah."

Pemuda tersebut menghela nafasnya sejenak. "Syukurlah, akhirnya aku punya teman dengan benua yang sama di kelasku yang sekarang."

"Kau juga? Kau berasal dari mana? kalau aku Cina." Kata Tao dengan antusias.

"Aku Jepang tapi bukan orang Jepang."

Tao mengernyitkan dahinya.

Karena melihat Tao yang bingung, pemuda itu pun terkekeh pelan. "Ah aku hanya numpang tinggal di sana tapi aslinya aku berasal dari Korea hehehe."

Tao mengganggukan kepalanya "Ah aku mengerti."

"Jadi, boleh tau siapa namamu Cina?"

Tao mengulurkan tangannya "Namaku Huang Zi Tao, dan kau sendiri?"

"Nama Korea ku Kim Jong In, tapi lebih baik kau memanggilku dengan nama Jepangku saja, Kai." Jawab Kai sambil membalas uluran tangan Tao.

Tao dengan cepat mengakrabkan diri dengan Kai, selain mereka punya kesenangan dalam hal aliran musik, mereka juga ternyata memiliki hobi yang sama, dance. Asik berbincang dengan Kai tiba-tiba perasaan tidak enak menyerang Tao hingga menyebabkan ia terdiam tidak menjawab percakapan Kai serta dahi yang mulai dipenuhi dengan titik titik keringat.

Melihat hal tersebut, Kai pun merasa ada yang janggal dengan sikap Tao. "Apa kau baik-baik saja Tao?" Tanya Kai dengan nada khawatir yang sangat kentara.

"..."

"Hei Tao!" Kai memukul pelan bahu Tao berniat menyadarkan Tao dari keterdiamannya.

"A.. Apa?"

"Ada apa huh? Kau tiba-tiba terdiam, ku kira kau kerasukan."

"A.. Aku.." Belum selesai Tao menjawab pertannyaan Kai, ia pun menolehkan cepat kepalanya ke arah pintu masuk.

Mata Tao melotot lebar, benar-benar tidak mempercayai dengan apa yang tengah ia lihat sekarang.

"Oh my God!" Tao berteriak kaget.

Kai yang kaget karena mendengar teriakan Tao, langsung turut menolehkan kepalanya ke arah pandangan Tao. Dan tidak ada apapun di sana kecuali seorang pemuda bertubuh tinggi dengan surai dirty blonde yang menutupi hingga kematanya.

Kai kembali menoleh ke arah Tao. "Hei! Kau sehat?" Kai khawatir terhadap kelakuan teman barunya itu.

Tao akhirnya menolehkan wajahnya ke arah Kai dan memasang senyum yang sangat kentara sekali jika dipaksakan. "Ha.. ha.. ha, aku sangat sehat Kai, sangat sehat. Tapi, kau tau orang yang baru masuk itu benar-benar mengagetkanku ha.. ha.." nampak sekali ia gugup menjawab pertanyaan Kai.

Kai menaikkan satu alisnya. "Mengagetkanmu?"

"I.. Iya. Ah Kai sepertinya aku harus ke kelas sahabatku, ah iya sahabatku, ia pasti sedang sedih sekarang karena aku tinggalkan tadi." Tao pun mengalihkan pembicaraan sebab tidak ingin teman barunya ini mulai menjauhinya hanya karena ia bisa melihat hantu. Tidak tidak, ia tidak ingin hal itu terjadi, lagi.

Tao pun mulai merapikan tas nya dan segera berdiri dari tempat duduknya.

"Ah baiklah kalau begitu. Tapi.." Kai belum menyelesaikan kalimatnya dan Tao sudah pergi duluan dari hadapannya.

Kai mendengus pelan. "Jangan lupa pesta penyambutan di lapangan setengah jam lagi." Lanjutnya yang sudah pasti tidak didengar oleh Tao. Kai hanya bisa terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Tao yang umm sedikit agak "sakit" tapi imut menurut Kai.

Tao yang memang harus melewati pintu itu untuk keluar dari kelasnya sedikit bergidik ngeri dan tidak berani melihat langsung ketika berpapasan dengan pemuda yang menjadi sumber kekagetannya tadi. Bagaimana tidak, pemuda tersebut dikerubungi oleh banyak sekali hantu, sampai-sampai Tao tidak bisa hanya untuk melihat postur tubuh pemuda itu saja, karena pemuda tersebut benar-benar tertutupi. Bayangkan betapa mengerikannya hal yang harus ia lihat di hari pertamanya di semester baru ini.

'Ah sialan' umpat Tao dalam hati. Tao sebenarnya sudah biasa melihat hantu, tapi untuk skala yang satu ini Tao amat sangat tidak bisa untuk mentolerirnya.

Lantaran gugupnya, Tao tidak sengaja menabrak bahu pemuda itu saat melewatinya.

"Ma.. Maafkan aku." Kata Tao sambil membungkukkan badannya beberapa kali. Dengan sangat terpaksa Tao mengangkat kepalanya dan melemparkan senyum dipaksakannya.

Tao mengumpat pelan dalam hati. 'Damn, pria ini mengerikan sekali, apa dia cenayang yang memelihara hantu?'

Menyadari kekuatan yang mungkin dimiliki oleh Tao, beberapa hantu mulai mendekati wajah Tao karena merasa ada sesuatu yang menarik dari dirinya.

Tao bergidik ngeri dan tidak sadar berteriak. "Hiiiiiiiiyyyyyy..." Ia pun segera berlari menjauhi pemuda tersebut, ia sangat ketakutan sampai tidak menyadari pemuda di hadapannya ini sedang memperhatikannya dengan seksama. Dalam hati ia berdoa agar ia tidak sekelas dengannya. Tapi sayang sekali hal itu tidak akan terjadi. Kau sekelas dengannya panda manis.

"Panda, i got you." Pemuda tersebut berkata lirih sambil tersenyum simpul.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Apakah cerita ini berhasil atau tidak? Apa ini masih layak buat dilanjutkan atau gimana?

Maafkan aku yang baru nge-post ini di penghujung tahun 2016. Beberapa bulan lalu aku disibukkan dengan penelitian di sana sini jadi nggak bisa menyentuh ff ini, bahkan idenya pun nyaris tidak tersisah samah sekalihh dan hampir aku berniat untuk menghapus semua ff yang aku tulis karena benar-benar tak ada ide. Btw aku sekarang udah selesai S1 dan sedang nunggu pengumuman buat S2, jadi mumpung idenya lagi ada, yaudah aku lanjutin lagi. Maaf jika ini tidak sesuai ekspektasi, tapi setidaknya aku sudah mencoba. *bow

Read and Review...

Typo? Manusiawi kok yahh..

Terima kasih banyak buat yang sudah Follow dan Favorit, Love ya~

See you on the next story, bubyee~~