.

Ghost Kiss

.

Romance, Drama, Fantasy, A Lot of OOCnes, A Little Bit Hurt/Comfort

Rate : T

Cast : Huang Zi Tao, Wu Yi Fan, and Other

Pair : KrisTao / TaoRis

Disclaimer : Tuhan Yang Maha Esa

Length : 3 / ?

.

.

Summary :

-Huang Zi Tao pemuda biasa yang selalu di tolak pada kencan pertamanya. Mereka selalu meninggalkan Tao begitu saja ketika Tao mulai berkata 'Ah ada hantu nenek-nenek di pundakmu' atau 'Kau diikuti hantu mengerikan sejak tadi'. Wu Yi Fan a.k.a Kris pemuda tampan yang mengubah takdir kehidupan dan percintaan seorang Huang Zi Tao-

.

.


Setelah berlari cukup jauh dari kelasnya, Tao pun berhenti di depan salah satu kelas yang terbilang cukup ramai daripada kelasnya. Ia akhirnya menyandarkan dirinya di dinding dan mulai mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Menyadari beberapa orang yang mulai menatapnya aneh, ia pun mengambil ponsel dari dalam tas dan mulai menekan layar touchscreennya, sepertinya ia tengah mengirim pesan untuk seseorang.

To : Byun-Tae

Di mana kelas mu?

Tidak membutuhkan waktu lama ponselnya berdenting tanda pesan baru telah masuk.

From : Byun-Tae

Kau rindu padaku? Astaga, aku tidak jadi benci padamu sayang kekeke *emot cium* Kelas 11-10 masih selantai dengan kelasmu tapi yang paling ujung berlawanan

Tao mendengus kasar membaca isi pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya itu. Tanpa membalas pesannya, Tao pun mulai mendongak memperhatikan papan tanda kelas yang tergantung tepat di atas kepalanya.

"Aku memang dianugrahi keberuntungan."

Tao pun melangkahkan kakinya cepat ke dalam kelas sahabat Byun nya itu. Tidak perlu bersusah-susah mencari Baekhyun, karena Baekhyun sudah melambaikan tangannya sejak ia mulai nampak di depan pintu. Tao berjalan ke arah Baekhyun dan duduk dengan malas di kursi samping tempat duduk baekhyun, yang sebelumnya ia tarik agar lebih dekat dengan sahabatnya.

"Hei, ada apa? Kenapa wajahmu kusut begitu panda." Tanya Baekhyun khawatir. "Bukannya tadi kau nampak baik-baik saja, kau bahkan berloncat-loncatan saat jalan ke kelas mu." Lanjutnya lagi.

"Kau kira aku rusa huh?" Tao tidak terima dengan perkataan Baekhyun. 'Apa-apaan itu dengan berloncat-loncatan!' lanjutnya dalam hati sambil mendengus kasar.

Baekhyun mengendikkan bahunya. "yah.. mungkin saja kau bosan jadi panda."

Tao memutar malas matanya. "Aku membencimu Byun."

"Ya aku tau, aku juga mencintaimu sayang." Baekhyun terkikik sambil menutupi mulutnya, nampak senang karena berhasil menggoda Tao sekali lagi.

"Yak! Yak!" Tao mencoba menghentikan tawa menyebalkan Bekhyun dengan memukul pelan bahunya.

Baekhyun menarik nafasnya perlahan untuk menghentikan tawa konyolnya.

"Okeh, kenapa kau tiba-tiba mencariku? Apa ada yang mengganggumu panda?" Baekhyun sepertinya penasaran karena tingkah Tao tiba-tiba yang sangat berbeda.

Tao terlebih dahulu menghela nafas panjang. "Hah~ begini, tadi saat di kelas aku bertemu dengan pria yang dikerubungi hantu dari ujung kaki hingga ujung rambutnya."

Baekhyun menaikkan satu alisnya. "Bukannya kau biasa saja menghadapi yang seperti itu?"

"Tidak tidak, ini tidak biasa Baek."

"Lalu dia apa? Luar biasa maksudmu?"

"Bukan yang seperti itu juga Baek. Keadaannya berada dalam level mengerikan, kau tau bahkan aku hampir pingsan dibuatnya."

Baekhyun terkekeh pelan. "Kau terlalu melebih-lebihkan panda, bilang saja kau takut."

Tao memukul pundak Baekhyun pelan. "Yak!, aku tidak Baek. Hanya saja beberapa hantu yang mengerubunginya malah ada yang mendekatiku." Kata Tao sambil mendesah lelah.

"I..itu sepertinya agak mengerikan Tao." Baekhyun bergidik ngeri mendengar penjelasan Tao.

Tao mendesah sekali lagi. "Sudah ku bilangkan Baek."

"Tapi.. apa kau tau mantra untuk mengusir hantu?"

"Tentu saja Baek, memangnya kenapa? Apa kau ingin hantu yang selama ini merasukimu aku musnahkan?" Tanya Tao antusias.

Baekhyun menatap Tao tajam. "Apa maksudmu dengan hantu yang merasukiku?"

"Bisa saja kan perilaku mu selama ini dikarenakan ada hantu yang sedang merasukimu." Tao mengendikkan bahunya.

Baekhyun dibuat tercengang dengan pernyataan sahabatnya ini. "Idiot bodoh ini." Kata Baekhyun sambil memijat pangkal hidungnya dan menggelengkan kepalanya.

Tao memandang Baekhyun sinis. "Asal kau tau, aku memang bodoh Baek, tapi tidak dengan idiot."

"Tao maksudku, kenapa tidak kau bacakan mantra pengusir hantu saja pada pria itu huh?"

"Mana mungkin Baek, astaga!"

Bekhyun mendesah keras. "Kenapa tidak mungkin? Aku kira kau bisa mengubah dari yang tidak mungkin menjadi mungkin."

"Kau kira hanya dengan membacakan mantra akan cukup?" Tanya Tao dengan menaikkan sebelah alisnya.

Baekhyun hanya mengangguk tanda mengiyakan.

"TIDAK!" Kata Tao sambil mengeja dengan penekanan nada disetiap hurufnya. "Aku perlu menyiraminya dengan seember penuh air beras dan mendudukannya di dalam lingkaran Yin dan Yang." Lanjutnya lagi.

Baekhyun hanya dapat melongo.

"Oh iya, tidak hanya itu, aku harus memotong sedikit rambutnya, mengikatnya dengan benang sulam berwarna merah, membakarnya, dan yang paling utama itu dilakukan di malam bulan purnama dengan sinar bulan tepat..."

"Stop stop stop!" Baekhyun memotong kalimat Tao yang sedikit lagi membuat bola matanya nyaris melompat keluar. "Kau tidak sedang bercanda kan panda?" Tanya Baekhyun sambil menunjuk Tao.

Tao menepis jari Baekhyun. "Tidak sama sekali Baek." Kata Tao sambil menatap dengan yakin mata Baekhyun.

Baekhyun mengipas-ngipas dirinya dengan telapak tangan. "Oh, astaga!"

"Kecuali kau mau membantuku Baek, maka akan aku pikirkan lagi untuk melakukannya." Kata Tao sambil menampilkan cengiran 3 jarinya.

Baekhyun menatap tajam Tao. "Kau berharap aku mempersiapkan tempatnya huh?"

"Tidak, kau hanya perlu menyeret pria itu." Jawab Tao dengan nada jahil

"Bukan aku yang menyeretnya, tapi dia yang menyeretku Tao." Baekhyun hendak memukul kepala Tao, tetapi dengan mudah Tao menghindarinya sambil terkekeh dengan tidak santainya.

"Yak! Aishh, kemari kau panda Cina." Saat pukulan Baekhyun sedikit lagi akan mengenai kepala Tao, kegiatannya tiba-tiba terhenti karena suara pengumuman yang berasal dari loudspeaker yang berada di sudut kelasnya. Ah, rupanya waktu untuk acara penyambutan akan dimulai dalam lima menit lagi.

Baekhyun hanya bisa mendesah sebal. "Kau lolos kali ini panda Cina, lain kali akan ku buat kau menangis."

Tao memutar matanya malas. Sudah biasa mendengar kalimat-kalimat tajam dari sahabatnya ini.

"Ayo!" Ajak Tao sambil menggandeng lengan Baekhyun.

.

.

.

Sesampainya mereka di ruangan serbaguna tempat acara penyambutan dilangsungkan, mereka langsung mencari tempat duduk yang dirasa Baekhyun cukup strategis, sebab Baekhyun yang "agak" kurang tinggi jadi di sinilah mereka duduk, di barisan kedua dari depan.

Tao memperhatikan keadaan disekelilingnya. "Tidakkah ini terlalu di depan Baek? Aku nampak mencolok berada di paling depan." Akunya.

"Ini tempat yang paling strategis Tao." Kata Baekhyun meyakinkan. "Kalau kita berada di belakang, aku jamin kau tidak akan mampu melihat dengan jelas perwakilan siswa yang akan berpidato." Lanjutnya.

Tao hanya bisa menatap Baekhyun dengan pandangan penuh tanya.

Baekhyun menoleh dan mengerti dengan arti tatapan Tao. "Ngomong-ngomong perwakilan siswanya merupakan senior terganteng di sini dan jangan lupakan ia menjabat sebagai ketua tim basket."

"Oh God! Terserah kau saja Baek." Tao benar-benar dibuat pusing dengan alasan sahabatnya ini.

Tao ternyata tidak langsung mengikuti kemauan Baekhyun. Sebab ia sekarang tampak sedang melihat kebelakang, apakah masih ada kursi kosong atau tidak. Dan keberuntungan sekali lagi berada dipihaknya karena masih ada satu kursi kosong yang berjarak lima baris dari tempatnya sekarang.

Tanpa berpamitan pada Baekhyun yang hanya menatap heran dengan pergerakannya, ia pun segera beranjak ke kursi tersebut, karena ia tidak mau tempat tersebut diambil oleh siapapun.

"Tao tunggu, itu.." Belum selesai Baekhyun berbicara, Tao sudah melesat pergi ke arah belakang.

Baekhyun mendesah pelan. "Aku hanya ingin memberitahumu, kalau tali sepatumu lepas panda." Katanya sambil menggelekngkan kepalanya. "Ah~ sudahlah." Lanjutnya lagi tidak peduli dengan Tao dan mulai memperhatikan ke arah depan dikarenakan pembawa acara sudah mengetuk microfon tanda meminta perhatian para siswa yang masih asik mengobrol.

Tao yang menyadari acara penyambutan segera dimulai, pun mulai mempercepat langkahnya, tidak memperhatikan jika ada seorang pemuda juga yang sedang menuju ke arah kursi "idamannya" itu.

Saat Tao dan pemuda itu hanya berjarak beberapa senti saja, kejadian itu pun terjadi.

"BRUK"

"BRUK"

"CHUP!"

"E-ehhhhhh." Bukan, ini bukan suara Tao atau pemuda itu. Ini suara orang-orang yang mengisi seluruh ruangan acara penyambutan yang tengah memperhatikan dengan tatapan kaget tidak percaya. Mereka tidak percaya akan kejadian tindih menindih dan ciuman yang sedang terjadi di hadapan mereka saat ini. Bagaimana tidak, kejadian tersebut tidak sengaja tersorot kamera dan terpampang nyata dikedua layar lebar yang berada di samping panggung. Ke dua aktor kejadian tersebut masih belum melepaskan ciumannya, entah karena mereka berdua memang kaget atau memang salah satu dari aktor tersebut menginginkan ciuman ini terjadi.

Baekhyun yang menyadari jika salah satu aktor adalah sahabatnya, langsung berlari dan menarik tubuh Tao dari atas tubuh pemuda yang "tidak sengaja" Tao cium tadi.

"Ah!, Maaf sahabatku kurang sehat, aku akan membawanya ke UKS!" Teriak Baekhyun memecahkan keadaan awkward ini.

Mendengar teriakan Baekhyun, pembawa acara pun cepat tanggap untuk mengalihkan situasi dan membuat fokus semua orang kembali pada acara penyambutan. Mereka tidak menyadari ada seorang pemuda yang tengah menyeringai akan kejadian tadi.

"Lembut." Ia berkata dengan suara pelan.

.

.

.

Sesampainya di UKS Baekhyun langsung mendudukkan Tao di atas ranjang dan segera menarik kursi kehadapan Tao untuk didudukinya sendiri.

Baekhyun menampar pelan pipi gembil Tao. "Hei! Baekhyun pada panda, apa kau mendengarku? Hei hei.."

Tao yang mulai sadar dari keterkejutannya mulai menatap Baekhyun dan berkedip cepat.

"B.. Baek, apa yang telah aku lakukan" Tao menutupi wajahnya dengan telapak tangan.

Baekhyun mendesah lega, setidaknya sahabatnya ini telah sadar dari dunia keterkejutannya.

"Yah~ kau hanya tidak sengaja menindih seorang pria dan kemudian menciummnya tepat di bibir." Baekhyun berkata dengan santainya sambil memandang kuku-kukunya.

Tao hanya bisa melamun mendengar penjelasan sahabatnya ini. Dan kepingan demi kepingan peristiwa tadi mulai terjalin membentuk sebuah alur cerita paling memalukan yang pernah terjadi dalam hidupnya. Oh, dan jangan lupa semburat merah jambu di pipi gembilnya.

-Flashback beberapa menit yang lalu-

Tao yang sedikit lagi mencapai kursi yang ditujunya tidak menyadari jika ada seorang pemuda juga yang sedang menuju ke arah kursi tersebut. Sangking fokusnya untuk cepat mengambil kursi itu, alarm tanda bahaya "hantu mulai mendekat" yang biasanya sangat sensistif pun tidak sampai menyadarkannya, padahal sangat jelas jika beberapa jam yang lalu ia amat sangat ketakutan saat berhadapan dan bertatap muka dengan pemuda tersebut.

Saat pemuda itu tepat berada dihadapannya, Tao tidak sengaja menginjak tali sepatunya yang terlepas, menyebabkan ia terjatuh menindih tepat di atas tubuh pemuda tersebut dan menimbulkan bunyi gaduh karena ia sempat berpegangan pada kursi, tetapi malangnya kursi tersebut tidak dapat menahan berat tubuhnya. Dan mungkin karena tinggi yang hampir sama, posisi bibirnya tepat berada di atas bibir pemuda itu.

Dan mengapa tersorot kamera? Ngomong-ngomong seorang kameramen tepat berada di belakang pemuda itu, jadi secara tidak sengaja merekam kejadian tersebut.

-Flashback end-

"Asal kau tau panda, pria tadi cukup tampan dan pantas bersanding denganmu." Kata Baekhyun masih sambil melihat kukunya.

Tao hanya bisa menoleh lemah ke arah Baekhyun, sangat tidak mempercayai perkataan sahabatnya barusan.

"Bolehkah aku kembali ke Cina saja Baek?" Tanya Tao dengan pandangan kosong tanpa menatap sahabatnya.

"Dan kau akan "dipingit" lagi oleh para sesepuh, begitu?"

Tao mengacak surainya kasar. "Hah~ entahlah Baek, aku rasa kehidupan masa mudaku akan berakhir hari ini."

Baekhyun terkekeh geli mendengar pernyataan sahabatnya ini. "Kau bahkan belum memulai masa muda mu Tao."

"Aku sudah memulainya Baek!"

"Ppfffttt... hahahaha kapan? kau bahkan selalu ditolak pada kencan pertamamu panda." Baekhyun tertawa sambil memegangngi perutnya yang mulai sakit.

"Yak! Yak! Hentikan Baek." Tao memukul pundak Baekhyun tetapi hal tersebut tidak juga menghentikan acara "mari menertawai Tao" yang sedang ia lakukan.

Tao yang sadar bahwa usahanya akan sia-sia, akhirnya hanya bisa memandang Baekhyun dengan pandangan memelasnya. Karena tiba-tiba merasa lelah dengan semua kejadian yang menimpanya hari ini, ia pun menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang UKS dan menutupi wajahnya dengan bantal.

Tao berteriak nyaring, akan tetapi teredam oleh bantal yang menutupi wajahnya. Mendengar teriakan Tao yang lebih mirip dengan jeritan itu malah membuat tawa Baekhyun semakin mengeras.

Tao hanya bisa mendesah pasrah. 'Terserahlah'

Kedua sahabat ini tidak menyadari jika ada dua orang pemuda yang sedang memperhatikan interaksi yang sedari tadi mereka lakukan di ruang UKS. Kedua pemuda itu pun akhirnya berbalik pergi dan mulai menjauhi ruangan tersebut.

"Apa kau mendengar sendiri dari mulutnya, jika ia bernama Huang Zi Tao?"

"Aku yakin. Bahkan aku sudah berjabat tangan dengannya, dan kau tau! tangannya lembut sekali man!." Jawabnya sambil menampilkan cengirannya bermaksud mengejek pemuda itu.

Pemuda itu hanya mendengus kasar, tanda tidak menyukai jawaban sahabatnya itu.

"Wow! Slow down man! Kau seharusnya berterima kasih padaku karena aktingku tadi pagi."

Pemuda itu memutar bola matanya malas. "Baiklah, terima kasih untukmu tuan Kai yang terhormat."

"With my pleasure , bro!" jawabnya merangkul pundak sahabatnya itu. "Aku senang melihat kau hari ini nampak sehat."

'Karena aku sudah menemukannya.' Tanggapnya dalam hati yang sudah pasti tidak akan didengar oleh siapapun.

"Umm.. ngomong-ngomong mengapa kau tidak yakin padanya, bukannya kemarin kau menceritakannya padaku dengan menggebu-gebu bahwa kau sudah menemukan orang yang selama ini kau cari-cari?"

Pemuda itu menghela nafasnya. "Aku hanya ingin kembali memastikannya saja, lagi pula wajahnya sedikit berbeda saat terakhir kali aku bertemu dengannya di Cina."

"Ah.. okay." Kai mengganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Kedua pemuda tersebut terus berjalan melewati koridor. Sepertinya mereka akan kembali ke ruangan tempat acara penyambutan digelar.

Pemuda yang lebih tinggi dari Kai hanya memasang wajah datarnya dan sebelum mereka berbelok, pemuda yang sedang bersama Kai tiba-tiba membalikkan badannya kembali memperhatikan pintu UKS yang hanya tertutup sebagian. Kai yang melihat tingkah aneh sahabatnya hanya bisa mengendikkan bahu dan berjalan mendahuluinya.

'Terima kasih atas ciumannya Huang Zi Tao, sedikit lagi kau akan mematahkan kutukan ini.' Ia berkata dalam hati sambil menampilkan seringainya.

.

.

.

TBC

.

.

.


Terima kasih buat yang sudah review di chapter kemarin kalian luar biasa :D :D, dan btw aku sudah balas di inbox kalian masing-masing *bow :D :D

Read and Review...

Typo? Manusiawi kok yahh..

Terima kasih banyak buat yang sudah Follow dan Favorit, Love ya~

See you on the next story, bubyee~~