Haii semuaa, aku balik nih kasih part 2, yuk dibaca^^

Last section on part 1 :

[Ia membelalakkan matanya ketika mengingat wajah bocah lainnya.

"K-kim t-taehyung?!"]


Part 2 : Bad Boy

CEKLEK

V keluar dari kamar mandi dan langsung menatap jungkook yang masih melihat foto tersebut.

"Yak!" V langsung mengambil foto tersebut dari tangan jungkook.

"Jangan mencampuri urusanku! Kau sudah menghancurkan perkelahianku dan sekarang kau melihat fotoku?! Kita ini hanya roomate bukan teman!" Bentak V membuat jungkook terkejut.

"A-apa kau k-kim tae-"

"Jangan pernah menggangguku!"

"M-mianhae aku tadi hanya bosan dan-"

V langsung mendorong jungkook menjauh darinya.

"Kumohon maafkan aku, aku akan melakukan apapun yang kau mau" ucap jungkook menatap V.

Jungkook harus mengetahui apakah V adalah kim taehyung sahabatnya dulu? Jika V marah, ia tidak bisa mengetahuinya bukan?

"Kau harus mengerjakan prku, mencuci bajuku, sepatuku, dan lainnya, kau harus menurutiku! apa kau sanggup?" Tanya V yang sudah tau pasti jawabannya tidak.

"Baiklah, tapi kumohon jangan marah padaku" ucap jungkook.

V terkejut.

'Dia mau? Bodoh'

"Ok kalo begitu" ucap V.

"Aku ingin bertan-"

"Sst jangan berbicara, moodku sedang rusak karena tidak dapat membunuh jimin" ucap V menatap jungkook tajam.

Jungkook hanya terdiam lesu. Ia benar-benar penasaran dengan V kali ini.

"Sekarang kau harus kerjakan prku" ucap V dan langsung melemparkan bukunya ke lantai.

Jungkook hanya diam dan perlahan mengambil buku tersebut. Ia merasa sedih diperlakukan seperti ini. Tetapi ia harus sabar agar mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Jungkookpun mengerjakan pr V dalam diam sedangkan V memilih untuk tidur. Keesokan harinya, jungkook membangunkan V.

"V bangunlah, kau bisa telat" ucap jungkook membangunkannya.

V terbangun dan memandang jungkook dengan tatapan tidak suka.

"Ish aku masih ingin tidur"

"Bentar lagi bel akan berbunyi"

"Jangan menggangguku" ucap V.

"Aku sudah menyiapkan buku dan baju di sampingmu, aku pergi sekarang ya nanti aku telat" ucap jungkook.

V hanya diam dan tak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang terbuka dan tertutup lagi. Setelah sunyi, V pun membuka matanya lagi. Ia melihat buku dan baju seragamnya sudah rapi disampingnya. Ia tersenyum pelan.

"Anak itu mengapa tidak pernah merasa takut padaku?" Ucap V sendiri.

Ia terkekeh pelan karena ia merasa bahwa jungkook tidak pernah takut padanya walaupun V sudah membentaknya berkali-kali. Vpun segera bangun dan bersiap-siap sekolah. Kali ini ia tidak telat. Ia datang sebelum guru datang. Semua teman kelasnya pun menatapnya aneh karena tumben tidak telat. V tidak mempedulikannya sama sekali karena itu tidak penting.

"Yo V" ucap seseorang.

V menoleh.

"Wae hoseok?" Tanya V.

Hoseok adalah teman V, bisa dikatakan sahabat dari V. Ia juga merupakan anggota gangster dari V.

"Tumben kau bangun pagi?" Tanya hoseok dengan senyuman cerahnya.

"Roomateku membangunkanku" ucap V.

"Kau punya roomate sekarang? Eoh sejak kapan?" Tanya hoseok.

"Ne, sejak kemaren"

"Bagaimana orangnya?" Tanya hoseok.

"Menyebalkan seperti biasa. Tetapi dia terlihat manis dan sangat mirip dengan jungkook sahabatku dulu" ucap V.

Yap hanya hoseoklah yang mengetahui cerita seluk beluk dari V.

"Siapa namanya? Apa dia anak baru? Atau hanya baru masuk asrama?" Tanya hoseok yang penasaran.

"Namanya juga jungkook. Ntahlah"

"Dia pasti orang yang sangat manis ne? Kau saja mengatakannya manis"

"Dia itu menyebalkan, tapi kau tau? Dia mau mengerjakan prku" ucap V.

"Aish kau memperdaya orang lain eoh?"

"Dia yang mau" ucap V.

"Apa jimin lagi memukulmu?" Tanya hoseok melihat lebam di wajah V.

"Ne dan jungkook merusak acaranya" ucap V dengan nada kesal.

"Wae? Apa yang dia lakukan?"

"Dia menghentikanku untuk membunuh jimin" ucap V.

"Apa dia tidak takut padamu?" Tanya hoseok bingung karena selama ini siapa yang berani menghentikan V?

"Tidak. Anak itu aneh. Aku sudah berkali-kali membentaknya tetapi dia tidak takut padaku. Aku sepertinya salah jika menganggapnya manja dan cengeng" ucap V yang juga heran.

"Tunjukan padaku yang mana orangnya nanti saat istirahat" ucap hoseok.

"Wae? Mengapa kau sangat penasaran padanya?" Tanya V.

"Karena dia tidak takut padamu"

"Baiklah" ucap V.

Merekapun memulai pelajaran ketika guru tiba. V tidak lagi dihukum karena ia mengerjakan tugasnya kali ini.

"Yang mana dia?" Tanya hoseok.

"Molla, aku tidak melihatnya dikantin ini" ucap V mencari jungkook.

"Kurasa dia di atap" ucap V.

"Ne? Mengapa kau berpikir dia disana?"

"Ntahlah, firasatku dia disana" ucap V.

"Kalau begitu ayo kesana" ucap hoseok.

"Kau benar-benar penasaran padanya ya" ucap V lalu pergi ke atap bersama dengan hoseok.

Sesampai disana, V dan hoseok masuk. Dan benar saja, ia melihat jungkook yang berada di ujung pembatas pagar sedang menatap ke bawah bangunan.

"Wae? Kau ingin bunuh diri?" Ucap V yang mengejutkan jungkook.

Jungkook langsung berbalik badan.

"Ahh dia orangnya" ucap hoseok.

"Ada apa ini?" Tanya jungkook.

"Tidak ada, aku hanya ingin bersantai disini" ucap V dan mendekati jungkook.

"Aku akan kembali ke kelas" ucap hoseok dan meninggalkan mereka berdua.

"Apa yang kau perhatikan?" Tanya V.

Jungkook merasa heran. Mengapa setiap di atap V menjadi baik padanya?

"Tidak ada" ucap jungkook.

"Oh baiklah" ucap V dan duduk bersandar pada tembok pagar pembatas.

Ia menutup matanya dan menikmati angin sepoi sepoi disana. Jungkook memperhatikan V. Ia akhirnya ikut duduk disamping V membuat V membuka matanya dan menatap jungkook.

"Disini membosankan" ucap jungkook.

"Dimana temanmu?" Tanya V.

"Tidak ada" ucap jungkook.

"Apa kau pindahan?"

"Bukankah sudah kukatakan bahwa aku baru sampai dikorea dua hari yang lalu saat kau menemukanku disini?"

V hanya meng"oh"kan saja.

"Mengapa kau bertingkah baik sekarang?" Tanya jungkook.

"Mengapa kau tidak takut padaku?"

"Aku bertanya duluan" ucap jungkook.

"Aku tidak akan menjawabnya sebelum kau menjawab pertanyaanku" ucap V dan menutup matanya lagi.

"Aku tidak tau mengapa aku tidak takut padamu. Aku tidak merasakan bahwa kau berbahaya" ucap jungkook.

"Kau harus takut padaku. Aku ini berbahaya" ucap V.

"Kau belum menyakitiku, jadi menurutku kau tidak berbahaya" ucap jungkook.

"Apa aku kurang banyak membentakmu? Ahh bukankah aku pernah mencekikmu? Itu tidak menyakitimu?" Tanya V.

Jungkook hanya tersenyum. V langsung mengganti posisi duduknya menjadi duduk menghadap dengan jungkook. Ia menatap jungkook dengan tajam.

"Takutlah denganku, aku tidak menyukai seseorang yang berani mengangguku bahkan menatapku sepertimu" ucap V.

"Apa kau tidak mau berteman? Aku ingin berteman denganmu" ucap jungkook.

"Tidak. Kau mengingatkanku pada sahabatku dan aku benci hal itu" ucap V.

"Wae? Apa yang sahabatmu lakukan?"

"Dia pergi meninggalkanku setelah berjanji tidak akan meninggalkanku" ucap V membuat jungkook terdiam.

'Dia adalah kim taehyung' batin jungkook.

"Tatapanmu, wajahmu, senyummu, semua tentangmu mengingatkanku padanya" ucap V.

"Apa kau sangat membencinya?"

"Tidak, aku tidak boleh membenci orang yang sudah meninggal" ucap V.

"Meninggal?" Tanya jungkook.

"Dia meninggal karena penyakit leukimia"

'Aku disini tae. Aku merindukanmu. Maafkan aku' batin jungkook.

"Mengapa kau sangat penasaran?"

"Tidak ada" ucap jungkook.

Ya, ia sepertinya tidak mau memberitahu bahwa dia memang jungkook. Sahabat dari kim taehyung. V bisa saja membencinya bukan? Lebih baik jungkook berteman dulu dengan V baru mengatakan sejujurnya agar hubungan roomate mereka tidak hancur.

"Ahh apa namja kemaren lagi memukulmu?" Tanya jungkook.

"Tidak" ucap V.

"Mengapa kau berkelahi?"

"Itu hobiku" ucap V.

"Bayangkan orang yang kau sayangi dipukul, apa kau suka?" Tanya jungkook.

"Tidak. Aku tidak memiliki orang yang kusayangi lagi. Sahabatku sudah pergi"

"Berhentilah berkelahi" ucap jungkook.

Ntah sejak kapan, V mau membuka kehidupannya dan mendengarkan jungkook. Ini pertama kalinya V terbuka dengan orang yang sebenernya belum terlalu ia kenal.

"Kau benar-benar mengingatkanku pada jungkook" ucap V lalu berdiri.

"Mau kemana?" Tanya jungkook.

"Menjauhlah dariku. Aku menyukai sahabatku dan aku sangat merindukannya. Jika kau terus berada di dekatku, aku mungkin bisa saja menyukaimu karena kau sangat mirip dengannya" ucap V lalu pergi tanpa menunggu jawaban dari jungkook.

Jungkook hanya bengong mendengarkan ucapan dari V tadi.

'Dia sangat sayang padaku dan aku meninggalkannya tanpa kabar. Dia bahkan masih menyayangiku? Sebegitu tulusnya sayangmu padaku tae? Maafkan aku' batin jungkook.

V berjalan malas kembali ke kamar asramanya. Kini ia sudah menyelesaikan sekolah dan ingin cepat tidur. Sesampai dikamar, ia melihat jungkook yang sedang membaca buku. V menghiraukannya dan langsung naik ke tempat tidurnya.

"V, apa kau ada pr? Aku sedang tidak ada kerjaan jadi lebih baik aku mengerjakan prmu sekarang" ucap jungkook.

"Nanti saja" ucap V.

"Wae?" Tanya jungkook.

"Lebih baik kau cuci bajuku" ucap V.

Jungkook hanya menghela nafas pelan.

"Baiklah" ucap jungkook dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci pakaian milik V dan juga miliknya.

Setelah itu, ia menjemurnya di blakon kecil belakang kamar yang memang disiapkan untuk menjemur pakaian. Jungkook terduduk diam memegangi pagar blakon memperhatikan apapun yang ada dibawah karena kamarnya memang berada di lantai 2. Pikirannya kesana-sini. Ia merasakan kesepian. Ayah ibunya sibuk bekerja diluar negeri sedangkan ia memang tidak memiliki teman disini. Ada beberapa teman kelasnya yang berteman dengannya, tetapi mereka semua sudah memiliki perkumpulan masing-masing. Layaknya geng kelas yang membuat jungkook tidak nyaman dengan hal itu. Ia mengganti posisinya menjadi duduk membelakangi pagar dan bersender karena tidak ada yang menarik untuk dilihat. Ia memainkan celananya karena ia benar-benar tidak ada kerjaan kali ini. Lama kelamaan ia tertidur.

Jungkook perlahan terbangun. Ia menguap berkali-kali hingga akhirnya sadar. Ia sudah berada di kasur. Jungkookpun teringat bahwa ia ketiduran dibalkon.

'Apa V mengangkatku ke sini?'

Jungkook menggelengkan kepalanya pelan. V tidak mungkin mengangkatnya mengingat perilaku V terhadapnya. Jungkookpun tidak terlalu memikirkannya dan melihat sekelilingnya.

'Eoh kosong, dimana V?'

Jungkookpun bangkit dari tempat tidur dan memilih untuk mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Setelah mandi, ia memilih menonton televisi. Perutnya perlahan berbunyi karena belum makan sore. Iapun mematikan televisi dan bergegas ke kantin asrama. Disana, ia memilih makanan kotakan lalu membawanya ke kamar dengan berjalan cepat karena perutnya sudah lapar.

BRAKK

Jungkook terjatuh akibat kakinya disenggol. Makanan yang dibawanya pun jatuh berhamburan karena penutup makanannya terbuka. Ia perlahan bangkit dengan menundukkan wajahnya karena orang-orang disekitarnya kini mulai menertawakannya.

"Ahh mianhae" ucap namja yang sepertinya menyenggol kaki jungkook.

Jungkook melihat namja tersebut.

"Jimin?" Ucap jungkook.

Seketika jimin tertawa lebar.

"Kau terjatuh ya? Uh apa sakit? Kakiku sepertinya sengaja melakukannya, ahh mianhae" ucapnya tertawa keras.

Jungkook yang malupun langsung berjalan cepat meninggalkan jimin yang masih tertawa. Jimin yang mengetahui hal tersebut langsung mengejar jungkook dan berjalan disampingnya.

"Wae? Apa kau marah?" Tanya jimin yang masih tertawa.

"Jangan menggangguku"

"Kau mengangguku kemaren, ini lah balasanmu cantik" ucap jimin.

BUGH

Jimin seketika terkapar di lantai koridor yang sepi membuat jungkook terkejut.

"Apa yang kau lakukan di kantin tadi sangat memalukan" ucap seorang namja dari belakang.

Jungkook menoleh dan mendapatkan V yang menatap jimin tajam. Jimin langsung berdiri dan memukul V. Jungkook yang sadar mereka berkelahi langsung menahan tangan V agar tidak memukul jimin lagi.

"Haha mengapa kau memukulku? Kau perhatian padanya? Yak aku baru mengetahui bahwa kau memiliki sifat kemanusiaan eoh?" Ucap jimin.

"Aku menghargai harga diri seseorang. Kau baru saja menjatuhkannya dan merendahkannya" ucap V dingin.

Jungkook tertegun mendengarnya. V langsung berjalan lurus menabrak jimin. Jimin hanya diam tidak memukul V lagi sedangkan jungkook mengejar V.

"Woahh kau sungguh keren V!" Ucap jungkook yang sekarang sudah berjalan disamping V.

V hanya diam tidak membalasnya dan tetap berjalan menuju kamarnya.

"Terima kasih, aku sangat malu tadi" ucap jungkook lagi tetapi tetap tidak dihiraukan oleh V.

"Yak aku berbicara denganmu tuan V" ucap jungkook mulai kesal.

Merekapun sampai di kamar. V langsung membalikkan badannya dan mendekati jungkook membuat jungkook memundurkan langkahnya hingga membentur tembok. V menatapnya tajam dan terdiam membuat jungkook gugup.

"W-wae?" Tanya jungkook.

"Kau sangat berisik" ucap V dan mendekatkan wajahnya ke wajah jungkook yang sudah memerah.

"Mianhae" ucap jungkook.

V hanya tersenyum kecil dan langsung membalikkan badannya menuju kasur. Jungkook terpukau melihat senyuman dari V. Ia benar-benar melihat kim taehyung dari senyuman tadi.

"Jangan tidur di balkon lagi, kau bisa saja terjatuh jika pagar tersebut tidak kuat" ucap V.

"Apa kau yang memindahkanku? Terima kasih banyak" ucap jungkook.

"Kau sangat merepotkan" ucap V.

Jungkook hanya berdecak kesal.

"Kerjakan prku" ucap V lalu melempar bukunya ke kasur jungkook.

'Aigoo baru saja dia bertindak baik padaku eoh. Dia benar-benar menyebalkan' batin jungkook kesal.

Jungkookpun mengerjakan pr V dengan diam sedangkan V hanya mendengarkan musik melalui headphonenya. Karena bosan mendengarkan musik, V pun melepas headphonenya. Ia menatap ke arah kasur jungkook dan melihat jungkook yang masih serius mengerjakan prnya tersebut. Vpun turun dari kasurnya dan naik ke kasur jungkook. Jungkook yang terkejut hanya melihat V sebentar lalu kembali fokus mengerjakan tugas tersebut.

"Apa harus sefokus itu?" Tanya V.

"Mm, prmu terlalu banyak eoh" ucap jungkook membalikkan halaman yang memperlihatkan angka angka matematika yang sangat banyak.

"Aku tidak mengerti sama sekali" ucap V.

"Belajarlah, aku akan mengajarkanmu jika kau mau" ucap jungkook.

"Tidak, belajar adalah hal yang sangat membosankan" ucap V.

Ia lalu mengambil salah satu buku disana dan membuka halaman paling akhir.

"Kau mau ngapain?" Tanya jungkook.

"Menggambar" ucap V.

"Kau bisa menggambar?" Tanya jungkook dan dijawab anggukan dari V.

Jungkookpun melanjutkan mengerjakan pr dan V menggambar disamping jungkook. Jungkook menoleh sebentar dan melihat wajah V yang sangat serius. Jungkook tersenyum tipis. V dengan fokus menggambar sesuatu di atas kertas tersebut. Ya, V pandai menggambar dan melukis hanya saja ia sangat malas untuk mengembangkan kedua skillnya tersebut. Tak lama kemudian, V menyelesaikan gambarannya. Ia tersenyum melihat gambarannya sendiri. Lalu V melihat jungkook yang ternyata sudah tidur. V langsung membereskan buku dan pensil yang masih dipegang jungkook. Lalu ia mengangkat tubuh jungkook agar posisinya nyaman. Ia juga memakaikan jungkook selimut. Jungkook bergerak dan memeluk bantal disebelahnya. V hanya tersenyum melihat jungkook.

"Kau manis" ucap V lalu mengambil buku yang ia pakai menggambar tadi.

Ia duduk diatas kasur jungkook tepat disebelah jungkook yang tidur. V memperhatikan jungkook dan mulai menggambar wajah jungkook yang sedang tertidur pulas.

Jungkook terbangun perlahan. Ia menatap sekitarnya.

'Ahh ketiduran lagi' batin jungkook.

Ia menatap V yang masih tertidur pulas dikasurnya dan tersenyum.

'Dia memindahkan posisiku'

Jungkook langsung melihat buku yang berada di atas kasurnya. Ia ingat bahwa V tadi malam menggambar disini, iapun membuka halaman terakhir dan melihat gambaran V. Jungkook tersenyum. V menggambar dua bocah yang ia yakini adalah dirinya dan juga V saat kecil. Kedua bocah tersebut terlihat tersenyum lebar sambil berpegangan tangan. Rasa bersalahpun kembali menghantui jungkook.

'Maukah kau memaafkanku jika kau tau aku adalah jungkook yang merupakan sahabat dulumu?' batin jungkook.

Jungkook membalikkan halaman ke halaman sebelumnya. Ia terkejut dan langsung tersenyum. Ia melihat gambaran dari dirinya yang sedang tertidur. Gambaran V sangat indah.

"Ini benar-benar aku" ucap jungkook dan menyentuh lembaran tersebut.

"Wahh gambarannya sungguh indah" ucap jungkook lagi menatap gambar dirinya dengan mata berbinar.

"Biasa saja" ucap V terkekeh.

Jungkook langsung menoleh ke kasur V. Ternyata V sudah bangun tetapi masih setia dengan posisi tidurnya dan sedang menatap jungkook.

"V, ini benar-benar mengagumkan! Terima kasih!" Ucap jungkook.

V hanya tersenyum melihat tingkah laku jungkook yang menurutnya benar-benar manis. Seseorang seperti V mengatakan orang lain manis adalah suatu hal yang sangat langka.

"Jawablah, kau suka sekali tidak menjawab apa yang kukatakan" ucap jungkook kesal.

V tidak menjawab lagi dan malah memutuskan untuk mandi membuat jungkook gregetan akan sifat V.

'Dia sungguh berbeda dengan kim taehyung cih menyebalkan'

V berjalan santai menyusuri koridor yang lumayan ramai karena bel akan berbunyi sebentar lagi. Ia langsung menuju kelasnya dan mendapatkan hoseok yang duduk di kursinya.

"Akhirnya kau datang V" ucap hoseok.

"Wae? Ada apa?" Tanya V.

"Apa kau ingat seokjin? Mantan anak buah dari jimin yang masuk ke kelompok kita?" Tanya hoseok.

"Hm aku ingat, kenapa?" Tanya V.

"Dia sedang sakit parah, tidak bisakah kau menjenguknya? Aku ingin mengajak semua untuk menjenguknya"

"Bukankah kau tinggal diasrama sepertiku? Hey kita tidak akan diberi izin jika tidak hari minggu. Aku tidak bisa ikut menjenguknya, aku mungkin akan menyumbang dana" ucap V.

"Ne aku tidak ikut menjenguknya, aku hanya mengajak yang lain saja hehe"

"Arraseo, suruh yang lain menyumbang juga ya" ucap V.

"Baiklah" ucap hoseok lalu pergi kembali ke tempat duduknya.

Tak lama kemudian, songsaengnim masuk dan pelajaranpun dimulai. V hanya menatap papan tetapi tidak mendengarkan penjelasan dari guru. Entah mengapa ia malah memikirkan jungkook. Ia memikirkan betapa manisnya anak itu. Ntah karena dia mirip dengan sahabatnya atau karena dia memang benar-benar manis. Semakin lama V merasa bahwa ia tertarik akan pesona jungkook. Pesona yang tidak mengenal rasa takut ketika bersama dirinya. V tersenyum tipis. Setelah lama mendengarkan ocehan guru, bel istirahatpun berbunyi. V dengan cepat keluar dan menuju atap. Ia sangat ingin ke atap, ntah untuk bersantai atau bertemu dengan jungkook. Sesampai di atap, ia melihat jungkook yang duduk menyenderkan tubuhnya ditembok. Jungkook melihat V.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya jungkook menatap V.

"Bersantai" ucap V dan ikut duduk disamping jungkook.

"Ugh" ucap jungkook dan memegang perutnya dengan erat.

"Wae?" Tanya V.

"Sakit" ucap jungkook.

"Kau belum makan?" Tanya V.

Jungkook hanya mengangguk.

"Bodoh" ucap V pelan.

"Waktu istirahat masih lama, tidurlah" ucap V lagi.

Jungkook merasakan nyeri pada perutnya dan akhirnya mengikuti kata-kata V. Ia memang belum makan dari kemaren sore karena jimin mempermalukannya. Ia memilih untuk tidur agar tidak merasakan rasa sakit yang ia rasakan. Ia tidur bersender pada tembok. V yang melihat jungkook sudah tertidur segera turun membeli makanan untuk jungkook lalu kembali lagi. Entah sejak kapan ia peduli dengan orang lain. Setelah tidur selama 15 menit, V membangunkan jungkook yang wajahnya sudah pucat.

"Makanlah" ucap V menyodorkan makanan pada jungkook yang sudah bangun.

Jungkook yang melihat itu langsung makan dengan lahap. V juga ikut makan karena ia juga membeli makanan untuk dirinya sendiri. Seusai makan, jungkook langsung mengucapkan terima kasih.

"Gomawo V" ucap jungkook.

"Tidak masalah" ucap V.

"Sebentar lagi masuk, baliklah ke kelas" ucap V lagi.

"Lalu kau?" Tanya jungkook yang perlahan bangun dari posisi duduk.

"Aku ingin membolos hari ini" ucap V.

"Pelajaranku bahasa inggris, aku tidak menyukainya" ucap jungkook.

"Ikutlah bolos" ucap V dengan santai.

"Tapi aku tidak pernah melakukannya"

"Bolos itu menyenangkan, kau bisa tidur"

"Baiklah aku akan bolos sekali" ucap jungkook dan kembali duduk.

"Luruskan kakimu" ucap V.

Jungkook hanya mengikutinya. Setelah itu, V langsung menaruh kepalanya diatas paha jungkook membuat jungkook terkejut. Kini V sudah dalam posisi siap untuk tidur.

"Aku mengantuk, biarkan aku tidur" ucap V lalu memejamkan matanya.

Sedangkan jungkook hanya terdiam menetralkan detak jantungnya yang berdetak kencang. Jujur saja, ia menyukai tindakan secara tiba-tiba dari V yang dapat membuat jantungnya berdebar cepat. Apa ia menyukai V? Ya. Bahkan dari dulu, disaat namanya adalah kim taehyung.

TBC!


Hihihihi sampai sini aja dulu, lanjut gak?

Maaf kalau banyak typo T.T

Review kekurangan dan lainnya ya, gomawooo~