Yeayyy part 3 published! Yukk dibaca hihi~
Kalau ada kesalahan, bisa di review ya makasih^^
Happy reading!
Last section on part 2 :
[Apa ia menyukai V? Ya. Bahkan dari dulu, disaat namanya adalah kim taehyung.]
Part 3 : I Like You
-flashback on-
"Kookie, aku menyukaimu. Apa disaat besar kau mau menjadi pacarku?" Ucap taehyung menatap jungkook.
"Tentu saja tae, kookie mau. Kita harus tetap bersama karena tae adalah teman terbaik yang kookie punya"
"Kita kan sudah berjanji tidak akan berpisah, ya kan kookie?" Ucap taehyung.
"Ya! Kita harus bersama selamanya karena kookie akan menjadi pacar tae" ucap jungkook bersemangat.
Taehyung tertawa diikuti oleh suara ketawa jungkook.
-flashback off-
Jungkook tersenyum mengingat kenangan tersebut. Ia mengelus lembut rambut V yang sudah tertidur.
"Aku merindukanmu tae, kuharap kau tidak membenciku karena sudah meninggalkanmu" ucap jungkook.
Jungkookpun terus mengelus rambut V hingga ia ikut tertidur.
Jungkook terbangun. Ia menatap sekelilingnya. Dia masih di atap dan warna langit gelap. Ia menatap V yang ternyata masih tidur di pahanya. Iapun membangunkan V.
"V bangunlah, ini sudah malam" ucap jungkook dan menepuk pelan pipi V.
Vpun perlahan bangun dan meregangkan tubuhnya. Ia menguap berkali-kali.
"Kajja balik ke kamar" ucap jungkook.
"Ambil makan dulu biar tidak bolak balik"
"Ahh iya" ucap jungkook.
Merekapun merapikan penampilan mereka lalu pergi ke kantin bersama. Mereka mengambil makanan lalu balik ke kamar.
"Apa kau ada pr lagi V?" Tanya jungkook.
"Tidak" ucap V.
"Lalu pakaian?" Tanya jungkook.
"Belum ada" ucap V.
"Baiklah kalau begitu aku makan" ucap jungkook lalu duduk di atas kasur dan membuka makanannya.
V ikut naik ke kasur jungkook dan makan bersama jungkook. Setelah makan jungkook membereskan sampahnya lalu membuangnya pada tempat sampah.
"V, aku bosan tinggal diasrama"
"Lalu mengapa kau tinggal diasrama?"
"Orang tuaku menyuruhku, dia takut aku tidak akan aman jika menyewa apartement" ucap jungkook.
"Lalu mengapa kau bosan?" Tanya V.
"Aku tidak bisa keluar berjalan-jalan. Aku juga tidak mempunyai teman. Ini sangat menyebalkan" ucap jungkook.
"Aku adalah temanmu" ucap V.
"K-kau mau menjadi temanku?!" Ucap jungkook terkejut.
"Tentu" ucap V.
"Wae? Kau bahkan ingin aku keluar dari kamar ini" ucap jungkook.
"Tidak. Aku kira kau berperilaku manja dan ternyata tidak" ucap V.
"Kau juga tidak terlalu menyebalkan seperti yang kau katakan. Apa benar yang seperti kudengar, para roomatemu ingin pindah kamar?" Tanya jungkook.
"Hanya kau yang masih bertahan dengan sikap menyebalkanku" ucap V.
"Sudah kukatakan bukan? Aku tidak akan keluar dari kamar ini" ucap jungkook.
"Aku akan membiasakan diriku bersamamu" ucap V.
"Terima kasih kalau begitu" ucap jungkook yang senang karena ia sudah dianggap teman oleh V.
"Jika aku melihatmu, aku melihat sahabatku. Aku sudah memutuskan untuk menyukainya, tidak membencinya. Jadi aku tidak akan lagi membencimu" ucap V menatap jungkook.
"Sepertinya kau sangat dekat dengan sahabatmu itu" ucap jungkook.
"Jika dia masih ada, mungkin perilakuku tidak buruk seperti ini. Dia sangat tidak suka jika aku berkelahi dengan temanku, sama sepertimu. Dia akan menahan tubuhku agar tidak memukul seseorang. Mengapa kau begitu mirip dengannya?" Tanya V menatap jungkook tajam.
Jungkook langsung teringat ketika kecil, V pernah berkelahi hanya karena mainan dengan temannya. Ya dan jungkooklah yang melerainya.
"Molla, aku tidak tau" ucap jungkook.
"Jika dia masih ada mungkin sekarang aku sudah menjadikannya pacarku"
"Bagaimana jika dia masih ada V?" Tanya jungkook tiba-tiba.
"Maksudnya?" Tanya V.
"Bagaimana jika dia masih hidup? Akankah kau menyayanginya lagi? Atau membencinya?" Tanya jungkook.
"Rasa sayangku tidak pernah hilang padanya. Aku tidak tau harus membencinya atau tidak" ucap V.
"Kau menyayanginya, mengapa bisa kau membencinya?" Tanya jungkook.
"Jika dia masih hidup, mengapa dia tidak menghubungiku? Bukankah itu jahat?" Ucap V tersenyum.
"Bagaimana jika dia memiliki alasan tersendiri mengapa ia tidak menghubungimu?" Tanya jungkook.
"Mengapa kau begitu penasaran? Dia sudah meninggal" ucap V.
"Bagaimana kau tau dia sudah meninggal?" Tanya jungkook.
V mendekatkan wajahnya ke wajah jungkook. Ia menatap mata jungkook.
"Apa yang kau ketahui tentangnya? Mengapa kau begitu penasaran?"
"Aku hanya mm ak-"
"Kau mengetahui sesuatu?!" Tanya V bersemangat yang langsung memegang kedua bahu jungkook.
"A-aniya aku hanya penasaran saja" ucap jungkook membuat raut wajah V kembali datar.
"Ah begitu" ucap V.
"Kau tidak tidur V? Ini sudah malam" ucap jungkook melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 11.
"Tidak, kau mau tidur?" Tanya V.
"Sepertinya" ucap jungkook.
"Kau sangat kuat tidur" ucap V lalu turun dari kasur jungkook dan naik ke kasurnya sendiri.
Jungkook hanya terkekeh lalu memakai selimut dan menutup matanya sedangkan V masih saja heran. Jungkook sudah tidur lama saat sekolah dan malamnya ia tidur begitu cepat. Aigoo. Tetapi jungkook sebenarnya tidak tidur, ia masih memikirkan apa yang V katakan tentangnya tadi.
'Ia tidak tau akan membenciku atau tidak. Akankah jika aku tambah mendekatinya lagi, dia tidak akan membenciku? Hh' batin jungkook.
Tak lama kemudian jungkook tertidur. V yang memang belum mengantuk menyalakan televisi dengan volume yang kecil. Ia menonton sebentar lalu pikirannya terbang kesana-sini. Ia memikirkan jungkook. Ia merasa bahwa jungkook mengetahui sesuatu tentang sahabatnya. Tetapi, V kembali berpikir. Bagaimana bisa jungkook sangat mirip dengan sahabatnya? Bahkan namapun sama. Sahabatnya dulu memiliki nama Jeon Jungkook. Apakah nama marga Jungkook juga Jeon? Sepertinya V harus menanyakannya segera. V sudah mulai nyaman dengan kehadiran jungkook karena ia sangat mirip dengan sahabatnya dulu. Walaupun Jungkook bukan sahabatnya, ia akan tetap berpikir bahwa Jungkook adalah sahabat dulunya agar rasa rindu yang sudah V pendam selama ini perlahan terobati dengan kehadirannya. Setelah cukup lama menghabiskan waktu untuk memikirkan jungkook, V kembali fokus pada televisi.
"ughh"
V menoleh ke arah tempat tidurnya Jungkook karena mendengar suara.
"Eommaa"
Vpun bangun dan menatap jungkook yang bergerak tidak nyaman di atas tempat tidurnya. V dapat melihat wajah jungkook basah dipenuhi oleh keringat.
'Mimpi buruk' batin V.
V pun membangunkan Jungkook dengan perlahan. Jungkook terus bergerak tidak nyaman.
"Jungkook bangunlah" ucap V yang sudah duduk di kasur jungkook.
V memperhatikan wajah jungkook dan terkejut melihat air mata yang terus keluar. Jungkook menangis, bukan berkeringat. Vpun mengguncang tubuh Jungkook lebih cepat.
"Bangunlah" ucap V.
"Bogoshipo hiks"
Jungkook tetap tidak bangun dan berbicara sendiri. V merangkup wajah Jungkook dengan kedua tangannya dan memukul pipinya pelan. Air mata Jungkook terus mengalir dengan deras membuat V merasa khawatir.
"Yak bangunlah!" ucap V.
Jungkook langsung membuka matanya. Otomatis ia langsung menatap V karena V merangkup wajah Jungkook menggunakan kedua tangannya.
"Wae? Kau kenapa?" Tanya V.
Jungkook tidak menjawab. Ia menatap kosong wajah V sambil terus mengeluarkan air mata. V mengusap air mata tersebut.
"Uljimma" ucap V.
"T-tae hiks aku bermimpi hiks buruk" ucap Jungkook.
'Tae? Dia tau namaku?' batin V.
"Ssttt itu hanya mimpi" ucap V yang masih setia mengusap air mata jungkook yang terus mengalir deras.
"Aku merindukan eomma appa" ucap jungkook.
"Saat liburan kunjungilah mereka" ucap V.
Jungkook menghela nafas pelan.
"Wae? Berhentilah menangis" ucap V.
Jungkook perlahan tersenyum.
"Tidurlah, aku akan menemanimu" ucap V.
"Gwaenchana, kau bisa kembali tidur V" ucap jungkook.
"Aku akan menemanimu" ucap V dan duduk bersender pada ranjang jungkook.
"Terima kasih" ucap Jungkook tersenyum.
Iapun kembali menutup matanya karena merasa sudah tenang dan akhirnya tertidur. Sedangkan V hanya memperhatikan jungkook yang sudah memejamkan matanya. Perlahan V mengelus rambut Jungkook dengan lembut.
'Apa yang kulakukan?' batin V.
Ia merasa heran dengan dirinya sendiri. Ini pertama kalinya ia peduli dengan roomatenya sendiri. Ia bahkan merasa khawatir melihat Jungkook menangis.
'Apa aku menyukai anak ini?' batin V lagi.
V hanya tersenyum lembut dan terus mengelus rambut Jungkook hingga ia tertidur.
Jungkook terbangun. Ia menguap dan merasakan kepalanya sangat berat. Ia menyentuh atas kepalanya dan mendapatkan tangan. Jungkookpun menoleh dan mendapatkan V yang tertidur dengan posisi duduk. Jungkookpun langsung membangunkan V.
"V bangunlah, ini sudah pagi" ucap jungkook.
Perlahan Jungkook tersenyum karena mengetahui V menemaninya hingga ketiduran. Bahkan ia tidur dalam posisi duduk.
"V ireona" ucap jungkook.
Perlahan V bangun dan menatap jungkook.
"Aku masih mengantuk, diamlah" ucap V dan kembali menutup matanya.
"Kau harus sekolah V" ucap Jungkook.
V diam tidak membalas. Jungkookpun bangun dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi. Ia membersihkan diri lalu menyiapkan bukunya. Ia juga menyiapkan seragam dan buku milik V lalu menaruhnya di samping V.
"V bangunlah, sekarang kau harus bangun. Sebentar lagi bel berbunyi" ucap Jungkook.
V bergerak tidak nyaman dan perlahan bangun.
"Aku sudah menyiapkan buku dan seragammu, bangun dan mandilah" ucap Jungkook.
"Mm" ucap V dan bangun menuju kamar mandi.
"Aku pergi duluan" ucap Jungkook sedikit berteriak.
Tidak ada jawaban. Jungkookpun pergi dan segera masuk ke kelasnya. Sesampai dikelas, Jungkook hanya menidurkan kepalanya di atas meja.
"Jungkook" panggil seseorang.
Jungkookpun mengangkat wajahnya melihat namja yang memanggilnya.
"Ahh namjoon? Waeyo?" Tanya Jungkook.
"Bisakah kau mengizinkanku pada songsaengnim nanti? Aku harus pulang sekarang"
"Ne? Kelas bahkan belum dimulai dan kau ingin pulang?" Tanya Jungkook.
"Ne, namjachinguku sudah sadar dari komanya, aku harus menjenguknya" ucap namjoon.
"Baiklah, aku akan menyampaikan pada songsaengnim. Titip salam untuk namjachingumu ne" ucap Jungkook tersenyum.
"Gomawo" ucap namjoon dan bergegas pergi.
Jungkookpun kembali menidurkan kepalanya di atas meja. Sekolah benar-benar akan terasa membosankan jika tidak memiliki teman seperti Jungkook. Ia bahkan lebih senang jika bersama V sekarang. Ntah kenapa ia jadi ingin terus bersama V karena menurutnya, V tidak lagi orang yang menyebalkan. V menjadi baik akhir-akhir ini dengannya ya walaupun ada saja sih menyebalkannya. Intinya Jungkook senang berada di dekat V.
Jungkook segera menuju atap karena bel istirahat sudah berbunyi. Tempat biasa ia mencari kesenangan dan ketenangan tersendiri. Ia juga berharap V ada di sana. Baru membuka pintu atap, ia langsung melihat V yang juga menatapnya. Jungkook tersenyum dan mendekati V yang berada di dekat pagar pembatas.
"Kau sudah makan?" Tanya V.
Jungkook mengangguk pelan.
"Aku ingin bertanya padamu" ucap V.
"Tanya apa?" ucap Jungkook.
"Kau mengetahui namaku?" Tanya V.
"Tentu, kau V" ucap Jungkook.
"Nama asliku" ucap V.
"Ne? Maksudnya?" Tanya Jungkook.
"Kau memanggilku dengan nama Tae kemaren, apa kau tau nama asliku?" Tanya V.
Jungkook terkejut mendengarnya.
'sial' batin Jungkook.
"Tidak, aku tidak tau. Kau kan tidak pernah memberitahuku" ucap Jungkook.
"Lalu? Mengapa kau memanggilku Tae?" Tanya V.
"M-molla, aku sedang tidak sadar kemaren" ucap Jungkook.
"Benarkah?" Tanya V.
"Ne, memangnya nama aslimu apa?" Tanya Jungkook.
"Mengapa kau penasaran?" Tanya V.
"Karena kau adalah temanku" ucap Jungkook.
V langsung menarik Jungkook menjauhi pembatas pagar dan mendorong tubuh Jungkook hingga membentur tembok. Jungkook terkejut. V langsung mengunci tubuh Jungkook dengan menaruh kedua lengannya diantara bahu Jungkook. V menatap Jungkook tajam. Kini kedua wajah mereka sangat dekat.
"Aku tidak mau menjadi temanmu lagi" ucap V.
"W-wae?" Tanya Jungkook.
"Kau menghantui pikiranku" ucap V.
"N-ne?" Tanya Jungkook.
CUP
Jungkook mebelalakkan matanya. V menciumnya tepat di bibir. Jungkook yang sadar langsung mendorong V keras hingga ciumannya terlepas.
"Y-yak apa yang ka-hmp"
V lagi menciumnya dan menahan kedua tangan Jungkook sehingga Jungkook tidak bisa mendorong V lagi. Iapun hanya pasrah. Setelah lumayan lama, V pun melepaskan ciumannya dan menatap wajah Jungkook yang sudah memerah.
"K-kau baru s-saja menciumku eoh" ucap Jungkook.
"Jangan mencoba untuk pergi dari hidupku, aku menyukaimu" ucap V menatap Jungkook dengan tatapan yang tajam.
Jungkook terdiam kaget mendengar ucapan V. Detik kemudian, V pergi keluar dari pintu atap meninggalkan Jungkook yang masih belum percaya akan apa yang ia dengan barusan. Perlahan jungkook menyentuh bibirnya sendiri dan tersenyum senang.
"Dia menyukaiku?" Ucap jungkook lalu berlari mendekati pagar pembatas.
"Kim taehyung menyukaiku! V menyukaiku! Omo!" Ucap jungkook loncat-loncat kecil.
Ia merasa sangat senang sekarang karena V menyukainya. Tetapi kembali ia berpikir. Akankah V menyukainya jika mengetahui dia adalah jungkook yang merupakan sahabat lamanya yang sudah meninggalkannya dulu? Jungkookpun kembali murung.
"Aku harus segera memberitahu V, mm aku harus jujur" ucap jungkook.
Iapun merencanakan untuk memberitahu V nanti malam. Setelah bel berbunyi, Jungkook segera turun dan kembali ke kelasnya untuk melanjutkan pembelajaran. Selama pelajaran berlangsung, jungkook tidak bisa fokus. Ia masih memikirkan V. Memikirkan bagaimana V menciumnya tadi. Seketika semburat merah muncul di kedua pipinya membuat jungkook terkekeh sendiri.
'Perilakunya sangat tidak bisa ditebak eoh, baru saja dia membuatku takut karena pertanyaannya tentang nama aslinya dan selanjutnya ia membuatku senang seperti ini aigoo'
Jungkook tidak berhenti mengembangkan senyum manisnya di wajah. Ia merasa senang dan juga gugup karena akan memberitahu V siapa dia sebenarnya. Jungkook hanya bisa berharap V tidak membencinya dan tetap menyukainya. Karena memikirkan V, waktupun tak terasa lama dan pelajaran selesai. Jungkook dengan semangat kembali ke kamar asramanya. Sesampai disana, ia terkejut melihat bercak darah berceceran di lantai kamar. Ia mengikuti jejak darah tersebut yang mengarahkannya ke kamar mandi. Dengan memberanikan diri, jungkook mengetuk pintu kamar mandinya.
"V? Kau didalam?"
Tidak ada jawaban. Karena khawatir, jungkookpun langsung membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci. Ia terkejut melihat V yang terkapar lemas duduk bersender di tembok kamar mandi.
"V? Apa yang terjadi?!" Tanya jungkook yang segera jongkok di depan V dan memeriksa tubuh V.
Ia mendapatkan banyak sayatan pisau di lengan kiri V dan beberapa luka di wajah V. Ia juga melihat celana bawah kiri V basah dan berwarna merah. Jungkook dapat pastikan bagian tersebut juga terluka. Bau kamar mandi sekarang sangat menyengat.
"Aku akan meminta izin untuk membawamu ke rumah sakit" ucap jungkook dan segera berdiri.
"Jangan kumohon" ucap V.
Jungkook kembali jongkok dihadapan V.
"Aku akan mengobatimu, ayo kita kembali ke kasur" ucap jungkook.
V hanya mengangguk. Iapun dibantu jungkook berdiri. Jalannya tidak stabil. V meringis pelan karena merasakan sakit saat berjalan. Ia menopang tubuhnya pada bahu jungkook. Jungkook segera menidurkan V di atas kasur. Lalu ia membongkar isi tasnya karena ia mengingat membawa kotak P3K didalamnya sebelum masuk asrama. Setelah ketemu, ia langsung duduk di atas kasur V. V hanya menatap jungkook dengan diam.
"Wajahmu memucat V" ucap jungkook.
"Ini luka kecil" ucap V terkekeh.
"Banyak sekali sayatan di lengan kirimu" ucap jungkook dan menyiapkan obat.
V hanya diam memperhatikan jungkook.
"Tahan ne" ucap jungkook.
Ia mengangkat lengan V dan mengobatinya. V meringis kesakitan karena sayatan dilengannya banyak. Setelah itu, jungkook langsung meniup lengan V lalu menutupnya menggunakan perban. Jungkook lalu menatap V.
"Bolehkah aku mengobati wajahmu?" Tanya jungkook.
V hanya mengangguk. Ia pun segera mengambil kapas dan menaruh obat di kapas tersebut. Ia mengobati wajah V dengan perlahan. V meringis pelan.
"Tahanlah" ucap jungkook.
Ia mengobati pelipis dan juga sudut bibir V. Saat mengobati sudut bibir V, lagi lagi ia teringat akan peristiwa di atap tadi. Wajah jungkook kembali merona.
"Wae?" Tanya V.
"A-ani" ucap jungkook.
Setelah selesai pada wajah V, jungkook langsung melihat kearah celana V.
"Apa kakimu juga terluka?"
V hanya mengangguk.
"Tulang keringku terluka" ucap V.
Jungkookpun melipat celana V ke atas. Ia langsung melihat luka sayatan yang lumayan panjang pada tulang kering kiri.
"Ini mengerikan" ucap jungkook.
V hanya terkekeh melihat wajah jungkook yang terlihat kaget.
"Ini pasti sakit V" ucap jungkook.
"Gwaenchana" ucap V.
Jungkookpun segera mengobati tulang kering V. V meringis hingga menutup mata karena rasanya pasti sakit. Jungkook dengan cepat menyelesaikan pengobatannya dan langsung menutup lukanya dengan perban.
"Gomawo" ucap V.
"Ne, apa yang terjadi?" Tanya jungkook sembari membereskan kotak tersebut.
"Seseorang yang kurasa anak buah dari Jimin menyerangku sebelum aku masuk kamar tadi" ucap V.
"Ne? Waeyo?" Tanya jungkook.
"Ntahlah" ucap V.
"Mengapa kau tidak melaporkan pada pihak sekolah V?" Tanya jungkook.
"Aku adalah ketua gangster babo untuk apa aku melaporkan ke sekolah" ucap V.
"Ne?! Yak jadi ketua gangster itu berbahaya" ucap jungkook.
"Itu menyenangkan" ucap V.
"Aish mengapa jimin melakukan ini padamu" ucap jungkook.
"Ini termasuk luka kecil. Aku bahkan pernah hampir meninggal akibatnya"
"Mwo?! Yak mengapa kalian berkelahi seperti itu? Aish itu berbahaya"
V terkekeh pelan.
TBC!
Gimana part 3 nya? Ceritanya masih panjang kayanya nih :3
Please jangan jadi silent rider dong :(
Jadi gatau kalian suka apa nggak sama cerita ini..
Ditunggu kelanjutannya yaa~
