Halooo guys author balik nihh kasih lanjutan part 4~

Pada penasaran ya kapan jungkook bakal kasih tau taehyung?

Hehe langsung aja dibaca yuk!

Last section on part 3 :

["Mwo?! Yak mengapa kalian berkelahi seperti itu? Aish itu berbahaya"

V terkekeh pelan.]


Part 4 : Remember You

"Ia melawanku berdua menggunakan pisau secara tiba-tiba sedangkan aku sendiri dan tidak membawa apa-apa. Untung saja hoseok segera datang" ucap V mengingat masa lalunya.

"Hoseok? Nugu?" Tanya jungkook.

"Apa kau ingat saat di atap kemaren aku bersama seorang namja? Dialah hoseok. Dia satu-satunya orang yang ku percaya" ucap V.

"Ahh ne aku mengingatnya"

"Jimin memang sering menyerangku dengan tiba-tiba" ucap V.

"Mengapa kau berkelahi dengannya?"

"Dia sahabatku" ucap V.

"Ne?" Ucap jungkook.

"Dia termakan oleh keegoisannya sendiri dan akhirnya persahabatan kami hancur" ucap V menjelaskan.

"Aku tidak mengerti" ucap jungkook.

"Ini tidak penting" ucap V.

"Tentu saja penting, kau terluka karenanya. Mengapa itu tidak penting?"

V tersenyum.

"Apa kau menyukaiku?" Tanya V.

"N-ne?"

Jungkook benar-benar tidak habis pikir. V selalu menanyakan hal yang membuat jantungnya berdebar secara tiba-tiba.

"Apa kau menyukaiku?" Tanya V lagi.

"M-molla" ucap jungkook.

"Mengapa kau gugup?" Tanya V.

"Mm a-aku mau mengambil makanan dulu ne? Apa kau lapar?" Tanya jungkook.

"Ne" ucap V.

"Tunggu disini jangan kemana-mana" ucap jungkook dan segera keluar menuju ke kantin untuk mengambil makanan.

Senyumannya terus mengembang diwajahnya. V tidak berhenti-henti membuatnya senang hari ini. Baru sampai dikantin, ia langsung ditarik oleh namja.

"Yak nugu?" Tanya jungkook yang menahan tarikan namja tersebut.

Namja tersebut menoleh.

"Jimin? Apa yang kau inginkan?!"

"Ikut sebentar" ucap jimin.

Jungkookpun meronta ingin dilepaskan tetapi kekuatan jimin lebih besar dibanding kekuatannya. Akhirnya ia pasrah ditarik Jimin. Tak lama kemudian, mereka sampai di taman sekolah. Tempat dimana pertama kali ia melihat V berkelahi dengan Jimin.

CEKLEK.

"V! V!" Teriak seorang namja yang baru saja berlari memasuki kamar V.

"Hey ada apa hoseok? Mengapa nafasmu tersenggal-senggal?" Tanya V.

"Ituhh anuu si hh hh-"

"Sst tenang" ucap V.

Hoseokpun mengatur nafasnya sebentar dan V mencoba untuk membangunkan tubuhnya dengan perlahan.

"Eoh ada apa dengan tubuhmu?" Tanya hoseok memperhatikan V.

"Salah satu anak buah jimin mengincarku tadi" ucap V.

"Dia sengaja melakukannya"

"Mm? Maksudnya?" Tanya V.

"Jimin sengaja menyuruh anak buahnya untuk menyakitimu" ucap hoseok.

"Wae? Bukankah sudah biasa terjadi hal seperti ini?" Tanya V.

"Dia membuatmu lemah agar kau tidak bisa menyelamatkan jungkook"

"Ne? Jungkook?" Tanya V yang bingung.

"Dia menarik jungkook ke taman sekolah tadi. Aku mengikutinya hingga ke taman sekolah lalu kemari untuk memberitahumu" ucap hoseok.

"Cih" ucap V yang emosi.

Ia memaksakan tubuhnya untuk bangun dan langsung berjalan pincang diikuti dengan hoseok disampingnya.

"Kau bisa berjalan sendiri?" Tanya hoseok yang berniat membantu.

V tidak menjawabnya dan terus berjalan lebih cepat membuat hoseok bergidik ngeri karena aura V sangat menyeramkan sekarang. Sesampai di taman, V terkejut melihat pemandangan yang sangat tidak enak didepannya. Jimin berciuman dengan jungkook. Jungkook berusaha melepaskannya tetapi jimin memegang tangan jungkook dengan sangat erat membuatnya meringis pelan disela-sela ciuman.

"L-lepammspf"

Jimin melepaskan ciuman tersebut lalu turun ke leher putih milik jungkook dan berniat memberi tanda disana. V yang sudah emosi langsung menarik tubuh Jimin dengan tangan kanannya lalu memukulnya dengan brutal sedangkan Jungkook langsung duduk melemas dengan air mata yang sudah turun. Oh ayolah, ia dipaksa secara kasar untuk melakukan hal yang tidak tidak bersama orang yang tidak ia sayangi. Bagaimana ia tidak menangis? Hoseok langsung menghampiri jungkook.

"Gwaenchana?" Tanya hoseok.

Jungkook mengangguk dan terisak pelan.

"Cih! Kau menyuruh anak buahmu untuk melawanku agar aku tidak bisa menyelamatkan jungkook? Menjijikkan!" Ucap V dan terus memukul jimin menggunakan tangan kanannya.

Wajah jimin sudah berlumuran darah. Ia langsung membalas pukulan V hingga V terkapar di tanah. Hoseok yang melihat itu langsung memukul jimin. Jimin dengan cepat menghindar dan memukul hoseok. Ia lalu menginjak tulang kering kiri V yang masih menggunakan perban.

"Akh! ARGHH!"

Jimin menginjaknya lebih keras membuat V berteriak kesakitan. Jungkook yang melihat hal tersebut tambah menangis. Hoseok dengan cepat mendorong tubuh Jimin dari atas kaki V sehingga jimin terjatuh. Hoseok memukulnya lagi sampai Jimin lemas tak bertenaga. Ia langsung mengangkat tubuh V yang juga lemas akibat lukanya diinjak dengan jimin tadi dan membawanya kembali ke kamar. Jungkook mengikuti hoseok. V beberapa kali hampir terjatuh karena badannya sangat lemas. Badannya menopang pada badan hoseok. Sesampai dikamar, hoseok membawanya ke atas kasur jungkook karena jaraknya lebih dekat dari pintu. Hoseok mengangkat celana V lebih tinggi hingga lutut.

"Dimana gunting?" ucap Hoseok.

Jungkook segera mencari gunting di tasnya lalu memberikannya pada hoseok. Hoseok langsung menggunting perban tersebut. Jungkook terkejut melihat luka pada kaki V yang semakin membesar dan melebar. Darah keluar begitu saja dari kaki V.

"Ini harus dijahit" ucap Hoseok.

"N-ne?" Tanya Jungkook.

"Tunggu disini" ucap Hoseok dan segera keluar.

Jungkook duduk di samping V yang pucat.

"V mianhae" ucap jungkook dengan mata yang kembali berkaca-kaca.

"Gwaenchana, apa kau baik-baik saja?" Tanya V dengan suara yang pelan.

Jungkook mengangguk lemah.

"Uljimma" ucap V pelan dan menatap jungkook.

"Kau terluka karenaku" ucap Jungkook dan meneteskan air matanya.

"Cengeng" ucap V terkekeh.

"Hiks kau menyebalkan" ucap Jungkook yang semakin membesarkan tangisannya.

"Berhentilah menangis" ucap V dan mengusap air mata di wajah Jungkook.

Jungkookpun perlahan menghentikan tangisannya.

"Begini lebih indah" ucap V menatap wajah Jungkook.

Jungkook tersenyum.

"Terima kasih V" ucap Jungkook.

V hanya mengangguk lemah. Tak lama kemudian, Hoseok kembali membawa jarum dan juga benang jahit di tangannya.

"Aku mendapat ini di uks, aku akan menjahit lukamu" ucap Hoseok.

V hanya mengangguk. Tidak ada ketakutan dalam wajahnya. Hoseok segera duduk dikasur sisi sebelah kiri sedangkan Jungkook di kanan. Ia mempersiapkan benangnya lalu menyentuh luka tersebut. V meringis pelan saat tangan hoseok menyentuh lukanya.

"Tahan sakitnya, aku akan menyelesaikannya dengan cepat" ucap Hoseok dan langsung menancapkan jarum tersebut pada kulit V.

"AKH!" V bergerak tidak nyaman sambil meringis kesakitan.

Jungkook memberanikan diri untuk memegang tangan V dan menggenggamnya.

"S-sebentar lagi selesai" ucap jungkook yang sebenarnya tidak berani melihat kearah Hoseok yang sedang menjahit luka V.

V tersenyum tipis menatap jungkook dan menggenggam erat tangan jungkook membuat jungkook ikut tersenyum. Tak lama kemudian, Hoseok menyelesaikan jahitan pada luka V.

"Sudah selesai" ucap hoseok.

"Gomawo" ucap V.

"Jungkook jagalah V dengan baik disaat aku tidak ada" ucap hoseok.

"Tentu, maafkan aku karena ceroboh" ucap jungkook.

"Aku akan mengurus Jimin ke pihak sekolah besok. Ini sudah keterlaluan" ucap hoseok.

"Jangan" ucap V.

"Kau selalu menolaknya V, aku akan tetap mengurus Jimin" ucap hoseok.

"Ne kalau begitu aku akan mengundurkan diri sebagai atasan kalian" ucap V.

"M-mwo? Yak apa kau gila? Aku melakukan ini untukmu" ucap hoseok.

"Belum saatnya pihak sekolah tau"

"Wae? Kau pernah hampir mati karenanya dan kini ia membuat ulah lagi. Tidak hanya padamu tetapi juga teman sekamarmu V" ucap hoseok.

"Jika pihak sekolah tau, ia bisa saja dikeluarkan dari sekolah" ucap V.

"Lalu? Itu pertanda baik bukan?"

"Tidak, itu pertanda buruk" ucap V.

"Wae?" Tanya hoseok.

"Aku tidak bisa membunuhnya" ucap V membuat jungkook terkejut.

"Ahh terserah padamu saja, aku tidak mau kau turun jabatan" ucap hoseok.

"Baguslah" ucap V.

"Baiklah aku akan kembali ke kamarku, jika ada apa-apa kau bisa menelfonku. Kau masih menyimpan nomorku kan?" Tanya hoseok pada V.

V hanya mengangguk. Hoseokpun segera pamit dan keluar dari kamar mereka.

"V kau bercanda kan akan membunuh jimin?" Tanya jungkook.

"Tidak, untuk apa aku bercanda?" Ucap V dengan santai.

"Yak kau tidak boleh membunuh orang"

"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku bercanda akan membunuhnya?" Tanya V.

"Kau bukan pembunuh" ucap jungkook.

"Aku bahkan bisa membunuhmu sekarang jika aku mau" ucap V.

Jungkook terkejut mendengarnya.

"Tidak, aku tidak yakin" ucap Jungkook.

"Wae? Percayalah. Aku bisa membunuhmu dengan kondisi tubuhku yang penuh luka ini" ucap V.

"Kau tidak mungkin membunuhku" ucap Jungkook.

"Wae? Apa karena aku pernah menciummu?" Tanya V.

"A-ani-"

"Walaupun aku menyukaimu, aku tetap bisa membunuhmu" ucap V.

Seketika Jungkook terdiam.

"Apa kau takut?" Tanya V.

Jungkook tetap diam. V langsung menarik baju Jungkook sehingga wajah Jungkook berada tepat di depan wajahnya. Jungkook dapat melihat wajah V dengan sangat jelas.

"Aku bisa membunuhmu jika kau meninggalkanku. Kau yang membuatku menyukaimu, jadi kumohon jangan tinggalkan aku" ucap V.

Jungkook tertegun mendengarnya. Ia merasa sangat senang. Semburat merah muncul dikedua pipi Jungkook. Jungkookpun menarik tubuhnya agar wajahnya tidak sedekat wajah V. Tetapi V tetap menahan bajunya.

"Wae? Kau malu?" Tanya V.

Jungkook hanya mengangguk pelan.

"Kau sangat manis" ucap V dengan menatap mata Jungkook.

Jungkook segera mengalihkan pandangannya karena malu ditatap oleh V.

"Y-yak be-berhenti menggodaku" ucap Jungkook.

V hanya terkekeh dan melepas cengkramannya pada baju Jungkook. Jungkookpun segera menjauhkan wajahnya dari wajah V.

"Aku tidak akan sekolah besok" ucap V.

"Baiklah, aku juga tidak" ucap Jungkook.

"Wae?" Tanya V.

"Bagaimana jika anak buah Jimin atau bahkan Jimin mendatangimu besok? Aku akan menemanimu" ucap Jungkook.

"Aku bisa sendiri" ucap V.

"Aku akan tetap menemanimu" ucap Jungkook.

"Baiklah" ucap V.

"Berjanjilah sesuatu untukku" ucap Jungkook.

"Ne?" Tanya V.

"Kau harus berjanji untukku" ucap Jungkook.

"Mengapa aku harus mengikutimu?" Tanya V.

"Aku ingin bertanya terlebih dahulu, apa jika aku meninggalkanmu, kau akan sakit hati?" Tanya Jungkook.

"Molla, aku terlanjur menyukaimu" ucap V.

"Kau tidak boleh menyukaiku" ucap Jungkook.

"Wae?" Tanya V.

"Kau tidak boleh menyukaiku jika kau membunuh seseorang" ucap Jungkook.

"Jadi kau ingin aku untuk berjanji tidak membunuh orang?" Tanya V.

"Ne, jika tidak aku akan meninggalkanmu sendirian" uca Jungkook.

"Kalau begitu aku akan membunuhmu" ucap V.

"Tidak apa asalkan bukan orang lain" ucap Jungkook.

"Kau tidak mengenal rasa takut ya ck" ucap V.

Jungkook terkekeh pelan.

"Jadi bagaimana? Kau mau?" Tanya Jungkook.

"Baiklah aku berjanji tidak akan membunuh orang" ucap V.

"Gomawo" ucap Jungkook.

V hanya tersenyum.

"Tidurlah, kau butuh istirahat" ucap Jungkook.

V hanya mengangguk. Jungkook segera memakaikan tubuh V dengan selimut lalu tidur di kasur V karena V berada di kasurnya.

V terbangun perlahan. Ia merasakan kakinya sangat sakit tepat pada jahitannya kemaren. Ia memposisikan tubuhnya menjadi duduk dan menyentuh jahitan tersebut dengan pelan.

"Kau sudah bangun" ucap jungkook.

V langsung menoleh dan mendapatkan jungkook yang sedang menatapnya.

"Kau selalu bangun pagi"

"Tentu saja" ucap jungkook dan menuju ke kasurnya lalu duduk disamping V.

"Apa masih sakit?" Tanya jungkook melihat ke arah kaki V.

V hanya mengangguk.

"Aku akan mengambil obat di uks dulu ya? Bolehkah aku menelfon hoseok? Aku tidak tau harus mengambil obat apa"

"Diam saja disini, aku sudah merasa lebih baik" ucap V tersenyum tipis.

Hati jungkook langsung berdebar kencang mendengarnya.

"Wae? Mengapa melamun?" Ucap V.

Jungkook menggeleng pelan.

TOK TOK TOK

Jungkook menoleh otomatis saat mendengar pintu diketuk.

"Tunggu sebentar" ucap jungkook lalu membuka pintu tersebut.

Seorang namja membungkukkan badannya didepan jungkook membuat jungkook bingung.

"Ada yang bisa kubantu?" Tanya jungkook pada namja tersebut.

Namja tadi langsung mengangkat tubuhnya dan kaget melihat jungkook.

"Jungkook?"

"Eh namjoon? Waeyo?" Tanya jungkook.

"Aigoo sepertinya aku salah kamar, mianhae" ucap namjoon.

"Kau mencari siapa?" Tanya jungkook.

"Aku mencari V" ucapnya.

"Ahh V ada didalam" ucap jungkook.

"N-ne? Kau roomatenya V?" Tanya namjoon terkejut.

"Ne, waeyo? Mengapa kau terkejut?" Tanya jungkook yang bingung.

"Rumor yang kudengar, V tidak menyukai roomate dan roomatenya pasti selalu meminta ganti kamar karena tidak kuat dengan sifat V" ucap namjoon.

Jungkook terkekeh pelan.

"Dia namja yang baik" ucap jungkook.

"Baguslah jika kau nyaman menjadi roomatenya" ucap namjoon.

"Memangnya ada perlu apa kau mencari V? Dia sedang sakit" ucap jungkook.

"Ne? Sakit? Ahh aku ingin mengucapkan terima kasih yang sangat banyak karena berkatnya namjachinguku dapat dirawat dengan baik" ucap namjoon.

"Apa hubungan namjachingumu dengan V?" Tanya jungkook.

"Dia menyumbangkan uangnya dengan nilai yang lumayan besar untuk biaya pengobatan namjachinguku. Teman-temannya juga ikut menyumbang. Jadi aku ingin mengucapkan terima kasih" ucap namjoon.

Jungkook tersenyum mendengarnya. V memang orang yang baik. Ia tidak jahat seperti yang orang lain katakan, ya walaupun memang menyebalkan. Tetapi ia memang memiliki hati yang baik.

"Jadi jika dia sakit, bisakah aku menitipkan ucapan terima kasihku? Lagipula bel sudah mau berbunyi" ucap namjoon melihat jam.

"Ne tentu saja, izinkan aku tidak dapat masuk hari ini. Aku harus merawatnya"

"Baiklah, terima kasih jungkook" ucap namjoon dan pergi.

Jungkookpun menutup pintu dan kembali duduk disamping V yang sedang mendengarkan musik melalui headsetnya. Ia melihat jungkook yang duduk dan membuka headsetnya.

"Siapa?" Tanya V.

"Namjoon" ucap jungkook.

"Ada apa dia kemari?" Tanya V.

"Dia ingin mengucapkan terima kasih padamu, tetapi karena aku mengatakan kau sakit jadi dia tidak mampir dulu" ucap jungkook membuat V mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

"Kau sungguh orang yang baik" ucap jungkook menatap V.

V hanya tersenyum tipis.

"Kau lagi lagi mengingatkanku pada jungkook sahabatku dulu, dia selalu menatapku seperti itu" ucap V.

Jungkook langsung teringat ia ingin memberitahu V jika ia memang merupakan sahabat dulunya.

"Kau tau? Setiap aku mengingatnya, aku selalu ingin menciummu" ucap V mendekatkan wajahnya pada jungkook.

"A-anu V a-aku-"

CUP.

V menciumnya lagi.

TBC!


Naaaa loh V sekarang sukanya cium yahh?

Hihi tunggu part selanjutnya yaa guys~

Maaf jika ada banyak typo dan kesalahan penggunaan kata..

Jangan lupa review! See ya^^