Hai hai hai hai~

Ada yang udah gak sabar nunggu part ini? Hehe langsung aja dibacaa yaa~

Happy reading guys!

Last section on part 4 :

[CUP.

V menciumnya lagi.]


Part 5 : Be Mine?

Kali ini jungkook tidak memberontak dan tidak mendorong V. Ia diam, menikmati ciuman lembut yang V berikan kepadanya. Perlahan tangan kanan V menyentuh belakang leher jungkook dan mengeratkan ciuman mereka. Jungkook menutup matanya. Jujur saja, ia benar-benar menyukai ciuman lembut yang diberikan oleh V. Ia melupakan segala rasa khawatirnya untuk memberitahu V tentang kebenarannya. Tak lama kemudian, V melepaskan ciuman tersebut. Ia menatap Jungkook yang sudah menunduk.

"Kau tidak menolak ciumanku? Wae?" Tanya V membuat wajah jungkook memerah.

"Apa kau juga menyukaiku?" Tanya V mengangkat wajah Jungkook yang menunduk.

Jungkook langsung mengalihkan tatapannya kearah baju V agar tatapan matanya tidak bertemu dengan matanya V.

"Kau tidak menjawabku?" ucap V.

"Mm.. a-aku ah m-molla" ucap jungkook.

"Kau tau? Aku nyaman berada didekatmu. Aku rasa aku perlahan melupakan jungkook sahabatku. Semakin lama aku melihatmu sebagai dirimu bukan sahabatku walaupun kau selalu mengingatkanku padanya. Jadi, kuharap kau tidak berpikir bahwa aku menatapmu sebagai Jungkook sahabat duluku" ucap V.

"Wae? Mengapa kau melupakan sahabatmu?" Tanya jungkook.

"Aku sudah lelah menahan rasa rinduku padanya. Selama bertahun-tahun, aku menyayanginya. Aku bahkan tidak berniat untuk mencari namja atau yeoja lain sebagai penggantinya didalam hatiku. Tetapi kau datang dan membuatku sadar, Jungkook sahabatku sudah menghilang. Dia benar-benar menghilang. Aku tidak lagi mengharapkannya kembali" ucap V yang membuat perasaan Jungkook sedih.

"Apa kau membencinya?" Tanya jungkook lagi.

"Jika dia masih ada dan tidak mencariku, ya sepertinya aku akan membencinya"

Jungkook menghela pelan.

"Wae? Mengapa kau terlihat sedih?" Tanya V.

"Tidak ada" ucap Jungkook.

'Aku tidak mungkin memberitahunya bahwa aku adalah sahabatnya' batin Jungkook.

Perasaannya kembali campur aduk. Ia kini yakin V akan marah jika tau bahwa dia adalah sahabat dulu V. Keinginan untuk memberitahu V kini sudah menghilang. Ia bahkan ingin menutupinya sekarang. Ia tidak mau V marah padanya. Ia terlanjur jatuh cinta akan sosok V yang sudah membuatnya nyaman.

"Apa yang kau pikirkan?" Tanya V.

"Aku ingin membeli makanan di kantin dulu" ucap Jungkook.

V yang melihat perubahan sikap jungkookpun bingung. Jungkook langsung keluar meninggalkan V yang masih bingung.

"Dia kenapa?" ucap V sendirian.

"Ahh aku lupa menanyakan namanya eoh" ucap V.

V yang bosanpun menyalakan televisi dan menonton dengan posisi tidur hingga jungkook datang membawa 2 kotak makan di kedua tangannya. Jungkook tersenyum melihat V.

"Kajja kita makan, hari sudah mulai siang" ucap Jungkook dan naik kekasurnya.

Vpun mengganti posisinya menjadi duduk. Jungkook membuka kotak makan tersebut dan memberikannya pada V.

"Bagaimana kaki dan tanganmu V? Masih sakit?" Tanya Jungkook.

"Sudah lebih baik, tetapi kurasa aku belum bisa berjalan dengan benar" ucap V.

"Kau tidak boleh berjalan dulu, jika kau membutuhkan sesuatu aku akan mengambilkannya" ucap Jungkook tersenyum.

"Lalu aku tidak mandi?" Tanya V.

"Bagaimana bisa kau berpikir untuk mandi dengan keadaan seperti ini?" Tanya Jungkook.

"Memangnya tidak boleh?" Tanya V.

"Tidak, kau tidak boleh mandi" ucap jungkook.

"Waeyo?" Tanya V.

"Kau bisa saja terjatuh di dalam kamar mandi jika kakimu tidak kuat" ucap jungkook.

"Kalau begitu, mandikan aku" ucap V.

Wajah jungkook langsung memerah.

"Wae? Mengapa diam?" Tanya V.

"Y-yak apa kau gila?" ucap jungkook.

"Tidak, aku tidak gila. Kau berkata aku tidak boleh mandi karena nanti aku terjatuh jika kakiku tidak kuat. Bagaimana kalau aku duduk dan kau yang memandikanku?"

"T-tanpa b-baju?" Tanya jungkook.

"Apa sekarang kau yang gila? Memangnya orang mandi menggunakan baju?" ucap V.

"A-aishh itu h-hal yang gila, tidak aku tidak mau" ucap Jungkook malu.

V hanya terkekeh melihat ekspresi jungkook yang malu.

"H-habiskan sa-saja makananmu" ucap Jungkook.

V hanya tersenyum kemudian memakan makanannya begitu juga dengan jungkook. Setelah selesai, jungkook langsung membereskannya.

"Jadi memandikanku?" Tanya V.

"Yak a-aku bilang tidak" ucap jungkook.

V terkekeh mendengarnya. Ia suka melihat jungkook malu dan gugup karenanya. Ia juga hanya bercanda menyuruh jungkook untuk memandikannya.

"Aku bosan, bolehkah aku berjalan-jalan?" Tanya V.

"Tidak, kakimu masih sakit" ucap Jungkook.

"Aigoo, sejak kapan aku mendengarkan perintah orang lain?" Tanya V.

"Lagipula ini untuk kebaikanmu" ucap Jungkook.

"Tapi aku sangat bosan, oh ayolah aku dari pagi hingga jam segini hanya tiduran duduk tiduran duduk di kasurmu" ucap V.

"Memangnya kau mau kemana?" Tanya jungkook.

"Taman belakang" ucap V.

"Bagaimana jika kau bertemu dengan jimin?" Tanya jungkook.

"Gwaenchana" ucap V.

"Tidak, kau tidak boleh kesana" ucap Jungkook.

"Apa kau mau ikut bersamaku kesana?" Tanya V.

"Yak kau tidak boleh kesana" ucap jungkook.

"Kalau begitu aku akan kesana sendiri" ucap V.

"Aishh baiklah aku akan menemanimu" ucap jungkook menyerah.

V hanya terkekeh mendengar nada pasrah dari mulut jungkook.

"Tapi nanti sore saja ya, sekarang masih panas. Lagi pula, pasti masih banyak murid yang berkeliaran jam segini" ucap jungkook.

"Baiklah" ucap V.

V kembali memposisikan tubuhnya menjadi tiduran. Jungkook hanya memperhatikan pergerakan dari V.

"Tidurlah" ucap V menepuk tempat kosong disampingnya.

Jungkookpun ikut membaringkan tubuhnya disamping V dengan detak jantung yang berdebar dengan cepat.

"Aku ingin bertanya" ucap V.

"Tanya apa?" Tanya jungkook.

"Siapa nama lengkapmu?" Tanya V.

Tanpa berpikri panjang, jungkook menjawabnya.

"Jeon Jungkook" ucap jungkook.

V terkejut mendengarnya.

"Jeon jungkook?" Tanya V.

"Ne, waeyo?" Tanya jungkook.

"Namamu sama dengan sahabatku" ucap V.

Jungkook langsung teringat dan merutuki dirinya sendiri. V menatap jungkook dengan tatapan yang tajam.

"Sebenarnya kau siapa?" Tanya V.

"Ne? Aku kan temanmu?" Tanya jungkook berusaha untuk tidak gugup.

"Bagaimana bisa ada orang yang benar-benar sama dengan orang lain? Nama, wajah, perilakumu dengan sahabatku sama" ucap V.

"M-molla, aku juga terkejut mendengar bahwa nama sahabatmu jeon jungkook" ucap jungkook dengan tersenyum kikuk.

"Apa kau benar-benar tidak tau tentangku? Bagaimana jika kau adalah sahabatku itu? Apa kau pernah mengalami lupa ingatan?" Tanya V.

"T-tidak, aku bukan sahabat dulumu. Aku tidak mengenalmu dan aku tidak pernah mengalami lupa ingatan" ucap jungkook.

'Mianhae taehyung' batin jungkook.

"Aku taehyung. Kim taehyung. Kau tidak mengetahuiku?" Tanya V.

Jantung jungkook berdebar sangat kencang. Ia takut untuk mengakui semuanya.

"T-tidak" ucap jungkook.

V menatap jungkook dengan tatapan curiga.

"Kurasa kau mencoba menyembunyikan suatu hal dariku. Apa kau mengenal sahabatku?"

"Apa kau tidak percaya padaku?" Tanya jungkook.

V hanya menghela nafas pelan.

"Mianhae, aku hanya terkejut mendengar namamu" ucap V.

Jungkook hanya terdiam. Bingung memikirkan apa yang harus ia lakukan. Memberitahu atau menyembunyikan? Ia benar-benar takut jika V marah dengannya.

"Jangan dipikirkan, aku mungkin masih berharap bahwa sahabatku ada haha" ucap V.

Jungkook tersenyum pelan.

'Biarkanlah status sahabatku bersamamu dulu menghilang. Aku akan membangun status yang baru denganmu V." batin jungkook.

"Aku ingin tidur" ucap jungkook lalu berdiri.

V langsung menahan pergelangan tangan jungkook yang hendak pergi.

"Tidur bersamaku" ucap V.

"N-ne?" Tanya jungkook.

"Tidur disini" ucap V lalu menarik jungkook dengan kuat membuat jungkook terjatuh ke kasur lagi.

Jungkookpun menurutinya dan kembali dengan posisi tidur. Jungkook membelakangi V dan segera menutup matanya. V tersenyum lalu mengalungkan tangannya di pinggang jungkook. Jungkook sedikit terkejut.

"Biarkan seperti ini" ucap V.

Jungkook mengatur detak jantungnya dan tersenyum lalu tertidur.

Jungkook terbangun. Ia membalikkan tubuhnya dan tidak mendapatkan V disana.

'Eoh kemana V? Kakinya belum sembuh' batin jungkook yang sudah mengubah posisinya menjadi duduk.

"V?" Panggil jungkook.

Jungkookpun berdiri dan terus memanggil nama V.

"Ne" ucap V.

Jungkook langsung menoleh ke arah kamar mandi. Suara V berasal dari sana. Dan benar saja, tak lama kemudian V keluar dari kamar mandi.

"Gwaenchana?" Tanya jungkook.

"Aku hanya pipis sebentar aigoo aku tidak akan mati jika berjalan" ucap V.

Jungkook terkekeh mendengarnya.

"Lihatlah, aku bisa berjalan" ucap V dan berjalan menuju jungkook.

V berjalan dengan perlahan, ia masih pincang tetapi tidak separah kemaren yang benar-benar tidak bisa berjalan. Bahkan tubuhnya benar-benar lemas. Kali ini kondisi tubuh V semakin membaik, ia pulih dengan cepat. Jungkook tersenyum melihat V.

"Walaupun kau bisa berjalan, tetaplah jangan banyak bergerak" ucap jungkook.

"Ne arraseo" ucap V.

Jungkookpun membantu V untuk duduk kembali di kasurnya.

"Kapan kita jalan-jalan? Hari sudah mulai gelap" Tanya V.

"Nantian, tunggu aku selesai mandi"

"Kapan kau akan mandi?" Tanya V.

"Apa kau benar-benar bosan? Kau seketika menjadi banyak berbicara" ucap jungkook terkekeh.

"Ne aku benar-benar bosan" ucap V.

"Baiklah aku akan mandi, kau jangan turun dari kasur diam saja disana"

V hanya tersenyum karena jungkook benar-benar memperhatikannya. Jungkookpun segera masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya sedangkan V hanya mendengarkan musik.

"Chuun gyeoul kkeuteul jina~ dasi bomnari ol ttaekkaji~ kkot piul ttaekkaji~ geugose jom deo, meomulleojwo meomulleojwo~"

V bernyanyi pelan sambil menunggu jungkook selesai mandi. Ia menikmati waktunya mendengarkan musik santai sambil menutup matanya.

"Aku baru mengetahui suaramu bagus" ucap jungkook membuat V membuka matanya dan menatap jungkook.

"Tentu saja" ucap V terkekeh.

"Apa kau jadi ingin ke taman belakang?" Tanya jungkook.

"Ne, lalu mau kemana? Tempat yang menyenangkan hanya taman belakang dan atap" ucap V.

"Baiklah" ucap jungkook dan segera menuju ke arah V untuk membantunya berjalan.

"Aku bisa sendiri" ucap V.

Jungkook yang tidak peduli tetap membantu V untuk berdiri. Setelah itu ia tetap memegang lengan kanan V untuk membantunya berjalan. V yang memang sebenarnya bisa berjalan sendiri langsung melepaskan tangan jungkook dari lengannya lalu menggenggam tangan jungkook.

"Lebih baik seperti ini" ucap V.

Jungkook tersenyum malu karena tangannya kini digenggam oleh V. V berjalan dengan pelan dan masih pincang sembari menggenggam tangan jungkook. Jungkook hanya mengikuti arah V jalan. Banyak orang memperhatikan mereka berdua karena V selaku ketua gangster kini menggenggam lembut tangan seorang namja? Jungkook hanya menunduk malu. Tak lama kemudian, mereka sampai ditaman belakang sekolah. V berjalan mendekati pohon besar dan melewati kursi putih yang biasa ia duduki.

"Kita mau kemana?" Tanya jungkook.

"Aku ingin duduk bersender pada pohon" ucap V lalu duduk dan bersender pada pohon besar tersebut.

Jungkookpun mengikuti V.

"Langit sangat terang malam ini" ucap V sambil menatap ke atas.

Jungkookpun mengikuti arah pandangan V dan takjub melihat bintang-bintang yang sangat banyak.

"Woah ini menakjubkan" ucap jungkook.

V tersenyum mendengarnya.

"Disini cukup tenang" ucap jungkook.

"Itulah yang kusuka dari taman belakang dan atap. Hanya dua tempat tersebut yang memberikanku ketenangan" ucap V dan menutup matanya.

"Apa kau sering duduk bersandar pada pohon ini?" Tanya jungkook.

"Tidak, ini baru pertama kalinya"

"Wae? Mengapa tidak duduk di kursi?" Tanya jungkook bingung.

"Apa kau tidak menyukainya?" Tanya V.

"Bukan begitu, aku hanya penasaran. Aku menyukainya" ucap jungkook.

"Aku rasa jika duduk disini dan menatapi bintang dengan puas seperti ini bersamamu membuatku terlihat romantis" ucap V dan terkekeh.

"Apaan sih" ucap jungkook malu.

"Aku menyukaimu jungkook" ucap V.

"N-ne?" Tanya jungkook.

V tersenyum dan menatap jungkook.

"Mengapa aku bisa menyukaimu? Padahal kau tidak memiliki hal yang istimewa" ucap V dan terkekeh.

"Y-yak apa yang kau katakan?" Ucap jungkook mempoutkan bibirnya.

"Aku hanya bercanda" ucap V dan mulai tertawa kecil membuat jungkook ikut tertawa dengannya.

CUP.

V lagi-lagi menempelkan bibirnya pada bibir jungkook secara tiba-tiba. Jungkook terkejut. Ia sepertinya harus benar-benar terbiasa dengan perlakuan yang tiba-tiba dari V. Perlahan jungkook menutup matanya. V mulai melumat bibir kenyal milik jungkook dengan lembut. Ia memperdalam ciuman tersebut. Hari ini jungkook sudah banyak menerima perlakuan hangat dari V. Ia merasa senang. Perlahan V melepaskan ciumannya dan menatap mata jungkook.

"Aku tau aku bukan pacarmu, tetapi kuharap kau tidak akan meninggalkanku" ucap V tersenyum.

"Bagaimana jika kau meninggalkanku?" Tanya jungkook.

"Aku hanya meninggalkan orang-orang yang menghianatiku atau berbohong padaku. Aku ini setia" ucap V.

Jungkook tersenyum miris.

'Aku sudah membohongimu'

"Jadi kuharap kau tidak akan membohongiku atau ingin didekatku karena suatu alasan. Aku ingin kau menyukaiku apa adanya" ucap V.

"N-ne" ucap jungkook.

"Apa kau menyukaiku?" ucap V.

"Ne, kurasa begitu" ucap jungkook membuat V tersenyum lebar.

"Jinja?" Tanya V.

"Ne, kuharap kau tidak akan meninggalkanku juga" ucap jungkook.

"Tentu" ucap V.

Jungkook tersenyum tipis.

'Kuharap kau benar-benar tidak akan meninggalkanku' batinnya.

"Aku ingin melakukan sesuatu untukmu, besok ayo kita kembali ke pohon ini" ucap V bersemangat.

"Ini pertama kalinya aku melihatmu sangat semangat" ucap jungkook.

"Karena aku akan melakukan sesuatu yang spesial besok" ucap V.

"Mengapa harus kembali ke pohon ini?" Tanya jungkook.

"Rahasia" ucap V terkekeh.

"Memangnya kau ingin melakukan apa?" Tanya jungkook yang bingung.

"Sesuatu yang pastinya tidak membuatmu sedih" ucap V.

"Ne?" Tanya jungkook.

"Intinya besok kita harus kembali ke pohon ini bersama" ucap V.

"Baiklah, jangan melakukan hal aneh" ucap jungkook.

"Tidak aneh" ucap V.

Jungkook tersenyum senang. Ia menjadi penasaran apa yang akan V lakukan padanya besok di sini.

"Mengapa kau bisa menyukaiku?" Tanya V menatap jungkook.

"Kau saja dulu, mengapa kau bisa menyukaiku? Bukankah awalnya kau benar-benar tidak menginginkanku sebagai roomatemu?" Tanya jungkook.

"Entahlah, aku menyukai kepribadianmu. Kau tidak manja dan tidak takut padaku seperti namja lainnya" ucap V.

"Lagipula untuk apa aku takut padamu" ucap jungkook terkekeh.

"Setiap aku membentakmu, kau malah tidak peduli. Tidak seperti namja lain yang akan menangis setelah ku bentak. Roomateku dulu mungkin hampir setiap saat menangis karenaku" ucap V.

"Jinja? Woah mengapa aku tidak takut denganmu?" Tanya jungkook dan terkekeh membuat V ikut terkekeh.

"Itulah mengapa aku menyukaimu. Lalu mengapa kau menyukaiku?" Tanya V.

"Entahlah. Kau sering membuat jantungku berdebar dengan tiba-tiba. Aku menyukai itu" ucap jungkook.

Jungkook tersenyum malu karena dia baru saja berkata sangat jujur pada V.

"Contohnya?" Tanya V.

"Mm e-entahlah" ucap jungkook.

V langsung mendekatkan wajahnya pada jungkook membuat jungkook terkejut.

"Seperti ini?" Tanya V.

Wajah jungkook langsung memerah malu.

"N-ne k-kurasa" ucap jungkook.

V menjauhkan wajahnya dan tersenyum.

"Aku tidak sabar hari esok" ucap V yang kembali menatap bintang.

Jungkook hanya tersenyum.

'Apa yang sebenarnya akan ia lakukan? Mengapa ia tidak sabar? Aigoo aku benar-benar penasaran' batin jungkook.

"Kajja kita balik. Aku sudah lapar" ucap V lalu berdiri dengan perlahan.

Jungkook hanya mengangguk dan ikut berdiri. Mereka berdua langsung ke kantin untuk makan sebelum kembali ke kamar asrama mereka. Mereka memilih untuk makan di kantin karena V memang sudah lapar. Setelah selesai, merekapun kembali ke kamar asrama. V dengan cepat duduk di atas kasur jungkook.

"Apa kakimu sakit lagi?" Tanya jungkook.

"Tidak" ucap V.

"Lalu mengapa kau duduk dikasurku?" Tanya jungkook bingung.

"Aku ingin tidur bersamamu lagi"

Jungkook langsung menunduk malu dengan senyuman diwajahnya. Ia benar-benar tidak menyangka jawaban V seperti itu. Ahh pipinya memanas lagi.

"Bolehkah?" Tanya V.

"N-ne? A-ah boleh" ucap jungkook.

"Baguslah" ucap V lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur jungkook.

Jungkook hanya tersenyum kikuk.

"Sini" ucap V sambil menepuk-nepuk bagian kasur disampingnya.

Jungkook naik ke kasur dan ikut merebahkan dirinya. Ia merebahkan tubuhnya menghadap ke tubuh V.

"Kajja tidur" ucap V lalu menarik pinggang jungkook agar tubuh jungkook lebih dekat dengan tubuhnya.

Jungkook terkejut karena wajah mereka benar-benar dekat sekarang. V tersenyum lalu memeluk pinggul jungkook dengan erat. Perlahan V menutup matanya meninggalkan jungkook yang masih grogi. Jungkookpun mengatur detak jantungnya dan menyamankan posisi tidurnya. Ia perlahan ikut menutup matanya dan tertidur didalam pelukan V.

V terbangun. Ia mendengar suara jungkook yang berbicara kecil. Ia menatap jungkook yang masih menutup matanya. Jungkook terlihat bergerak tidak nyaman didalam pelukannya.

"Apa kau mimpi buruk lagi?" Ucap V.

"Jangan membenciku" ucap jungkook.

V menggoyangkan tubuh jungkook.

"Mianhae tae, mianhae" ucap jungkook lagi membuat V terdiam.

"Tae? Nugu?" Ucap V.

Perlahan air mata turun dari mata jungkook yang masih terpejam erat.

"Jangan membenciku taehyung"

V terkejut mendengarnya.

"Taehyung? Itu aku?"

V segera mengguncang tubuh jungkook lebih keras agar ia terbangun. Tak lama kemudian, jungkook terbangun dengan pipi yang sudah basah dengan air mata. Jungkook terdiam menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

"Jungkook?" Ucap V.

Jungkook tetap terdiam dengan air mata yang masih mengalir.

"Yak sadarlah" ucap V.

Jungkook kemudian mengedipkan matanya dan melihat ke arah V.

"Apa yang terjadi padamu?" Tanya V.

"A-aku bermimpi buruk hiks"

"Kau menyebut namaku dalam tidurmu" ucap V membuat jungkook terkejut.

Ya jungkook memimpikan V. Ia bermimpi V membencinya setelah mengetahui identitas asli jungkook.

"Kau menyebut taehyung. Itu aku. Apa yang terjadi? Mengapa kau berkata jangan membenciku?" Tanya V.

"A-aniya" ucap jungkook.

"Apa yang kau mimpikan? Mengapa kau menangis? Kau memimpikanku?"

"Tidak ak-"

"Jangan berbohong, kau tidak pernah memanggilku dengan nama kim taehyung. Mengapa bisa kau menyebut nama asliku didalam tidurmu" ucap V.

"Aku tidak tau V sungguh, aku bahkan tidak mengingat wajah di dalam mimpiku. A-aku hanya melihat namja yang membenciku" ucap jungkook berbohong.

"Apa kau tidak berbohong?" Tanya V.

Jungkook mengangguk pelan. V lalu mengusap air mata jungkook dan tersenyum menatap matanya.

"Berhentilah menangis, aku akan menjagamu" ucap V lalu mendekap tubuh jungkook lagi.

Jungkook tersenyum.

"Terima kasih V" ucap jungkook.

"Tidurlah" ucap V.

Jungkookpun menutup matanya dan kembali lagi tidur.

Jungkook terbangun dan menguap kecil. Ia menoleh ke arah V dan melihat mata V yang menatapnya kembali. V sudah bangun dari tidurnya.

"Eh? K-kau sudah bangun" ucap jungkook dan menjauhkan wajahnya.

"Kau harus sekolah" ucap V dan merubah posisinya menjadi duduk.

"Aku ingin merawatmu" ucap jungkook.

"Aku sudah sembuh, kau harus sekolah"

"Tidak, kau belum sembuh" ucap jungkook.

"Aigoo aku tidak mau kau membolos pelajaran karenaku" ucap V.

"Wae? Kau saja sering bolos mengapa kau tidak memberikanku bolos?" Tanya jungkook yang bingung.

"Aku sudah pernah menyuruhmu untuk membolos. Itu salah. Seharusnya aku tidak pernah menyuruhmu untuk membolos" ucap V.

"Apa kau bertobat eoh?" Kekeh jungkook.

"Intinya kau harus sekolah. Jangan mengkhawatirkanku. Aku ini baik-baik saja" ucap V.

"Hh baiklah, aku akan sekolah tuan kim. Tapi berjanjilah sesuatu" ucap jungkook.

"Apa itu?" Tanya V.

"Kau tidak boleh keluar dari kamar"

"Ne? Aish kamar ini membosankan" ucap V.

"Yasudah aku tidak sekolah"

"Aish baiklah aku berjanji, aku tidak mau kau dipanggil kepala sekolah karena membolos. Sana pergi" ucap V.

Jungkook terkekeh lalu menyiapkan dirinya untuk sekolah. Ia senang karena V memperhatikannya. Setelah semua siap, jungkookpun bersiap keluar kamar.

"Aku pergi" ucap jungkook.

"Aku akan keluar kamar nanti untuk mengambil makanan" ucap V.

"Aku akan mengambilkannya sekarang" ucap jungkook.

"Aihh aku bisa mengambilnya sendiri"

"Perjanjiannya kau tidak boleh keluar kamar" ucap jungkook dengan senyum kemenangan diwajahnya.

V hanya berdecak kesal. Jungkookpun segera ke kantin dan memesan makanan. Ia lalu kembali dan membawakan V makanan dengan cepat karena bel akan segera berbunyi sebentar lagi.

"Ini makananmu, aku pergi sekarang. Jangan keluar kamar ya" ucap jungkook.

"Hm gomawo" ucap V.

Jungkookpun tersenyum dan segera pergi ke gedung sekolah sambil berlari.

"Dia sangat manis" ucap V dan terkekeh.

V melihat luka di kakinya. Ia menyentuh perlahan luka tersebut.

"Ahh sudah membaik" ucap V.

Ia mengambil telefon genggamnya dan mencari nama "hoseok" di kontaknya lalu menelfonnya. Tak lama kemudian, hoseok mengangkatnya.

["Yak mengapa kau tidak masuk? Apa kau membolos lagi? Aish"]

"Kau harus mengatakan halo ketika membuka pembicaraan" ucap V.

Baru saja diangkat, hoseok sudah mengomelinya membuat V kesal.

["Halo V"]

V terkekeh pelan.

"Kakiku masih sakit, aku tidak bisa sekolah" ucap V.

["Lalu mengapa kau menelfonku?"]

"Aku ingin kau membantuku"

["Aku akan selalu membantumu"]

"Nanti sore, aku ingin kau pergi ke taman belakang. Aku ingin menjadikan jungkook sebagai pacarku. Apa yang harus ku persiapkan?" Ucap V.

["NE?! JINJJA?!"]

TBC!


TBC?!

Nahhh lohh, V mau nembak jungkook?

Hahahaha tunggu kelanjutannya yaa~

Terima kasih yang udah mau baca, apalagi review~