Kelamaan yaa updatenya? mianhae T.T
Yuk langsung dibaca!
Last section on part 7 :
["Aku mengikutimu jungkook. Aku mengikutimu ke taman kemaren. Aku melihatmu menangis dan aku memutuskan untuk kembali. Aku tidak suka melihatmu menangis. Maafkan aku" ucap V.]
Part 8 : Trust Me
Jungkook benar-benar merasakan rasa senang yang sangat besar. Ia tidak menyangka V akan meminta maaf padanya.
"Aku juga minta maaf" ucap jungkook menghela nafas.
"Dimaafkan" ucap V.
Jungkook tersenyum.
"Jangan menangis lagi ya?" Ucap V.
Jungkook mengangguk semangat.
CUP
V mengecup bibir jungkook dan tersenyum. Ia lalu menjauhkan wajahnya dari wajah jungkook.
"Aku merindukanmu" ucap V.
Jungkook menundukkan wajahnya malu.
"A-aku juga" ucap jungkook.
"Aku merindukanmu jungkook. Mengapa kau tidak memberitahuku bahwa kau selamat dari penyakit tersebut?" Tanya V menatap jungkook.
"Aku benar-benar minta maaf V-"
"Taehyung" ucap V.
"Ne?" Tanya jungkook.
"Panggil aku taehyung" ucap V.
Jungkook tersenyum senang. Sepertinya V memang benar-benar memaafkannya.
"Aku benar-benar minta maaf taehyung, aku sudah mencoba mencari tentangmu tetapi aku tidak menemukan apapun. Ayahku juga mencoba mencari nomor telefonmu" ucap jungkook.
V tersenyum lembut.
"Ne, setidaknya kau sudah berada bersamaku" ucap V.
"Apa kau benar-benar memaafkanku?" Tanya jungkook.
"Apa kau meragukanku?" Tanya V.
"K-kau sangat jahat" ucap jungkook.
"Maafkan aku, aku benar-benar kesal padamu" ucap V dan mengacak rambut jungkook.
Jungkook tersenyum senang.
"Gomawo" ucap jungkook senang.
"Istirahatlah, suhu tubuhmu masih panas" ucap V.
"Ne" ucap jungkook.
V membantu jungkook untuk kembali ke posisi tidur. Ia menaikkan selimut jungkook hingga ke dada. V tersenyum menatap jungkook. Ia mengelus lembut rambut jungkook.
"Tidurlah" ucap V.
Jungkook mengangguk dan segera menutup matanya sedangkan V kembali ke kasurnya. Ia memutuskan untuk menonton televisi dengan volume yang kecil. V kembali memikirkan kata-kata jimin tadi.
'Apa dia berpikir dapat merebut jungkook? Jungkook menyayangiku' batin V.
Jujur saja, ucapan jimin tadi membuat V takut jungkook akan direbut olehnya. V tentu tidak akan membiarkan jungkook meninggalkannya untuk yang kedua kalinya.
'Jungkook tidak boleh terlalu dekat dengan jimin lagi' batin V.
Jungkook terbangun. Kepalanya masih terasa berat. Tubuhnyapun masih terasa lemas. Ia menatap sekitar dan melihat V yang masih menonton televisi.
"Taehyung?" Ucap jungkook.
V mendudukan dirinya lalu menatap jungkook.
"Kau tidur sangat cepat" ucap V lalu berjalan ke kasurnya jungkook.
"Jinja?" Tanya jungkook.
V hanya mengangguk.
"Apa masih pusing?" Tanya V.
"Ne" ucap jungkook.
"Apa kau mau makan lagi?" Tanya V.
"Tidak" ucap jungkook.
"Kau butuh istirahat yang banyak" ucap V dan memegang kening jungkook.
"Suhu tubuhmu masih panas" ucap V.
"Tapi aku tidak mengantuk taehyung" ucap jungkook.
"Ne, tiduran saja" ucap V.
Jungkook hanya tersenyum.
"Sejak kapan kau dekat dengan jimin?" Tanya V yang duduk disamping jungkook.
"Aku lupa, aku bertemu dengannya di atap" ucap jungkook.
"Apa yang dia lakukan padamu?" Tanya V.
"Tidak ada, kau tidak perlu khawatir, jimin sekarang sangat baik padaku" ucap jungkook tersenyum.
"Tidak jungkook, dia tidak baik" ucap V.
"Dia bahkan ingin meminta maaf padamu tae" ucap jungkook.
"Dia hanya bersandiwara didepanmu, jimin tetaplah jimin" ucap V.
"Tidak, dia berubah taehyung, dia menjadi baik" ucap jungkook.
"Percayalah, dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat padamu. Dia berkata seperti itu padaku disaat dia menggendongmu kemari" ucap V.
"Berikanlah orang lain kesempatan tae, dia ingin berubah" ucap jungkook.
"Kumohon jangan terlalu dekat dengannya" ucap V.
"Waeyo?" Tanya jungkook.
"Aku takut kau disakiti" ucap V.
Jungkook tersenyum.
"Gwaenchana" ucap jungkook.
BEEP
Jungkook menatap handphonenya yang layarnya menyala menandakan ada notifikasi yang masuk. Vpun langsung mengambil hp jungkook dan memberikannya pada jungkook. Jungkook membuka hpnya lalu membaca pesan yang dikirim dari jimin.
From : Jimin
Jungkook bagaimana keadaanmu? Kuharap kau baik-baik saja. Pulang sekolah nanti aku akan menjengukmu, bolehkah? Aku merindukanmu hihi.
Jungkook terkekeh membacanya.
"Nugu?" Tanya V.
"Jimin" ucap jungkook.
To : Jimin
Aku baik-baik saja, terima kasih sudah menolongku jimin. Tentu saja.
"Apa yang dia bilang?" Tanya V.
"Dia menanyakan kabarku dan dia ingin kemari nanti" ucap jungkook.
"Tidak. Dia tidak boleh kemari" ucap V.
"Waeyo?" Tanya jungkook.
"Aish jungkook, dia itu orang jahat mengapa bisa kau mempercayainya" ucap V menatap jungkook.
"Dia ingin berubah, hargailah dia" ucap jungkook tersenyum.
BEEP
Layar hp jungkook lagi menyala.
From : Jimin
Apa V sekolah?
Jungkook langsung membalasnya.
To : Jimin
Tidak. V disini bersamaku.
V dengan wajah kusam menatap jungkook. Jujur saja, V merasa sedikit 'cemburu'.
"Dia hanya ingin menjengukku tae, kumohon jangan berkelahi dengannya" ucap jungkook menatap V.
"Hm baiklah jika kau memintanya" ucap V menghela nafas.
BEEP
From : Jimin
Yah, jadi kita tidak bisa berduaan ya? Kkk jika kau sudah sembuh, ayo ke taman lagi. Aku ingin bercerita. Aku ingin kau juga menikmati waktu bersamaku.
Jungkook tersenyum tipis.
To : Jimin
Fokuslah pada pelajaran. Kita bisa berbincang nanti.
"Berhentilah main hp, kau masih sakit" ucap V yang mulai kesal.
V langsung mengambil hp jungkook dan menaruhnya ditempat yang agak jauh dari kasur.
"Aku belum selesai" ucap jungkook.
"Sudah kukatakan, jangan terlalu dekat dengannya. Dia mempunyai rencana jahat" ucap V.
"Aigoo taehyung, kau terlalu berpikiran negatif eoh" ucap jungkook.
"Aku mengenal jimin kook, dia orang yang seperti itu" ucap V.
"Seperti itu maksudnya?" Tanya jungkook.
"Dia akan baik diawal agar dipercaya. Setelah dipercaya, dia akan melakukan rencananya" ucap V.
"Sudahlah taehyung, jangan berpikiran negatif terus" ucap jungkook.
"Intinya jangan terlalu dekat" ucap V.
"Neee arraseo" ucap jungkook.
"Aku ingin mandi" ucap jungkook.
"Kau masih sakit" ucap V.
"Aku bisa mandi" ucap jungkook.
"Tidak, jangan mandi. Tubuhmu masih lemas" ucap V.
"Huhh aku bosan" ucap jungkook.
V mengelus lembut rambut jungkook.
"Apa tangan dan kakimu sudah sembuh tae?" Tanya jungkook.
"Ne, semuanya sudah sembuh" ucap V.
Jungkook tersenyum hangat dan menikmati rambutnya dihelus lembut. Perlahan jungkook menutup matanya. Ia merasa sangat nyaman.
CUP
Jungkook membuka matanya. V menciumnya dengan lembut.
"Diamlah sebentar" ucap V lalu mencium jungkook lagi.
Ia melumat lembut bibir mungil jungkook. Jungkook menutup matanya dan menyamankan dirinya. V mengelus lembut pipi jungkook sambil menciumnya. Jungkook merindukan ciuman ini. Ciuman lembut yang diberikan oleh V. Perlahan V melepaskan ciumannya dan menatap jungkook. V tersenyum hangat. Jungkook yang ditatap menjadi sangat gugup. Ia malu.
"Aku benar-benar senang. Aku menemukan sahabat duluku dan ternyata dia adalah orang yang sangat kusayang" ucap V kembali mengelus rambut jungkook.
Jungkook benar-benar malu sekarang.
"Aku juga senang kau sudah tidak marah padaku" ucap jungkook.
"Aku ingin berbicara sesuatu. Apa kau ingat sebelumnya aku pernah menyuruhmu ke taman pada sore hari?" Tanya V.
"Ne. Sebelum berkelahi kau menyuruhku ke taman. Memangnya ada apa?" Tanya jungkook.
"Rencanaku gagal pada hari itu. Jadi aku ingin melaksanakan rencanaku sekarang saja" ucap V.
Ya. V ingin menyatakan perasaannya pada jungkook. Seharusnya ia melakukannya ditaman bersama hoseok, hanya saja ia benar-benar ingin cepat menjadikan jungkook sebagai pacarnya.
"Memangnya kau mau ngapain di taman?" Tanya jungkook.
"Aku ingin mengatakan sesuatu" ucap V.
"Hm? Apa itu?" Tanya jungkook.
"Jungkook, apa kau ma-"
TOK TOK TOK
V menghela nafas panjang.
"Ada saja yang mengganggu" ucap V.
Jungkook terkekeh pelan.
"Buka dulu, nanti kita bicara lagi" ucap jungkook.
V hanya mengangguk. Ia segera membuka pintu dan wajahnya langsung berubah menjadi kesal. Bagaimana tidak? Yang ia lihat sekarang jimin.
"Apa?" Tanya V pada jimin.
"Aku ingin menjenguk Jung-kook-ku" ucap jimin dengan penuh penekanan.
"Yak! Dia it-"
"Taehyung nuguya?" Tanya jungkook.
"Ahh tidak, bukan siapa-siapa" ucap V lalu menutup pintunya.
Jimin dengan sigap menahan pintu tersebut.
"Hey jungkook, ini aku jimin. V tidak memberiku masuk" ucap jimin.
"Taehyung jangan seperti itu" ucap jungkook menatap taehyung.
Vpun menghela nafas dan membiarkan jimin masuk ke kamarnya. Jimin dengan wajah ceria langsung duduk di atas kasur jungkook.
"Hey kookie, apa masih sakit?" Tanya jimin dan menatap jungkook.
V berdecak kesal mendengar jimin memanggil jungkook dengan kookie. V memilih untuk duduk di kasurnya sendiri dan memperhatikan gerak-gerik jimin.
"Aku sudah membaik, seharusnya kau tidak perlu datang kemari" ucap jungkook tersenyum.
"Apa kau dengar? Pergilah" ucap V.
"Aku kemari ingin membawakanmu makanan" ucap jimin dan memperlihatkan plastik yang ia bawa.
"Woah itu apa?" Tanya jungkook.
"Aku membelikanmu makanan luar. Aku meminta izin pada satpam dan berkata bahwa orang tuaku sedang sekarat di rumah sakit" kekeh jimin.
"Ne? Yak omongan adalah doa" ucap jungkook.
"Orang tuaku sudah tidak ada jungkook santai saja" ucap jimin.
Jungkook langsung menutup mulutnya.
"Mianhae" ucap jungkook.
"Gwaenchana, sekarang makan ya?" Tanya jimin dan membuka makanan yang ada di dalam plastik tersebut.
Jungkook hanya mengangguk dan mengubah posisinya menjadi duduk secara perlahan. V berdiri dari kasurnya dan duduk disamping jungkook.
"Kau sudah membawakan makanan kan? Sekarang kau boleh pergi" ucap V.
"Taehyung jangan bersikap kasar" ucap jungkook.
"Dengarkan itu taehyung" ucap jimin.
Ya jimin sudah tau nama asli V karena dulu mereka memang benar-benar bersahabat.
"Aku suapin ya?" Tanya jimin.
V langsung mengambil makanan tersebut beserta sendoknya.
"Aku yang suapin" ucap V.
"Cih aku yang membelikannya" ucap jimin.
"Aku yang menyuapinya" ucap V.
"H-hey aku bisa makan sendiri" ucap jungkook dan mengambil makanan tersebut dari tangan V.
"Kau masih sakit jungkook, biarkan aku menyuapimu" ucap jimin.
"Tidak, aku bisa sendiri" ucap jungkook.
"Jangan berpura-pura baik" ucap V.
"Apa masalahmu denganku? Aku tidak mencari masalah hari ini denganmu" ucap jimin menatap V.
V hanya menatap jimin dengan kesal.
"Aku ingin minta maaf atas kesalahanku selama ini denganmu V" ucap jimin.
"Ne? Haha kau minta maaf?" Tanya V.
Jimin hanya mengangguk.
"Jimin sudah berubah tae" ucap jungkook.
Jimin langsung tersenyum penuh kemenangan.
"Tidak. Dia tetaplah jahat" ucap V.
"Hey aku meminta maaf padamu" ucap jimin.
"Kau bersandiwara" ucap V.
"Taehyung kumohon jangan berpikir negatif terus" ucap jungkook.
"Kau harus mempercayaiku jungkook. Dia hanya berpura-pura baik didepanmu" ucap V.
"Aku benar-benar menyesal. Kumohon maafkan aku V" ucap jimin.
"Kau benar-benar munafik" ucap V.
Mata jimin berkaca-kaca. Ia melancarkan aktingnya agar terlihat benar-benar baik didepan jungkook.
"Percayalah padaku" ucap jimin.
"Y-yak jimin j-jangan menangis" ucap jungkook melihat jimin.
"Aku benar-benar menyesal" ucap jimin menatap V.
"Taehyung maafkanlah dia, dia sudah berubah" ucap jungkook.
BUGH
Jungkook terkejut. V memukul jimin hingga terjatuh dari kasur.
"YAK!" Jungkook langsung bangun dari tidurnya dan membantu jimin berdiri.
"Taehyung apa yang kau lakukan?!" Tanya jungkook.
"Sudah kukatakan dia hanya bersandiwara" ucap V.
"Dia kemari menjengukku dan membawakanku makanan. Dia bahkan meminta maaf padamu. Kau benar-benar keterlaluan taehyung" ucap jungkook.
"Mwo? Yak percayalah padaku jungkook" ucap V.
"Aku akan kembali nanti. Kumohon jangan mengikutiku" ucap jungkook.
Jungkook segera menarik jimin keluar kamar. Jimin melirik V dan memberikan smirknya sedangkan V frustasi.
"Aish jungkook kau benar-benar percaya pada jimin" ucap V dan mengacak rambutnya dengan kasar.
"Maafkan aku jimin" ucap jungkook.
"Kau sudah menjengukku tetapi kau malah mendapatkan perilaku buruk" ucap jungkook yang merasa bersalah.
"Gwaenchana" ucap jimin.
"Apa sakit?" Tanya jungkook.
"Tidak, aku baik-baik saja" ucap jimin.
Jungkook hanya tersenyum.
"Tubuhmu masih lemas" ucap jimin.
"Gwaenchana" ucap jungkook.
"Kau harus beristirahat jungkook" ucap jimin.
"Aku ingin ke taman" ucap jungkook.
"Ne, aku akan menemanimu" ucap jimin.
Mereka berduapun ke taman. Jungkook kembali duduk dibawah pohon besar bersama jimin. Jungkook langsung menutup matanya bersandar pada batang pohon. Tubuhnya memang masih lemas.
"Jungkook" ucap jimin.
"Mm?" Tanya jungkook.
"Apa aku sudah berubah?" Tanya jimin.
"Ne, kau sudah menjadi baik" ucap jungkook membuka matanya dan tersenyum menatap jimin.
"Aku mengikuti caramu. Aku sekarang memiliki orang yang kusayang" ucap jimin ikut tersenyum.
"Jinjja? Caraku berhasil bukan?" Kekeh jungkook.
"Tentu, caramu berhasil" ucap jimin.
"Memangnya siapa yang kau sayangi?" Tanya jungkook.
"Orang yang memberiku saran tersebut" ucap jimin terkekeh.
"N-ne?" Tanya jungkook.
"Ya. Aku menyayangimu" ucap jimin.
TBC!
Gimana lanjutannyaa?
Oh yaa aku mau kasih tau, di part selanjutnya akan ada konten 18+ hehe~
Jadi kalau gak suka yang 18+, jangan dibaca yaa~
Dan aku akan up ketika selesai lebaran yahh^^
Terima kasih sudah baca part ini, kutunggu reviewnya^^
