WARNING!

Dalam part ini, terdapat banyak sekali adegan yang menggunakan konten 18+

Jadi jika tidak menyukai konten 18+, bisa langsung out ya hehe~


Halooo guys, dibaca dulu peringatan di atas yaa~

Sesuai ucapanku bakal up habis lebaran, nihh udah aku up yaa~

Selamat lebaran btw guys minal aidin walfaidin~

Happy Reading!

Last section on part 8 :

["N-ne?" Tanya jungkook.

"Ya. Aku menyayangimu" ucap jimin.]


Part 9 : I Don't Trust You

Jungkook terdiam.

"Waeyo? Kau tidak suka?" Tanya jimin.

"A-aku menyayangi V" ucap jungkook.

Jimin terdiam sebentar.

'Aku akan tetap merebutmu dari V bagaimanapun caranya' batin jimin.

"Ne, aku mengerti" ucap jimin.

"Maafkan aku jimin" ucap jungkook.

"Tidak masalah" kekeh jimin.

Jungkook tersenyum.

"Tidurlah kookie, kau butuh istirahat" ucap jimin dan menarik kepala jungkook agar bersandar pada bahunya.

Jungkook hanya diam dan menurut. Lagipula dia memang butuh istirahat. Jungkookpun menutup matanya dan tidur dibahu jimin.

V menatap jungkook dan jimin dari kejauhan. Hatinya terasa panas. Ingin V memukul jimin sekarang tetapi ia akan terlihat buruk didepan jungkook. Vpun memutuskan untuk kembali ke kamar.

Jungkook terbangun. Ia meregangkan tubuhnya dan menguap.

'Eoh kasur' batin jungkook.

Jungkookpun menatap sekitarnya dan mendapatkan jimin yang sedang mematikan televisi.

"Jimin?"

Jimin menoleh.

"Ahh kau sudah bangun" ucap jimin.

"Apa ini kamarmu?" Tanya jungkook.

"Ne, aku membawamu kemari" ucap jimin.

"Terima kasih jimin" ucap jungkook.

"Ini jam berapa?" Tanya jungkook.

"Jam 8 malam" ucap jimin.

"Ne? Aku tidur terlalu lama" ucap jungkook dan mengubah posisinya menjadi duduk.

Jimin naik ke kasur dan mendekati jungkook. Ia menatap jungkook.

"Kau sangat manis jungkook. Aku menyayangimu. Lupakanlah V" ucap jimin.

"T-tidak. Aku menyayangi V" ucap jungkook.

"Wae? Mengapa bisa kau menyayanginya?" Tanya jimin dan mendekatkan wajahnya ke wajah jungkook.

"A-aku aku t-ti-"

"Kau gugup seperti ini membuatmu tambah terlihat manis" ucap jimin.

Jungkook menundukkan wajahnya.

"Jadilah milikku" ucap jimin.

"T-tidak" ucap jungkook.

"Wae?" Tanya jimin.

"A-aku menyayangi V" ucap jungkook.

"V, V, dan V" ucap jimin yang mulai kesal mendengar nama V.

"Aku lebih baik darinya" ucap jimin.

Jungkook hanya diam.

"Kau harus menjadi milikku jungkook" ucap jimin.

"M-mianh-"

"Kau harus" ucap jimin.

"T-tidak a-aku t-tidak mau" ucap jungkook.

Ia tiba-tiba merasa takut.

"Bagaimana jika aku memaksamu?" Tanya jimin.

"J-jangan" ucap jungkook.

"Kau terlihat seperti anak kelinci yang kebingungan" ucap jimin.

Jungkook hanya diam.

"Jadilah milikku" ucap jimin lagi.

Jungkook menggeleng.

"Aigoo aku sudah bersama denganmu hampir tiap hari tetapi kau belum juga bisa melupakan V" ucap jimin.

"A-aku mau balik" ucap jungkook dan berdiri menuju pintu.

Kepalanya kembali merasakan pening. Tubuhnya juga masih lemas. Saat ia ingin membuka pintu, pintunya tidak dapat dibuka.

"Jimin mengapa pintunya tidak dapat dibuka?" Tanya jungkook.

"Aku menguncinya" ucap jimin.

"Bukalah, aku ingin kembali" ucap jungkook menatap jimin.

"Apa kau takut padaku?" Tanya jimin dan mendekati jungkook.

Jimin menyudutkan jungkook pada ujung kamarnya. Jungkook terus menunduk takut pada jimin. Jimin mengunci pergerakan jungkook. Jimin memegang kedua pipi jungkook.

"Aku menyukai seseorang yang takut padaku jungkook" ucap jimin.

CUP

Jungkook membelalakkan matanya. Jimin mencium jungkook dengan kasar. Jungkook mencoba melepas ciuman tersebut tetapi tubuhnya sangat lemah. Iapun memukul perut jimin menggunakan sikunya. Jiminpun melepaskan ciuman mereka dan menatap jungkook.

"Kau bodoh karena tidak percaya dengan V" ucap jimin.

"N-ne?" Tanya jungkook.

"Apa kau berpikir aku benar-benar berubah menjadi baik? Heol" ucap jimin.

"K-kau berbohong?" Tanya jungkook.

"Aku hanya ingin menyakiti V darimu sayang" ucap jimin tersenyum.

"M-mwo?!"

"Kau akan menjadi milikku" ucap jimin.

PLAK

Jungkook langsung menampar jimin. Jimin mengeluarkan smirknya.

"Kau ingin bermain kasar ya?"

Jimin langsung menarik paksa tubuh jungkook dan melemparnya ke kasur. Jungkook tersentak. Jimin langsung menimpa tubuh jungkook dan menciumnya dengan kasar. Jimin memegang kedua tangan jungkook.

"A-andhhmpfwae"

Jungkook mencoba melepaskan dirinya tetapi tubuhnya sangat lemas. Perlahan air mata turun dari matanya. Jimin melepaskan ciumannya dan menatap jungkook dengan smirknya.

"Kau menikmatinya? Bayangkan saja, V pasti sangat kecewa padamu sekarang" ucap jimin dan langsung menyerang leher putih milik jungkook.

"Yakhh" jungkook bergerak tidak nyaman di atas kasur tersebut.

Jimin terus melumatnya hingga memberikan tanda di sana.

"Ini tanda kepemilikanku" ucap jimin menatap bekas keunguan disana.

"H-hentikan hiks" ucap jungkook yang terlihat pasrah.

Jimin melepas baju jungkook dengan sekali tarikan. Jungkook langsung menarik-narik tangannya yang lagi lagi dipegang erat oleh jimin.

"Tubuhmu sangat bersih. Sayang V tidak dapat mencicipinya terlebih dahulu" ucap jimin dan kembali memberikan kecupan kecupan di tubuh tersebut.

"B-berhentihh hiks" ucap jungkook.

Jimin menjilat puting jungkook.

"Hyakhh b-berhen-akhh"

Jimin menggigit dan menghisap puting jungkook membuat jungkook semakin lemas tak berdaya.

"Enak bukan?" Tanya jimin.

Jimin kembali mencium jungkook. Ia melepaskan kedua tangan jungkook. Kedua tangannya kini memainkan puting jungkook.

"Hmpftthh"

Jimin melepaskan ciuman tersebut dan menatap jungkook.

"Wajahmu sangat menggoda" ucap jimin.

Jungkook menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin. Ia menggunakan tenaga terakhirnya untuk mendorong tubuh jimin yang berada di atasnya. Jimin terjatuh. Jungkook langsung berlari ke arah pintu.

'Sial aku lupa pintunya dikunci' batin jungkook mengumpat.

Jungkook menggedor-gedor pintu dan ingin berteriak. Tetapi belum saja berteriak, jimin menutup mulut jungkook dengan tangan kanannya.

"Hey kelinci kecil, jangan macam-macam" ucap jimin tepat ditelinga jungkook membuat tubuh jungkook merasakan seperti tersengat listrik.

Jimin langsung menarik rambut jungkook dan membawanya ke kasur lagi.

"Arghh" jungkook meringis kesakitan karena rambutnya ditarik paksa.

Jimin mencium jungkook lagi dengan kasar sembari memainkan puting jungkook. Kali ini jungkook benar-benar pasrah. Ia sudah tidak memiliki tenaga. Kepalanya juga semakin pening. Jimin menurunkan celana jungkook.

"Y-yak apa yan-nghhh"

Jimin menyentuh milik jungkook yang sudah menegang didalam.

"Milikmu kecil" ucap jimin.

Jimin mengelus milik jungkook hingga menggenggamnya dan menaik turunkan tangannya.

"H-henhhtikanngh"

Jungkook merutuki tubuhnya yang merasa nikmat. Ia tidak mau seperti ini bersama jimin. Tubuhnya terus memberikan respon baik terutama pada mulutnya yang terus mengeluarkan desahan-desahan kecil.

"Teruslah mendesah sayang" ucap jimin.

Jimin mempercepat temponya membuat jungkook semakin bergerak tidak nyaman di atas kasur.

"Ahh b-berhhentihh hiks"

Tubuhnya menginginkan lebih. Tetapi otaknya terus menyuruhnya untuk berhenti. Jungkook menangis lagi.

"K-kumohonhh"

Jungkook mendesah tak karuan merasakan miliknya semakin membesar. Jimin yang mengetahui jungkook akan mencapai klimaks tambah mempercepat tempo membuat jungkook semakin menggila.

"Kau menyukainya sayang?" Tanya jimin.

"A-aku ngh-AKHH"

Tubuh jungkook menegang sembari melenguh panjang membuat jimin mengeluarkan smirknya. Jungkook mencapai klimaks. Ia mengeluarkan cairannya dibaju jimin. Nafas jungkook tersenggal-senggal.

"Berhhentihh hiks" ucap jungkook.

Jimin meraba wajah jungkook.

"Kau lelah? Kita belum memulainya" ucap jimin terkekeh.

"K-kumohonhh berhenti" ucap jungkook.

"Suhu tubuhmu semakin panas hm" ucap jimin menynetuh tubuh jungkook.

Jimin melebarkan selangkangan jungkook.

"Y-yakh apa yang-hiks kau inginkan" tanya jungkook menatap takut jimin.

"Sudah kukatakan, kau akan menjadi milikku" ucap jimin.

"Andwae! Yak! Hiks"

Jungkook melawan jimin dengan cara menendang-nendang kakinya sembarang.

"Diamlah" ucap jimin dan menahan kaki jungkook dan membukanya lebar.

"A-aku tidak mau!" Ucap jungkook.

Ia mengubah posisinya menjadi duduk dan memukul-mukul jimin menggunakan tangannya.

PLAK!

BRUK!

"Diam!" Bentak jimin.

Jungkook terkejut. Ia baru saja ditampar dan didorong kasar oleh jimin. Jungkook terus menangis terisak.

"Nikmati saja permainannya" ucap jimin.

"K-kumohon hiks" ucap jungkook.

Jimin kembali membuka selangkangan jungkook dan langsung memasukkan ketiga jarinya ke dalam hole jungkook.

"AKH HENTIKAN!" Ucap jungkook.

Ia merasakan holenya sangat perih karena dipaksa masuk oleh jari-jari jimin.

Jungkook bergerak tidak nyaman karena merasakan perih. Jungkook terus meringis kesakitan sekaligus menangis. Jimin memasuk-keluarkan jarinya dengan tempo yang pelan. Tempo tersebut semakin lama semakin cepat membuat ringisan jungkook perlahan berubah menjadi desahan.

"Akhh j-jiminhh berhentihh"

"Teruslah sebut namaku sayang" ucap jimin dan mempercepat temponya.

Jungkook meremas sprei yang tidak bersalah tersebut dengan sangat kuat. Ia terus mendesah menikmati permainan yang diberikan jimin. Jungkook menutup matanya pasrah.

"A-aku mhhmau keluarhh"

Jimin tambah mempercepat tempo jarinya didalam hole jungkook.

"Hya-AKHHHHH"

Cairan jungkook kembali keluar di baju jimin. Nafas jungkook tersenggal-senggal. Tubuhnya kini benar-benar tidak memiliki tenaga.

"Badanmu penuh dengan keringat hm kau sangat seksi" ucap jimin dan kembali mencium jungkook.

Jungkook mendorong lemas tubuh jimin.

"Hhentikanhh" ucap jungkook.

"Kau ingin ke acara inti hm?" Tanya jimin.

"Kumohon jangan" ucap jungkook.

Ia tidak mungkin mau kehilangan keperawanannya dengan laki-laki yang tidak ia cintai. Jimin menatap ke arah hole jungkook yang sudah basah.

"Aku ingin memasukimu" ucap jimin.

"A-andwae" ucap jungkook.

Jimin menggesek miliknya ke milik jungkook.

"H-hentikan" ucap jungkook.

"Ini akan terasa enak" ucap jimin dan kembali memasuki jarinya ke dalam hole jungkook.

"A-appo, hentikanh" ucap jungkook.

Jimin membuka-buka hole tersebut.

"Milikku akan muat masuk kesini" ucap jimin terkekeh.

"A-andwae! Andwae!" Ucap jungkook dan menepis tangan jimin agar berhenti memainkan holenya.

Jungkook berusaha untuk turun dari kasur. Holenya terasa sangat perih.

"Kau tidak akan bisa berjalan kookie" ucap jimin memperhatikan jungkook.

Dan benar saja. Baru berjalan selangkah, jungkook sudah terjatuh. Jungkook kembali menangis. Jimin berdiri dan menghampiri jungkook yang masih terduduk lemas. Jimin langsung menarik kasar rambut jungkook dan memperhatikan leher jenjang jungkook yang sudah dipenuhi oleh tanda darinya.

"Akh-AKHH!"

Jimin semakin menarik rambut jungkook membuat jungkook berteriak kesakitan. Jimin kembali mencium dan melumat leher jungkook. Ia tetap menarik kasar rambut jungkook.

"BERHENTI KUMOHON!" Teriak jungkook dan terisak.

BRUK!

Jungkook terkejut mendengar suara keras dari arah pintu. Ia menoleh dan mendapati V yang menatapnya tajam. V mendobrak pintu tersebut. Jimin yang melihat V terkejut.

"AKU AKAN MEMBUNUHMU PARK JIMIN!" Teriak V dan langsung berlari menuju jimin yang berada dibelakang jungkook.

V langsung memukul jimin berkali-kali sedangkan jungkook menangis keras.

"AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU!" Ucap V dan terus memukul jimin.

"H-hentikan hiks" ucap jungkook yang tidak kuat melihat semuanya.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA JUNGKOOK?!"

V mencekik leher jimin.

"KUMOHON HENTIKAN!" Teriak jungkook.

Ia takut V akan membunuh jimin. V melepas cekikannya pada jimin.

"Aku dapat memastikan kau akan keluar dari sekolah ini segera" ucap V dengan nada yang sangat dingin.

V langsung mengambil pakaian jungkook dan memakaikan jungkook dengan pelan. Ia lalu menggendong jungkook ala bridal style meninggalkan jimin yang tubuhnya dipenuhi oleh darah. Jimin kembali berdiri. Ia mengejar V dan mendorong tubuh V membuat V terjatuh di koridor yang cukup ramai. Jungkook juga ikut terjatuh karena ia sedang digendong oleh V. Jungkook meringis merasakan sakit yang luar biasa pada pinggul hingga bokongnya. V bangun dan kembali memukuli jimin. Semua orang yang berada dikoridor terkejut melihatnya. Beberapa orang panik dan takut. Ada yang langsung pergi dan juga diam memperhatikan perkelahian V dan jimin. Tak lama kemudian, salah satu petugas yang biasa mengurus anak-anak yang bermasalah di sekolah datang. Dia langsung melerai jimin dan V.

"Kalian harus ke kantorku. Sekarang!" Bentak petugas tersebut sambil menarik tangan jimin dan V.

V menoleh ke arah jungkook yang masih menangis. Ia ingin membawa jungkook ke kamar sekarang, tetapi tangannya ditarik oleh petugas tersebut.

"Tunggu aku dikamar!" Teriak V sebelum menghilang dari tembok-tembok.

Banyak orang memperhatikan jungkook yang masih menangis. Jungkook mencoba untuk berdiri, tetapi sial. Badannya masih sangat lemas. Tak lama kemudian, seseorang menyentuh bahu jungkook.

"Jungkook"

Jungkook menoleh dan mendapatkan hoseok.

"V memberikanku pesan dan menyuruhku membantumu kembali ke kamar" ucap hoseok.

Jungkook hanya mengangguk. Hoseokpun membantu jungkook berdiri. Tetapi, jungkook terus terjatuh. Hoseokpun menggendong jungkook dan membawanya ke kamar.

"Berhentilah menangis" ucap hoseok menatap jungkook.

"A-aku tidak mempercayai V" ucap jungkook.

"Ne?" Tanya hoseok.

"Aku lebih mempercayai jimin. V sudah memberitahuku tetapi aku tidak mempercayainya" ucap jungkook.

"Mempercayai apa?" Tanya hoseok.

"Jimin sudah meminta maaf padaku. Dia bertingkah baik. Aku mempercayai bahwa jimin sudah berubah. V sudah berkali-kali memberitahuku jangan terlalu dekat dengan jimin. Dia selalu berkata bahwa jimin tetaplah jimin yang jahat. T-tetapi aku tidak mempercayainya" ucap jungkook dan mengusap air matanya.

"V sangat mencintaimu jungkook" ucap hoseok yang terus berjalan menggendong jungkook menuju ke kamar.

"Kau seharusnya mempercayainya" ucap hoseok membuat tangisan jungkook semakin membesar.

"E-eh aku tidak bermaksud menyalahkanmu" ucap hoseok.

"Hiks ini memang salahku hiks" ucap jungkook terisak.

"Tidak, ini salah jimin" ucap hoseok.

Hoseok tentunya sudah mengetahui apa yang jimin lakukan karena leher jungkook sekarang penuh dengan bercak-bercak keunguan.

"V a-akan memarahiku lagi hiks" ucap jungkook.

"Aniya, V tidak mungkin memarahimu lagi. Apa kau takut V akan marah padamu?" Tanya hoseok.

Jungkook mengangguk pelan.

"Percayalah. Dia tidak akan memarahimu" ucap hoseok tersenyum menenangkan jungkook.

Tak lama kemudian, mereka sampai dikamar. Hoseok langsung menurunkan tubuh jungkook di kasurnya dengan perlahan. Jungkook meringis pelan.

"Terima kasih hoseok" ucap jungkook yang sudah berhenti menangis.

"Aku akan menemanimu hingga V kembali" ucap hoseok.

"Tidak usah, gwaenchana. Aku bisa sendiri" ucap jungkook.

"Tidak. Aku akan tetap disini bersamamu" ucap hoseok.

"Baiklah, terima kasih banyak" ucap jungkook tersenyum.

"Apa kau sudah makan?" Tanya hoseok.

Jungkook menggeleng pelan.

"Aku akan mengambilkan makanan dulu ne" ucap hoseok.

"J-jangan. Aku tidak lapar" ucap jungkook.

"Benarkah?" Tanya hoseok.

Jungkook mengangguk. Ia tidak mau merepotkan hoseok lebih banyak lagi.

"Baiklah" ucap hoseok dan duduk di atas kasur disamping jungkook.

"Apa kau juga menyukainya?" Tanya hoseok menatap jungkook.

"V?" Tanya jungkook.

Hoseok mengangguk.

"Ne, dari dulu" ucap jungkook.

"Dari dulu?" Tanya hoseok.

"Apa kau pernah diceritakan V tentang jungkook sahabatnya yang terkena penyakit leukimia?" Tanya jungkook.

Hoseok mengangguk.

"Nah kau tau kan" ucap jungkook.

Hoseok terdiam sebentar. Ia menatap jungkook dengan tatapan bingung. Tetapi tatapan tersebut berubah menjadi tatapan terkejut.

"Kau jungkook? Jeon jungkook? Sahabatnya V?!" Tanya hoseok.

Jungkook terkekeh dan mengangguk.

"Yak apa V mengetahuinya?! V sangat merindukanmu" ucap hoseok.

"Dia sudah tau" ucap jungkook.

"Woah kalian benar-benar jodoh eoh. Terpisah setelah sekian lama dan kembali dipertemukan!" Ucap hoseok heboh.

Jungkook terkekeh.

"Dulu sebelum V menjadi ketua, dia sangat sering membicarakanmu padaku dan juga jimin. Dia selalu berkata bahwa dia merindukanmu. Aku bahkan sampai bosan mendengarkan ceritanya itu" kekeh hoseok.

"Benarkah?!" Tanya jungkook.

"Ne, tetapi semenjak ia menjadi ketua, ia menjadi lebih pemurung dan terkesan dingin karena jimin memusuhinya. Ia sudah menganggap jimin sebagai saudaranya sendiri ya tetapi begitulah. Mereka malah saling membunuh sekarang" ucap hoseok.

"Apa V berubah menjadi orang yang jahat?" Tanya jungkook.

"Tidak. Dia tidak pernah mengganggu orang yang tidak memiliki salah. Dia memiliki karisma tersendiri yang membuatnya terlihat keren. Banyak namja maupun yeoja dulu menyukainya. Tetapi, dia tidak pernah menerima satupun yeoja maupun namja tersebut" ucap hoseok.

"Woah dia sangat keren" ucap jungkook.

"Semenjak V bertemu denganmu, ia terlihat lebih ceria dan berperilaku lebih baik dari biasanya. Dia tidak lagi terlambat masuk kelas" ucap hoseok.

Jungkook tersenyum senang.

"Minta maaflah padanya. Dia tidak mungkin memarahimu karena kau tidak salah" ucap hoseok.

"Ne, aku pasti meminta maaf padanya" ucap jungkook.

Hoseok tersenyum menatap jungkook.

Ceklek.

Hoseok dan jungkook otomatis menolehkan wajahnya menuju pintu. V kembali. Mereka melihat V yang beberapa bagian wajahnya membiru akibat pukulan dari jimin. Hoseok langsung berdiri dari kasur dan menjauh sedangkan V langsung menggantikan posisi hoseok. Ia duduk disamping jungkook dan memperhatikan jungkook.

"Gwaenchana?" Tanya V.

Jungkook hanya mengangguk. V menatap ke arah hoseok.

"Gomawo hoseok" ucap V.

Hoseok mengerti itu maksudnya dia harus segera keluar dari kamar.

"Ne, jika ada apa-apa kau bisa meminta pertolonganku lagi V" ucap hoseok.

V pun mengangguk. Hoseok keluar dari kamar meninggalkan mereka berdua.

"T-taehyung maafkan aku" ucap jungkook yang matanya kembali berkaca-kaca.

"Aku tidak bisa menjagamu dengan baik jungkook" ucap V.

"T-tidak. Aku yang bodoh" ucap jungkook.

"Jangan menangis, kumohon" ucap V.

"Maafkan aku" ucap jungkook.

"Hey, aku tidak marah padamu jungkook. Aku merasa bersalah padamu" ucap V.

"Aku tidak mempercayaimu taehyung" ucap jungkook.

"Gwaenchana. Jangan menangis ne" ucap V menatap jungkook.

Jungkook perlahan tersenyum.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya V.

Jungkook mengangguk.

V mendongakkan dagu jungkook membuat leher jungkook terekspos bebas. Warna keunguan sangat banyak disana. V menyentuh tanda-tanda tersebut dengan sangat pelan.

"Maaf aku tidak dapat menjagamu dengan benar" ucap V.

"Ini bukan salahmu tae" ucap jungkook.

"Jimin akan segera keluar dari sekolah" ucap V dan berhenti menyentuh leher jungkook.

"Ne?! Benarkah?" Tanya jungkook.

"Ne. Mungkin aku juga akan turun dari posisiku sebagai ketua" ucap V.

"W-waeyo?" Tanya jungkook.

"Aku hanya bosan menjadi ketua" ucap V.

"P-pasti ini karenaku ya?" Tanya jungkook sedih.

"Mianhae jungkook. Aku tidak ingin kau menderita" ucap V.

"I-ini semua karenaku" ucap jungkook.

"Aniya, ini semua karena perasaanku padamu" ucap V.

"Aku sudah disentuh oleh j-jimin, k-kau masih mau denganku?" Tanya jungkook dan mencoba mengubah posisinya perlahan menjadi duduk di kasur.

"Aku tetap mencintaimu jungkook" ucap V tersenyum tulus.

Mata jungkook kembali berkaca-kaca. Dia benar-benar merasa beruntung mendapatkan seorang taehyung. Jungkook meraih tubuh V dan memeluknya erat sambil menangis.

"G-gomawo hiks" ucap jungkook.

V tersenyum dan membalas pelukannya jungkook.

"Aku sangat mencintaimu kook. Aku akan melakukan apapun untukmu" ucap V.

Tangisan jungkook membesar.

"Hey hey mengapa tangisanmu semakin besar?" Tanya V dan melepas pelukan jungkook.

V menatap jungkook dan mengusap air mata jungkook yang terus turun.

"Aku tidak peduli kau tidak mempercayaiku. Aku tidak peduli kau sudah disentuh oleh jimin. Aku akan tetap mencintaimu. Kumohon jangan tinggalkan aku" ucap V.

Jungkook mengangguk.

"Ne hiks taehyung aku juga mencintaimu" ucap jungkook.

"Berhentilah menangis. Aku tidak suka melihatmu menangis. Tersenyumlah" ucap V mengelus pipi jungkook.

Jungkook perlahan tersenyum.

"Begitu lebih indah" ucap V.

"Gomawo" ucap jungkook dan tersenyum.

Perlahan tangisannya mereda.

"Istirahatlah jungkook. Tubuhmu masih hangat" ucap V.

Jungkook mengangguk. V membantu jungkook mengubah posisinya menjadi tiduran. V juga memakaikan jungkook selimut. Ia menatap jungkook dan mengelus rambut jungkook lembut.

"Lupakanlah hari ini. Lupakan apa yang jimin lakukan padamu. Lupakan semua kesedihanmu. Besok aku akan membuatmu senang jadi kuharap kau tidak lagi memikirkan hari ini" ucap V dan mengecup dahi jungkook.

"Ne taehyung" Jungkook tersenyum manis.

"Jaljayo" ucap V dan kembali ke kasurnya.

Jungkook tidak berhenti tersenyum memikirkan V. Ia tidak lagi peduli terhadap tubuhnya yang sudah disentuh oleh jimin. Ia hanya memikirkan V.

TBC!


Terima kasih sudah baca loh ya, langsung review ajah kkk~