Haii readers, author mau kasih berita buruk nih.
Part 10 ini adalah part ending dari Love Is Not Over T.T
Tapi author bakal balik kasih cerita lainnya kok, hihi~
Happy reading guys!
Last section on part 9 :
["Jaljayo" ucap V dan kembali ke kasurnya.
Jungkook tidak berhenti tersenyum memikirkan V. Ia tidak lagi peduli terhadap tubuhnya yang sudah disentuh oleh jimin. Ia hanya memikirkan V.]
Part 10/Last Part : I Love You
Jungkook terbangun. Ia menguap dan mengubah posisinya menjadi duduk. Tubuh bagian bawahnya terasa sangat sakit. Jungkook mengedarkan pandangannya. Kosong.
"Kemana taehyung" ucap jungkook.
Jungkookpun berniat untuk mengambil handphonenya yang berada di meja lumayan dekat dengan kasurnya. Jungkook memaksakan tubuhnya untuk berdiri. Rasa sakit langsung menjalar pada tubuhnya. Ia terjatuh dilantai karena tidak tahan dengan rasa sakit tersebut.
"Mengapa ini sangat sakit" ucap jungkook dan berusaha kembali ke kasur.
Ceklek.
Jungkook menatap pintu dan munculah V. V terkejut melihat jungkook berada di lantai. Ia langsung mengangkat tubuh jungkook dan kembali menaruhnya diatas kasur.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya V.
"Maaf, aku ingin mengambil handphoneku" ucap jungkook.
V langsung mengambilkan handphonenya dan memberikannya pada jungkook.
"Untuk apa?" Tanya V.
"Kau tidak ada jadi aku ingin menelfonmu" ucap jungkook.
"Mianhae, aku tadi mengambil sarapan untukmu" ucap V tersenyum.
Jungkook ikut tersenyum.
"Jangan mencoba untuk turun dari kasur. Tubuhmu masih lemas" ucap V.
Jungkook hanya mengangguk.
"Makan sekarang ya?" Tanya V.
Lagi-lagi jungkook mengangguk dan mengubah posisinya menjadi duduk.
"Aku akan menyuapimu" ucap V.
"A-ani aku bisa-"
"Aku tidak menerima penolakan" ucap V dan terkekeh.
Jungkook tersenyum malu. V membuka makanan tersebut dan menyuapi jungkook dengan lembut. Ia memperhatikan wajah jungkook.
"J-jangan memperhatikanku" ucap jungkook yang malu.
"Wajahmu sangat manis jungkook" ucap V tersenyum menatap jungkook.
Jungkook hanya diam dengan pipi yang memerah. Tak lama kemudian, mereka menyelesaikan makan. Jungkook kembali ke posisi tidurannya.
"A-apa jimin sudah dikeluarkan?" Tanya jungkook.
"Ne, dia sudah dikeluarkan pagi ini" ucap V.
Jungkook terdiam.
"Apa kau merasa bersalah atas dikeluarkannya jimin dari sekolah ini?" Tanya V.
Jungkook hanya mengangguk pelan.
"Dia pantas mendapatkannya. Dia benar-benar pria brengsek" ucap V.
"T-tapi-"
"Kau tidak bersalah jungkook. Kau sama sekali tidak bersalah. Kumohon lupakanlah" ucap V mengelus rambut jungkook.
"Ne.. terima kasih V" ucap jungkook.
"Ahh jungkook, aku ingin bertemu dengan hoseok sebentar ne? Tidak apa?" Tanya V menatap jungkook.
"Tentu saja tae" ucap jungkook.
"Aku hanya pergi sebentar" ucap V.
"Hati-hatilah" ucap jungkook.
V menyalakan televisi.
"Aku tau kau pasti akan sangat bosan tanpaku" kekeh V.
"Ne maka dari itu cepatlah balik" ucap jungkook ikut terkekeh.
"Arraseo, aku pergi" ucap V.
Ia tersenyum lalu meninggalkan jungkook. Jungkookpun menonton televisi dengan diam. Tak lama kemudian, hp jungkook tiba-tiba berdering memperlihatkan sederet huruf di layar hpnya. Tubuh jungkook menegang.
'Jimin menelfonku' batin jungkook.
Ia masih trauma akan jimin. Ia menghiraukan telefonnya dan mencoba tetap fokus pada televisi. Tak lama kemudian, dering pada telefon tersebut mati. Tetapi detik kemudian, dering tersebut kembali terdengar. Jimin terus menerus menelfonnya. Jungkookpun mengangkatnya.
"Halo" ucap jungkook berusaha tidak terdengar takut.
["Hai sayang"]
Jungkook terdiam.
["Bagaimana rasanya tadi malam? Enak bukan?"]
"Kumohon berhentilah menggangguku"
["Apa V masih ingin bersamamu? Haha"]
Mata jungkook berkaca-kaca.
"Tentu, dia masih mau bersamaku" ucap jungkook.
["V akan mendapatkan namja bekas eoh? Menjijikan"]
"Aku tidak bekas!"
["Tentu saja kau bekas, aku bahkan hampir memasukimu"]
"B-berhenti"
["Wae? Kau menginginkannya lagi? Apa yang akan V katakan jika ia tau bahwa kau merasa nikmat dimalam itu?"]
Air mata jungkook turun dari matanya.
"Tidak! Itu tidak benar!"
["Ya sayang, kau menyukainya. V tidak akan menginginkanmu lagi. Kembalilah padaku"]
"TIDAK!"
Ceklek.
V memasuki ruangan bersama dengan hoseok. Ia terkejut menatap jungkook yang sedang menangis.
"Yak jungkook? Waeyo?" Tanya V mendekati jungkook.
["Eoh V ada disana? HEY V, JUNGKOOK MENYUKAI PERMAINANKU!"]
"Jimin?!" Tanya V pada jungkook.
V langsung merebut hp tersebut dan melemparnya ke lantai. Jungkook maupun hoseok terkejut. Jungkook menatap ke lantai dan melihat hpnya sudah terpecah belah.
"Apa yang jimin katakan padamu?" Tanya V menatap jungkook dan mengusap air mata yang masih turun dipipinya.
"Hiks jangan tinggalkan aku" ucap jungkook dan memeluk V.
"Tidak jungkook. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu" ucap V.
"J-jimin berkata k-kau tidak ingin bersamaku lagi hiks" ucap jungkook.
"Sst jangan percaya dia" ucap V.
Ia melepas pelukan dan kembali mengusap air mata jungkook dengan lembut.
"Hey berhentilah menangis. Aku tetap disini bersamamu" ucap V.
"J-jan-hiks janji?" Tanya jungkook.
"Aku berjanji" ucap V.
V terus mengusap air mata jungkook. Ia tau jungkook pasti sangat tertekan sekarang. V menatap ke hoseok.
"Sepertinya nanti malam saja" ucap V.
"Ahh baiklah" ucap hoseok.
Ia mendekati jungkook dan ikut menenangkannya. Perlahan jungkook mulai tenang dan menghentikan tangisannya.
"Terima kasih banyak" ucap jungkook menatap V dan hoseok.
"Tentu" ucap hoseok.
V hanya tersenyum.
"Mm mengapa hoseok kemari?" Tanya jungkook.
"Dia ingin membantuku meluruskan suatu hal" ucap V.
"Kalau begitu selesaikanlah, aku sudah tidak apa apa" ucap jungkook.
"Nanti malam saja" ucap V.
"Wae?" Tanya jungkook.
"Nanti saja lihat dan ahh iyaa hoseok sudah menjadi ketua menggantikan posisiku" ucap V menatap hoseok dan tersenyum.
"Jinjja?! Woahh chukkae hoseok" ucap jungkook dan tersenyum.
"Ahh aniya, V yang seharusnya menjadi ketua. Dia sangat cocok menjadi ketua" ucap hoseok.
"Aku sudah bosan menjadi ketua" ucap V dan terkekeh.
"Aku akan tetap menganggapmu ketua" ucap hoseok.
"Tidak boleh begitu. Aku sekarang menjadi anggota biasa. Aku menyukainya. Jangan menganggapku ketua lagi. Kaulah ketuanya" ucap V.
"Aku belum terbiasa seperti ini" ucap hoseok dan menggaruk tengkuk lehernya.
"Kau akan terbiasa" ucap V.
"Semangat" ucap jungkook.
"Terima kasih" kekeh hoseok.
Hp hoseok tiba-tiba berdering.
"Ahh maaf" ucap hoseok dan mengangkat telefonnya.
Jungkook dan V hanya terdiam memperhatikan hoseok. Beberapa detik kemudian, hoseok mematikan handphonenya.
"Sepertinya aku harus pamit dulu. Aku ada urusan. Nanti malam aku akan kembali" ucap hoseok.
"Tentu" ucap V.
"Hati-hati hoseok, terima kasih" ucap jungkook.
Hoseok tersenyum dan pergi keluar.
"Dia anak yang baik" kekeh V.
"Ne, dia sangat baik" ucap jungkook.
"Disaat aku memberitahu bahwa dia akan menjadi ketua, dia sangat terkejut. Ekspresinya sangat lucu. Dia tidak mau aku mengundurkan diri menjadi ketua. Tetapi walaupun dia sudah menjadi ketua, dia tetap ramah dan sopan kepadaku" kekeh V bercerita.
"Dia sangat setia pada atasannya" ucap jungkook.
"Ne, dia sangat cocok menjadi wakil. Tapi aku yakin dia juga akan cocok menjadi ketua" ucap V.
"Tentu saja, orang baik sepertinya pasti cocok menjadi ketua" ucap jungkook.
"Ahh iya jika kau ingin menelfon seseorang, gunakan hpku. Aku akan mengganti hpmu disaat libur panjang tiba" ucap V.
"Gwaenchana. Aku tidak terlalu membutuhkan hp" ucap jungkook.
"Apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya V mengelus rambut jungkook.
"Tentu" ucap jungkook.
"Bagaimana dengan tubuhmu? Kurasa suhu tubuhmu sudah normal" Tanya V.
"Tubuh bagian bawahku masih sakit" ucap jungkook.
"Besok pasti sembuh" ucap V.
"Ne taehyung" ucap jungkook.
"Tidurlah, ini sudah siang" ucap V.
"Aku tidak mengantuk" ucap jungkook.
"Aku akan menunggumu hingga mengantuk" kekeh V dan terus mengelus rambut jungkook lembut.
"Tidurlah juga" ucap jungkook dan menepuk kasur disebelahnya.
"Baiklah" ucap V.
V menidurkan tubuhnya disamping jungkook. Ia menghadap dan menatap jungkook.
"Kau terlihat semakin manis jika aku melihatmu lebih dekat" ucap V.
Jungkook tersenyum malu.
"Tidurlah" ucap V dan menutup matanya.
Jungkookpun ikut menutup matanya. V lalu memeluk perut jungkook. Jungkook terkejut. Jantungnya berdebar dengan kencang. Iapun membuka matanya dan melihat V yang tersenyum manis menatapnya.
"Wae?" Tanya V.
"A-aniya" ucap jungkook.
"Apa kau merasa nyaman?" Tanya V.
Jungkook hanya mengangguk malu.
"Kalau begitu tidurlah" ucap V.
Jungkookpun berusaha untuk tidur. Jantungnya terus berdebar kencang. Ia benar-benar nyaman seperti ini.
Jungkook terbangun. Ia tidak melihat V lagi disampingnya. Jungkookpun memposisikan dirinya menjadi duduk. Ia mendengar gemercik air dari kamar mandi.
'Ahh dia mandi' batin jungkook.
Jungkook menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 5 sore. Ia menguap berkali-kali karena masih mengantuk. Tak lama kemudian, V muncul dari balik pintu kamar mandi. Ia menatap jungkook dan tersenyum.
"Kau sudah bangun ya" ucap V dan langsung duduk di atas kasur jungkook.
Jungkook hanya tersenyum.
"Apa tubuhmu masih sakit?" Tanya V.
"Kurasa mulai membaik" ucap jungkook.
"Baguslah. Apa kau bosan dikamar?" Tanya V.
"Sangat" ucap jungkook sembari menghela nafas.
"Apa kau mau ke taman?" Tanya V.
Senyuman jungkook langsung melebar.
"Tentu!" Ucap jungkook.
"Tapi sebentar saja ya?" Tanya V.
"Waeyo?" Tanya jungkook.
"Kau kan masih sakit" ucap V.
"Tidak. Hanya tubuhku yang sakit" ucap jungkook.
"Sama saja" ucap V.
"Huh baiklah" ucap jungkook.
"Apa kau bisa berjalan?" Tanya V.
"Tentu" ucap jungkook.
V membantu jungkook untuk berdiri. Jungkook meringis pelan.
"Apa masih sakit?" Tanya V.
Jungkook hanya mengangguk pelan.
"Jangan ke taman ne? Nanti tubuhmu semakin sakit" ucap V.
"Tidak, kumohon taehyung aku bosan" ucap jungkook merengek.
"Tapi nanti ditaman jangan banyak gerak ya?" Tanya V.
"Ne aku berjanji" ucap jungkook.
"Naiklah" ucap V dan merendahkan tubuhnya didepan jungkook.
"N-ne?" Tanya jungkook.
"Aku akan menggendongmu" ucap V.
"Aniya, aku bisa jalan" ucap jungkook dan mulai berjalan dengan perlahan.
V langsung menarik tangan jungkook agar berada dibelakangnya dan mengalungkan kedua tangan jungkook pada lehernya. Tanpa berbicara, V langsung menaikkan tubuh jungkook pada punggungnya.
"Kau sungguh keras kepala" ucap V dan mulai berjalan dengan jungkook yang berada di punggungnya.
Jungkook tersenyum malu.
"Gomawo" bisik jungkook.
V tersenyum dan langsung membawa jungkook ke taman belakang sekolah. Sampai disana, ia memperhatikan sekelilingnya.
"Kau ingin duduk dimana jungkook?" Tanya V.
"Bawah pohon saja" ucap jungkook.
Vpun segera membawanya ke bawah pohon. V menurunkan jungkook dengan sangat perlahan. Jungkook langsung duduk dan bersender pada pohon.
"Aigoo aku merasa sudah sangat lama tidak ke taman ini bersamamu" kekeh jungkook.
V hanya tersenyum mendengarnya. Mereka berdua menikmati ketenangan di taman tersebut.
"Cepatlah sembuh, kau pasti merindukan atap sekolah" kekeh V.
"Tentu saja" ucap jungkook.
"Oiiiii!"
Jungkook dan V spontan menoleh ke sumber suara dan menemukan hoseok yang berjalan menuju ke arah mereka.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya V.
"Aigoo memangnya tidak boleh aku menghampiri kalian?" Tanya hoseok.
"Ani. Kau menganggu" kekeh V.
Jungkook ikut terkekeh. Hoseok berdecak kesal.
"Aniyaa aku bercanda" ucap V.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya hoseok.
"Berkencan" ucap V.
Jungkook tersenyum malu.
"Kalian sudah berpacaran?" tanya hoseok.
"Sebentar lagi" kekeh V membuat jungkook tambah malu.
"Memangnya kau mau dengan V?" tanya hoseok pada jungkook.
"N-ne?" tanya jungkook yang menundukkan kepalanya malu.
Hoseok terkekeh.
"Ne, dia mau denganmu V" ucap hoseok dan tertawa.
"Y-yak" ucap jungkook.
KRINGGGGG!
"OMO! Apa itu?!" ucap hoseok yang terkejut.
Jungkook maupun V tertawa.
"Yak santai sedikit, itu bunyi hpku" ucap V dan mengeluarkan hpnya dari saku.
Hoseok hanya melongo menatap hp tersebut.
"Ahh sebentar ne, hoseok jagalah jungkook sebentar" ucap V.
"Eh kau mau kemana?" tanya jungkook.
"Ada sesuatu" ucap V tersenyum dan pergi menjauh dari pohon.
"Jangan khawatir, ada aku disini" ucap hoseok terkekeh.
"Gomawo" kekeh jungkook.
"Apa tubuhmu masih sakit?" tanya hoseok.
"Ne, aku masih belum bisa berjalan dengan normal" ucap jungkook.
"Dua hingga tiga hari lagi tubuhmu pasti membaik" ucap hoseok.
"Hft bagaimana dengan sekolahku" ucap jungkook.
"Jangan pikirkan itu dulu, pikirkanlah tubuhmu" ucap hoseok.
"Ne arraseo" ucap jungkook.
"Apa kau sudah makan?" tanya hoseok.
"Ani, aku belum makan" ucap jungkook.
"Apa kau mau makan sekarang?" tanya hoseok.
"Tidak. Aku ingin menunggu taehyung saja" ucap jungkook.
"Apa kau benar-benar menyukai taehyung?" tanya hoseok terkekeh.
"N-ne" ucap jungkook malu-malu.
"Woahhh, apa V sangat baik padamu hingga kau tertarik padanya" kekeh hoseok.
"Tentu saja" ucap jungkook ikut terkekeh.
Merekapun berbincang hingga 1 jam lamanya. Jungkook mulai kedinginan karena hari mulai malam.
"Kemana taehyung" ucap jungkook dan memeluk tubuhnya.
"Apa kau kedinginan?" tanya hoseok.
Jungkook mengangguk pelan.
"Balik ke kamar ya?" ajak hoseok.
"Aniya, aku mau menunggu taehyung" ucap jungkook.
"Hey nanti kau sakit lagi" ucap hoseok.
"Huu mengapa taehyung lama sekali" ucap jungkook.
"Dia baik-baik saja, mungkin ada urusan" ucap hoseok.
"Aku takut dia bertemu dengan jimin" ucap jungkook.
"Jimin sudah keluar dari sekolah" ucap hoseok.
"Tapi kan dia memiliki banyak anak buah disini" ucap jungkook.
"Jangan berpikiran begitu. Aku akan mengiriminya pesan dan mengatakan bahwa kita akan balik duluan. Dia pasti mengerti, apalagi kau kedinginan. Kalau kau sakit, V pasti memarahiku. Jadi kumohon, baliklah?" Ucap hoseok.
"Berjanjilah padaku V baik-baik saja" ucap jungkook.
"Ya jungkook, aku berjanji V baik-baik saja" ucap hoseok.
Jungkook tersenyum tipis.
"Baiklah, ayo balik" ucap jungkook.
"Ne tunggu dulu" ucap hoseok dan mengeluarkan hpnya.
Hoseok mengetik pesan untuk taehyung seperti yang ia ucapkan tadi.
"Kajja" ucap hoseok dan berdiri.
Hoseok membantu jungkook berdiri dan memapah jungkook hingga ke depan kamar. Sesampai didepan kamar, hoseok berhenti memapah jungkook membuat tubuh jungkook hampir terjatuh.
"Ahh maaf jungkook. Aku hanya bisa mengantarmu sampai disini. Aku lupa ada yang harus kulakukan. Aku akan balik sekarang" ucap hoseok dan pergi tanpa menunggu jungkook berbicara.
Jungkook hanya bingung melihat kelakuan hoseok. Ia bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih. Jungkookpun tidak terlalu mempedulikannya dan membuka pintu kamar.
DORRRRR!
"OMO!"
Jungkook terkejut mendengar suara seperti bom dan langsung menutup matanya.
"Gwaenchana, bukalah matamu"
Jungkook terkejut. Ia mendengar suara V. Ya, itu suaranya V. Jungkook langsung membuka mata dan terpesona melihat banyak confetti warna warni yang perlahan jatuh dari udara didalam kamarnya. Ia memperhatikan kamarnya. Sangat indah. Ada banyak balon yang mengembang di atap-atap kamar dan juga diatas kasur. Jungkook memperhatikan dinding kamar yang banyak ditempel dengan foto, entah foto apa karena jungkook tidak terlalu jelas melihatnya. Jungkook juga melihat ada meja dan dua kursi ditengah-tengah ruangan antara kasurnya dan kasur V yang diatasnya ada beberapa makanan dan beberapa tangkai bunga mawar didalam vasnya.
"Woahhh! Ini ada apa taehyung?" tanya jungkook takjub melihat kamar mereka.
Taehyung tersenyum dan mendekati jungkook. Ia menuntun jungkook menuju ke samping meja tersebut. Jungkook sekarang dapat dengan jelas melihat foto-foto yang ditempel. Ya itu foto mereka berdua. Foto jungkook dan juga V ketika kecil.
"Kau suka?" tanya V.
"Ne, ini menakjubkan" ucap jungkook dengan mata berkaca-kaca terharu melihat foto-foto tersebut.
V tersenyum dan berjalan menuju lemari sedangkan jungkook masih fokus memperhatikan satu persatu foto tersebut. V menepuk pundak jungkook. Jungkook dengan spontan membalikkan badannya. Ia terkejut melihat V berdiri didepannya dengan membawa satu buket bunga dan boneka yang lumayan besar. V menyodorkan buket bunga tersebut kepada jungkook. Jungkookpun mengambilnya.
"Apa kau tau ini bunga apa?" tanya V.
"Ne, ini baby breath putih" ucap jungkook.
"Baby breath menyimbolkan cinta yang abadi. Aku memberikannya padamu karena cintaku akan abadi padamu" ucap V.
Jungkook tersenyum bahagia mendengarnya. V lalu menyodorkan boneka yang lumayan besar tersebut pada jungkook. Jungkookpun lagi mengambilnya dan melihat boneka tersebut. Boneka beruang berwarna putih yang ditengahnya ada tulisan "I Love You" dengan warna hitam.
"Aku memberikan boneka ini karena dia akan memberitahumu isi hatiku" ucap V dan menunjuk tulisan tersebut.
"I love you" ucap jungkook pelan membacanya.
V mengambil kembali bunga dan boneka tersebut lalu menaruhnya diatas kasur. V memegang kedua tangan jungkook.
"Apa kau mau menjadi pasanganku? Aku tidak memintamu menjadi pacarku. Aku memintamu untuk menjadi pasangan hidupku" ucap V.
Mata jungkook kembali berkaca-kaca. Oh ayolah, V terlalu romantis baginya.
"Ne aku mau taehyung" ucap jungkook.
V tersenyum dan langsung memeluk jungkook.
"Terima kasih" ucap jungkook berbisik pada V.
V tersenyum dan melepas pelukannya.
"Aku benar-benar mencintaimu" ucap V langsung mencium bibir jungkook.
Jungkook terkejut dan langsung menyamankan posisinya. V menciumnya lembut tanpa ada rasa nafsu didalamnya. Kedua tangan V memeluk pinggang jungkook dengan erat. Tak lama kemudian, V merasakan asin dimulutnya. Vpun melepaskan ciuman mereka dan terkejut melihat air mata yang turun dari pipi jungkook.
"Jungkook mengapa kau menangis?" tanya V.
"A-aku bahagia" ucap jungkook dan memeluk V erat.
V tersenyum dan mengelus kepala belakang jungkook.
"A-aku juga hiks mencintaimu taehyung" ucap jungkook.
V terkekeh mendengarnya.
"Apa kau menyukainya?" tanya V.
"Hiks tentu saja! Ini sangat romantis" ucap jungkook.
"Hoseok membantuku dalam rencana ini" kekeh V.
"Terima kasih hiks" ucap jungkook.
V melepaskan pelukannya dan mengusap air mata jungkook.
"Berhentilah menangis" ucap V tersenyum.
Jungkook ikut tersenyum.
"Mulai hari ini, kau resmi menjadi pasanganku" ucap V.
"Tentu saja" kekeh jungkook.
"Aku sudah menyiapkan makan malam" ucap V dan menatap meja disampingnya.
"Kajja makan" ucap jungkook.
V tersenyum.
"Aku harus berterima kasih pada hoseok" ucap jungkook.
"Tentu, dia sangat membantuku" ucap V.
Merekapun makan malam berdua.
END!
Gimana endingnya? Gimana ceritanya? Review yaa~
Mau dilanjut atau end sampai sini? Kalau lanjut mungkin akan aku buat nc khusus vkooknya
Terima kasih banyak untuk yang sudah membaca semua part dalam "Love Is Not Over" ini.
Aku harap kalian enjoy bacanya hehe~
Terima kasih juga yang udah review! Kalian terbaik kkk~
Sampai jumpa lagi pada cerita selanjutnya, annyeongggg!^^
