Haechan dan Yoonji masih sering berhubungan lewat aplikasi chatting. Yoonji selalu mengirimi Haechan semangat, begitu juga sebaliknya. Namun Haechan juga sering menyapa duluan, Yoonji sudah seperti kakakny sendiri.

Namun.

Semua itu berubah.

Ketika Haechan memasuki usia 17, tahun ini.

*

Baiklah. Haechan sesungguhnya memang bersifat childish dan usil. Membuat pusing seluruh member karena di usianya yang menginjak 17 ini tingkahnya sangat diragukan.

Namun, sisi laki-laki Haechan yang maskulin dan normal?

Tentu saja, jawabannya adalah Ada.

Haechan tidaklah sepolos itu, Haechan tidaklah senaif. Bergaul dengan para member yang usianya rata-rata sudah menginjak 20 lebih membuatnya sedikit banyak, sengaja tidak sengaja mendengar berpuluh-puluh dirty jokes dan cerita-cerita tak senonoh yang berbau wanita dan sex.

Usianya memang bahkan belum legal untuk soju, tetapi untuk yang lain, jangan ditanya.

Haechan termasuk...

Lelaki berhasrat tinggi.

Okay, salahkan Mark, yang hanya beda setahun darinya itu yang rasa penasarannya juga besar.

Yang waktu itu diam-diam mengunduh beberapa video biru. Dan boom, tanpa basa-basi, Mark menawarinya untuk menonton bersama.

Itu kali pertama Haechan menontonnya. Dan rasanya geli-geli nikmat. Haechan panas dingin saat melihat layar hp yang menayangkan sepasang manusia yang saling bercumbu. Si wanita dalam adegan itu tengah ditusuk oleh si pria yang berbatang lumayan besar di sebuah balkon.

Mark sudah meremas miliknya yang menggembung dari luar celana. Haechan juga melirik miliknya yang sudah sangat tegang dan ujungnya basah.

"Hyung, jika sudah begini, apa yang harus dilakukan" tanya Haechan. Baiklah, ini adalah kepolosan terakhir Haechan.

Mark mempause video itu dan ia masih meringis menahan ereksi.

Mark menunjuk celana Haechan "Pertama kau bebaskan dulu penismu dari sana"

Haechan membuka zipper celananya, kemudian menurun kan boxer dan celana dalamnya hanya sebatas pangkal pahanya. Ia sama sekali tidak malu dengan Mark, mereka sering mandi bersama kalau mau tahu.

"Setelah itu coba kau elus batangmu seperti ini" Mark menyontohkan Haechan dengan membuka miliknya sendiri, kemudian ia menggenggam penisnya sendiri dan mulai mengelus pelan. Haechan mengikutinya dan ia mendesis.

"Naik turunkan tanganmu" Mark kemudian membuat gerakan naik turun di sepanjang batangnya. Haechan asih mengikuti gerakan Mark, dan Mark memplay video yang sempat di jedanya.

Mereka berdua sama-sama menaik turunkan tangan disepanjang penis masing-masing , membuat gerakan mengocok yang intens.

"Ahhhsssh" Haechan mulai keenakan, dan Mark hanya nyengir, penisnya sendiri sudah sangat basah, ia memainkan telunjuknya di lubang kencingnya, memancing precumnya lebih deras lagi.

Semakin lama, gerakan Haechan semakin cepat, nafasnya mulai terengah-engah karena nafsunya terus terpancing oleh video biru yang genjotannya makin gila serta desahan tertahan Mark yang penisnya sudah sangat licin oleh precum, Haechan mengikuti Mark untuk meremas bola kembarnya dan menggelitiki lubang kencingnya.

"Hyunngghh ahhssh ahhh"

Dan sperma Haechan muncrat dengan deras ke lantai. Begitu pula dengan Mark yang spermanya tumpah di pahanya sendiri. Nafas mereka masih terengah karena klimaks yang barusan.

Ini adalah klimaks yang ia lakukan secara sadar, setelah mimpi basahnya setahun yang lalu. Oh, sungguh pergerakan yang lambat.

"Mark hyung sering melakukannya?" tanya Haechan sambil mengelap tangan dan penisnya dengan tissue

Mark hanya terkekeh "Ya, lumayan. Tapi ini pertama kalinya aku melakukan onani dengan orang lain haha" ujar Mark "bytheway punyamu kalau ereksi besar juga ya"

"Bedebah hyung" Haechan memasukkan lagi penisnya ke dalam celana, ia masih agak tegang, namun jika onani lagi ia pasti dikerjai habis-habisan oleh Mark.

*

Haechan sendiri kini juga sering menonton this and that, beronani sambil membayangkan dirinya memasuki seorang gadis yang memiliki lubang sempit yang bisa menjepit batangnya hingga klimaks.

Okay, hanya memikirkan itu saja Haechan sudah mulai tegang. Celananya sudah terasa menyempit dan sesak.

Tetapi ia sudah bosan bermain solo.

Bermain dengan Mark juga sudah bosan.

Ups, don't get it wrong. Mereka hanya membantu mengocok satu sama lain. Tidak lebih.

Haechan sejenak berpikir, dan tiba-tiba saja ide gila nan bobrok itu terlintas di kepalanya. Ia tak yakin ini berhasil namun...

Apa salahnya mencoba?

Donghyuck Lee

Nuna

Bisa kita bertemu?

Kwak Yoonji

Tentu

Dimana?

Donghyuck Lee

Di gang

Masih ingat kan?

Kwak Yoonji

Oh baiklah

Donghyuck Lee

Aku menunggumu