WARNING : HERE'S THE 18 SCENE. NOT REAY SEX SCENE, BUT ENOUGH FOR MAKE YOU PLAYING SOLO.
*
Donghyuck LeeNuna
Bisa kita bertemu?
Kwak Yoonji
Tentu
Dimana?
Donghyuck Lee
Di gang
Masih ingat kan?
Kwak Yoonji
Oh baiklah
Donghyuck Lee
Aku menunggumu
Haechan tersedak oleh pemikirannya sendiri. Apakah dia akan tega? Ehm, atau apakah dia akan berani?
Oh sebenarnya Haechan tidak sejahat itu. Tapi ayolah, main solo lagi? Tangannya sudah terlalu wangi untuk menuang sabun dan kembali bersolo ria. Hyung-hyungnya bisa heran, bagaimana sabun mandi mereka bisa cepat habis. Yaaa, memangnya hanya mandi saja yang menghabiskan sabun? Main solo juga, apalagi ada 17 orang laki-laki di dalam dorm, dan 15 di antaranya adalah yang lelaki normal dan hampir sebagian besarnya kelebihan hormon, tidak mungkin mereka tidak fap-fap kan? Termasuk Haechan sendiri.
Maka dari itu, lebih baik Haechan mencari sedikit pelampiasan. Sex toys tidak mungkin ia beli karena masalah umur, uang dan mau kemana barang itu akan di kirim, pasti akan jadi masalah.
So, Haechan akan melampiaskan ketegangannya dengan sesuatu yang real saja. Walaupun tidak pasti apakah Yoonji akan meladeninya nanti.
Well kita lihat saja.
*
Yoonji baru saja selesai melakukan aktivitas rutin malamnya, yaitu nge-gym. Tubuhnya yang terbalut sport bra hitam dan yoga pants hitam masih bercucuran keringat tiba-tiba dikejutkan oleh pesan dari idolnya.
Sudah lama sekali Yoonji tidak chatting dengan Haechan, dan Bam! Haechan mengajaknya bertemu.
Sejujurnya Yoonji tidak menghubungi Haechan bukan tanpa alasan. Oh, ini agak aneh, namun Yoonji harus mengakui ini.
Sejak teaser dan mv Cherry Bomb muncul beberapa minggu lalu di youtube, ia memang terus memperhatikan Haechan. Dan, ia jadi lebih tergila-gila lagi dengan Haechan yang sekarang sangat tinggi dan tampan. Dagunya dan rahangnya yang sangat tegas itu membuat Haechan terlihat lebih maskulin dan macho, jauh lebih terlihat dewasa di banding zaman Limitless.
Dan... Jujur saja
Semua itu membuat Yoonji...
Basah.
Setiap kali Yoonji memikirkan Haechan, ia tidak bisa setiap gerakan otot vaginanya dan ia selalu menyentuh dirinya sendiri.
Oh ayolah, di usianya yang ke 21 ini, libidonya sangat memuncak. Benar-benar sangat tinggi bahkan hanya mendengar suara Haechan di beberapa lagunya saja membuat selangkangannya berkedut dan basah.
Ia tidak menjamin bisa menahan dirinya untuk tidak menyerang Haechan ketika bertemu dengannya.
Namun tanpa ia sadari, Haechan mengharapkannya.
Setelah tubuhnya tidak terlalu lengket lagi, Yoonji pun menggunakan jaket bomber yang zippernya hanya dipasang tepat dibawah payudara size C nya, sehingga belahannya yang menggoda itu semakin terekspos.
Katakan saja ia pedofil karena otak cabulnya benar-benar menginginkan Haechan yang lebih muda 4 tahun darinya itu memasuki dirinya sekarang juga.
"Donghyuck?" Yoonji memanggil pelan ketika ia berada di gang tersebut. Ia melihat seseorang bertopi dan bermasker di ujung gang yang sebenarnya buntu itu. Beruntunglah mata Yoonji yang jeli sehingga menangkap sosoknya yang tersembunyi tower dan papan-papan bekas.
"Kau datang, nuna" Haechan bersuara, dalam dan serak
Entah kemana vokal uniknya yang melengking itu hilang seketika.
Sial. Yoonji merinding.
Dan... Bawahnya mulai basah.
Fuck you little, bastard.
Yoonji menghampiri sosok Haechan yang sedang bersandar di tembok dan kini mengalihkan pandangannya ke Yoonji. Bibir Haechan terpaksa menahan umpatan. Astaga, Yoonji benar-benar ingin digenjot saat ini juga atau bagaimana?
Haechan yang memang tegang sebelumnya kini tegang maximal dan terasa ngilu. Haechan menggigit bibirnya.
Tak kuasa ingin segera menyerang Yoonji. Bagaimana tidak?
Belahan serta bagian atas payudaranya yang montok itu menyembul ke luar. Haechan bahkan baru sadar sekarang jika dada Yoonji bahkan lebih dari sekedar besar. Cup berapa kah?
Dan jangan lupakan paha seksinya yang dibalut celana ketat itu, membuat Haechan ingin mengelusnya sekarang juga, serta... Bokongnya! Oh god, Haechan sepertinya akan mengeluarkan precum.
Yoonji yang sedari tadi memandang kebawah, sadar bahwa Haechan sudah tegang. Ketara sekali menonjol dari boxernya. Yoonji tertawa dalam hati.
"Ehm, tentu saja Hyuckie" Yoonji tersenyum tipis, suaranya ia buat sedikit serak, dan ia yakin Haechan pasti sangat tegang "Ah ngomong-ngomong , aku buka jaket ya, aku baru saja selesai gym, gerah"
Yoonji membuka zipper jaketnya, namun Haechan benar-benar sudah tak sanggup menahan lebih lama,
Grep.
Haechan menarik Yoonji kepelukannya.
"Gosh nuna" bisiknya "kau sengaja membuatku hampir cum tanpa disentuh? tak tahukah kau aku sudah tegang sejak awal?"
Yoonji terkekeh "haha, jika aku memang sengaja? kau mau apa?" tantangnya
"Mau ini" Haechan menggesekkan ereksinya ke selangkangan Yoonji. Friksi alat vital yang bergesekan itu membuat keduanya sama-sama melayang.
"Ugh.. Donghyuckie-hhhhh" Yoonji mendesah pelan, sementara Haechan masih menggesekan gundukannya.
"Nunaayaahh.."Haechan menjatuhkan kepalanya dibahu Yoonji. Ia berhenti menggesekkan penisnya, namun kini kedua tangannya menyusup ke belakang, tepatnya masuk ke dalam celana Yoonji yang ketat, jarinya menekan-nekan bokong kencang gadis itu. Perlahan, tekanan itu mulai berubah, menjadi remasan-remasan yang makin memancing vagina Yoonji berkedut kencang.
Yoonji sendiri membalas perbuatan Haechan dengan menurunkan boxer hitam idolanya itu, sehingga penis 7.5 inchi dengan diameter 2cm yang kini memerah dan ujungnya sudah basah itu mencuat keluar. Yoonji melumuri batang Haechan dengan precum yang terus-terusan keluar
"Aaaahh" Haechan mendesah tepat di telinga Yoonji, membuat gadis itu merinding, dan memancing dirinya untuk membuat Haechan segera klimaks.
"Kau suka, Hyuck ahh??" desis Yoonji, tangannya semakin intens memberi handjob pada Haechan, sesekali ia menggunakan jempolnya untuk menggoda lubang urinnya dan tangannya yang menganggur meremas twinsball Haechan yang sudah penuh dengan sperma.
"Yessh, it feels so fuckin good" Haechan masih mendesah keenakan, namun ia menarik turun celana dan celana dalam Yoonji hingga pertengahan paha. Kini tangan kanannya menurunkan sport bra hitam Yoonji, sehingga dadanya mencuat keluar. Haechan mengumpat dalam hati, jika tidak ingat ini di ruang publikl, habislah Yoonji ia genjot habis-habisan.
Haechan meremas payudara Yoonji bergantian dengan tangan kanannya, menggoda puting berwarna kemerahan itu dengan mencubit dan mengurut pelan. Tangan kirinya kini sudah berada di selangkangan Yoonji. Mengelus belahan vaginanya, sesekali sengaja menyenggol klitorisnya.
"Kau uhh sudah basahhh nuna aahh?? Kau uhhh byuntae nnggh oohh" ucap Haechan, masih menikmati handjob di penisnya, dan kini ia menikmati mencubiti klitoris Yoonji
"Siapa uuhh... Yanghh lebihhh byun ahhh taehh?? Akuhhh.. atauu.. Seseoranghhh yang uhhh basahh duluannhhh saathhh akuuhh masihh mengenahh ahh kannhh jaketthhh" Yoonji meremas batang Haechan gemas
"Uuhhh baiklahh.." Haechan sedikit terkekeh "Nunaahh, bisakah uuhh lebihh cepaatthh?"
"As your wish.. Baby.. Tapi uhhh, masukan aahh jarimu ke sshhh lubangkuhhh... "
Tepat setelah Yoonji berkata begitu, Haechan menusuk lubang Yoonji dengan jari telunjuk dan tengahnya, ia mulai melakukan in-out, mengaduk-ngaduk lubang Yoonji yang sudah juicy. Dan Yoonji sendiri menaikkan tempo kocokannya pada penis Haechan yang semakin berkedut-kedut.
Tampaknya sudah dekat.
"Donghyuckieehhh... Disanaahh" jari Haechan mengenai G-spot Yoonji, membuat Gadis itu menggelinjang, berefek pada tangannya yang menekan kepala penis Haechan, menambah friksi nikmat dan memancing precumnya untuk keluar lebih banyak.
Haechan semakin menusuk lubang hangat yang sudah sangat basah itu dengan cepat, ia ingin klimaks bersama, karena ia sendiri sudah dekat, spermanya sudah mendesak.
"Ahhh hyuckkieehh... Akuhh shhhh ham-hampiirrrhhh sampaaiihh..." Yoonji mempercepat kocokannya dan menguatkan genggamannya pada penis Haechan, penis besar itu makin berkedut.
"Uuhhhsshhhh nunaahh.. Aku jugaaahhh... Ngghhh bersamaah... Aagghhh"
Tepat setelah mengatakannya, dinding vagina Yoonji menjepit jari Haechan, ia meredam desahannya di dada Haechan. Sementara Haechan menumpahkan spermanya di tangan Yoonji, sebagian mengenai jaketnya, perut Yoonji, celananya dan celana Yoonji.
Yoonji ambruk ke dada Haechan, membuat Haechan yang sama lemasnya tersandar ke dinding. Mereka sama-sama mengatur nafas mereka yang sudah terengah-engah paska klimaks terhebat setelah sekian lama bermain solo.
"Thanks Donghyuck ku" bisik Yoonji pelan, ia menaikkan lagi bra dan celananya.
"Harusnya aku yang berterima kasih nuna" ujar Haechan, ia juga menaikkan lagi celananya "seenaknya menyuruh nuna datang hanya untuk handjob" Haechan nyengir, tapi ada rasa bersalah di dirinya.
Yoonji terkekeh "Kau, 17 tahun, dan aku, 21 tahun. Ini adalah ketika nafsu seseorang sedang berada di puncalk, Donghyuckaa" ucap Yoonji sambil mencubit pipi Haechan "Aku tahu kok, main solo itu tidak enak"
"Cih, seperti yang main solo saja" kata Haechan mencibir
"Memangnya yang main solo cuma kau saja bocah? Wanita juga. Kalau tidak bagamana aku bisa menuntaskan kebasahanku?" tutur Yoonji vulgar dan membuat Haechan tertawa
"Kalau begitu kita lakukan lagi saja kapan-kapan" ucap Haechan sambil menaikkan alisnya
"Tidak masalah" Yoonji terkekeh "24/7 siap untukmu, bocah" Yoonji mengusap kepala Haechan, ia melirik jam tangannya "sudah jam segini. Aku besok kuliah pagi, aku harus pergi. Kau juga pulang, nanti Taeil dan Taeyong mencarimu"
Yoonji sudah mau pergi, tetapi Haechan menahannya.
"Kiss dulu? Please?"
Yoonji tertawa lagi, kemudian ia mengisyaratkan Haechan untuk mendekat. Haechan pun mendekat. Dan segera, Yoonji mem-frenchkiss bibir tebal Haechan. Mereka saling melumat untuk 10 detik, sebelum melepaskannya.
"Bye Hyuckie" Yoonji melambai dan ia pun menghilang setelah berbelok diujung gang.
Mark menampilkan smirknya ketika melihat Haechan yang baru pulang dan masuk ke kamar.
"Heh, Jeju man"
Haechan melepas topinya sebelum menoleh ke Mark "Apa hyung?" tanya Haechan sambil duduk di tepi ranjang.
Mark mendekat kemudian berbisik "Kau kalau tidak jujur, mandul ya?"
Haechan mengerinyit "hah memang kenapa?"
Mark menunjuk ke jaket dan celana Haechan, dan ia mengikuti arah kemana jari Mark menunjuk.
Holy shit.
Itu noda spermanya saat di handjob Yoonji.
Wajah Haechan otomatis memerah.
"Kau main solo dimana hm? Di sevel?" tanya Mark iseng "ingat, kau harus jujur"
Haechan yang biasanya menggoda Mark kini di goda balik. Tapi bukan Haechan namanya jika ia mengakui kekalahan. Namun ia pasti jujur pada Mark. Haechan balik mem-smirk Mark.
"Mau tahu?" katanya dengan ekspresi nakal "sebelumnya, Hyung masih ingat kan.. Tentang sasaeng ku yang pernah audisi disini?" tanya Haechan, dan Mark mengangguk.
Haechan kemudian menyodorkan jari telunjuk dan tengahnya ke depan hidung Mark, dan mata pria Kanada itu langsung terbelalak.
"HAECHAN?! WHAT THE FUCK?!"
Haechan terkekeh menang. Ia membuat angka nol dengan jari kanannya, dan memasukannya kedua jari tadi kesana dengan gerakan mengocok. Mark membelalakan matanya tak percaya.
Kemudian Haechan mengisyaratkan Mark untuk mendekatinya, dan Mark mendekat.
"Lalu, dia memberiku handjob yang rasanya... Aghh... "
*END*
