Jeon's Mansion

.

Tok!

Tok!

Tok!

Cklek!

"Maaf mengganggumu tuan Jeon, ini wiski yang anda minta." Ucap seorang pelayan lelaki itu.

"Hm, letakkan disana" Sahut tuan Jeon.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi."

Blam!

JEON's POV!

Kupejamkan mataku sejenak, mengingat kejadian yang baru saja terjadi..

"Emm.. permisi! Maaf mengganggumu! Tapi lima belas menit lagi tae harus interview jadi..."

Lihatlah dia, pria polos bak boneka barbie yang hilang.. malaikat yang tersesat di dunia kegelapan, membangkitkan jiwa hades dalam diriku. Aku menandaimu tanpa perlawanan sedikitpun seolah-olah hal inilah yang kau tunggu. Siapa kau berani mengusikku? Aromamu begitu manis, hingga mampu mengusik Jeon Jungkook sang Alpha terkuat di Korea..

Jeon Taehyung sepertinya sangat cocok untukmu bukan?

.
END OF JK's POV

Taehyung's Side

.
"Jeon Jungkook.." ungkapan Taehyung membuat Chanyeol dan Baekhyun terkejut.

"Jeon Jungkook katamu?" Lirih baekhyun membuat Taehyung semakin merasa bersalah dibuatnya

"Mi-mianhaeyo Eomma.. Appa.." Chanyeol tersenyum maklum

"Gwenchanayo Tae-ie~, Jeon Jungkook adalah orang yang baik. Seiring berjalannya waktu Tae akan mengenal siapa itu Jeon Jungkook." Setelahnya raut wajah Chanyeol berubah menjadi serius

"Tetapi, Tae harus tau kepada siapa hati Tae-ie berlabuh.. bila Tae tidak merasa nyaman bersama Jungkook maka Tae bisa memutuskan hubungan mate yang kalian berdua jalani.. tetapi Appa harap Tae merasa nyaman dengannya. Semua keputusan berada di tanganmu, Taetae~" ucapan Chanyeol membuat Taehyung menjadi tenang

"Nde Appa~" dan bisa tersenyum ceria seperti biasanya.

"Jjaa~ tidurlah sayang. Besok adalah hari pertamamu bekerja bukan?" Tanya Baekhyun lembut

"Lohh? Bagaimana Eomma tau? Uhh Taetae bahkan belum memberitahukannya pada kalian~" Taehyung mengerucutkan bibirnya.

"Perusahaan Alpha mu itu mengirimi pesan kepada Eomma, bahwa anak kesayangan Eomma yang manis ini diterima~" Ujar Baekhyun sambil mencubiti pipi gembul anaknya.

"Uggh, Eomma~~!" Eluh Taehyung

"Hihihi! Maaf sayang, Eomma gemas sekali! Jja~ sekarang Tae tidur nde?" Tanyanya.

"Ndee~! Jaljayo Eomma~ Appa~!" Angguk Taehyung

CUP!

"Jaljayo Taetae/Tae-ie." Setelahnya, Chanyeol menaikan selimut Taehyung dan menutup pintu kamar putri (putra :v) semata wayangnya. Membiarkan Taehyung mengumpulkan tenaga untuk bertemu muka dengan Jeon Jungkook.

.

.
Jk's House

.
Semua orang nampak sibuk dengan pekerjaannya, membuat suasana pagi perusahaan milik Jeon Jungkook begitu ramai dan padat.

Hampir seluruh karyawan nampak sibuk, kecuali Park Taehyung yang sekarang sibuk mengusir rasa gugupnya. Kalian tau kenapa? Karena Jeon Jungkook dengan segala kekuasaannya, mengangkat Park Taehyung menjadi sekretaris pribadinya dan membuatnya berbagi ruangan kerja dengan Jungkook..

.
"S-sajangnim.. b-berhentilah menatap Tae." Uh, sepertinya kebiasaan Omega manis yang satu ini tidak dapat di hilangkan hmm?

"Hm? Memangnya kenapa, sayang?" Goda Jungkook sambil menyeringai tampan.

"U-uh.. Tae maluu~! Kenapa Tae dipandangi terus~ Tae kan bukan lukisan! Uggh~!" Siapapun kuatkan iman Jeon Jungkook sekarang, seorang Park Taehyung berani bertingkah semenggemaskan itu di hadapan bos nya, astaga!

"Taehyung.." Panggil Jungkook.

"Ehh? Ndee~?" Sahut Taehyung polos.

"Kemari sebentar." Taehyung yang belum menangkap signal bahaya, mau saja mendatangi Jungkook dan berdiri langsung dihadapannya.

"Ada ap- Ah!"

Bruk!

Jungkook dengan cepat menarik Taehyung hingga mampu membuatnya duduk diatas pangkuan Jungkook dengan jarak sangat dekat.

"K-kookie..." Reflek Taehyung.

"Kookie? Aku?" Tanya Jungkook sambil memeluk pinggang Omega manisnya.

"Eh? maaf, Tae keceplosan. Maaf sajang-"

"Tidak papa, selama omegaku senang. Maka aku juga akan ikut senang." Potongnya.

BLUSH!

"Uggh, Kookie~!" Taehyung menggelengkan kepalanya imut. Membuat seorang Jeon Jungkook gemas.

BITE!

"Unggh~"

"Jangan menggodaku dengan tingkah imutmu, Sayang. Aku ingin omegaku tetap steril hingga waktuku untuk mating tiba." Ujarnya sambil menjilat bekas gigitannya di pipi Taehyung.

"M-mesum~!" Taehyung tanpa sadar menyenderkan kepalanya diantara perpotongan bahu dan leher Jungkook.

.

.
Lunch Time

"Psst! Lihatlah! Tuan Jeon dan sekretaris pribadi barunya akan makan siang bersama!"

"Oh! Kau benar! Tuan Jeon bahkan memeluk pinggangnya!"

"Lihatlah mereka! Sungguh sepasang Alpha dan Omega yang sangat serasi!"

Berbagai bisikan mengiringi perjalanan pasangan KookTae menuju kantin. Semuanya berbisik-bisik tanpa mengetahui bahwa pendengaran seorang Jeon Jungkook setajam silet (:v). Ya, hanya Jungkook. Karena Taehyung sedang sibuk menundukan kepalanya karena malu dilihat banyak orang, apalagi posisinya dan Jungkook sangat dekat.

"K-kookie~ Tae malu..." Ujar Taehyung pelan.

"Berhentilah bertingkah imut, sayang. Jangan bangunkan serigala yang sedang tertidur, sayang" Bisik Jungkook.

"Uhh.. Mesum!" Melihat Taehyung, membuat Jungkook tersenyum bahagia.

.

DRRT!

.

DRRT!

.

DRRT!

.

Bunyi ponsel pintar milik Jungkook menyadarkannya dari lamunan dadakan yang baru saja diterimanya. Saat melihat nama penelfonnya, membuat Jungkook terpaksa mengangkatnya.

"Apa?" tanyanya ketus.

"..."

"Kenapa mendadak sekali?"

"..."

"Baiklah, kau langsung saja ke ruanganku. Aku akan menyusul 5 menit lagi" Setelahnya Jungkook memutuskan percakapan tersebut secara sepihak. Membuat Taehyung memandangnya, seakan bertanya "Siapa yang menelfon?".

"Sepupu sialanku dating berkunjung, Sayang. Hiarukan saja dia." Ujar Jungkook santai.

"Kookie tidak boleh begitu~! Sepupu Kookie rela berkunjung kesini kan? Harusnya Kookie menghargainya tau~!" Taehyung menggerutu lucu.

"Hahh.. kau hanya belum mengenalnya,Tae-ie." Inner Jungkook.

"Baiklah. Mari kita temui sepupuku itu." Kini untuk pertama kalinya, seorang Jeon Jungkook mengalah pada orang lain selain ibunya.

.

.

.

.

Director Room

"Ah! Lihatlah, Jeon Jungkook telah tiba!" Ujar seseorang yang dengan tidak sopannya duduk diatas singgasana Jungkook.

"Oh? Siapa namja manis dibelakangmu, kook-ah?" Lanjutnya. Membuat Jungkook jengah melihatnya.

"Berhentilah bersikap kau seolah tak tau apa-apa, Oh Sehun." Balas Jungkook.

"Oh ayolah! Aku kan hanya bertanya!" Rengek Sehun.

"Terserah!" Jujur saja, Jungkook lelah memiliki sepupu seabsurd Oh Sehun. Untuk fisik, bolelah. Tapi untuk sifat? Astaga! Jungkook hanya bisa mendoakan semoga yang menjadi mate Sehun nantinya bias bersabar dengan sifat absurd miliknya.

.

"Jadi~ siapa namamu, manis?" Tanya Sehun. Membuat Jungkook menatapnya tajam.

"E-eh? Anyeong Haseyo~ Park Taehyung Imnida~" Jawab Taehyung manis.

"Aigoo~ lucunyaa~!" Hampir saja Sehun bisa mencubit pipi Taehyung karena..

"Sentuh dia dan akan ku patahkan tanganmu, Oh Sehun." Desis Jungkook.

"Ehehehehee~"

.

DUAGH!

.

"Ouch! Yak! Kenapa menendangku?!" Pekik Sehun tak terima.

"Hanya kesal." Sahut Jungkook enteng. Sedangkan Taehyung yang baru saja melihat sepak-terjang-jungkook-sehun hanya bisa menganga melihatnya. "Absurd sekali~'' batinnya miris.

.

"Jadi, ada apa kau kesini?" akhirnya mereka memulai percakapan normal mereka.

"Aku akan memberitaumu nanti saja, Kook. Karena ini sedikit privasi." Jelas Sehun pelan sambil melirik Taehyung.

"Oh, kalau begitu Tae akan meninggalkan kalian berdua untuk berbicara nee~?" Ini pertama kalinya seorang Park Taehyung peka, sungguh.

"Tak perlu, Tae. Aku akan menemui Jungkook di rumahnya saja. Lagipula, aku harus pergi. Perusahaan sedang membutuhkan ceo nya saat ini." Cengir Sehun kemudian pamit pergi.

.

BLAM!

.

Setelah melihat Sehun pergi, kedua insan berbeda jenis itupun mulai larut dalam pekerjaanya masing-masing hingga waktunya mereka pulang tiba.

"Baby, apakah pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Jungkook saat menghampiri meja omeganya.

"Sudah Kookie~ ada apa~?" Sahut Taehyung sambil membereska pekerjaanya.

"Ayo pulang bersama, Sayang." Ajak Jungkook membuat Taehyung membeku.

"E-eh? Ta-tapi-"

"Aku tidak menerima penolakan, Sayang." Ya, Park Taehyung melupakan satu hal. Bahwa perintah seorang Jeon Jungkook adalah mutlak dan tak terbantahkan.

"B-baiklah Kookie~" Setelahnya mereka berjalan beriringan menuju parkiran menuju parkiran mobil. Dimana Lamborghini Aventador berwarna Black Doff milik Jungkook terparkir indah disana.

.

CKLEK!

.

"Silahkan masuk, Omegaku~" Dengan romantisnya, Jeon Jungkook membukakan pintu untuk Omeganya.

"N-nde~" Balas Taehyung dengan muka memerah lembut, membuat Jungkook mau tak mau tersenyum melihat tingkah manisnya.

.

BRRM!

.

Sepanjang perjalanan, Jungkook terus menggenggam tangan milik Taehyung. Membuat jantung Taehyung berdegup kencang merasakan kehangatan yang disalurkan oleh tangan besar Jungkook. Mengirimkan rasa aman dan nyaman padanya hingga akhirnya Taehyung terlelap. Jungkook yang tak merasakan pergerakan dari Taehyungpun menolehkan kepalanya dan mendapati pemandangan seorang malaikat manis sedang terlelap.

.

CUP!

.

"Have a nice dream, babe. Jaljayo, Nae sarang."

.

.

.

.

TBC!

HUELOO GAESS~ sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih banyak kepada pada chingu-deul yang sudah membaca, mereview, memfavorit, memfollow bahkan readers yang sekedar ngunjungin ff ini~^^ oiya, disini Jeon Mansion sama Jk's House bedalohh yaa :v. Jk's House itu nama perusahaannya si jeka hehe :v.

Terimakasih untuk para readers yang masih setia menungu~^^ Dev janji akan cepat Update bila tak ada halangan hehe~^^ jangan lupa review/fav/follow yakk~^^

ANYEONGG~