.

Lead Male or Second Lead Male (Inseong x Heejun)

BlueBerry's Random Fic

Don't Like, Don't Read

.

Thanks to : SF81-9, Brie APel, Iceu Doger, kiyo, babyharu, mikigae, juga yang follow atau favorite cerita ini. 좋아요옹~

Heejun menuruni tangga Bis dan meregangkan tubuh yang terasa pegal, mengabaikan Pengemudi Bis yang meninggalkan asap sebagai pengganti ucapan 'sampai jumpa'. Tempat hiburan yang dilewatinya memasang musik dengan volume sangat keras, mungkin Heejun bisa tuli sesaat kalau dia memasuki tempat itu selama lima menit. Ada senyum tipis dari bibirnya karena pemikiran konyol yang melintas, bahkan dia kesulitan tidur karena tugas kuliah yang harus dia selesaikan, tentu dia tidak bisa berkunjung atau bersantai di tempat hiburan itu (Heejun tidak tahu bagaimana cara dia menyebut dirinya masuk ke tempat hiburan itu, selain 'bertindak bodoh' sebenarnya).

Toko kecil di sisi jalan begitu tenang, kalau Heejun mengacuhkan suara musik dari tempat hiburan yang menjadi samar saat ini. Langkah Heejun menjadi lamban karena menyadari seseorang yang tidak asing baginya, walau bukan sosok akrab yang melakukan perbincangan ringan dengannya setiap hari. Bibi pemilik toko kecil menyapa Heejun seadanya, setelahnya menggumam bahwa remaja masa kini tidak mengetahui waktu untuk bermain bersama. Orang tadi menoleh saat Heejun mendudukkan diri di sebelahnya dengan satu botol air putih yang dingin, sementara Heejun melirik pada soju yang dipegang oleh sosok yang tidak asing baginya.

.

Orang tadi mendelik dengan sebal, saat Heejun mengambil soju di tangannya tanpa meminta ijin. Heejun sendiri sibuk memperhatikan botol di tangannya dan mengembalikan pada orang di hadapannya tanpa mengatakan apapun, beralih membuka botol air miliknya dan menghabiskannya dengan cepat . . .

"Aku pikir, orang hanya meminum soju untuk pertemuan bisnis atau perbincangan santai dengan sesama teman dewasa" Heejun melontarkan pemikirannya, selagi merapatkan tutup botol yang sudah menjadi kosong

"Karena kau masih kecil, tentu kau tidak boleh sering meminum soju, apalagi sampai menghabiskan satu botol soju sendirian" Balas orang tadi yang dibalas lirikan tajam Heejun, namun Pemuda Oh itu mengangkat bahu dan tidak mempermasalahkan setelahnya

"Dalam drama yang biasa Ibuku lihat, orang dewasa atau remaja yang sudah legal meminum soju sendirian karena sedang memiliki masalah. Kau memiliki masalah juga, Jeong In Seong?" Heejun melontarkan tanya tanpa menggunakan sufiks '-ssi', '-nim', 'Sunbaenim', atau 'Hyung' pada tetangga rumah susun sekaligus senior di Kampusnya tersebut

"Kau seharusnya memanggil orang lain yang lebih tua atau lebih senior, terutama yang lebih dewasa dan lebih senior, dengan sufiks untuk menghormatinya. Kalaupun kau tidak ingin menggunakan sufiks, jangan bicara dengan cara yang membuat orang lain ingin memukulmu" Nasehat Inseong, yang dibalas anggukan sok mengerti oleh Heejun. Telinga kanannya mendengar perkataan Inseong dengan baik, sementara telinga kirinya 'membuang' perkataan Inseong yang membuatnya tidak memahami apapun perkataan si tetangga pintu sebelah

"Bukankah lebih nyaman untuk menceritakan hal pribadi pada orang yang tidak dikenal? Maksudnya, kau tidak sering bertemu dengannya dan tidak perlu khawatir masalah pribadimu menjadi bahan pembicaraan yang panas di sekolah" Heejun berujar yang dibalas anggukan setuju dari Inseong, namun mengernyit karena tidak mengerti maksud Heejun mengatakannya

"Perkataanmu terlalu rumit, Bocah. Katakan langsung pada intinya" Inseong mendengus geli, sewaktu Heejun menghembuskan nafas berat seolah dia merasa lelah karena sang lawan bicara tidak bisa memahami perkataannya yang sudah begitu jelas dan mendetail

"Kau seperti sedang memiliki masalah sulit, jadi kupikir kau membutuhkan teman bicara. Tapi, aku tidak yakin kau merasa nyaman kalau berpikir aku adalah tetangga rumah susun sekaligus juniormu di Kampus, jadi aku tidak memanggilmu dengan sufiks agar kau tidak menganggapku sedekat itu" Jelas Heejun yang dibalas Inseong dengan membulatkan mulut, melontarkan tawa kecil karena pemikiran Heejun yang dianggap konyol. Kalau orang lain yang menyarankan, mungkin Inseong menerimanya dan menceritakan masalah dengan mudah, tapi Inseong jelas tidak bercerita pada 'sumber masalah' nya

"Lebih baik kau segera pulang dan mengerjakan tugasmu, atau segera pulang dan memberitahu Jihun bahwa kau sudah sampai di rumah dengan aman" Balas Inseong yang membuat Heejun mengernyit, menggumamkan nama 'Jihun' selagi mencari alasan nama itu muncul diantara percakapan dirinya dan si tetangga pintu sebelah

"Hyung mendengar Jihun yang mengingatkanku untuk 'berhati-hati sewaktu pulang'?" Tanya Heejun, sementara Inseong acuh dengan sibuk memainkan botol soju, tidak berminat menghabiskan isi botol yang masih tersisa satu pertiga. 'tambahan dia menatap khawatir dan mengusap kepalamu, Bocah', Inseong hanya menyimpan lontaran sebalnya dalam hati

"Jihun mengatakan, bahwa dia melihat berita kriminal yang lokasinya dekat dengan rumah susun kita, jadi dia hanya mengingatkanku untuk berhati-hati" Heejun menjelaskan, walau tidak melihat ada tanda bahwa Inseong sedang mendengarkannya

"Pekan lalu, ada berita kriminal yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal Seungjun. Kenapa Jihun tidak memperingati Seungjun-Hyung, seperti dia memperingatimu?" Protes Inseong yang membuat Heejun melihatnya, tidak tahu bahwa Inseong sungguhan mendengar apa yang dia katakan sedari tadi. Heejun memang bermaksud menjelaskan pada Inseong, tapi Inseong tidak memberi tanda dia menaruh perhatian pada ucapan Heejun, jadi Heejun pikir Inseong tidak mendengarnya namun juga terlalu malas untuk menghentikan ocehannya

"Ah, Inseong-Hyung. Kau ini terlalu sibuk belajar atau memang tidak peduli pada lainnya, hingga melewatkan berita tentang pasangan musuh paling terkenal di Kampus. Jihun tidak memperingatkan Seungjun-Hyung seperti bagaimana dia memperingatkanku, karena Jihun pulang bersama hingga menginap selama satu pekan terakhir di tempat Seungjun-Hyung" Inseong hanya mendengarkan perkataan Heejun, mengakui dia memang tidak peduli pada sekitarnya dengan anggukan kecil. Inseong bukan tipe anti sosial yang tidak memiliki teman, tapi dia lebih sering sibuk dengan statusnya sebagai Mahasiswa Semester Enam, jadi tidak banyak yang diperhatikannya selain kegiatan Kampus dan Heejun (tidak perlu menanyakan kenapa)

"Tapi, kenapa Inseong-Hyung terlihat tidak senang dengan Jihun yang mengatakan padaku untuk berhati-hati sewaktu pulang? Hyung seperti Kekasih Baru yang tengah cemburu tanpa alasan jelas" Perkataan Heejun membuat Inseong menghentikan gerakan memainkan botol sojunya untuk beberapa saat dan melontarkan tawa aneh dengan kesan terlalu canggung

"Kau bilang, aku cemburu? Aku cemburu karena kau mendapat perhatian dari Jihun?" Inseong menunjuk dirinya sendiri dan memasang ekspresi tidak percaya, Heejun memperhatikan Inseong seperti tengah berpikir dalam untuk menyelesaikan suatu kasus penting

"Bukan. Aku pikir, Hyung cemburu karena Jihun mengatakan dia khawatir padaku" Suasana jalanan memang sepi, begitu sepi hingga membuat keheningan yang canggung diantara keduanya. Heejun tidak mendengar samar dari musik tempat hiburan karena memberi atensi penuh pada senior di sebelahnya, sementara Inseong tidak memberi jawaban selain gerakannya yang menjadi lebih canggung

"Apakah aku adalah sumber masalah Inseong-Hyung?" Heejun berujar dengan senyum jahil yang terkesan begitu percaya diri, membuat Inseong mengerjap untuk mengumpulkan kesadaran penuh. Katakan saja Inseong sebagai pengecut, tapi Inseong belum bisa menyatakan perasaannya pada Heejun atau sekedar membiarkan Heejun tahu tentang perasaannya

"Sialan kau, Bocah! Pulang dan kerjakan tugasmu, sebelum bicaramu semakin aneh hanya karena mencium aroma soju" Heejun melangkah cepat untuk meninggalkan Inseong dengan tawa samar yang mengisi udara, merasa puas juga senang karena melihat ekspresi Inseong yang menurutnya lucu sewaktu merasa kesal. Inseong belum beranjak dari posisi sebelumnya, memperhatikan Heejun yang suara tawanya tidak lagi terdengar dan tas ransel putihnya tidak lagi terlihat

"Kau ini pemain utama atau pemain kedua dalam drama Bocah tadi? Bersikap tidak suka dan melakukan adu mulut dengannya untuk menarik perhatian, tapi hanya diam untuk memperhatikan dan tidak juga menyatakan perasaan" Bibi pemilik toko kecil yang sedari memperhatikan Inseong dan Heejun membuka suara, hampir membuat Inseong berteriak karena terkejut. Pakaian warna hitam yang dikenakan Bibi terlihat begitu kontras dengan masker wajah warna putih yang dikenakannya, membuat Inseong sempat berpikir bahwa dia melihat sesuatu yang menyeramkan

"Kalau kau menunggu waktu yang tepat, seseorang yang seharusnya tidak menjadi pemeran utama bisa merebut posisi 'pemeran utama' darimu. Kalaupun si bocah menolakmu, kemungkinan terburuk hanya keluar dari 'drama' nya" Tawa kecil dari Bibi pemilik toko kecil tidak membuat Inseong merasa lebih baik, membuka tutup botol soju dan menghabiskannya secara langsung. Memang alasan itu yang membuat Inseong tidak mengatakan perasaannya, dia tidak ingin Heejun menjauhinya dan mengeluarkan dirinya dari drama remaja yang dimiliki Pemuda marga Oh itu, jadi dia hanya menjaga jarak dan memperhatikannya dengan label 'tetangga pintu sebelah' juga 'senior di Kampus'.

.~~~KKEUT~~~.

Pair yang di request sama mikigae, aku ngga yakin siapa uke di couple ini sih, tapi aku lebih suka kalo Heejun yang jadi maknae. Harusnya, ini di posting dua pekan sekali, tapi karena ada beberapa hal kemarin, jadi cuma dua kali dalam satu bulan ini. Maaf, kalo ceritanya datar dan mengecewakan. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review ^v^

Untuk chapter berikutnya : crack pair dari BAP, EXO atau VIXX (maaf aku pecinta crack pair mereka, jadi cuma bisa nulis crack pair)