.
Some Trouble with Neighbor (Eunwoo x Moonbin)
BlueBerry's Random Fic
Don't Like, Don't Read
.
Thanks to : Brie APel, Ars Firda, Park RinHyun-Uchiha, juga yang follow atau favorite cerita ini. 좋아요오옹~
Kepala Moonbin terangguk dengan sopan seperti mengucapkan 'terima kasih' pada Pengemudi Bis Umum yang membalasnya dengan pandangan malas, matanya menyipit seolah dia tengah melempar senyuman sopan pada Nenek Penumpang yang menduduki bangku di belakang sang pengemudi. Deru asap kendaraan umum meninggalkan Moonbin di halte tujuannya, meninggalkan Moonbin yang melihat kendaraan besar itu dengan pandangan datar tanpa kesan ramah sama sekali dan gerutu samar di balik masker yang menutupi bagian bawah wajahnya. Gerutu mengenai alarm murah yang tidak berfungsi dengan baik hingga dia terlambat bangun, gerutu mengenai guru sekolah yang membosankan hingga dia kesulitan memahami pelajaran, gerutu mengenai guru bimbingan belajar yang galak hingga dia tidak bisa menyandarkan punggung pada sisi bangku, juga gerutu mengenai suhu rendah karena hujan gerimis di kemarin sore yang membuatnya terserang flu dan harus menggunakan masker. Moonbin mempercayai bahwa sebagian besar penyakit lebih disebabkan karena beban pikiran daripada cuaca buruk atau kondisi tubuh, tapi rasanya enggan untuk membahas seseorang yang mengusik pikirannya dan membuatnya lebih sering menggerutu sedari kemarin.
Gonggong Anjing yang terdengar mendekatinya membuat Moonbin menghentikan gerutuannya, menemukan anjing bulu cokelat yang tidak begitu asing baginya. Kalung dengan tali panjang di bagian leher anjing itu menandakan bahwa dia memiliki pemelihara, mulut Moonbin membulat saat mengingat anjing itu sebagai anjing dari penjaga toko kelontong di sebelah rumah kos yang ditempatinya. Moonbin membungkuk untuk menyamakan tingginya dengan anjing tersebut, mengusap sisi kepalanya selagi menggumamkan tanya siapa yang menemani anjing ini berjalan dan melepaskannya. Langkah terburu seseorang membuat Moonbin mengalihkan perhatian dari anjing bulu cokelat di hadapannya, melemparkan dengusan malas di balik masker yang dikenakannya saat mengetahui siapa orang yang menemani anjing ini berjalan dan terburu untuk menyusulnya. Pandangan memelas anjing bulu cokelat pada Moonbin membuat Moonbin mengurungkan keinginannya untuk segera pulang, ingin menghindari percakapan basi dengan orang yang baru datang. Mengerti kalau Moonbin ingin bermain dengan anjing namun merasa tidak nyaman dengan dirinya, Pemuda tadi –orang yang baru datang– mengatakan pada Moonbin untuk menemani Daebakie selagi dirinya membeli keperluan di minimarket.
Tingkah lucu Daebakie membuat sudut bibir Moonbin meninggi tanpa rasa lelah, menjadi pudar dan menghilang karena seseorang mengulurkan minuman kaleng padanya. Posisi Moonbin berubah menjadi berdiri tegak, hanya melihat minuman kaleng di tangannya tanpa keinginan membuka dan membasahi bibirnya yang mulai kering karena terus mengatup . . .
"Kau sedang sariawan?" Pertanyaan dari Pemuda di sebelahnya hanya mendapat gerakan kepala tanda menolak dari Moonbin, tambahan mata kucing Moonbin yang melirik sebal pada Eunwoo –si pemuda tampan yang terlihat begitu menyebalkan bagi Moonbin selama beberapa hari terakhir–
"Kau sedang flu?" Pertanyaan kedua dari Eunwoo dibalas dengan anggukan membenarkan Moonbin, mengecap bibirnya yang hampir menempel karena terlalu kering. Tatapan Moonbin mengarah pada minuman kaleng di tangannya, bergantian dengan tatapannya mengarah pada Eunwoo yang belum melepas pandangan darinya
"Tidak biasanya kau terserang flu. Apa kau memikirkan sesuatu secara berlebihan?" Eunwoo pikir, dirinya bukan tipe orang yang banyak bicara dan senang menanyakan sesuatu dengan kesan pribadi pada orang lain. Tapi, setiap hal yang memiliki kaitan dengan Moonbin membuat Eunwoo mematahkan pemikiran tersebut
"Berbalik" Moonbin mendeham sebelum mengeluarkan suara dengan serak, mungkin karena Moonbin terlalu lama membiarkan kerongkongannya kering. Kegiatan kuliah yang melelahkan membuat Moonbin berpikir untuk segera tiba di tempat kosnya, rasanya tidak memiliki minat untuk mencari menu makan malam di kedai pinggir jalan atau sekedar membeli minuman dari mesin otomatis
"Apa?" Daripada memutar badan dan menjauh seperti apa yang Moonbin maksud, Eunwoo bergerak satu langkah dan mendekatkan wajahnya karena sebelumnya dia tidak mendengar perkataan Moonbin dengan jelas
"Kubilang, berba . . . ah . . . ACHOO!" Tubuh Moonbin memutar agar Eunwoo tidak terkena virus flu dari bersinnya, menutupi bagian mulutnya dengan dua tangan dan teringat bahwa dirinya menggunakan masker. Uluran saputangan Eunwoo tidak mendapat penolakan dari Moonbin, melepas salah satu tali masker yang dikenakannya dan mengusap bagian bawah wajahnya dengan saputangan dari Eunwoo
"Jangan mengenakannya, lagi. Virus flu-mu sudah menempel disini" Tegur Eunwoo sewaktu Moonbin ingin memasang kembali tali masker yang sempat dilepasnya, membuat Moonbin melirik padanya
"Kalau aku tidak mengenakannya, Hyung akan tertular virus dariku" Perkataan Moonbin membuat Eunwoo meninggikan sudut bibirnya, merasa lucu karena Moonbin terkesan marah dan kesal padanya namun juga mengkhawatirkannya dan tidak ingin dia terserang flu
"Karena kau yang menularkannya, aku pikir itu tidak menjadi masalah. Aku memiliki jaminan untuk mendapat makanan sehat secara gratis, karena kau adalah orang yang bertanggung jawab terhadap sesuatu yang kau pikir kesalahanmu bukan?" Dengus sebal Moonbin menanggapi balasan Eunwoo, tidak menolak sewaktu Eunwoo menarik tali masker yang masih terpasang di telinga Moonbin dan membuang masker pada tempat sampah yang tidak begitu jauh dari posisi mereka
"Tentu, aku bukan dirimu, Hyung" Moonbin membalas dengan ekspresi sebal, yang belum Eunwoo mengerti diberikan padanya karena alasan apa
"Aku tidak mengerti, sebenarnya apa alasanmu kau memasang ekspresi sebal dan bicara dengan nada kesal padaku?" Tanya Eunwoo yang mendapat decakan malas dari Moonbin
"Aku tidak memasang ekspresi sebal, aku juga tidak bicara dengan kesal padamu" Kata Moonbin dengan nada kesal yang kentara
"Kelihatan dan terdengar dengan sangat jelas, mudah untuk mengetahuinya" Balas Eunwoo
"Kalau begitu, apa tidak mudah bagimu untuk mengetahui alasanku memasang ekspresi sebal dan bicara menggunakan nada kesal padamu?" Hanya diam yang membalas pertanyaan Moonbin, Eunwoo melirik pada Daebakie yang memperhatikan dirinya dan Moonbin selagi menggerakkan ekor. Hanya mencari kesibukan lain karena pandangan dan nada bicara Moonbin padanya saat ini menyeramkan, membuatnya canggung untuk memperhatikannya
"Entahlah, tapi sepertinya itu berhubungan denganku" Eunwoo meringis dan merutuki dalam hati bahwa dia mengatakan sesuatu yang salah, menemukan pandangan Moonbin yang semakin tajam padanya saat Eunwoo melirik ke sisi samping
"Aku tidak tahu kenapa ini harus berhubungan denganmu, tapi aku kesulitan mengerjakan tugas karena memikirkanmu, Hyung. Aku merasa pening karena menerus memikirkanmu, menjadi lebih pening karena terkena hujan dan penghangat ruangan di tempatku tidak berfungsi" Ujar Moonbin
"Kau seharusnya mengatakan padaku, kalau penghangat di ruang tinggalmu tidak berfungsi" Wajah Eunwoo masih memperlihatkan ekspresi bingung, belum mengerti apa alasan Moonbin terkesan menjauhinya dan melempar pandangan tajam padanya
"Tidak bisa, Eunwoo-Hyung sudah begitu mengganggu pikiranku tanpa bertemu denganku. Kalau aku meminta bantuan darimu, artinya aku harus bertemu denganmu, Hyung" Balasan yang dilontarkan Moonbin tidak juga menjawab rasa bingung dari Eunwoo, melirik pada Daebakie yang memiringkan kepala seperti memberi tatapan bingung pada Moonbin
"Aku tidak merasa kalau kita memiliki masalah, atau mungkin aku melakukan sesuatu yang tidak kau sukai? Apakah aku melakukan kesalahan, dalam pandanganmu?" Eunwoo bicara dengan perlahan, tidak ingin dia salah mengatakan sesuatu hingga ekspresi Moonbin semakin keras padanya. Pemuda marga Moon menghembus napas dengan kasar, menundukkan wajahnya dari pandangan telak Pemuda dengan marga asli Lee disebelahnya
"Mungkin iya, mungkin tidak. Aku tidak mengerti dengan pemikiranku saat ini, aku canggung untuk berhadapan denganmu, tapi aku merasa khawatir saat tidak bertemu denganmu. Apa ini bisa disebut sebagai kesalahanmu?" Sudut bibir Eunwoo meninggi karena pertanyaan yang dilontar oleh Moonbin, mulai mengerti alasan Pemuda itu memasang ekspresi kesal padanya
"Kau lucu" Balasan tidak sesuai dari Eunwoo membuat Moonbin mengangkat wajahnya, merutuki keputusan itu karena senyuman hangat yang diarahkan oleh Eunwoo padanya
"Perkataanmu tidak menjawab pertanyaanku, Hyung" Pandangan Moonbin tidak melepaskan wajah Eunwoo di hadapannya, rasa panas di sisi wajah Moonbin membuat Pemuda itu menepuk pipinya dengan ringan. Eunwoo menyimpan tangannya di saku pakaian, menahan diri untuk memberi usapan di puncak kepala atau melayangkan cubitan ringan pada pipi Moonbin, karena Moonbin masih terlihat bingung dan dia tidak ingin menambah kebingungannya untuk saat ini
"Kalau begitu, aku minta maaf" Eunwoo belum bosan melemparkan senyum pada Moonbin di hadapannya, melontarkan permintaan maaf untuk sesuatu yang tidak penting dan bukan masalah seharusnya. Tipe pasangan yang diinginkan oleh banyak orang, ditambah dengan perhatian kecil yang membuat perasaan Moonbin menjadi lembut (Moonbin ingat Eunwoo memberikan plester pereda panas saat dirinya mengurung diri karena terserang demam sekitar empat bulan lalu, Eunwoo mengatakan dia khawatir karena tidak melihat Moobin seharian)
"Ini bukan masalah besar, Eunwoo-Hyung tidak perlu meminta maaf" Moonbin melupakan keinginan awalnya mengacuhkan Eunwoo untuk mengurangi pening karena tidak berhenti memikirkan Eunwoo, lagipula pikiran mengenai Eunwoo semakin sering mengganggunya saat dia berusaha mengacuhkan dan tidak memikirkan Eunwoo
"Kau mengatakan ini bukan masalah besar, tapi kau menghindariku selama beberapa hari dan memandang dengan kesal saat bertemu denganku" Eunwoo menarik sudut bibir yang tergelitik karena gerakan canggung Moonbin di sebelahnya, Pemuda marga Moon itu hanya membuka dan menutup mulut selagi memikirkan apa yang harus dia katakan sebagai balasan
"Jangan berpikir terlalu keras. Ayo pulang, dan beristirahat" Langkah Eunwoo berada di depan, tidak melangkah dengan terburu karena Moonbin sibuk melakukan permainan bersama Daebakie di belakangnya. Eunwoo tidak perlu melihat secara langsung untuk mengetahui Moonbin tersenyum juga sesekali melontarkan tawa di belakangnya, tidak berusaha menyalahkan Moonbin untuk rasa pening di kepalanya. Rasa pening karena tidak mengerti alasan Moonbin menghindarinya hingga membuat Eunwoo merasa khawatir karena tidak menemukan Moonbin dalam ruang pandangnya, menambah rasa pening saat bertemu dengan Moonbin yang mengenakan masker dan bersin di hadapannya. Paling tidak, Eunwoo merasa lebih baik karena saat ini Moonbin berada dalam area pandangnya dan dia dapat mendengar tawa Moonbin tidak jauh di belakangnya.
.~~~KKEUT~~~.
Couple yang direquest sama Park RinHyun-Uchiha, akhirnya bisa diposting setelah hampir sebulan ditaruh di draf. Terinspirasi dari webtoon 'Fragmented', setelah stuck sama beberapa ide lainnya. Maaf, karena laamaa banget ngga update dan kembali dengan hasil mengecewakan, atau kesalahan tulis yang aku lewatin. Makasih, buat yang udah mau baca. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review ^v^
(Ini adalah kumpulan fanfic dari grup yang ngga atau belum pernah aku tulis, dan SF9 termasuk grup yang aku tulis beberapa kali, makanya aku bilang grup underrated selain SF9. Jadi, maaf banget buat yang request Couple dari SF9 disini)
