.
So-Cool Senior (Jung Young Hoon 'Ooon' x Kim Yoon Dong)
BlueBerry's Random Fic
Don't Like, Don't Read
.
Thanks to : mikigae, Park RinHyun-Uchiha, Cho Jin Ae, juga yang follow dan favorite cerita ini. 아주 좋아용~~~
Yoondong segera mendudukkan diri di bangku barisan tengah dan meluruskan kakinya yang pegal usai mengelilingi Gedung Sekolah bersama senior pembimbing, kepalanya menjadi tegak untuk melihat senior pembimbing yang memasang ekspresi datar padanya dan teman-temannya. Perasaan Yoondong merasa sebal karena sang senior menampilkan ekspresi terkesan sok keren yang membuat murid perempuan di depannya menggumam berisik, walaupun murid tingkat satu yang masih dalam masa pengawasan kakak kelas itu mengakui bahwa sang senior memang keren. Senior itu belum memperkenalkan diri sedari membimbing para murid tingkat satu untuk mengenalkan fungsi setiap ruangan di sekolah, lontaran sapa antara para murid senior tidak melibatkan nama yang membuat beberapa murid perempuan mendengus sebal karena mereka ingin mengetahui nama sang kakak kelas.
Perhatian Yoondong beralih dari senior sok keren yang berada di bagian depan ruang kelas, melihat teman sebangkunya yang memainkan permainan video genre peperangan. Manik Pemuda marga Kim itu menelusuri ruangan dan melihat hampir seluruh teman sekelasnya sibuk mengobrol dengan teman sebangku masing-masing, hingga berhenti pada dua murid perempuan yang duduk di barisan belakang mengobrol dengan ekspresi antusias dan berulang kali mencuri pandangan ke bagian depan ruangan kelas, tepatnya pada si senior yang masih memasang ekspresi sok keren. Tangan Yoondong terlipat selagi menerus memperhatikan sang senior yang mengedarkan pandangan –mungkin ingin bersikap keren dengan memastikan seluruh adik kelasnya sudah berada di kelas–, pandangan datar sang senior bertemu dengan pandangan sebal Yoondong yang terkesan tidak memiliki alasan.
Ketukan di pintu kelas membuat Yoondong menyelesaikan adu pandangnya dengan si senior lebih dulu, menemukan dua murid yang sebelumnya ijin menuju toilet kembali menempati bangku mereka di barisan sama dengannya . . .
"Karena semuanya sudah disini, aku ingin memastikan. Ada hal yang belum kalian mengerti, atau ada hal yang ingin kalian tanyakan?" Kernyitan sebal berada di wajah Yoondong, saat senior itu menaruh kedua tangan di meja seperti ingin kelihatan keren. Tangan Yoondong masih berada dalam posisi melipat, tidak mengikuti gerakan temannya untuk meninggikan tangan agar mendapat kesempatan bertanya atau sekedar ingin mendapat perhatian dari senior
"Aku ingin tanya, siapa namamu? Kau mengenalkan setiap ruangan dan memberitahu fungsi dari ruangan itu, tapi kau tidak memberitahu siapa namamu juga apa posisimu di Sekolah ini" Murid Laki-laki yang ditunjuk oleh senior sok keren menjadi orang pertama yang melontarkan pertanyaan
"Namaku Jung Young Hoon, dan posisiku adalah pengganti anggota pengurus yang seharusnya membimbing kalian hari ini" Telinga Yoondong menangkap gumaman dari beberapa murid perempuan di dekatnya kalau senior pembimbing mereka yang tampan ternyata memiliki nama Younghoon
"Jung-Sunbaenim, siapa nama senior tampan yang menjaga Perpustakaan tadi? Apakah dia sudah memiliki Kekasih? Kalau dia tidak memiliki Kekasih, dia tentu memiliki nomor ponsel kan?" Seorang murid perempuan dengan pita besar di kepala melontar tanya dengan nada manja, membuat Yoondong memandang kesal dengan pemikiran anak perempuan ini tentu anak manja yang merepotkan
"Pertanyaan pertama, namanya Jaeyong. Pertanyaan kedua, dia sudah memiliki Kekasih, dan kupikir aku tidak perlu meminta maaf untuk itu" Yoondong melihat Gadis itu menundukkan kepala dan menurunkan bahunya seperti kehilangan semangat, setelah mendengar jawaban dari Younghoon
"Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh Klub Basket?" Itu memang pertanyaan yang biasa dilontarkan murid baru, jadi Yoondong tidak memberi respon berlebihan pada pertanyaan itu
"Tentunya latihan, diadakan setidaknya dua atau tiga kali dalam sepekan, dan menjadi lebih rutin saat mendekati waktu kompetisi. Kau bisa menanyakan rinciannya pada Anggota Klub Basket, setelah ini" Jawaban Younghoon mendapat decakan dari Yoondong, menggumam kalau dia tidak mengerti bagaimana orang yang tidak memiliki kepedulian pada kegiatan sekolah menjadi pembimbing kegiatannya dan teman sekelasnya
"Siapa nama Anggota Klub Basket yang kita temui di Kantin?" Beberapa murid perempuan merespon pertanyaan itu dengan angguk seolah pertanyaan itu sama seperti pemikiran mereka, sementara Yoondong masih berusaha mengingat orang yang dimaksud hingga menimbulkan antusias dari sebagian besar murid perempuan di kelasnya
"Kita menemui beberapa anggota Klub Basket di Kantin, kalau aku tidak salah ingat. Apa kau ingin aku menyebutkan semuanya?" Seruan antusias para murid perempuan membuat Yoondong merasa telinganya pengang, menemukan ekspresi mengernyit tidak nyaman di wajah Younghoon sebelum sang senior menyebutkan nama dan ciri-ciri setiap Anggota Klub Basket yang mereka temui di Kantin
"Apakah Younghoon-Oppa sudah memiliki Kekasih?" Selesai Younghoon menyebut nama dan ciri dari Anggota Klub Basket, murid perempuan di barisan belakang yang sempat diperhatikan Yoondong melontarkan pertanyaan
"Younghoon-Oppa, bagaimana tipe idealmu?" Yoondong memindah pandangan pada murid perempuan di sisi penanya sebelumnya, tidak memberi kesempatan sang senior menjawab pertanyaan tersebut. Pandangan Yoondong mengarah tidak senang pada dua murid perempuan itu, merasa sikapnya tidak sopan dengan memberi pertanyaan tanpa menunggu jawaban
"Ah. Kenapa kalian menanyakan hal ini padaku?" Pandangan datar Yoondong mengarah ke bagian depan kelas untuk menemukan Younghoon yang mengusap tengkuk dengan ekspresi tidak nyaman, memberi gestur seperti orang yang ketahuan kencan
"Kami hanya ingin tahu, Oppa" Satu diantara dua murid perempuan itu membalas dengan ekspresi memelas, menunggu jawaban yang diharapkan walau ekspresi Younghoon seharusnya sudah cukup memberitahu jawabannya
'BRAK!' Bunyi keras akibat pukulan seseorang pada meja membuat orang-orang dalam ruangan itu menoleh pada Yoondong, pelaku utama dari keributan
"Yoondong-ah" Younghoon menggumam dengan menutupi bagian atas wajahnya, merasa pening hanya dengan mengetahui pelaku dan menebak alasan kekesalannya
"Kalian ini siapa? Berani sekali, kalian memanggilnya dengan sebutan 'Oppa' di hari pertama kalian bertemu?" Jemari Yoondong menunjuk pada dua murid perempuan di barisan belakang, memasang ekspresi galak dengan maksud mengancam
"Kau sendiri memang siapa, hingga perlu memukul meja dan memarahi kami? Kau bersikap seperti Kekasih Younghoon-Oppa saja" Murid perempuan itu membalas dengan ekspresi menyebalkan, mengangkat dagu seperti menunggu balasan dari Yoondong
"Aku memang Kekasih Younghoon-Hyung! Kenapa?!" Teman satu kelas Yoondong memasang ekspresi tidak percaya, sementara Younghoon memijat pangkal hidungnya karena rasa pening dari suara tinggi yang digunakan dua orang itu. Kepalanya terangkat saat suasana menjadi tenang, menemukan pandang dari para adik kelas juga tudingan telunjuk dari Kekasihnya yang menandakan dia harus terlibat dalam perdebatan tidak penting antara tiga murid tingkat satu itu.
Yoondong mengatakan kalau dia tidak memiliki alasan istimewa saat dia menyimpan komik di lemari dan mengeluarkan buku pelajaran dengan ketebalan yang bisa membuat matanya menjadi berat secara tiba-tiba, berpikir dia bisa mengejutkan Younghoon pada hari pertama masa orientasi. Tapi, Yoondong tidak berpikir kalau Younghoon juga mengejutkannya dengan menjadi senior pembimbingnya juga murid tingkat satu lainnya. Hanya dengan berdiam diri sudah membuat Younghoon diperhatikan oleh beberapa murid perempuan, belum lagi saat Younghoon memimpin barisan dan mengenalkan fungsi dari setiap ruangan di sekolah. Kalau memikirkan sekali lagi, Yoondong jadi merasa alasan dirinya kesal hingga memukul meja sungguh kekanakan, dirinya sudah menjadi murid sekolah menengah atas (walaupun masih berada di masa orientasi) dan seharusnya dia bersikap lebih dewasa dari saat sekolah menengah pertama.
Pandangan Yoondong mengarah pada jalanan yang dia lewati, berulang kali menggumam kalau dirinya terlihat bodoh karena memukul meja dan melakukan adu teriak dengan murid perempuan itu. Kepala Younghoon mengangguk membenarkan di sebelahnya, memberi pendapat tanpa suara yang dia tahu tidak dibutuhkan oleh Yoondong . . .
"Kau setuju kalau aku terlihat bodoh?" Gerakan mengangguk Younghoon terhenti saat Yoondong menoleh ke arahnya dan memberi pertanyaan
"Aku harus menjawabnya dengan jujur?" Balik Younghoon yang membuat Yoondong menggeleng dengan cepat, tidak ingin mendengar Younghoon menjawab jujur tanpa menggunakan penyaring yang membuat perasaannya menjadi lebih buruk
"Tidak, tidak perlu. Aku sedang tidak ingin mendengar ucapan jujurmu, Younghoon-Hyung" Kalimat penolakan Yoondong membuat Younghoon meninggikan sudut bibirnya, menertawai tingkah Yoondong yang dia pikir lucu. Perasaan Yoondong sedang buruk, membuatnya merasa tersinggung dengan senyum Younghoon yang seharusnya tidak dipermasalahkan
"Iya, kau terlihat bodoh" Tangan Younghoon meraih tangan Yoondong, bergerak secepat mungkin sebelum yang lebih muda mulai berpikir ingin melayangkan pukulan ringan atau cubitan atau apapun itu pada tubuhnya
"Tapi, karena pengakuanmu yang kelihatan bodoh, murid perempuan mengerti untuk menjaga jarak dan tidak bersikap sok akrab denganku, juga kita bisa pulang bersama setiap hari" Younghoon melanjutkan dengan senyuman tipis, ekspresi sok keren yang membuat Yoondong mendecak terkesan sebal selagi memalingkan fokus pandangan dari Pemuda Jung di sebelahnya
"Kau mengatakan itu dengan jujur?" Pertanyaan Yoondong dilontarkan tanpa melihat Younghoon di sebelahnya, tidak melihat ekspresi jahil pada wajah Kekasihnya
"Bukankah kau yang mengatakan, kalau kau tidak mendengarku bicara jujur?" Balasan Younghoon membuat wajah Yoondong memerah, bukan lagi merona kemerahan karena malu seperti beberapa saat sebelumnya, melainkan kemerahan karena kesal merasa dipermainkan oleh Younghoon
"Kau menyebalkan" Tatapan tajam Yoondong mengarah telak pada Younghoon di sebelahnya, tidak berhasil melepaskan tangannya yang digenggam oleh Younghoon dan membuatnya membiarkan Pemuda Jung itu memegang tangannya dengan ekspresi wajah yang ditekuk. Suara tawa halus Younghoon di sebelahnya terdengar, kemungkinan besar menertawakan dirinya yang terkesan begitu kekanakan.
.~~~KKEUT~~~.
Pair yang direquest sama mikigae, sebenarnya aku ngga terlalu kenal sama member HALO sih, cuma sekedar tahu nama doang. Udah lama selesainya, tapi baru dapet koneksi data buat publish. Maaf karena jarang update, hasil mengecewakan, atau kesalahan tulis yang aku lewatin. Makasih, buat yang udah mau baca. Aku tahu masih banyak kesalahan dan kekurangan, jadi silahkan review ^v^
