PROMO DULU
EDISI SPESIAL
FULL HENTAI
Title : UchiHaruFull-Hentai
Pair : SasuSaku and Other
Genre : Lemon, LemonHard and Ecchie
Naruto Masashi Kishimoto.
Author : Hn U
Rate : M 18
Warning : VULGAR
Sifat karakter sangat beda
Chapter 06
(Keluar Dari Sekolah)
-- Sakura Pov --
Aku hanya bisa menunduk lesu semua guru menyalahkanku karena banyak bekas kiss mark, terlihat jelas di leherku dan aku mendengar suara pelan dari salah satu guru mengataiku jalang, murahan. "Haruno maaf kami harus mengatakan ini padamu" ucap guru Iruka wali kelasku yang sedang menatapku sedih "Guru Iruka semua ini bukan kemauanku" jawabku.
Di ruangngan kepala sekolah semua guru berkumpul dan yang di panggil bukan hanya aku, tapi juga ada Sasuke karena aku mengukapkan semua tapi malah Sasuke mengatakan kebohongan dia bilang bahwa aku membutuhkan uang dan aku mendesaknya, tubuhku jadi bahan penukaran.
"Sakura haruno?!" ucap kakashi kepala sekolah Konoha aku berharap kepala sekolahku mengerti bahwa aku tidak salah semoga aku hanya bisa berfikir positif "Iyaa" jawabku sambil menundukan kepala entah kenapa aku sangat takut
"Maaf kau harus berhenti sekolah di sini padahal kau jadi kembanggaan sekolah dan buatmu, Sasuke kau libur seminggu" ucapan Kakashi membuatku terdiam apa-apa ini tidak masuk akal. "Ini tidak adil kenapa Sasuke mendapatkan libur sebagai hukuman sedangkan aku, harus keluar sekolah mungkin aku tidak bisa sekolah lagi karena namaku sudah buruk!" protesku tapi semua guru menatap rendah ke arahku " Maaf ini sudah keputusan semua wali kelas dan aku sudah menyetujuinya" ucap kakashi dan aku hanya menatap sayu kearah kepala sekolah yang selalu bijak tapi hari ini semua seakan terbalik bagaikan mimpi buruk saat aku terlelap di malam hari.
Aku mengambil tasku dan berjalan pergi keluar kelas setelah tadinya aku ke ruang guru untuk mengurus semua bahwa aku keluar dari konoha high school karena salahku walapun aku tidak salah menurut pendapatku sebenarnya apa aku ini salah tidakkan? Sebenarnya yang salah itu Sasuke.
"Sakura?!" aku menoleh ke asal suara yang memanggilku ternyata dia Sasori "Iyaa Sasori" balasku saat dia telah di dekatku yang tadinya menghapiriku.
"Aku juga berhenti sekolah" ucap Sasori membuatku binggung tapi setelahku perhatikan dia membawa tasnya.
"Dasar bodoh kenapa kau berhenti?" ucapku penuh tanya saat kami berjalan menuju pintu keluar sekolah dan pelajaran sudah di mulai sejak tadi saat aku melewati koridor sekolah, tadi seakan aku tidak iklas jika harus pergi dari sekolah ini padahal baru saja aku naik kelas 3.
"Aku bosan sekolah setiap hari membolos karena itu aku memilih berhenti sekolah" ucapan Sasori membuatku binggung dengan pilihan hidupnya "Dasar aneh" gumamku
"Aku antar kau pulang ya?" ucap Sasori saat kami sampai di dekat gerbang sekolah yang tertutup lalu Sasori membuka sedikit gerbang sekolah yang terbuat dari besi yang di cat hitam.
"Ayo kenapa kau melamun" ucap Sasori membuatku sadar aku harus terima dengan ini semua laluku mulai melangkah keluar gerbang dan Sasori menutup gerbang seperti semula.
Kami berdua berjalan bersama melewati tempat pejalan kaki seperti pada umumnya lalu lalang mobil sangat cepat saling melawan arah, aku terus memikirkan apa yang akan terjadi jika bibi Tsunade, tau pasti aku akan kena marah habis-habisan atau yang paling buruk aku akan... Semoga saja tidak mana mungkin aku tidak di anggap lagi sebagai keponakan yang selalu di perhatikan mana mungkin aku tidak di pedulikan lagi?
"Sakura kau menangis" Aku langsung menoleh ke kiri menatap Sasori setelah ia bertanya "aku menangis? apa maksudmu aku tidak menangis.." Jawabku tapi penglihatanku aneh lalu aku menghapus air mataku mungkin karena aku memikirkan hal yang menyedihkan jadi seperti ini "Mungkin aku hanya terkena debu dari mobil yang melintas" jawabku dan semoga dia percaya.
"Debu dari mobil yang melintas ya?" ucap Sasori lalu dia mengandengku pergi ke arah halte bus yang jaraknya 10 meter dari tempat kami berdua berdiri "Sakura apa kau punya facebook?" ucap Sasori membuatku tersenyum pikirku kenapa menjadi ke arah sosmed.
"Aku tidak punya sosmed" ucapku
"Sayang sekali" gumam Sasori memnuatku sedikit tersenyum
Kami menunggu bus di halte baru 1 menit bus lalu berhenti di halte tempat kami menunggu...
-- Jeessh--
Pintu otomatis terbuka, kami bedua masuk ke dalam bus yang terlihat hanya ada 10 penumpang di tambah aku dan Sasori jadi 12. Aku baru tau kalo Sasori tinggal di dekat apartementku saat ia menyebut tempat tujuannya kepada sopir bus.
"Kau tinggal di sekitar mana Sasori?" ucapku penasaran lalu Sasori menjawab "Di belakang apartementmu di sebelah toko bunga Yamanaka milik teman sekelasmu kalau tidak salah namanya Ino benarkan?" Aku hanya mengaguk sebagai jawaban "Sakura apa Sasuke itu pacarmu?" ucapan Sasori membuatku sesak laluku mengeleng entah kenapa aku serasa ngeri mendengar namanya "Jadi bukan ya" gumam Sasori lalu dia melihat kearah kaca bus dan hanya diam sampai kami berdua turun di halte dekat apartemenku kira-kira jarak 15 meter dari apartementku lalu kami berdua berjalan ke arah apartemenku setelah menyebrang di lampu merah.
"Sakura?" ucap Sasori yang saat ini sedang menhadang berdiri di depanku saat kami berjalan bersama menuju ke apartementku yang kurang 2 meter lagi sampai " Iyaa?" jawabku lalu menujukkan senyum pada Sasori
"Apa kau menyukai Sasuke?" ucap Sasori menatapku intens
"Jangan bahas dia aku membencinya..." jawabku sambil melangkah melewati Sasori beberapa pejalan kaki lain melihat ke arah kami berdua lalu aku dan berhenti dan berbalik melihat Sasori, yang mengikutiku
"Sudah sampai terima kasih Sasori" ucapku lalu aku pergi ke apartement tapi Sasori mengukutiku sampai ke pintu apartemenku yang berada di lantai dua paling sudut no 10.
"Kenapa kau mengikutiku sampai sini jangan-jangan kau..." ucapku lalu Sasori mengdekat memojokkanku ke pintu masuk apartementku yang masih tertutup "Sakura jadilah pacarku" ucap Sasori lalu ku mendorongnya " Hah?!" ucapku binggung kenapa dia memintaku agar menjadi pacaranya?
"Aku menyukaimu"ucap Sasori lalu dia menciumku seperti ingin melumat "Mmmhpp" laluku mendorong dan menamparnya --PLAAAKKK-- "Kau sama saja!!" bentakku setelah menamparnya "Sa-sama saja apa maksudmu?" protes Sasori "Kau sama saja.. Pasti kau punya tujuan biadap tapi caramu berbeda!!" Bentakku lalu dia memelukku "Tujuanku menjadi pacarmu... "Ucapnya sambil memelukku dan aku hanya diam seperti orang bodoh lagi...
-- Sakura Pov End --
BERSAMBUNG
NEXT
Chapter 07
(Masih Sama saja)
