PROMO DULU

EDISI SPESIAL

FULL HENTAI

Title : UchiHaruFull-Hentai

Pair : SasuSaku and Other

Genre : Lemon, LemonHard and Ecchie

Naruto Masashi Kishimoto.

Author : Hn U

Rate : M 18

Warning : VULGAR

Sifat karakter sangat beda

Chapter 08

(Takdirku)

-- Sakura Pov --

Aku hanya bisa membalut tubuhku dengan selimut dan terisak

"Hikks... Hue.. Hikkss..."

Bagaimana jika aku nanti hamil? Pasti si biadap itu hanya bicara "Gugurkan.." Ku tutup diriku dengan selimut dan terisak sepuasku kenapa kehidupanku berubah seperti ini?

Aku merasa pusing dengan semua ini dan mataku terasa panas, tubuhku terasa lemas dan mulai menghangat hingga terasa sedikit panas...

" Ayah... Ibu.." Gumamku lirih menyebut nama kedua orangtuaku, pasti kedua orangtuaku kecewa di surga sana... Semua ini karena dia Sasuke Uchiha!

Suhu badanku serasa panas, dingin yang aku lihat serasa berputar mungkin aku demam.. Yang terlintas di pikiranku.

Aku merasa mengantuk dan ingin sekali memejamkan mataku lagi. Padahal aku selalu menjaga kesehatanku agar tidak sakit, karena aku benci sakit karena setiap aku sakit pasti aku merasa sendirian seperti sekarang.

"Kau demam..." Suara ini aku sangat kenali, laluku mulai membuka kelopak mataku melihat sosok Sasuke menyentuh keningku dengan telapak tangannya... "Hikksss... Aku tidakk mau.. Cukupp!!" Protesku tapi Sasuke hanya diam menatapku, intens dan aku hanya menatapnya penuh takut saat melihat kedua Onyx hitamnya yang sangat mengerikan bagiku. "Tidurlah Haruno" ucapnya lalu menunjukan senyum iblisnya yang terlihat manis bagi yang tidak tau sifat asli si biadap ini.

"Aku mohon berhentilah menyiksaku" ucapku parau dan pipiku terasa basah mungkin aku menangis lagi... Aku mulai tidak bisa berpikir jernih meminta pada iblis yang tidak memiliki hati seperti dia!

"Baiklah selama kau sakit aku akan libur menikmati milikku.." ucanya dan terus membelai rambutku, dia kenapa berbeda?

"Aku bukan milikmu..." jawabku nada lesu lalu ia menunjukkan expresi kurang suka dan dia beranjak ke atasku yang sedang terbaring di tempat tidur lalu kedua tangannya, di sisi kiri dan kanan kepalaku.

"Jangan mulai lagi..." ucapku dan tanpa terasa bulir air mata membasahi kedua pipiku tanpa henti, aku bisa merasakannya saat ini air mataku terus mengalir melewati pipiku. Lalu ia mendekatkan wajahnya dia sangat gila! Aku sakit ia tetap ingin melakukan hal itu dan sama saja seperti membunuhku perlahan...

"Haruno berhentilah menangis.." Ucapnya sambil menghapus air mataku. Trik apa lagi ini pasti biadap ini merecanakan sesuatu! "Jangan sok baik" ucapku tegas tapi ia hanya tersenyum lalu mencium bibirku. "Hnn.. berhentilah menangis!" Ucapnya tegas dan juga menatap intens.

Dia turun dari ranjangku lalu pergi keluar kamarku, saat aku ingin bangun dari baringku semua berasa berputar rasa pusing amat terasa menyiksaku "Uhuukk... Uhuk.." Aku menyentuh keningku sendiri demamku tinggi sekali dan aku merasa sangat haus.

Aku duduk di tepi ranjang mulai berpikir banyak hal dari ingin bunuh diri atau kabur dari tempat ini menghidari iblis itu yang merusak kehidupanku, ku lihat seisi kamarku lalu berjalan meraih piyamaku yang berada di lantai juga pakai dalamku.

"Iblis itu mengangapku apa? Dan sekarang entah kemasukan setan apa hingga ia jadi sok baik" gumamku dalam hati. Aku memakai semua pakaianku dan ambruk ke tempat tidur "Pusing dan badanku serasa remuk" gumamku.

-- Cekhlek --

Aku melihat pintu kamarku mulai terbuka sosok iblis yang sedang bermain drama kini membawa semangku bubur... Dia kenapa jadi aneh? Dia meletakkan Segelas Susu di meja rak kecil dekat tempat tidur lalu ia duduk di tepi ranjang dan aku hanya terbaring dan melihat ke arah lain "Cepat bangun kau harus makan..." Ucapnya sambil menatap intens ke araku saat aku meliriknya laluku mulai bangun dan terduduk di ranjang.

"Pergilah..." Ucapku lalu ia meniup sesendok bubur dan menyodorkan sendok seakan menyuapi "Hnn.. Buka mulutmu" ucapnya tapi aku hanya diam dan menutup mulutku rapat.

"Cih Apa aku harus menyiramkan bubur ini ke wajahmu Haruno?" Ancamnya dan aku mendelik membulatkan mata terkejut dia sangat marah apa yang harus aku lakukan? "Aa" aku membuka mulut seakan menjadi polos, saat ini entah kenapa aku semakin hari menjadi bodoh dan takut jika ia nanti marah.

Dia terus menyuapiku walaupun rasa bubur itu entah kenapa terasa pahit tapiku berusaha menghabiskannya dan yang ia bawa porsinya, sedang tidak banyak juga tidak sedikit. "Hnn! Minum" Perintahnya tegas sambil memberiku segelas susu di ikuti tatapan dingin dari kedua. Onyx hitamnya yang mengerikan.

Aku mencoba meraih gelas yang ia bawa tapi ia menolak malah menyuruhku diam. Dan membantuku meminum segelas susu, aku melirik wajahnya dan senyum iblis lagi ia perlihatkan padaku lalu aku menghetikannya agar berhenti, membantuku meminum segelas susu "Cukup keluarlah" gumamku.

Lalu ia menatapku intens tapi lebih ke expresi tidak suka. "Apa kau ingin aku hukum haruno?" Aku hanya meringis mendengar ucapannya yang mulai seperti biasa terdengar selalu ingin menyiksa, aku mengeleng lalu tertunduk lesu ia membelai rambutku...

"Hnn.. Milikku" gumamnya membuatku langsung membulatkan mata saat menunduk dan terdiam "Dasar iblis yang suka berbohong" ucapku dalam hati, ia memaksaku mendogak melihat wajahnya yang selalu berekspresi serius menatap intens dingin juga sedikit tersenyum dan matanya terus bergerak ke kiri, kanan juga bawah lalu menataku tegas.

"Mmmhphh.." Aku mendelik tiba-tiba ia melumat bibirku laluku meraih wajahnya mendorong agar berhenti melakukan hal bodoh ini. "Cih!" Decihnya terdengar kasar "Keluarrr! Dari kamarku!" Bentakku lalu ia bersiap menamparku dan akupun menutup mataku rapat tapi...

Dia malah meraba pipi kiriku dan berpesan "Kau milikku" ucapnya dan aku hanya menutup mata tak mempedulikan ucapannya. "Omong kosong"

Ku gerakan bibirku membentuk kata tanpa suara "Hnn... Omong kosong" gumamnya lalu ia mencium bibirku walau aku menutup mata tapi aku yakin itu yang ia lakukan karena aku terbiasa dengan caranya menciumku "Mmm.." Ciumam semakin ia perdalam dan mengigit bibir bawah memaksaku membuka selah dan akupun membuka selah.

Seakan menurut dengan perintah permainannya membuatku tenang dan hanyut entah kemana pikiran dan harga diriku juga benciku saat ini degub jatungku terus berpacu cepat lalu tanpa sadarku ikut masuk dalam permainan ciuman iblis ini.

-- Degh --

"Lembut" ucapku dalam hati sambil di iringi saling membalas ciuman. "Milikku" gumamnya di selah ciuman lalu aku membalas ucapannya dengan cara membalas ciumannya lebih agrsif...

-- Sakura Pov End --

BERSAMBUNG

NEXT

Chapter 09

(Perubahan)