Part 2

Pagi ini sangat cerah. Aku membuka mata dan menyambut sinar matahari dengan senyum lebar. Selamat pagi duniaku. Terimakasih karena sudah memberikanku waktu satu hari lagi untuk membuka mata. Aku bangun dan merapikan tempat tidurku lalu berlutut di samping tempat tidurku mengucap syukur kepada Tuhan atas hari baru yang di berikanNya kepadaku lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara itu di lantai 11...
"Selamat pagi, Sungmin hyung."
"Pagi, Wookie-ah. Hankyung hyung. Jam berapa kau pulang tadi malam, Wookie?" Tanya Sungmin yang baru masuk dapur dan melihat Ryewook sudah mulai memotong sayur. Hanggeng nampak sibuk dengan piring-piring yang akan digunakan
"Jam 3, hyung."
"Lalu kenapa kau bangun pagi dan memasak? Kau tidak perlu masak sarapan hari ini. Tadi malam ada tetangga yang memberi kita makanan. Kau harus mencobanya, Wookie-ah. Rasanya menakjubkan." Kata Sungmin ceria. Ryewook mengeryitkan dahinya.
"Aku ingin membuat ramen karena lapar. Benarkah ada makanan? Apa yang mereka beri, hyung?"

"Ah… makanan itu masih ada? Aku kira sudah dihabiskan Eunhyuk." Kata Hanggeng. Sungmin tersenyum menggeleng.
"Masakan Indonesia, Wokkie. Mereka sebut lontong sayur dan rendang. Lihat saja di kulkas. Aku menyimpannya di sana kemarin. Tinggal kita panaskan saja nanti. Kangin hyung kan sudah melarangnya menyentuh makanan lagi tadi malam, hyung." Ryewook berjalan ke kulkas untuk mengecek.
"Memang kita ada tetangga dari Indonesia, hyung?"
"Mereka baru tinggal di sini. Kira-kira sebulan. Orangtuanya bekerja di Kedutaan Besar Indonesia. Begitulah yang kudengar tadi malam." Kata Hanggeng. Sungmin melirik jam tangannya.
"Aku ingin berjalan-jalan dulu di taman, Wookie-ah. Sisakan rendang itu untukku nanti ya." Katanya sambil mengambil jaketnya dan keluar. Sungmin menunggu sekitar 30 detik sebelum pintu lift terbuka. Lift berhenti di lantai 10 dan membuka pintu, aku masuk dan melihat Sungmin ada di dalam. aku tersenyum melihatnya di dalam lift kemudian aku membungkukkan badanku.
"Selamat pagi." Kataku yang dibalas senyuman hangat darinya.
"Selamat pagi, Cynthia. Mau ke mana?"
"Cuma mau jalan-jalan di taman saja." Kataku
"Kebetulan aku juga mau ke taman. Sama-sama saja." Aku terdiam cukup lama.
"Kenapa?" Tanya Sungmin. Aku tersenyum
"Aku tidak ingin nanti kalian dapat masalah karena ada yang mengambil foto kita..."
"Panggil aku oppa saja."
"Aku tidak ingin kalian mendapat masalah dengan paparazi, oppa." Ulangku. Sungmin tersenyum geli.
"Tenang saja. Kita tidak akan mendapat masalah. Aku akan membawa temanku sehingga kita tidak hanya berdua saja. Aku tersenyum mengangguk sementara Sungmin menelepon temannya.
"Kangin hyung. Datanglah ke taman sekarang. Kau sudah bangun kan? Ayo kita lari pagi. Ajak yang tidak ada jadwal pagi, ya."
"Kenapa kau telepon Kangin?"
"Dia kan temanku juga. Sekalian biar anak-anak berolahraga sedikit." Katanya tersenyum. Aku hanya mengangkat bahu.
"Berapa umurmu, Cynthia?"
"26 tahun, oppa."
"Wah... umurmu di bawah kami semua. Kalau begitu kau harus panggil kami semua oppa." Katanya
"Tapi sepertinya Heechul tidak ingin aku memanggilnya begitu."
"Heechul oppa. Tenang saja, dia bukan benar-benar dengan perkataannya. Heechul hyung memang tidak mudah percaya dengan orang baru. Dulu pernah ada fans yang memberi makanan juga untuk teman kami dan dia keracunan. Heechul hyung sangat marah dengan fans itu. Itu sebabnya dia tidak mudah percaya. Maafkan Heechul hyung, ya, Cynthia."
"Ya, oppa. Aku juga tau berita itu. Heechul oppa sangat setia kawan. Ketika dulu Hangeng oppa mendapat masalah dengan visa warganegaranya dan harus menutup mukanya dengan topeng ketika konser, dia membuka dan menariknya maju ke depan kan?" Kataku
"Dia memang seperti itu. Selalu berbuat semaunya sendiri. Tapi hyung memang baik." Kata Sungmin. Aku tersenyum mendengar dia memuji hyung-nya itu.
"Kamu kuliah di mana, Cynthia?" Tanya Sungmin ketika kami berjalan ke taman.
"Aku tidak kuliah, oppa."
"Kenapa?"
"Ada sedikit masalah dengan kesehatanku. Sehingga mama dan papa takut kuliah mengganggu kesehatanku."
"Oh, ya? Sepertinya keadaanmu baik-baik saja." Katanya sambil memperhatikanku. Aku hanya tersenyum.
"Kita duduk di sini saja dulu sambil menunggu yang lain turun." Kata Sungmin mengajakku duduk di bangku taman. Aku menggeleng
"Tidak, oppa. Aku masih tidak nyaman jika ada yang melihat kita hanya berdua. Sebaiknya aku berputar dulu sekali. Nanti kalau yang lain sudah datang. Oppa boleh memanggilku untuk bergabung." Kataku sambil membungkuk lalu pergi. Sungmin memperhatikanku menjauh. Aku mulai memasang earphone dan melakukan pemanasan
Kemudian aku mulai berlari kecil mengelilingi taman di kawasan itu. Aku menghirup dalam-dalam udara pagi yang masih bersih dan sangat segar itu. Lagu Rockstar mengiringi langkah kecilku.

시끄러운 음악소리 내 머릴 잡고 흔들흔들
(Sikkeureoun eumaksori nae meoril japgo heundeul heundeul)

흔들어 흔들어 머리를 흔들어
(Heundeureo heundeureo meorireul heundeureo)

화려한 이 조명 아래 오늘밤 끝을 잡고 놀고
(Hwaryeohan i jomyeong arae oneul bam kkeutheul japgo nolgo)

달리고 달리고 오늘도 달리고
(Dalligo dalligo oneuldo dalligo)

*내 음악에 모두 미쳐 Everywhere on radio
(Nae eumage modu michyeo everywhere on radio)

내 한마디에 모두 Follow everywhere I go,
(Nae hanmadie modu follow everywhere I go)

다 외쳐 High, 외쳐 Low, 오늘 나와 같이 Go,
(Da wichyeo high wichyeo low oneul nawa gathi go)

한숨에 이것쯤 확 쓸어버려.
(Han sume igeotjjeum hwak sseureobeoryeo)

Oh my god. I'm so hot
Come on D.J. Turn it up
Come on D.J. Turn it up
Come on D.J. 놀자!
(Come on D.J. nolji!)

**I'm a Rockstar~
I'm a Rockstar~ I'm a Rockstar~ I'm a Rockstar
I'm a Rockstarstar~star~star~
Rockstar~ (**Repeat x2)

Girl I'm a Rockstar 성격 안 좋아 예민해서 건드리면 아주 막 나가
(Girl I'm a Rockstar seongjyeok an joha yeminhaeseo geondeurimyeon aju mak naga)

Yeah I'm a Rockstar 우리 막 놀아 두 번 말하지 않아 몸을 움직여
(Yeah I'm a rockstar uri mak nora du beon marhaji anha momeul umjigyeo)

Move right now~

*내 음악에 모두 미쳐 Everywhere on radio
(Nae eumage modu michyeo everywhere on radio)

내 한마디에 모두 Follow everywhere I go,
(Nae hanmadie modu follow everywhere I go)

다 외쳐 High, 외쳐 Low, 오늘 나와 같이 Go,
(Da wichyeo high wichyeo low oneul nawa gathi go)

한숨에 이것쯤 확 쓸어버려.
(Han sume igeotjjeum hwak sseureobeoryeo)

Oh my god. It's so hard
Come on D.J. Turn it up
Come on D.J. Turn it up
Come on D.J. 놀자!
(Come on D.J. nolja!)

**I'm a Rockstar~
I'm a Rockstar~ I'm a Rockstar~ I'm a Rockstar
I'm a Rockstarstar~star~star~
Rockstar~ (**Repeat x2)
Well I'mma break it down,
Yeah I'mma break it down,

큰 숨을 들여 마시고 한번 더 Break it down.
(Kheun sumeul deuryeo masigo hanbeon deo break it down)

Come on D.J. Turn it up
Come on D.J. Turn it up
Come on D.J. 놀자!
(Come on D.J. nolja!)

**I'm a Rockstar~
I'm a Rockstar~ I'm a Rockstar~ I'm a Rockstar
I'm a Rockstarstar~star~star~
Rockstar~ (**Repeat x2)

Rockstar - super junior

Di putaran kedua, tiba-tiba seseorang berlari di sebelahku. Aku terkejut melihat Leeteuk disebelahku. Aku langsung menghentikan lariku dan membungkuk
"Selamat pagi, oppa." Leeteuk tersenyum dan menepuk bahuku.
"Selamat pagi, dongsaeng. Bagaimana tidurmu tadi malam?"
"Cukup nyenyak, oppa." Kataku sambil memandang sekeliling kami.
"Apa yang kau cari?"
"Paparazi." Kataku masih memutar kepalaku. Leeteuk tertawa melihat tingkahku.
"Tenanglah sedikit, dongsaeng..." katanya sambil mengelus kepalaku. Aku membeku.
"Sungmin sudah memberitahu kami. Itu mereka di belakang." Katanya sambil menunjuk ke arah Sungmin yang diikuti Ryewook, Hanggeng, Kibum, Kangin, Eunhyuk dan Donghae. Aku menghembuskan nafas sedikit lega. Setidaknya walaupun mereka menangkap gambar kami, mereka tidak bisa membuat berita yang membuat super junior rugi. Mungkin mereka akan curiga denganku. Tapi mereka tidak akan mempunyai bukti. Aku tidak ingin mereka digosipkan skandal cinta denganku.
"Ayo kita lari lagi." Kata Leeteuk setelah mereka berkumpul. Aku melepas earphoneku dan mengangguk. karena aku mempunyai teman berlari, earphone tidak lagi ke perlukan.

Setelah 3 putaran kami beristirahat di bawah pohon. Eunhyuk dan Donghae masih melanjutkan lari mereka sambil bercanda.
"Cynthia, ini Ryewook. Kau belum bertemu dengannya kan." Kata Sungmin memperkenalkan dengan Ryewook.
"Aku panasaran seperti apa dirimu. Kamu sangat manis." Kata Ryewook. Aku tersipu mendengarnya.
"Ya...ya...ya... jangan mulai, Wookie-ah." Kata Leeteuk.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, hyung." Kata Ryewook membela diri.
"Tapi kau memang manis, Cynthia." Kata Sungmin

"juga cantik." Perkataan Kibum membuat yang mendengar menjadi terdiam tiba-tiba.

"wah… Kibumie… tidak ku sangka…"

"ternyata Bumie juga bisa memuji." Ledek Kangin dan Leeteuk.

"apa? Memang salah jika aku mengatakan yang benar?" Kibum menatap sekelilingnya heran.

"itu bukan dialog drama, kan?" tanya Sungmin. Kibum tersenyum menatapku.

"kau cantik, Cynthia." Aku merasa wajahku memerah mendapat tatapan darinya.
"Terimakasih, oppa. Tapi kadang aku iri dengan artis perempuan. Mereka sangat cantik dan tubuh mereka indah." Kataku.
"Mereka memang harus menjaga wajah dan badan mereka seperti itu, Cynthia. Mereka kan public figur." Kata Leeteuk.
"Kau cukup cantik untuk ukuran perempuan bukan public figur." Lanjutnya. Aku hanya tersenyum. Donghae dan Eunhyuk sudah tiduran di dekat kami dengan nafas terengah-engah.
"Orangtuamu kerja di Kedutaan Besar, jadi kau sering pindah-pindah negara juga ya?" Tanya Kangin. Aku menggeleng
"Dulu aku tinggal di sekolah berasrama jadi tidak pernah ikut mereka pergi. Setelah lulus aku ikut mereka tinggal di Malaysia selama 5 tahun. Baru sebulan ini papa tugas di Korea."
"Tapi bahasamu cukup fasih." Sahut Sungmin
"Aku belajar sendiri melalui situs online, film dan lagu. Kemudian aku ikut kelas intensif selama 3 bulan." Kataku di iringi anggukan mereka.
"Tapi aku belum bisa bahasa gaul Korea." Kataku
"Tenang saja. Minta Heechul hyung mengajarimu saja. Dia berbakat untuk menjadi guru. Hangeng hyung saja menjadi berbakat memaki orang karena diajar olehnya." Sahut Eunhyuk diiringi tawa dari anggota lain.
"aku takut dengannya."
"Maaf kalau tadi malam dia membentakmu, Cynthia. Dia hanya khawatir dengan Donghae saja." Kata Leeteuk. Aku mengangguk tapi masih merasa takut untuk berhubungan dengannya.

"kenapa kau tinggal di Malaysia sangat lama?" aku terdiam mendapat pertanyaan dari Sungmin. Apa boleh aku menceritakan tentang diriku kepada mereka?

"aku… um… i…itu…"

"jika tidak mau bercerita tidak apa-apa. Kami tidak memaksa." Kata Hanggeng lembut.

"maaf… aku… aku hanya malu…" kataku menunduk. Rasanya aku belum siap untuk menceritakan kisahku kepada mereka.

"sudah… tidak apa-apa. Maaf jika oppa lancang." Kata Sungmin. Aku menggeleng.

"tidak oppa… tidak apa-apa."
"Katamu, kau bukan ELF, lalu kenapa kau suka dengan kami?" Tanya Donghae
"apa hanya ELF saja yang boleh menyukai kalian, oppa?"
"Bukan itu maksudku." Kata Donghae gagap. Aku terkikik geli melihatnya.
"Aku memang tidak masuk fansclub kalian. Dan aku baru saja menyukai kalian. Aku sudah tau lama nama super junior. Tapi jujur, awalnya aku tidak menyukai kalian karena bagiku aneh melihat laki-laki menari seperti kalian. Aku lebih suka melihat Kim Jong Kook atau CN Blue atau FT Island karena mereka tidak menari aneh seperti kalian." Mereka mengerucutkan bibir mendengar penjelasanku yang membuat aku terkikik geli. Eunhyuk dan Donghae malah menatapku tidak percaya.
"Tapi aku mempunyai sahabat yang sangat tergila-gila dengan kalian. Sampai separuh dinding kamarnya penuh dengan poster kalian. Ketika Heechul oppa kecelakaan setelah pulang dari pemakaman ayah Donghae oppa, dia menangis dan berusaha untuk ke Korea. ketika Leeteuk oppa, Shindong oppa, Eunhyuk oppa dan Kyuhyun oppa terlibat kecelakaan dia menangis histeris seakan kalian adalah keluarganya. Tapi dia tegar ketika Kangin oppa pergi wajib militer. Heechul oppa dan Leeteuk oppa wajib militer pun dia tidak menangis. Karena dia tahu. Kalian pasti kembali. Aku menemaninya waktu kalian konser di Indonesia ketika itu. Betapa bahagia wajahnya ketika itu. Walau kalian tidak mungkin memperhatikan wajah semua fans kalian ketika itu." Mereka terdiam mendengar ceritaku. Mereka merasa terharu mendengar seseorang mencintai mereka seperti itu.

"kami selalu mendengar cerita fans kami. Dari radio yang kami bawakan, surat, jumpa penggemar, atau acara apapun yang diselenggarakan untuk kami… tapi cerita tentang temanmu itu membuat kami terharu."

"jangan menangis, Teuk hyung." Donghae mendekat ke arah Leeteuk dan berpura-pura menghapus airmata yang sama sekali tidak keluar dari matanya.

"maksud kami, jika penggemar di Korea, mereka mungkin bisa mengunjungi semua event kami, berita tentang kami juga lebih cepat mereka dapat daripada penggemar di Luar negeri, tapi mendengar dia tahu hampir semua kejadian tentang kami… wuah… temanmu pasti benar-benar penggemar kami." Kata Eunhyuk. Aku tersenyum dan mengangguk.
"Dia pasti iri melihatmu sekarang dengan kami." Kata Sungmin. Aku tersenyum tipis.
"pasti. Jika dia tahu aku dengan oppa, dia akan marah karena aku tidak mengajaknya."

"kapan dia akan berlibur ke sini? Ayo kita adakan pesta bersama." Kata Donghae, di angguki Eunhyuk.

"dia… tidak bisa datang, oppa."
"Apa maksudmu?"

"dia tidak mungkin berganti artis, kan?" tanya Kibum sambil tersenyum.
"Aku tidak tahu bagaimana perasaannya sekarang ini karena aku tidak bisa berbicara dengannya sekarang."
"Kalian bermusuhan?" Tanya Eunhyuk. Aku menggeleng.
"Dia menghilang." Mereka terkejut.
"Oppa ingat tidak dengan kecelakaan pesawat milik Malaysia Airlines beberapa tahun yang lalu? Dia ada di dalam pesawat itu." Mereka terkesiap mendengarnya.
"Pesawat itu tujuan cina kan? Dia akan transit di sana baru ke Korea. Dia sudah membawa hadiah untuk kalian dan berharap untuk bertemu kalian. Untuk mendapat tanda tangan kalian. Tapi dia tidak sampai di sini. Dia malah menghilang." Kataku pelan karena airmata yang sudah mulai menetes. Donghae dan Eunhyuk tak kuasa menahan airmatanya. Ryewook memandang Sungmin yang kemudian memeluknya. Kangin terdiam memandang jauh ke depan. Sementara Leeteuk menyentuh bahuku lembut.
"Dia sudah bahagia di sana, Cynthia. Kami yakin dia pasti tersenyum melihatmu dengan kami sekarang." Kata Leeteuk. Aku menghapus airmataku dan mengangguk.

"ah… udaranya segar sekali!" seru Hanggeng tiba-tiba. Sepertinya dia berusaha membuat kami tersenyum lagi.
"Ayo kita pulang. Perutku sudah mulai lapar." Kata Kangin tiba-tiba
"Ayo, hyung aku sudah memanaskan makanan."
"Ayo... aku mau makan daging rendang itu lagi." Kata Leeteuk yang mengulurkan tangannya membantuku berdiri. Aku tersenyum dan menyambut uluran tangannya. Kami pun berjalan kembali ke dalam gedung sambil memperhatikan Donghae dan Eunhyuk yang kejar-kejaran.

Tiba-tiba aku merasa sesak nafas. Aku berhenti jalan dan mulai menggeleng-gelengkan kepalaku, berusaha menghilangkan rasa sakit. Jangan biarkan aku jatuh di sini, Tuhan. Jangan biarkan mereka melihatku seperti ini. Sungmin heran melihatku yang berdiri diam sambil mengelengkan kepala.
"Cynthia, kamu kenapa?" Perkataannya sontak membuat anggota lain menghampiri kami. Aku berusaha sebisa mungkin membuat wajah ceria.
"Tidak apa-apa, oppa. Sepertinya aku sudah kelaparan makanya aku hanya berdiri."
"Kalau begitu, cepat kita naik dan makan." Kata Leeteuk sambil menarik tanganku. Aku segera melepas tangannya yang menghasilkan kernyit heran di wajahnya.
"Maaf, oppa. Aku hanya takut paparazi melihat kita dan membuat gosip yang menyusahkan kalian." Leeteuk memegang kedua bahuku, membuat tinggi kami sejajar dan berkata
"Cynthia, tidak akan ada berita apapun yang akan menyusahkan kami. Percayalah." Aku masih tidak percaya tapi juga tidak bisa membantah. Aku hanya pasrah melihat tanganku di tarik Leeteuk dan Sungmin ke dalam lift. Kangin menekan tombol 10 dan 11.
Kenapa lift ini rasanya lama sekali? Ya Tuhan aku sudah tidak tahan. Aku mengeluh merasakan dadaku yang kian sakit. Aku menundukkan kepala dan mencoba bersandar di dinding lift. Satu lantai lagi. Bertahanlah Cynthia. Kataku. akhirnya lift sampai di lantai 10. Aku keluar kemudian membalik badan
"Aku pulang dulu, oppa. Terimakasih karena sudah menemaniku olahraga." Kataku sambil membungkuk.

Setelah itu aku hanya mendengar teriakan dari sekelilingku. Aku membungkuk tanpa bisa meluruskan badanku lagi. Aku terjatuh di depan super junior.

~ASCADA~