Boboiboy © Animonsta

Beware of typo(s), OOCness, Gaje and their gang!

Rate : K+

Casstella Millatea finally able to present...

Our Story

.

Storyteller's Story

.

"Halaman pertama kisah mereka hanyalah putih tanpa hitam. Tak ada noda sedikitpun. Sama seperti sebelum mereka bertemu. Lembaran tersebut masih kosong. Tiada goresan yang tertoreh.

Halaman kedua sampai sepuluh dari kisah mereka malah kebalikannya. Seluruh lembar kertas di halaman kedua dipenuhi dengan warna hitam. Dan disanalah kisah mereka dimulai. Pertemuan yang penuh dengan kesalahpahaman yang konyol. Namun kesalahpahaman itulah yang membuat mereka semakin dekat.

Sebuah kisah memang akan selalu diawali dengan sebuah prolog. Tapi tidak bagi mereka. Kisah mereka hanya terdiri dari runtutan masalah yang datang bertubi-tubi.

Jika sebuah kisah selalu diakhiri dengan sebuah epilog—bahkan akan ada sekuel tambahan, tidak bagi mereka. Kisah mereka terkesan tanpa ujung. Tapi sebenarnya tidak. Mereka yakin, kisah mereka akan berakhir indah, sama seperti kisah-kisah yang lain.

Tapi, semua kesuraman itu berakhir saat kisah mereka mencapai halaman yabg kesebelas. Seakan mencapai titik terang, halaman itu membuat pola. Pola yang indah. Mereka mulai menyadari apa yang hati mereka sembunyikan. Sebuah perasaan hangat yang akan selalu mereka rasakan jika mereka bersama.

Di halaman kedua belas sebuah benang merah terbentuk. Disanalah mereka akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan mereka masing-masing.

Setelah itu, halaman-halaman berikutnya dipenuhi dengan rangkaian kalimat dan ilustrasi yang indah tentang mereka berdua.

Tamat."

Semua audience bertepuk tangan. Sang storyteller membungkuk sambil mengangkat topi tingginya. Tersenyum lembut ke arah audience. Wajah tampannya berseri saat ia melihat betapa antusiasnya penontonnya. Walaupun tudak banyak, yang penting ia bisa membuat mereka tersenyum. Satu persatu penontonnya pergi setelah meletakkan beberapa lembar uang ke dalam kantung yang sudah disediakan. Meninggalkannya sendirian lagi. Tapi ia sudah biasa—inilah takdirnya sebagai seorang storyteller.

Semua orang hanya mengenalnya dengan sebutan Shadow Hunter. Tak ada yang mengetahui nama aslinya. Ia tidak masalah. Ia akan menerbangkan semua itu bersama dengan angin yang berhembus cukup kencang sekarang.

Bicara tentang angin... Apa topinya ikut terbang dengan angin ya? Ia tidak bisa merasakan keberadaan topinya di atas kepalanya. Haahh... Sudahlah. Semoga saja cepat ketemu.

"Fang!"

Secara otomatis, ia menoleh. Mencari siapa yang memanggilnya dan menemukan seorang pemuda manis sedang melambai-lambaikan topinya. 'Dia lagi...'

"Topimu jatuh nih!" Seru pemuda itu saat sudah dekat dengannya.

"Boboiboy.." Gumam Fang—sang storyteller—setelah berhasil mengingat nama pemuda di depannya.

"Eh? Jangan bilang kau lupa namaku?! Kau bisa mengingat banyak nama dalam ceritamu tapi tidak bisa mengingat namaku?! Kau tega, Fang!" Pemuda manis bernama Boboiboy itu menggembungkan pipi tembemnya. Sedangkan Fang hanya menggaruk tengkuk seraya mengambil topi miliknya. "Maaf.."

Boboiboy sedikit tersentak mendengarnya. Tapi setelahnya, sebuah cengiran mengembang di bibirnya.

"Sebagai permintaan maaf, aku ingin kau menceritakan tentang kisah 'Ratu yang Kejam dan Kembarannya yang Baik Hati'!"

"Heee? Aku sudah menceritakannya kepadamu lebih dari sepuluh kali. Apa kau tidak bosan?" Sinar mata sang storyteller berpendar misterius. Senyuman tampan mengembang di bibirnya.

"Tentu tidak! Itu kisah yang indah! Apalagi kalau kau yang menceritakannya, Fang!"

"Hm.. Baiklah. Ayo kita ke bawah pohon itu. Aku akan menceritakan kisah itu lagi khusus untukmu." Senyum cerah terpancar di wajah manis Boboiboy. Dengan segera, digandengnya tangan sang storyteller dan bersama-sama mereka berjalan ke arah pohon yang tadi dikatakan.

Tidak masalah bagiku jika semua orang tak mengenalku. Asalkan kau ada, itu sudah cukup bagiku.

.

Hhmmm... Akhirnya bisa buat fanfic baru yaayy!

Well... Meskipun aneh sih... Maafkan saya T.T

RnR please~

See you next time!~