*Y/N : your name
enjoy :)
Sebelumnya di Zero Base...
"YAA! OPO IKI?!"
Ada seorang perempuan tertidur di sofa menggunakan bantal Jihoon, Nable milik Ong dan selimut Daniel.
Situasi apa ini?!
Zero Base kacau. Bagaimana tidak? Ada seorang perempuan tak dikenal memasuki sarang Wanna One.
Teriakan Ha Sungwoon membuat suasana di dalam Zero Base semakin gaduh. Jisung yang masuk bersamaan dengan Sungwoon hanya berdiri terdiam di pojokan sambil melirik sekitarnya dengan mulut menganga. Tampaknya dia shock berat. Selanjutnya Minhyun yang bertanya 'Ini siapa?' pada semua member yang baru datang.
Seongwoo masuk dan tatapannya tertuju pada boneka miliknya. "Nable? Sejak kapan-", ucapnya dengan tatapan nanar.
Daniel tak henti-hentinya berkata 'Wah' dan 'Dia pakai selimutku' pada semua member.
Jaehwan bersenandung riang dan membuat lagu tentang perempuan misterius itu, disusul oleh Woojin yang mengucapkan 'omo' entah berapa banyaknya. Daehwi pun tak mau kalah, ia berseru "IGE MWOYAAA?!" lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Jihoon dan Guanlin tampaknya lebih tertarik pada makanan. Sesaat setelah melihat apa yang terjadi, Kuanlin pergi mengambil tteokboki dan Jihoon pergi untuk memasak ramyun.
Satu-satunya member yang berani mendekati perempuan itu adalah Bae Jinyoung. Jinyoung mengambil bantal sofa dan menaruhnya di depan perempuan itu. Ia duduk dan mengamati si perempuan dengan tampang kepo. Tak lama kemudian, Kuanlin muncul di samping Jinyoung sambil mengunyah tteokboki panas.
"Anak-anak, ayo kumpul sebentar. Heh Jinyoung, Bae Jinyoung! Guanlin! Kalian jangan dekat-dekat sama dia. Sini!", panggil Jisung dengan suara pelan. Semua member bergegas mendekati Jisung dengan hati-hati.
"Ya. Kalian kenal sama cewek itu?", tanya Jisung sambil berbisik.
"Ngga kenal, bang", ucap Daehwi, Minhyun, Woojin dan Sungwoon. Jinyoung, Guanlin dan Seongwoo menggelengkan kepala. Sisanya mengedikkan bahu sambil melirik ke arah si perempuan.
"Gimana kalo kita bangunin aja?", celetuk Seongwoo.
"Eh? Nanti ketauan dong kalo dia lagi di sarang kita? Gimana kalo dia histeris terus dia ngomong ke temen-temennya? Bisa mati kita, bang! Andwae. Pokoknya andwae", balas Daehwi yang takut ketahuan.
"Tapi nanti kita ngga tau dia siapa dong, bang", ucap Guanlin pada Daehwi.
"Jangan-jangan ini jebakan", ucapan Woojin sontak membuat semua member merinding. Cobaan apa lagi ini ya Lord.
Member lainnya ikut-ikutan berargumen sambil berbisik.
"Yorobun, yorobun, bentar deh", bisik Seongwoo sambil mengangkat kedua tangannya. "Maksud gue gini, gimana kalo kita bangunin dia terus kita tanyain. Kan nanti ketahuan motivnya dia ke sini tuh mau apa".
Kesebelas laki-laki kembali sibuk dengan 'rapat dadakan'nya. Setelah sepuluh menit saling beradu argumen, akhirnya mereka menemukan titik terang. Sekarang mereka semua sedang sibuk menyiapkan 'perlengkapan' untuk membangunkan perempuan itu.
"Seongwoo, lu bangunin dia gih", ucap Jisung. Seongwoo mendelik pada Jisung tapi dia pasrah. Sambil menahan nafas, Seongwoo menyentuh tangan perempuan itu dengan telunjuknya sebanyak dua kali lalu ia langsung menarik tangannya dan menutup wajahnya. Ternyata tidak ada respon.
Selanjutnya yang mendapat tugas untuk membangunkan perempuan itu adalah Jinyoung. Jinyoung mendekati perempuan itu dengan pede lalu menyentuh pipinya dengan telunjuknya. Tetap saja tidak ada respon.
Daehwi beraksi dengan mendekatkan telapak tangannya yang sudah diolesi aromaterapi. Selanjutnya Jihoon mendekatkan wadah ramyunnya pada hidung si perempuan. Tapi tidak ada pengaruh. Ya ampun, perempuan itu kebo banget. Bahkan dia ngga bangun pas nyium aroma ramyun yang enak ini. Dia itu apa sih?
Semua member saling berpandangan akibat kehabisan ide, tapi tidak dengan Minhyun yang masih berpikir keras. Di saat yang lain sedang berdiskusi, Minhyun mendekati perempuan itu dan mengelus kepalanya dengan lembut. Tak lama kemudian perempuan itu menghela nafas panjang dan perlahan membuka mata.
"Hm? Kalian siapa?", suara perempuan itu membuat kesebelas member Wanna One terdiam dan segera menatap ke arah si perempuan. Semua tak berani bergerak, tak terkecuali Minhyun. Karena tak ada yang merespon, perempuan itu mengulang pertanyaannya sambil mengubah posisi untuk duduk. Minhyun melihat perempuan itu kesulitan untuk duduk, jadi ia membantunya lalu memberikan segelas air.
Jisung berdeham lalu berkatanya, "Emm, lo yakin ngga kenal sama kami?". Pertanyaan Jisung dibalas dengan gelengan kepala si perempuan. Semua member sontak berkata 'wah, tidak mungkin'. Kemudian Minhyun bertanya, "Lo suka nonton tv? Masa ngga tau kami?", tetapi perempuan itu tetap menggeleng. "Oke oke, biar ngga canggung kayak gini, kita kenalan aja yaa. Mulai dari lo. Oh ya, ceritain juga kenapa lo bisa ada di sini", ucap Sungwoon pada perempuan itu.
"Umm, oke. Nama gue Y/N, 22 tahun, asli Jogja", ucap perempuan itu. "Tadinya gue mau ngelamar kerjaan. Gue cari alamatnya di maps, tapi malah ketemu gedung ini. Gue pikir ini perusahaan tempat gue ngelamar kerjaan, jadi gue masuk. Tapi pas gue masuk sini suasananya ngga kayak kantor, malah kayak rumah gitu. Terus gue niatnya mau tiduran bentar, eh malah bablas. Oh iya, ini gue pinjem barang kalian ya, sori", ucapku sambil memeluk boneka milik Ong Seongwoo.
Semua member mengangguk-angguk lalu salah satu dari mereka maju selangkah. "Oke, selanjutnya gue ya. Nama gue Yoon Jisung. Gue yang paling tua disini, biasanya dipanggil Yoon Eomma hehe. Gue 27 tahun. Salam kenal ya", ucap Jisung sambil tersenyum. Anna membalasnya dengan senyum pula.
"Gue Ha Sungwoon, tertua kedua setelah Jisung hyung. Umur 24 tahun. Punya kulit paling cantik diantara mereka semua hehe. Oiya gue jualan nih produk kecantikan nih, murah aja, trusted pula, nanti gue kasih harga temen", ucap Sungwoon riang.
"Oke 1 2 3, clap!", dia menepuk tangannya dengan posisi dari atas dan bawah. "Gue Ong Seongwoo. Bukan Hong Seongwoo, tapi Ong Seongwoo. Bukan Gong Seongwoo, tapi Ong Seongwoo. Umur 23 tahun", ucapnya sambil membungkukkan badan.
"Nama gue Kang Daniel. Bisa juga dipanggil Kang Choding. Catniel juga boleh soalnya gue suka kucing. Gue seumuran sama lo. Hobi gue tidur", ucapnya sambil tersenyum lebar. Imutnya. "Niel hyung, nari tarian paha dong", ucap salah satu lelaki di pojokan. Daniel tertawa terbahak-bahak dan menjadi salah tingkah. Wajahnya memerah karena malu. Tapi akhirnya dia menarikan tarian paha. Aish, si perempuan tampaknya shock, soalnya mukanya memerah karena malu.
"Oke oke, gue Kim Jaehwan. Seumuran sama Daniel. Posisi gue disini sebagai main vocal, main dancer, main rapper, pokoknya all main. Salam kenal ya", ucapnya sambil membungkukan badan.
"Halo, gue Park Jihoon, 19 tahun. Disini gue berperan sebagai makhluk imut dan menyebarkan keimutan gue ke semua member", ucapnya sambil mengedipkan mata kirinya.
"Gue Park Woojin. Umur gue 19 tahun. Hobi gue ngerakit mainan hehe", ucapnya sambil terkekeh
"Halo nama gue Bae Jinyoung. Biasa di panggil Jinyoung. Umur 18 tahun. Muka gue paling kecil diantara mereka semua hehe"
"Namaku Lee Daehwi. Umurku 17 tahun. Walaupun kecil tapi tenagaku ngga abis-abis. Hobinya bikin lagu. Salam kenal yaa", ucapnya sambil tertawa. Aih lucunya.
"Halo, namaku Lai Guanlin. Aslinya dari Taiwan. Umur 17 tahun. Paling tinggi diantara semua member. Makanya aku punya julukan maknae rasa oppa, hehe", ucapnya sambil tersenyum malu-malu.
"Oke, giliran gue", ucap laki-laki yang duduk di sampingku. "Gue Hwang Minhyun. Umur 23 tahun. Cinta kebersihan. Ohya, kalo Jisung hyung emaknya anak-anak, gue bapaknya. Sekian", ucapnya sambil tersenyum.
Selanjutnya Jisung menyuruh mereka semua berbaris lalu dia berteriak, "1 2 3". Kemudian semuanya menyahut, "All I wanna do, Wanna One! Halo, salam kenal ya!". Mereka semua menutup kalimat tersebut dengan membungkukkan badan.
Your POV
Wan- Wanna One? Wait, WANNA ONE?! Astaga mengapa aku sebodoh ini? Mengapa aku tidak mengenali mereka?
"HAH? KALIAN WANNA ONE? REALLY? SERIOUSLY?!", teriakku sambil menutup mulut. Aku tidak percaya ini.
Kesebelas member ikutan panik melihat reaksiku. Mereka berteriak satu sama lain. Suasana menjadi gaduh.
"Guys, guys", aku berusaha menenangkan mereka namun tak berhasil. "YA!", teriakku. Kesebelas lelaki itu berhenti berulah lalu melihat ke arahku dengan ekspresi terkejut. Aku berdeham untuk menuntupi rasa grogi, "Ehem. Sekarang gue harus ngapain?", tanyaku pada mereka.
Aku melihat Hwang Minyun menghela nafas panjang. Beberapa lainnya menggaruk kepala mereka yang tidak gatal. "Lo harus di hukum", ucap Minhyun dengan tatapan tajam. Semua member mengerjapkan mata, tanda kalau mereka terkejut.
"Hukuman lo adalah dateng kesini tiap pagi selama sebelas hari ke depan, kecuali kalo kami ada jadwal diluar Zero Base", ucapnya tegas.
"Hyung, sebelas hari? Ngapain coba?", tanya Daniel.
"Aku butuh temen buat bersih-bersih Zero Base tiap pagi", ucapnya polos. Sontak seluruh member tertawa. 'ini orang kenapa polos banget dah', batinku.
Setelah aku berunding dengan kesebelas member, aku bersedia menjadi babby sitter mereka selama sebelas hari dengan jaminan aku tidak boleh membocorkan tempat ini pada publik. Sepertinya akan menjadi pekerjaan yang menarik dan...menantang?
xoxoxoxox
Annyeong chingu :D
Author berencana nulis tentang kedekatanmu sama masing-masing member di chapter berikutnya, tapi dalam bentuk one shot gitu
Hmm dari kesebelas member, siapa dulu yang muncul? Ada saran? *wink
