Sudah seminggu sejak kunjungan terakhirku ke Zero Base. Semalam aku dapat pesan dari Bang Jisung kalau mereka sudah kembali ke Zero Base dan terlepas dari jadwal padatnya selama beberapa hari kedepan. Akhirnya aku menginjakkan kaki di sini lagi. Aku menghela nafas dan sedikit gugup. Bagaimana tidak, terakhir kali di Zero Base aku ketiduran di kamar Daniel dan hal itu membuat beberapa member tampak kesal. Aku masih tak enak pada Minhyun oppa, Daehwi, Jinyoung, dan Guanlin. Minhyun yang membantuku selama aku di Zero Base, malah melihat hal tidak mengenakkan itu. Sedangkan para maknae? Entahlah, aku merasa bersalah melihat ekspresi terkejut mereka ketika aku keluar dari kamar Daniel dengan memakai pakaiannya. Aku menghela nafas frustasi. Apapun yang terjadi, aku harus kuat. Kemudian aku memberanikan diri untuk memasuki Zero Base.
Hari ini Zero Base tidak terlalu berantakan, jadi pekerjaanku tidak terlalu banyak. Selesai bersih-bersih dan merapikan beberapa barang, aku merebahkan diri di sofa sambil meminum soda kalengan. Aku memasang headset dan menyetel playlist favoritku. Selanjutnya aku memejamkan mata sambil menggumamkan lirik.
"Noona suka MGK?"
Sebuah suara berat mengagetkanku dan aku langsung membuka mata. Aku menoleh ke arah sumber suara dan mendesah pelan melihat siapa yang mengajak bicara. Our maknae, yang ekspresinya tak mudah ditebak jika sedang memasang wajah datar.
"Etdah dek, bikin kaget oi", ucapku sambil melepas sebelah headsetku. Namun yang diajak bicara masih memandangku dengan tatapan datar. Ia juga tak bergerak dari kasurnya.
"Sini sini, ke sini", ucapku pelan. Si maknae mengalah dan bergerak menuju bantalan sofa di sebelahku. Ia menghempaskan tubuh besarnya dan duduk sambil menyilangkan tangannya di dada.
Kemudian hening. Member lain masih sibuk dengan mimpi-mimpinya, dan kedua anak manusia di ruang tengah sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Noona-"
"Guanlin-"
Aku dan Guanlin saling pandang. Aku menghela nafas dan mengalah, memintanya untuk bicara terlebih dulu. Guanlin menggaruk lehernya, berdeham, lalu berusaha menceritakan keluh kesahnya seminggu belakangan.
"Noona, aku..."
Kemudian hening lagi.
"Guanlin-ah, ada yang mau lo ceritain? Cerita sama gue", ucapku sambil membenarkan posisi duduk menghadap Guanlin.
Guanlin tampak ragu, namun dapat kulihat ia berusaha keras untuk mengatur emosinya. 'Semoga tidak terjadi hal aneh setelah ini', batinku.
"Aku ngga suka noona deket sama Daniel hyung"
Ucapan singkat Guanlin membuatku terkejut, "M-maksudmu?", tanyaku setenang mungkin.
"Aku tau waktu itu Daniel hyung cium noona. Iya kan?", ucapan Guanlin membuatku serasa terguyur air es. Bagaimana bisa-
"Noona, jangan terlalu deket sama Daniel hyung. Dia itu doyan ngerdusin anak orang. Oiya, aku, Daehwi hyung sama Jinyoung hyung udah sepakat buat ngelindungin noona dari hyung-hyung kita yang otaknya agak geser hehe"
Astaga, polos sekali makhluk besar ini. Ingin rasanya ku mencubit pipinya yang agak gembil itu. Aku membalas Guanlin dengan senyuman dan mengacak rambutnya.
"Eiy, kata siapa Daniel nyium gue? Guanlin, gue ngga ada perasaan apa-apa sama Daniel. Gue udah anggep kalian semua kayak abang sama adek gue, kalian udah kayak keluarga buat gue. Jadi lo ngga usah khawatir, ya?", ucapku sambil memegang tangan Guanlin. Yang diajak bicara kini kehilangan kata-kata dan terdapat semburat kemerahan di pipinya yang seputih porselen. Aih, lucu sekali anak ini.
"Kalian ngomongin apa?", sebuah suara menginterupsi kegiatan mellowku dan Guanlin. Aku menoleh ke arah sumber suara dan terdapat Bang Jisung keluar kamar sambil mengucek mata dengan tangan kiri, dan tangan kanannya memegang boneka jerapah.
"Abis ngomongin 'itu' Bang. Hehe", ucap Guanlin puas. Yang diajak bicara hanya manggut-manggut sambil menguap lebar.
"Oiya, selamat datang lagi ya di Zero Base. Semoga lo betah sama kita-kita yang otaknya suka ga beres ini. Btw gimana lo sama Danik?", pertanyaan Jisung membuatku tersedak air liurku sendiri. Guanlin yang panik langsung mengusap-usap punggungku. Jisung terpaku, salah tingkah.
"Bang, jangan dibahas lagi napa sih"
"Kan gue kepo ih"
"Berisik woy, berisik", muncul Woojin dari arah kamarnya menuju kursi pijat. "Pada gosipin apa sih?"
"Ini, si dia", ucap Jisung sambil menujukku dengan dagunya, "sama si laki kerdus itu"
"WOH IYA, GIMANA PERKEMBANGAN KAKAK SAMA- ADUH, WOY BOCAH NGAPA YAK!"
Woojin yang menghampiriku dengan semangat 45 harus rela kepalanya dijitak Guanlin. Wajar saja Guanlin menjitak Woojin, dia pasti kesal karena hyung-hyungnya ini masih membahas masalahku dengan Daniel.
"Gue masak dulu aja ya. Biar kalian ngga nunggu lama, mandi dulu aja. Habis itu bangunin member lain buat siap-siap biar nanti langsung sarapan", ucapku sambil tersenyum. Ketiga laki-laki itu mematung dan mengangguk patuh, kemudian aku pergi ke dapur.
xoxoxox
Aku menghela nafas dan mencoba fokus memasak. Pikiran yang sempat kubuang jauh-jauh terpaksa harus mampir lagi ke otakku. Hah, ini menyebalkan sekali. Aku mengaduk-aduk sup krim dengan cukup brutal dan tanpa sadar sup itu tumpah kemana-mana.
"Ya ampun, noona!"
Suara Guanlin berhasil membawaku dari pikiran absurku. Aku memekik tertahan melihat sarapan mereka yang tumpah di sekitar kompor. Memang tidak banyak sup yang tumpah, tetapi aku sangat malu karena membuat dapur menjadi berantakan. Aku merasakan ada dada bidang yang menempel di punggungku. Dan aku bisa merasakan dekapan hangat di tubuhku. Ya Tuhan, ada apa ini? Apakah Tuhan sedang menggodaku sekarang?
"Noona ngga usah mikir aneh-aneh deh", ucap Guanlin. Aku curiga, jangan-jangan bocah ini bisa membaca pikiran. Sejak tadi dia membalas ucapanku seolah ia tahu apa yang kupikirkan. Oke, aku jadi takut.
Sesaat setelah Guanlin melepas pelukannya, ia mencoba membantuku memasak. Walaupun terasa canggung, tapi aku mencoba untuk bersikap biasa saja padanya dan tetap tersenyum. Aku hendak mengambil merica namun salahkan tubuh pendekku, alih-alih meraih merica aku malah terhuyung ke belakang. Hup! Aku merasakan ada tangan besar menahan berat tubuhku. Aku mengerjapkan mata dan melihat wajah Guanlin yang menatapku dengan cemas.
"Hati-hati noona", ucapnya pelan sambil membantuku berdiri. Kemudian ia meraih botol merica dan memberikannya padaku. Tak lama Guanlin meninggalkan dapur tanpa sepatah katapun.
Ada apa ini?
xoxoxox
"Huaaa nasi goreng!"
"Wah, baunya enak banget"
"Sabar ya cacing-cacingku, kau akan makan sebentar lagi"
"Wagelaseh, mantep bener"
"Lah bocah ngapa yak"
Ya, aku mengganti menu di menit-menit terakhir karena sup krim tadi adalah produk gagal; terlalu encer, terlalu asin, dan bagian bawahnya gosong. Aku tak berhenti merutuki diri saat Guanlin menyicipi sup krim itu dan langsung tertawa terbahak-bahak karena hasilnya sangat parah.
Aku tertawa melihat respon mereka saat melihatku membawa nasi goreng dalam mangkuk yang sangat besar. Aku melihat mereka satu-satu yang sedang menatap si nasi goreng dengan tatapan lapar. Ya ampun, mereka seperti kumpulan bocah. Lucu sekali. Aku mengambil posisi duduk di sebelah Guanlin. Tampaknya anak itu sengaja memberi jarak antara dirinya dengan Jihoon. Guanlin tersenyum puas melihatku duduk disampingnya.
"Selamat makan semuanyaaa", ucapku riang dan disambut oleh teriakan kesebelas laki-laki kelaparan.
Saat makan, Jihoon mengajakku mengobrol seputar restoran ayam yang pernah ia makan. Aku tertawa melihat ekspresinya yang imut itu, yah walaupun Jihoon lebih senang dibilang manly daripada cute. Aku memalingkan wajah untuk menanggapi panggilan Guanlin dan tanpa sengaja mataku bersirobrok dengan Daniel. Ia menatapku dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dia cemburu? Ah, mungkinkah?
Acara sarapan berlangsung dengan cepat. Itu karena semua makhluk yang tinggal di Zero Base sangat kelaparan. Kali ini aku tak perlu repot-repot mencuci piring. Minhyun oppa mengajak Jaehwan, Daniel dan Jisung untuk mencuci piring. Sementara itu, Sungwoon, Woojin dan Daehwi merapikan ruang tengah. Aku? Tentu saja sedang bersantai di kamar Jinyoung. Kali ini aku tidak sendirian. Aku ditemani Guanlin dan Jinyoung. Walaupun mereka sangat cuek, ternyata mereka sangat manja. Buktinya mereka tidak memperbolehkanku meninggalkan kamar Jinyoung tanpa dampingan salah satu dari mereka. Astaga, para maknae sangat posesif ternyata.
Sejujurnya aku merasa jengah, namun mau bagaimana lagi? Mereka menyerah membuntutiku ketika Jisung dan Sungwoon menasehati Guanlin dan Jinyoung. Sesungguhnya aku merasa tidak enak, tapi jika mereka membatasi ruang privasiku itu namanya sudah mengganggu bukan? Untunglah Guanlin dan Jinyoung bisa mengerti. Aku merasa lega.
Akhirnya aku bisa mengobrol dan bermain dengan member lain sebebas mungkin. Mulai dari merakit mainan dengan Woojin, membuat kopi di kamar Seongwoo dan bergosip di kamar Jisung, membantu Jaehwan membuat lirik lagu, dan meminta masker wajah Sungwoon. Beberapa member tak sempat bermain bersamaku karena sudah waktunya bagiku untuk pulang.
xoxoxox
"Aku pulang dulu ya. Sampai ketemu besok", pamitku pada kesebelas member tersebut sambil melambaikan tangan. Mereka membalasnya dengan lambaian tangan dan beberapa memberiku pelukan bersahabat. Sungguh menyenangkan memiliki keluarga seperti mereka.
Aku hendak membuka pintu keluar Zero Base saat sebuah tangan menarikku. Aku berbalik dan mendapati diriku dipeluk oleh seseorang. Tunggu. Aroma ini...
"Niel, lo ngapain?"
"Sebentar aja"
"Lepas"
"Nggak. Gue nggak akan ngelepasin lo"
Deg. Jantungku serasa berhenti. Apa maksud dari perkataan Daniel?
Daniel melepas pelukannya dan sekarang kedua tangannya memegang pundakku. Matanya menatapku lekat-lekat, membuatku jengah.
"Maksud lo apa? Lo tau kan kalo semua member ngomongin kita?"
"Iya. Gue yang ngasih tau mereka"
"..."
"Tenang aja. Gue nggak akan melangkah lebih jauh kok. Kita temen kan?"
Aku kehilangan kata-kata, namun kupaksa diriku untuk mengangguk. Aku tak percaya ini. Aku tersenyum samar lalu mengucapkan selamat tinggal pada Daniel. Tanpa kusadari, ada sepasang mata yang memerhatikan percakapan kami dari awal.
wah, terima kasih buat pembaca yang nunggu ff ini :')
author memang merencanakan part selanjutnya itu Guanlin hehe
lama-lama jadi complicated ya ceritanya? gapapa ah, kalo mulus-mulus aja mah ngga seru *wink
terima kasih buat yang udah review, sangat membantu loh :D
