Declaimer : Masashi Kishimoto
Warning : Gaje aneh tak bermutu, bisa menyebabkan sakit mata berkepanjangan*lebay
***
Sakura menyisir rambutnya, berdiri di depan sebuah cermin berukuran besar dengan sisir yang cukup unik digengamannya. Dia menyisir rambutnya dalam kesunyian malam, ditemani oleh alunan alunan melodi alam yang terdengar misterius, bahkan menyeramkan. Suara burung hantu dari pohon tak berdaun dibelakan rumah itu dan lolongan srigala yang entah dari mana tak henti hentinya terdengar, menemani malamnya yang memang selalu dalam kesunyian.
Kilauan kecil terlihat melalui pantulan cermin dihadapannya. Sesuatu di atas meja rias di pojok kamar itu menarik perhatiannya. Dengan sesegera mungkin ia menghentikan aktifitasnya tadi dan berjalan dengan lambat menhampiri arah meja rias
Sesampainya di depan meja rias tadi, Sakura mengulurkan tangannya, hendak mengambil benda kecil yang ia lihat berkilau takecil tadi. Sebuah cincin, cincin perak dengan tiga buah berlian kecil yang menambah keindahan atasnya. Diamatinya benda itu dengan mata emeraldnya untuk beberapa saat, sesaat sebelum ia memakainya.
Kali ini, diperhatikannya jari jari tangannya sendiri, melihat keindahan cincin perak tadi yang kini terpasang manis di jari manisnya sendiri. Memikirkan suatu hal yang mungkin penting. Sampai sekelebat bayangan muncul di pikirannya. Membuat ia tersenyum senang.
"Aku datang!" gumamnya
***
Sakura mulai memasuki pekarangan sebuah rumah, sebuah rumah yang ia ketahui sebagai milik sahabat terbaiknya. Uzumaki Naruto. Pekarangan yang bisa dikatakan besar namun sangat terawat, berbagai tanaman hias berada disana. Diedarkannya pandangan ke seluruh tempat di pekarangan itu. Hingga pandangannya mengangkap sesosok yang ia kenal sebagai Uzumaki Naruto. Yang tengah terduduk di bangku panjang di pekarangan itu. penerangan di sana memang kurang-karena tak ada cahaya lain selain dari bulan, tapi ia yakin bahwa sosok itu memang Naruto. Sahabatnya dulu.
Sakura memandangi sosok itu di tempatnya berdiri sekarang. sekelebat memori masa lalunya kembali berputar dalam pikirannya, masa lalu yang ia lalui bersama sahabatnya, Naruto dan …. Sasuke-cintanya. Ekspresinya menunjukan kesedihan dan …. Kekecewaan mungkin?
"Sakura?" Suara familiar mengagetkan Sakura dari alam pikirannya. Membuat dia kembali ke alam sadarnya. Ekspresi yang tadi ditunjukanpun sudah berganti.
"Naruto" balasnya dengan suara kecil-yang bahkan tak terdengar.
ia mulai melangkahkan kakinya ke arah Naruto-yang sekarang tengah berdiri di tempatnya berada tadi. Setelah sampai di depannya, dengan segera dipeluknya tubuh kekar sahabatnya itu, melepas kerinduan yang ia rasa. Naruto yang tadinya kaget dan heran, hanya tersenyum lembut setelah ia benar benar yakin orang yang memeluknya ini adalah Sakura. dia pun membalas pelukan Sakura. membiarkan tubuh orang yang paling ia sayangi berada dalam pelukannya untuk beberapa lama.
Mereka berada pada posisi itu untuk waktu yang cukup lama. Hingga Sakura melepaskan pelukannya pada Naruto yang cengengesan kecil sambil menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Hehe, sebenarnya ada apa Sakura?" tanya Naruto yang memang tak mengerti dengan sikap sahabatnya itu, walaupun ia senang diperlakukan seperti itu, tetap saja ada sesuatu berbeda yang ia rasakan. Ini ….. tak biasa.
Sakura yang ditanya hanya mengembungkan pipinya. "Aku kangen padamu tau!" katanya manja.
"Haha- kau ini! Aku juga kangen padamu Sakura!" kata Naruno membalas perkataan Sakura, dan memeluk tubuh Sakura –lagi. Sakura hanya tersenyum hambar.
Untuk beberapa lama, tak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan. Mereka hanya duduk dalam diam hingga Sakura dengan segera melepaskan cincin perak dari jari manisnya, menarik perhatian Naruto yang sedari tadi tertuju pada bulan diatas mereka.
" Kau masih ingat ini? " ujar Sakura penuh pengharapan. Naruto hanya mengangguk kecil. Dia bahkan masih ingat berapa dan di mana cincin itu dibelinya, bahkan ia masih tetap mengingat dengan baik bagaimana usahanya untuk mendapatkan cincin perak itu.
" Kau masih menyayangiku? " dari dulu Naruto memang menyayangi Sakura-bahkan lebih dari itu dia… Mencintai Sakura. sampai sekarang maybe?
" Kau pernah bilang mau melakukan apa pun untukku… bukan? " tanya Sakura lagi, Naruto hanya bisa mengangguk pasrah, karena memang dulu dia pernah berjanji " Apapun untukmu! "
Sakura menutup matanya sejenak, menikmati semilir angin segar-tanpa bau amis darah yang biasa ia hirup." Kalau begitu! Aku ingin kau menelan ini!" ucapnya. Disodorkannya cincin perak tadi kearah Naruto yang terdiam.
" A-apa? " Naruto benar benar tak mengerti, sahabat didepannya ini benar benar…. Berubah? 'Apa aku salah dengar ya?' batinnya.
" Aku memintamu menelan ini! " Sakura mengulangi perkataannya dengan nada pasti. Membuat Naruto benar benar kaget sekarang. suara burung-yang entah burung apa terdengar dari atas langit madam, membuat Naruto makin ketakutan.
" T-tapi- " "Kau sudah berjanji Naruto!" Sakura memotong perkataan Naruto yang belum selesai. 'Glek' Naruto menelan ludah, perasaan tak enak mulai merambat dirinya 'Apa apaan ini?' batinnya. Dengan ragu ragu dan tangan yang bergetar hebat Naruto menerima cincin itu. memang ukurannya tak sebegitu besar, tapi kalo menelannya? Ukh-. Naruto mencuri pandang kearah Sakura dengan takut takut, tapi yang dilihatnya hanyalah Sakura yang tengah tersenyum padanya. Senyuman dari gadis didepannya seakan mengatakan 'Semuanya akan baik baik saja'. Membuat Naruto menelan ludah-lagi ' Glek '
Setelah melamun cukup lama, akhirnya Naruto …
"Apapun untukmu Sakura!" 'Glek' dan sekarang cincin itu benar benar telah masuk dengan sempurna ke dalam tubuh Naruto. memang butuh beberapa waktu agar cincin itu bisa melewati tenggorokan Naruto tapi toh akhirnya masuk juga. dengan Naruto yang terlihat pucat pasi tentunya.
" S-sudah " katanya. Sakura yang melihat itu hanya tersenyum puas. Membenarkan posisi duduknya agar mengenakkan untuk menghadap ke arah Naruto
"Sekarang tutup matamu!" Ujar Sakura-lagi. Naruto yang memang tak mengetahui apapun, menurut dan menutup matanya. Dan sesaat kemudian bibir Sakura telah menyatu dengan bibir Naruto. Naruto yang merasakan sensasi di bibirnya, membuka mata. Dia melihat Sakura dengan tatapan heran, perasaan tak enak mulai dia rasakan kembali. Namun perasaan itu hanya sekejap. Tak lama setelah itu, Naruto pun mulai menutup matanya kembali ikut merasakan sensasi ciuman dari Sakura-nya itu.
Suara suara aneh tertangkap oleh pendengaran Naruto, membuatnya makin bergidik.
***
Tangan Sakura yang bebas mulai terangkat kearah leher Naruto, 'menyentuhkan' belatinya di leher Naruto. Mata Naruto membulat seakan tak percaya. 'Sakit' ia bahkan bisa merasakan setiap tetes darah yang mengucur dari sana. Walaupun hanya satu sayatan namun sudah cukup untuk membuat Naruto untuk berteriak kesakitan, bahkan untuk menuju ke alam akhirat.
"hhhhhhhhhhmmmmmmmmmmm-" Naruto berteriak tertahan, merasakan rasa sakit yang bahkan tak tertahankan. Bahkan ia pun menggigit bibir bawah Sakura. Sakura yang kesakitan melepas ciumannya dan melayangkan Belati di tangannya secara refleks dan sukses menembus leher Naruto, Membuat tubuh itu terjatuh dari kursi taman dan menghabisi nyawanya di waktu bersamaan.
Darah menetes deras ke rumput hijau di bawahnya saat Sakura mencabut paksa belatinya, memberikan bercak bercak merah pekat yang sangat kontras dengan hijaunya rumput di sana. Bunga mawar putih yang mengelilingi mereka bahkan telah berubah warna dengan warna merahnya darah. Bulan yang tadinya bersinar terang pun mulai tertutupi awan hitam.
***
' Tes tes tes.. ' air hujan mulai turun dari atas langit, seakan ikut bersedih akan kepergian dari Uzumaki Naruto. Mengguyur tubuh Naruto, membersihkan darah dari tubuh itu. Sakura mendongakkan kepalanya ke atas langit 'Hujan?' pikirnya. Dengan segera ia mengambil belatinya untuk pergi dari tempat itu. tapi sesuatu hal menahannya 'cincin?'.
Sakura yang tadinya hendak pergi mulai menhampiri tubuh Naruto-lagi. ia mulai berjonkok disamping perut Naruto "Cincinku…." Katanya "Disini ya?" tanyannya entah pada siapa. Dan dengan satu ayunan tangan perut itu telah berlubang dan mengeluarkan darah ulah belati miliknya yang 'nakal'.
"Maaf ya… " dan dengan kata itu dia mulai mencabik pakaian yang dikenakan Naruto dengan belatinya bahkan tak jarang menimbulkan goresan di tubuh Naruto. dan Sekarang mayat itu bahkan tak mengenakan pakaiannya.
" Tapi aku harus mengambil cincin itu! " 'Jlebb' belati ditancapkan 'Sreeettttt' ditarik secara paksa menimbulkan luka memanjang yang terdapat tepat di atas perut Naruto, darah segar keluar dengan sendirinya. Dan sekali lagi 'Jlebb' belati ditancapkan 'Sreeettttt' ditarik secara paksa dan menimbulkan luka memanjang yang lain. dan sekarang tanda silang besar terdapat tepat di atas perut seorang Naruto Uzumaki, hasil karya seorang Psychopath gila, Haruno Sakura.
Sakura menarik nafas panjang sebelum mulai mengulurkan tangannya, memasukkan jari jari lentiknya kedalam tubuh mati Naruto melalui bekas luka memanjang yang membentuk huruf silang di atas perut Naruto-yang tadi dibuatnya. Jarinya mulai mengaduk aduk isi perut itu, berharap mendapatkan benda kecil yang ia cari, cincin.
" Inikah? " tanyanya, sambil menarik sesuatu dari dalam tubuh Naruto, sebuah benda lunak ditariknya dari tubuh itu "susah" katanya, "srettttt" dan dipotongnya benda itu dengan belatinya dan sukses. Benda itu berhasil keluar walaupun tidak semuanya,
"Apa ini?" Sakura keheranan, dengan seksama diperhatikannya 'benda' itu. benda lunak yang cukup aneh, berwarna merah karena tercampur dengan darah- walaupun telah terguyur oleh hujan, benda itu tetap berwarna merah. "bukan ini!" dan 'benda' itu hancur karena genggaman Sakura yang terlalu keras. Sakura mulai memasukkan jari jari sebelah tangannya lagi, menelusuri isi perut Naruto yang telah mati, dan mengaduk aduk isinya -lagi-
***
Satu jam berlalu, Sakura terduduk lemas di atas ru,put dan terguyur hujan yang masih belum berhenti. Mungkin semua isi perut Naruto telah ia keluarkan, entah apa itu bahkan ia sendiri tak tahu, ginjal, usus dan 'benda benda' itu seakan terlihat sama bagi Sakura, dengan warna mereka yang sama. Merah. Terlupakan tergeletak diatas rumput hijau yang kini telah berubah warna. Berceceran disekitarnya dan sekitar tubuh kaku pemiliknya. Sekarang dicobanya membelah leher Naruto yang sebenarnya memang telah berlubang. 'mungkin disini' pikirnya. Ia mulai merobek kulit Naruto dengan belatinya. Menguliti tubuh itu hanya untuk mendapatkan benda kecil yang ia . sekarang tubuh Uzumaki Naruto hanyalah tinggal seperti kerangka yang belum tersusun isinya.
" Aku tak menemukannya! " ujarnya sedih sambil berdiri dan mengambil belatinya. Dia pun pergi dari pekarang rumah Uzumaki itu.
"Aku titip cincin itu!" gumamnya sebelum benar benar pergi, meninggalkan tubuh tak bernyawa milik sahabatnya dengan isi perut yang telah keluar dari tempat yang seharusnya. Senyum mengerikan miliknya tak diperlihatkannya kali ini.
***
Dear Dairy
Hari ini temanku bertambah lagi, aku senang dengan itu. mungkin aku berdosa telah melakukan semua ini, tapi … aku hanya ingin banyak teman di sana, aku tak mau sendiri, sendiri itu mengerikan, dan aku benci sendiri.
Membunuh ternyata menyenangkan ya?, aku sengguh menikmati saat saat seperti itu. haha
Cincin ku? Yah tak apalah, haha
Aku mau tidur ah,
Dadah!
Haruno Sakura
*TBC*
Makin gaje aja kali ini, --a??? maaf ya baru apdate! (emang ada yang nungguin ya?) haha salahkan saja komputerku yang rada gaje *ngeles! Haha. Gimana chap ini? Masih kurang sadis ya?-pundung!
Bales review ah :
KoNan : Sasuke ma Naruto? ini udah Naruto nya, satu porsi lagi nyusul ya! gimana? Masih kurang sadis ya? author emang tak bakat! TT3TT, makasih reviewnya, review lagi dong! Hehehe
Naocchi : iya, ini dia pesanan anda, harganya Rp. 5 jt rupiah dibayar tunai (ga nyambung*digeleng), mau tanya nih senpai! Happy Tree tuh film apaan? Kayak Happy Family ya? hehehe (oon*dilindes) makasih reviewnya, review lagi ya!
shiNomori naOmi : jangan marah marah atuh, ntar cepet tua loh! hehe, ini udah di update walaupun lama, kekekekekke. Makasih reviewnya, review lagi ya??
Kurohana Sasuke : makasih loh, kekekekekekeke. Review lagi ya??
Nakamura Kumiko : a…… author juga ga tau tuh -di serbu-, nanti kali yah. makasih saran ma reviewnya, review and sarannya yang lain ditunggu!
Raiko Azawa : hehehe, maklumi author yang oon. Ya, emang ada di rated T, hehehehe. Makasih reviewnya, review lagi ya??
Ruki_ya : Naruto ini, gomen kalo ga bikin Ruki merinding! Author emang ga bakat TT yang bikin Sakura kayak gitu! Hmmm (gaya mikir ala Sinichi Kudo) ga tau tuh! -dibekuin- hehehe, Makasih reviewnya, review lagi ya??
Sessio Momo : waaiiii waiiii (ngikutin*ditempeleng) tttttttettttttttt ttttttttottttttttttt bukan Tenten, haha.(gaje) Makasih reviewnya, review lagi ya??
Airyuu no Uzumaki : rekuesannya sudah sesuai harapan kah?? (kedip kedip*dimuntahin?), Makasih reviewnya, review lagi ya??
MayukaRui : Senpai!!!!! Ahahaha, Makasih reviewnya, review lagi ya?? kan udah janji –maksa*bawa bawa coklat*lemparin uang?-
Udah ah, makasih atas semua review…..
For the last….
Review, prenddd?*_*
